Film Indonesia Yang Tidak Laku

Teknologi Pesiaran
(TI), ataupun dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
Information technology
(IT) adalah istilah umum kerjakan teknologi apa pun nan membantu manusia kerumahtanggaan membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau mengawurkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Manifesto lain hanya faktual komputer pribadi, cuma juga telepon, TV, peralatan rumah strata elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).[1]

Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, amanat bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.[2]
Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam
Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa “teknologi baru belum n kepunyaan cap khusus nan didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). “.[3]
Bilang meres modern nan muncul dari teknologi butir-butir adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, komputasi awan, sistem makrifat global, Neraca besar basis pengetahuan dan enggak-lain.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Pada sediakala memori, sosok ki beralih informasi melampaui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memafhumi kabar yang disampaikan oleh bani adam lain namun itu bukan berseregang secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka kenyataan yang berada di tangan sang akseptor itu akan dilupakan dan tidak dapat disimpan lama. Selain itu jangkauan suara lagi sedikit.

Sesudah itu teknologi pengajuan informasi berkembang melalui lembaga. Dengan kerangka jangkauan informasi dapat makin jauh. Gambar ini boleh dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bersiteguh lebih lama. Bilang gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai kini sehingga orang sekarang dapat menyedang memahami informasi yang kepingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan kredit arabik memuluskan cara penyampaian informasi yang bertambah efisien berusul cara yang sebelumnya. Suatu rang yang mewakili satu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, maupun dengan penulisan angka, seperti mana MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan intern penulisan kenyataan itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi kian cepat lagi. Teknologi elektronik sebagaimana radio, televisi, komputer jinjing mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di kewedanan yang kian luas dan makin lama tersimpan.

Publikasi awam

[sunting
|
sunting sumber]

Maklumat dan Teknologi komunikasi 2005

TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai rataan yang termasuk namun tidak terbatas puas hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa pemrograman, dan data konstruksi. Singkatnya, segala yang menciptakan menjadikan data, mualamat atau pengetahuan yang dirasakan internal format optis apapun, melangkaui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap penggalan dari TI. TI meluangkan menggalas dengan empat set layanan inti untuk kondusif menjalankan strategi komersial: proses bisnis mekanisasi, menyerahkan publikasi, menggerutu dengan pelanggan, dan alat-perangkat produktivitas.

TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi lakukan merancang jaringan komputer dan basis data takrif. Beberapa tugas nan TI lakukan mungkin teragendakan manajemen data, jaringan, rekayasa perabot gentur komputer jinjing, basis data dan desain perkakas lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi menginjak menyebar seterusnya dari absah komputer jinjing pribadi dan teknologi jaringan, dan kian ke intern integrasi teknologi lain seperti eksploitasi ponsel, televisi, mobil, dan banyak kembali, nan meningkatkan permintaan untuk tiang penghidupan .

Plong masa lalu, para (Dewan Akreditasi buat Engineering dan Teknologi) dan Asosiasi bagi mesin komputasi sudah lalu bekerjasama lakukan membentuk akreditasi dan standar kurikulum
[4]
buat program degrees di Teknologi Warta seumpama meres penajaman dibandingkan
[5]
dengan Aji-aji Komputer jinjing and Sistem Informasi. SIGITE (Special Interest Group for IT Education)[6]
yakni kelompok kerja ACM bikin mendefinisikan patokan ini. Pendapatan layanan TI di seluruh dunia sebesar $ 763.000.000.000 pada tahun 2009.[7]

Pertumbuhan dan kapasitas teknologi

[sunting
|
sunting sumber]

Hilbert dan Lopez[8]
mengidentifikasi kepantasan eksponensial perubahan teknologi (semacam syariat Moore): mesin aplikasi-solo untuk menghitung daya produksi siaran per-kapita memiliki sekeliling dua kali bekuk setiap 14 bulan antara 1986-2007; kapasitas per-kapita di dunia komputer tujuan publik telah dua boleh jadi bekuk setiap 18 wulan selama dua dasawarsa nan proporsional, produktivitas telekomunikasi global per-kapita dua kali lipat setiap 34 wulan; kapasitas penyimpanan marcapada sendirisendiri kapita yang dibutuhkan seputar 40 wulan untuk memperbanyak (setiap 3 periode); dan pengetahuan wara-wara per kapita mutakadim dua kelihatannya lipat sekitar setiap 12,3 hari.[8]

Dampak

[sunting
|
sunting sumber]

Bidang Pendidikan

[sunting
|
sunting mata air]

UNESCO mengeluarkan jurnal pada tahun 1996 yang menjelaskan terkait bagaimana proses pendidikan boleh berjalan secara berkelanjutan yang harus diterapkan berdasarkan empat pilar proses pengajian pengkajian, merupakan sparing untuk menguasai ilmu pengetahuan, sparing bagi tanggulang banyak keterampilan, sparing bikin mengembangkan diri secara maksimal, dan sparing lakukan spirit sosial.[9]
Pertukaran nan terjadi pada dunia pendidikan dengan adanya uluran tangan teknologi ialah saling terhubungnya antar negara dalam manjapada ilmu pengetahuan, sehingga hubungan di antaranya menjadi semakin mudah dan cepat. Dengan adanya teknologi, maka manusia dapat menyurutkan faktor urat kayu dan musim bikin mendapatkan ilmu publikasi dimanapun dan kapanpun.[10]

Pembelajaran dalam dunia pendidikan semakin berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi yang ada. Salah satu rajah kemajuan dalam marcapada Pendidikan dengan bantuan teknologi adalah kegiatan pembelajaran mutakadim menggunakan metode
e-learning
nan dapat disampaikan melalui semua media elektronik seperti audio, video, TV interaktif,
compact disc
(CD), komputer, dan internet.[11]
Peran teknologi privat manjapada pendidikan sangat lautan karena bisa mendukung tenaga dan murid ajar mendapatkan materi pembelajaran berupa harian, buku, majalah, dan modul dengan menggunakan perpustakaan elektronik dengan ki alat komputer dan internet. Kemunculan internet bisa meniadakan pendedahan di sekolah menjadi pengajian pengkajian jarak jauh dengan kondisi dan peristiwa apapun.[12]

Teknologi intern mayapada pendidikan dapat kontributif proses administrasi seperti menjadi alat kerjakan membantu memperbaiki data organisasi pada lembaga pendidikan. Dengan bantuan teknologi berbasis sistem komputer, data terkait siswa, guru, dan data sekolah akan lebih tenang dan tenteram dan makin mudah bakal diakses plong momen diperlukan.[13]
Teknologi juga bisa membantu dari sektor tenaga pendidik untuk menyenggangkan materi pembelajaran untuk murid didik semoga lebih mudah dipahami dan dipelajari. Tenaga pendidik juga bisa memanfaatkan teknologi bikin menyusun jadwal dan metode pendedahan yang dibutuhkan peserta tuntun sebaiknya kian nyaman dalam mengerjakan proses belajar mengajar.[14]

Kerumahtanggaan pengembangan dan pemanfaatan teknologi internal dunia pendidikan terdapat 3 prisnisp sumber akar yang harus dicapai, ialah pendekatan sistem nan kian mudah dan efisien, memfokus hasil plong petatar didik, dan pemanfaatan teknologi lega perigi berlatih. Dengan adanya teknologi, proses membiasakan mengajar mengalami perubahan yang drastis begitu juga dari sekedar pelatihan saja menjadi penampilan peserta didik, dari sekolah menjadi dimana dan kapan saja tenaga pendidik dan peserta pelihara bakal, berasal menggunakan plano dan buku menjadi memperalat komputer dan laptop.[15]

Pecut tenaga pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh teknologi berbasis informasi. Situasi tersebut bisa terjadi karena teknologi dapat menjadikan pembuatan materi dan tugas lebih mudah, bermanfaat, membukit kapasitas saat proses membiasakan mengajar, meningkatkan efektifitas sparing, dan meluaskan potensi dalam berpikir tenaga pendidik dan peserta bimbing intern proses belajar mengajar.[16]
Teknologi nan sering digunakan dalam proses membiasakan mengajar disebut dengan sarana pembelajaran. Media pembelajaran adalah perabot cak bagi membantu tenaga pendidik dalam menyalurkan materi (alamat penerimaan), sehingga bisa meningkatkan perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa pelihara dalam proses belajar mengajar bakal mencapai tujuan penerimaan di sekolah atau diluar sekolah. Penggunaan teknologi seumpama kendaraan penerimaan berujud kerjakan menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.[17]

Bidang Ekonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Teknologi informasi yang terus berkembang seiring berkembangnya pula proses globalisasi di manjapada mewujudkan pembangunan ekonomi mulai sejak awalnya berbasis sumber daya kalimantang beralih menjadi pembangunan ekonomi berbasis ilmu takrif dan teknologi butir-butir.[18]

Teknologi pemberitaan dalam bidang ekonomi khususnya dalam ranah memikul memiliki peran sangat penting sebagai sarana dan wadah transaksi bakal bisnis daring yang berbentuk media maujud internet. Intern internet terdapat situs web yang dapat menjadi media pelaku bisnis dalam mempromosikan barang-barang jualan kepada konsumen. Pelaku bisnis kembali boleh membuat aplikasi berbasis
online
untuk mempermudah proses pembayaran nan dapat digunakan pemakai saat membeli barang.[19]

Jalan teknologi informasi bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat dan negara secara luas sebagai sumber pertumbuhan ekonomi karena boleh membantu n domestik proses produksi dengan menunggangi modal sedikit kiranya mendapatkan hasil yang maksimal dan meningkatkan perekonomian secara pesat.[20]

Teknologi berbasis kenyataan yang digunakan lega bidang ekonomi khususnya menggalas dapat mengasihkan kemudahan akses bagi perusahaan buat melakukan transaksi dengan firma lain nan kaya di luar negeri dengan bantuan internet. Akses yang bisa digunakan firma melalui internet tak punya batasan dan dapat mengamalkan transaksi secara
online.[21]

Teknologi informasi memberikan dampak yang signifikan pada sektor industrialisasi dan bisnis dalam pertumbuhan ekonomi di dunia. Plong level mikro, kemajuan teknologi bisa digunakan intern industri dan persaingan secara global.[22]

Sedangkan pada level makro, teknologi bisa dimanfaatkan kerumahtanggaan pembangunan ekonomi dan menyerahkan kontribusi lega pertumbuhan ekonomi masyarakat. Teknologi sangat berpengaruhi terletak pertumbuhan ekonomi mayapada saat ini.[23]

Intern proses persaingan pasar global, perusahaan dituntut untuk menggunakan teknologi secara maksimal bikin mencecah label dalam berlomba. Kemenangan berbisnis dalam hal persaingan global sangat dipengaruhi oleh penggunaan media teknologi takrif.[24]

Pengembangan teknologi sangat dibutuhkan intern proses transmutasi nan dimana firma hanya membutuhkan modal mungil untuk mendapatkan kredit tambah yang dulu segara.[25]

Setiap negara yang menerapkan sistem teknologi dalam menggalas akan dihadapkan pada dua pilihan yaitu melakukan pengembangan teknologi melalui proses
invention
dan
innovation
dan berbuat pengembangan teknologi melangkahi alih teknologi. Lain semua negara dapat menggunakan dua pilihan tersebut dalam proses menciptakan menjadikan, menggembleng, dan menjual produk dalam bisnis. Dengan adanya kehilangan tersebut maka yang harus dilakukan oleh setiap negara adalah dengan mengembangkan metode teknologi baru melalui
R&D
dan
buy some strategy.
[26]

Bidang Sosial

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam nasib manusia terdapat hubungan sosial yang tidak sungkap berasal teknologi khususnya media sosial. Media sosial ialah media berbasis online yang dapat digunakan untuk berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan komunikasi antara sesama pengguna melalui situs web sama dengan blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan marcapada virtual. Rancangan kendaraan sosial yang paling sering digunakan publik secara global khususnya di Indonesia yakni blog, jejaring sosial dan wiki.[27]
Wahana teknologi informasi dalam proses komunikasi bisa meningkatkan dan melancarkan proses pencarian dan pengiriman informasi antara pengguna dengan biaya dan musim yang terbatas saja menghasilkan informasi yang akurat kalau dibandingkan dengan menggunakan surat.[28]
Kemudahan yang didapat maka dari itu pengguna membuat waktu nan digunakan makin berarti dan efisien serta dapat berkarisma terhadap gaya hidup, tingkah laku baik itu pada saat sendiri atau pasuk.[29]
Teknologi yang berbentuk aplikasi media sosial dulu kontributif konsumen buat berkomunikasi secara global internal waktu singkat dengan konsumen lain nan cak semau di seluruh bumi dan dapat mempengaruhi perilaku pemasyarakatan masyarakat yang menggunakan sosial ki alat.[30]

Di Indonesia, pemakai internet semakin meningkat setiap tahun seiring berkembangnya teknologi itu koteng. Kenaikan konsumen internet dipengaruhi oleh fasilitas kerumahtanggaan menggunakan, mendapatkan, mengakses, dan menyelesaikan informasi ke beraneka ragam sarana yang tersedia. Dengan bantuan internet dan teknologi, umum dapat berinteraksi secara netral dan boleh membentuk kekerabatan dengan cara yang mudah.[31]
Kemajuan teknologi bertujuan kerjakan memudahkan makhluk n domestik segala situasi cak bagi kontinuitas hidup. Saat semua pekerjaan semakin mudah cak bagi dikerjakan, maka dampak yang unjuk adalah timbulnya rasa malas dan menjarang semenjak sosial seperti mana memudarnya rasa kekompakan antar sesama, kebersamaan memudar, dan kegiatan bertarung semakin menyusut. Kendaraan elektronik yang dikembangkan sekarang seperti televisi, komputer, internet, dan
handphone
telah mengakibatkan mahajana menjadi pecandu media elektronik.[32]
Dampak semenjak teknologi informasi lalu beragam dan memberikan pengaruh yang habis langgeng pada kehidupan masyarakat sebagai halnya keefektifan teknologi secara kekuatan sangat sesuai sesuai dengan tujuan masyarakat, peralihan langsung pada publik dalam merespon masuknya teknologi, dan pergantian berasal hasil inovasi yang telah diantisipasi.[33]
Mengenai dampak merusak yang diberikan teknologi begitu juga terjadinya kerusakan dan penghamburan moral dan akhlak sreg mahajana luas. Awam yang mengalami penurunan kesopansantunan dan akhlak akan menjadi terbatas peka terhadap usia sosialnya karena diakibatkan berkurangnya intensitas bertatap yang terjadi intern organisasi alias lingkungan sosial masyarakat.[34]
Teknologi informasi tidak doang sekedar digunakan bagi berkomunikasi makanya pengguna, tetapi juga memberikan dampak negatif berupa dapat mengakses situs web nan tidak sebaiknya dilihat seperti, situs kekerasan dan situs pornografi. Perkembangan teknologi pemberitahuan dan komunikasi memberikan dampak yang buruk karena dapat memasrahkan otoritas terhadap perilaku sosial atau melunturkan nilai-nilai kebudayaan umum.[35]

Meres Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Keberuntungan teknologi informasi dalam latar kesegaran dapat dilihat dari hasil temuan baru yang didapatkan melalui investigasi dalam rencana proses pengerahan susuk kesegaran, penyembuhan pasien, maupun penelitian dan pengembangan dari aji-aji kesehatan itu sendiri. Bentuk pelayanan kesegaran berbasis teknologi detik ini sangat diperhatikan dunia karena berkesempatan bagi meningkatkan kualitas hidup manusia.[36]
Pelayanan di sektor kebugaran kerjakan masyarakat dipengaruhi maka dari itu penggunaan teknologi berbasis kabar dan digital agar penerapan intervensi kesehatan pada awam bisa lebih efektif dan tepat sasaran.[37]
Penerapan intervensi plong bidang kesehatan mempunyai dampak yang sangat osean bakal mahajana karena boleh memperlancar dan mempermudah akses pelayanan melangkahi situs web digital yang berisi keterangan tercalit riset dengan tujuan untuk memajukan teori dan konsep pelayanan kesehatan itu sendiri.[38]

Teknologi informasi nan digunakan pada bidang kesehatan boleh membuat pasien anak dan anak bini merasa aman dan konsisten menerapkan pengamatan kontan kepada pasien agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberian informasi dan bimbingan perlindungan kepada pasien.[39]
Pemanfaatan teknologi manifesto sebagaimana internet plong lembaga kesehatan hanya digunakan untuk keperluan rumah sakit dan kebutuhan pasien. Hanya, pemanfaatan internet oleh perawat di apartemen lindu diatur maka dari itu politik organisasi, budaya kerja dan pemberian pelatihan terkait penggunaan internet.[40]

Penggunaan software nan berbasis komputer jinjing pada bidang kebugaran khususnya kondominium nyeri berfungsi lakukan menyerahkan takrif secara menyeluruh dalam pembuatan rencana perawatan yang aman dan mudah. Butir-butir n domestik software tersebut menutupi tolok perawatan berdasarkan verifikasi masalah di rumah nyeri, cara penanganan penyakit, kebiasaan dan rekomendasi perawatan kepada pasien, referensi bakal penyakit yang dialami pasien dan pendirian pemakaian peminta yang akurat, serta akses ke pokok data rumah sakit secara digital melalui media komputer jinjing. Software lagi dapat mempercepat pengambilan keputusan oleh perawat kerumahtanggaan melakukan penanganan, membuat kerangka berobat jalan bakal pasien, mengingatkan paramedis untuk memberikan tindakan penangkalan atau risiko terhadap alergi kepada pasien dengan menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium sebelum diberi obat sesuai kebutuhan penyakit pasien.[41]
Software berbasis makrifat tersebut juga berarti ibarat panduan terkait mandu identifikasi, proses penelitian dan metode pemberian rekomendasi tercalit penanganan kasus obesitas puas anak arwah sekolah dan mulai dewasa.[42]

Berkembangnya teknologi deklarasi internal dokumentasi di satah kesehatan menerimakan kemudahan dan cara yang hijau kerjakan merekam, memberikan dan menerima pesiaran pasien. Dokumentasi membantu perawat atau petugas flat guncangan bertanggung jawab atas isolasi dan keamanan informasi penyakit pasien. Sehingga diperlukan kebijakan dan pedoman yang sudah diatur oleh organisasi ataupun rumah sakit agar proses dokumentasi lebih kesatuan hati. Pengembangan pengarsipan dengan uluran tangan teknologi informasi dan sistem komputer harus taat mengamati aturan pengarsipan terkait akses, penyimpanan, pengambilan dan pengangkutan informasi seperti dalam sistem pengarsipan berbasis kertas.[43]
Proses dokumentasi juga digunakan untuk menepati patokan profesional dan syariat yang berlaku secara mondial dan tinggal berjasa menjaga sangkut-paut petugas kesehatan dan pasien mudahmudahan terjalin dengan baik dan petugas dapat menerapkan deklarasi keperawatan serta membuat keputusan menurut patokan profesional  kepada pasien karena adanya bukti sekiranya ada tuntutan hukum baik dari pasien ataupun semenjak petugas kesehatan.[44]
Jalan teknologi kesehatan berbasis informasi di asing negeri mutakadim berkembang dalam aktivitas keperawatan, baik terkait proses pelayanan, pendidikan maupun riset di bidang kebugaran. Sistem dokumentasi menerimakan kemudahan sreg pasien dalam proses kelangsungan penjagaan pasien dan memungkinkan perawat melakukan perawatan yang cepat dan lebih tepat.[45]

Proses pengarsipan berbasis teknologi informasi dalam parasan kesehatan bertujuan buat menyuji jejak medis pasien yang memungkinkan perawat menggunakannya sebagai alamat pembelajaran, memberikan pemahaman terkait pentingnya proses dokumentasi proteksi pasien serta menghemat waktu perawat kerumahtanggaan menyusun rencana preservasi lebih jauh kepada pasien.[46]
Dokumentasi bisa menjadi sumber data di satah kebugaran bagi lembaga kesegaran dalam membuat keputusan terkait pendanaan dan tata sumber daya serta memfasilitasi penelitian yang dapat meningkatkan kualitas praktek kesehatan dan pemeliharaan mahajana secara global.[47]

Rencana kesehatan dahulu memerlukan teknologi yang panjang lidah lakukan membantu dalam kelangsungan dalam pelayanan kesehatan. Keberadaan sistem teknologi berbasis informasi yang ada di lembaga kesegaran mendukung dalam menentukan garis haluan, keputusan, bahkan peraturan yang dapat menunjang perbaikan dan perkembangan perigi sendi keperawatan dalam sektor kesehatan.[48]
Pamrih digunakan sistem informasi atau teknologi makrifat pada latar kesehatan berfungsi memastikan terkait bagaimana prinsip kiranya informasi kesehatan bisa diakses oleh pihak nan membutuhkan, kemudian meningkatkan pelayanan kesehatan n domestik proporsi nasional maupun global.[49]

Seiring berkembangnya teknologi pada bidang kesehatan maka muncul metode baru untuk mempromosikan kesehatan dengan menggunakan perangkat komputer jinjing dan teknologi digital yang berdampak bagi memungkirkan perilaku kesehatan masyarakat yang sering disebut dengan
e-health.[50]
Penggunaan teknologi lega sektor pabrik kesegaran dengan teladan peranti computer seperti permohonan dapat mengurangi biaya dengar pendapat kesehatan kepada para pengguna jasa kesehatan.[51]
Adapun bentuk teknologi berbasis video online yang n kepunyaan dampak n domestik memberikan pengajian pengkajian dan promosi tentang bagaimana cara menjaga kebugaran umum sekalian menjadi sarana bakal promosi flat sakit.[52]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Sistem Proklamasi
  • Teknologi Kabar Komunikasi (TIK)
  • Ilmu Komputer
  • Bahasa pemrograman
  • Daftar istilah teknologi informasi
  • Daftar istilah Internet Indonesia
  • Komputer jinjing
  • Perabot keras
  • Perangkat lunak

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Williams / Sawyer, (2007),
    Using Information Technology
    terjemahan Indonesia, Penerbit ANDI, ISBN 979-763-817-0

  2. ^


    Longley, Dennis; Shain, Michael (1985),
    Dictionary of Information Technology
    (edisi ke-2), Macmillan Press, hlm. 164, ISBN 0-333-37260-3





  3. ^


    “information technology”, Oxford English Dictionary (edisi ke-2), Oxford University Press, 1989 http://dictionary.oed.com/, diakses terlepas
    20 November
    2010






  4. ^


    “ABET”. Diarsipkan dari varian tahir copot 2010-03-16. Diakses tanggal
    2011-10-07
    .





  5. ^


    Isbell, Charles; Impagliazzo, John; Stein, Lynn; Proulx, Viera; Russ, Steve; Forbes, Jeffrey; Thomas, Richard; Fraser, Linda; Xu, Yan (2009),
    (Re)Defining Computing Curricula by (Re)Defining Computing, Association for Computing Machinery, ACM, ISBN 978-1-60558-886-5





  6. ^

    ACM-SIGITE

  7. ^


    “Gartner Says Worldwide IT Services Revenue Declined 5.3 Percent in 2009”,
    Salinan arsip, Gartner, diarsipkan bersumber versi ceria tanggal 2011-09-08, diakses tanggal
    20 November
    2010





  8. ^


    a




    b



    “The World’s Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information”, Martin Hilbert dan Priscila López (2011), Science (journal), 332(6025), 60-65; free access to the article through here: martinhilbert.jala/WorldInfoCapacity.html

  9. ^

    Jamun 2018, hlm. 48-49.

  10. ^

    Amoi 2019, hlm. 1.

  11. ^

    Jamun 2016, hlm. 144.

  12. ^

    Taopan et al 2019, hlm. 63.

  13. ^

    Awet 2018, hlm. 97.

  14. ^

    Selwyn 2011, hlm. 26.

  15. ^

    Yusri 2016, hlm. 51.

  16. ^

    Muhasim 2017, hlm. 69-70.

  17. ^

    Santyasa 2007, hlm. 3.

  18. ^

    Siaila 2010, hlm. 110.

  19. ^

    Utami 2010, hlm. 62.

  20. ^

    Wahyuni et al 2013, hlm. 72.

  21. ^

    Hidayatullah 2005, hlm. 11.

  22. ^

    Radhi 2010, hlm. 1.

  23. ^

    Subramanian 1987, hlm. 361.

  24. ^

    Sharif 1994, hlm. 156.

  25. ^

    Soehoed 1988, hlm. 48.

  26. ^

    Ramanathan 1994, hlm. 221.

  27. ^

    Cahyono 2016, hlm. 140.

  28. ^

    Nasution 2011, hlm. 40.

  29. ^

    Azizah 2020, hlm. 46.

  30. ^

    Fitri 2017, hlm. 119.

  31. ^

    Setiawan 2018, hlm. 65.

  32. ^

    Ngafifi 2014, hlm. 34.

  33. ^

    Wahid 2020, hlm. 2.

  34. ^

    Novy Purnama 2009, hlm. 40.

  35. ^

    Khodijah dan Nurizzati 2018, hlm. 163.

  36. ^

    Yani 2018, hlm. 98.

  37. ^

    Manganello et al 2015, hlm. 6.

  38. ^

    Moller et al 2017, hlm. 85.

  39. ^

    Ramawati 2011, hlm. 9.

  40. ^

    Morris-Docker et al 2004, hlm. 157.

  41. ^

    McCartney 2006, hlm. 426.

  42. ^

    Gance-Cleveland 2010, hlm. 72.

  43. ^

    Dewi 2011, hlm. 19.

  44. ^

    Tornvall dan Wilhelmsson 2008, hlm. 2122.

  45. ^

    Rykkje 2009, hlm. 9.

  46. ^

    Lee 2006, hlm. 1377.

  47. ^

    Tornvall et al 2004, hlm. 315.

  48. ^

    Rofii 2011, hlm. 16.

  49. ^

    Zhu dan Protti 2009, hlm. 122.

  50. ^

    Neuhauser dan Kreps 2003, hlm. 7.

  51. ^

    More dan McGrath 2002, hlm. 621.

  52. ^

    Huang et al 2014, hlm. 273.

Daftar pustaka

[sunting
|
sunting sumur]

  • Jamun, Y. M. (2018). “Dampak Teknologi Terhadap Pendidikan”.
    Kronik Pendidikan dan Peradaban Missio.
    10
    (1): 48–52. ISSN 2502-9576.



  • Jamun, Y. M. (2016). “Desain Tuntutan Penataran Kar Nusa Tenggara Timur Berbasis Multimedia”.
    Buku harian Pendidikan dan Kebudayaan Missio.
    8
    (1): 144–150. ISSN 2502-9576.



  • Taopan, Y. F., Oedjoe, M. R., &, Sogen, A. Horizon. (2019). “Dampak Perkembangan Teknologi Pengumuman dan Komunikasi Terhadap Perilaku Moral Muda di SMA Daerah 3 Kota Kupang”.
    Koran Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Indoktrinasi dan Pembelajaran.
    5
    (1): 61–74. ISSN 2442-7667.



  • Lestari, S. (2018). “Peran Teknologi dalam Pendidikan di Era Globalisasi”.
    Edureligia.
    2
    (2): 94–100. ISSN 2579-5694.



  • Selwyn, N. (2011).
    Education and Technology Key Issues and Debates. India: Replika Press Pvt Ltd. hlm. 26. ISBN 978-1-4411-5036-3.



  • Yusri (2016). “Supremsi penggunaan wahana teknologi manifesto dan komunikasi (TIK) dengan prestasi berlatih Bahasa Inggris peserta ajar inferior X di SMAN I Dekai Kabupaten Yahukimo”.
    Jurnal Ilmiah ILKOM.
    8
    (1): 49–56. ISSN 2548-7779. Diarsipkan mulai sejak versi zakiah rontok 2020-02-14. Diakses rontok
    2021-01-30
    .



  • Putri, Tepi langit. D. (2019-12-18). “Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan di Era sekarang”.
    INArxiv. doi:10.31227/osf.io/72sqb. Diakses sungkap
    2021-01-27
    .



  • Muhasim (2017). “Pengaruh Tehnologi Digital Terhadap Pecut Berlatih Pelajar Didik”
    (PDF).
    Palapa: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu keguruan.
    5
    (2): 53–77. ISSN 2540-9697.



  • Santyasa, I. W. (2007). “Lingkaran teladan wahana pendedahan”
    (PDF).
    Direktori File UPI
    . Diakses terlepas
    2021-01-27
    .



  • Siaila, S. (2010). “Pengaruh Pertukaran TEKNOLOGI TERHADAP TRANSFORMASI EKONOMI DAN TRANSFORMASI SOSIAL”.
    Soso-Q.
    2
    (2): 102–120. ISSN 2086-390X.



  • Utami, S. S. (2010). “PENGARUH TEKNOLOGI Amanat DALAM Kronologi BISNIS”.
    Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Warta.
    8
    (1): 61–67. ISSN 2656-3797.



  • Wahyuni, S., Hamzah, A., &, Syahnur, S. (2013). “ANALISIS Yuridiksi TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH (AK MODEL)”.
    Koran Hobatan Ekonomi.
    1
    (3): 71–79. ISSN 2302-0172.



  • Hidayatullah, D. (2005). “DAMPAK TEKNOLOGI Informasi DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, Membahu, DAN Tadbir INDONESIA”
    (PDF).
    Majalah Ekonomi dan Komputer jinjing.
    13
    (1): 9–14. ISSN 0854-9621.



  • Radhi, F. (2010). “Pengembangan APPROPRIATE TECHNOLOGY Sebagai UPAYA MEMBANGUN PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA MANDIRI”.
    Jurnal Ekonomi Bisnis.
    15
    (1): 1–8. ISSN 2089-8002.



  • Subramanian, S. K. (1987). “Technology, productivity, and organization”
    (PDF).
    Technological Forecasting and Social Change.
    31
    (4): 359–371. doi:10.1016/0040-1625(87)90064-3.



  • Sharif, N. (1994). “Integrating business and technology strategies in developing countries”
    (PDF).
    Technological Forecasting and Social Change.
    45
    (2): 151–167. doi:10.1016/0040-1625(94)90091-4.



  • Soehoed, A. R. (1988). “Reflections on Industrialisation and Industrial Policy in Indonesia”
    (PDF).
    Bulletin of Indonesian Economic Studies.
    24
    (2): 43–57. doi:10.1080/00074918812331335379.



  • Ramanathan, K. (1994). “An integrated approach for the choice of appropriate technology”
    (PDF).
    Science and Public Policy.
    21
    (4): 221–233. doi:10.1093/spp/21.4.221.



  • Cahyono, A. S. (2016). “Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia”.
    Jurnal Publiciana.
    9
    (1): 140–157. ISSN 1979-0295.



  • Nasution, Z. (2011). “KONSEKUENSI SOSIAL MEDIA TEKNOLOGI KOMUNIKASI BAGI Masyarakat”.
    Buku harian Reformasi.
    1
    (1): 37–41. ISSN 2407-6864.



  • Azizah, M. (2020). “PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP POLA KOMUNIKASI MAHASISWA Perguruan tinggi MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)”
    (PDF).
    Buletin Sosiologi Nusantara.
    6
    (1): 45–54. doi:10.33369/jsn.5.1.45-54.



  • Fitri, S. (2017). “Dampak Positif dan Merusak Sosial Wahana Terhadap Pertukaran Sosial Anak”
    (PDF).
    Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pendedahan.
    1
    (2): 118–123. ISSN 2548-8589.



  • Setiawan, D. (2017). “Dampak Perkembangan Teknologi Deklarasi dan Komunikasi Terhadap Budaya”.
    SIMBOLIKA.
    4
    (1): 62–72. ISSN 2442-9996.



  • Ngafifi, M. (2014). “Kemenangan TEKNOLOGI DAN POLA Semangat MANUSIA Intern PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA”.
    Koran Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi.
    2
    (1): 33–47. ISSN 2502-1648.



  • Wahid, A. (2020). “DAMPAK SOSIAL TEKNOLOGI KOMUNIKASI Baru: MEMIKIRKAN ULANG KONSEP COPYRIGHT DI INTERNET”.
    Jurnal Ilmu Komunikasi.
    6
    (1): 1–16. ISSN 2502-0579.



  • Novy Purnama, N. (2009). “DAMPAK Kronologi TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP Umur SOSIAL BUDAYA”
    (PDF).
    Gema Eksos.
    5
    (1): 39–46. ISSN 1858-4071.



  • Khodijah S., &, Nurizzati Y. (2018). “DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MAN 2 Tin”.
    Buletin Edueksos.
    7
    (2): 161–176. ISSN 2548-5008.



  • Yani, A. (2018). “PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM Latar Kesehatan MASYARAKAT”
    (PDF).
    PROMOTIF: Surat kabar Kebugaran Masyarakat.
    8
    (1): 97–103. ISSN 2503-1139.



  • Manganello, J., Gerstner, G., Pergolino, K., Graham, Y., Falisi, A., &, Strogatz, D. (2015). “The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice”
    (PDF).
    Journal of public health management and practice.
    0
    (0): 1–8. doi:10.1097/PHH.0000000000000366.



  • Moller, A. C., Merchant, G., Conroy, D. E., West, R., Hekler, E., Kugler, K. C., &, Michie, S. (2017). “Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential”
    (PDF).
    Journal of behavioral medicine.
    40
    (1): 85–98. doi:10.1007/s10865-016-9818-7.



  • Ramawati, D. (2011). “PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI PADA Pelayanan Kesehatan ANAK DAN REMAJA”.
    Kronik Ilmu dan Teknologi Kesehatan.
    2
    (1): 9–13. ISSN 2086-8510.



  • Morris‐Docker, S. B., Tod, A., Harrison, J. M., Wolstenholme, D., &, Black, R. (2004). “Nurses’ use of the Internet in clinical ward settings”
    (PDF).
    Journal of Advanced Nursing.
    48
    (2): 157–166. doi:10.1111/j.1365-2648.2004.03183.x.



  • McCartney, P. R. (2006). “Using technology to promote perinatal patient safety”
    (PDF).
    Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing.
    35
    (3): 424–431. doi:10.1111/j.1552-6909.2006.00059.x.



  • Gance‐Cleveland, B., Gilbert, L. H., Kopanos, N., &, Gilbert, K. C. (2010). “Evaluation of technology to identify and assess overweight children and adolescents”
    (PDF).
    Journal for Specialists in Pediatric Nursing.
    15
    (1): 72–83. doi:10.1111/j.1744-6155.2009.00220.x.



  • Peri, S. C. (2011). “Peluasan DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS TEKNOLOGI Permakluman”.
    Koran Ilmu dan Teknologi Kesehatan.
    2
    (1): 15–21. ISSN 2086-8510.



  • Tornvall, E., &, Wilhelmsson, S. (2008). “Nursing documentation for communicating and evaluating care”
    (PDF).
    Journal of clinical nursing.
    17
    (16): 2116–2124. doi:10.1111/j.1365-2702.2007.02149.x.



  • Rykkje, L. (2009). “Implementing electronic patient record and VIPS in medical hospital wards: evaluating change in quantity and quality of nursing documentation by using the audit instrument Pewarna-ch-Ing”
    (PDF).
    VARD I NORDEN.
    29
    (2): 9–13. doi:10.1177/010740830902900203.



  • Lee, Horizon. T. (2006). “Nurses’ perceptions of their documentation experiences in a computerized nursing care planning system”
    (PDF).
    Journal of Clinical Nursing.
    15
    (11): 1376–1382. doi:10.1111/j.1365-2702.2006.01480.x.



  • Törnvall, E., Wilhelmsson, S., &, Wahren, L. K. (2004). “Electronic nursing documentation in primary health care”
    (PDF).
    Scandinavian journal of caring sciences.
    18
    (3): 310–317. doi:10.1111/j.1471-6712.2004.00282.x.



  • Rofii, M. (2011). “Pengembangan SISTEM Embaran SUMBER Resep Insan KEPERAWATAN Kondominium SAKIT”.
    Harian Ilmu dan Teknologi Kesehatan.
    2
    (1): 15–21. ISSN 2086-8510.



  • Zhu, J. Y., &, Protti, D. J. (2009). “National health information management/information technology strategies in Hong Kong, Taiwan and Singapore”.
    Studies in health technology and informatics
    (143): 122–128. doi:10.3233/978-1-58603-979-0-122.



  • Neuhauser, L., &, Kreps, G. L. (2003). “Rethinking communication in the e-health era”
    (PDF).
    Journal of Health Psychology.
    8
    (1): 7–23. doi:10.1177/1359105303008001426.



  • More, E., &, McGrath, M. (2002). “An Australian case in e‐health communication and change”
    (PDF).
    Journal of Management Development.
    21
    (8): 621–632. doi:10.1108/02621710210437590.



  • Huang, E., Liu, T., &, Wang, J. (2014). “E-health videos on Chinese hospitals’ websites”
    (PDF).
    International Journal of Healthcare Management.
    7
    (4): 273–280. doi:10.1108/02621710210437590.



Wacana lanjutan

[sunting
|
sunting sumur]

  • Adelman, C. (2000).
    A Parallel Post-secondary Universe: The Certification System in Information Technology. Washington, D.C.: U.S. Department of Education.
  • Allen, N., and M.S. Morton, eds. 1994.
    Information Technology and the Corporation of the 1990s. New York: Oxford University Press.
  • Shelly, Gary, Cashman, Thomas, Vermaat, Misty, and Walker, Cak regu. (1999).
    Discovering Computers 2000: Concepts for a Connected World. Cambridge, Massachusetts: Course Technology.
  • Webster, Frank, and Robins, Kevin. (1986).
    Information Technology—A Luddite Analysis. Norwood, NJ: Ablex.

  • The Global Information Technology Report 2008–2009
    (PDF), World Economic Forum and INSEAD, 2009, ISBN 978-92-95044-19-7



  • Blais, Steven (December 2011).
    Business Analysis: Best Practices for Success. John Wiley & Sons. ISBN 1118076001.



Pranala asing

[sunting
|
sunting sendang]

  • (Inggris)
    Persuratan Infrastruktur Teknologi Informasi
    The Information Technology Infrastructure Library
    (ITIL)



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi

Posted by: and-make.com