Kata Sakit Hati Bahasa Jawa

Bola.com, Jakarta –
Pengenalan-pengenalan sakit lever
bahasa jawa bisa kamu ungkapkan agar menjadi lebih lega. Sakit lever merupakan suatu hal yang sangat susah dipahami.

Kamu mengalami remai, namun tidak berdarah. Seperti cak semau yang mengganjal dan menyendatkan dalam diri.

  • Keefektifan Intimidasi beserta Rajah, Ciri, dan Tandanya
  • Obrolan dengan Jurnalis Vietnam di Sela Piala Dunia 2022: Lebih Asyik Indonesia ketimbang Qatar!
  • Cara Merawat Apartemen sebaiknya Badan Tetap Sehat di Perian Hujan

Mengasingkan sesuatu yang mengganjal dalam hati akan membuatmu makin lega. Ia tidak akan murka-marah maupun trenyuh yang lain jelas.

Selain itu, mengecualikan unek-unek dalam hati akan bisa menghindarkan kamu dari stres dan depresi.

Jika anda merayang bagaimana cara melampiaskan emosi, menggunakan perkenalan awal-introduksi bahasa jawa bisa menjadi alternatif.

Bahasa Jawa dianggap punya keunikan idiosinkratis yang mampu mengubah sebuah kalimat jadi terbantah bertambah leha-leha dan bernada canda. Rasa sakit hatimu pun tak akan dianggap hiperbolis maka itu bani adam lain.

Berikut himpunankata-kata remai lever
bahasa jawa beserta artinya, disadur dari
Brilio, Jumat (20/11/2020).

Kata-Pengenalan Linu Hati Bahasa Jawa

1.
“Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen.”

(Move on itu bukan berusaha melalaikan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik pun dibandingkan dengan nan dulu-dulu)

2.
“Ora penting mikir malam mingguan, seng penting malam lamaran.”

(Tak penting memikirkan malam ahad, yang penting adalah lilin batik lamaran)

3.
“Pacar iku kudune mendoakan ora malah menduakan.”

(Pacar itu harusnya mendoakan lain malar-malar selingkuh)

4.
“Kowe pancen pinter nggawe uwong demap, tapi kenapa malah empok tinggal sepan aku lagi sayang-sayange?”

(Engkau memang pintar membentuk hamba allah belalah, tapi mengapa kemudian kamu tinggalkan ketika aku semenjana caruk-sayangnya?)

5. “Kenopo kowe isih bersikukuh karo wong sing wis nglarani kowe? Opo kuwi sing jenenge sayang?”

(Mengapa kamu masih bertahan pada cucu adam yang telah menyakitimu? Apakah itu yang dinamakan sayang?)

6.
“Ana siji wae sing boleh mbok tindakake kanthi apik, yaiku ngremukke ati.”

(Hanya satu hal yang dapat sira untuk dengan baik, adalah meremukkan hati)

7.
“Aku trimo mundur timbang lara ati, wong enggak oyak kono wis lali.”

(Aku terima ki bertambah ketimbang nyeri hati, dia yang kukejar juga sudah lupa)

8.
“Nelongso rasane, sing tak tresno ono sing nduwe.”

(Sedih rasanya, yang aku cinta telah terserah yang memiliki)

9.
“Dudu buruk perut nek ora cemburu. Tapi, dudu gelojoh barang nek terus nglarani.”

(Lain cinta kalau tidak cemburu. Tapi bukan cinta sekali lagi kalau terus menyakiti)

10.
“Aku mikir kowe terus, yo mergo aku sayang kowe.”

(Aku merefleksikan kamu terus. Ya, karena aku comar kamu)

Kata-pembukaan Sakit Hati Bahasa Jawa

11.
“Selamat pagi kowe, muga Tuhan maafke kekhilafanku, nek mben tiap moco doa cangap ndisikke jenengmu ketimbang Bismillah.”

(Selamat pagi kamu, sepatutnya allah memaafkan kekhilafanku, karena kalau tiap membaca takbir burung laut membangatkan namamu ketimbang Bismillah)

12.
“Abot dipikul menyerentakkan, enteng digowo menyerentakkan, nek abot loro karone dipaketno ae.”

(Berat sama dipikul, ringan sebabat dijinjing, kalo sama-proporsional selit belit dipaketin aja)

13.
“Aku sing loro ati, ngopo wong liyo sing kakak obati?”

(Aku yang lindu hati, kenapa makhluk tak yang ia obati?)

14.
“Ibarat pacar iso di-download, aku bakalan ora jomblo.”

(Jika misalnya pacar itu boleh di-download, aku nggak bakal deh bintang sartan jomblo)

15.
“Sido selalu gak? Lek gak sido tak lampau nggodok mi.”

(Kaprikornus majuh atau tak? Kalau tidak jadi aku lampau masak mi)

16.
“Balikan karo mantan kuwi, koyo kowe njipuk tisu seng bar mbok nggo ngelap umbel, mbok lapke neng lambemu meneh.”

(Kembali sama mantan itu, sama dengan sira mengambil tisu yang mutakadim anda pakai menyetip air hidung, lalu kamu pakai untuk bibirmu sekali lagi)

17.
“Tresno capuk kadang koyo criping telo, iso ajur nek kowe ora ngati-ati le nggowo.”

(Gegares itu kadang sama dengan ceriping tal, bisa hancur kalau kamu enggak selektif membawanya)

18.
“Yen kowe ra nduwe sego, yo ojo mangan konco.”

(Sekiranya kamu tidak punya nasi, ya jangan makan oponen)

19.
“Nek kowe dikon milih de’e utowo aku, miliho de’e wae. Aku dudu pilihan. Mergo nek sing tenanan cinta kuwi ra untuk ninggal.”

(Kalau sira disuruh memintal dia atau aku, pilih dia saja. Aku bukan pilihan. Karena yang cerbak beneran itu tidak akan kawin pergi)

20.
“Isih tetep bertahan karo wong sing isone mung nglarani kowe? Kuwi jenenge sayang? Opo ora iso golek sing luwih seko kuwi?”

(Masih tetap tarik urat ekuivalen orang yang bisa membuatmu terluka? Itu namanya pelahap? Apa tidak bisa mengejar nan lebih baik kembali?)

Perkenalan awal-prolog Linu Lever Bahasa Jawa

21.
“Kowe iku bagaikan ibun pagi sing menyejukkan, tapi sayang aku ora tau ngerti mergo tangiku awan.”

(Engkau itu seperti ibun di pagi tahun yang menyejukkan, tapi sayangnya aku tidak pernah senggang karena bangunku pelalah siang)

22.
“Kowe nek sayang ngomong, ojo ngode terus. Aku dudu brangkas sing butuh kode.”

(Beliau kalau sayang itu bilang, jangan terus mengode. Aku bukan brangkas yang butuh kode)

23.
“Tresno kuwi pancen aneh. Contone aku tresno kowe, tapi kowe ora tresno aku.”

(Gegares itu memang aneh. Contohnya aku gegares beliau, tapi kamu bukan pelahap aku)

24.
“Kowe nangis mergo diputus pacarmu? Senasib ro aku. Reneo, aku dodolan tisu beli satu percuma aku.”

(Kamu menangis karena diputus pacarmu? Sama begitu juga aku. Kemarilah, aku jualan tisu beli satu gratis satu)

25.
“Mbendino kok foto karo pacare, opo mbiyen tuku HP-ne iuran?”

(Setiap hari foto dengan pacar, apa suntuk beli HP-nya urunan?)

26.
“Ngenteni awakmu sayang karo aku bebasan koyo ngenteni udan ning mongso ketigo, ora boleh jadi.”

(Menunggu dirimu sayang setolok aku seperti menunggu hujan angin di waktu ketiga, tidak mungkin)

27.
“Wis kadung ngomong pelahap jebule wis nduwe gandengan, wis kadung tak sawang terlebih ninggal kenangan.”

(Sudah terlanjur sejumlah majuh ternyata sudah ada gandengan, sudah terlanjur aku tatap ternyata pergi kenangan)

28.
“Cah wadon bar di puji tambah langsing, mangane justru tambah akeh.”

(Sendiri wanita setelah dipuji lampai, makannya malah kaprikornus makin banyak)

29.
“Nek mbendino kowe galau, terus kapan seneng-senenge? Umur cerek awakdewe ramudeng.”

(Sekiranya setiap musim kamu galau, lalu pron bila senang-senangnya? Atma kita kan tidak ada yang tahu)

30.
“Sing utama koe bahagia. Tapi karo nyong, udu karo wong liya.”

(Yang terdahulu kamu bahagia. Tapi sama aku tetapi, enggak seimbang sosok lain)

Disadur dari:Brilio.net (Penulis: Kirana Luthfiana Hardian. Published: 15/1/2020)

Silakan, baca artikel pembukaan-pengenalan lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Source: https://www.bola.com/ragam/read/4413690/30-kata-kata-sakit-hati-bahasa-jawa-beserta-artinya-melegakan-perasaan

Posted by: and-make.com