Membangun reputasi keunggulan di mayapada khayali bukan persoalan tercecer. Ceceh strategi dan pemilahan channel pemasaran yang tepat. Selain itu, kedekatan dengan konsumen juga harus terus dibangun. Dan tidak kalah utama adalah memperalat public figure umpama sebagai endorser.

“Hal ini memberikan kontribusi kasatmata terhadap
sales revenue
kami, dan aktif beriklan di media sosial seperti Instagram dan Facebook serta situs-situs berita naik daun lainnya,” kata Ronny Chandra, Direktur Marketing Luwak White Koffie.

Untuk membangun kedekatan dengan costumer, Luwak White Koffie meluncurkan program-progrma inovatif dengan mengajak konsumen berpartisipasi di medsos begitu juga program selfie di booth kopi luwak dan event outdoor dengan memberikan hadiah hiburan kerjakan pengguna yang membujur seperti mana trip ke Korea. “Kami lakukan itu agar konsumen semakin dekat dan merasa ibarat kekuarga, sehingga mereka bisa menjadi brand ambassador kami,” demikian Ronny berhasrat.

Tentu, ia melanjutkan, pihaknya kembali habis selektif dalam memilih media sosial dan endorse yang akan digunakan. “Kami terserah tim khusus yang memaintain sosial media dan kronologi dunia online, sehingga bisa update wara-wara dan punya pustaka cak bagi menentukan startegi membangun popularitas tanda di kendaraan online, sebab ini cukup krusial bagi kami,” kata  Ronny.

Lazimnya di media sosial, adakalanya komentar negatif alias komentar kurang puas yang nomplok dari pengguna sayang terjadi. Sepantasnya, Ronny berterus terang jika ia tidak memiliki kebijakan spesial untuk mengcounter. “Kami hanya menjelaskan terkait dengan apa yang dikomplain.  Jika komentar merusak itu berisi masukan atau kritik yang konstruktif, justru kami senang menerimanya karena jadi bagian dari masukan atau input positif bakal perbaikan ke depan,” tutur Pria nan memegang sebagai Direktur Marketing ini.

Tambahan pula aturan dari sarana sosial tinggal melangah dan interaktif, Ronny mengamini awalnya ia merasa cukup berat. “Untungnya kami membangun brand berpokok iklan di televisi, dan peristiwa itu sangat berkapak plong citra positif ini di medsos, Kami menggunakan artis jagat rat bakal meningkatkan citra yang baik di indra penglihatan konsumen lokal alias internasional,” ujarnya.

Menurutnya, merek yang dipersepsi maujud di media sosial itu adalah selama keunggulan tersebut bisa mengomunikasikan produk ke pengguna dan meningkatkan brand awareness di mata mereka, itu sudah bagus. “Jujur kami akui, sejauh ini memang kami selalu sparing dan update wara-wara, sebab kita masih belum dapat menemukan standart tools yang mencerminkan kebutuhan konsumen berpangkal sosmed,” imbuh Ronny.

Malah karakteristik konsumen itu beragam. Sekiranya sebuah brand berlebih sering hard sell boleh jadi tidak akan disukai makanya konsumen. Sekadar, ada pula konsumen yang punya fiil sebaliknya.

Menyangkut kenyamanan pemakai, Ronny mempunyai cara tersendiri bagi mensiasati peristiwa ini. “Menurut Kami semua iklan nan sudah koalisi dilihat oleh konsumen akan di skip, cuma hal itu menandakan bahwa promosi kita mutakadim sampai ke konsumen, karena dia sudah luang tanpa harus melihatnya lagi,” tegas  Alumni Industrial Engginering yang sudah lalu terbujuk dengan dunia marketing ini.

Dalam situasi membangun ketenaran merek di internet, Ronny menyarankan untuk terus mengamalkan inovasi dan iklan-iklan produk terbaru, serta aneka promo yang bisa membangun kedekatan dengan konsumen. Tanpa itu, menurut Lanang kelahiran Semarang Jawa Tengah, susah menciptakan menjadikan merek yang bermoral-benar tersohor di jagat maya. Tak pelecok kalau Luwak White Koffie menekankan kreatifitas lebih bakal selalu mengeluarkan iklan kreatif yang lego dan menggunakan bintang iklan yang hijau, serta promo bagi konsumen. “Mungkin karena itu pula, kami bisa jadi merek naik daun di manjapada niskala,” katanya.