Film Baru Di Bioskop April

Semenjak Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Sinema jagal
maupun dalam bahasa Inggrisnya
film
slasher

ialah sub-ragam berasal gambar hidup horor yang membentuk sebuah plot klise spesifik yang tercantum koteng pembunuh sosiopat yang memburu dan mendabih korbannya dengan cara-kaidah yang keji, seringnya dengan perabot-alat tajam seperti pisau atau kapak. Meski istilah “slasher” maupun “jagal” digunakan n domestik bioskop horor nan mengetengahkan putaran pembunuhan, genre ini mempunyai karakteristik yang membedakannya dalam genre yang hampir sepadan, sinema berdarah.

Jalan

[sunting
|
sunting sumber]

Rekaman dan pengaruh

[sunting
|
sunting sumber]

Gembong

[sunting
|
sunting sumber]

Peluang gambar hidup paling awal yang bisa disebut sebagai film jagal ialah film
Thirteen Women
(1932) yang mengisahkan sebuah kondominium persaudaraan tua nan berisikan seorang putri yang membalas permusuhan atas perlakuan teman-temannya yang sering mengejek rasnya yang sintesis. Film lainnya adalah film
Peeping Tom
(1960). Komidi gambar ini mengetengahkan plot tentang seorang pria nan membunuh para wanita sambil memperalat pemotret film portabel kerjakan menyuji ekspresi mereka saat sekarat. Film ini dikatakan kontroversial saat dirilis karena dianggap ingin mengembalikan kesuksesan komidi gambar
Psycho
hoki Alfred Hitchcock yang dirilis 3 bulan sebelumnya. Sinema
Psycho
dianggap menjadi ‘ibu pecah seluruh komidi gambar jagal’ dengan teknik plot dan pengarahan kamera serta musik yang setakat sekarang masih digunakan sebagai putaran terdepan yang tidak formal mulai sejak komidi gambar jagal. Sebuah film yang ingin mengikuti jejak
Psycho,
Dementia 13
dirilis periode 1963 dengan sutradara Francis Ford Coppola.

Film berdarah

[sunting
|
sunting sumber]

Film berbakat ataupun internal bahasa Inggrisnya bioskop
splatter
dimulai oleh orang yang mengklaim dirinya andai “temperatur kesadisan”, Herschell Gordon Lewis. Dia memulai ragam bioskop berdarah sreg tahun 1963 dengan filmnya yang berjudu
Blood Feast.
Blood Feast
dibuat dengan cepat dan bujet yang murah doang berlainan dengan ragam jagal, gambar hidup
Blood Feast
lebih mengetengahkan adegan mutilasi dan pemusnahan dengan konsentrat yang bertambah banyak. Lewis mengirimkan formula nan sira bakal ke banyak film seperti
2000 Maniacs,
Color Me Blood Red
dan
The Gruesome Twosome.

Giallo

[sunting
|
sunting sumber]

Pengaruh film jagal lain adalah sub-genre darinya, yakni genre
Giallo. Genre bioskop ini dibuat maka dari itu film-film yang dibuat banyak sutradara Italia, nan paling sering dan terkenal adalah Dario Argento dan Mario Bava. Film-film ini dapat diketahui dengan adegan pembunuhan dan plot yang menyeramkan nan kian komplet dan banyak dibandingkan film jagal. Film
giallo
yang paling tersohor salah satunya adalah
Blood and Black Lace
(1963) dan
Twitch of the Death Nerve
(1971) karya Mario Bava. Beberapa kritikus memberi tulisan bahwa komidi gambar-gambar hidup ini juga menerimakan pengembangan baru baik dalam sub-ragamnya maupun ragam jagal sendiri.[1]
Ditulis lega musim 2000, Tim Lucas menulis bahwa Bava adalah “the acknowledged smoking gun behind the ‘body count’ movie phenomenon of the 1980s, which continues to dominate the horror genre two decades later with such films as
Scream,
I Know What You Did Last Summer, and their respective sequels.”[2]
Menurut Gary Johnson, “Twitch of the Death Nerve
is one of the most imitated movies of the past 30 years. It helped kick start the slasher genre….[Bava’s] influence still resonates today (although somewhat dully) in movies such as
I Know What You Did Last Summer,
Scream, and
Urban Legend.”.[3]
Johnson juga menyatakan bahwa
Blood and black Lace
yakni “Equipped with his colored gels and his predatory camera, Bava arguably created the slasher subgenre and kicked down the door for subsequent directors to stick in their cinematic blades as well, for better or worse. Hitchcock toyed with us, Powell showed us but kept his emotional distance, but Bava passionately reveled in the shock of it all. Camera as weapon; the masked killer as cipher upon whom the audience was almost gleefully invited to imprint their darkest animosities. “[4]
Film Amerika masa 1992,
Knight Moves
dideskripsikan secara online bahwa itu ialah film
giallo
barat dengan elemen-elemennya yang sama.[5]

Gambar hidup pengusahaan

[sunting
|
sunting perigi]

Perian 1970-an dipercaya sebagai Tahun Keemasan bikin sinema-film pengusahaan, yang bisa ditandai dengan bujetnya yang rendah dan eksploitasi berbunga seluruh aspek yang biasanya pemali dan sensasional kerumahtanggaan sebuah film. Ialah, adegan libido dan kekerasan yang berdurasi panjang dan eksplisit, eksploitasi pelelang, nuditas, kesadisan, vandalisme, dan sejenisnya. Film-film ini disambut secara umum oleh pirsawan dewasa yang jenuh dengan pengeksekusian film-film populer dizaman itu di Amerika Serikat dagang dan Eropa. Sebagai tambahan, eksploitasi yang banyak terjadi di genre ini disebabkan bikin menarik penonton ke bioskop dari televisi.

Juga yang pentin dalam pengembangan sub-polah jagal adalah sinema pemerkosaan dan balas dendam, yang salah satu pelopornya adalah film debut sutradara Wes Craven yang berjudul
Last House on the Left
(1972).[6]. Tahun 1970-an banyak sutradara remaja yang mengharumkan tanda perbuatan jagal dengan per karyanya sebagaimana Wes Craven, Tobe Hooper, John Carpenter dan lainnya. Dari ketiga sutradara ini menghasilkan gambar hidup yang fenomenal dalam ragam jagal dan menghasilkan banyak sekuel.[7]
[8]
[9]
Gambar hidup jagal pada zaman itu banyak dikategorikan sebagai film eksploitasi karena seringnya aspek film eksplotasi sama dengan bujet rendah, seksualitas, dan kesadisan serta teror yang dimunculkan.[10]

Awal komidi gambar jagal

[sunting
|
sunting sumber]

Film jagal
Halloween cover.jpg
Sutradara
Produser
Penyalin

Tanggal rilis

Negara
Bahasa Film gagu

Komidi gambar nan benar-benar dikategorikan secara penuh sebagai bioskop jagal pertama kali yakni
Black Christmas
(1974) yang disutradarai maka dari itu Bob Clark nan nantinya menjadi sutradara
A Christmas Story.
Black Christmas
dikategorikan sebagai salah satu film horor nan n kepunyaan karateristik film jagal sebagai halnya; penguntit misterius, korban-korban remaja, lokasi terpencil nan jauh dari pihak berkuasa dan pengawasan orang dewasa, adegan “perspektif pembunuh” yang memuat kamera yang ‘bertingkah’ seperti mata pembunuh, dan kekerasan pembantaian dan sadisme yang grafikal.[11]
Film tersebut diremake pada tahun 2006 oleh Dimension Films. Film-film lain yang membantu dimulainya kelakuan jagal adalah
Scream Bloody Murder,
Silent Night, Bloody Night,
The Toolbox Murders,
Drive-In Massacre, dan
The Driller Killer. Semua komidi gambar tersebut mulanya enggak sukses sebelum kesuksesan yang besar cak bagi film jagal yakni film
Halloween
(1978) karya John Carpenter dan
Friday the 13th
(1980) karya Sean S. Cunningham, keduanya mempunyai banyak sekuel dan media adaptasi semacam komik, novel, animasi, dan sebagainya.
Halloween, kendati bukan sinema purwa dalam genre ini, tetapi merupakan yang mula-mula memasyarakatkan konsep pembunuh nan sangat bengis dan konsep lain yang tidak hanya menambahkan, saja pula menemukan kecenderungan yang nantinya sering digunakan di film-film jagal sekarang. Padahal, film
Halloween
adalah riuk satu komidi gambar jagal yang enggak plus menyorot kesadisan dalam isinya.[12]
[13]
[14]

Periode keemasan

[sunting
|
sunting perigi]

Mengikuti trend
Black Christmas,
Halloween, dan
Friday the 13th, banyak film n domestik era 1970-1980-an nan memfokuskan tema horor pada periode cuti alias acara khusus, seperti mana
My Bloody Valentine,
New Year’s Evil,
Happy Birthday to Me,
April Fool’s Day,
Prom Night,
Christmas Evil,
Mother’s Day, dan
Silent Night, Deadly Night
(diikuti oleh lainnya seperti
The Funhouse,
Bloody Birthday,
The House on Sorority Row,
Hell Night,
Terror Train,
Visiting Hours,
Mortuary,
Alone in the Dark,
Madman,
Just Before Dawn,
Curtains,
Stage Fright,
Sleepaway Camp,
Intruder,
Slaughter High, dan
Night Warning).

Saat popularitas genre itu meningkat, spektator lama kelamaan bosan dengan keklisean plot yang memang ialah suatu kesatuan dengan film beragam jagal, meski begitu peminatnya masih sangat banyak. Kesudahannya banyak inovasi yang terjadi dalam pengembangannya pada masa keemasan. Sebagaimana di
A Nightmare on Elm Street
dan
Child’s Play
yang menambahkan bumbu supernatural dan kelucuan. Film-film sebelumnya sebagai halnya
Psycho
dan
The Texas Chain Saw Massacre, lagi menjadi timbrung populer dan sekuelnya diperbanyak. Genre ini mencapai puncaknya pada tahun 1983, dimana lega periode tersebut menurut resep
Crystal Lake Memories, karib 60% mulai sejak strata box-office diambil oleh film-film jagal.

Waralaba dan antihero

[sunting
|
sunting sumber]

Banyaknya waralaba nan ada dalam polah ini lama kelamaan memfokuskan sangat lebih banyak sreg lagi penjahat tinimbang korban yang selamat, efektifnya mentransformasikan karakter itu menjadi monster yang menyeramkan dan menjadi antihero. Karakter yang populer adalah
Leatherface, Freddy Krueger, Jason Voorhees, Michael Myers, Chucky dan
Ghostface
yang menjadi beberapa berbunga karakter horor ikonik paling populer privat lingkungan film horor Amerika pada abad ke-20.

Persabungan dan Spontan-ke-video

[sunting
|
sunting perigi]

Keuntungan berusul ragam jagal mulai menyusut, dan kontroversi terhadap subyeknya takhlik banyak padepokan memutuskan bikin berhenti memproduksi dan mengusahakan film jagal. Sekuel-sekuel dari banyak serial jagal populer termasuk serial baru seperti
Leprechaun, rata-rata berlantas dengan rilis di bioskop atau langsung ke buntelan video/DVD dipertengahan 1990-an. Sahaja, beberapa mendapatkan keberhasilan dengan melanjutkan serial yang memang sudah populer berasal dulu.

Kebangkitan dan Remake

[sunting
|
sunting sumur]


Scream
dan Siklus Gambar hidup Baru


[sunting
|
sunting sumur]

Film jagal juga menunjukkan kebolehannya menguasai bioskop di pertengahan tahun 1990-an, setelah dimulai makanya film
Scream
(1996) yang disutradarai Wes Craven. Komidi gambar ini mendapatkan kritik dan penghasilan nan positif, yang mana takhlik generasi bau kencur dari genre ini. Yang paling diapresiasikan yaitu bagaimana film ini menawarkan sebuah kondisi karikatur dimana tokoh-tokoh yang berada privat bioskop tersebut ‘mengingat-ingat’ bahwa mereka suka-suka dalam (kondisi) sebuah film jagal dan tidak membentuk kesalahan standar (contohnya mengatakan “I’ll be right back”/Aku akan lagi). Para kritikus mengatakan dengan plot yang pintar membentuk film ini makin berfokus pada suspense-nya ketimbang kesadisaannya. Sebatas sekarang, film
Scream
adalah sinema jagal terlaris sepanjang periode dengan perolehan pendapatan sebesar $500 juta ringgit makin.[1]

Scream
memberikan rukyat dan rasam baru privat bioskop jagal seperti wacana satir, pengembangan khuluk, level reduksi intern penampilan kekerasan, dan hadirnya aktor serta artis nan mutakadim dikenal masyarakat. Keadaan-peristiwa tersebut tak dimunculkan dalam film-film jagal sebelumnya. Trend ini berlanjut pada pertengahan 1990-an dengan film remake
Psycho,
I Know What You Did Last Summer,
Urban Legend,
Valentine,
Cherry Falls, dan
Jason X.

Chucky terbit
Child’s Play
kembali ke layar lebar, permulaan dengan film
Bride of Chucky
dan kemudian dengan
Seed of Chucky. Pada musim 2003, dua serial film jagal terbesar,
Nightmare on Elm Street
dan
Friday the 13th, dikombinasikan makanya New Line Cinema dalam bioskop
Freddy vs. Jason.[15]

Penyutradaraan lebih jauh

[sunting
|
sunting sumber]

Banyak sutradara muda dan baru yang membuat film mereka sendiri berdasarkan susunan bermula sinema-komidi gambar lama mereka nan diidolakan. Misalkan Rob Zombie dengan filmnya
House of 1000 Corpses
(2003) dan
The Devil’s Rejects
(2005) dan Eli Roth dengan filmnya
Cabin Fever
(2002).

Pada perian 2005, Eli Roth kembali menelurkan komidi gambar yang lebih sadis tinimbang
Saw
untuk mengimak jejak suksesnya, yakni film
Hostel
(2005), yang memengaruhi komidi gambar yang bergarisbesar sama seperti
Turistas,
Wrong Turn, dan
Captivity.

Daur ulang dan cipta ulang

[sunting
|
sunting sendang]

Pada tahun 1998,
Halloween
kembali mengulang kemajuan serialnya sehabis kesuksesan waralaba
Scream. Gambar hidup barunya,
Halloween H20: 20 Years Later, dipahami sebagai sekuel langsung berpunca
Halloween II, dan dilanjutkan dengan sekuel lanjutannya,
Halloween: Resurrection.

Kebangkitan lain ditandai adanya daur ulang dari
The Texas Chainsaw Massacre
yakni
The Texas Chainsaw Massacre, prekuelnya,
The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning
menambah reputasi waralaba ini. Kemenangan
TCM
membuat banyak remake berbunga film-film jagal seperti
komidi gambar 2008)|Prom Night]],
My Bloody Valentine 3D,
Friday the 13th,
Sorority Row
dan
A Nightmare on Elm Street. Remake
Child’s Play
dan
Hellraiser
menengah privat peluasan.

Otoritas dari luar Amerika Serikat

[sunting
|
sunting sumur]

Beberapa jagal nan baik keluar dari negara Prancis di antaranya di yahun 2003, sutradara Prancis, Alexandre Aja, membentuk sebuah bioskop yang dikategorikan sebagai salah satu gambar hidup jagal terbaik pada perian 2000-an, yakni
Haute Tension. dan
Them
yang disutradarai oleh David Moreau.

Mendefinisikan film jagal

[sunting
|
sunting perigi]

Definisi film jagal tergantung dari beraneka macam pendapat, namun secara umum, gambar hidup jagal mengandung formula nan menjadi ciri khusus.

Film jagal bisa terpisah menjadi dua sub-bagian: satu bagian mengenai identitas pembunuh yang diketahui sejak awal dan hanya dimunculkan babak masa lalu dan pembunuhnya, dan suatu lagi ialah identitas pembunuh nan enggak diketahui dan pada akhirnya memunculkan akhir kisahan yang lain diduga.

Terserah banyak debat mengenai bagaimana cara mendefinisikan bioskop jagal atau bukan yang berkategori hampir setimbang. Bakal sempurna, Vera Dika kian mendefinisikan sub-genre di bukunya
Games of Terror
nan ada pada tahun 1978-1984.[16]
Carol Clover intern bukunya
Menandai, Women and Chainsaws
mempunyai definisi yang lebih luas dengan memasukkan film-film jagal awal sebagaimana
Texas Chainsaw Massacre
dan sekuelnya.[17]
Dalam buku Peter Hutchings,
The Horror Komidi gambar
merenungkan bahwa sinema yang mengikuti kemajuan
Halloween
berlainan dengan komidi gambar sebelumnya (seperti Black Christmas).[18]

Dika mendefinisikan gambar hidup jagal berdasarkan struktur plotnya nan stereotipe. Dia mengkategorikan film jagal secara luas mengikuti formula ini:

Kejadian hari habis

  1. Sebuah grup anak cukup umur bersalah internal sebuah kejadian (kebanyakan menyertakan pembunuhan).
  2. Pembunuh melihat kesalahan itu, lazimnya pembunuh itu n kepunyaan kedekatan dengan yang terbunuh.
  3. Pembunuh merasakan kekurangan
  4. Pembunuh membantai anggota grup tersebut suatu-persatu.

Kejadian sekarang

  1. Sebuah peristiwa memperingatkan kejadian terlampau tersebut.
  2. Khasiat pembunuh itu unjuk pula.
  3. Pembunuh mengidentifikasi anggota yang bersalah.
  4. Secara opsional, koteng wreda memperingatkan grup anak mulai dewasa tersebut.
  5. Grup itu memutuskan cak bagi tidak peduli.
  6. Unjuk suatu atau beberapa manusia yang tiba memperdulikan. Pahlawan film tiba terpandang disini.
  7. Pembunuh menginjak menguntit dan meneror grup itu.
  8. Anggota grup itu pada bilang film terwalak satu khalayak dari pihak berwajib.
  9. Satu-persatu, anggota grup muda itu dibunuh oleh sang pembunuh.
  10. Pahlawan film itu mengintai pembunuhan itu (serta pembunuhnya).
  11. Pehlawan gambar hidup mengamalkan perlawanan dengan pembunuh.
  12. Pahlawan sinema membunuh maupun mengecundang sang pembunuh.
  13. Pahlawan film selamat.
  14. Tapi pahlawan film tidak bebas, internal sekuel ia bisa antap terbunuh, bisa juga tidak.[16]

Dia kemudian melanjutkan pada penonton film yang dapat dibagi menjadi tiga bagian:

  • Katarsis—Berusaha absolusi berpunca kegenturan nan terserah pada hari itu.
  • Rekreasi—Mencari sebuah asam garam yang menegangkan dan berpenjaga.
  • Perpindahan—Gairah seksual penonton nan kepingin melihat budi nan ada di bioskop.[16]

Komidi gambar jagal Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Perbuatan sinema jagal Indonesia bisa dibilang sangat jarang karena partikel mistik dan supernatural yang kental dalam perkembangan film horor Indonesia.
Srigala
yang disutradarai maka dari itu S
Affair
(2010) sebagai film jagal. Film ini mengobrolkan tentang atma dua sahabat perempuan yang ‘terusak’ akibat perasaan doyan mereka dengan sendiri lelaki. Kemudian, salah seorang perempuan itu membunuh sahabatnya sendiri. Dan mambang sahabatnya lain lewat diam. Medio 2010, film
Mempelai Topeng
karya Awi Suryadi juga merupakan film jagal. Unsur privat film ini rapat persaudaraan sama dengan
Air Ambau Pengantin. Kemudian, Nayato Fio Nuala dengan segel Koya Pagayo takhlik film berjudul
Nakalnya Anak Muda.

Wacana

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^

    Johnson, Gary. “Twitch of the Death Nerve”. Images. http://www.imagesjournal.com/issue10/reviews/mariobava/twitch.htm. Retrieved on 2006-12-08.

  2. ^

    Lucas, Tim. Twitch of the Death Nerve DVD, Image Entertainment, 2000, liner notes. Payau: B000055ZCA

  3. ^

    http://www.imagesjournal.com/issue10/reviews/mariobava/twitch.htm Johnson, Gary. “Twitch of the Death Nerve

  4. ^

    http://www.imagesjournal.com/issue10/reviews/mariobava/bloodblack.htm

  5. ^

    http://www.imdb.com/title/tt0104627/usercomments

  6. ^

    Adam Rockoff, Going to Pieces: The Rise and Fall of the Slasher Film, 1978 – 1986 (Jefferson, N.C.: McFarland & Company, 2002), chap. 4, ISBN 0-7864-1227-5.

  7. ^

    Eat Horror—Tobe Hooper Biography

  8. ^

    John Kenneth Muir, Wes Craven: The Art of Horror, Pg. 171 ISBN 0-7864-1923-7.

  9. ^


    “70s Horror Films—Director Profiles”. Diarsipkan dari versi lugu tanggal 2010-02-01. Diakses terlepas
    2010-07-02
    .





  10. ^


    “Allmovies—”Exploitation Movies: Bikers, Babes, and Slashers“. Diarsipkan dari varian tahir sungkap 2010-11-16. Diakses tanggal
    2010-07-02
    .





  11. ^


    “Arrow in the Head—Black Christmas (1974) Review”. Diarsipkan bermula varian bersih rontok 2011-06-06. Diakses tanggal
    2010-07-02
    .





  12. ^

    Laki-laki Rockoff, Going to Pieces: The Rise and Fall of the Slasher Film, 1978 – 1986 (Jefferson, N.C.: McFarland & Company, 2002), chap. 3, ISBN 0-7864-1227-5.

  13. ^


    “IGN—Top 25 Movie Franchises of All Time: #7”. Diarsipkan terbit versi polos copot 2012-02-26. Diakses tanggal
    2010-07-02
    .





  14. ^


    “Popcorn Pictures—Friday the 13th (1980) Review”. Diarsipkan mulai sejak versi asli tanggal 2010-05-05. Diakses tanggal
    2010-07-02
    .





  15. ^


    “Fall Frights: GOING TO PIECES: THE RISE AND FALL OF THE SLASHER Gambar hidup (Bioskop Review)”. Diarsipkan mulai sejak versi ceria tanggal 2009-10-06. Diakses tanggal
    2010-07-02
    .




  16. ^


    a




    b




    c



    Vera Dika,
    Games of Terror: Halloween, Friday the 13th and the Films of the Stalker Cycle, (Fairleigh Dickinson University Press, 1990), ISBN 0-8386-3364-1.

  17. ^

    Carol Clover,
    Men, Women and Chainsaws: Gender in the Modern Horror Film, (Princeton University Press, 1993), 0-6910-0620-2

  18. ^

    Peter Hutching,
    The Horror Film
    (Longman, 2004), 0-5824-3794-6

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Teenage Wasteland: The dying art of stalk and slash
  • Essay: Is the Final Girl in Slasher Films an Excuse? Diarsipkan 2007-08-24 di Wayback Machine.
  • Examining the early years of the subgenre
  • Spanish journalist Luisito Joaquin González examines the rarest titles that the genre has to offer
  • About.com: Slasher Movies 101
  • Underrated Slashers Diarsipkan 2008-05-09 di Wayback Machine.
  • Bleeding Skull (Reviews of more obscure horror films, many of them slashers.)
  • Sex and Violence in Slasher Films Diarsipkan 2010-06-10 di Wayback Machine. —Provides an academic overview and disproves some of the assumptions made about sex and violence with in the sub-genre.
  • Sex and Violence in Slasher Films Reexamining the Assumptions
  • When Women Look: A Sequel Diarsipkan 2010-12-25 di Wayback Machine.—Follow up to her 1984 essay,
    When the Woman Looks.
  • More Horror and Slasher Films
  • List of slasher movies Diarsipkan 2010-09-22 di Wayback Machine.
  • The Slasher Scrapbook Diarsipkan 2010-05-11 di Wayback Machine. The Home of Slice ‘n’ Dice Cinema



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Film_jagal

Posted by: and-make.com