Gambar Kesendirian Di Malam Hari

Ilustrasi Malam. Foto: unspalsh.com




Sajak


adalah salah suatu tipe karya sastra yang bisa menjadi tempat menumpahkan ingatan, ide, dan gagasan penulisnya. Penguakan


bahasa


dalam sajak kebanyakan menggunakan makna-makna simbolis, sehingga pembaca sering menafsirkannya berbeda-beda.


Mengutip siasat


Apresiasi Sastra Indonesia


karya Dina Gasong, secara etimologis, puisi terikat oleh ritme, rima, serta susunan bait, dan lajur. Belaka, seiring berjalannya waktu, sajak menjadi semakin nonblok dan tidak banyak terikat maka dari itu kaidah rima dan ritme, serta terbentuk sesuai dengan kehendak penulis.


Terserah banyak tema dan objek yang bisa diangkat dalam sebuah puisi, keseleo satunya adalah


lilin lebah

. Puisi dengan tema lilin lebah dapat berisi ungkapan atau ekspresi perasaan penulis akan halnya toleransi, kesunyian, dan ketunggalan.

Ilustrasi Malam. Foto: unspalsh.com


Puisi mengenai Lilin batik yang Menyentuh Lever


Disadur dari gerendel


Kumpulan Puisi


oleh Sri Damayanti,


Kota, Kita, Lilin lebah


oleh Isbedy Setiawan, dan


Sajak Pelukan Hujan


oleh Senandika Amaya, berikut kumpulan syair adapun malam yang hingga ke hati.



1. Wulan Lilin batik




Nan dihiasi beribu-ribu bintang



Yang diterangi indahnya rembulan



Di malam yang gelap dan sunyi sepi



Rembulan hadir mengangkut panah



Medali cecer dengan kilap cahaya alangkah mempesona



Setiap malam datang kau besar perut hadir dihiasi bintang, diterangi bulan



Kau pun hadirkan kebisuan



Dan kesunyian itu ku lalui dengan kelipan medalion dan nur



Cahaya rembulan dan bintang mengawani malam yang larut



Entah kenapa ada kesepian di hatiku kini



Padahal bulan menyebut dengan indah



Bintang pun berkedip kedip mengajak bercanda



Peluk aku n domestik sepi sayapmu



Biarkan aku terlelap sekejap



Disaksikan panah tanda jasa dan terangnya rembulan



2. Kemujaraban 1001 Lilin lebah




Relasi memangkal tuk menyoal



Malam nan akan dipenuhi beribu pahala



Meratapi akan kesalahan yang pernah kulakukan



Sungguh merana seandainya ku mengulang sejarah



Ku enggak ingin lilin batik ini berakhir



Menangkap basah malam ini yang tak perantaraan terulang kembali



Di ketika semua mutakadim berhenti



Terasa semacam itu positif kalau ku merindukan lilin batik ini



Ulem kebaikan 1001 malam



3. Kerinduan Lilin lebah




Mengapit malam nan sedang menanti



Perlahan ku katakan kangen ini



Di dermaga hatimu yang menanti



Yang berlaku resah nan pilu



Ku disini mendayukan rindu



Aku disini memuja sosokmu



Setiap momen degup nadiku hanya ada panggilanmu



Malam yang perlahan mengintip



Terasa begitu hierarki musim berlalu



Menanti bayangmu memeluk rindu


4. Selamat Malam Kekasih Hati



Bulan bersinar itu menyapaku



Termangu sendirian di berkamu tenang



Hembusan kilangangin kincir mengetuk bujur sukmaku



Menyentuh segenggam rindu



Kangen nan lama terpendam



“Selamat Malam Kekasih Hati”



Kubisikkan kepada hembusan angin yang lewat



Dan ku titipkan salam rindu selalu



Untukmu, sosok yang kurindukan


5. Sudut Malam



Aku memandang sebuah sudut



Di mataku bayangmu tidak persaudaraan hilang



Kacamata yang ku tatap di lilin lebah ini sebagai saksi



Bagai ranting kering nan mudah jatuh



Di ki perspektif lilin batik itu bayangmu menclok



Sungguhpun itu hanyalah sebuah kenangan


6. Bagaimana Takdirnya Aku Tak Sanggup?



Aku adv pernah malam ini kau tidak akan datang lagi



tapi aku akan terus menanti



bahkan detik kutahu guncangan itu tentu



bukan karena aku sengaja mau merusaki diri



hanya cuma engkau begitu candu untuk kurindui.



Jangan menjanjikan apapun padaku



bukan itu yang akan membuatku menunggu



bukan ada yang mengharuskanmu membuktikan



aku paham cinta selalu layak diperjuangkan.



Aku menangis sejauh lilin lebah



bagaimana jikalau aku tidak sanggup


7. Harapku Membeku



Rindu ini tiba-tiba menyergap



menyeruak dalam sepi yang gelap



tidak berhenti kulantunkan mohon



satu ketika dalam suatu atap



Aku masih saja lupa, selalu



mengingatmu sepanjang waktu



sakitnya – kau tidak milikku



dia mungkin akan terus diam



sementara aku mencintai terlalu dalam


8. Sebatas Sulit Memperlainkan



Maaf, tak terserah puisi malam ini



hatiku hanya madya ingin koteng



kerumitan ini semacam itu sulit kuakhiri



namun juga enggak dapat membelakangkan pergi.



Sini mendekat, kuberi tahu sesuatu



di hatiku, kupahat namamu perumpamaan kekasih



enggak sepatutnya kau membalas rasaku



sahaja memberitahu bahwa semuanya “masih”



Jangan mencintaiku berlebihan



patut kita saling melengkapkan



agar tetap saling membutuhkan



sebatas jarang bagi saling melepaskan



9. Malam di Kotamu




Ingin ku rantai serantai pengenalan



Leher jenjangmu kaubawa juga



Bagai popi yang kuhadiahi



Tanganmu kurekatkan di peledak-awan


10. Kota Luar



Selamat lilin batik, kota yang kurindu kini privat pelukku



Lalu kronologi, lelampu, simpang tiga, dan taman di tengah daerah tingkat



Bagai lembar buku terbuka mohon ditulis



Boleh jadi kisahan perjalananmu alias gugup dan kesal



Sebagai lilin batik aku melihatmu



Mandi lelampu, basah oleh kronologi yang tak sahabat



Kau menyapa kerabat, tapi tidak pula terserah tangan yang ingin menyalamimu



Daerah tingkat ini amat luar sesepi saat tanpa kawan


11. Kedahagaan Malam



Mengisyaratkan lilin lebah akan tiba



Hewan malam mulai menyuarakan lagu



Saat temaram mulai muncul



Sunyi juga terdengar sunyi



Aku terbaring privat kesenyapan



Ingatan rindu yang tak tersampaikan


12. Sepertiga Malam



Rembulan mesem bersama bintang




Kulangitkan tahmid di saat banyak mata terlelap



Salahkah bila aku memaksakan meminang kepadamu mengenai ia di sepertiga lilin batik



Detik yang memadai mencurahkan semua intensi



Supaya sang penggubah merestui semua pintaku


13. Guyur Lilin batik



Bicaralah lega langit yang sepi



Dan dengar lain perlu kamu memaklumi



Bicaralah pada angin yang lengang



Dan sadar, tidak aku harap kau menerima



Bicaralah pada gelapnya ini



Akan raibnya bilang mimpi



Dan jangan sampai kau pun



Karena aku tidak peduli lagi

Source: https://kumparan.com/berita-hari-ini/13-puisi-tentang-malam-yang-menyentuh-hati-1yKJolXGz69

Posted by: and-make.com