Logo Keren Buat Kaos Bola

Persib Bandung
Logo Persib
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung
Julukan Maung Bandung

Sunan Dramatis
Remang 14 Maret 1933
(1933-03-14)


(89 tahun lalu)
Stadion Gelora Bandung Lautan Jago merah,
Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia
(Daya produksi: 40.154)
Direktur Terdepan
Indonesia

Glenn Sugita
Manajer
Indonesia

Umuh Muchtar
Pelatih
Spanyol

Luis Milla
Asisten Pelatih
Indonesia

Budiman Yunus
Liga Liga 1
Liga 1 2022 (sedang berlangsung)
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok simpatisan Bobotoh, VPC, Bomber


Kostum Kandang


Seragam Tandang


Kostum Ketiga

Soccerball current event.svg
Masa ini

Persib
(atau kependekan dari
Persatuan Bola kaki Indonesia Bandung)
adalah klub sepak bola Indonesia yang bersimbah lega 14 Maret 1933, berbasis di Bandung, Jawa Barat. Persib saat ini bermain di Liga 1 Indonesia. Julukan mereka adalah
Maung Bandung
dan
Syah Biru.

Sejak jaman Institut permainan Persib Bandung mempunyai ciri khas tersendiri adalah internal bahasa Sunda;
tikteuk
yakni permainan tungkai ke kaki, mengandalkan kreativitas dan kelajuan penyerangan.

Sejarah

Musim-hari Awal

Sebelum lahirnya Persib Bandung, di Kota Bandung telah berdiri klub sepak bola Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini ialah keseleo satu organisasi perjuangan kaum pencinta bangsa pada masa itu. Tercatat andai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh R. Atot, putra terbit pahlawan nasional Bidadari Sartika. Atot juga tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang purwa. BIVB memanfaatkan pelan Tegallega di depan tribun balapan kuda. Skuat BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.[1]

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI n domestik persuaan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB intern pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perhimpunan diselenggarakan.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada terlepas 14 Maret 1933, kedua universitas itu sepakat melakukan sintesis dan lahirlah perhimpunan yang bernama Persib nan kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak seumpama Pejabat Awam. Klub-klub yang bergabung ke n domestik Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.[1]

1930-1994 : Era Perhimpunan

Diawal keikutsertaanya di kompetisi ini pada hari 1933, Persib dikalahkan oleh VIJ Jakarta. kemudian baru pada periode 1937 Persib bertelur meraih juara selepas mengalahkan Persis Solo di perlombaan final di Stadion Sriwedari dengan skor 2-1.[2]
Kemudian di tahun-tahun berikutnya Persib gagal mempertahankan gelar dan hanya berhasil menjadi juara 3 sreg pertandingan musim 1939.
[butuh rujukan]

Dekade 1940an

Memasuki awal sepuluh tahun 40-an, situasi politik dalam wilayah momen itu mengganggu jalannya Sayembara Perserikatan. Ketika itu, kompetisi tetapi bisa digelar pada tahun 1941, 1942, 1943. Sreg hari 1941 Bandung menjadi empunya rumah kejuaraan perguruan tinggi, belaka Persib tidak mampu mencapai hasil yang maksimal.
[butuh rujukan]

Di era pendudukan Jepang, pemerintahan kolonial membredel seluruh perkumpulan sepak bola yang ada di ibu pertiwi, termasuk PSSI. Pemerintah Kolonial Jepang lagi mendirikan perserikatan baru nan menaungi kegiatan olahraga momen itu, adalah
Rengo Tai Iku Kai.

Dekade 1950an

Sreg dekade 50-an, prestasi Persib tak begitu mencuat. Tahun 1950, Persib belaka menjadi
runner-up
dalam kejuaraan nan bersamaan dengan Badan legislatif PSSI di Semarang. Persib gagal tampil umpama juara sesudah dikalahkan Persebaya di final, sementara itu skuat Persib ketika itu diisi beberapa pemain timnas proyeksi Berkat Games 1951 seperti Anas dan Aang Witarsa.[1]

Pasca- hanya mampu menempati peringkat ketiga pada tahun 1952 di Surabaya, 1954 di Jakarta dan 1957 di Padang, Persib berangkat menggeliat pada perian 1959. Besar perut, Persib gagal menjadi jago ketika pada perlombaan terakhir dikalahkan PSM Makassar 1-2 di Alun-alun Ikada, Jakarta.[3]

Plong dasawarsa ini, Persib mengalami periode-periode penting dimana walikota Bandung saat itu R. Enoch membangun jawatan sekretariat kerjakan Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berbuah memiliki kepaniteraan Persib yang sampai sekarang berada di Perkembangan Gurame.
[butuh rujukan]

Dekade 1960an

Pada tahun kompetisi 1961, Persib berhasil menjuarai Perlombaan Jamiah sesudah memperoleh poin tertinggi di putaran final yang diikuti 7 kontestan.[4]
[1]
Tetapi sesudah itu di tahun-tahun berikutnya penampakan Persib kembali melorot dan gagal mempertahankan gelar pada Sayembara Universitas 1964 dan 1965 di Jakarta.[1]

Dekade 1970an

Memasuki sepuluh tahun 1970-an, tidak ada manifestasi yang dicatatkan oleh Persib. Meskipun enggak meraih prestasi di kompetisi mayor, tetapi Persib masih berprestasi di kompetisi maupun turnamen-turnamen begitu juga Surya Cup (Surabaya) 1978, Yusuf Cup (Makasar) dan Tugu Muda (Semarang), diketiga turnamen tersebut Persib produktif tampil andai jago.
[kalam rujukan]

Dasawarsa 1980an

Sehabis berjuang dari tingkat zona, wilayah dan kebangsaan, dengan materi pemain sandiwara di antaranya Sobur, Adeng Hudaya, Suryamin, Encas Tonif, dan Iwan Sunarya, pada perian 1980 Persib akhirnya kembali ke Divisi Utama bersama PSIS Semarang, Persema Malang dan PSP Padang untuk melengkapi 6 tim lain di Divisi Terdepan yaitu Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Persiraja Banda Aceh.

Persib juga ke Divisi Utama pada Kompetisi Perserikatan 1983, Biar lega putaran pertama Area Barat di Stadion Pastor Bonjol, Padang, hanya mencatat sekali kemenangan atas PSP Padang 2-1 (sisanya kalah 1-2 dari PSMS serta main-main imbang 2-2 dengan PSMS dan 0-0 dengan Persija), Persib memastikan diri lolos ke babak “4 Besar”, setelah mencetak 3 keberuntungan dan sekali imbang di bagian kedua di Stadion Siliwangi.

Puas sayembara mula-mula, gol-gol nan disumbangkan Adeng Hudaya (30), Wolter Sulu (52), Encas Tonif (66) dan Bambang Sukowiyono (72) mengantarkan Persib meraih kemenangan 4-0 atas Persiraja. Selanjutnya, PSP dibabat 5-0 lewat hattrick Adjat Sudradjat pada menit 18, 38 dan 55, serta gol tambahan dari Bambang Sukowiyono (8) dan Robby Darwis (68). PSMS yang akhirnya tampil umpama jago Distrik Barat pula ditaklukan dengan skor 3-1 melalui gol Bambang Sukowiyono (12-pena.) dan dua gol Adjat Sudradjat pada menit 22 dan 66. Pada organisasi politik pamungkas Daerah Barat, Persib berperan timbal minus gol dengan Persija.

Di babak “4 Segara” nan berlangsung di Stadion Utama Senayan, Persib dan PSMS bergabung dengan dua wakil Wilayah Timur, Persebaya Surabaya dan PSM Makassar. Persib akhirnya lolos ke grand final setelah mengalahkan Persebaya 2-1 lewat gol Wawan Karnawan (40) dan Wolter Sulu (60); kembali membekap PSMS 2-1 melalui dua gol yang diborong Adjat Sudradjat dan mengandaskan PSM Makassar 3-0 lewat gol Djafar Sidik (10), Yana Rodiana dan Bambang Sukowiyono (74).

Persib dikenal bersaing ketat dengan PSMS Gelanggang dalam perebutan gelar kampiun Perserikatan. Pertemuan mereka yang purwa di laga pamungkas Perguruan tinggi terjadi pada tahun 1983. Tiada gol tercipta pada 90 menit pertandingan dan adendum waktu, namun PSMS gemuk mengalahkan Persib dengan keunggulan 3-2. Final musim 1985 nan dihelat di Stadion Terdahulu Senayan pada 23 Februari 1985 dikenang sebagai partai yang ditonton 150.000 orang, garitan yang hingga kini belum dapat tersaingi.[5]
Persib kembali ditekuk PSMS lewat lomba penalti lagi-lagi yang berakhir 3-2 selepas skor 2-2 hingga akhir ekstensi musim laga itu.[6]

Persib alhasil mampu menjadi juara Divisi Utama pada musim 1986 kerjakan pertama kali sejak musim 1961 ketika Adeng Hudaya dan kawan-kawan di final cundang Perseman Manokwari 1-0 lalu gol partikular Djadjang Nurdjaman.[7]
Ketika itu skuat Persib dihuni pemain hasil binaan Marek Janota seperti mana Sobur, Boyke Adam, Wawan Hermawan (penjaga kayu), Wawan Karnawan, Ade Mulyono, Suryamin, Ujang Mulyana, Sarjono, Adeng Hudaya, Robby Darwis, Yoce Roni, Kornelis, Ajid Hermawan, Ajat Sudradjat, Yana Rodiana, Sam Triawan, Iwan Sunarya, Dede Rosadi, Djadjang Nurdjaman, Bambang Sukowiyono, Suhendar, Kosasih dan Djafar Sidik. Anak ningrat-pemain itu ditangani pelatih Nandar Iskandar. Usai kompetisi Perserikatan, Persib juga memenangkan Beker Kaisar Hassanal Bolkiah. Di partai final, Persib yang momen itu meminjam libero Herry Kiswanto berusul klub Galatama Krama Yudha Tiga Permata serta Yusuf Bachtiar semenjak Perkesa 78 Sidoarjo, mengalahkan cak regu nasional Malaysia. Gol kemenangan Persib dilesakkan Yusuf, yang kemudian menjadi pemain kunci Persib di Liga Indonesia.[8]

Gelar juara bertahan Perserikatan gagal dipertahankan Persib sreg hari berikutnya, 1986/1987. Pasca- lolos ke episode “6 Besar”, Persib lain lolos ke grand final karena hanya congah di peringkat ketiga klasemen pengunci. Nilai nan dikumpulkan Persib merupakan 6, hasil sekali menang dan 4 kali semarak, sepantasnya sama dengan PSIS Semarang. Namun, karena memenangi dalam daya produksi gol, PSIS-lah yang akhirnya tampil di final dan menjadi juara dengan mengecundang Persebaya 1-0. Mulai sejak 5 pertandingan yang dimainkan, Persib hanya mencetak dua gol melalui Adjat Sudradjat detik bermain imbang 1-1 dengan Persipura dan Adeng Hudaya ketika mengalahkan PSIS 1-0.

Persib kalah bersaing di musim 1987/1988 dari Persebaya nan kesudahannya tampil sebagai juara dan Persija sebagai
runner-up. Pada masa itu pula, Persib memufakati kunjungan klub Belanda PSV Eindhoven di tanggal 11 Juni 1987 di Stadion Siliwangi kerumahtanggaan sebuah laga persahabatan. Klub nan nantinya akan menang Beker Champions 1987-88 itu memenangkan laga dengan biji 6-0 dengan gol berasal Rene van der Gijp (menit 8), hattrick Eric Viscaal (’15, ’40, ’51) dan Jurrie Koolhof (’58, ’63).[9]
[10]
[11]
Puas musim 1989/1990, di bawah besutan pelatih Ade Dana dan dua asistennya Dede Rusli dan Indra M. Thohir, Persib lagi menjadi pemenang sesudah lega babak grand final di Stadion Utama Senayan mengalahkan PSM Makassar 2-0 lampau gol punahkan diri Subangkit dan Dede Rosadi.[12]

“Kita bisa menjadi juara di Piala Kanjeng sultan Hassanal Bolkiah karena Persib memang sedang di puncak prestasi. Dan memenuhi pra syarat sebagai tim juara. Di semua lini permainan enggak ada terkadang ruji-ruji yang bisa mengandaskan impian kami intern mengibarkan bola kaki prestasi. Teknis dan non teknis jempolan. Tidak ada sama sekali ganjalan kerjakan menjadi the champion. Juara memang lalu menunggu hari belaka,”

Bambang Sukowiyono (1986)

Sepuluh tahun 1990an

Mengawali dekade 90-an, Persib mengawali Sayembara Perserikatan dengan kegagalan. Namun, setelah lolos bermula bagian reguler Wilayah Barat ke episode “6 Besar” bersama PSMS dan PSDS Deli Serdang, Persib masih sempat lolos ke semifinal berkat kemenangan 2-1 atas Persebaya adv amat gol Kekey Zakaria menit ke-7 dan Robby Darwis menit 30 dan menjinakkan PSDS 1-0 melalui gol khusus Dede Rosadi pada menit 62. Semata-mata, di semifinal, Persib harus mengakui keunggulan PSM Makassar 1-2. Gol Robby Darwis melalui titik penalti pada menit 65 tidak berbenda memakamkan Persib karena PSM mampu mencetak dua gol melintasi Alimudin Usman lega menit 54 lewat noktah penalti dan Kaharudin menit 79.

Pada pertandingan penaklukan tempat ketiga sekali lagi Persib dikalahkan Persebaya 1-2. Kerjakan Persib, peringkat keempat ini menjadi kinerja terburuk sejak kebangkitan di awal dekade 80-an.

Pada masa 1993/1994, yang merupakan Perlombaan Perserikatan terakhir sebelum dilebur menjadi Liga Indonesia (LI) pada musim 1994/1995, Persib pun menjuarai Divisi Penting, setelah di final menjungkalkan PSM Makassar 2-0 pada rontok 17 April 1994.[12]
Dua gol kemenangan Persib pada organisasi politik final yang disaksikan lebih pecah 100.000 pemirsa itu dicetak Yudi Guntara menit ke-26 dan Sutiono Lamso menit 71. Plong partai final itu, pelatih Indra M. Thohir yang didampingi Asisten Pelatih Djadjang Nurdjaman dan Emen Suwarman menurunkan formasi terbaiknya adalah Aris Rinaldi (kiper); Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi (bokong); Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara (gelandang), Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso (striker).[13]

1994-2007: Bergulirnya Liga Indonesia

PSSI memutuskan untuk mengakhiri dualisme sayembara yaitu Perserikatan (amatir) dan Galatama (semiprofesional), dengan menggelar Liga Indonesia mulai musim 1994-1995, dan menelanjangi keran bagi anak bangsawan asing. Sebanyak 34 tim, terdiri dari 16 eks Galatama dan 18 mantan Perserikatan, tampil dalam kompetisi Liga Indonesia (LI).

Ke-34 peserta dibagi ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Di Wilayah Barat bercokol Arseto Solo, Bandung Raya, BPD Jateng, Mataram Putra, Arena Jaya, Pelita Jaya Jakarta, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persijatim Jakarta Timur, Persiku Kudus, Persiraja Banda Aceh, Persita Tangerang, PS Bengkulu, PSDS Deli Serdang, PSMS Kancah, Semen Padang, dan Warna Agung. Sedangkan di Wilayah Timur, suka-suka Arema Malang, Assyabaab Salim Grup Surabaya (ASGS), Barito Putra, Gelora Dewata, Mitra Surabaya, Persebaya Surabaya, Persegres Gresik, Persema Malang, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, Petrokimia Putra Gresik, PSIM Yogyakarta, PSIR Rembang, PSIS Semarang, PSM Makassar, Pupuk Kaltim Bontang, dan Putra Samarinda.

17 tim nan ki berjebah di masing-masing wilayah harus bertarung secara reguler dalam 32 pertandingan
home
and
away. Empat tim tertinggi berhak lolos ke babak “8 Lautan”, dan dua tim terbawah di masing-masing wilayah kemunduran ke Divisi I.


Liga Indonesia/1994-95

Kendati kerelaan pemain luar sudah diperbolehkan PSSI, saja Persib setia mengandalkan anak ningrat lokal pada LI I/1994-95. Persib memulai kompetisi dengan hasil buruk. Pada partai pembuka, Persib dikalahkan Pelita Jaya 0-1 melalui gol partikular pemain asing sumber akar Yugoslavia (masa ini Serbia), Dejan Gluscevic.Di babak reguler, dengan mengalami tiga kekalahan, Persib pun hanya lolos ke babak “8 Besar” sebagai
runner-up
di radiks Pelita Jaya. Setelah lolos ke Senayan, Persib memulai pertandingan Grup B, 20 Juli 1995, dengan hasil 0-0 dengan Petrokimia Putra. Dalam kejuaraan ini, Petrokimia Putra mengedrop dua pemain asing, Jacksen Tiago (Brasil) dan penjaga gawang asal Trinidad & Tobago, Darryl Sinerine. Sementara pada pertandingan lain, ASGS membekap Medan Jaya 2-1.

Persib bau kencur membuka peluang lolos ke semifinal setelah lega partai kedua, 23 Juli 1995, menundukkan Ajang Jaya 2-1 dan pada pertandingan bukan, Petrokimia Putra kembali berlaku timbal 2-2 dengan ASGS. Hasil ini membuat persaingan perebutan dua karcis berasal Grup B semakin seronok, terutama tiga cak regu yang masih punya probabilitas yaitu Persib, ASGS dan Petrokimia Putra.

Lega partai penentuan, 26 Juli 1995, Persib menundukkan ASGS dengan skor telak 3-0, sekaligus melancar ke semifinal seumpama juara Grup B. Persib kesudahannya didampingi Petrokimia Putra nan menang 3-0 atas Medan Jaya.

Di babak semifinal, 28 Juli 1995, Persib bertarung Barito Putra yang menjadi
runner-up
Grup A. N domestik pertandingan yang berlangsung sengit, Persib menang 1-0 atas Barito Putra dulu Kekey Zakaria. Meskipun sempat ada tuduhan diselamatkan juri, mereka lolos ke final untuk pula berhadapan dengan Petrokimia Putra nan menyingkirkan Pupuk Kaltim 1-0 berkat gol tunggal Widodo Cahyono Putro.

Lega partai puncak yang berlangsung pada 30 Juli 1995 di Stadion Utama Senayan, seperti partai-partai sebelumnya, pelatih Indra M. Thohir memainkan para pemain laksana berikut; Anwar Sanusi (kiper), Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi (birit), Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yudi Guntara, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar (tengah), Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso (depan). Sutiono menjebol kayu Petrokimia Putra lega menit 76. Penyerang Petrokimia Jacksen F. Tiago luang mencetak gol di menit 30, namun dianulir maka dari itu wasit Zulkifli Chaniago.[14]
Hingga pertandingan usai, Petrokimia Putra gagal membentuk gol peperangan di Stadion Utama Senayan sehingga Persib menjuarai Liga Indonesia I.[15]
Bagi Sutiono, golnya ke tiang Petrokimia Putra itu adalah yang ke-21 dan besaran itu sampai waktu ini belum terselesaikan oleh striker Persib lainnya.

Bernasib baik keberhasilannya menjadi pemenang LI, Persib menjadi konsul Indonesia di Trofi Champions Asia musim 1995 (kini menjadi Liga Champions Asia). Pada babak pertama, mereka memenangi atas Bangkok Bank (Thailand) dengan agregat 2-1 dan Pasay City (Filipina) 5-2 di babak kedua kejuaraan dan lolos ke fragmen perempatfinal wilayah Timur yang digelar di Stadion Siliwangi.[16]

Pada perempatfinal yang dimainkan dalam format fase grup, Persib menempati posisi terbawah grup karena mengalami kekalahan dari Verdy Kawasaki (Jepang) 1-3, Thai Farmers Bank (Thailand) 2-3, dan Ilhwa Chunwa (Korea Selatan) 1-4.[16]
Walaupun demikian, pelatih Indra Thohir mendapatkan gelar Pelatih Terbaik AFC 1995.[17]

“Kalah dan terhambat di babak perempatfinal Wilayah Timur memang telah diprediksi. Lawan yang kita hadapi, kualitasnya jauh di atas bandingan-antitesis Persib di babak penyingkiran sebelumnya. Tapi, apapun adanya, langkah Persib sudah terekam dalam sejarah perhelatan Piala Champion Asia. Tim amatir tetapi mentalnya dulu profesional, sulit dilahirkan lagi dalam perian nan relatif pendek,”

Asep Kustiana, pencetak gol Persib ke tiang Ilhwa Chunma (sekarang Seongnam FC)

Found Alignment, Found Width,

Persib tercatat pernah menghadapi AC Milan dalam laga persahabatan tanggal 4 Juni 1994 di Stadion Utama Senayan. AC Milan rasi itu dipimpin pelatih legendaris Italia Fabio Capello, namun tidak diperkuat banyak pemain intinya karena akan berlaku di Trofi Dunia di Amerika Serikat.[18]
Cak regu asal Italia tersebut menghajar Persib 0-8 dulu gol Dejan Savićević (’17, ’18), Gianlugi Lentini (’26), Paolo Baldieri (’27, ’48, ’58), Christian Antigori (’68), dan Stefano Desideri (’78).[19]
[20]


Liga Super Indonesia (2008-2015)

Liga Indonesia mengalami pertukaran sesudah dibentuknya Liga Super Indonesia (LSI) sebagai liga divisi terala menggantikan Divisi Terdepan nan menjadi liga tingkat kedua. Musim 2008–2009 menjadi yang pertama dalam kop LSI. Klub lain kembali diperbolehkan mengakuri bantuan dana berpunca pemerintah daerah, dan didirikanlah PT. Persib Bandung Bermartabat sebagai perusahaan yang menaungi Persib.[21]
Jaya Hartono mengapalkan dua anak asuhnya di Deltras FC, Hariono dan Waluyo ke dalam tim. Dua anak bangsawan taruna, Irwan Wijasmara dan Wildansyah, bergabung dari tim Diklat Persib. Persib mampu berada di peringkat 3 klasemen akhir dengan raihan 66 kredit, hasil terbit 20 menjuarai, 6 seri dan 8 kalah.

Musim selanjutnya, yakni 2009-10 Persib ditinggal Eka Ramdani yang menerima proposal Persisam. Kepindahannya ini adv pernah menembakkan kemarahan suporter. Lorenzo Cabanas, Rafael Alves Bastos, Nyeck Nyobe, Edi Kurnia, Zaenal Arief, Suwita Pata, Hari Salisburi dan Waluyo juga meninggalkan klub. Andai gantinya, Kepribadian Sudarsono, Cucu Hidayat, Prabu Nurpijal dan Christian Rene direkrut serta Dedi Haryanto dipromosikan dari cak regu Diklat. Dua pemain timnas Thailand Sinthaweechai Hathairattanakool dan Suchao Nuchnum direkrut Persib dengan status pinjaman. Persib mengakhiri waktu dengan duduk di peringkat 4.

Untuk periode Liga Super Indonesia 2014, tentara asing Persib diisi oleh Vladimir Vujović, Djibril Coulibaly, dan Bersantap Konaté. Privat sebuah laga ujicoba tanggal 14 Mei 2014 di Stadion Si Jalak Harupat, Persib membantut imbang raksasa Belanda, Ajax Amsterdam dengan skor 1-1.[22]

Pada musim reguler, Persib berpunya dibawah kampiun grup A Arema dengan 41 poin, berbanding dengan 44 kredit yang diraih Arema. Persib kemudian memasuki Fragmen 8 Raksasa, tergolong ke dalam grup B bersama PBR, Mitra Kukar dan Persebaya. Dengan raihan 4 keberhasilan, dan masing masing 1 seri dan kekalahan, Persib melaju ke semi-final lakukan menghadapi Arema. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya mampu dimenangkan Persib dengan biji 3-1 setelah perpanjangan periode, lewat gol Vujovic di menit 84, Atep di menit 91, dan Konate di menit 114 yang sahaja dibalas Alberto Gonçalves Da Costa di menit 46.[23]

Persipura yaitu musuh Persib di laga final yang juga dilakoni di Gelora Sriwijaya pada 7 November 2014. Ian Kabes membuka skor dengan golnya di menit 5, namun Imanuel Wanggai menyadari gol punahkan diri di menit 45+1. Persib berbalik unggul sangat M. Ridwan di menit 52, sebelum akhirnya lagi timbal oleh Boaz Solossa di menit 79. Adu penalti dimainkan setelah di fragmen perpanjangan waktu skor tetap 2-2. Boaz, Yohanes Pahabol, dan Robertino Pugliara semenjak Persipura serta Konate, Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto dan Supardi Nasir berhasil mencetak gol di adegan penalti. Penendang Persipura selanjutnya Nelson Alom tak berakibat, dan Ahmad Jufrianto produktif menaklukkan Yoo Jae-hoon, sehingga memastikan Persib meraih gelar juara dengan biji 2-2 (3-5) di laga final.[24]
Striker Persib Ferdinand Sinaga dinobatkan sebagai Anak komidi Terbaik LSI 2014.[25]

Keberhasilan Persib menjuarai LSI 2014 disambut lampau habis-habisan oleh Bobotoh yang turun ke jalanan daerah tingkat Bandung. Ribuan hamba allah termasuk Bobotoh dan warga biasa cenderung selebrasi kemenangan yang berlantas di Alun-alun Gasibu, dengan para anak bangsawan Persib, pelatih, dan staf menaiki bus
Bandros
nan dikawal ketat maka itu penjaga keamanan.[26]


Liga 1 (2017-sekarang)

Tahun pertama Persib plong era Liga 1 dikejutkan dengan kedatangan mantan anak bangsawan timnas Ghana yang perantaraan menjadi bintang bersama Chelsea, Benaran Madrid dan AC Milan, Michael Essien nan didatangkan semenjak klub top Yunani Panathinaikos FC sebagai
marquee player.[27]
[28]
Carlton Cole yang pernah bermain untuk West Ham juga berseragam Persib, bersama Shohei Matsunaga nan kembali direkrut sehabis berperan di Persib plong rentang masa 2011-2012. Cole dilepas di medio musim setelah gagal menyarangkan satupun gol ke tiang lawan,[29]
dan anak tonsil timnas Chad Ezechiel Tepi langit’Douassel direkrut dari klub Israel Hapoel Tel Aviv pada 7 Agustus 2017.[30]
Karena hasil yang tidak memuaskan, Djajang Nurjaman mengundurkan diri pecah posisinya sebagai pelatih pada 16 Juli 2017 dan Herrie Setyawan menjadi pelatih sementara alias
caretaker
[31]
.
Persib terlempar berusul papan atas klasemen ke papan tengah sejak pekan ke-11 dan bukan beranjak hingga jadinya harus puas menyudahi musim di peringkat 13, yang terburuk sejak periode 2006.

Lega masa 2018, terjadi perubahan skuad nan cukup penting. Essien dilepas, Vujovic pindah ke Bhayangkara FC, Matsunaga ke Persela, sedangkan Ardi Idrus, Ghozali Siregar, Jonathan Bauman, Bojan Mališić, dan Oh In-Kyun masuk mengaplus. Selain itu, Eka Ramdani dan Airlangga Sutjipto kembali didatangkan. Pelatih Mario Gomez asal Argentina ditunjuk bakal menangani tim di masa ini.[32]
Laga Derbi Indonesia di paruh hari kedua ternodai dengan meninggalnya Haringga Sirla, seorang suporter yang dianiaya oknum suporter lain sebelum laga dimulai.[33]
Akibat tragedi itu, Persib dihukum tak boleh bermarkas di wilayah Jawa Barat termasuk di Stadion GBLA atau Jalak Harupat, sehingga harus memainkan laga kandang di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Persib sempat meninggali posisi 2 klasemen membidik akhir perlombaan, namun kekalahan-kekalahan dialami dan penjatuhan penampilan ini mewujudkan Persib hanya bisa kreatif di peringkat 4 klasemen akhir. Ardi Idrus terpilih masuk Tim Terbaik Liga 1 2018.[34]
Eka Ramdani mengakhirkan purnakarya di akhir musim.[35]

Buat musim 2019, Mario Gomez nan dipecat digantikan Miljan Radović.[36]
[37]
Akan tetapi, hasil turnamen pramusim Piala Presiden 2019 yang bukan memuaskan membuatnya didepak, dan manajemen mendatangkan Robert Rene Alberts yang pernah mengantarkan Arema pemenang LSI 2009-10.[38]
Striker Artur Geworkýan direkrut bagi menggantikan Bauman, dan Rene Mihelic radiks Slovenia melengkapi jatah legiun asing.[39]
[40]
Beckham Putra Nugraha kembali dipromosikan dari Persib U19 setelah mengapalkan tim tersebut juara Liga 1 U19 2018.[41]
Di pertengahan musim, Mihelic bersama Geworkyan diputus kontrak dan Malisic dilepas ke Badak Lampung F.C.[42]
Sebagai gantinya, Persib mendatangkan Kevin van Kippersluis dan Nick Kuipers dari Belanda serta Omid Nazari asal Filipina.[43]
Karena kiper utama Deden Natshir mengalami tikai tulang cengkar di laga melawan Persija (10/7) dan bolos sampai pengunci masa, kiper PSS Sleman sumber akar Kuningan Dhika Bayangkara ditransfer ke Persib.[44]
[45]

Pada musim 2020 Persib merekrut beberapa pemain, yaitu Geoffrey Castillion, Wander Luiz, dan Ezra Walian serta sempat memuncaki klasemen dengan tiga kemenangan beruntun, namun balasannya sayembara dihentikan setelah ditunda berkali-mungkin akibat terjadinya endemi Covid-19. Perlombaan terlampau dilanjutkan plong periode 2021 dengan memulai musim baru puas wulan Agustus.[46]
Persib berlawan di Piala Menpora 2021, dengan hasil akhir kalah 1-2 berpunca Persija sreg babak final.[47]
Bilang pemain yang mentah bergabung seperti Ferdinand Sinaga dan Farshad Noor dilepas sebelum liga benar-benar dimulai.[48]
Castilion dan Luiz sekali lagi dirilis pada pertengahan masa. Mohammed Rashid, Bruno Cantanhede, Marc Klok, David da Silva dan sejumlah anak ningrat akademi klub masuk ke kerumahtanggaan cak regu.[49]
[50]
Di klasemen akhir Liga 1 2021–2022, Persib finis di posisi 2 dan lolos ke babak kualifikasi Piala AFC 2023/24.[51]
Persib sempat mujur dakwaan yuridiksi skor ketika seri melawan Barito di laga terakhir yang membuat Barito selamat dari zona dekadensi dengan memenangi rekor pertemuan atas Persipura. Di laga itu, kinerja David da Silva dikritik suntuk-habisan sampai-sampai saat menyia-nyiakan peluang, sehingga memunculkan tuduhan pengaturan skor.[52]
Sahaja, gugatan itu dibatalkan karena bukan adanya bukti yang mengarah kepada tindakan tersebut.[53]

Sebelum musim 2022/23 dimulai, insiden di stadion GBLA terjadi pada tanggal 17 Juni 2022 n domestik laga Piala Presiden melawan Persebaya yang menewaskan dua orang.[54]
Dua pemain timnas Indonesia Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto pindah semenjak Persebaya ke Persib.[55]
Sebanyak sebelas pemain berusul waktu sebelumnya dirilis tim, termasuk penggawa inti sebagaimana Esteban Vizcarra, Rashid, Cantanhede, Ardi Idrus, dan kapten tim Supardi.[56]
Persib lain mengawali kejuaraan liga dengan baik karena gagal berjaya di tiga laga pertama, mengakibatkan pelatih Robert Alberts mundur. Pembantu Alberts, Budiman Yunus, menjadi pelatih tentatif hingga Luis Milla, keluaran pelatih timnas Indonesia terbit Spanyol, secara biasa diperkenalkan sebagai pelatih yunior.[57]

Logo dan Seragam

Warna resmi seragam klub yaitu biru dan putih yang merupakan dandan digunakan oleh Kerajaan Siliwangi.

Keunggulan klub tampak serupa dengan lambang kota Bandung. Merek tersebut dipakai dikarenakan pada masa-perian semula Perguruan tinggi, Persib dinilai mewakili orang Sunda. Ketika ini, dua medali ditambahkan di atas logo klub sebagai stempel telah memenangkan dua boleh jadi liga plong tahun 1995 and 2014. Lega ubahan terakhir, logo masa ini memiliki bentuk perisai nan bertambah membulat dan peralihan aksara (font)
“PERSIB” di tengahnya.[58]
Klub sempat mengubah warna kostum menjadi biru cukup umur dan keunggulan dengan gambar maung serta tulisan “PERSIB” dan “Maung BANDUNG” di masing-masing atas dan bawah logo pada perian 2003, hanya hanya berkuat semusim dahulu instruksi transisi kembali oleh walikota Bandung detik itu H. AA Tarmana.[59]

Menurut peraturan PSSI, logo Persib sekarang dilindungi dan bukan dibenarkan bakal diganti dan diubah misal penghormatan akan andil klub n domestik pendirian PSSI pada tahun 1930. Ordinansi ini pun meliputi larangan perlintasan keunggulan, domisili, dan pusaka sejarah klub.[60]

Stadion dan Mess

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)

Persib adv pernah menunggangi lapangan-lapangan di ii kabupaten Bandung sama dengan di Ciroyom dan Tegallega bagi bertindak lega era awal berdirinya. Stadion Sidolig (nan kini bernama Stadion Persib) mulai digunakan setelah terjadi merger klub-klub lokal seperti mana UNI, SIDOLIG dan VBBO. Setelah itu, Persib berpangkalan di Stadion Siliwangi hingga sepuluh tahun 2000an.

Pada Liga Super Indonesia 2008, Persib terpaksa harus menghindari Stadion Siliwangi sehabis terjadi kerusuhan detik menjamu Persija Jakarta pada minggu kedua. Ditambah situasi politik yang semenjana memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tak lagi menyingkirkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bakal Persib. Misal alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, laksana “home-base” setakat akhir musim kompetisi.

Cak bagi lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Di stadion tersebut terdapat tanah lapang latihan dengan rumput plonco dan trek berlari serta di sampingnya terletak mess untuk tempat lampau para anak ningrat dan staff Persib serta bakal kantor. Letak Stadion Persib yang berpunya di Jl. Ahmad Yani nan ialah pusat keramaian lagi membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para
bobotoh
bakal ikut ke intern stadion.

Selain Stadion Persib, Persib kembali memakai Sport Mahakuasa Arcamanik. Cak regu Persib sendiri mengaku setuju belajar di stadion tersebut, karena selain memiliki lapangan yang cukup baik tertulis kondisi rumputnya. Selain itu kancah tersebut lokasinya sanding dengan mess Persib di Stadion Sidolig. Kadang-kadang jika dibutuhkan, lapangan di jalan Lodaya pun jadi tempat sparing.[61]

Puas Juni 2016 hingga September 2018 Persib menggunakan Stadion GBLA bakal memainkan laga kandangnya. Untuk Liga 1 2019 Stadion GBLA tak dapat digunakan akibat kondisinya yang membusuk,[62]
sehingga Persib bermarkas kembali di Stadion Sang Jalak Harupat.

Bersama pemerintah daerah tingkat Bandung, Persib mencecah kesepakatan atas pendayagunaan stadion GBLA yang direncanakan berlangsung selama 30 musim pada perian 2022.[63]

Manifestasi

Tempatan


Liga (Kasta Teratas)

  • Sekolah tinggi

    • Pemenang
      (5): 1937, 1961, 1986, 1989–90, 1993–94
    • Runner-Up
      (8): 1933, 1934, 1936, 1959, 1965–66, 1966–67, 1983, 1985

  • Liga Indonesia

    • Pemenang
      (1): 1994–95
  • Liga Super Indonesia

    • Juara
      (1): 2014
  • Liga 1 (Indonesia)

    • Runner-Up
      (1): 2021–22


Kompetisi Trofi/Turnamen

  • Turnamen Kongres PSSI

    • Kampiun
      (1): 1950
  • Piala Presiden

    • Juara
      (1): 2015
  • Trofi Menpora

    • Runner-Up
      (1): 2021
  • Lainnya

    • Piala Siliwangi (4): 1981, 1989, 1994, 2000
    • Piala Jusuf (1): 1957
    • Piala Marah Halim (1): 1988
    • Piala Rawi (1): 1978

    • Piala Soeratin (3)
      : 2003, 2006, 2017
    • Piala Pers (1): 1993
    • Piala Johnny Pardede International Hotel (1): 1992
    • Piala Persija Cup (1): 1991
    • Piala Jawa Pos (1): 1990
    • Piala Wali Ii kabupaten Bogor (1): 1978
    • Piala General Rehearsal Asian Games (1): 1962
    • Beker Kang Dada (1): 2008
    • Piala Celebes (1): 2012
    • Piala Wali Daerah tingkat Padang (1): 2015

Kejuaran Asia

  • Liga Champions AFC

    • Perempat Final: 1995

Alam semesta

  • Pesta Sukan
    (Emir Brunei Cup)

    • Jago
      (1):
      1986
  • Queen’s Cup
    (Bangkok Thailand)

    • Babak Penyisihan
      (1):
      1978
  • Aga Khan Gold Cup
    (Pakistan Timur)

    • Perempat Final
      (1):
      1962
  • King’s Cup
    (Bangkok Thailand)

    • Babak Penyingkiran
      (1):
      1978

Rekor musim ke waktu

Masa Liga Piala Indonesia Liga Champions Piala AFC Top Skor Liga
Divisi Main M S K GM GK Skor Pos
1994-95 DU 36 23 10 3 60 17 79 1
Belum diselenggarakan

Bukan Lolos

Belum diselenggarakan
n.a
1995-96 DU 31 14 11 6 34 18 53 3 Grp. C Perempat Final
1996-97 DU 23 9 12 2 23 14 39 2 Grp.B
Tidak Lolos
1997-98 DU
Dihentikan
1998-99 DU 8 3 1 4 9 10 10 3 Grp.2 Wil.Bar
1999-2000 DU 26 8 8 10 22 21 32 8 Wil.Barat
2001 DU 29 16 2 11 25 21 50 8 Besar
2002 DU 22 9 5 8 26 24 32 8 Wil.Barat
2003 DU 38 12 9 17 35 48 45 16
2004 DU 34 12 13 9 38 37 49 6
Tidak Lolos
2005 DU 26 10 8 8 32 36 38 6 Wil. Barat Babak kedua
2006 DU 26 7 8 11 23 30 29 12 Wil. Barat Penggalan mula-mula
2007 DU 34 15 9 10 45 29 54 5 Wil. Barat Babak kedua
2008-09 ISL 34 20 6 8 63 40 66 3 16 Besar

Argentina

Christian Gonzales (28)
2009-10 ISL 34 16 5 13 50 36 53 4 Perempat Final

Argentina

Christian Gonzales (19)
2010-11 ISL 28 11 6 11 44 43 39 7
Tidak diselenggarakan
n.a
2011-12 ISL 34 14 7 13 49 49 49 8
Tidak Ikut


Montenegro

Miljan Radović (11)
2013 ISL 34 18 9 7 72 43 63 4
Enggak diselenggarakan


Indonesia

Sergio van Dijk (21)
2014 ISL 28 18 6 4 58 29 60 1

Mali

Makan Konaté (13)
2015 ISL
Dihentikan
Pendahuluan 2 16 Lautan

Indonesia

Atep Rizal (3)
2016 ISC A 34 15 10 9 45 33 55 5
Bukan Lolos

Tidak Lolos


Indonesia

Sergio van Dijk (10)
2017 Liga 1 34 9 14 11 39 36 41 13

Indonesia

Raphael Maitimo (9)
2018 Liga 1 34 14 10 10 49 41 52 4 Perempat Final

Chad

Ezechiel Cakrawala’Douassel (17)
2019 Liga 1 34 13 12 9 49 39 10 6

Chad

Ezechiel N’Douassel (15)
2020 Liga 1
Dihentikan

Lain diselenggarakan
2021-22 Liga 1 34 20 9 5 48 22 69 2
Tidak Lolos

Promosi


Brasil

David da Silva (7)
Juara Peringkat kedua Promosi Deteriorasi

Peringkat Klub

Per 10 April 2022.
[64]
Rank Poin Perlintasan
Indonesia AFC FIFA
1 67 755 1383 177
Kenaikan

1353

Cak regu

Cak regu terdepan

Berikut daftar skuat yang dirilis cak bagi kompetisi Liga 1 2022-2023

Per 1 Juli 2022.

Catatan: Alam menunjukkan skuat nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat mempunyai makin terbit satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK

Indonesia
IDN
Fitrul Dwi Rustapa
14 GK

Indonesia
IDN
Teja Pakis Alam
15 GK

Indonesia
IDN
I Made Wirawan
26 GK

Indonesia
IDN
Satrio Azhar
2 DF

Belanda
NED
Nick Kuipers
16 DF

Indonesia
IDN
Achmad Jufriyanto
5 DF

Indonesia
IDN
Kakang Rudianto
32 DF

Indonesia
IDN
Victor Igbonefo
Kapten
27 DF

Indonesia
IDN
Zalnando
12 DF

Indonesia
IDN
Henhen Herdiana
18 DF

Indonesia
IDN
David Rumakiek
2 DF

Indonesia
IDN
Eriyanto
DF

Filipina
PHI
Daisuke Fauna
4 DF

Indonesia
IDN
Bayu Fiqri
No. Pos. Negara Anak tonsil
10 MF

Indonesia
IDN
Marc Klok
53 MF

Indonesia
IDN
Rachmat Irianto
11 MF

Indonesia
IDN
Dedi Kusnandar
6 MF

Indonesia
IDN
Robi Darwis
8 MF

Indonesia
IDN
Abdul Aziz
7 MF

Indonesia
IDN
Beckham Putra
55 MF

Indonesia
IDN
Ricky Kambuaya
30 FW

Indonesia
IDN
Ezra Walian
21 FW

Indonesia
IDN
Frets Butuan
93 FW

Indonesia
IDN
Erwin Ramdani
13 FW

Indonesia
IDN
Febri Hariyadi
17 FW

Indonesia
IDN
Ferdiansyah
70 FW

Indonesia
IDN
Arsan Makarin
19 FW

Brasil
BRA
David da Silva
77 FW

Brasil
BRA
Ciro Alves

Pemain sandiwara Pewarganegaraan

Negara Pemain

Belanda

Belanda
Marc Klok

Pemain suplai dan akademi

Skuat U21

Kerjakan pengetahuan lebih lanjut: Persib Bandung U-21
Bikin informasi bertambah lanjur: Persib Bandung U-19

Berikut daftar anak bangsawan Persib U21.[65]

Catatan: Bendera menunjukkan tim kebangsaan sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Anak ningrat
1 GK

Indonesia
IDN
Mochamad Fauzan Zauhar Malik
2 DF

Indonesia
IDN
Sugiarto
4 MF

Indonesia
IDN
Muhammad Jeffri

7 FW

Indonesia
IDN
Rizky Alam
9 FW

Indonesia
IDN
Angga Febryanto Putra

14 DF

Indonesia
IDN
Rifki Fauzi Adam
15 MF

Indonesia
IDN
Untung Wibowo
16 MF

Indonesia
IDN
Adilla Adnan Saputra
17 MF

Indonesia
IDN
Heri Herawan
No. Pos. Negara Anak tonsil
19 MF

Indonesia
IDN
Ahmad Subagja Basith
20 FW

Indonesia
IDN
Gatot Wahyudi

23 DF

Indonesia
IDN
Ary Ahmad Syafari
24 MF

Indonesia
IDN
Agil Munawar
28 MF

Indonesia
IDN
I Gusti Rustiawan
30 DF

Indonesia
IDN
Sahat Marojahan Siregar
74 GK

Indonesia
IDN
Sidik Permana
FW

Indonesia
IDN
Rendi Ridwan Januar

Transfer 2020

Masuk

Keluar

Dipinjamkan

Daftar pelatih dan pemain asing

Pelatih Liga Indonesia

Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995:

Tahun Pelatih
1994/1995
Indonesia

Indra Thohir
1995/1996
Indonesia

Risnandar Soendoro
1996/1997
Indonesia

Nandar Iskandar
1997/1998
Indonesia

Nandar Iskandar
1998/1999
Indonesia

M. Suryamin
1999/2000
Indonesia

M. Suryamin

Indonesia

Indra Thohir
2000/2001
Indonesia

Indra Thohir
2001/2002
Indonesia

Deny Syamsudin
2003/2004
Polandia

Marek Andreiz Sledzianowski

Indonesia

Bambang Sukowiyono & Iwan Sunarya (caretaker)

Chili

Juan Antonio Paez
2004/2005
Chili

Juan Antonio Paez
2005/2006
Indonesia

Hidung Thohir
2006/2007
Indonesia

Risnandar Soendoro

Indonesia

Djajang Nurjaman & Dedi Sutendi (caretaker)

Moldova

Arcan Iurie Anatolievichi
2007/2008
Moldova

Arcan Iurie Anatolievichi

Indonesia

Djajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009
Indonesia

Jaya Hartono
2009/2010
Indonesia

Jaya Hartono

Indonesia

Robby Darwis (caretaker)
2010/2011
Prancis

Daniel Darko Jankovic

Serbia

Jovo Cucković

Indonesia

Daniel Roekito
2011/2012
Kroasia

Drago Mamić

Indonesia

Robby Darwis (caretaker)
2012-2016
Indonesia

Djajang Nurjaman
2016
Serbia

Dejan Antonić

Indonesia

Herrie Setyawan (caretaker)

Indonesia

Djajang Nurjaman
2017
Indonesia

Djajang Nurjaman

Indonesia

Herrie Setyawan (caretaker)

Indonesia

Emral Abus
2017-2018
Argentina

Roberto Carlos Mario Gómez
2019-2022
Belanda

Robert Rene Albert
2022-saat ini
Spanyol

Luis Milla

Eks Anak bangsawan

Daftar pemain asing

Berikut daftar anak komidi luar nan kontak bermain untuk Persib. Nama yang tercetak
baplang
masih memperkukuh Persib.

Tata kelola

Staff kepelatihan

Posisi
Label
Manajer
Indonesia

Umuh Muchtar
Pelatih Penasihat


Spanyol

Luis Milla[77]

Pembantu Pelatih
Indonesia

Budiman Yunus
Pelatih Kiper
Brasil

Luizinho Passos[78]
Pelatih Bodi
Indonesia

Yaya Sunarya
Tim Dokter
Indonesia

Mohammad Raffi Ghani
Fisioterapis
Indonesia

Benidektus Adi Prianto
Sekretaris Tim
Indonesia

Yudiana
Masseur 1
Indonesia

Sutisna
Masseur 2
Indonesia

Iyang Maulana
Kitman 1
Indonesia

Fikri Apriansyah
Kitman 2
Indonesia

Zulkarnaen

Sumber:Persib.co.id

Kepengurusan

  • Direktur Utama: Glenn Sugita
  • Parasan Umum: Amin Suganda, Zulkarnaen
  • Pemimpin Panpel: Karakter Bram Rachman

Badan hukum

PT Persib Bandung Bermartabat
[79]

Posisi
Cap
Direktur Utama Glenn Sugita
Direktur Teddy Tjahjono
Komisaris Utama Zainuri Hasyim
Wakil Komisaris Utama Rudy S. Laksmana
Komisaris 1 H. Umuh Muchtar
Komisaris 2 Kuswara S. Taryono
Komisaris 3 Lawrence Barki

Sejarah Kepelatihan

Pelatih kepala tiap-tiap tahun (1982–saat ini)

Nama Berpangkal Hingga

Indonesia

Omo Suratmo
1982 1983

Indonesia

Ade Dana
1984 1985

Indonesia

Nandar Iskandar
1985 1986

Indonesia

Ade Dana
1989 1990

Indonesia

Indra Thohir
1993 1995

Indonesia

Risnandar Soendoro
1995 1996

Indonesia

M. Suryamin
1998 2000

Indonesia

Hangit Thohir
2000 2000

Indonesia

Deny Syamsudin
2001 2002

Polandia

Marek Andrzej Sledzianowski
2003 2003

Chili

Juan Antonio Paez
2003 2005

Indonesia

Cingur Thohir
2005 2006

Indonesia

Risnandar Soendoro
2006 2006

Moldova

Arcan Iurie
2006 2007

Indonesia

Jaya Hartono
2008 2010

Prancis

Darko Janacković
2010 2010

Serbia

Jovo Cuckovic
2010 2010

Indonesia

Daniel Roekito
2010 2010

Serbia

Drago Mamić
2011 2012

Indonesia

Djajang Nurdjaman
2012 2016

Serbia

Dejan Antonić
2016 2016

Indonesia

Djajang Nurdjaman
2016 2017

Argentina

Roberto Carlos Mario Gómez[80]
2017 2018

Montenegro

Miljan Radovic
2018 2018

Belanda

Robert Rene Alberts
2019 2022

Spanyol

Luis Milla
2022 sekarang

  • elevenia
  • FWD
  • Indofood
  • Pria Punya Selera
  • Kopi Abjad
  • Corsa
  • GO-JEK
  • Berlian Bank Syariah
  • Panther Energy
  • Indonesia Sports Medicine Centre
  • Envi
  • Bobotoh FM

Apparel

  • Vilour
    (2006–2009)
  • Diadora
    (2009–2010)
  • Joma
    (2010–2011)
  • Mitre
    (2011–2012)
  • League
    (2012-2015)
  • Sportama
    (2016-…)

Pendukung

Kelompok simpatisan Persib Bandung nan madya menyaksikan pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat

Persib Bandung mempunyai penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, apalagi akrab di seluruh daerah Indonesia, menghafal catatan kuno bak tim kebesarhatian dari ibu kota wilayah Jawa Barat. Fans Persib Bandung tersebar di berbagai wilayah khususnya Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, Depok, Bekasi, Subang tambahan pula setakat di asing Jawa Barat seperti Surabaya, Mojokerto, Blitar, Jombang, Bojonegoro, Madura, Jember, dan wilayah lainnya di Nusantara dan serempak nan n kepunyaan jumlah fans terbanyak di Indonesia mengalahkan Arema Cronus dan Persebaya Surabaya. Penggemar Persib menamakan diri sebagai
Bobotoh. Puas era Liga Indonesia,
Bobotoh
kemudian mengorganisasikan diri kerumahtanggaan beberapa kelompok pecinta Persib sebagaimana Viking Persib Club, Bomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib, dan lainnya.

Persib juga memiliki pecandu pecah limbung selebritis, contohnya Ronal Surapradja,[81]
Cita Citata, Aura Kasih, Melody Nurramdhani Laksani,[82]
Raffi Ahmad,[83]
Farhan, Desy Ratnasari,[84]
jebolan VJ MTV Indonesia Edi Brokoli,[85]
vokalis band Mocca Arina Ephipania, grup band Kober, Cowok Harapan Bangsa (PHB), Ruji-ruji, Sepan Band, The Milo, Ariel Noah, Melly Goeslaw,[86]
Chika Jessica, dan Omesh. Klub ini juga digemari mantan wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf[87]
dan gubernur Jawa Barat Ridwan Teoretis.[88]

Redouane Barkaoui, keluaran striker Persib radiks Maroko memuji dukungan nan diberikan internal laga Persib “Atmosfer bola kaki di Bandung ter-hormat-benar jempolan. Saya semacam itu kagum mengaram dukungan penonton nan hebat dan luar legal. Enggak hanya di partai sesungguhnya di ajang kompetisi, di partai uji coba pun pemirsa melimpah dan membludak hingga pinggir lapangan. Hebat.”

Striker asal Kamerun nan persaudaraan berseragam Persib sreg tahun 2007 dan kemudian menembus Liga 1 Prancis Christian Bekamengapun ikut bersuara: “Bentangan langit bola kaki di Bandung memang tiada duanya. Hasrat bobotoh kontributif timnya sepan diapresiasi dengan prestasi mengambung-ambungkan. Dukungan bobotoh nan tidak kombinasi surut adalah motivator utama saya dalam mengibarkan bola kaki penampakan bersama Persib.”

Suporter Persib memiliki hubungan nan sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Telah banyak peristiwa alias insiden-insiden yang terjadi akibat kegeraman langgeng dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian alias PSSI dan PT Liga Indonesia pun mutakadim berulangkali menanyakan Viking dan The Jak bikin rukun. Setelah kematian suporter Rangga sungkap 29 Mei 2012[89]
n domestik laga El Clasico melawan Persija, perdamaian antar kedua keramaian suporter tahu dicanangkan. Akan tetapi permusuhan kembali terjadi sampai akhirnya sendiri simpatisan tewas teraniaya pun sebelum laga pada hari 2018. Pada laga melawan Persija tanggal 10 Juli 2019, tidak cak semau kerusuhan nan terjadi dan nakhoda Supardi menilai situasinya kerukunan.[90]

Rivalitas

Persib Bandung memiliki persaingan lama di era Institut dengan Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan PSMS Medan yang masa ini disebut sebagai
El Classico.[91]
Rivalitas dengan PSMS mencapai puncaknya saat era 1980an saat Persib dua kali dikalahkan lega final perian 1983 dan 1985. Kini, partisan Persib dan Persebaya sudah bersahabat.[92]
Sayembara dengan Persija Jakarta ialah Derbi Indonesia (lagi disebut
El Clássico), persaingan ini memanas di tahun 2000an setelah Liga 1 profesional dibentuk dan menjadi pertandingan terbesar di Indonesia.[93]

Klub gayutan

Plong waktu 2019, Persib resmi mengakuisi Blitar United yang berada di Liga 2 dan menjadikannya misal klub bintang beredar.[94]
Penyelenggaraan mengubah logo klub menjadi Bandung United dan memindahkan kwartir klub dari Blitar ke Bandung. Bandung United memainkan laga kandangnya di stadion Arcamanik dan Stadion Siliwangi.[95]

Melalui PT. PBB, Persib bersambung dengan Prawira Bandung sesudah klub bola basket tersebut diambil alih plong tahun 2018.[96]

Lihat juga

  • Bandung Raya FC
  • Bogor Raya FC
  • Depok United
  • Pelita Bandung Raya
  • Pelita Jaya FC
  • Persib Bandung U-21
  • Persigar Garut
  • Persika Karawang
  • Persikab Bandung
  • Persikabo 1973
  • Persikad Depok
  • Persipasi Bandung Raya
  • Persipo Purwakarta
  • Pesik Kuningan
  • PSGC Ciamis
  • PSGJ Cirebon

Referensi

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    “Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  2. ^


    Nugraha, Septian (2017-11-02). “Romantisme Persib Bandung di Kota Solo”.
    Pandit Football Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-05
    .





  3. ^


    Pratama, T. Nugraha. “Kisahan Panasnya Rivalitas Persib dan PSM di Era Perhimpunan”.
    Cerita Panasnya Rivalitas Persib dan PSM di Era Perguruan tinggi
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  4. ^


    INDOSPORT.com (2017-11-16). “Persib Era 50an Yang Mengharumkan Etiket Timnas”.
    INDOSPORT.com
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  5. ^


    Bola.com (2017-03-25). “Duel Persib Vs PSMS 1985, Mencuri Manah Mayapada”.
    bola.com
    . Diakses tanggal
    2019-11-30
    .





  6. ^

    https://bola.kompas.com/read/2017/03/25/11131398/jelang.psms.vs.persib.kenangan.rekor.150.000.penonton.di.senayan?page=all

  7. ^


    digital, pikiran rakyat. “Album Singkat Persib Bandung terbit Masa ke Perian”.
    Pikiran Rakyat
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  8. ^


    Ponten.ID; SkorID. “Pinjam Dua Anak ningrat Galatama, Persib Juara Turnamen Internasional Mula-mula sreg 1986”.
    www.ponten.id
    . Diakses copot
    2022-10-18
    .





  9. ^


    redaksi (2016-03-14). “Sejarah Persib Bandung dalam 5 Ribu Kata”.
    Pandit Football Indonesia
    . Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  10. ^


    Abidin, Ahmad Fadhil (2016-09-25). “Stadion Siliwangi, Tempat Beraneka rupa Ki kenangan Persib Tertanam”.
    infobdg.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  11. ^


    “Post Match Persib VS PSV Eindhoven (1987): “Bintang Sepakbola Dunia Mencicipi Siliwangi”.” | mengbal.com | Lalajo Maung” (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan berpangkal versi tahir terlepas 2017-06-07. Diakses tanggal
    2019-07-13
    .




  12. ^


    a




    b




    c



    Kesalahan pengambilan: Tag
    <ref>
    bukan stereotip; bukan ditemukan teks untuk ref bernama
    :1

  13. ^


    “17 April, Mengenang Saat Jawara Perhimpunan 1994 (Bag I)”.
    Persib Bandung Berita Online | simamaung.com
    (intern bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  14. ^


    Teguh, Irfan. “Kisah Petrokimia Putra Mewarnai Sepakbola Gresik”.
    Tirto.id
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  15. ^


    digital, pikiran rakyat. “#KlipingPR Persib Juara Liga Indonesia Pertama”.
    Ingatan Rakyat
    . Diakses copot
    2019-07-13
    .




  16. ^


    a




    b




    c




    “Narasi Manis Persib Bandung di Liga Champions Asia – VIVA”.
    VIVA.co.id. 2014-12-12. Diarsipkan dari versi masif copot 2019-07-13. Diakses copot
    2019-07-13
    .





  17. ^


    “Kisah Cingur Thohir, Pelatih Terbaik Asia 1995 sewaktu Legenda Persib”.
    Bola.net
    . Diakses terlepas
    2022-04-11
    .





  18. ^


    Nugraha, Septian (2020-04-17). Idris, Firzie A., ed. “Kilas Balik Persib Vs AC Milan lega 1994, Sanjungan Capello kerjakan Gelandang Maung Bandung”.
    Kompas.com
    . Diakses copot
    2022-10-18
    .





  19. ^


    digital, pikiran rakyat. “#KlipingPR Mengenang Lagi Kejuaraan AC Milan vs Persib”.
    Pikiran Rakyat
    . Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  20. ^


    “Sejarah Hari Ini: Persib Bandung vs AC Milan, 1994 | Goal.com”.
    www.goal.com
    . Diakses rontok
    2019-07-13
    .





  21. ^


    digital, perhatian rakyat. “Album Sumir Persib Bandung dari Masa ke Tahun”.
    Perhatian Rakyat
    . Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  22. ^


    Agus, Rustam. Khoer, Miftahul, ed. “Hasil Laga Persahabatan Persib vs Ajax Angka 1-1: Konate Hujan abu Pujian”.
    Bisnis.com
    . Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  23. ^


    “Ulasan Kompetisi – Semifinal ISL 2014: Persib vs Arema Cronus, 4 November 2014”.
    Labbola Sports Statistics & Data Management
    (privat bahasa Inggris). 2014-11-05. Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  24. ^

    https://bola.kompas.com/read/2014/11/07/21261838/Lampau.Sandiwara.Adu.Penalti.Persib.Juara.ISL.2014

  25. ^


    BeritaSatu.com. “Ferdinand Sinaga Anak tonsil Terbaik ISL Perian Ini”.
    beritasatu.com
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  26. ^


    “Persib Juara ISL, Bandung Gelar Makan besar Rakyat”.
    Republika Online. 2014-11-09. Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  27. ^


    Riswan, Oris. “Didatangkan dengan Harga Mahal, Essien Takkan Buat Persib Rugi”.
    Okezone.com
    . Diakses copot
    2019-07-13
    .





  28. ^


    setiawan, Takdir (2017-03-14). setiawan, Takdir, ed. “Ini Alasan Michael Essien Bergabung dengan Persib Bandung”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  29. ^


    Noor, Rossi Finza. “Carlton Cole Sahih Dilepas Persib”.
    Lempoyan
    . Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  30. ^


    “Memoar Striker Baru Persib, Ezechiel T’Douassel”.
    Republika Online. 2017-08-08. Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  31. ^


    Ramdhani, Dendi. Wirajati, Tegil Wisnu, ed. “Alasan Djadjang Nurdjaman Mundur berpangkal Kursi Pelatih Persib”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  32. ^


    AE, Aloysius Gonsaga (ed.). “Lebih Dekat dengan Pelatih Mentah Persib, Roberto Carlos Mario Gomez”.
    Kompas.com
    . Diakses copot
    2019-07-13
    .





  33. ^

    https://bola.kompas.com/read/2018/09/24/05350098/persib-vs-persija-44-pelanggaran-10-karcis-kuning-dan-1-target-jiwa

  34. ^

    https://liga-indonesia.id/berita/cak regu-terbaik-go-jek-liga-1-2018
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  35. ^

    https://bola.kompas.com/read/2018/12/30/21294638/eka-ramdani-mantap-gantung-sepatu-karena-panggilan-hati

  36. ^


    Ramdhani, Dendi. Indriawati, Tri, ed. “Lumrah, Persib Bandung Tunjuk Miljan Radovic Jadi Pelatih”.
    Kompas.com
    . Diakses copot
    2019-07-13
    .





  37. ^


    Rudi, Alsadad. Indriawati, Tri, ed. “Mario Gomez Dipecat Persib, Johor Darul Takzim Beri Sindiran”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  38. ^


    Dennys, Ferril. Dennys, Ferril, ed. “Robert Rene Alberts Ungkap Proses Ikat ke Persib”.
    Kompas.com
    . Diakses sungkap
    2019-07-13
    .





  39. ^


    Bolasport.com. “Biografi Artur Gevorkyan, Rekrutan Anyar Persib dengan Segudang Prestasi – Bolasport.com”.
    www.bolasport.com
    . Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  40. ^


    Achmad, Nirmala Maulana. Dennys, Ferril, ed. “Memoar Rene Mihelic, Gelandang Yunior Persib”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  41. ^


    INDOSPORT.com (2019-06-22). “Keren! Beckham Jadi Pemain sandiwara Termuda Persib nan Jalani Debut di Liga 1”.
    INDOSPORT.com
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  42. ^


    Amirulbahar, Nugyasa. Laksamana, Nugyasa, ed. “Tinggalkan Persib, Bojan Malisic Gabung ke Perseru Badak Lampung FC”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2019-11-30
    .





  43. ^


    “Tiga Pemain Mentah PERSIB Tiba di Bandung | Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses sungkap
    2019-11-30
    .





  44. ^


    “Alami Terpotong Benak, Deden Natshir Tikai Pangkat”.
    CNN Indonesia
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2019-11-30
    .





  45. ^


    Rakyat, Perasaan. “Persib Bandung Rekrut Dhika Bayangkara, Kiper Asal Kuningan – Ingatan-Rakyat.com”.
    www.Ingatan Rakyat
    . Diakses rontok
    2019-11-30
    .





  46. ^


    “PSSI: Liga 1 Mulai 20 Agustus”.
    CNN Indonesia
    . Diakses copot
    2022-01-15
    .





  47. ^


    “Hasil Final Piala Menpora: Persija Jago Usai Kalahkan Persib”.
    CNN Indonesia
    . Diakses copot
    2022-01-15
    .





  48. ^


    “Persib Bandung Depak Farshad Noor”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  49. ^


    Famela, Rizza Kampani. “Persib Promosikan 2 Pemain Akil balig lakukan Berintegrasi dengan Skuat Senior – Priangan Timur News”.
    priangantimurnews.pikiran-rakyat.com
    . Diakses rontok
    2022-01-15
    .





  50. ^


    Nurinsani, Annisa (2021-12-20). “Eksistensi 2 Pemain Asing Baru, Persib Bandung Optimistis Pemenang Liga 1 2021-2022”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  51. ^


    sportstars.id. “Persib Bandung Dipastikan Tampil di AFC Cup Musim Depan – Sportstars.Id”.
    https://www.sportstars.id/
    . Diakses sungkap
    2022-04-11
    .





  52. ^


    “Respons Persib Usai Digugat Cak bertanya Dugaan Sepak Bola Gajah”.
    CNN Indonesia
    . Diakses terlepas
    2022-10-18
    .





  53. ^


    sportstars.id. “PT LIB Pastikan Laga Barito Putera Vs Persib Bandung Bukan Diulang – Sportstars.Id”.
    https://www.sportstars.id/
    . Diakses tanggal
    2022-10-18
    .





  54. ^


    Robbani, Muhammad. “Riwayat Kematian Suporter di GBLA”.
    detikcom
    . Diakses terlepas
    2022-10-18
    .





  55. ^


    “Persib Bandung”.
    Wikipedia
    (privat bahasa Inggris). 2022-10-18.





  56. ^


    “Perombakan Megah! Persib Lepas 11 Anak tonsil bakal Liga 1 2022/23”.
    Bola.net
    (dalam bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2022-10-18
    .





  57. ^


    Zenitha, Cita (2022-09-10). “Jejak Tiang penghidupan Pelatih Persib Bandung, Luis Milla”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-10-18
    .





  58. ^


    “Evolusi Logo Persib dari Masa ke Masa”.
    Metrum. 2018-12-02. Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  59. ^


    BobotohID. “Jersey Persib dari Tahun ke Tahun !”.
    BOBOTOH PERSIB
    . Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  60. ^


    Bolasport.com (2021-05-16). “7 Tim Liga Indonesia Diharamkan Ganti Jenama, Ada Persija dan Persib – Bolasport.com”.
    www.bolasport.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  61. ^

    https://bola.tempo.co/read/1193451/radovic-berhasrat-persib-mempunyai-lapangan-sendiri-cak bagi-berlatih

  62. ^

    https://www.goal.com/id/berita/manajer-persib-bandung-kepingin-stadion-gbla-dibongkar/1gymctucb2s461881h4gfdfrln

  63. ^


    Apriani, Yeni Siti. “Persib Bandung Absah Gunakan Stadion GBLA Sebagai Homebase Liga 1 2022 2023 – Galamedia News”.
    galamedia.pikiran-rakyat.com
    . Diakses tanggal
    2022-10-18
    .





  64. ^


    “Football / Soccer Club World Ranking”.
    footballdatabase.com.





  65. ^


    “Tim Persib U21”. Diarsipkan bersumber versi asli tanggal 2016-05-29. Diakses tanggal
    2016-06-16
    .





  66. ^


    “Resmi, Pemain Ini Lagi ke PERSIB | Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses sungkap
    2020-02-04
    .





  67. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama
    :4

  68. ^

    Kesalahan pemungutan: Tag
    <ref>
    tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama
    :5

  69. ^


    “Muchlis Hadi – Player profile”.
    www.transfermarkt.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-02-14
    .





  70. ^


    “Nomor Bekas kaki 24 Hak Hariono Diistirahatkan | Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses copot
    2020-01-16
    .





  71. ^


    Bolasport.com. “Dilepas Persib Bandung, Kevin van Kippersluis Urai Kritik – Bolasport.com”.
    www.bolasport.com
    . Diakses tanggal
    2020-01-16
    .





  72. ^


    “Ezechiel Ndouasel – Player profile 2020”.
    www.transfermarkt.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-01-25
    .





  73. ^


    “Billy Keraf – Player profile”.
    www.transfermarkt.com
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses rontok
    2020-02-14
    .




  74. ^


    a




    b




    Bola.com (2020-01-16). “Teja Paku Alam Gabung, Persib Pinjamkan 2 Kiper ke Bandung United”.
    bola.com
    . Diakses terlepas
    2020-01-16
    .





  75. ^


    Mentah, PT Liga Indonesia. “Bhayangkara FC Sanggam Achmad Jufriyanto terbit Persib”.
    liga-indonesia.id
    (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan berbunga versi jati tanggal 2020-02-05. Diakses copot
    2020-02-05
    .




  76. ^


    a




    b




    c




    d




    “Persib Bandung – Loan player history”.
    www.transfermarkt.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-02-16
    .





  77. ^


    “Kitas Tuntas Luis Milla Siap Debut | Official Web Persib”.
    Persib.co.id
    . Diakses rontok
    26 Agustus
    2022
    .





  78. ^


    “PERSIB Kontrak Luizinho Passos Gantikan Gatot | Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses terlepas
    2020-01-16
    .





  79. ^


    “Official Persib Web”.
    persib.co.id
    . Diakses tanggal
    2020-01-17
    .





  80. ^


    “Mario Gomez Pelatih PERSIB”.
    www.persib.co.id. Diarsipkan dari versi safi tanggal 2018-02-01. Diakses terlepas
    2018-01-19
    .





  81. ^


    BobotohID. “Di Depan Markas Sungguhan Madrid, Artis Ini Bangga Memake Jersey Persib”.
    BOBOTOH PERSIB
    . Diakses tanggal
    2019-11-30
    .





  82. ^


    INDOSPORT.com (2018-03-14). “3 Artis Cantik Penggila Persib Bandung”.
    INDOSPORT.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  83. ^


    “Persib Bandung Menang Lawan Sriwijaya FC di Final Beker Presiden, Raffi Ahmad Ikut Berbangga”.
    Tabloidbintang.com. 2015-10-19. Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  84. ^


    Bola.com (2017-10-11). “Desi Ratnasari Ternyata Jadi Bobotoh Persib sejak Boncel”.
    bola.com
    . Diakses copot
    2019-07-13
    .





  85. ^


    Ariandi, Rizqi. “Tak Mau Terpuruk Seperti Periode Tinggal, Artis Ini Ungkap Harapan untuk Persib”.
    Bolalob – Situsnya Anak asuh Futsal!
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  86. ^


    Tresnady, Tomi (2015-10-19). “Seniman-artis Tanggapi Keberuntungan Persib, Pakai Meme Lucu”.
    Suara.com
    . Diakses terlepas
    2019-07-13
    .





  87. ^


    “Dede Yusuf Beri Dukungan Buat Persib di Dunia internet”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  88. ^


    Indosport (2019-05-30). Imani, Nurdin, ed. “Ridwan Paradigma Bentangkan Syal Persib Bandung di Kenya”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    2019-07-13
    .





  89. ^

    https://www.jpnn.com/news/pemimpin-rangga-remuk-dibantai-oknum-the-jak-obsesi

  90. ^

    https://www.idntimes.com/sport/soccer/ilyas-listianto-mujib-1/tandang-ke-jakarta-supardi-puji-the-jak

  91. ^


    Skor.ID; SkorID. “Awal Mula Sebutan El Clasico cak bagi Laga Persib vs PSMS Medan”.
    www.skor.id
    . Diakses tanggal
    2021-12-28
    .





  92. ^


    Bola.com (2021-12-08). “Persib Vs Persebaya: Cerita Mesranya Persahabatan Bonek dan Viking, Adem Ayem Sekadar Nonton Menyerempakkan di Satu Tribune”.
    bola.com
    . Diakses tanggal
    2022-01-15
    .





  93. ^


    Bolasport.com (2020-05-09). “Kisah ‘Pengkhianat’ Terbesar di El Clasico Indonesia Persija Vs Persib – Bolasport.com”.
    www.bolasport.com
    . Diakses tanggal
    2021-12-28
    .





  94. ^

    https://www.pikiran-rakyat.com/persib/2019/06/10/persib-bandung-akuisisi-saham-blitar-united

  95. ^

    https://www.ingatan-rakyat.com/persib/2019/07/08/persib-dan-bandung-united-akan-berbagi-kandang

  96. ^


    “Diftha Pratama Jelaskan Kedekatan Prawira dengan Persib Bandung – IBL”.
    iblindonesia.com
    . Diakses rontok
    2022-01-15
    .




Pranala asing

  • (Indonesia)

    Situs web normal
  • (Indonesia)
    Persib Bandung dalam situs web resmi Liga Indonesia Baru
  • FootballDatabase: Persib Bandung
  • (Indonesia)
    Wahana Online Bobotoh Persib Diarsipkan 2021-01-17 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Sejarah Persib Bandung Diarsipkan 2020-08-09 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Persib_Bandung

Posted by: and-make.com