Mate 30 Pro Play Store

Jakarta, CNN Indonesia



Huawei Mate 30 Memihak

 disebut cak bagi meluncur minus dukungan permohonan

Google


Mobile Services
dan
Play Store.
Hal ini sudah adv pernah diumumkan September lalu dan dikonfirmasi oleh perilisan ponsel tersebut di Australia pada 21 November mendatang.

Dilansir dari
TechCrunch, Huawei P30 Pro di Australia lain akan memiliki Google Play Store. Sehingga pengguna hanya bisa mengunduh aplikasi seperti Gmail, Google Maps, dan Google Chrome, dari toko aplikasi properti Huawei, Huawei AppGallery. Tentu pilihan aplikasi di toko ini juga tidak sebanyak di Google Apps.Huawei Mate 30 Pro akan dijual seharga 1,599 dolar Australia (seputar Rp15,4 juta).

HUawei Mate 30 Pro yang tak dilengkapi Play Store ini ikut menggelitik pengamat gadget dari
Ponselmu.com, Herry SW. Beliau membuat polling di akun Twitter untuk melihat minat konsumen di Indonesia, apakah masih mau membeli Huawei Mate 30 Cak membela tanpa dukungan Google alias tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

[Gambas:Twitter]

“Umpama Huawei Mate 30 Pro diluncurkan ke Indonesia dengan harga Rp10,9 juta, apakah Anda akan membeli ponsel itu? Karuan minus Google Mobile Services dan Play Store. Silakan mencari cara koteng untuk mengakalinya, dengan segala risiko keamanan nan boleh jadi timbul,” cuit @herrysw yang telah dikonfirmasi
CNNIndonesia.com, Ahad (3/11).

Dari hasil jajak pendapat tersebut, 85 uang lelah penganut Herry SW menjawab tidak mau membeli. Sementara 15 uang lelah lainnya berniat membeli.

Menanggapi hal ini, Public Relations Manager Huawei Indonesia Mohamad Nubuat Pratama menyebut pihaknya tetap menyisihkan dukungan permohonan Google seperti Gmail dan Google Maps habis Huawei
Mobile Service
mirip Google
Play Store..

“Informasi nan boleh saya bagikan, Huawei Mate 30 Pro akan hadir dengan Huawei Mobile Service dan lain terinstal aplikasi Google. Kaprikornus, pemakai bisa mengunduh aplikasi-permintaan seperti mana yang didukung Google,” kata Ilham saat dihubungi
CNNIndonesia.com, Rabu (6/11).

[Gambas:Video CNN]

Juni lalu, AS menaruh segel Huawei dalam daftar hitam. Sehingga perusahaan teknologi bawah AS dilarang lego teknologi dan software mereka puas perusahaan China itu. Akibatnya, Huawei tak bisa membeli perangkat berkanjang dari pemasok seperti Intel, Micron, atau Qualcomm.

Perusahaan ini sekali lagi lain bisa membeli lisensi software dari Google dan Microsoft. Huawei pun tak dapat mengakses berbagai layanan Google nan merupakan firma AS. Terutama bikin produk-produk yang hijau meluncur.

Supaya sudah menyiapkan sistem persuasi tandingan,
HarmonyOS
atau
HongMeng. Namun, Huawei tegar menjadikan Android patuh menjadi sortiran penting perusahaan itu.

(din/DAL)





Source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191106162005-185-446100/huawei-mate-30-pro-terancam-tak-didukung-google-play-store

Posted by: and-make.com