Manfaat Mempelajari Ilmu Kealaman Dasar





Referat

SUMBER Rahasia ALAM DAN LINGKUNGAN Umur

Oleh :

Kelompok II


ü



Rahmaniar Z


ü



Rano Tangkesalu Pakan


ü



Risky Tiya Primadyah


ü



Ahmad Sayyidul Akram


ü



Riska Ulangsari


ü



Eyfani Febriana


ü



Gusliana


ü



Nurhidayah


ü



Nur Hikmah

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

FAKULTAS Ilmu keguruan

Perhimpunan NEGERI MAKASSAR

2013


Sekapur sirih

Puji terima kasih alhamdulillah, penulis panjatkan syukur kehadirat Tuhan SWT yang telah melimpahkan kasih dan belas kasih-Nya sehingga notulis boleh menyelesaikan makalah ini.

Guna memenuhi keseleo satu tugas lega indra penglihatan kuliah Ilmu Kealaman Asal yang bertujuan untuk memberikan proklamasi dasar tentang Sendang Gerendel Tunggul dan Lingkungan.



Kertas kerja ini disusun untuk dijadikan umpama patokan pembelajaran internal menjaga kekekalan duaja ketika ini. Rangkaian-rangkaian materi Perigi Rahasia Bendera dan Lingkungan diharapkan dapat membantu sidang pembaca dapat memilah sumur daya alam, bagaimana menjaga kelestarian alam dan mileu dengan baik, mengidentifikasi kerusakan lingkungan atma kita, serta mengetahui etika terhadap lingkungan.



Dengan introduksi enggak, makalah ini dapat mengarahkan dan memberikan manfaat yang berwujud bikin panitera dan pembaca. Penulis juga berharap sebaiknya makalah ini boleh menambah mualamat lakukan penulis dan juga pembacanya.



Dengan selesainya referat ini karuan tidak copot terbit dukungan dan dorongan berasal beberapa pihak, buat itu saya ucapkan peroleh kasih pada tampin-teman dan semua pihak yang telah mendukung, karena membujur mereka kertas kerja ini dapat radu dengan tepat waktu.

Pembuat bangun, bahwa privat karya catat ini banyak sekali kehilangan dan kelemahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi perbaikan yang semestinya lega karya catat ini silam saya harapkan plong semua pihak yang berkenan mencerca isi dan penulisannya  .

Akhirnya saya berharap mudah-mudahan karya tulis ini signifikan bagi para pembaca yang membutuhkannya
.

Makassar, 08 Maret 2013













Dabir


DAFTAR ISI

Sekapur sirih ………………………………………………………………….
ii

Daftar isi…………………………………………………………………………
iii

Pintu I  PENDAHULUAN……………………………………………………..
1


A.



Permukaan Belakang…………………………………………………………..
1


B.



Rumusan Ki aib………………………………………………………..
1


C.



Maksud Makalah
………………………………………………………………………………


1

Bab II   PEMBAHASAN………………………………………………………
2


A.



Klasifikasi Mata air Pokok Alam…………………………………………..
2


B.



Kerusakan Lingkungan Hidup Sumber Daya Alam………………………
7


C.



Perlindungan Sumber Daya Alam…………………………………………..
8


D.



Etika mileu………………………………………………………….
10

Portal III  Pengunci…………………………………………………………….
12


A.



Kesimpulan………………………………………………………………
12


B.



Saran …………………………………………………………………….
12

Daftar pustaka……………………………………………………………
13


BAB



I



PENDAHULUAN


A.
Latar Belakang


Sendang daya umbul-umbul adalah unsur mileu nan terdiri atas sumber pusat umbul-umbul hayati, sumber trik alam non hayati dan sumber daya sintetis, merupakan salah satu harta benda nan boleh dimanfaatkan lakukan memenuhi kebutuhan sukma sosok. Laksana modal dasar pembangunan sumberdaya pan-ji-panji harus dimanfaatkan sepenuh-penuhnya sahaja dengan cara-cara yang tidak merusak, malah sebaliknya, kaidah-cara nan dipergunakan harus dipilih yang boleh membudidayakan dan berekspansi agar modal dasar tersebut makin ki akbar manfaatnya untuk pembangunan lebih lanjut di perian mendatang.

Internal memanfaatkan sumber kunci kalimantang, manusia terbiasa berpegang pada prinsip ekoefisiensi. Artinya tidak merusak ekosistem, pengambilan secara efisien dalam menimang kelanjutan SDM. Pembangunan yang berkelanjutan bertujuan puas terwujudnya keberadaan sumber trik alam untuk kondusif kesejahteraan manusia. Maka prioritas utama pengelolaan yaitu upaya pelestarian lingkungan, supaya boleh mendukung spirit makhluk hidup. Bila sumber daya pataka kemungkus atau lucut kehidupan bisa terganggu.


B.
Rumusan Ki aib







Adapun rumusan masalahnya diantaranya misal berikut:


·



Pengklasifikasian sumber daya alam


·



Mengenali fasad lingkungan hidup dan SDA


·



Melestarikan sendang daya kalimantang


·



Mengidentifikasi etika lingkungan



C.





Tujuan

Mengenai intensi makalah ini adalah buat memberi pengetahuan kepada pembaca tentang sumber daya alam dan lingkungan, mudah-mudahan senantiasa dijaga dan dilestarikan, dan memperlakukan lingkungan sesuai etikanya. Dan sepatutnya memberi motivasi kepada manusia hendaknya mereka menjaga lingkungan dengan baik sepatutnya tidak terjadi kebinasaan pada lingkungan kancah tinggalnya nan dapat berakibat lalu fatal.


Pintu


II


PEMBAHASAN


Pengertian Sendang Gerendel Alam

Sebelum kita mengkaji selanjutnya tentang Sumur Daya Liwa, maka perlu kita ketahui apa itu Sumur Daya Alam. Mata air trik duaja itu bukan terlepas kaitannya dengan keragaman hayati begitu juga nan telah dibicarakan sebelumnya. Indonesia sangat kaya dengan perigi daya alam,terutama flora, dabat, dan bahan ambangnya. Peristiwa ini menjadi kemangkakan bikin bangsa Indonesia. Gana ini adalah potensi yang menjadi modal pembangunan. Privat pemanfaatannya, memerlukan mantra pengetahuan dan teknologi.

Segala yang dimaksud Sumber Daya Alam ? Mata air ki akal pan-ji-panji yakni semua substansi berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di dunia dan dapat dimanfaatkan bakal menepati kebutuhan kehidupan manusia (Abdullah, 2007: 3). Sumber daya umbul-umbul merupakan semua unsur lingkungan alami, yakni faktor biotik dan faktor abiotik ataupun segala sesuatu nan dapat diperoleh berpokok lingkungan buat mensejahterakan manusia (Supeni dkk, 1998). Dengan kata lain, sumber daya alam adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan kita, baik nyata turunan hidup, maupun berupa benda tak hidup, baik yang terletak dipermukaan marcapada, di internal kapling, di dalam air atau di udara yang bisa digunakan oleh hamba allah.


A.
Klasifikasi Sumber Daya Alam

Sumber buku kalimantang dapat dikelompokkan menjadi rasam, potensi, dan jenis, diantaranya misal berikut:

1.


Berdasarkan Adat

Menurut sifatnya, sumber ki akal alam boleh dibagi 3, yaitu sebagai berikut :


a.



Sumber kunci tunggul yang tidak habis (kekal), perigi daya alam kekal adalah sumber gerendel alam yang tidak terlampau-habisnya terpakai, misalnya, udara, energi matahari, kilangangin kincir, energi timbul tenggelam, dan energi laut. Sungguhpun dipakai secara terus-menerus oleh makhluk hidup namun bukan akan habis hingga dunia ini sudah enggak ada lagi. Kaprikornus, pengertian kekal disini dimaksudkan bahwa sumber daya tunggul ini ada sejauh dunia ini masih suka-suka.


b.



Sumber resep alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), yaitu sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan akan silam bila digunakan secara berkesinambungan.dikatakan tidak terbaharukan karena insan tidak dapat membuat dan mengembangbiakkannya. Misalnya: minyak tanah, gas alam, minyak manjapada, batu bara, besi, nikel, tembaga, marmer dan bahan tambang lainnya.


c.



Sendang pusat pataka yang terbaharukan (renewable), yaitu sumber buku alam yang tak akan habisbila digunakan secara membenang. Dikatakan terbaharukan karena dapat melakukan reproduksi dan n kepunyaan sentral regenerasi (pulih kembali). Misalnya: binatang, pokok kayu, mikroba, air, dan lahan. Khasanah sumber siasat alam terbaharukan nan kita miliki dapat dikelompokkan menjadu dua, yaitu:


·



Sendang kancing tumbuhan maupun nabati, meliputi mata air pangan, sumber kayu, sendang selempang, dan sumber perunding-obatan.


·



Sumber daya hewani, menutupi mata air pangan, sumber perunding-obatan, dan sendang industri.




2.



Berlandaskan Potensi

Menurut potensi penggunaannya, sumur daya alam dibagi sejumlah tipe, antara lain misal berikut:


a.



Perigi daya alam materi; adalah sumber daya alam nan dimanfaatkan internal bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya.


b.



Sumber daya alam energi; merupakan sumur daya liwa yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, bensin, gas dunia, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut
laut, kincir angin, dan lain-tak.


c.



Sumber daya alam ruang; yaitu sumber siasat alam nan berupa ruang alias tempat hidup, misalnya negeri lahan (daratan) dan angkasa.

3.


Beralaskan Jenis

Menurut jenisnya, sumur daya alam dibagi dua umpama berikut :


a.



Sumur daya liwa nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya duaja raga, yaitu sumber trik alam nan berupa benda-benda mati. Misalnya : bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.


b.



Sumur daya pataka hayati (biotik); merupakan sumber ki akal standard nan berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan hamba allah.


B. Kerusakan Mileu Hidup dan Sumur Sendi Kalimantang



Lingkungan roh adalah kesatuan ulas dengan semua benda, kunci, keadaan, dan makhluk atma, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan ketenteraman manusia serta bani adam semangat lainnya. Lingkungan arwah terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Sedangkan keseimbangan lingkungan sekali lagi terdiri atas dua bagian, yakni daya bawa lingkungan dan daya lenting mileu.



Di dalam lingkungan, individu berperan sebagai komponen biotik dan punya otoritas nan besar, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Manusia dengan budaya dan teknologinya dapat mewujudkan lingkungan danau bersumber lingkungan lahan dengan tujuan untuk kesejahteraannya. Selain itu, kegiatan manusia dapat menyebabkan polusi lingkungan. Sosok mendirikan industri dan produknyadapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan manusia, hanya dampak bermula industri tersebut justru menjadi korban pencemar yang merusak mileu arwah. Salah satu komplet pencemaran yang disebabkan maka dari itu aktivitas pabrik merupakan pencemaran air raksa (Hg). Limbah Hg kerumahtanggaan rang metil merkuri dihasilkan dari bahan buangan produksi vinil klorida (bahan paralon). Merkuri adalah senyawa kimia yang bersifat neurotoksik. Gejala keracunan ditandai dengan menurunnya gerak refleks di ikuti dengan ketulian, penglihatan seram-kabur, dan kejang-kejang, dan sreg akhirnya menyebabkan kemandekan dan kematian bagi pengidap. Manusia dengan budayanya menjadi arsitek perekayasaan nan baik lakukan kepentingannya, namun seringkali berakibat buruk terhadap lingkungan, yaitu menyebabkan pencemaran tanah, air, udara, dan suara.



Menurut tempat terjadinya, pencemaran terdiri bermula (i) pengotoran udara, (ii) pencemaran tanah, (iii) pengotoran air, dan (iv) polusi suara miring. Menurut diversifikasi bahan pencemarnya, pencemaran terdiri atas (i) pencemaran kimiawi, (ii) pencemaran biologi, dan (iii) pencemaran fisik. Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran terdiri atas (i) pencemaran ringan, (i) pencemaran kronis, dan (iii) polusi akut.



Untuk memaklumi ada tidaknya pencemaran, maka digunakan beberapa parameter. Parameter pencemaran terdiri atas (i) indikator badan, (ii) parameter kimia, dan (iii) parameter biologis. Adapun dampaknya berupa: kepunahan species, resistensi wereng, keracunan dan penyakit, surat berharga rumah kaca, kebocoran udara murni, dan provokasi keadilan lingkungan.

Mata air daya tunggul nan banyak mengalami fasad ataupun kelangkaan terutama terjadi pada sumber daya liwa yang telah diketahui kegunaanya, tetapi belum dibudidayakan, dan sumber daya lahan.



Lain suatu khayalan, bahwa banyak diantara sumber ki akal hayati yang telah menjadi langkah akhir-akhir ini. Kelangkaan ini disebabkan, antara lain bagaikan berikut:


a)



Bencana alam, misalnya letusan giri berapi, gempa bumi, petak longsor, dan banjir.


b)



Bencana karena perbuatan insan, misalnya:


1)



Perburuan dan penyergapan hewan melebihi kemampuan reproduksinya.


2)



Pembukaan wana lakukan kepentingan perumahan dan pertanian.


3)



Penangkapan lauk dengan menggunakan bahan peledak.


4)



Pengurukan pantai bikin kebutuhan pembangunan.


5)



Digantinya pohon yang selama ini dibudidayakan secara tradisional dengan diversifikasi-jenis varietas unggul.


6)



Terjadinya kerusakan yang di sebabakan makanya kebakaran pangan.


7)



Dihasilkannya bahan-bahan pencemar dari aktivitas khalayak yang merusak habitat pokok kayu dan hewan.


C.
Preservasi Sumur Daya Pan-ji-panji



Pemanfaatan sendang taktik alam sudah sangat meluas dan tidak jarang mencampuri kepada kepunahan karena melampaui batas-had hasil penopang. Dalam karangan memori ditunjukkan sejumlah organisme yang pernah hidup kini telah mengalami kepunahan. Beberapa jenis sosok hidup masa ini ini juga terancam akan punah. Menyadari situasi ini, maka sumber kiat alam perlu dipelihara dan dijaga kelestariaannya.



Semua insan hidup memanfaatkan dan gelimbir pada lingkungannya bak sumber makanan, gelanggang hidup, dan bukan-lain. Maka dari itu karena itu, lingkungan terlazim dijaga dan dilindungi kelestariaannya sehingga dapat memberikan sumber semangat secara terus-menerus kepada individu hidup.

Usaha-manuver yang boleh dilakukan untuk melindungi dan melestarikan mileu dan sumber daya duaja yang ada didalamnya sebagai halnya Pemeliharaan terhadap hewan dan tumbuhan diantaranya sebagai berikut:



a.





Kawasan suaka

Cagar alam merupakan area dengan ciri singularis tertentu baik di darat ataupun di perairan nan mempunyai faedah pokok sebagai kewedanan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Kawasan suaka liwa terdiri atas cagar alam dan suaka margasatwa.



b.





Suaka alam

Cagar alam ialah provinsi suaka alam yang karena situasi alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami yang dimanfaatkan cak bagi keefektifan pengkhususan dan pengembangan aji-aji pengetahuan, pendidikan dan kegiatan lainnya yang menunjang budidaya. Contohnya:
Cagar Alam Bantimurung
di Kabupaten Maros, Sulawesi Kidul. Ciri khasnya konkret cigak hitam Sulawesi, sungai bawah petak, gua damba, bukit karts dan kebinekaan floranya.



c.





Suaka margasatwa

Suaka marga satwa yakni negeri cagar alam yang mempunyai ciri khas berupa variabilitas dan alias keunikan diversifikasi binatang nan cak bagi kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya yang dimanfaatkan untuk kurnia penelitian dan peluasan ilmu publikasi, pendidikan, wisata terbatas dan kegiatan bukan yang menunjang budidaya untuk kesejahteraan masyarakat. Contohnya:
Suaka Margasatwa Bontobahari, di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Ciri khasnya nyata rusa (Cervus Timorensis) dan kunyuk hitam Sulawesi (Macaca Maura).



d.





Taman wisata pan-ji-panji

Taman ekopariwisata adalah wilayah pelestarian pataka yang terutama dimanfaatkan bagi pelancongan dan rekreasi alam, penelitan, pendidikan, ilmu warta, menunjang budidaya, budaya buat kesentosaan manusia. Cermin ekopariwisata yaitu
Ujana Wisata Alam Malino
di kecamatan Tinggimoncong, Kab. Gowa. Ciri khasnya berupa udara sejuk dengan pohon pinus sebagai vegetasi utama, keanggunan hamparan bunga
Edelweis
di lembah lembana.



e.





Taman nasional

Taman nasional merupakan kawasan yang memiliki beberapa ekosistem yang belum diubah manusia, jenis-jenis satwa serta habitatnya mempunyai nilai eksklusif untuk aji-aji pengetahuan, kebudayaan, dan rekreasi, serta punya keayuan alam.

Kelestarian mileu dan sendang daya liwa yang ada diperlukan buat pertumbuhan ekonomi yang diperlukan kerjakan kelestarian mileu. Oleh karena itu, perlu dicari keseimbangan dalam melakukan pembangunan dan preservasi mileu untuk menjamin adanya pembangunan yang berkelanjutan.


D. Etika Mileu

Etika lingkungan merupakan kebijaksanaan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungannya, termasuk khalayak dengan khalayak hidup lainnya, manusia dengan alam, serta manusia dengan Tuhannya. Etika lingkungan ialah jawaban untuk menjaga keadilan lingkungan.

Untuk membentuk mileu menjadi ekuivalen dan harmonis, berarti kita harus memperlakukannya dengan bijaksana, sedapatnya mengurangi pemanfaatan yang berlebihan. Privat penerapan etika mileu, sejumlah mandu yang terbiasa diperhatikan adalah sebagai berikut:


1)



Manusia bukanlah segalanya, tetapi merupakan bagian dari lingkungannya. Makanya karena itu, menghargai mileu sama denagn menghargai diri sendiri.


2)



Mileu di sediakan bukan belaka bakal manusia, tetapi bakal semua manusia hidup.


3)



Manusia harus menjadi anggota lingkungan yang baik dan jujur.


4)



Sumber daya alam terbatas, karena itu harus jimat-jimat.


5)



Manusia sebagai anggota lingkungan harus melaksanakan kewajiban kerumahtanggaan menjaga kelestarian, kestabilan, dan kegagahan standard.


6)



Pemakaian sumber gerendel alam harus efesien.


7)



Korban yang digunakan diusahakan dapat didaur ulang.


8)



Kesimbangan lingkungan harus dijaga.


9)



Pelestarian lingkungan mesti di atur privat satu Undang-Undang.

Contoh Undang-Undang lingkungan Hidup, yaitu No. 4 perian 1982 nan berisi tentang suratan-suratan manajemen lingkungan hidup. Salah suatu tindak lanjur UU No. 4 tahun 1982 adalah peraturan pemerintah No. 29 tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

AMDAL adalah investigasi akan halnya dampak satu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan buat proses pengambilan keputusan. Kegiatan yang direncanakan merupakan segala sesuatu rencana kegiatan pembangunan nan berhubungan dengan kemujaraban pemanfaatan sumur daya oleh manusia. Melampaui studi keleyakan yang dilakukan, setiap kegiatan dapat (i) secara teknis
dipertanggungjawabkan, (ii) secara ekonomis dapat dipertanggungjawabkan, dan (iii) berpunca sudut pengamatan tata lingkungan dapat dipertanggungjawabkan.



Pembangunan berwawasan lingkungan merupakan usaha ingat dan berencana dalam menggunakan dan mengurus sumber daya standard secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan kerjakan meningkatkan kualitas semangat. Usaha bikin mencagar lingkungan pun harus dilaksanakan dengan cara produk dan proses produksi yang bersahabat dengan mileu perlu diberi pertinggal ekolabel. Barang nan ramah lingkungan harus mengikuti patokan yang ditentukan baik mutu maupun prosesnya.

Faktor lingkungan untuk mendukung pembangunan berwawasan lingkungan antara enggak terperliharanya proses ekologis yang esensial, sumber daya yang patut, lingkungan sosial budaya dan ekonomi nan sesuai.


Portal III


PENUTUP



A.





Deduksi

Umpama kesimpulan berusul pem bahasan di atas ialah sebagai berikut:

Sumber daya pan-ji-panji yakni semua perbendaharaan berupa benda mati maupun benda sukma yang berada di marcapada dan boleh dimanfaatkan bikin menunaikan janji kebutuhan hidup manusia (Abdullah, 2007: 3)

Mata air daya alam terlazim dilestarikan biar dapat mendukung spirit makhluk roh. Bila perigi daya pataka rusak atau musnah kehidupan boleh terganggu. Berikut ini adalah sejumlah hal nan bisa diusahakan bagi menjaga kelestarian mata air siasat alam:

Berdasarkan prinsip berwawasan mileu dan terus-menerus

a.


Penghijauan dan Reboisasi

Persuasi penghijauan dan reboisasi alas boleh mencegah rusaknya mileu yang berhubungan dengan air, petak dan mega.

b.


Sengkedan atau terasering

c.


pengembangan daerah arus sungai

d.


pengelolaan air limbah

e.


penertiban pembuangan sampah

Menurut UU No.4 Waktu 1982 tentang pokok-muslihat pengelolaan Mileu Vitalitas, Jumto UU No. 23 Tahun 1997, Pasal I bahwa lingkungan merupakan kesendirian ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan perikehidupan dan kesentosaan individu serta basyar lainnya.

Menurut Prof.Dr.Otto Soemarwoto, Mileu adalah jumlah semua benda dan kondisi yang ada kerumahtanggaan pangsa kita tempati nan mempengaruhi kehidupan kita.



B.





Saran

Pembangunan yang berkelanjutan berujud pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan basyar. Maka prioritas terdahulu pengelolaan merupakan upaya pelestarian lingkungan, supaya boleh mendukung arwah hamba allah hidup. Bila sumber daya alam busuk atau musnah kehidupan bisa terganggu. Harapan kami dengan adanya referat ini bakir
memberi keterangan kepada pembaca mengenai sumber pokok alam dan mileu, agar senantiasa dijaga dan dilestarikan, dan memperlakukan mileu sesuai etikanya.


DAFTAR PUSTAKA

.

Tim Dosen IAD, 2004.
Mantra Keilmuan Radiks (IAD). Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Source: https://riskaulangsai.blogspot.com/2013/03/makalah-ilmu-alamiah-dasar.html

Posted by: and-make.com