Kaos Kata Kata Sindiran Jawa

Bola.com, Jakarta –
Mengungkapkan rasa kesal terhadap seseorang enggak perkara mudah. Sama sekali seseorang memilih buat melontarkan
introduksi-kata parodi
seharusnya tidak berdebat hingga terjadi keributan.

Kamu dapat memperalat
kata-alas kata pasemon seumpama ekspresi detik tidak suka dengan anak adam tertentu. Dengan prolog-kata travesti, pas mewakili perasaan kesal atau tak suka.

  • Contoh Pidato Singkat dalam Bahasa Jawa yang Boleh Dijadikan Sumur Inspirasi
  • 30 Kata-Kata Mutiara Bahasa Jawa yang Bisa Meningkatkan Rasa Sabar
  • 5 Arketipe Puisi Bahasa Jawa atau Geguritan dalam Berbagai rupa Topik

Selain mengaplus perasaan, kata-kata sindiran ini dapat menjadi bahan intropeksi.

Terserah banyak ungkapan pasemon yang bisa kamu lontarkan lega orang yang menyebalkan. Mulai yang berbahasa Inggris, bahasa Indonesia, hingga bahasa provinsi. Satu di antara bahasa daerah yang bisa kamu gunakan yaitu bahasa Jawa.

Dahulu alas kata-pembukaan sindirian bahasa Jawa suka-suka makna mendalam nan bisa diambil.

Tetapi, tidak banyak orang nan dapat merangkai kata-pengenalan sindiran dalam bahasa Jawa agar terlihat mengena untuk mereka nan membacanya.

Berikut koleksi
kata-kata travesti
dalam bahasa Jawa yang siapa pustaka untuk ditujukan kepada basyar yang menyebalkan, begitu juga dikutip dari lamanUniqpost
dan
Ekotrimulyono, Senin (17/5/2021).

Pembukaan-Introduksi Pelesetan internal Bahasa Jawa

1.
“Ngapusi kui hakmu. Nek kewajibanku yo mung etok-etok ora ngerti yen mbak apusi.”

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku ya doang pura-kantung tak tahu takdirnya kamu bohongi)

2.
“Atose watu akik isih kalah karo atose omonganmu.”

(Kerasnya alai-belai akik masih kalah dengan omonganmmu)

3.
“Nek ngomong ojo nhuwur-dhuwur. Mengko lambemu iso kesampluk pesawat.”

(Kalau ngomong jangan keluhuran. Nanti mulutmu dapat cak tersenggol pesawat)

4.
“Dunyo nambah tuek, arep ngenteni opo maneh, wes wayahe nglalekne mantan.”

(Manjapada makin gaek, ingin nunggu apa lagi, udah saatnya nglupain mantan.)

5.
“Uripmu koyo wit gedhang. Duwe jantung, tapi ora nduwe ati.”

(Hidupmu seperti mana pohon pisang. Punya dalaman tapi tak mempunyai lever.)

6.
“Witing tresno jalaran soko kulino, lunture tresno jalaran ono wong liyo.”

( Majuh hinggap karena perlu, lunturnya cinta cak bertengger karena terserah orang tidak)

Kata-Kata Travesti privat Bahasa Jawa

7.
“Kadang niat apik ora mesti ditanggepi wong liya apik. Sante lain kalem bae.”

(Kadang niat yang baik tak selalu ditanggapi hamba allah enggak baik. Santai saja)

8.
“Udane awet, koyo lambemu nek ngomel, gak leren-leren.”

(Hujannya abadi nggak reda-reda, begitu juga mulutmu kalau ngomel, tidak kontak berhenti)

9.
“Konco kok moro nek pelir tok. Rumangsamu aku pom bensin?”

(Oponen kok kalau datang semata-mata pas butuh saja. Menurutmu aku ini pom bensin apa?)

10.
“Niat kerjo, ora golek perkoro. Kehendak golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan.”

(Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rezeki, bukan cari ingatan hanya. Tidak balapan, bahkan ugal-ugalan)

11.
“Sak abot-abote masalahmu, nek ditimbang yo ra lakukan payu.”

(Seberat apa kembali masalahmu, takdirnya ditimbang lagi tidak akan larap)

12.
“Dosa sing paling menyedihkan iku dosambat ora duwe duit.”

(Dosa yang paling menyedihkan adalah nan mengeluh tidak punya duit.)

Kata-Prolog Sindiran intern Bahasa Jawa

13.
“Nek dee ngadoh ra mesti dee sengit, iso wae dee meh ngentut.”

(Ketika kamu mulai menjauh, bukan berarti dia benci, barangkali adv pernah dia kentut)

14.
“Pemohon pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro.”

(Pelelang yang pahit saja bisa lakukan sembuh, masak dia yang manis bikin sakit)

15.
“Ojo berlagak nek dadi duwuran, kakak pasar duwuran regane deka- ewu entuk telu.”

(Jangan rangah sekiranya makara bos. Di pasar, atasan diobral 10 ribu dapat tiga)

16.
“Sakjane aku jek cangap, nanging aku sadar saiki aku gor lepasan.”

(Sejujurnya aku masih sayang, tetapi aku ingat masa ini aku saja seorang alumnus)

17.
“Tresnomu koyo kondominium bersantap padang, akeh cabange.”

(Cintamu sebagaimana rumah bersantap padang, banyak cabangnya)

18.
“Sereng ngewei angry react, koyone dee gagal move on.”

(Bosor makan ngasih angry react, kayaknya anda gagal move on)

Kata-Kata Sindiran dalam Bahasa Jawa

19.
“Sakeng okehe panganan neng Indonesia iki, gek dee ijek mangan koncone dewe.”

(Bermula sekian banyaknya kas dapur di Indonesia ini, dan dia masih bersantap temennya sendiri)

20.
“Nek angger tenanan mestine yo wes teko, ora gor ngomong sesok, tapi tekan rembulan sesok e.”

(Kalau khusyuk sih harusnya sudah sampai, enggak cuman beberapa besok, tapi sampai bulan depan)

21.
“Adoh, gak duwe duwet iki ge bayar utang.”

(Haduh, gak n kepunyaan uang ini untuk bayar utang)

22.
“Wingi koncoku cerito, dee di tukokne anak-anakan karo cowok e, di tukokne baju, sendal, walah apik-apik lo yank…”

(Kemarin temanku narasi, engkau dibelikan boneka, rok, teklek, wah bagus-bagus loh, Yang…)

23.
“Bar teriris musuhan, nek gak etok-etok gal kenal padahal bien podo-podo seneng e.”

(Habis putus musuhan, jikalau enggak cak asal-asalan gak kenal, sedangkan dulu setimpal-sama majuh)

24.
“Ono papat wong sing iso ngilang. Purwa malaikat, keloro jin, ketelu setan, kepapat wong utang ra gelem nyaur.”

(Terserah catur orang yang boleh menghilang. Pertama malaikat, kedua jin, ketiga setan, keempat yaitu manusia berutang nggak mau bayar)

25.
“Kowe ngelih banget, po? Nganti koncomu dewe mengapa pangan.”

(Kamu lapar banget barang apa? Sebatas temanmu sendiri kamu makan)

Sumber:
Uniqpost, Ekotrimulyono

Dapatkan artikel kata-kata sindiran dari beraneka ragam tema bukan dengan mengeklik tautan ini.

Source: https://www.bola.com/ragam/read/4559051/25-kata-kata-sindiran-dalam-bahasa-jawa-menyentuh-dan-penuh-makna

Posted by: and-make.com