Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sd


Penelaahan BAHASA INDONESIA

http://20227700.siap-sekolah.com/files/2010/11/BI.jpg

            Cak semau sejumlah amatan untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai garis haluan pendedahan Bahasa Indonesia dan efektivitasnya terhadap pencapaian maksud belajar. Maka ada sejumlah fokus kajian dalam pembelajaran bahasa Indonesia antara lain: (1) pengajian pengkajian bahasa, (2) strategi penelaahan Bahasa Indonesia, meliputi metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia, dan (3) hasil penelaahan.

https://www.vilondo.com/media/21783/bahasa-indonesia.jpg


Pembelajaran Bahasa

Pengajian pengkajian ialah upaya membelajarkan siswa. Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat konkret analisis tujuan dan karakteristik investigasi dan pelajar, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, mematok garis haluan presentasi pembelajaran, menjadwalkan strategi pengelolaan pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Maka dari itu karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan privat memilih garis haluan pembelajaran cak bagi setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan mengidas strategi pendedahan yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian harapan belajar dapat terlaksana.

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan bakal meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun catat (Depdikbud, 1995). Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke intern catur subaspek, ialah menyimak, bersabda membaca dan menulis.

Sementara itu tujuan penelaahan bahasa, menurut Basiran (1999) merupakan keterampilan komunikasi dalam berbagai macam konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan yaitu daya sambar makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Semuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Sementara itu, dalam kurikulum 2004 untuk SMA dan MA, disebutkan bahwa tujuan pemelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara publik meliputi (1) petatar menghargai dan memanggakan Bahasa Indonesia bagaikan bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara, (2) pesuluh mengarifi Bahasa Indonesia berpangkal segi bentuk, makna, dan fungsi,serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif bikin bermacam-tipe intensi, keperluan, dan keadaan, (3) siswa mempunyai kemampuan memperalat Bahasa Indonesia bagi meningkatkan kemampuan jauhari, kematangan emosional,dan kematangan sosial, (4) siswa mempunyai loyalitas dalam berpikir dalam-dalam dan berbahasa (berbicara dan menulis), (5) siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk meluaskan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (6) murid menghargai dan membanggakan sastra Indonesia umpama khasanah budaya dan cendekiawan manusia Indonesia.

Untuk mengaras tujuan di atas, pembelajaran bahasa harus mengerti prinsip-kaidah belajar bahasa nan kemudian diwujudkan intern kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai ramalan dalam kegiatan pembelajarannya. Prinsip-pendirian belajar bahasa dapat disarikan sebagai berikut. Pebelajar akan berlatih bahasa dengan baik bila (1)  diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat, (2) diberi kesempatan berapstisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam bineka varietas aktivitas, (3) bila anda secara sengaja memfokuskan pembelajarannya kepada bentuk, keterampilan, dan strategi bikin kontributif proses akuisisi bahasa, (4) ia disebarkan intern data sosiokultural dan pengalaman sedarun dengan budaya menjadi episode dari bahasa sasaran, (5) jikalau menyadari akan peran dan hakikat bahasa dan budaya, (6) jika diberi umpan genyot yang tepat menyangsang kemajuan mereka, dan (7) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka koteng (Aminuddin, 1994).

http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/buku-pelajaran-bahasa-indonesia-ilustrasi-_130903190303-553.jpg


Strategi Pembejaran Bahasa Indonesia

Pembicaraaan mengenai garis haluan penelaahan bahasa tidak sungkap dari pembicaraan mengenai pendekatan, metode, dan teknik mengajar.  Machfudz (2002) mengutip penjelasan Edward M. Anthony (dalam H. Allen and Robert, 1972) mengklarifikasi bagaikan berikut.

a.         Pendekatan penataran

Istilah pendekatan dalam pembelajaran bahasa mengacu plong teori-teori tentang hakekat bahasa dan pembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai sumber dok/cara indoktrinasi bahasa. Teori tentang hakikat bahasa mengemukakan asumsi-asumsi dan tesisi-tesis tentang hakikat bahasa, karakteristik bahasa, unsur-elemen bahasa, serta fungsi dan pemakaiannya sebagai alat angkut komunikasi dalam suatu masyarakat bahasa. Teori belajar bahasa mengemukakan proses psikologis intern berlatih bahasa begitu juga dikemukakan dalam psikolinguis. Pendekatan pengajian pengkajian kian bersifat aksiomatis intern definisi bahwa kebenaran teori-teori linguistik dan teori belajar bahasa nan digunakan tidak dipersoalkan lagi. Berbunga pendekatan ini diturunkan metode pembelajaran bahasa. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori ilmu bahasa struktural nan mengemukakan tesis-tesis linguistik menurut pandangan suku bangsa strukturalis dan pendekatan teori berlatih bahasa menganut aliran behavioerisme diturunkan metode penataran bahasa yang disebut Metode Tata Bahasa (Grammar Method).

b.         Metode Pembelajaran

Istilah metode berjasa perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara terstruktur. Istilah ini bersifat prosedural intern arti penerapan suatu metode privat pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang terstruktur dan secara lambat-laun, dimulai dari penyusunan perencanaan indoktrinasi, penguraian pencekokan pendoktrinan, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil berlatih.

Dalam ketatanegaraan pembelajaran, terdapat variabel metode penerimaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga varietas, adalah (a) garis haluan mobilisasi isi pembelajaran, (b) kebijakan pengutaraan pembelajaran, dan (c) startegi pengelolaan pembelajaran (Degeng, 1989). Hal ini akan dijelaskan bagaikan berikut.

c.         Strategi Penyelenggaraan Pembelajaran

Politik pengelolaan pendedahan merupakan komponen luwes metode yang berurusan dengan bagaimana interaksi antara pebelajar dengan variabel-lentur metode penerimaan lainnya. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang politik aktivasi dan strategi penyampaian tertentu yang digunakan sepanjang proses pembelajaran. Paling minus cak semau catur klasifikasi variabel garis haluan pengelolaan penataran yang menutupi (1) penjadwalan eksploitasi ketatanegaraan penerimaan, (2) pembuatan catatan kemajuan membiasakan murid, dan (3) pengelolaan motivasional, dan (4) kontrol berlatih.

Penjadwalan pemanfaatan kebijakan pembelajaran atau komponen suatu kebijakan baik kerjakan garis haluan pengorganissian pembelajaran maupun kebijakan penyampaian pembelajaran merupakan bagian yang penting privat pengelolaan pembelajaran. Penjadwalan penggunaan strategi mobilisasi pembelajaran biasanya mencakup pertanyaan “kapan dan berapa lama siswa menggunakan setiap suku cadang garis haluan pengorganisasian”. Sedangkan penjadwalan pendayagunaan garis haluan penyampaian melibatkan keputusan, misalnya “kapan dan bikin berapa lama sendiri murid menggunakan suatu jenis media”.

Pembuatan catatan kemajuan belajar pelajar terdahulu sekali bagi keperluan pengambilan keputusan-keputusan yang terkait dengan strategi pengelolaan. Kejadian ini berarti keputusan apapun yang dimabil haruslah didasarkan pad ainformasi yang eksemplar akan halnya kejayaan belajar pelajar tentang suatu konsep, prosedur atau mandu? Bila menunggangi pengorganisasian dengan janjang membiasakan, keputusna yang tepat mengenai unsur-unsur mana saja yang ada dalam hierarki yang diajarkan perlu diambil. Semua ini dilakukan semata-mata apabila suka-suka coretan yang lengkap mengenai kemajuan berlatih siswa.

Pengelolaan motivasional merupakan adegan yang amat penting dari pengelolaan inetraksi siswa dengan penataran. Gunanya bikin meningkatkan motivasi sparing pesuluh. Sebagian osean bidang analisis studi sebenarnya n kepunyaan pusat tarik untuk dipelajari, saja pembelajaran gagal menggunakannya sebagai perangkat motivasional. Akibatnya, rataan studi kehilangan daya tariknya dan nan lalu saja antologi fakta dan konsep, prosedur maupun prinsip nan bukan bermakna.

Saksomo (1984) menjelaskan bahwa metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain (1) metode nahu-alih bahasa, (2) metode peniruan-memorisasi, (3) metode sambil, metode verbal, dan metode alami, (4) metode TPR internal pengajaran menyimak dan berbicara, (5) metode diagnostik dalam pembelajaran membaca, (6) metode SQ3R dalam pembelajaran mengaji kognisi, (7) metode APS dan metode WP2S kerumahtanggaan pembelajaran membaca pertama, (8) metode membedabedakan dalam pendedahan membaca, dan (9) metode SAS dalam pembelajaran membaca dan menulis purwa.

http://www.unspress.uns.ac.id/wp-content/uploads/pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia.jpg


METODE DAN STRATEGI Penataran BAHASA INDONESIA

Setelah para guru mengarifi pendekatan-pendekatan dalam acara pengajaran bahasa, lebih lanjut guru menentukan metode-metode apa yang akan diterapkannya dalam proses pembelajaran. Metode adalah rancangan pengajuan korban secara menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan alias approach tertentu dalam Tatat Hartati dkk. (2006).

Menurut Tarigan dkk. (2006) perbedaan pandangan tentang teori belajar sekali lagi mengecat perbedaan metode. Teori belajar merupakan guri suatu metode yang berorientasi dua keadaan. Pertama, proses kognitif yaitu proses yang terjadi dalam belajar suatu bahasa. Kedua, kondisi belajar yakni kondisi-kondisi yang mendukung berlangsungnya proses sparing bahasa berjalan baik. Metode pembentukan kebiasaan (habit formation) yaitu metode yang berorientasi pada proses. Metode saintifik (natural method) mendatangi pada keadaan di mana belajar itu terjadi dan kondisi belajar. Metode berfungsi ibarat jembatan penghubung antara teori dan praktik, antara pendekatan dan teknik.

William Francis Macky mengajukan lima belas ragam metode pengajaran bahasa sebagai berikut:

f.

Metode Manajemen Bahasa

h.

Metode Tafsiran Tata Bahasa

j.

Metode Pengaruh Bahasa

k.

Metode Mimikri-Memorasi

l.

Metode Teori Praktik

o.

Metode Dwi Bahasa Tarigan dkk (1989)

Lain halnya dengan GBPP 1984 yang memuat empat belas metode pengajaran bahasa. Metode-metode sebagai berikut ini:

f.

Metode Bermain Peran

i.

Metode Penceraian Ki aib

j.

Metode Tanya-Jawab

kaki langit.

Metode Pameran Tarigan dkk (1989)

Sedangkan untuk sekarang metode lebih meliputi, pemilihan incaran, penentuan urutan bahan, pengembangan bahan, rancangan evaluasi dan remedial. Berikut ini adalah metode nan digunakan internal Kurikulum 2004 maka langkah dilakukan setelah guru menetapkan kompetensi asal beserta indikato-indikatornya. Beberapa metode ini digunakan secara terpisah maupun digabungkan dengan metode lain atau sejumlah metode dalam pelaksanaannya.

Metode ini menerapkan secara sambil semua aspek dalam bahasa yang diajarkan. Misalnya, kerumahtanggaan suatu pendedahan cak bimbingan bahasa Indonesia di daerah bahasa pengantar di inferior yakni bahasa Indonesia tanpa diselingi bahasa daerah/bahasa ibu.

Metode ini berprinsip bahwa mengajar bahasa baru (begitu juga bahasa kedua) harus sesuia dengan kebiasaan sparing bahasa yang sepatutnya ada seperti yang dilalui anak-anak ketika belajar bahasa ibunya.proses alamiah sangat berwibawa pada metode ini.

Metode ini memusatkan lega pembelajaran vokabulerr (kosakata), kelebihan metode ini terdapat puas kesederhanaannya dan sangat mudah dalam pelaksanaannya.

Metode tafsiran (the translation method) adalah metode yang lazim digunakan intern pengajaran bahasa asing, termasuk liwa pengajaran bahasa Indonesia yang umumnya merupakan bahasa kedua setelah bahasa pengusahaan bahasa ibu/daerah.

e.

Metode Pemagaran Bahasa

Metode ini menekankan pada pembatasan dan penggradasian kosakata dan struktur bahasa yang akan diajarkan, kata-prolog dan arketipe kalimat yang tinggi pemakaiannya dimasyarakat diambil sebagai sumur teks dan cak bimbingan penggunaan bahasa.

Cara metode ini adalah pendekatan ilmiah karena yang menjadi landasan pembelajaran yaitu hasil dari penelitian para linguis (munsyi). Urutan penyajian bahan penelaahan disusun sesuai tahap-tahap kesukaran yang boleh jadi dialami pesuluh. Dengan demikian pada metode ini tidak dilarang menggunakan bahasa ibu murid, karena bahasa ibu murid akan memperdekat pemahaman bahasa tersebut.

Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) bersumber plong mantra jiwa yang berpandangan bahwa pengamatan dan penglihatan purwa manusia adalah menyeluruh atau berperangai mendunia. Dengan demikian segala sesuatu yang diperkenalkan pada murid haruslah tiba ditunjukan dan diperkenalkan struktur totalitasnya maupun secara menyeluruh.

Metode ini hampir sama dengan metode linguistik, bahasa ibu pesuluh digunakan bakal menjernihkan perbedaan–perbedaan fonetik, kosakata, struktur kalimat dan gramatika kedua bahasa itu.

Metode ini berdasarkan pada 5 tahap, yaitu:

1)

mempersiapkan murid kerjakan menerima pencekokan pendoktrinan

3)

bimbingan melalui proses induksi

4)

generalisai dan penggunaannya di sekolah dasar

Perencanaan alias disebut desain yang disusun di depan kelas. Ada tiga tahapan kegiatan teknik di depan kelas. Pertama, kegiatan pengutaraan dan penjelasan objek penataran. Kedua, kegiatan latihan nan dilaksanakan oleh petatar intern rangka memahami bahan pembelajaran. Ketiga, kegiatan umpan balik untuk menentukan arah kegiatan belajar berikutnya sekaligus merupakan dril atau lanjutan kegiatan belajar berikutnya.

Setelah memahami metode pembelajaran bahasa temperatur juga harus mengetahui teknik-teknik atau garis haluan pengajaran nan lazim digunakan. Teknik berwatak prosedural. Teknik yang baik dijabarkan metode dan serasi dengan pendekatan. Berikut beberapa teknik pengajaran bahasa Indonesia yang protokoler dipraktikan guru bahasa Indonesia.

Pelaksanaan teknik pidato dikelas terbatas dapat berbentuk cerita kenyataan, takhayul atau maklumat tentang ilmu pengetahuan.

Teknik konsultasi boleh diterapkan sreg latihan keterampialn menyimak, membaca, berujar dan menulis. Selain temperatur bertanya lega siswa, murid lagi bisa bertanya pada suhu.

c.

Teknik Diskusi Kerumunan

Teknik ini dapat dilakukan di kelas sedikit dengan bimbingan hawa. Peran guru terutama dalam pemilahan bahan urun rembuk, pemilihan ketua kelompok dan memotivasi pesuluh lainnya agar cak hendak berkata maupun menanya.

d.

Teknik Pemberian Tugas

Teknik ini bermaksud sebaiknya murid bertambah aktif dalam mendalami latihan dan memiliki keterampilan tertentu, bagi murid kelas abnormal tugas individual seperti menciptakan menjadikan catatan kegiatan jurnal atau disuruh menghapal puisi maupun lagu.

e.

Teknik Bermain Peran

Teknik ini berujud agar petatar menghayati situasi atau peran seseorang dalam gabungan sosialnya. Kerumahtanggaan bermain peran petatar bisa mencoba menempatkan diri sebagai biang keladi atau pribadi tertentu, misal: sebagai guru, pengemudi, dokter, pedagang, hewan, dan tumbuhan. Setelah itu diharapkan siswa dapat menghargai jasa dan peranan orang lain, alam internal kehidupannya.

f.

Teknik Karya Wisata

Teknik ini dilaksanakan dengan cara mengirimkan langsung pesuluh kepada obyek yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Misalkan : museum, kebun binatang, tempat pameran atau tempat karya wisata lainnya.

Strategi pengajaran sinektik merupakan suatu kebijakan untuk menjadikan suatu umum intelektual yang menyisihkan bervariasi siswa untuk berperan subur dan menjelajahi gagasan-gagasan baru internal bidang-bidang ilmu amanat alam, teknologi, bahasa dan seni.

Keistimewaan teknik ini antara lain:

a.

Ketatanegaraan ini bermanfaaat kerjakan melebarkan konotasi bau kencur puas diri siswa tenang sesuatu masalah sehingga dia sadar bagaimana berkelakuan kerumahtanggaan keadaan tertentu.

b.

Strategi ini penting karena dapat meluaskan kejelasan pengertian dan internalisasi lega diri siswa tentang materi baru.

c.

Strategi ini dapat mengmbangkan berpikir makmur, baik puas diri peserta maupun plong hawa.

d.

Strategi ini dilaksanakan internal suasana kebebasan akademikus dan kesamaan prestise antara siswa.

e.

Strategi ini membantu pelajar menemukan prinsip nanang baru dalam memecahkan suatu penyakit.


Daftar bacaan

Basiran, Mokh. 1999.
Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994

.
Yogyakarta: Depdikbud
.

Darjowidjojo, Soenjono. 1994.
Permakluman Renungan Pengajaran Bahasa Indonesia andai Bahasa Asing. Referat disajikan dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Salatiga: Univeristas Kristen Satya Wacana

.

Degeng, I.N.S. 1997. Strategi Pembelajaran Mengorganisasi Isi dengan Transendental Elaborasi. Malang: IKIP dan IPTDI
.

Depdikbud. 1995.
Pedoman Proses Berlatih Mengajar di SD. Jakarta: Proyek Pembinaan Sekolah Pangkal

.

Hamalik, O. 1994.
Alat angkut Pendidikan. Bandung: Penerbit PT. Citra Aditya Bakti.

Heinich, R., Molenda, M., & Russel, J.D. 1993.
Instructional Kendaraan and the New Technologies of Instruction, 4th ed. New York: Macmillan Publishing Company.

Machfudz, Pastor. 2000.
Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Jurnal Bahasa dan Sastra UM

.

Moeleong, Lexy J. 2000.
Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosyda Karya.



Saksomo, Dwi. 1983.
Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang

.

Sholhah, Anik. 2000.
Tanya Tutor kerumahtanggaan Penerimaan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing di UM. Skripsi. Tak diterbitkan.



Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahadjito. 1990.
Alat angkut Pendidikan: signifikasi, peluasan dan pemanfaatannya, edisi 1. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali.

Subyakto, Sri Utari. 1988.
Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

.

Sudjana, Kaki langit. & Rivai, A. 1992.
Kendaraan Pengajaran. Bandung: Penerbit CV. Sinar Baru Badung.

Suharyanto. 1999.
Pengajian pengkajian Bahasa Indonesia di SD. Yogyakarta: Depdikbud

Source: https://lobikampus.blogspot.com/2016/06/konsep-pembelajaran-bahasa-indonesia.html

Posted by: and-make.com