Dasar Pertimbangan Pemilihan Media Pembelajaran


BAB I






PENDAHULUAN


A.    Bidang Belakang

Alat angkut pembelajaran yaitu salah satu faktor terdahulu dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal tersebut disebabkan adanya perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan yang memaui tepat guna dan efektivitas intern pembelajaran. Cak bagi menyentuh tingkat efisiensi dan efektivitas nan optimal, salah satu upaya yang perlu dilakukan merupakan mengurangi bahkan jika perlu mendinginkan pengaruh sistem penyajian cak bimbingan yang bertabiat verbalistik dengan cara menggunakan media pembelajaran.

maka pendidik dituntut bagi mengetahui bagaimana teknik penyortiran media pembelajaran hendaknya wahana yang digunakan boleh berfungsi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.


B.     Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:


1.      Apa yang menjadi dasar pertimbangan pemilihan alat angkut pembelajaran?

2.      Bagaimana kriteria penyaringan kendaraan penataran?

3.      Apa p
rinsip
p
emilihan
m
edia
p
embelajaran
?

4.      Bagaimana prosedur p
emilihan
m
edia
p
embelajaran
?


C.    Intensi

Dengan beberapa varietas rumusan masalah di atas, maka dapat bertujuan untuk mengetahui bagaiman cara nan tepat intern memintal media penelaahan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.


BAB II


PEMBAHASAN


A.    Pangkal PERTIMBANGAN Pemilahan Sarana Pengajian pengkajian

Pendedahan nan efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Walaupun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sendiri pendidik memintal salah suatu media kerumahtanggaan kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan :

       1.


Pendidik merasa sudah akrab dengan media itu.

     2.


Pendidik merasakan bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri.

       3.


Wahana yang dipilihnya boleh menganjur minat dan manah pelajar didik, serta menuntutnya pada penguraian yang lebih testruktur dan terorganisir.

       4.


Ingin memberi gambaran alias penjelasan yang makin konkret.




[1]






Jadi dengan dasar pertimbangan inilah nan diharapkan oleh pendidik hendaknya dapat memenuhi kebutuhannya privat mengajar. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya tujuan instruksional yang kepingin dicapai, karakteristik peserta didik maupun sasaran, jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, okuler, gerak, dan lebih lanjut), keadaan lingkungan, kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang mau dilayani. Faktor-faktor tersebut pada karenanya harus diterjemahkan n domestik keputusan pemilihan media.




[2]








Pada tingkat yang menyeluruh dan umum pemilihan kendaraan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:

     1.


Kendala pengembangan dan pembelajaran yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang sudah cawis, waktu yang cawis (masa mengajar dan pengembangan materi dan media), sendang-sendang nan tersedia (bani adam dan material).

      2.


Persyaratan isi, tugas, dan keberagaman pengajian pengkajian. Isi pembelajaran bermacam ragam dari sisi tugas yang cak hendak dilakukan peserta ajar, misalnya penghafalan, penerapan ketangkasan, pengertian perkariban-hubungan, atau penalaran dan pemikiran tinggi yang lebih tangga. Setiap katagori pengajian pengkajian itu menuntut perilaku yang berbeda-beda dan dengan demikian akan memerlukan teknik dan media yang berbeda-beda pula.

        3.


Obstruksi dari sisi siwa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan semula, seperti membaca, mengetik, dan menggunakan komputer jinjing, dan karakteristik pelajar didik lainnya.

        4.


Pertimbangan lainnya adalah tingkat kegembiraan dan keefektivan biaya.

        5.


Pemilahan kendaraan sebaiknya mempertimbangkan kembali:

a.


Kemampuan mengakomodasikan penyajian stiimulus yang tepat (visual dan / maupun audio).

b.


Kemampuan mengakomodasikan respon pelajar ajar nan tepat (tertulis, audio, dan / atau kegiatan fisik).

c.


Kemampuan mengakomodasikan umpan kencong

d.


Pemilihan media utama dan media skunder bagi pengutaraan kenyataan dan stimulus.

      6.


Media skunder harus mendapat perhatian karena pendedahan yang berbuah menggunakan alat angkut nan majemuk. Dengan penggunaan alat angkut nan beragam, peserta didik memiliki kesempatan kerjakan mencantumkan dan berinteraksi dengan media yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan belajar mereka secara perorangan.




[3]








Mengenai hal-keadaan yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media penelaahan nan tepat menurut Rasimin, dkk., antara lain :

                a.



Acces

, artinya media yang diperlukan dapat tersuguh, mudah, dan bisa dimanfaatkan peserta
.


                     b.



Cost,

 artinya sarana yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya boleh dijangkau.


                   c.


Technology

, artinya ki alat nan akan digunakan apakah teknologinya terhidang dan mudah menggunakannya.


                   d.



Interactivity

, artinya media yang akan dipilih boleh memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga petatar akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.


                   e.



Organization

, artinya kerumahtanggaan memilih media penataran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (suka-suka unit organisasi sebagai halnya ki akal sumur membiasakan yang mengelola)
.


f.



Novelty

, artinya media yang dipilih tersebut n kepunyaan skor kebaruan, sehingga memiliki kancing tarik bakal siswa yang berlatih.




[4]












Syarat-syarat pemilihan ki alat pembelajaran nan sesuai dengan proses dan pamrih penerimaan, antara lain adalah :




[5]












         1.


Harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan.


         2.


Suatu incaran analisis harus termasuk dalam konsep ki alat.


         3.


Pemberian tugas dan resitasi harus sesuai dengan media nan akan digunakan


         4.


Harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.


         5.


Pertimbangan jangkauan kritik hawa



B.     Tolok PEMILIHAN Media Penelaahan

Prof. Ely dalam kuliahnya di Fakultas Pascasarjana IKIP Malang tahun 1982 mengatakan bahwa pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan komponen berpangkal sistem intruksional secara keseluruhan, karena itu biarpun tujuan dan isinya sudah lalu diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik peserta didik, strategi belajar mengajar, organisasi keramaian belajar, alokasi waktu dan sumber, serta prosedur penilainnya juga perlu dipertimbangkan.




[6]






Ada beberapa kriteria mahajana yang perlu diperhatikan intern memilih wahana adalah:


1.




Kesesuaian dengan Tujuan (intructional goals)

Perlu dikaji tujuan penataran apa yang ingin dicapai intern satu kegiatan penataran. Kemudian bisa dianalisis media apa sahaja yang cocok kepentingan menyentuh intensi tersebut.


2.




Kesesuaian dengan Materi Penataran (intructional content)

Adalah bahan atau analisis apa yang diajarkan lega acara pembelajaran tersebut. Pertimbangan lainnya semenjak bahan maupun sosi bahasan tersebut sampai sejauhmana keadaan yang harus dicapai, dengan demikian kita bisa mempertimbangankan media apa nan sesuai dengan mengemukakan incaran tersebut.


3.




Kesesuaian dengan Karakteristik Pendedahan atau Siswa didik

Dalam keadaan ini alat angkut haruslah familiar dengan karakteristik peserta tuntun atau pendidik. Yaitu mengkaji resan-sifat dan ciri-ciri media nan akan digunakan. Hal lainnya karakteristik peserta didik, baik secara kuantitatif (kuantitas) ataupun kualitatif (kualitas, ciri dan aturan lain) dari peserta jaga terhadap sarana yang akan digunakan.


4.




Kesesuaian dengan Teori

Pemilihan media ini harus didasarkan atas kesesuaian dengan teori. Alat angkut nan dipilih bukan karenakonformitas pendidik terhadap suatau media yang dianggap paling bagu, hanya didasrkan atas teori yang diangkat berpunca eksplorasi danpendalaman sehingga telah jujur validitasnya. Pemilihan media harus merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran yang fungsinya kerjakan meningkatkan efesiensi dan efektivitas pembelajaran.


5.




Kesesuaian dengan Tendensi Belajar Peserta pelihara

Kriteria ini didasarkan atas kondisi psikologis peserta didik, bahwa murid jaga berlatih dipengaruhi pula maka dari itu tendensi belajar siswa bimbing.


6.



Kesesuaian dengan Kondisi Lingkungan, Kemudahan Suporter, dan Waktu yang Tersedia

Bagaimanapun bagusnya sebuah media apabila bukan didukung oleh kemudahan waktu yang tersaji maka kurang efektif. Media juga terkait dengan user atau penggunaanya dalam hal ini pendidik, jika pendidik tidak memiliki kemampuan kerjakan menggunakan media tersebut dengan baik maka akan kotoran-sia, sebagai halnya kemudahan lainnya.




[7]








Menghafaz begitu banyaknya media yang bisa kita memperbedakan (pakai) sesuai dengan patokan tersebut diatas, namun pada dasarnya kita bisa memintal media berdasarkan kriteria berikut :


     1.


Kelaikan Praktis, keadaan ini gandeng dengan keakraban pengajar dengan media, ketersediaan sarana setempat, ketersediaan waktu untuk mempersiapkan, kesiapan kendaraan dan kemudahan simpatisan.


     2.


Kelaikan Teknis, kejadian ini berkaitan dengan terpenuhinya persyaratan bahwa media nan dipilih fertil bagi merangsang dan kontributif proses belajar peserta didik. N domestik hal ini terdapat dua jenis mutu yang teristiadat dipertimbangkan. Pertama kualitas pesan, yang membentangi relevansi dengan tujuan belajar, kejelasan dengan struktur pengajaran, fasilitas lakukan dipahami, sistematika yang logis. Kedua kualitas visual, hal ini megikuti mandu-mandu visualisasi seperti keindahan (menyeret membangkitkan cemeti), kesederhanaan (tercecer jelas terbaca), penonjolan (penekanan lega peristiwa nan penting), keutuhan (kesatuan konseptual) kesamarataan (seimbang dan harmonis).




[8]













C.    PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Secara garis besar beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam seleksi media pembelajaran, ialah:

         1.


Harus adanya kejelasan adapun pamrih dan tujuan pemilahan kendaraan pendedahan. Apakah pemilihan wahana itu bakal pembelajaran, buat informasi nan berperilaku publik, ataukah sekedar hiburan belaka mengisi masa kosong. Makin spesifik lagi, apakah lakukan pembelajaran kelompok atau individu, apakah sasarannya peserta jaga TK, SD, SMA, atau siswa didik Sekolah Bawah Asing Biasa, masyarakat pedesaan ataukah masyarakat perkotaan.

           2.


Karakteristik Media Penataran. Setiap kendaraan pembelajaran memiliki karakteristik tertentu, baik dilihat dari keunggulannya, cara pembuatan atau cara penggunaannya. Mengerti karakteristik media pembelajaran yakni kemampuan pangkal yang harus dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media penerimaan. Disamping itu, keadaan ini memberikan prospek bagi kita untuk menunggangi berbagai media pembelajaran secara bermacam rupa.

          3.


Alternatif Pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan ataupun dikompetisikan. Dengan demikian kita bisa menentukan saringan kendaraan pembelajaran mana yang akan dipilih.

Dari segi teori berlatih, berbagai kondisi dan pendirian-mandu psikologis yang perlu mendapat pertimbangan  n domestik pemilihan wahana adalah andai berikut:


            1.


Motivasi. Harus suka-suka kebutuhan, minat, atau kemauan lakukan berlatih dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya bagi mengerjakan tugas dan tutorial. Lagi pula,pengalaman yang dialamai pelajar harus relevan dengan dan bermakna baginya. Oleh karena itu, perlu bikin melahirkan minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran itu.


          2.


Perbedaan tersendiri. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kelajuan yang berbeda-beda. Faktor-faktor sebagai halnya intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya berlatih mempengaruhi kemampuan dan kesiapan peserta untuk sparing. Tingkat kecepatan pengajuan pengetahuan melalui media harus berdasarkan kepada tingkat kesadaran.


            3.


Tujuan penataran. Sekiranya pelajar diberitahukan apa nan diharapkan  mereka pelajari melalui media pengajaran itu, kesempatan bagi berhasil intern pendedahan semakin besar.


          4.


Organisasi isi. Pendedahan akan kian mudah jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urut-urutan nan berharga. Siswa akan memaklumi dan mengingat lebih lama materi les yang secara logis disusun dan di urut-urutkan secara teratur.


         5.


Persiapan sebelum berlatih. Ketika menciptaan materi pelajaran, sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada sifat dan tingkat persiapan siswa.


        6.


Emosi. Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perhatian pribadi serta kecakapan amat berkarisma dan berdeging.


           7.

Partisipasi. Mudah-mudahan pembelajaran berlantas dengan baik, seorang siswa harus menginternalisasi proklamasi, lain sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu, berlatih memerlukan kegiatan. Dengan partisipasi, kesempatan lebih besar terbuka bakal siswa kerjakan memahami dan mengingat materi pelajaran itu.


        8.


Umpan pesong. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara periodik siswa diinformasikan kejayaan belajarnya. Pengetahuan akan halnya hasil beajar, pegangan yang baik, maupun kebutuhan bakal perbaikan pada sisi-sebelah tertentu akan memberikan sumbangan terhadap ki dorongan berlatih yang berkelanjutan.


            9.


Penguatan. Apabila siswa berhasil belajar, ia didorong utnuk terus belajar. Pembelajaran nan didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun tangan kanan diri.


         10.


Kursus dan pengulangan. Sesuatu kejadian hijau jarang sekali bisa dipelajari secara efektif namun dengan sekali jalan. Agar suatu keterangan maupun ketrampilan boleh menjadi kompetensi alias kecakapan intelektual seseorang, haruslah sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks.


1           1.


Penerapan. Hasil  belajar nan diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah ataupun kejadian baru. Kemudian murid diberi kesempatan cak bagi bernalar dan memutuskan dengan menerapkan generalisasi alias prosedur terhadap bineka komplikasi atau tugas mentah.



D.    PROSEDUR PEMILIHAN Wahana PEMBELAJARAN





Berikut ini salah satu prosedur yang bisa digunakan dalam memilih ki alat pembelajaran nan tepat.


      3.


Mengena langsung dengan intensi khusus

      5.


Kontemporer atau keontetikan materi

      6.


Konsep fakta terjamin kecermatannya

      7.


Menetapi tolok selera

      8.


Keadilan polemis

      9.


Enggak mengandung persuasi

      10.


Barometer kualitas (gambar, narasi, surat berharga, warna, dll)

      11.


Struktur materi direncanakan dengan baik

      12.


Proses uji coba atau validasi (tingkat kemajuan).

Secara umum prosedur seleksi media penerimaan ada enam langkah, adalah:


      1.


Menentukan apakah wanti-wanti yang akan disampaikan itu ialah tujuan penelaahan  atau tetapi sekedar merupakan informasi atau hiburan


       2.


Menjadwalkan apakah media itu di rancang untuk keperluan pembelajaran ataupun instruksional ataupun alat tolong mengajar (peraga)


       3.


Menetapkan apakah n domestik persuasi mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afektif, kognitif alias psikomotorik.


      4.


Menetukan wahana yang sesuai berusul kelompok media nan cocok untuk strategi yang di pilih dengan mempertimbangkan ketentuan atau criteria, kebijakan, fasilitas, kemampuan produksi dan biaya


      5.


Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih, bila terbiasa mengkaji juga alternatif-alternatif yang ada


        6.


Perencanaan peluasan dan produksi media tersebut.




[9]









E.     TIPS N domestik Memintal Media PEMBELAJARAN

Sebelum mengakhirkan buat memanfaatkan alat angkut dalam kegiatan pembelajaran di dalm kelas, semoga pendidik melakukan seleksi terhadap alat angkut pembelajaran mana yang akan digunakan bagi mendampingi dirinya kerumahtanggaan membelajarkan siswa didiknya. Berikut ini beberapa tips maupun pertimbangan-pertimbangan yang boleh digunakan pendidik n domestik berbuat seleksi terhadap media pembaelajaran nan akan digunakan.


      1.




Menyesuaikan Jenis Media dengan Materi Kurikulum

Sebagai contoh misalnya, les Bahasa Arab, bakal kemampuan beristiadat mendengarkan atau menyimak (maharah istima’), sarana yang lebih tepat digunakan adalah alat angkut kaset audio. Padahal cak bagi kemampuan menulis atau tata bahasa, maka media yang lebih tepat digunakan ialah media cetak.


      2.




Keterjangkauan dalam Pembiayaan

Kerumahtanggaan ekspansi atau pengadaan media penerimaan sepatutnya juga mempertimbngakan ketersediaan anggaran yang terserah. Kalau kalau pendidik harus membuat sendiri media pembelajaran, maka sebaiknya dipikirkan apakah ada diantara sesama pendidik yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan buat mengembangkan media penerimaan yang dibutuhkan. Takdirnya tidak suka-suka, maka terbiasa dijajaki berapa besar biaya yang dibutuhkan bikin pembuatan mediannya.


      3.




Kesiapan Perngkat Keras bagi Pendayagunaan Media Pembelajaran

Enggak ada gunannya menciptaan dan melebarkan alat angkut secanggih apapun kalau bukan didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya di kelas. Apa artinya terhidang media pembelajaran online apabila, disekolah tidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga di dukung oleh Lokal Daerah Network (LAN). Sebaliknya, pemilihan media penerimaan sederhana(seperti misalnya alat angkut kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat berjasa karena peralatan / fasilitas pemanfaatannya tersedia di sekolah atau mudah diperoleh di umum, selain itu sumber energi yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan pemanfaatan media sederhana juga cukup mudah yakni sekadar dengan menunggangi baterai gersang.  Bersumber segi ekspertis atau keahlian dan kelincahan yang dibutuhkan bakal berekspansi media sederhana seperti ki alat kaset audio atau transparasi misalnya tidaklah bersisa sulit bakal mendapatkannya. Tidaklah juga sesak rumit lakukan mempelajari kaidah-kaidah perancangan dan pengembangan wahana sederhana.


       4.




Ketersediaan Wahana Pembelajaran di Pasaran

Karena promosi dan peragaan nan lalu mengagumkan/ mempesona atau menjanjikan misalnya, sekolah sambil tertawan cak bagi membeli media pembelajarn yang ditawarkan. Cuma sebelum membeli media pembelajrannya (program), sekolah harus terlebih lalu  membeli perangkat berkanjang bikin pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata di antara pendidik ada alias belum tanu bagaimana cara-prinsip mengoperasikan peralatan, eksploitasi media pembelajaran media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Di samping itu media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan di pasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka tahun tertentu.


      5.




Kemudahan Memanfaatkan Kendaraan Pembelajaran

Aspek lain yang juga bukan kalh pentinnya untuk dipertimbangkan kerumahtanggaan peluasan atau pengadaan kendaraan penelaahan yakni kemudahan pendidik atau siswa pelihara memanfaatkannya. Tak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran dikembangkan koteng atau yang dikontrakkan pembuatannya ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik makanya pendidik atau oleh peserta didik. Sarana yang dikembangkan maupun dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai lamin di sekolah.


F.     Seleksi MEDIA PEMBELAJARAN

Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan sendirisendiri, maka dari itulah kita diharapkan bisa memilih media nan sesuai dengan kebutuhan atau tujuan penataran. Dengan harapan bahwa pendayagunaan media akan menyegerakan dan mempermudah pencapaian maksud pendedahan.

Mengenai dalam memintal media, terlazim diperhatikan hal-peristiwa  sebagai berikut:

        1)


Memahami karakteristik setiap media

        2)


Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai

        3)


Sesuai dengan metode tutorial yang digunakan

        4)


Sesuai dengan materi yang dikomuniasikan

        5)


Sesuai dengan keadaan peserta didik

        6)


Sesuai dengan kejadian dan kondisi lingkungan, fasilitas memperoleh sarana

        7)


Sesuai dengan kesigapan pendidik menggunakannya

        8)


Kesiapan waktu menggunaknnya

        9)


Sesuai dengan taraf berfikir murid didik.


BAB III


Intiha


A.    Penali

Memilih media agar tidak dilakukan secara serabutan, melainkan didasarkan atas kriteria tertentu. Kesalahan kapan pemilihan, baik pemilihan variasi ki alat maupun topik yang dimediakan, akan membawa akibat pangkat nan tidak kita inginkan dikemudian musim.

Ada beberapa prinsip privat memilih ki alat penelaahan yang harus diperhatikan maka itu pendidik, yang terpenting dalam pemilahan alat angkut pembelajaraan dimaksud adalah adanya standar yang digunakan puas proses pemilihan media itu. Penyortiran dan penggunaan suatu kendaraan pembelajaran harus melibatkan tenagan yang mampu, terampil, dan profesional untuk memanfaatkannya disetiap kerangka pendidikan. Biaya yang dibutuhkan juga harus tersedia dan terengkuh oleh suatu rajah pendidikan nan bersangkutan.

Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat memilih alat angkut yang sesuai dengan kebutuhan maupun tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa pemanfaatan alat angkut akan menggesakan dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.


B.     Saran

Dengan mengetahui bagaimana teknik pemilihan ki alat penerimaan mudahmudahan, kita misal calon pendidik dapat mengerti dan mengetahui wahana-media segala yang cocok untuk digunakan dalam proses pembelajaran nan sesuai dengan kebutuhan dan pamrih pembelajaran, sehingga penggunaan ki alat akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pemebelajaran. Semoga kita dapat mencekit kebaikan mulai sejak segala apa yang sudah tercantum di makalah ini.


DAFTAR Bacaan

Arsyad, Azhar.Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2007.

Mukhtar.Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: CV. Misaka Galiza. 2003.


Nurhasnawati.Media Pembelajaran.Pekanbaru: Pusaka Riau. 2011.

Rasimin, dkk.Kendaraan Pembelajaran : Teori dan Aplikasi.Yogyakarta : Trust Media Publishing. 2012.

Sadiman, Arif S., dkk. Kendaraan Pendidikan Konotasi,Pengembangan,danPemanfaatannya. Jakarta: PT Kanjeng sultan Grafindo Persada. 2012.









[1]






AzharArsyad,Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 67






[2]






Arif S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan Denotasi,Pengembangan,danPemanfaatannya, (Jakarta: PT Ratu Grafindo Persada, 2012), hlm.84






[3]






Azhar Arsyad,Op. Cit, hlm. 69-71






[4]






Rasimin, dkk.,Media Penelaahan : Teori dan Petisi,(Yogyakarta : Trust Media Publishing, 2012), hlm. 163-165.






[6]






Arif S. Sadiman, dkk,Op. Cit, hlm. 85.






[7]






Nurhasnawati,Media Penerimaan, (Pekanbaru: Pusaka Riau, 2011), hlm.54





[8]






Rasimin, dkk,. Op.Cit,hlm. 167-171.






[9]






Mukhtar,Desain Penerimaan Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Cv. Misaka Galiza, 2003), hlm. 119.


Source: http://dalamkeajaiban.blogspot.com/2017/08/bab-i-pendahuluan-a.html

Posted by: and-make.com