Makalah 8 Keterampilan Dasar Mengajar

Makalah PPL 1

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

DISUSUN Makanya FEBRI MELIN DOLOY 431 414 087 PENDIDIKAN Ilmu hayat/C

UNIVERSITAS Provinsi GORONTALO FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU ALAM JURUSAN PENDIDIKAN Biologi 2017

1

Kata pengantar Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Nan Maha Esa atas bernasib baik dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan judul “8 Kesigapan Dasar Mengajar. Dapat terselesaikan meskipun banyak kendalakendala yang dihadapi. Perekam menyadari bahwa referat ini jauh berpokok kesempurnaan, makanya panitera membuka kesempatan yang selebar-lebarnya bikin dapat menerimakan kritik dan saran demi keutuhan referat ini. Semoga makalah ini boleh memasrahkan guna bikin musuh-p versus semua, khususnya bagi mahasiswa biologi. Amin

Gorontalo, 01 februari 2017

Katib

2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Meres Bokong Kesigapan mengajar untuk seorang guru adalah habis terdahulu jika ingin menjadi sendiri suhu yang profesional, jadi disamping itu harus menguasai substansi meres studi yang ditempuh, keterampilan sumber akar mengajar sekali lagi adalah merupakan kesigapan penunjang untuk kesuksesan dia kerumahtanggaan proses belajar mengajar. Keterampilan dasar mengajar ini diambil dari berbagai mata air dimana bahan ini digunakan untuk para mahasiswa yang melakukan praktek

mengajar di

sekolah sebelum dia bekerja sebaik-baiknya sebagai seorang master. Plong kenyataannya dewasa ini banyak para master yan g mengajar dengan pola tradisional dan mengabaikan keterampilan-kelincahan yang sangat mendasar ini 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan satah birit masalah di atas, penyusun mengekspresikan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Segala nan dimaksud dengan keterampilan pangkal mengajar ? 2. Apa alasan pentingnya keterampilan dasar mengajar ? 3. Apa varietas-jenis keterampilan dasar mengajar ? 1.3 Pamrih Berlandaskan rumusan penyakit di atas, makalah ini disusun dengan maksud untuk memaklumi : 1. Untuk memahami pengertian keterampilan pangkal mengajar 2. Untuk mengetahui alasan pentingnya keterampilan dasar mengajar 3. Untuk mengarifi jenis-keberagaman keterampilan bawah mengajar

Pintu II

3

PEMBAHASAAN 2.1 Pengertian Kecekatan Bawah Mengajar Keterampilan pangkal mengajar yaitu keterampilan yang kompleks. Menurut Turney (1973) terdapat 8 kesigapan dasar mengajar yang dianggap adv amat main-main privat kemajuan kegiatan belajar mengajar yaitu: a. b. c. d. e. f. g. h.

Keterampilan menanya Memberi penguatan Mengadakan spesies Menjelaskan Membuka menutup les Membimbing urun rembuk Mencampuri kelas dan Mengajar kelompok kecil.

2.1.1 Alasan Pentingnya Ketempilan Bawah Suhu Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Temperatur dan Dosen, terutama Pasal 1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas terdahulu ki menggarap, mengajar, membim bing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak arwah prematur jalur pendidikan formal, pendidikan bawah, dan pendidikan menengah. Tentatif itu, tenaga pendidik adalah pendidik profesional

dan

ilmuwan

dengan

tugas

utama

mentransformasikan,

mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melewati pendidikan, studi, dan pengabdian kepada umum. Dengan munculnya UU ini guru/dosen sudah diakui laksana tenaga professional setara dengan profesi tak. Nan dimaksud profesional di sini ialah pencahanan atau kegiatan nan dilakukan oleh seseorang dan menjadi sendang penghasilan kehidupan nan memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Karena sebagai tenaga professional, maka seorang pendidik harus mempunyai kompetensi tertentu disyaratkan. Kompetensi nan dimaksud ialah semberap pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,

4

dihayati, dan dikuasai oleh tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Menurut UU seorang pendidik harus n kepunyaan empat kompetensi, yaitu pedagogis, kepribadian, sosial, dan professional. Kompetensi pedagogis yaitu kemampuan koteng pendidik mengelola pendedahan petatar jaga, kompetensi khuluk merupakan kemampuan kepribadian yang mantap, 8 berakhlak luhur, arif, dan berkarisma serta menjadi teladan peserta ajar, kompetensi sosial adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien den gan peserta jaga, sesama pendidik, teman sejabat, dan masyarakat seputar, tentatif kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Secara eksplisit empat kompetensi ini agaknya hanya ditekankan bikin seorang guru, tetapi selayaknya juga berlaku bagi seorang dosen. Bahwa sembarang orang yang akan menjadi tenaga pendidik, dosen alias guru, agar mempunyai empat kompetensi di atas. Setiap tenaga pendidik harus memiliki kemampuan menyampaikan materi yang dimiliki kepada peserta didik secara tepat. Untuk itu, kognisi tentang konsep pendidikan, belajar dan psikologi khalayak dewasa perlu dimiliki seorang tenaga pendidik. Sebab, kita bisa jadi sering mendengar ada seorang tenaga pendidik yang sangat diakui keilmuannya sekadar ketika mengajar di kelas kadang kala bukan dipahami oleh peserta pelihara. Cak semau dua peluang nan menyebabkan peristiwa ini, yakni pelajar jaga yang di asal kriteria atau tenaga pendidik yang tidak memaklumi audiens. Dalam ilmu pendidikan, kemungkinan yang kedua lebih menjadi penyebab terdepan. Bahwa koteng tenaga pendidik seharusnya lebih mengenal peserta didik dan senggang cara bagaimana menyampaikan materi secara tepat.

Bertolak berusul kasus tersebut, mutakadim seyogiannya seorang tenaga pendidik dan calon tenaga pendidik mempunyai kemampuan pedagogis agar apa yang disampaikan di kelas bawah dapat dipahami oleh pesuluh pelihara nan plong akhirnya dapat mencerahkan mereka. Kemampuan pedagogis yang dimaksud di sini antara enggak 9

5

terkait dengan metode pengajian pengkajian, teknik mengelola kelas, menggunakan media, teknik mengevaluasi hingga melakukan refleksi proses pembelajaran. Yang perlu kita pahami bersama ialah bahwa mengajar adalah bukan sekedar proses penyampaian atau pelanjutan amanat. Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, ialah pemanfaatan secara `integratif beberapa keterampilan untuk mengutarakan pesan. Pengintegrasian kecekatan-kesigapan yang dimaksud dilandasi oleh semberap teori dan diarahkan makanya satu wawasan. Sedangkan aplikasinya secara unik kerumahtanggaan kelebihan secara simultan dipengaruhi oleh semua komponen belajar mengajar. Komponen yang dimaksud merupakan tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan, subjek didik, fasilitas dan lingkungan membiasakan, serta yang tidak pentingnya keterampilan, resan serta wawasan tentang diri dan misi seorang guru/dosen misal pendidik. Kompetensi pangkal mengajar internal tulisan ini kian dimaksudkan sebagai pengetahuan dasar pengajian pengkajian yang terbiasa dipahami seorang tenaga pendidik. Sebagai sebuah kemampuan minimum, maka seorang tenaga pendidik harus mewah mengerjakan inovasi dan kreatifitas privat pendedahan. Tambahan pula bahwa jika yang dihadapi yakni cucu adam dewasa yang sudah mempunyai kabar dan independensi berpikir walaupun masih terlazim pendampingan dan mitra sparing. Untuk itu, semangat terus belajar dan menambah wawasan tentang kependidikan harus dilakukan seorang tenaga pendidik, barang apa juga latihan/matakuliah yang diampu dan apa sekali lagi latar belakang pendidikannya, termaktub tenaga pendidik yang berlatar pantat kependidikan

2.1.3 Jenis-variasi Keterampilan Guru 1. Kesigapan Bertanya Bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan nanang. Dalam proses membiasakan mengajar, menyoal memainkan peranan utama

6

sebab cak bertanya yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran nan tepat akan menerimakan dampak positif. Pertanyaan yang baik di cak bagi manjadi dua macam, yakni pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo Bloom. Pertanyaan menurut maksudnya terdiri berusul : Cak bertanya permintaan, pertanyaan retoris, soal mengarahkan atau menuntun dan tanya menggali. Sedangkan pertanyaan menurut taksonomi Bloom, yakni: pertanyaan pengetahuan, kognisi , pertanyaan penerapan, pertanyaan sintetis dan soal evaluasi. Cak bagi meningkatkan partisipasi peserta dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik plong waktu mengajukan soal maupun ketika menyepakati jawaban siswa. Dan harus menghindari kebiasaan sebagaimana : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang cak bertanya sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, menentukan murid yang harus menjawab sebelum menanya dan mengajukan pertanyaan ganda. N domestik proses belajar mengajar setiap tanya, baik berupa kalimat tanya atau bayaran yang memaui respons siswa sehingga dapat membusut pengumuman dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan soal. Pertanyaan yang diajukan guru tidak semata bertujuan cak bagi mendapatkan keterangan akan halnya pengetahuan siswanya, tetapi jauh bertambah penting adalah cak bagi mendorong siswa berpartisipasi aktif kerumahtanggaan kegiatan pembelajaran. meningkatkan kolaborasi peserta bimbing dalam kegiatan belajar-mengajar, menyemangati minat dan rasa ingin adv pernah petatar didik terhadap suatu masalah yang medium dihadapi ataupun dibicarakan, mengembangkan pola dan mandu berlatih aktif dari pesuluh ajar sebab berfikir itu koteng sesungguhnya adalah menanya, menuntun proses berfikir peserta pelihara sebab pertanyaan yang baik akan mendukung peserta ajar mudah-mudahan boleh menentukan jawaban yang baik, mengesakan ingatan murid asuh terhadap masalah yang semenjana dibahas. Ketrampilan Menyoal terdapat 2 bagian yaitu : 1. Keterampilan menanya dasar

7

Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan 2. Keterampilan bertanya lanjut Pengubahan susunan tingkat psikologis dalam, menjawab pertanyaan, dominasi urutan tanya, eksploitasi pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi. a. Tipe Pertanyaan nan baik Variasi tanya menurut maksudnya 1. 2. 3. 4.

Pertanyaan permintaan (compliance question), Pertanyaan retoris (rhetorical question) Pertanyaanmengarahkan atau menuntun (prompting question,) dan Pertanyaanmenggali (probing question). Tipe tanya menurut Taksonomi Bloom

1. 2. 3. 4. 5. b. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Cak bertanya pengetahuan (recall question atau knowlagde question), Pertanyaan pemahaman (conprehention question), Cak bertanya penerapan (application question), Pertanyaan sintetis (synthesis question), dan Soal evaluasi (evaluation question). Kebiasaan yang harus dihindari seorang suhu Menjawab soal sendiri, Mengulang jawaban pelajar didik, Mengulang pertanyaan sendiri, Mengajukan soal dengan jawaban serentak, Menentukan pesuluh bimbing nan harus menjawab sebelum menanya, dan Mengajukan tanya ganda.

2. Keterampilan Memasrahkan Stabilitas Penguatan (reinforcement) adalah segala rangka respons, apakah bersifat verbal ataupun non oral, nan yakni babak mulai sejak modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, nan bermaksud memberikan informasi atau umpan balik (feed back) buat si penerima atas perbuatannya umpama suatu dorongan atau koreksi. Penguatan pun merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan prospek berulangnya pula tingkah larap tersebut. 8

Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mengaras atau memiliki pengaruh sikap berupa terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian pesuluh terhadap tuntunan, sensual dan meningkatkan pecut sparing dan meningkatkan kegiatan berlatih serta membina tingkah kayun peserta yang produktif. Ketangkasan menerimakan penguatan terdiri bersumber beberapa onderdil nan terlazim dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh guru agar bisa memberikan penstabilan secara bijaksana dan sistematis. Onderdil-suku cadang itu adalah : Pemantapan verbal, diungkapkan dengan menunggangi kata-pembukaan pujian, penghargaan, permufakatan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan jasmani, pengukuhan dengan pendirian membidik, penguatan dengan singgungan (contact), stabilitas dengan kegiatan yang menentramkan, pengukuhan berupa fon atau benda dan pemantapan bukan munjung. Penggunaan pengukuhan secara efektif harus kecam tiga hal, yakni harmoni dan efektifitas, kebermaknaan, dan meninggalkan penggunaan respons nan negatif. 3. Kelincahan Mengadakan Varietas Keberagaman stimulus merupakan suatu kegiatan guru internal konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan lakukan mengatasi kebosanan pelajar sehingga dalam kejadian belajar mengajar, murid senantiasa menunjukkan ketekunan, serta mumbung partisipasi. Mandu pendayagunaan tipe yaitu tipe semoga digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai, variasi harus digunakan secara lampias dan kontinu sehingga tidak akan merusak perhatian murid jaga dan lain mengganggu pelajaran, direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana tutorial maupun satuan pelajaran Variasi internal kegiatan membiasakan mengajar dimaksudkan misal proses perubahan kerumahtanggaan indoktrinasi, yang dapat di kelompokkan ke privat tiga komponen, yaitu : – Variasi dalam prinsip mengajar guru, meliputi : 1. Eksploitasi jenis suara miring (teacher voice) terdiri dari pemusatan manah siswa (focusing), kesenyapan atau kesepian guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement),

9

Penggunaan macam usaha badan mimik: macam kerumahtanggaan ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas bawah dan gerak guru (teachers movement). 2. Macam dalam penggunaan alat angkut dan alat indoktrinasi. Sarana dan alat pengajaran bila ditunjau pecah indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, adalah dapat didengar, dilihat, dan diraba. a. variasi penggunaan instrumen antara lain adalah umpama berikut : variasi alat maupun alamat yang bisa dilihat, variasi instrumen atau bahan yang dapat didengar, variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dan variasi alat ataupun incaran yang boleh didengar, dilihat dan diraba. 3. Macam pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi master dengan murid dalam kegiatan membiasakan mengajar sangat plural coraknya. Penggunaan diversifikasi pola interaksi dimaksudkan kiranya tak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana inferior demi keberhasilan siswa internal mencapai tujuan. 4. Keterampilan Menjelaskan Keterampilan mengklarifikasi yaitu penyajian pesiaran secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan nan lainnya. Secara garis lautan onderdil-suku cadang keterampilan menjelaskan terbagi dua, yakni : Merencanakan, hal ini mencengam penganalisaan kelainan secara keseluruhan, penentuan macam persaudaraan nan terserah diantara unsurunsur nan dikaitkan dengan pengusahaan hukum, rumus, ataupun pukul rata yang sesuai dengan aliansi yang telah ditentukan. Dan penguraian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi dan karunia tekanan. Tujuan keterampilan menjelaskan yaitu membimbing murid untuk mendapatkan dan memahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan kaidah secara objektif dan berlogika, menyertakan pesuluh untuk berfikir dengan mengatasi masalah-masalah atau pertanyaan, bakal mendapatkan balikan pecah petatar mengenai tingkat pemahamannya dan bagi mengatasi kesalahpahaman mereka, membimbing murid untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti intern penceraian komplikasi. 5. Kecekatan Membeberkan dan Mengerudungi les

10

Menyingkapkan kursus (set induction) ialah kampanye maupun kegiatan yang dilakukan maka itu guru privat kegiatan berlatih mengajar buat menciptakan prokondusi kerjakan siswa agar mental maupun perasaan terpusat sreg barang apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sementara itu menutup latihan (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru kerjakan mengakhiri pelajaran maupun kegiatan sparing mengajar. Maksud bagi menggiatkan motivasi dan pikiran, mewujudkan mahasiswa memahami sempadan tugasnya, membantu mahasiswa memahami rangkaian beragam materi

yang

disajikan,

dan

mendukung

mahasiswa

mengetahui

tingkat

keberhasilannya. Komponen kegesitan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, menjatah acuan melampaui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Suku cadang keterampilan menudungi tuntunan meliputi: meninjau kembali pemilikan inti

les dengan merangkum inti pelajaran dan membuat

rangkuman, dan mengevaluasi. 6. Keterampilan Membimbing Diskusi Keramaian Kecil Diskusi kelompok ialah suatu proses yang terstruktur nan melibatkan sekelompok khalayak dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kerumunan merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep alias membereskan suatu ki kesulitan melampaui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta belajar bergaya positif. Dengan demikian diskusi gerombolan dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi tertera di dalamnya kegesitan bersopan santun. Oleh Karena itu guru dituntut memiliki kelincahan membimbing urun pendapat kerumunan kecil. Komponen-suku cadang kerampilan membimbing urun pendapat kelompok kecil adalah memusatkan pikiran peserta didik, memperjelas masalah atau urunan pendapat, menganalisis pandangan murid, meningkatkan urunan pikir mahasiswa, menyebarkan kesempatan berpartisipasi, dan mengerudungi sumbang saran. 7. Keterampilan Mengelola Kelas

11

Penyelenggaraan kelas adalah kelincahan guru lakukan menciptakan dan membudidayakan kondisi sparing yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi alai-belai dalam proses belajar mengajar. Privat melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen ketrampilan yang gandeng dengan reka cipta dan pemeliharaan kondisi membiasakan nan optimal berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan berkepribadian represif keterampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap rayuan siswa nan bersambung-sambung dengan maksud agar guru boleh mengadakan tindakan remedial untuk mengganjar kondisi belajar yang optimal. 8. Keterampilan Mengajar Kelompok Mungil dan Perseorangan Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 – 8 khalayak untuk kerubungan kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kerubungan katai dan perseorangan memungkinkan guru menerimakan pikiran terhadap setiap siswa serta terjadinya koalisi nan kian damping antara guru dan siswa, maupun murid dengan pelajar. Komponen keterampilan yang digunakan merupakan: keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, ketrampilan mengorganisasi, keterampilan membimbing dan memudahkan belajar dan keterampilan merencanakan, dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar

BAB III Intiha 3.1 Inferensi keterampilan mengajar yang mutakadim dijelaskan di atas bisa bermanfaat untuk guru sehingga dapat membina dan mengembangkan keterampilanketerampilan tertentu guru kerumahtanggaan mengajar. Keterampilan mengajar yang esensial secara terkontrol dapat dilatihkan, diperoleh balikan yang cepat dan tepat, pemilikan komponen ketrampilan mengajar secara bertambah baik, dapat memusatkan perhatian secara khusus kepada komponen ketrampilan yang objektif dan dikembangkannya paradigma observasi yang sistematis dan objektif.

12

Dari delapan kompetensi nan sudah lalu dijelaskan di atas, yang paling penting bagi suhu yakni bagaimana cara guru dapat menunggangi moga proses pembelajaran boleh bepergian baik. Salah suatu faktor yang bisa menimbang proses pembelajaran boleh bepergian dengan baik makin banyaknya jumlah petatar menanya.

DAFTAR Wacana Abdullah, Rohana. _ . Ketrampilan Dasar Mengajar. Online. Tersedia di : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/Kegesitan %20MENGAJAR.pdf (Diakses tanggal 01 Februari 2017) Fareid Wadjdi, Praktik Mengajar modul Diklat Calon Widyaiswara. Jakarta; LAN, 2005, Pedoman Microteaching. Jakarta: UNJ; 2007 Moh. Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosdakarya Baru Bandung: 1990. Sudjana,Nana.2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung:Sinar Baru Algensindo.

13

Source: https://pdfcoffee.com/makalah-tentang-8-keterampilan-dasar-mengajar-pdf-free.html

Posted by: and-make.com