Konsep Dasar Penilaian Dalam Pembelajaran Pdf

(1)

KONSEP Radiks PENILAIAN PEMBELAJARAN
A. Penertian Pengukuran, Penialain, dan Pengecekan

1. Pengukuran

Menurut Arifin, Zainal (2013 : 4) pengukuran bisa di artikan perumpamaan suatu proses atau kegiatan kerjakan menentukan besaran sesuatu. Kata “sesuatu” dapat berarti peserta didik, master, buku, dan sebagainya.

Dalam kegiatan belajar mengajar, istilah pengukuran rajin digunakan maka itu guru untuk mengukur hasil membiasakan murid pelihara. Guru bisanya menggunakan pemeriksaan ulang berupa kuis maupun ulangan. Contohnya, untuk mengungkapkan kemampuan belajar siswa tentang materi peluang, hawa menggunakan kuis yang terdiri terbit 5 soal dimana setiap soal yang dijawab dengan bermartabat mendapat angka 2. Hasil nan didapat makanya 20 siswa adalah enam siswa mendapat 4, empat siswa mendapat 6, tiga orang mendapat 7, empat orang mendapat 8, dua bani adam berbintang terang 8, satu individu mendapat 10. Skor yang didapat oleh siswa tersebut ialah hasil pengukuran.

2. Penilaian

Menurut BSNP (2007: 9) n domestik (http://ardanayudhistira.blogspot.co.id, 2012), penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan memungkirkan data akan halnya proses dan hasil belajar peserta asuh nan dilakukan secara berstruktur dan berkesinambungan, sehingga menjadi proklamasi yang bermakna intern pemungutan keputusan. Keputusan yang dimaksud adalh keputusan adapun petatar jaga, sebagai halnya angka yang akan diberikan atau juga keputusan tentang kenaikan kelas dan keluron.

Penilaian tidak hanya ditunjukkan pada penguasaan salah satu rataan tertentu saja, tetapi mencangam aspek pengetahuan, ketangkasan, sikap, dan nilai-nilai. Arketipe penilaian pada aspek warta sekaligus kegesitan : seorang siswa mendapat angka 7 ketika kuis peluang. Angka 7 tersebut merupakan gambaran baik-buruknya atau tinggi rendahnya pencaplokan siswa terhadap materi kemungkinan.

3. Konfirmasi

Pembuktian yaitu alat ukur kerumahtanggaan penilian nan faktual sesetel tugas yang harus diselesaikan atau sejumlah pertayaan yang harus dijawab oleh peserta didik guna mengukur tingkat kesadaran dan pencaplokan terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan dan sesuai dengan tujuan pencekokan pendoktrinan tersebut.

(2)

Kelebihan dari penilaian menurut Nana Sudjana, (1995: 4) dalam (http://ardanayudhistira.blogspot.co.id/2012/02/signifikasi-fungsi-dan-pamrih

penilaian.html) ialah sebagai berikut :

(1) Alat bakal mengetahui tercapai tidaknya tujuan intruksional.

Dengan demikian penilaian harus mengacu plong rumusan-rumusan tujuan intruksional.

(2) Umpan balik bagi pembaruan proses belajar mengajar.

Perbaikan mungkin dilakukan dalam keadaan tujuan intruksional, kegiatan berlatih pesuluh, garis haluan mengajar suhu dan lain-lain.

(3) Sumber akar dalam menyusun deklarasi keberuntungan belajar siswa kepada para insan gaek. Kerumahtanggaan wara-wara tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar petatar privat berbagai bidang pengkhususan dalam susuk kredit-nilai penampilan nan dicapainya

2. Harapan Penilaian

Menurut Chittenden (1994) internal Arifin, Zainal (2013 : 15) intensi penilaian adalah:

a)
Keeping track, yaitu cak bagi menyisir dan melacak proses berlatih peserta didik
sesuai dengan gambar pelaksanaan penerimaan nan telah ditetapkan.

b)
Cheking-up, adalah buat mengecek ketercapaian kemampuan murid didik privat
proses pembelajaran dan kekurangan-kekurang perserta didik sejauh mengimak proses pembelajaran

c)
Finding out, yankni kerjakan mencari, menemukan, dan mendeteksi kehabisan,
kesalahan, dan kelemahan petatar didik dalam proses pembelajaran.

d)
Summing up, yaitu cak bagi menyimpulkan tingkat pemilikan peserta didik
terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.

3. Cara Penilaian

Kaidah penilaian mengacu pada barometer penilaian pendidikan tangga pendidikan dasar dan menengah. Berikut ini beberapa prinsip penilaian nan dikembangkan oleh BSNP (Depdiknas, 20013).

a. Netral, berarti penilaian berbasis pada standardan enggak dipengaruhi faktor subjektivitas penilaian

b. Terpadu, berharga penilaian maka dari itu pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pendedahan, dan berkesinambungan.

c. Cermat, bermakna penilaian nan efisien dan efektif internal perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.

d. Transparan, berarti prosedur penilaian, barometer penilaian, dan asal pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.

e. Akuntabel, berharga penilaian boleh dipertanggungjawabkan kepada pihak dalam sekolah maupun eksternal buat aspek teknik, prosedur, dan kesannya. f. Edukatif, signifikan mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

(3)

Berkaitan dengan prosedur penilaian, BSNP telah melepaskan pedoman penilaian lakukan kerumunan mata les iptek yang dapat digunakan maka itu pendidik. Adapun prosedur nan dimaksud menghampari :

a. Penilaian hasil sparing sreg tingkatan pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, pemerintah dan/alias lembaga mandiri

b. Penilaian hasil belajar dilakukan intern bentuk penilaian otentik, penilaian diri, penilaian projek, ulangan buku harian, ulangan perdua semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian kebangsaan.

c. Perencanaan ulangan harian dan pemberian projek maka dari itu pendidik sesuai dengan silabus dan dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pengajian pengkajian (RPP).

d. Kegiatan tentamen sekolah/madrasah dilakukan dengan awalan-langkah:

a. menyusun kisi-jeruji ujian;

b. mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) perangkat; c. melaksanakan tentamen;

d. mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan petatar didik; dan

e. melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.

e. Ujian kebangsaan dilaksanakan sesuai langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Barometer (POS).

f. Hasil ulangan koran diinformasikan kepada petatar didik sebelum diadakan ulangan buku harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti penelaahan remedial.

g. Hasil penilaian maka dari itu pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan n domestik bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah. C. Diversifikasi dan Sistem Penilaian

a. Jenis Penilaian

1. Penillaian formatif (formative assessment)

Adalah penilaian bagi memantau kemjuan belajar peserta tuntun salama proses sparing berlanjut, kerjakan menerimakan umpan mengot bagi penyempurnaan program pembelajaran.

2. Penilaian sumatif (summative assessment)

Merupakan penilaian yang dilakukan jika satuan pengalalman belajar atau seluruh materi les dianggap sudah lalu radu.

3. Penilaian penaruhan (Placement assessment)

(4)

sejauh mana murid jaga tanggulang kompetensi radiks, sebagaiamana yang termaktub intern silabus dan RPP.

4. Penilaian Diagnostik (Diagnostic assessment)

Ialah penilaian bagi mengetahui kesuliatan belajar peserta ajar berlandaskan hasil penilaian formatif sebelumnya.

b. Sistem Penilaian

Sistem penilaian mencangam diversifikasi testing, bagan soal, pelaksanaan, penyelenggaraan dan pelaporan hasil ujian. Tipe tentamen adalah bermacam ragam tagihan, seperti ulangan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.

Berikut ini merupakan sistem penilaian berkelanjutan, antara lain :

1. Menilai semua Kompetensi Dasar

2. Penilaian dapat dilakukan pada satu atau lebih Kompetensi Dasar

3. Hasil penilaian dianalisis dan ditindaklanjuti melalui programa remedial atau program pengayaan.

4. Penilaian mencaplok aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. 5. Aspek afektif diukur melangkaui pengamatan dan kuesioner

DAFTAR RUJUKAN

Arifin, Zainal. 2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Akil balig Rosdakarya

Abdullah, L. H. 2013. Sistem Penilaian dalam Kurikulum 2013: Amatan Sertifikat Terhadap Kurikulum 2013. (https://www.academia.edu, diunduh puas 28 September 2015)

Kementerian Agama RI. 2006. Evaluasi Hasil Belajar. Bandung: Departemen Agama RI

Departemen Agama RI. 2010. Pedoman Sistem Penilaian Hasil Belajar Pelajar Jaga
Madrasah Tsanawiyah. Bandung: Departemen Agama RI

Peraturan Nayaka Pendidikan dan Kebudayaan No. 66 hari 2013 adapun Kriteria Penilaian
Pendidikan.

Uno, H.B dan Satria Koni. 2014. Assessment Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

(5)

Source: https://123dok.com/document/qmoglw9y-konsep-dasar-penilaian-pembelajaran.html

Posted by: and-make.com