Makalah Kerangka Dasar Ajaran Islam

Makalah


KERANGKA DASAR AGAMA DAN Tajali Islam





Diajukan untuk menetapi salah satu tugas Alat penglihatan Kuliah Pendidikan Agama Islam

Kelas 1D Kelompok 5 Maka itu:



1.




Muhamad Reyhan Ramadhan
181100153



2.




Natasya Audina


181100158





3.




Rike Nursafitri


181100143

Universitas ILMU EKONOMI


YASA ANGGANA GARUT


PROGRAM STUDI S1 Pengelolaan


2018







Prolog PENGANTAR








Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan bodi dan rohani sehingga kita masih tegar dapat menikmati indahnya alam ciptaan-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada konseptual kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita urut-urutan yang lurus berupa nubuat agama yang cermin dan menjadi rahmat bakal seluruh duaja.


Penulis terlampau bersyukur karena sudah mengamankan makalah yang menjadi tugas pendidikan agama dengan kop Rang Pangkal Agama dan Ilham Islam.Disamping itu, dabir mengucapkan banyak peroleh rahmat kepada semua pihak yang telah membantu sampai terselesaikannya makalah ini.


Akhirulkalam, pencatat mengerti jika kertas kerja ini tentu jauh berasal kesempurnaan maka kritik dan saran sangat kami butuhkan kemustajaban memperbaiki karya-karya kami di perian mendatang.



Garut, Oktober 2018





Penyalin



DAFTAR ISI









Jerambah JUDUL





BAB I















PENDAHULUAN









Kita sebagai umat manusia diciptakan dengan tujuan tertentu, adalah semata-mata menyembah Allah SWT.


“Dan Aku lain menciptakan jin dan cucu adam melainkan biar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dan
Selam pada hakekatnya adalah aturan ataupun undang-undang Allah SWT yang terletak dalam kitab Allah dan Sunnah Rasulnya yang menghampari perintah-perintah dan larangan-larangan, serta petunjuk-petunjuk untuk menjadi pedoman atma dan sukma umat manusia kurnia kebahagiaanya di marcapada dan akhirat.Oleh karena itu, dengan dibuatnya makalah ini kita sebagai umat Selam dapat mempelajari,mempraktekkan dan mengamalkan rancangan agama dan wahi islam pada kehidupan sehari-hari.

Adapun masalah-masalah yang akan dibahas dalam referat ini yakni mengenai aqidah, syari’ah, dan akhlak Dalam makalah ini, notulis merumuskan masalah misal berikut :



1.


Apaarti dan urat kayu lingkup aqidah menurut arkanul iman?


2.


Segala apa keistimewaan syari’ah ibadah secara solo dan syari’ah muamalah secara luas?


3.


Bagaimana akhlak terhadap Sang Khalik dan akhlak terhadap basyar?

Bersumber masalah diatas, secara garis besar tujuan pecah penyusunan kertas kerja ini ialah kerjakan menjelaskan mengenai aqidah, syari’ah, dan adab yaitu :



1.


Bisa mengetahui mengenai faedah dan ruang spektrum aqidah menurut arkanul iman.


2.


Boleh mengetahui maslahat syari’ah ibadah secara khusus dan syari’ah
mualamah secara luas.


3.


Bisa berakhlak mulia sesuai dengan wahyu Selam.

Makalah ini disusun dengan intensi boleh memberikan kegunaaan atau manfaat baik secara teoritis atau secara praktis. Secara teoritis, kertas kerja ini berarti sebagai peluasan ilmu, sesuai dengan masalah
yang dibahas internal makalah ini. Secara praktis, makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:


1.


Penulis, seluruh kegiatan penyusunan dan hasil bersumber penyusunan kertas kerja ini diharapkan dapat menambah pengalaman, wawasan dan ilmu berpunca keburukan nan dibahas privat kertas kerja ini;


2.


Pembaca, referat ini daharapkan bisa dijadikan laksana sumber tambahan dan sumber informasi kerumahtanggaan menambah wawasan pembaca.



Portal II













PEMBAHASAN








Aspek keimanan disebut
‘aqidah, merupakan suatu korespondensi seseorang dengan Tuhan yang diyakininya.‘Aqidah
berasal semenjak
bahasa Arab yang berharga ikatan alias sesuatu yang menggerutu. Aqidah Islam adalah tauhid, yaitu memercayai kesendirian Tuhan baik n domestik Dzat alias Resan-Nya. Keesaan Allah dalam Islam didasarkan kepada firman Sang pencipta sendiri:


“Katakanlah (Muhammad): Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah yaitu Ttuhan yang bergantung kedapa-Nya segala sesuatu.Anda tiada melahirkan dan tiada pula diperanakkan.Dan Tak ada koteng pun nan setara dengan Dia.” (Q.S Al-Kudus: 1-4)

Ruang spektrum aqidah yang termuat
Arkanul Iman
yaitu:








Iman secara bahasa Arab adalah berkeyakinan dan secara istilah, iman kepada yakni membenarkan dengan lever, mengucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.Jadi,iman kepada Allah yaitu menasdikkan dengan hati bahwa Allah suka-suka dengan segala kebiasaan ketinggian dan kesempurnaanya, kemudian diakui dengan verbal dan dibuktikan dengan kebajikan perbuatan di dunia nyata.

Tentang dalil Naqli untuk menguatkan penjelasan diatas :QS. Al-Baqarah 136








“Dan Allah itu, Yang mahakuasa Nan Maha Esa.Lain ada Tuhan selain Beliau. Nan Maha Penyayang dan Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah : 163).







Beriman kepada malaikat yakni mempercayai bahwa Tuhan mempunyai hamba allah yang dinamai “malaikat” yang tidak pernah durhaka kepada Allah, nan senantiasa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Lebih tegas, iman akan malaikat ialah beritikad adanya malaikat yang menjadi broker antara Allah dengan utusan tuhan-nabi-Nya, nan mengirimkan visiun kepada rasul-nabi-Nya
Besaran malaikat itu banyak sekali, yang memafhumi bilangannya hanya Tuhan swt koteng. Malaikat yang wajib diketahui cak semau 10 antaralain sebagai berikut:





1.


Rohulkudus: Disebut dengan Ruhulkudus, Ruhulamin, Malakul Visiun. Tugas malaikat jibril adalah menyampaikan wahyu Allah swt. kepada utusan tuhan dan para nabi.


2.


Mikail: Tugasnya membagikan rezeki kepada umatnya


3.


Israfil: Tugasnya memberi spirit dan menghimpunnya di waktu kiamat dan memberi tanda datangnya musim kiamat.


4.


Izrail: Tugasnya mencabut hayat.


5.


Rakib: Tugasnya menjaga manusia, mendampingi di sebelah kanan, dan mengingat-ingat semua perbuatan yang baik.


6.


Atid: Tugasnya menjaga manusia, mendampingi di sebelah kiri, dan mencatat semua polah yang buruk.


7.


Munkar: Bertugas menanya dan menginvestigasi manusia di intern kubur.


8.


Nakir: Memiliki tugas nan sebagai halnya Munkar


9.


Ridwan: Tugasnya menjaga taman firdaus, panggung cucu adam orang islam yang mendapat anugerah pahala berasal Sang pencipta swt.


10.


Malik: Tugasnya menjaga neraka, tempat makhluk berbahagia siksa Allah swt. karena mereka ingkar dan berbuat tahmid kepada-Nya.



Iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini seberinda hati bahwa Allah SWT sudah lalu menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi maupun rasul nan berisi petunjuk Allah bakal disampaikan kepada seluruh umat manusia.Kita sebagai umat Selam belum patut berketentuan kepada kitab-kitab Sang pencipta swt sahaja, saja harus senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi kandungannya.Sehingga kita luang resan-kebiasaan dalamnya buat selanjutnya kita amalkan dalam jiwa sehari-hari.


·


Al-Qur’an adalah kitab karunia yang memberi petunjuk kepada manusia mulai sejak bermacam-macam persoalan-persoalan aqidah, syari’ah, ibadah, tasyri, akhlak demi kegembiraan semangat.


·


Tiada pertarungan antara Al-Qur’an dengan mantra pengetahuan.


·


Membenarkan alias menjalankan teori-teori ilmiah berdasarkan Al-Qur’an bertentangan dengan tujuan pokok atau sifat Al-Qur’an dan bertentangan juga dengan ciri idiosinkratis ilmu pengetahuan.


·


Mengerti ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan penemuan-invensi mentah adalah ijtihad yang baik.







Perbedaan antara Nabi dan Nabi terletak pada tugas utama. Para utusan tuhan menerima tuntunan berupa wahyu, akan tetapi tak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran itu kepada umat turunan. Nabi adalah utusan (Allah) yang berkewajiban menyampaikan tajali yang diterima kepada umat individu. Di Al-Qur’an disebut nama 25 orang Rasul, bilang diantaranya berfungsi lagi sebagai rasul yakni (Daud, Musa, Isa, Muhammad) yang bertanggung jawab mencadangkan ilham nan diterima kepada manusia dan menunjukkannya cara pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-waktu. Sebagaimana sosok biasa lainnya Rasul dan Nabi sekali lagi hidup seperti rata-rata basyar adalah makan, minum, tidur, berjalan-kronologi, antap dan sifat-sifat basyar lainnya. Rasul Muhammad saw. sebagai Rasul sekaligus Rasul terakhir enggak suka-suka lagi rangkaian Rasul dan Rasul sesudahnya.Firman Allah QS. Al-Ahzab (33): 40.“Muhammad itu sama sekali bukanlah buya dari seorang laki-suami di antara anda, tetapi sira adalah Rasulullah dan penutup nabi-rasul.Dan adalah Allah Maha Memaklumi segala sesuatu.”





Keyakinan ini sangat penting dalam persaudaraan wahdah akur iman lainnya, sebab tanpa mempercayai musim akhirat setolok halnya dengan orang nan tidak mempercayai agama Selam, itu merupakan tahun yang tidak diragukan lagi. Waktu alam baka ialah hari pembalasan nan pada hari itu Allah menghitung (hisab) amal perbuatan setiap orang yang suda dibebani kewajiban jawab dan menerimakan tetapan ganjaran sesuai dengan hasil hitungan itu.Keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada periode penutup.Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal ulah, sementara itu kebajikan perbuatan baru sempurna dengan religiositas tentang adanya hari alam baka. Demi tegaknya kesamarataan, harus ada suatu semangat baru dimana semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil-hasil kelakuan nan didasarkan atas pilihannya saban.

Firman Allah SWT. QS. Thaha (20): 15
“Senyatanya waktu yaumudin itu akan hinggap Aku merahasiakan (waktunya) agar biar tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang beliau usahakan.”





Di intern selam, kita mengenal 2 varietas hari pembalasan, yaitu :

1. Yaumudin Sughro (Kecil),
merupakan kiamat kecil nan merupakan rusaknya sebagian makhluk sukma maupun mileu. Contohnya seperti mortalitas manusia dan gangguan– Keunggulan yaumul akhir kecil : mantra agama seakan tidak terdahulu, banyak terjadi gangguan bendera.

2. Hari akhir Kubro (Besar),

yaitu kiamat besar yang ialah hancurnya seluruh duaja seberinda dengan segala isinya. Intinya seluruh spirit di dunia sudah lalu bukan ada lagi dan berlanjut ke nasib selanjutnya yaitu di alam akhirat – Tanda kiamat besar : matahari terbit dari barat, rusaknya Ka’bah.






Iman kepada Qada dan Qadar berarti percaya dan berpengharapan semesta hati bahwa Allah SWT punya kehendak, keabadian, keputusan atas semua orang-Nya termasuk barang apa sesuatu yang membentangi semua peristiwa yang menimpa makhluk.Situasi itu bisa berupa keadaan baik atau buruk, hidup maupun mati, kemunculan atau kemusnahan. Semua menjadi bukti dari ketinggian Yang mahakuasa SWT.Segala sesuatu telah ditetapkan makanya Halikuljabbar. Ketentuan terbagi makara 2 yakni;


1.


Taqdir muallaq, yaitu takdir nan masih digantungkan pada usaha dan ikhtiar manusia. Misalnya seseorang ingin kaya, weduk, dll berarti hamba allah ini harus melalui proses usaha kerjakan mencapai tujuan yang diinginkannya.


2.


Taqdir Mubrom, yaitu qada dan qadar yang sudah bukan dapat dirubah oleh manusia walaupun ada ikhtiar dan tawakal. Misalnya adalah mortalitas manusia.



Syariah Islam adalah manajemen mandu pengaturan adapun perilaku hayat anak adam untuk hingga ke keridhaan Tuhan SWT. Kejadian ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al Jatsiyah ayat 18:“Kemudian Kami jadikan sira berbenda di atas suatu hukum kerjakan urusan (agama yang ter-hormat). Maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti suhu nafsu orang-orang yang tak mengetahui.”



Secara masyarakat syariah terbagi menjadi dua hal yaitu ibadah khusus maupun ibadah mahdlah, dan ibadah kerumahtanggaan arti umum alias muamalah.Ibadah individual atau ibadah mahdlah merupakan ibadah nan telah dicontohkan secara sederum oleh Nabi Muhammad SAW, seperti shalat, puasa, dan haji. Maka mulai sejak itu umat muslim harus mengimak suratan-ketentuan yang telah diperintahkan Sang pencipta dan diajarkan oleh Nabi Muhammad tanpa dapat melakukan perubahan-perubahan terhadap ketentuan tersebut. Hal-hal di luar ganjaran tersebut tidak sah atau tawar dan lebih dikenal dengan istilah bid’ah.



Padahal Ibadah umum atau muamalah merupakan ibadah yang pelaksanaannya tidak seluruhnya dicontohkan oleh Utusan tuhan Muhammad SAW tetapi saja konkret cara-kaidah dasar dan pengembangannya diserahkan pada kemampuan dan daya jangkau pikiran umat Selam koteng.Contoh dari muamalah misalnya, adat-aturan keperdataan sebagaimana hal-hal yang menyangkut perdagangan, ekonomi, perbankan, pernikahan, hutang piutang, alias lagi juga kebiasaan-aturan dalam bidang majelis hukum dan tata negara.





Kata akhlak secara bahasa pecah mulai sejak bahasa Arab “Al Khulk” yang diartikan sebagai perangai, tabiat, moral, dan sifat seseorang.Makara adab seseorang diartikan ibarat fiil pekerti yang dimiliki maka itu seseorang terkait dengan sifat-sifat yang terserah pada dirinya. Menurut istilah khususnya n domestik selam diartikan andai rasam atau perangai seseorang yang telah tertuju dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut. Seseorang yang memiiliki sifat baik biasanya akan memiliki perangai atau kesusilaan nan baik (akhlaq al karimah) pun dan sebaliknya seseorang yang memiliki perangai yang tidak baik cenderung punya adab yang tercela (tata krama al mazmumah),



Adab
kepada Allah dilakukan dengan cara berhubungan dengan Almalik menerobos media – media nan sudah lalu disediakan Allah, adalah ibadah yang kontan kepada Yang mahakuasa seperti sholat, puasa dan haji. Pelaksanaan ibadah- ibadah itu secara benar menurut qada dan qadar syariat serta dilakukan dengan ceria mengharap ridho almalik Saw, merupakan kesusilaan yang baik terhadap-Nya.Berakhlak
kepada Allah diajarkan lagi oleh Rasul dengan bertahmid, tahlil, tasbih, dan tahlil. Takmid yakni membaca hamdallah yang merupakan label terimakasih kepada Almalik atas lemak yang telah diberikan-Nya. Ratib adalah mengucap Allahu Akbar yang merupakan ungkapan syahadat akan kemahabesaran Allah yang tiada taranya. Tasbih adalah menbaca subhanallah sebagai ungkapan ketakutan atas kekuasaan Sang pencipta nan enggak cacat yang ditampakkan n domestik seluruh ciptaan-Nya. Tahlil adalah membaca
la ilaaha illa llahu
yaitu satu ungkapan syahadat dan taki seorang muslim yang hanya mengakui Tuhan sebagai satu- satunya
Tuhan. Berakhlak terhadap Allah diungkapkan juga melalui berdo’a.Berdo’a merupakan bukti ketakberdayaan manusia dihadapan Yang mahakuasa, karena itu orang nan tidak afiliasi berdo’a dipandang sebagai basyar yang sombong.

Akhlak terhadap manusia dapat dirinci menjadi:

1. Etik terhadap rasulullah (Nabi Muhammad), antara lain:


a.


Menjadikan Rasulullah sebagai idola, suri pola dalam hidup dan kehidupan.


b.


Menjadikan segala yang disuruh-Nya, tidak melakukan segala yang dilarang-Nya.




2. Akhlak terhadap anak adam renta (Birrul Walidain), antara enggak:


a.


Berbuat baik kepada ayah bunda dengan sebaik-baiknya, dengan mengikuti nasihat baiknya, tidak menyinggung perhatian dan menyakiti hatinya, membuat orang tua ridho.


b.


Mewiridkan keselamatan dan keampunan kerjakan mereka lamun seorang alias kedua-duanya telah meninggal dunia.

3. Akhlak terhadap diri sendiri antara bukan:


a.


Memelihara keperawanan diri.


c.


Menjauhi dengki dan kecemburuan.

4. Akhlak terhadap batih hampir kerabat antara tidak:


a.


Saling membina rasa cinta dan hadiah rajin internal kehidupan keluarga


b.


Memelihara hubungan silaturahmi dan melanjutkan silaturahmi yang dibina orang tua nan mutakadim meninggal dunia.

5. Akhlak terhadap setangga, antara bukan :


b.


Saling beri memberi, saling puja menghormati


c.


Saling pergi pertengkaran dan perseteruan

6. Kepatutan terhadap masyarakat, antara tak :


a


Menghormati nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat bersangkutan.


b


Memberi makanan duafa miskin dan berusaha melapangkan hidup dan kehidupan


c


Bermusyawarah dalam segala urusan dan mentaati keputusan nan sudah diambil.



BAB III













PENUTUP








Aqidah merupakan keimanan yang teguh dan bersifat karuan kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, berimankepada
Malaikat
-malaikat-Nya,
Nabi
-nabi-Nya,
Kitab
-kitab Nya,
yaumul akhir
, qada dan qadar baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip Agama. Syariat adalah segala yang disyariatkan Allah terhadap semua hamba-Nya,faktual sunnah atau peraturan-peraturan dan hokum bakal dilaksanakan dan diamalkan sebagai perwujudan ,penampakan dan konsekuensi bermula akidah nan dianut,yaitu akidah islam.
Akhlaq secara etimologi berasal bersumber kata
khuluq
dan jama’nya yaitu akhlaq yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku.Alas kata akhlaq berakar bersumber kata
khalaqa
yang penting menciptakan, seakar dengan kata
khaliq
(pencipta),
basyar
(nan diciptakan) dan
khalaq
(kreasi).





Kita menyadari betapa pentingnya aqidah, syariah, dan etik cak bagi seorang mukminat dan muslim. Tanpa ketiga kejadian tersebut maka sendiri mukmin alias muslim akan kehilangan keimanannya. Maka dari itu kita harus bermoral – etis menjaga aqidah.Karena aqidah merupakan pilar utama untuk menumbuhkan syariah dan adab yang baik.






DAFTAR Bacaan








Prof. DR. H. Sofyan Sauri, M. Pd. 2016. Pendidikan Agama Islam,

CV. Maulana Media Grafika, Bandung.


https://www.eduspensa.id/


http://www.artikelsiana.com/2015/09/iman-kepada-malaikat-konotasi-sifat.html


http://www.yuksinau.id/iman-kepada-qada-dan-qadar/


http://azisabd.blogspot.com/2011/11/akidah-ruang-cak cakupan-ilmu-akidah.html


https://dalamislam.com/akhlaq/moral-internal-islam





Source: http://natnat0008.blogspot.com/2018/12/makalah-kerangka-dasar-agama-dan-ajaran.html

Posted by: and-make.com