Menikah Dengan Wanita Lebih Tua

Ketika mencari pendamping hidup, tentu Papa dan Mama harus selektif memilih. Apalagi terbiasa diingat kalau individu tersebut yang akan menggauli kita selamanya.

Agama Islam sendiri memiliki kriteria dalam memilih inversi, yakni selain mengawasi paras, harta, pilih lah antitesis nan kuat agamanya. Cinta memang buta, enggak mengenal usia, sekadar apakah ada bilangan dalam Selam momen suami menikahi perempuan yang lebih tua berpokok dirinya?

Nah, untuk menjawab hal tersebut,
Popmama.com
mutakadim memendekkan informasi detailnya.

Kriteria Pasangan nan Diajarkan oleh Rasulullah SAW

Kriteria Pasangan Diajarkan oleh Rasulullah SAW

Unsplash/Aditya Anzaroktavian

Terlepas dari pembahasan penting, terdepan bikin kita untuk memafhumi tolok p versus yang diajarkan oleh Rasulullah ketika hendak menikah.

Ada sebuah perkataan nabi nan diriwayatkan oleh Pater Bukhari dan Pendeta Muslim dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda nan artinya:

“Perempuan galibnya dinikahi karena 4 hal:
hartanya,
nasabnya,
kecantikannya, dan
agamanya. Karena itu, pilihlah nan n kepunyaan agama, kalian akan beruntung.”

Namun teradat diingat nih di antara keempat tadi, harus agamanya nan didahulukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Surat Al-Hujurat ayat 13 yang artinya:

“Sepatutnya ada yang paling mulia di antara kalian yakni nan paling bertakwa.”

Hukum Menikahi Dayang nan Lebih Berida

Hukum Menikahi Perempuan Lebih Tua

Pexels/Pavel Danilyuk

Intern visiun agama Selam sendiri, seperti dilansir dari
Bincang Syariah,
koteng laki-laki boleh menikahi perempuan yang bertambah tua.

Tidak ada pantangan dan pemali tertentu untuk lanang menikahi tandingan yang lebih tua. Sejauh suka setimpal suka, maka boleh menikahi gadis tersebut.

Situasi ini juga diterangkan dalam
Darul Ifta’ Al-Mishriyah
tentang pertanyaan apakah bisa kerjakan seorang pemuda mengawini perempuan yang usianya kian tua darinya sahaja 7 wulan saja?

Jawabannya boleh, bagi pria secara syariat bagi mengawini nona yang usianya kian tua darinya.

Rasulullah SAW kembali Menikahi Dara yang Lebih Tua

Rasulullah SAW pun Menikahi Perempuan Lebih Tua

Unsplash/Abdullah Oguk

Privat kitab-kitab sejarah pun disebutkan bahwa Nabi SAW purwa kelihatannya menikah, anda mengawini Sayidina Khadijah yang usianya kian sepuh darinya.

Menurut kabar kebanyakan sejarawan, semangat Rasul SAW ketika menikahi Khadijah adalah 25 tahun, dan usia Khadijah yakni 40 tahun.

Sebagian mengatakan bahwa usia Khadijah ialah 45 masa dan ada juga yang mengatakan 35 tahun. Sepantasnya menikahi gadis bertambah tua bangka usianya boleh, karena sudah dipraktikkan serentak maka itu Nabi SAW.

Selain itu, Rasulullah lagi menikahi Saudah binti Zam’ah, dara yang usianya lebih gaek. Saudah berusia 66 waktu dan Utusan tuhan puas musim itu berumur 50 perian.

Nah, itulah penjelasan bahwa tidak ada tabu spesifik menikahi perempuan yang lebih sepuh internal ajaran Islam. Mesti diingat bahwa keadaan ini sudah dipraktikkan oleh Rasulullah pada periode dahulu.

Baca juga:

  • Bagaimana Hukumnya Mengulang Ijab Kabul dalam Selam?
  • Hukum Suami Menghina Gula-gula dalam Ajaran Agama Islam
  • Jangan Asal, Ketahui Letak Cincin Kontak menurut Islam

Source: https://www.popmama.com/life/relationship/rendy-muthaqin/hukum-menikahi-perempuan-yang-lebih-tua

Posted by: and-make.com