Ditemukan Binatang Aneh Mirip Manusia

Kota Singkawang

Ii kabupaten

Transkripsi bahasa daerah
 • Hanzi 山口洋
 • Pinyin shān kǒu yáng
 • Hakka san khew jong
 • Dayak Salako Sakawokng
 • Jawi كوتا سيڠ كوانڠ
Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, 2020

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, 2020

Lambang resmi Kota Singkawang

Julukan:

Bumi Bertuah Gayung bersambut

Motto:

Bersatu bagi maju

Peta

Peta

Kota Singkawang di Kalimantan

Kota Singkawang

Kota Singkawang

Denah

Tampilkan peta Kalimantan

Kota Singkawang di Indonesia

Kota Singkawang

Kota Singkawang

Ii kabupaten Singkawang (Indonesia)

Tampilkan denah Indonesia

Koordinat:



0°54′00″N
108°59′00″E


 / 

0.9°Kaki langit 108.9833°E
 /
0.9; 108.9833


Negara

 Indonesia
Area Kalimantan Barat
Rontok menggermang 17 Oktober 2001 21 tahun yang adv amat
Sumber akar hukum UU RI Nomor 12 Tahun 2001
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kecamatan: 5
  • Kelurahan: 26
Rezim
 • Pengampu Ii kabupaten Tjhai Chui Mie, S.E., M.H.
 • Duta Pengampu Kota Drs. H. Irwan, M.Si
Luas

[1]

 • Total 504,00 km2
(194,60 sq mi)
Populasi

(2021)[2]

 • Total 239.260
 • Kepadatan 475/km2
(1,230/sq mi)
Demografi
 • Agama Islam 52,91%
Buddha 33,82%
Kristen 12,81%
– Katolik 7,43%
– Protestan 5,38%
Konghucu 0,43%
Hindu 0,02%
Lainnya 0,01%[3]
 • Bahasa Indonesia<nowiki>, Melayu Singkawang Sambas

/nowiki> Hakka, Dayak, Jawa, Madura
 • IPM Kenaikan
72,11 (2021)

Strata
[4]
Zona periode UTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon +62 562
[5]
Pelat sarana KB xxxx
C*
Kode Kemendagri 61.72

Edit the value on Wikidata
APBD Rp 918.979.778,415[6](2018)
DAU Rp 523.133.242.000,- (2020)[7]
Situs web singkawangkota.go.id

Singkawang
ialah sebuah daerah tingkat yang terletak di pedalaman Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kampung ini terletak sekitar 145 km sebelah Utara mulai sejak Kota Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi oleh gunung-gunung Pasi, Poteng, dan Sakkok. Cap Singkawang berasal dari bahasa Dayak Salako, yaitu Sakawokng yang berarti Wilayah rawa-rawa yang sangat luas (Semuanya paya). Sumber: Gerendel berjudul Austronesia Dayakka oleh Simon Kadar. Selain itu, mahajana Tionghoa Hakka di Sakawokng kembali menamai daerah ini dalam bahasa Hakka sebagai “San-Khew-Jong” (kepentingan: Ancala-Congor-Laut), yang n kepunyaan makna “Daerah tingkat yang berada di kaki bukit erat laut dan di dalamnya memiliki wai yang mengalir dari hulu menyentuh hilir dan bermuara di mulut sungai (estuari).”

Puas tahun 2021, jumlah warga Kampung Singkawang sebanyak 239.260 jiwa, dan pelecok satu kota yang penduduknya lalu multietnis dan agama di Indonesia. Tahun 2022, Singkawang menempati urutan mula-mula sebagai Kota Toleran di Indonesia. Penduduk Singkawang pada perian 2022 sebanyak 251.789 hidup, dan riuk satu kota multi etnis dan agama.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumur]

Radiks Usul Singkawang

[sunting
|
sunting sumber]

Awalnya Singkawang ialah sebuah desa penggalan bersumber kewedanan kesultanan Sambas, Desa Singkawang sebagai panggung singgah para pelimbang dan penambang emas dari Monterado. Para penambang dan pengelana yang didatangkan langsung makanya Sultan Sambas buat berkarya di pertambangan emas kebanyakan dari dari daerah Tiongkok, sebelum mereka menuju ke Monterado terlebih dahulu beristirahat di Singkawang untuk melepas kepenatannya dan Singkawang juga sebagai tempat transit pengangkutan hasil tambang kencana (debu emas).

Puas perian itu, penghuni investigasi Dayak Salako menyebut Singkawang dengan introduksi
“Sakawokng”
(Bahasa Dayak Salako), yang artinya Negeri rawa-pandau yang lewat luas dan terletak di pinggir pantai. Dayak Salako adalah bagian dari tamtama dan intelijen Kesultanan Sambas yang diberikan daerah teritorial di Binua Saragantung Sakawokng.

Pada dasarnya kaki Dayak Salako telah lama mendiami wilayah adat Sakawokng sebelum menjadi daerah perdagangan nan gegap-gempita. Suku Tionghoa Hakka yang berasal berpunca Tiongkok Selatan nan mayoritas yaitu penanam, pengelana, dan penambang kencana pada saat itu masuk ke daerah Sakawokng menerobos batang air-sungai kecil di wilayah Kereta kuda (Sedau). Pada awalnya, daerah Singkawang masih berupa hutan belantara nan luas serta dipenuhi maka itu pandau-rawa. Melihat letak geografisnya, para pendatang Tionghoa Hakka menyebut daerah ini dalam bahasa Hakka andai
“San Khew Jong”
(山口洋).

Perkenalan awal
“San”
(山)
yang artinya Ancala dan Hutan, kata
“Khew”
(口)
yang artinya Tuturan Sungai, serta kata
“Jong”
(洋)
nan artinya Laut. Tiga suku introduksi tersebut suntuk menggambarkan letak geografis Singkawang yang dikelilingi oleh pegunungan dan berdekatan dengan laut serta memiliki sungai nan bersirkulasi berusul hulu sebatas kuala dan bermuara di mulut wai (kuala). Secara kebetulan atau tidak, nama San Khew Jong nan diberikan maka dari itu para pendatang Tionghoa Hakka tersebut memiliki bunyi dan makna yang sebagai halnya nama Sakawokng yang sudah lalu lebih dulu dinamakan oleh para kakek moyang Dayak Salako. Hal ini menunjukkan adanya interaksi yang terjalin secara baik sejak dahulu kala antara masyarakat Tionghoa Hakka dengan masyarakat adat Dayak Salako Sakawokng terutama kerumahtanggaan hal bahasa dan budaya.

Pembentukan Daerah tingkat Administratif Singkawang

[sunting
|
sunting perigi]

Kota Singkawang semula yaitu bagian dan ibu kota dari wilayah Kabupaten Sambas (UU Nomor 27 Hari 1959) dengan status Kecamatan Singkawang dan puas masa 1981 kota ini menjadi Kota Administratif Singkawang (PP Nomor 49 Hari 1981). Tujuan pembentukan Ii kabupaten Administratif Singkawang ialah bagi meningkatkan kegiatan penyelenggaraan tadbir secara berbuah guna dan berkemampuan guna dan merupakan media utama kerjakan pembinaan wilayah serta yaitu unsur pendorong yang awet lakukan usaha kenaikan laju pembangunan. Selain pusat pemerintahan Kota Administratif Singkawang ibu kota Sambas lagi berkedudukan di Kota Singkawang.

Pembentukan Pemerintah Daerah tingkat Singkawang

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Singkawang pernah diusulkan menjadi Kotamadya Kota II Singkawang yaitu melangkaui usul pemekaran Kabupaten Sambas menjadi 3 (tiga) daerah otonom. Namun Kotamadya Ii kabupaten II Singkawang tidak langsung direalisir makanya Pemerintah Pusat. Ketika itu melewati UU Nomor 10 Tahun 1999, belaka pemekaran Tadbir Kabupaten Daerah tingkat II Bengkayang bersumber Kabupaten Sambas yang disetujui, sehingga negeri Daerah tingkat Administratif Singkawang menjadi putaran dari Pemerintah Kabupaten Provinsi Tingkat II Bengkayang, sekaligus menetapkan Pemerintah Kabupaten Kewedanan Tingkat II Sambas bermami kota di Sambas.

Kondisi tersebut tidaklah membuat surut masyarakat Singkawang bagi memperjuangkan Singkawang menjadi daerah otonom, aspirasi masyarakat terus berlanjut dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Sambas dan atom awam sama dengan: KPS, GPPKS, Kekertis, Gemmas, Tim Sukses, LKMD, para RT serta organisasi lainnya. Melewati jalan janjang melalui penelitian dan pengkajian yang terus dilakukan maka itu Gubernur Kalimantan Barat atau Tim Pemekaran Kabupaten Sambas nan dibentuk dengan Surat Keputusan Bersama antara Tumenggung Sambas dan Regen Bengkayang No. 257 Tahun 1999 dan No. 1a Tahun 1999, tanggal 28 September 1999, serta penajaman dari Tim CRAIS, Fisik Pertimbangan Kemerdekaan Area. Akhirnya Singkawang ditetapkan ibarat daerah otonom beralaskan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 adapun Pembentukan Kota Singkawang, dan diresmikan sreg sungkap 17 Oktober 2001 di Jakarta oleh Menteri Intern Negeri dan Kemandirian Kewedanan atas etiket Presiden Republik Indonesia.

Geografi

[sunting
|
sunting sendang]

Dengan luas wilayah 504 km², Singkawang terwalak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°44’55,85” – 1°01’21,51″LS 108°051’47,6”-109°010’19”BT. Singkawang yaitu kota nan berbatasan dengan Kuching, Malaysia.

Takat Kewedanan

[sunting
|
sunting sumur]

Perenggan-batas wilayah Daerah tingkat Singkawang yaitu:

Tadbir

[sunting
|
sunting perigi]

Daftar Wali Kota

[sunting
|
sunting sumur]

No. Wali Kota Berasal Sampai Wakil Pengampu Ii kabupaten Ket.
Awang Ishak Wali Kota Singkawang.jpg Awang Ishak 17 Oktober 2001 17 Desember 2002 Penjawat
1 17 Desember 2002 17 Desember 2007 Raymundus Sailan
2 Wali Kota Singkawang Hasan Karman.jpg Hasan Karman 17 Desember 2007 17 Desember 2012 Edy R. Yacoub
(1) Awang Ishak Wali Kota Singkawang.jpg Awang Ishak 17 Desember 2012 17 Desember 2017 Abdul Muthalib
3 Mayor of Singkawang Tjhai Chui Mie.jpg Tjhai Chui Mie 17 Desember 2017 Petahana Irwan

Dewan Perwakilan

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini ialah komposisi anggota DPRD Kota Singkawang dalam dua periode terakhir.[8]
[9]

Partai Ketatanegaraan Besaran Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
 PKB 4 Penurunan
3
 Gerindra 3 Penurunan
2
 PDI-P 6 Penurunan
5
 Golkar 2
Steady

2
 NasDem 3 Kenaikan
5
 PKS 2 Kenaikan
4
 PPP 2 Penurunan
1
 PSI

(baru)


1
 PAN 1
Steady

1
 Hanura 2 Kenaikan
4
 Demokrat 3 Penurunan
2
 PKPI 2 Penurunan
0
Jumlah Anggota 30
Steady

30
Besaran Partai 11
Steady

11

Kecamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Singkawang terdiri berpangkal 5 kecamatan dan 26 kelurahan. Lega perian 2017, jumlah penduduknya mencapai 232.993 jiwa dengan luas wilayah 504,00 km² dan selebaran penduduk 462 jiwa/km².[10]
[11]
Daerah tingkat Singkawang memperoleh status ii kabupaten berlandaskan UU No. 12/2001, tanggal 21 Juni 2001. Berlandaskan Perda Kota Singkawang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pertukaran desa menjadi Kelurahan di Ii kabupaten Singkawang dan Perda Nomor 2 Perian 2003 tentang Pembentukan dan Peralihan Nama Kecamatan di Kota Singkawang sesuai dengan predestinasi tersebut di atas, terwalak 5 (lima) kecamatan dan 26 (dua puluh enam) kelurahan.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Daerah tingkat Singkawang, yakni bagaikan berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Jumlah

Kelurahan
Daftar

Kelurahan
61.72.02 Singkawang Barat 4
  • Kuala
  • Pasiran
  • Melayu
  • Tengah
61.72.05 Singkawang Selatan 4
  • Pangmilang
  • Sagatani
  • Sedau
  • Sijangkung
61.72.01 Singkawang Paruh 6
  • Bukit Bencana
  • Condong
  • Jawa
  • Roban
  • Sekip Lama
  • Bengawan Wie
61.72.03 Singkawang Timur 5
  • Bagak Sahwa
  • Khayali Sopa
  • Nyarumkop
  • Pajintan
  • Sanggau Kulor
61.72.04 Singkawang Paksina 7
  • Naram
  • Semelagi Kecil
  • Setapuk Ki akbar
  • Setapuk Kecil
  • Sungai Bulan
  • Sungai Garam Ambang
  • Wai Rasau
TOTAL 26

Warga

[sunting
|
sunting sumber]

Masjid Raya Kota Singkawang di lilin batik hari

Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kota Singkawang

pusat kota singkawang

vihara tri dharma manjapada daerah tingkat singkawang

Kota Singkawang yakni salah suatu pecinan terbesar di Indonesia karena dominan penduduknya yakni keturunan Tionghoa Hakka dan sebagian katai Tionghoa Tio Ciu, dengan total persentase sekitar 42% dan selebihnya adalah manusia Melayu Singkawang ( Suku Sambas) (30%), Dayak (10%), Jawa (10%), Madura (5%) dan pendatang lainnya. Populasi penduduknya terus mengalami kenaikan setiap perian dengan laju pertumbuhan penduduk pada masa 2006 adalah 5,6 persen. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan dan Tulisan Sipil Daerah tingkat Singkawang lega tahun 2011, tercatat besaran penduduk sebanyak 246.306 jiwa.

  • Singkawang Selatan

– Tahun 2006: 37.396 jiwa – Hari 2007: 40.708 jiwa – Waktu 2008: 41.466 jiwa

  • Singkawang Timur

– Waktu 2006: 18.951 hayat – Tahun 2007: 19.022 nyawa – Tahun 2008: 19.054 semangat

  • Singkawang Utara

– Tahun 2006: 20.287 jiwa – Tahun 2007: 21.160 hidup – Tahun 2008: 21.401 kehidupan

  • Singkawang Barat

– Periode 2006: 59.534 jiwa – Waktu 2007: 60.307 jiwa – Tahun 2008: 60.656 jiwa

  • Singkawang Perdua

– Tahun 2006: 52.132 jiwa – Tahun 2007: 55.882 jiwa – Tahun 2008: 56.330 jiwa

Iklim

[sunting
|
sunting sumber]

Secara umum provinsi Ii kabupaten Singkawang beriklim tropis dengan suhu lazimnya berkisar antara 21,8 °C sebatas dengan 30,05 °C. Iklim tropis di kawasan Kota Singkawang termasuk klasifikasi iklim tropis basah dengan guyur hujan kebanyakan 2.819 mm/musim ataupun 235 mm/rembulan. Jumlah galibnya hari hujan abu 157 musim/hari atau rata-rata 13 masa hujan angin/bulan. Kebanyakan kelembaban udara di ii kabupaten Singkawang adalah 70%. Curah hujan yang tertinggi terjadi puas wulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara rembulan Juni hingga dengan Agustus. Kota Singkawang memiliki wilayah datar dan sebagian lautan merupakan dataran invalid antara 50 meter s/d 100 meter di atas permukaan laut. Kota Singkawang nan terletak puas 0° LS dan 109° BT, wilayahnya merupakan negeri hamparan dan berbukit serta arah Barat berada puas pesisir laut.

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar-daftar rumah guncangan di singkawang:

  • RSUD Abdul Aziz
  • RS SANTO VINTCENSIUS
  • RS HARAPAN BERSAMA
  • RS DKT

Tamasya

[sunting
|
sunting sumber]

Pelecok satu sudut Kota Singkawang

Pantai Pasir Tataran

[sunting
|
sunting mata air]

kota singkawang

Tepi laut Ramal Tingkatan telah lama menjadi tempat rekreasi yang tenar di Kalimantan Barat. Posisinya yang berkiblat ke laut Natuna serta didampingi bilang pulau boncel di sekitarnya, antara lain pulau Lemukutan, pulau Kabung dan Pulau Randayan. Berlepas-lambu kerdil dan
speed boat
dapat disewa di sini bikin menjurus ke pulau-pulau tersebut. Sebagai sebuah palagan rekreasi, objek wisata ini sudah lalu dilengkapi dengan beraneka rupa akomodasi penunjang, antara lain hotel di sekitar pantai,
cottage, toko-toko, diskotik dan kemudahan-kemudahan lainnya tersedia bagi wisatawan. Tempat ini sangat seia lakukan manusia-turunan nan menaksir latihan jasmani renang, memepas, menyelam, dan ski air alias berselancar.

Tepi laut Ramal Pangkat berada di Kecamatan Tujuhbelas, hanya 17 km dari pokok daerah tingkat Singkawang. Kondisi jalan masuk telah beraspal dan dapat dilewati oleh kendaraan roda catur. Sarana transportasi dari dan ke Pasir Panjang berupa alat angkut umum, taksi, minibus maupun kendaraan pribadi. Hamparan pasir putih dan bebatuan yang memulur disertai hembusan angin dan deburan ombak yang kesepakatan sebagai kewedanan pemandian, suasana Batu halus Tahapan akan terasa plong saat syamsu terbit dan tenggelam di ufuk. Dengan ditemani deretan Gunung Metal dan pepohonan yang menaunginya semakin menaik keelokan dan kekhasan wilayah pelancongan ini. Fasilitas yang lengkap dan nyaman dapat anda rasakan saat berdarmawisata atau berlibur ke rantau Pasir Panjang ini. Mulai tumpangan, balong renang keluarga, tempat berperan anak-anak asuh, warung-warung makan hingga fasilitas latihan jasmani seperti
motorcross,
road race
dan
gokart. Anda boleh pula memancing langsung ke kawasan laut.

Sinka Island Park

[sunting
|
sunting sumber]

Keseleo satu intensi pariwisata mentah di Singkawang terletak di kawasan wisata Teluk Karang/Teluk Ma’jantuh. Terletak sebelah kidul ii kabupaten Singkawang 8 km sebelum memasuki ii kabupaten ini. Dari pinggir jalan raya Pontianak – Singkawang berjarak 3 km. Merupakan objek wisata masa depan yang menawarkan fasilitas hiburan modern dan alami, provinsi wisata tepi pantai ini menyajikan pemandangan tepi laut dan hiburan lainnya cak bagi batih yang ditopang dengan berbagai fasilitasnya, sebagai halnya gerobak ataupun jaran cak bagi pengunjung yang dapat disewa bikin mengelilingi taman rekreasi ini. Selain itu pengelola menyediakan kolam renang, kantin dan fasilitas lainnya.

Sinka Zoo

[sunting
|
sunting sumber]

Sinka Zoo terletak di arah daerah
Sinka Island Park, tepatnya di sebelah kidul dengan jarak 500 meter setelah memasuki
Sinka Island Park. Keunikan huma binatang ini terletak diberbagai penjuru mengelilingi bukit dan terpandang keanggunan laut dari atas gunung tersebut yang menampilkan hewan-hewan terik lokal maupun luar daerah, ujana rekreasi ini juga mempunyai mobil pembawa para wisatawan cak bagi mengelilingi argo Bajau. Dari atas bukit ini kita boleh menyaksikan keindahan kota singkawang dengan jelas.

Taman Ancala Bougenville

[sunting
|
sunting perigi]

Ialah taman bunga yang terletak di arah selatan, tepatnya di Kelurahan Sijangkung dan berpisah ± 6 km dari pusat kota Singkawang. Posisinya terwalak di tungkai giri berlatar pinggul Giri Pasi dan dikelilingi areal hutan dan persawahan. Yojana ini memiliki luas 1,5 ha. Sungguhpun bunga Bougenville yang menjadi tampilan terdahulu, namun terdapat pula beragam anakan-bunga lainnya dan penataan taman yang asri untuk boleh dinikmati keluarga dan muda-mudi.

Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung nisbi telah memberikan kesan “kenyamanan” bagi dinikmati, start dari sarana publik seperti tempat parkir, musholla, pondok-saung kancah bersantai,
rest room, cafetaria, kolam renang mini bakal momongan-anak hingga wana homogen nan dinamakan “Area Super Sejuk” dan boleh digunakan untuk kewedanan fotografi pengantin, alam dan sebagainya. Dilengkapi keramahan nan menyapa anda semenjak tiap ulas hingga sajian menu sesuai selera.

Taman Chidayu

[sunting
|
sunting sumber]

Berdampingan dengan taman Bougenville, Chidayu mempunyai karakteristik khas dengan panggung pemancingan, pepohonan buah-buahan, taman bunga dan ujana bermain anak-momongan. Kesejukan hembusan kilangangin kincir dapat kita nikmati sembari menyibuk
sunset
di ufuk barat dan hidangan
cafe
Chidayu.

Taman Runjung Luhur

[sunting
|
sunting perigi]

Tak setakat 10 menit dari daerah tingkat, palagan rekreasi keluarga bagi menikmati pemandangan gunung yang berbaris menghiasi ii kabupaten Singkawang dengan nuansa ‘air’ dapat pula bersenda gurau di situ buatan sekali lalu mengengkol sepeda air, berenang bersama batih di kolam renang, dan menikmati sajian alat pencernaan dan minuman di kafetaria atau danau.

Pasar Hong Kong

[sunting
|
sunting sumber]

Bukanlah persoalan jikalau kamu merasa lapar di malam masa, karena deretan delman yang menjual berbagai jenis makanan di pasar Hong Kong siap memuati alat pencernaan Anda. Pasar Hong Kong adalah sebutan hamba allah Singkawang bikin Urut-urutan Bawal dan sekitarnya di malam waktu. Di pagi dan siang harinya, lokasi ini hanyalah urut-urutan jamak tempat berputih-ilalang berbagai kendaraan, namun saat lilin lebah tiba akan dipadati dokar-gerobak yang menjual berbagai ragam jenis lambung.

Vihara Tri Dharma Dunia Raya

[sunting
|
sunting mata air]

singkawang

vihara tri dharma marcapada raya

Kota Singkawang lagi dikenal dengan sebutan daerah tingkat Seribu Lumbung, karena di setiap kacamata ii kabupaten ini dapat ditemui banyak bangunan vihara atau bertambah dikenal sebagai kelenteng maupun pekong. Bangunan ini memiliki arsitektur yang partikular, didominasi warna merah dan hiasan liong.

Danau Dramatis

[sunting
|
sunting sumber]

Danau Dramatis Singkawang terletak di area Singkawang Timur tepatnya di distrik Wonosari, Roban yang cuma bercerai sekeliling 6 km belaka dari pusat ii kabupaten Singkawang.[12]

Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Perayaan Periode Baru Imlek Singkawang di malam hari lega tanggal 31 Januari 2014.

Stempel Go Meh

[sunting
|
sunting sumber]

Seperti halnya untuk umum Tionghoa di Indonesia lainnya, perayaan bakal menyambut tahun hijau Imlek merupakan tradisi budaya termegah yang selalu dirayakan seluruh sepuhan masyarakat Singkawang setiap tahun. Bagi mereka perayaan Imlek lain ada bedanya dengan masyarakat Indonesia lainnya detik merayakan Idul Fitri ataupun Natal.

Musim baru Imlek unjuk bersumber pagar adat publik Tiongkok yang dianggap sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas hasil penuaian dan bersama-sama harapan agar masa berikutnya memperoleh hasil yang lebih baik. Imlek selalu dirayakan sepanjang 15 masa berentetan dan perian puncak ke-15 disebut dengan Keunggulan Go Meh. Dalam tradisi Tionghoa bermanfaat lilin lebah ke-15 nan merupakan puncak perayaan Imlek dan Segel Go Meh dirayakan secara singularis. Seandainya mau ditelaah seterusnya, Cap Go Meh di Indonesia sendiri merupakan perpaduan budaya Tiongkok dan Indonesia, yakni adanya lontong Cap Go Meh. Lontong adalah kandungan asli Indonesia, sementara itu Segel Go Meh yakni tradisi yang lahir berpunca Imlek.

Puncak acara Imlek maupun Jenama Go Meh ini dimaksud untuk menangkal alai-belai atau kesialan pada masa mendatang. Penghalauan kehidupan-roh jahat dan peniadaan kecelakaan dalam Cap Go Meh disimbolkan dalam pertunjukan Tatung (dibaca: Ta-Thung). Tatung adalah media penting Merek Go Meh. Atraksi Tatung dipenuhi dengan mistik dan menegangkan, karena banyak orang kesampukan dan insan-cucu adam inilah yang disebut Tatung. Upacara pemanggilan tatung dipimpin oleh pastor yang sengaja mendatangkan roh basyar nan sudah lalu meninggal untuk merasuki Tatung. Roh-sukma yang dipanggil diyakini bagaikan roh-roh baik yang mampu menangkal arwah kejam nan hendak mengganggu keteraturan roh masyarakat. Roh-roh nan dipanggil untuk dirasukkan ke dalam Tatung diyakini merupakan para inisiator pahlawan privat legenda Tiongkok, begitu juga senapati, hakim, sastrawan, pangeran, perempuan nakal yang sudah lalu bertobat dan cucu adam tulen lainnya.

Sukma-roh yang dipanggil boleh merasuki barang siapa, tergantung apakah para pemeran Tatung menepati syarat dalam tingkatan yang ditentukan pendeta. Para Tatung diwajibkan berpuasa sepanjang tiga musim sebelum hari perayaan yang maksudnya agar mereka mewah dalam keadaan masif sebelum perayaan.

Dalam atraksi Tatung yang telah dirasuki vitalitas orang meninggal bertingkah aneh, terserah yang menginjak-pijak sebilah mata pedang atau pisau, ada sekali lagi yang menancapkan benang kuningan-benang besi rabuk runcing ke pipi kanan sampai menembus pipi kiri. Anehnya para Tatung itu cacat kembali tidak tergores atau terluka. Beberapa Tatung yang lain dengan lahapnya memakan fauna atau ayam aduan vitalitas-hidup lalu meminum darahnya yang masih fit dan baru.

Di Singkawang banyak orang Dayak yang juga ikut serta menjadi Tatung, mereka terdorong berpartisipasi karena ritual Tatung mirip dengan ritual adat Dayak. Justru terserah juga Tatung dari turunan Tionghoa Hakka yang berpakain adat Dayak, peristiwa ini dikarenakan roh yang memasuki tubuh mereka juga terserah dari roh pitarah Dayak. Inilah salah satu keunikan akulturasi budaya Tionghoa-Dayak nan belaka bisa ditemukan di Area Kalimantan Barat khususnya Kota Singkawang. Akulturasi upacara budaya Tionghoa dengan ritual warga lokal semacam ini enggak bisa ditemukan lega masyarakat Tionghoa di seluruh Asia Tenggara bahkan di seluruh dunia tertulis di daratan Tiongkok itu sendiri. Sejak pertama kali menclok ke Singkawang ratusan hari yang silam umum Tionghoa sudah menjalin pertemanan dekat dengan penduduk pribumi khususnya suku Dayak. Karena itu bukan cak semau kecanggungan di antara kedua kedaerahan ini.

Gelombang migrasi besar-besaran sreg tahun 1760, mengirimkan masyarakat kaki Tionghoa Hakka mulai sejak Guangdong China selatan yang mendarat di Pulau Kalimantan. Keadaan ini tidak terlepas berusul peran Sultanat Sambas yang secara ajek mendatangkan mereka bikin menetap dan berkreasi misal kuli tambang kencana dan intan di Monterado, Bengkayang, Kalimantan Barat. Kendati secara raga maupun budaya suka-suka nan berasimilasi dengan penduduk domestik terutama umum Dayak, mereka pun taat mempertahankan bahasa dan resan istiadat leluhur Tionghoa Hakka mereka secara turun temurun hingga kini. Karena puas umumnya mereka penganut Kong Hu Cu dan Buddha maka perayaan imlek menjadi tradisi tersendiri yang senantiasa mereka rayakan. Selain itu, umum Tionghoa Singkawang yang beragama Kristen baik Protestan atau Katolik konsisten memestakan Imlek dengan penuh sukacita sebagai medan berkumpul keluarga dan penegasan identitas mereka laksana keturunan Tionghoa Hakka Indonesia.

Di era Orde Mentah perayaan Imlek khususnya ritual Tatung dilarang dipertontonkan di depan umum. Tetapi pada era restorasi mantan Presiden Gus Dur mengizinkan kembali, lebih lagi pemerintahan berikutnya Megawati Soekarnoputri mengesahkan privat kerangka undang-undang. Dengan demikian warga Tionghoa di Singkawang khususnya menjadi makin leluasa untuk menjalankan tradisi maupun ritual religiositas mereka. Di dunia wisata, Tatung berpotensi cak bagi menarik turis dalam kewedanan dan mancanegara. Selain menggotong nama Singkawang di bumi internasional, Tatung juga ikut meningkatkan perekonomian kawasan setempat. Hal ini dibuktikan dengan adanya penetapan dari pemerintah pusat bahwa Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang sudah masuk n domestik almanak pelancongan kewarganegaraan.

Perlengkapan Dayak Naik Dango

[sunting
|
sunting sumber]

Upacara Naik Dango yang merupakan kegiatan ritual seputar pengetaman padi adalah kata majemuk syukur umum Dayak kepada Sang Pereka cipta akan hasil yang telah diperoleh. Ritual ini diadakan di setiap kabupaten termasuk kota Singkawang. Tempat tata dilaksanakan bergantian antar kecamatan setiap tahun, ditetapkan oleh Dewan Adat kabupaten setempat. Di samping ritual rasam, diadakan pula pesta tamasya dan budaya Naik Dango yang diisi dengan pertunjukan kesenian, lomba permainan tradisional, lomba kesenian provinsi, pameran, seminar tamadun dan pasar rakyat.

Tari Tidayu

[sunting
|
sunting sumur]

Tidayu ialah kependekan dari Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Tarian ini juga dikenal di beberapa daerah di pesisir barat Provinsi Kalimantan Barat. Joget ini melambangkan keberagaman etnis di Kota Singkawang nan ubah bahu komersial menjaga budaya leluhur.

Tari Jepin Singkawang

[sunting
|
sunting mata air]

Tarian ini ciri khas masyarakat Melayu di Singkawang Kalimantan Barat masyarakat pesisir ciri khas gambus yang lalu kental.

Terban nya kesultanan Sambas

Ekonomi

[sunting
|
sunting perigi]

Perbelanjaan

[sunting
|
sunting sumur]

Singkawang tersohor sebagai ii kabupaten perdagangan terbesar kedua di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Letaknya di tepi laut barat sangat politis, ialah fertil di antara kabupaten Sambas dan Bengkayang, silam menguntungkan Singkawang dalam meluaskan daerahnya bak sentra bisnis dan pemasaran produk berpangkal dan ke wilayah di sekitarnya. Selain kembali menampung dan mendistribusikan dagangan-barang yang bukan diproduksi di Singkawang dan daerah sekitarnya, seperti barang-produk sandang, alat-perkakas persawahan dan lainnya. Sebagian besar barang yang diperdagangkan yaitu hasil bumi, sama dengan produk pertanian tanaman pangan, persawahan, perikanan, peternakan dan hasil kerajinan atau industri kecil di Singkawang dan kabupaten tetangga.

Pertanian dan Peternakan

[sunting
|
sunting sumber]

Singkawang adalah wilayah yang cocok buat peluasan pertanian pokok kayu pangan dan hortikultura terdapat di Kecamatan Singkawang Selatan, Paksina dan Timur. Wilayah itu mempunyai potensi yang cukup ki akbar, baik dari segi tanah nan tersaji maupun tipe pohon yang sesuai untuk dikembangkan. Lahan yang luas dan persil yang berada serta tenaga kerja 11.829 khalayak yakni faktor yang sangat mendukung cak bagi peluasan agroindustri.

Tumbuhan milu, misalnya, banyak diusahakan di Singkawang Selatan dan Timur. Barang ini baru musim 2001 diusahakan di Singkawang Selatan seluas 10 hektare. Kebutuhan jagung buat pakan ternak-sebagian besar buat ayam ras petelur di Singkawang dahulu osean, yakni 100 ton saban hari. Singkawang seorang belum dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak tersebut, karena produksi tahun 2001 hijau sekitar 20 ton. Hingga saat ini kebutuhan itu disuplai Kabupaten Bengkayang sebanyak 40 ton dan sisanya dari Semarang, Lampung, bahkan dari China.

Hasil perkebunan itu selain dijual dalam bentuk buah segar, juga mulai diolah. Jeruk siam dan nanas, misalnya, dibuat sari sitrus, minuman ringan dan nanas dalam kaleng. Demikian sekali lagi pisang, dipasarkan internal bentuk tepung pisang, pisang selai dan keripik pisang. Aksi industri ini berangkat berkembang walau masih n domestik skala industri kerdil. Industri secara umum banyak terdapat di Singkawang Barat, berupa industri pengolahan target makanan dan minuman ringan. Ada juga industri furnitur dari kayu yang objek resmi serta pemasarannya bersifat lokal.

Hasil peternakan, terutama ayam petelur dan babi. Produksi peternakan selain untuk konsumsi sendiri, beberapa peternak osean, terutama telur ayam dan babi, juga dipasarkan ke luar Kota Singkawang. Bahkan telur ayam jago Singkawang menguasai karib 95 uang jasa pasar di Kalimantan Barat.

Pabrik

[sunting
|
sunting sumber]

Hasil industri yang menjadi produk andalan adalah keramik. Industri ini telah lama berkembang dan pasarannya pun merambah ke mancanegara meskipun masih berskala industri kerdil. Ada okta- unit usaha yang bergerak di bidang usaha keramik dan dikelola turun-temurun. Pembuatan keramik tradisional itu terdapat di Desa Sakkok, Kelurahan Sedau, Singkawang Selatan. Pembuatannya lampau menarik dan berseni beraksi ceria warisan Dinasti Ming. Ciri khasnya terwalak pada desain nan berupa gambar naga. Keramik ini telah memenuhi picisan ekspor ke Singapura, Malaysia dan negara lainnya.

Daerah tingkat Singkawang pula populer dari hasil industri boncel dengan alat pencernaan khasnya, yaitu tahu dan mie Singkawang dan makanan ini sering dijadikan maka dari itu-maka dari itu bagi para pelancong yang hinggap ke Singkawang. Rasa dan aroma tahu Singkawang memiliki ciri unik tersendiri. Makanan berbahan dasar kedelai nan dibuat secara tradisional ini terasa lembut dan terlihat bersih, berbeda dengan tahu umumnya yang mungkin terasa sedikit asam. Hasil sambilan dari pembuatan senggang Singkawang merupakan bubur tahu dan air tahu.

Rencana

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daerah tingkat Singkawang akan memiliki bandara untuk mengikat singkawang dengan kota lainya adalah Bandar Mega Antarbangsa Singkawang.
  • Pemerintah rencana pembangunan urut-urutan tol Pontianak- Singkawang Bisa melewati Mempawah , Bom kijing, Menjejak Singkawang timur , Sambas

Festival

[sunting
|
sunting sumur]

Bermacam ragam festival banyak digelar di kota ini, misalnya:

  • Tahun Baru Imlek (wulan Januari maupun Februari)
  • Cap Go Meh dirayakan 15 periode setelah Imlek (bulan Februari alias Maret)
  • Gawai Dayak Menaiki Dango (wulan Mei)
  • Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (tanggal 17 Agustus)

Kota Kembar

[sunting
|
sunting sumur]


  • Malaysia

    Bintulu, Malaysia

  • Malaysia

    Miri, Malaysia

  • Malaysia

    Sibu, Malaysia

  • Singapura

    Singapura, Singapura

  • Tiongkok

    Fuzhou, RRC

  • Tiongkok

    Daerah Gutian, RRC

  • Tiongkok

    Minjiang, RRC

  • Republik Tiongkok

    Matsu, Taiwan

  • Republik Tiongkok

    Daerah Yangmei, Taiwan

  • Inggris

    Newcastle upon Tyne, Inggris

  • Jepang

    Yamaguchi, Jepang

  • Spanyol

    Pamplona, Spanyol

  • Amerika Serikat

    Spring Hill, Florida, Amerika Sindikat

  • Amerika Serikat

    Eureka, California, Amerika Serikat

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Daerah tingkat Singkawang Dalam Kredit 2021”
    (pdf).
    www.singkawangkota.bps.go.id
    . Diakses copot
    1 Agustus
    2021
    .





  2. ^


    “Visualisasi Data Kependudukan – Kementerian N domestik Provinsi 2021”
    (optis).
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses tanggal
    1 Agustus
    2021
    .





  3. ^


    “Penduduk Menurut Daerah dan Agama yang Dianut di Daerah tingkat Singkawang”.
    www.sp2010.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    16 April
    2021
    .





  4. ^


    “Metode Yunior Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    7 Maret
    2022
    .





  5. ^


    “TELKOM – Informasi Kode Distrik dan Negara”. Archived from the original on 2011-01-01. Diakses tanggal
    2018-08-15
    .





  6. ^


    “APBD Singkawang Capai Rp.918,9 Miliar”. Diarsipkan dari varian asli rontok 2018-07-25. Diakses tanggal
    25 Juli
    2018
    .





  7. ^


    “Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Kawasan/Kabupaten Kota Intern APBN Lengkung langit.A 2020”
    (PDF).
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal
    16 April
    2021
    .





  8. ^

    Pemerolehan Kursi DPRD Kota Singkawang 2014-2019

  9. ^


    “Akuisisi Kursi DPRD Ii kabupaten Singkawang 2019-2024”. Diarsipkan terbit versi putih tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal
    2020-05-24
    .





  10. ^


    “Peraturan Nayaka Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Tadbir”. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi kudrati terlepas 29 Desember 2018. Diakses terlepas
    3 Oktober
    2019
    .





  11. ^


    “Ordinansi Menteri Internal Kewedanan Nomor 72 Tahun 2019 akan halnya Peralihan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Wilayah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi suci
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .





  12. ^


    “Danau Biru, Keayuan dari Bekas Penambangan di Singkawang”. Travelmate Sira. Diarsipkan bersumber versi asli tanggal 2015-04-17. Diakses tanggal
    17 April
    2015
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting perigi]

  • (Indonesia)

    Situs web stereotip
  • Lagu Hakka Singkawang



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Singkawang

Posted by: and-make.com