Kata Kata Cemburu Bahasa Jawa

Daftar Isi

  • Kata Mutiara Bahasa Jawa Kuno
    • Menurunkan Ego
    • Gegares Bersyukur
    • Pemberian
    • Berani Tirakat
    • Cara Spirit Damai
  • Kata Mutu Bahasa Jawa Bernafsu
    • Cobaan Vitalitas
    • Niat Kerja
    • Hutang
    • Hidup Sederhana
    • Sama dengan Upil
  • Kata Loklok Bahasa Jawa Mengenai Roh
    • Hak dan Kewajiban
    • Merdeka
    • Nasi Kucing
    • Jangan Muluk
    • Dosa
  • Kata Mutiara Bahasa Jawa Komikal Tapi Sarat Makna
    • Memanen Hasil
    • Mandu Dihormati
    • Rendah Lever
    • Sesekali Menenggak Teh
    • Lakon Terdahulu

Kata mutiara bahasa jawa demap dijadikan banyak turunan bagaikan penyemangat buat menjalani hidup. Tapi, takdirnya musim-hari penuh dengan keseriusan, maka akan takhlik jenuh.

Berpangkal kejenuhan tersebut, maka harus ada selingan cak bagi dapat membuat senang atau tertawa, seperti alas kata humor mulai sejak bahasa jawa.

Cukuplah, kata dur ini biasanya keluar bersumber berjenis-jenis arah. Seperti adagium basyar tua bangka, tradisi lisan mahajana atau nasihat dari tokoh.

Tapi, rata-rata orang jawa itu menyelipkan kelucuan di beberapa ucapannya. Dan dibalik kata lucu tersebut kadang-kadang mempunyai maksud nan mengajarkan lakukan lebih memaknai hidup.

Ingin tahu kata mutiara penyiar bahasa jawa? Simak lanjut penjelasan di bawah ini.


Kata Mutu Bahasa Jawa Kuno

kata mutiara bahasa jawa kuno

Pertama yaitu kata mutu bahasa jawa dari sosok jaman dulu atau kuno. Memang kebanyakan orang jaman silam itu memiliki pikiran nan luas, walaupun jaman dulu masih abnormal dengan listrik.

Wong menang iku sing iso ngasorake priyanggane dewe.

Apabila membahas menang maupun kalah, maka tidak akan ada habisnya. Tapi, kalah dan menang itu tak merupakan sebuah pencapaian nan harus ditunjukkan. Terlampau apa?

Ketentraman batin, orang yang langgeng karuan boleh mempercundang dirinya koteng. Kendatipun dia bisa mengembari tapi tidak bisa menurunkan ego, berguna beliau belum berjaya.


Selalu Berterima kasih

Sing wis budal lalekno, sing durung tekan entenono, sing wis ono syukurono.

Memang perbahasaan anak adam jawa jaman dulu itu selalu memiliki resep tarik, yang boleh mengundang tawa.

Apalagi kalimat nan di atas, memiliki makna yang sangat mendalam. Jikalau bani adam jawa seorang pasti sudah tahu, tapi orang yang belum bisa bahasa jawa tentu menyoal-cak bertanya.

Artinya demikian ini, nan mutakadim berlalu lupakan, yang belum datang tunggulah, yang sudah ada bersyukurlah. sedikit tapi sudah mengajarkan kita untuk comar bersyukur.


Hidayah

Gusti Allah paring pitedah iso liwat bungah, iso liwat pelik.

Apalagi kalau jaman dahulu masih ada Wali Songo nan menyiarkan selam dengan mandu berdakwah. Beliau-dia menggunakan kearifan domestik cak bagi mengajarkan falsafah nasib agamis.

Kejadian yang demikian itu diturunkan oleh beberapa bani adam di daerah. Mereka menggunakan berbagai spesies bahasa dengan pemilihan kata nan bijak.


Bahaduri Asketisme

Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso.

Apa artinya? Bahwa cinta itu bertunas dengan adanya aturan, dan kebesaran akan bersemi dengan adanya kerja persisten.

Jadi semua yang dilakukan atau yang diusahakan itu tidak ada nan sia-sia, selagi kita jiwa lakukan mendapatkan kejadian tersebut. Contoh halnya seperti mendapatkan seseorang yang kita cintai, nan sedang dialami notulis ini,
hmmm.

Jangan afiliasi memangkal dan terbang semangat, konsisten atma menjalani hidup. meskipun dalam keadaan sendiri ataupun bahasa kasarnya jomblo,
haha.


Cara Hidup Rukun

Ora ono urip sing mulyo tanpo urip rekoso.

Nah, yang anak bungsu ini enggak doang damba dalam tidur saja. Tapi juga harus dilakukan bakal menjejak tujuan tersebut.

Bukan terserah kehidupan yang sani tanpa dibekali dengan kerja gigih. Kaprikornus jangan kebanyakan tidur bikin mimpi yang serupa itu. Tidak cak semau sejarahnya, orang kaya itu sonder ada usaha, pasti dibalik kekayaan dari seseorang ada kerja keras dibaliknya.

Kita hanya orang biasa bukan seperti nan ada di film-film, bisa ini bisa itu. Jadi, lebih baik berusaha atau kerja persisten saat muda, kemudian tua sudah bisa santai tinggal menunggu tip datang.


Kata Mutiara Bahasa Jawa Kasar

kata mutiara bahasa jawa kasar

Selanjutnya ada kata mutiara dari bahasa jawa agresif. Alas kata mutiara memang kebanyakan dari bahasa nan kecil-kecil, entah itu sunda ataupun jawa. Tapi kali ini, ada alas kata mutiara bahasa jawa dengan tutur kata yang kasar.


Cobaan Hidup

Urip iku akeh cobaan e. Nek akeh saweran e iku jenenge dangdutan.

Setiap anak adam pasti tidak pemaafan terbit cobaan, dan umumnya saja sebagian yang menyadari peristiwa itu. Jadi, jangan mudah menyerah sekiranya suka-suka penyakit ataupun cobaan hinggap.

Kita tidak dapat pergi berasal cobaan itu, kita hanya bisa menghadapi dan membagi jalan keluar atas cobaan yang kita terima.

Alias bisa mengemukakan komplikasi kita ke teman, cak bagi memberi masukan alias jalan keluar kepada kita. Jangan berlebih lama diam, masalah lain akan radu dengan hal seperti itu.


Karsa Kerja

Niat kerjo ora dolek perkoro. Karsa dolek rejeki ora dolek rai.

Niat bekerja itu bukan untuk cari perkara atau penyakit. Karsa mencari rizki juga tidak untuk mencari paras. Makara, karsa kerja dan mencari rizki itu untuk ibadah karena Allah.

Mengapa? Karena semua insan pasti mencari ridho dari Allah. Bintang sartan silih mindset yang awalnya karsa bekerja dan mencari rizki itu diganti dengan hal tersebut. Agar semua yang kita lakukan itu lebih barokah dan insyaallah bermanfaat kedepannya.


Hutang

Nek tak delok sorotane matamu, ketoke kowe ape nambung utang karo aku.

Kalimat di atas mengingatkan sama lirik lagu dangdut bahasa jawa, yang artinya “seandainya aku melihat dari tatapan matamu, sepertinya anda mempunyai rasa proporsional aku.

Tapi ini dijadikan prolog dur tapi absurd dan dijadikan sindiran oleh sebagian orang. Artinya “jika aku tatap berpangkal kirana matamu, sepertinya kamu cak hendak hutang sebanding aku.

Pengenalan-kata tersebut bisa dia aplikasikan sama n partner kamu, terlebih yang hobinya hutang sama dia,
hehe.


Hidup Tersisa

Kuat dilakoni, ora kuat ditinggal ngaji karo ngopi.

Nah, ini nan dahulu disukai makanya dabir, “awet dikerjakan, jikalau nggak kuat ditinggal ngaji kontan ngopi“. Simpel kan selayaknya! Dia punya masalah atau tidak langgeng menghadapinya, anda tinggal ngopi aja.

Jika kepingin lebih ekstrim pun, pergilah mengaji sesudah mendaras singgah ke restoran. Karuan ada hikmah maupun nubuat seandainya anda sudah melakukan kejadian tersebut.

Selanjutnya kamu akan mengaram ketakutan yang didatangkan makanya Allah lakukan dia nanti.


Begitu juga Upil

Ojo dadi pengecut sing iso ndelek ning nisor mejo.

Tahu upil? Bukan makanan sempat sama upil ya,
wkwk. Bintang sartan tahi hidung itu kotoran yang ada di dalam hidung, atau ingus tandus nan mengendap di n domestik indra.

Sudahlah, kebanyakan orang yang sudah selesai mengupil, umumnya diletakkan di bawah meja, tapi bukan semua orang serupa itu ya.

Kebiasaan tersebut dijadikan kias untuk melukiskan filosofi hidup. Jangan sampai menjadi orang yang kecut hati, seperti mana upil yang bersembunyi di radiks meja.


Kata Mutiara Bahasa Jawa Tentang Hayat

kata mutiara bahasa jawa tentang kehidupan

Salah suatu yang menjadi perkenalan awal mutiara bahasa jawa yang sangat berarti maupun bermakna, yaitu tentang kehidupan. Memafhumi betul segala tujuan untuk hidup dan bagaimana pendirian menjalaninya.


Hak dan Kewajiban

Ngapusi iku hakmu. Kewajibanku mek etok-etok ra ngerti nek mbok apusi.

Ngapusi
merupakan bahasa jawa yang punya kekuatan berbohong atau melibas. Sifat negatif nan dimiliki orang ini merupakan eigendom setiap orang, karena mau dilarang juga tapi dia sudah berbohong, dan nan mengetahui sahaja dia dan Allah saja.

Kalimat tersebut memang banyak benarnya, tapi bidah itu menampilkan tera alias ciri tertentu.

Jadi kamu jangan terburu bakal menghakimi sosok yang sedang membohongimu. Sindir tetapi dia dengan pembukaan mutiara bahasa jawa seperti di atas.


Merdeka

Merdeka iku nek Soekarno mbek Hatta derek beres ning jero dompet. Nek sing derek Pattimura, berarti sik pertarungan.

Sebagian cak semau individu yang mengatakan, bahwa persen itu enggak segalanya. Tapi, sejatinya kebahagiaan itu bukan berasal berusul seberapa banyak harta yang dimiliki.

Dengan kata lain, ketika keadaan tumor ganas atau kantong kering, masih banyak saja cucu adam nan dayuh maupun merasa kurang. Hal tersebut juga dominasi saat kita kumpul bersama teman-n partner kita.

Itu juga yaitu sebuah perjuangan yang harus didapatkan, mengapa? Karena seperti kata pepatah di atas, kalau isi dompet masih gambar pattimura, maka itu masih dalam pertempuran.


Nasi Kucing

Aku tanpamu, koyo dene sego kucing ilang karete, ambyarr.

Sempat khasiat kata di atas? “Aku tanpamu, itu umpama nasi kucing hilang karetnya, ambyarr”, sebagaimana itulah arti dari perbahasaan di atas. Abnormal kasar memang, tapi mempunyai makna nan sangat privat.

Apalagi kalau pengenalan-prolog itu diungkapkan kepada sendiri nan kita sayangi atau cintai, pasti kamu mengetahui perjuangan kita untuk mendapatkannya.

Jadi diibaratkan sebagai halnya nasi kucing yang belas kasihan dari karetnya, pasti semua itu berantakan. Seperti perhatian kita yang ditolak oleh sendiri yang kita belalah.


Jangan Sombong

Nek ngomong ojo duwur-duwur, mengko lambemu kesaplok pesawat.

Relasi dikejar anjing? Pasti kesel kan? Itu diibaratkan insan snobis yang sekali lagi mendongeng. Takdirnya anda semakin banyak bicara, tentu aura yang mendengarkan akan semakin kesal,
*double kill.

Nah, aforisme jawa di atas bisa kamu buat bakal menyindir teman kamu nan sedang mendongeng tersebut.

Kerasin belaka suara kamu, pasti anda bakal siuman-sadar sendiri.


Dosa

Dosa sing paling suwedih iku, dosambat ora nduwe duwik.

Turunan Indonesia nan memiliki banyak bahasa, pastinya sangat suka dengan satire kata. Apalagi kalau pelesetan katanya mengenai bahasa jawa, pasti tidak terserah hentinya.

Seperti aforisme jawa di atas, dosa yang paling kecil trenyuh itu semua pada sambat bukan punya komisi.

Bisa kamu gunakan juga untuk main tebak-teka-teki setimbang teman ia, takdirnya semenjana nongkrong alias kumpul bersama.


Kata Mutiara Bahasa Jawa Lucu Tapi Sarat Makna

kata mutiara bahasa jawa lucu tapi sarat makna

Terakhir adalah ada perkenalan awal mutiara bahasa jawa lucu, tapi sarat makna. Pasti telah penasaran teko! Simak lanjut alas kata-perkenalan awal berikut.

Sing nandur bakale ngunduh.

Dagangan kelihatannya nan mau berpugak-pugak, maka akan mendapatkan hasilnya. Semenjak kutipan jawa tersebut, kita bisa berlatih kalau spirit itu penuh perkelahian. Kerja keras yang kita rasakan saat ini, maka besok kita akan pial kesudahannya.

Jika belum mendapatkan hasil nan baik, maka kita harus bersabar intern menghadapinya. Kita hanya menunggu waktu nan tepat untuk menusuk hasil tersebut.

Tapi sebagian bandingan pasti ada nan mendekati kita, sekiranya kita sudah memiliki itu semua. Padanan yang serupa itu, baiknya kita sisihkan atau cuekin habis, agar tidak menjadi kebiasaan alias bahasa jawanya “
TUMAN
”.


Pendirian Dihormati

Ajining diri soko lathi, lan ajining rogo soko busono.

Sepantasnya banyak petitih bahasa jawa nan penuh dengan berbagai nasehat dan berarti mendalam. Tambahan pula salah suatu kutipan yang di atas tersebut.

Memang etis kalimatnya sumir, tapi intern kata-kata tersebut memiliki pesan yang tersirat dan berbobot. Artinya sama dengan ini, diri dihargai dari mulut dan diri dihargai dari tampilan alias busana.

Itulah cara agar bisa dihargai orang lain dan kita juga bisa menghargai orang lain.


Kurang Hati

Ojo rumongso iso, nanging iso o rumongso.

Bahasa jawa emang simpel kedengarannya, bisa membolak-balikkan kata. Begitu juga kutipan di atas, jangan merasa bisa, tapi bisalah merasa, simple dan mudah morong?

Jadi, setiap orang itu pasti memiliki kemampuan yang sudah lalu ditentukan oleh-Nya. Tapi, kemampuan setiap manusia berbeda-beda. Kaprikornus jangan memperlihatkan kemampuan kita, seandainya masih ada cucu adam lain yang lebih berlimpah internal kejadian tersebut.


Sama sekali Meneguk Teh

Ojo mung ngopi tok, pisan-pisan ngeteh ben ngerti nek urip iku ora mung pait, nanging yo sepet mbarang.

Hidup di mayapada itu diibaratkan seperti tamu yang singgah minum air namun, semata-mata sebentar. Tapi detik arwah karuan ada sejumlah konflik atau masalah yang dihadapi.

Contohnya sebagaimana apa? Ya kayak kutipan di atas, sekali-kali minumlah teh, jangan ngopi. Karena hidup itu bukan sekadar ada ki getir saja, tapi lagi suka-suka yang namanya manis, sepet dan lain sebagainya.

Makara, hidup kamu lebih ada menariknya invalid, jangan pahit terus itu tidak baik buat kesehatan,
hehe.


Lakon Utama

Lakon tuhanku keri.

Pernah mendengar kata-kata bahasa jawa begini, “lakon menang keri”?. Tapi kamu tahu artinya apa? Artinya aditokoh akan memenangkan pertandingan di penghabisan.

Tapi cucu adam jawa mengubah kata tersebut menjadi, pemenang akan nikah yang ragil. Jadi biar teman-teman kamu yang duluan pergaulan, ia yang terakhir.

Tidak apa-barang apa nan buncit, yang utama peristiwa tersebut bisa terlaksana dengan baik,
hehe.

Itulah adv minim tulisan yang dapat pencatat bagikan ke kalian semua. Mudah-mudahan bisa menginspirasi kalian n domestik menjalani sebuah kehidupan yang provisional ini.

Jangan pernah kutung tebak menjalani hidup, hidup itu mengalir, jalani, nikmati dan syukuri. Insyaallah ada jalan terbaik untuk itu semua.

Takdirnya kalian ada kata mutiara dari bahasa jawa yang menyentak atau bagus, dapat mengisi komentar di bawah nan sudah disediakan oleh perekam. Jangan lupa juga
like
dan
share
artikel ini.

Terima kasih, salam berbagi untuk saling melengkapi.

Source: https://www.pinhome.id/blog/kata-mutiara-bahasa-jawa/

Posted by: and-make.com