Pemanfaatan Tik Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar


SEJAK 2001, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah dikenalkan di dunia pendidikan melintasi integrasi TIK dalam kurikulum. Pada 2004 sebatas dengan 2012, TIK menjadi mata pelajaran khas. Namun plong kurikulum 2013, secara nasional pengusahaan TIK di sekolah dasar lebih ditekankan umpama radas yang menunjang pembelajaran, dimana master dan murid ajar dapat mengintegrasikannya intern semua tema.

Selain bagi meningkatkan hasil belajar peserta didik, TIK boleh dioptimalkan untuk menciptakan pengelolaan sekolah nan efektif dan efisien. Dengan ini, sekolah dasar perlu menyiapkan diri agar dapat mengintegrasikan TIK untuk meningkatkan mutiara pendidikannya.

Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kementerian Pendidikan, Peradaban, Riset, dana Teknologi, Jumeri mengatakan, peran TIK di dunia pendidikan sangat bertindak sebagai prasarana penerimaan malar-malar di masa pelaksanaan PTM terbatas seperti ketika ini dimana bahan ajar cawis dalam format digital.

“Dengan TIK peserta didik tidak harus terpaku belajar lega tempat dan waktu yang ditentukan, saat senggang dan berada di medan umum mereka boleh tetap membiasakan dengan perangkat yang mereka miliki,” ungkap Jumeri dalam webinar Pemanfaatan dan Integrasi TIK intern Pendidikan yang diselenggarakan Departemen Komunikaai dan Informatika, Siberkreasi, serta Kemendikbudristek.

Jumeri menambahkan, intern mendukung pelaksanaan digitalisasi sekolah dan pelaksanaan asesmen kewarganegaraan berbasis komputer, pihaknya mutakadim mengalokasikan dana kerumahtanggaan pelampiasan peralatan TIK melalui APBN dan hak istimewa Dana Alokasi Distingtif (DAK) musim 2021-2022 internal pemenuhan kendaraan TIK dan rehabilitasi prasarana sekolah menerobos DAK Fisik.

Direktur Jenderal Aplikaai Informatika Semuel A Pangerapan menyampaikan, salah satu pilar signifikan privat membantu terwujudnya agenda transformasi digital adalah menciptakan umum digital, di mana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting di dalamnya.

“Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang tinggal cepat, literasi digital merupakan kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki. Pemerintah akan terus melakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat sangat berbagai diversifikasi inisiatif kegiatan,” kata Semuel.

Baca juga : Dengan Smartphone, Siapapun Bisa Jadi Video Content Creator Handal

Lailatul Machfudhotin dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek menjelaskan empat hierarki integrasi TIK di sekolah, yaitu: the emerging approach, ketika sekolah masih makmur di tahap mula-mula integrasi TIK; the applying approach, ialah saat sekolah telah menggunakan TIK intern tata kelola sekolah dan pembelajaran; the infusing approach, di mana sekolah mutakadim mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum; dan terakhir the transforming approach, ketika TIK sudah lalu menjadi fragmen terstruktur kehidupan sekolah nan membuat sekolah menjadi lebih bermutu.

“Jika kita mau mengintegrasikan TIK privat pendidikan maka terserah hal luar resmi yang bisa kita buat cak bagi keberhasilan pendidikan Indonesia,” ujar Laila.

Dosen Multimedia dan e-Learning Pendidikan Fisika Universitas Negeri Makassar, Ahmad Dahlan menambahkan, garis haluan penerimaan berbasis TIK yang dapat diterapkan di kondominium, yakni kolaboratif antara pesuluh didik dan pendamping (insan berida), dan lagi berikan pembelajaran yang menyenangkan dengan ilustratif nan menjajarkan ataupun gamefikasi. Ahmad lagi menyarankan para pendidik bakal memanfaatkan konten daring (online) yang mutakadim ada dan tidak harus membuat konten baru.

“Karena sejatinya membuat konten online itu dibutuhkan keterampilan khusus, dan kita laksana guru enggak diwajibkan membuat konten, yang diwajibkan adalah memastikan konten nan diberikan itu sudah sesuai dengan pamrih pembelajaran yang kita rancang,” ujar Ahmad.

Wakil Rektor Meres Akademik Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) Onno W. Purbo mengatakan, permasalahan yang paling kecil segara bukan di TIK sahaja di kesiapan jaringan. Bikin itu Onno menerimakan solusi bikin taat bisa belajar tanpa bergantung dengan sinyal, ialah “Internet Offline”. Onno memberikan contoh organ nan bisa digunakan lakukan internet offline nan mudah harganya sangat terjangkau dan mudah didapatkan di toko-toko online.

Selain internet offline, Onno pun mengajurkan lakukan memanfaatkan permohonan-aplikasi pendedahan yang dapat diunduh di Playstore. “Nan berjasa kita bisa membuat siswa jadi pintar dengan apa yang terserah.” tutupnya. (RO/OL-7)


Source: https://mediaindonesia.com/humaniora/433670/sekolah-diminta-optimalkan-tik-dalam-pembelajaran

Posted by: and-make.com