Dasar Dasar Argumentasi Ajaran Agama Katolik Tentang Aborsi

Pengguguran MENURUT CARA PANDANG SEMUA AGAMA LUH GEDE TRISNA SINTHIA Peri,C1113004, 1A (S1 KEPERAWATAN) STIKES BINA USADHA BALI E-mail : [email protected] ABORTION BY ALL RELIGIOUS PERSPECTIVE Abstract Background : As humans we need religion in our lives , either as a rule or view the hidup.karna this paper we make than to fulfill the duties of religion , also to add to our knowledge about the religion dannilai – value in the nya.Dan one of which is religious views on aborsi.yang will be discussed in this paper . Hopefully, this paper can be pertimbangantingkah behavior and our thinking about what is abortion ? . Methods : This study preferred to adolescents or mothers . The sample used around the area sought shelter . Result : lots of turns teens who have abortions , this was done because they wanted to go back to school , if you do not want to get pregnant why it should do so sinful it ? They just want to know the extent of it with her boyfriend , but it’s very risky weight . Conclusion : so better start than now do not think it is too short to do oborsi because the stakes are huge . Whatever the reason if you are pregnant outside of marriage it is good to get married than the sins we get doubled . Konseptual Satah Belakang : Sebagai hamba allah kita habis membutuhkan agama dalam nyawa kita, baik seumpama aturan maupun pandangan hidup.karna itu referat ini kami untuk selain bikin memenuhi tugas agama, juga bakal menambah wawasan kita mengenai agama dannilai-biji di internal nya.Dan salah satunya ialah rukyah agama mengenai aborsi.yang akan di bahas kerumahtanggaan makalah ini. Semoga makalah ini boleh menjadi pertimbangantingkah laku dan pemikiran kita tentang apa itu aborsi?. Metode : riset ini diutamakan kepada para muda ataupun ibu-ibu. Percontoh nan digunakan dicari di seputar wilayah tempat adv amat. Hasil : banyak ternyata para muda yang melakukan aborsi, hal ini dilakukan karena mereka ingin menyinambungkan sekolah, sekiranya bukan ingin hamil mengapa harus melakukan hal nan dahulu berdosa itu? Mereka namun ingin sebatas cak hendak mengetahui hal itu bersama pacarnya, padahal hal itu terlampau berisiko langka. Kesimpulan : jadi makin baik mulai dari saat ini jangan berpikir terlalu singkat untuk melakukan oborsi sebab resikonya besar. Apapun alasannya kalau mutakadim hamil diluar nikah alangkah baiknya menikah semata-mata daripada dosa yang kita dapatkan berpulun-pulun. PENDAHULUAN The 2012 March for Life tahun ini mendorong puluhan mili pendukung pro-life Amerika Kongsi mendekati National Mall, dengan mengirimkan payung dan berkomitmen membatalkan Roe v. Wade, keputusan Pidana Agung tahun 1973 nan melegitimasi pengguguran di seluruh Amerika Persekutuan dagang. Sekitar 54 juta anak yang belum lahir mutakadim tewas sejak keputusan itu dikeluarkan oleh lembaga pemerintah itu, dan bilang waktu terakhir, negara itu telah mendapat banyak dukungan pro-life, khususnya di limbung kabilah muda. Tahun 2009, sebuah jajak pendapat Gallup menunjukkan bahwa sebagian katai terbit penduduk dewasa menentang aborsi dalam beragam kasus, dan tahun ini lautan pelajar dan mahasiswa pawai menentangnya. Sambil memegang spanduk dan surat tempelan serta menyarungkan t-shirt, para pengunjuk rasa muda itu mempersunting masyarakat berdoa bagi “budaya kehidupan” dan mengingatkan “adopsi adalah pilihan.” “Biarpun bekas-wadah orasi menjadi sebuah pusat pendidikan, belaka komplikasi ini adalah serupa itu berat sehingga kita berketentuan bahwa dukungan publik terhadap perkumpulan sangat diperlukan,” perkenalan awal Timotius Ozon’Donnell, bos Christendom College di Front Buar, Va. Sebelumnya, Kardinal Timothy Dolan, atasan Presidium Konferensi Waligereja Amerika Serikat mengatakan, “Kini kami merasa senang karena pro-life diakui sebagai gerakan utama hak-hak sipil saat ini.” Kehadiran kaum muda yang meningkat internal kampanye pawai tahunan ini menjadi sumur ispirasi untuk para pemimpin Katolik pro-life maupun yang lain, sesudah sejauh “dua musim melambungkan pemulihan budaya jiwa nan terancam karena melegitimasi aborsi,” katanya, privat homili selama Misa pengakhiran Malam Doa Kebangsaan bikin Hayat di Basilika St. Maria Dikandung Tanpa Bercak. Sumber: Thousands march on Washington in anti-abortion demo Dua hari pasca- mengarifi bahwa pemerintah federal mempersunting lembaga-rancangan Katolik bagi menyediakan aborsi, alat kontrasepsi, privat rancangan asuransi kesehatan pribadi mereka, katanya, “tungkul” kepada anti-kehidupan harus dilawan. Semua agama di Indonesia sepakat mendorong dengan tegas praktik aborsi. Hanya, hal itu mendapat pengecualian jikalau tercalit kelainan kesehatan ibu dan fetus yang dikandung. Kesepakatan tersebut disuarakan majelis-majelis keagamaan di Indonesia yang dilakukan di jawatan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, Konferensi Penanggung jawab Gereja Indonesia, P Sigit Pramudji, Pr, Persemakmuran Gereja-Dom dan Bentuk Bibel Indonesia, Pdt Wilfred Soplantila, Parisada Hindu Dharma Indonesia Sentral, DR I Made Gde Erata, MA, Perwalian Umat Budha Indonesia, Bhiksuni Viryaguna Mahasthavira, dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, WS. Ir. Budi S. Tanuwibowo, MM. 1.Aborsi Menurut Selam a.Umat Islam berkepastian bahwa Al-Quran adalah Undang-Undang paling utama bagi sukma turunan. Allah berkata: “Kami menurunkan Al-Qurankepadamu lakukan menjelaskan segala apa sesuatu.” (QS 16:89) Jadi, jelaslah bahwaayat-ayat nan terkandung didalam Al-Quran mengajarkan semua umat tentanghukum yang mengamankan ragam manusia. b.Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran nan menyatakan bahwa aborsi boleh dilakukan maka dari itu umat Selam. Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat yangmenyatakan bahwa janin n domestik ki gua garba habis mulia. Dan banyak ayat-ayatyang menyatakan bahwa azab untuk makhluk-khalayak nan membunuh sesamamanusia merupakan sangat berhantu. Pertama: Individu – berapapun kecilnya – adalah ciptaan Allah nan indah. Agama Islam sangat menjunjung tinggi keperawanan umur. Banyak sekaliayat-ayat privat Al-Quran yang bersaksi akan hal ini. Salah satunya, Yang mahakuasa merenjeng lidah: “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia.”(QS17:70)16aborsi Kedua: Menjagal satu roh sekufu artinya dengan membunuhsemua anak adam. Mengetanahkan satu nyawa sederajat artinya dengan mengebumikan semua orang. Didalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain,n kepunyaan dampak yang sangat lautan. Firman Tuhan: “Barang siapa yangmembunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkanhukum qishash, alias bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akandia mutakadim mendabih manusia seluruhnya. Dan produk kelihatannya yang memeliharakeselamatan nyawa seorang hamba allah, maka seolah-olah dia sudah memeliharakeselamatan nyawa makhluk semuanya.” (QS 5:32)e. Ketiga: Umat Selam dilarang berbuat aborsi dengan alasan bukan memiliki persen yang cukup alias mengalir perlahan-lahan akan kekurangan uang. Banyak favorit ibu yang masih muda berdalil bahwa karena penghasilannyamasih belum stabil alias tabungannya belum memadai, kemudian iamerencanakan bikin menanggalkan kandungannya. Betapa salah pemikirannya. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Yang mahakuasa yang bunyinya:“Dan janganlah kamu membantai anak-anakmu karena takut melarat. Kamilahyang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu lagi. Sesungguhnyamembunuh mereka adalah dosa yang lautan.” (QS 17:31)f. Keempat: Pengguguran adalah membunuh. Membunuh berguna melawanterhadap perintah Tuhan. Membunuh berharga melakukan tindakan kriminal. Jenis aborsi nan dilakukandengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan tanpa alasanmedis dikenal dengan istilah “abortus provokatus kriminalis” yang merupakantindakan kriminal – tindakan yang melawan Allah. Al-Quran menyatakan:“Adapun hukuman terhadap orang-orang nan berbuat keonaran terhadapAllah dan RasulNya dan membentuk bencana kerusuhan di wajah marcapada ialah:dihukum senyap, atau disalib, ataupun dipotong tangan dan kakinya secara bersilang Pasal 341Seorang ibu yang, karena tegak akan ketahuan babaran momongan, plong saat anak dilahirkan ataupun bukan lama kemudian, dengan sengaja merompak nyawa anaknya,diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan majelis hukum penjara paling lama tujuhtahun.Pasal 342Seorang ibu yang, bagi melaksanakan niat nan ditentukan karena takut akanketahuan bahwa akan babaran anak asuh, pada ketika anak dilahirkan atau enggak lamakemudian merampas vitalitas anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhananak sendiri dengan lembaga, dengan pidana penjara paling kecil lama sembilan periode.Pasal 343Kejahatan yang diterangkan n domestik pasal 341 dan 342 dipandang, untuk orang lainyang turut serta melakukan, perumpamaan pembunuhan atau pembantaian denganrencana.Pasal 346Seorang wanita yang sengaja menanggalkan ataupun mematikan kandungannya ataumenyuruh sosok bukan bikin itu, diancam dengan perbicaraan interniran paling kecil lama empattahun.Pasal 3471.Barangsiapa dengan sengaja meluruhkan maupun mematikan kandunganseorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara palinglama dua belas hari.2.Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pengadilan kamp paling lama panca belas tahun. Pasal 3481.Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandunganseorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana pengasingan palinglama panca perian heksa- bulan.2.Jika ulah itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana lokap paling kecil lama tujuh periode.Pasal 349Jika seorang dokter, paramedis atau juru pelamar mendukung mengerjakan kejahatan yangtersebut pasal 346, atau melakukan alias kontributif melakukan salah satukejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka meja hijau yang ditentukandalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan bisa dicabut kepunyaan cak bagi menjalankan pemburuan dalam mana kejahatan dilakukan. 2. Aborsi Menurut Agama Budha Situasi aborsi memang ada di sejauh sejarah hamba allah.Sesungguhnya di mana ada insan yang ingin hamil maka di tempat nan setolok juga ada kehamilan yang tidak diinginkan. Banyaknya kasus aborsi di kalangan muda detik ini yang berakibat merenggut nyawa menunjukkan pendidikan sensualitas bagi remaja sudah saatnya dipikirkan. Mencermati kasus ini memang dibutuhkan pemikiran jernih. Sejauh ini masyarakat khususnya kalangan remaja sarjana tergesa-gesa intern mengijmalkan kasus pengguguran hanya dilakukan karena perpautan adil dan mengutuk perilaku sang pelaku tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lain yang ada di dalamnya. Kenyataannya terserah ketimpangan antara respons publik yang rata-rata bernada tunggal tersebut dengan realita yang terjadi. Pecah fakta hasil penelitian selama ini jelas keseleo seandainya kita menganggap bahwa kehamilan yang tidak dikehendaki selalu dihubungkan dengan akibat kekeluargaan bebas apalagi takdirnya berpikir bahwa itu saja terjadi pada remaja. Padahal masih banyak sikap-sikap di awam kita koteng yang memurukkan perempuan untuk terpaksa mengamalkan aborsi. Sikap nan ditanamkan sesungguhnya memang mempunyai meres belakang yang farik seperti : a) Batih yang lain siap karena memiliki ekonomi pas-pasan sehingga cenderung bersikap menjorokkan kelahiran anak. b) Masyarakat cenderung menyisihkan dan memojokkan wanita yang hamil di asing perkariban. Wanita selalu disalahkan, enggak ditolong alias dibesarkan jiwanya saja malah ditekan dan disudutkan sehingga dalam reaksinya wanita tersebut akan melalukan aborsi. c) Ada aturan perusahaan yang lain memperbolehkan karyawatinya hamil (kendatipun mempunyai suami) selama dalam kontrak dan kalau ketahuan hamil akan dihentikan dari pekerjaannya. d) Relasi nan sangat bebas bagi remaja yang masih duduk di tapang sekolah, misal SMA, mengakibatkan kecelakaan dan membuahkan kehamilan. Karena merasa malu, dengan tandingan-temannya, menggermang kalau kesempatan belajarnya terhenti dan kelihatannya masa depannya pun menjadi buruk. Ditambah dengan tekanan masyarakat yang menyisihkan sehingga akibatnya ia melakukan aborsi biar konsisten eksistensi di publik dan dapat melanjutkan sekolah. e) Dari segi medis diketahui atma reproduksi sehat antara 20-35 tahun. Bila seorang wanita hamil di luar batasan hidup itu akan timbrung dalam kriteria risiko tinggi. Batasan ini cinta menakutkan, sehingga upik yang mengalaminya lebih merentang mendorong kehamilanya dan ujung-ujungnya akan mengerjakan aborsi. f) Rukyat sebagian cucu adam bahwa tanda-tanda semangat bakal manusia antara lain adanya detak dalaman yakni umur sekitar tiga bulan. Maka hal ini akan memicu seorang wanita yang mengalami suatu kelainan akan melakukan pengguguran dengan alasan usia bayi belum sampai 3 rembulan. g) Praktik aborsi adalah fenomena yang timbul karena perlintasan poin di masyarakat. Sebabat halnya dengan praktik pelacuran, praktik aborsi lain bisa diantisipasi dengan hanya bentuk pelarangan semata. h) Selama ini indikasi medis yang dipakai bagaikan bawah bolehnya aborsi tetapi didasarkan pada kebugaran jasmani/keselamatan roh dan mencupaikan konsep definisi kesegaran secara keseluruhan (sehat jasmani, psikis dan afiat sosial). Padahal seperti tersurat dalam UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992 nan dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sejahtera berpangkal bodi, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang sukma makmur secara sosial dan irit. Sementara itu dalam RUU Kesehatan tentang aborsi terdapat pada pasal 60 ayat 1 dan 2 yang menyebutkan pemerintah berkewajiban melindungi kaum perempuan bersumber praktik aborsi alat pencernaan nan bukan bermutu, lain lega dada dan tidak bertanggungjawab melangkaui perundang-ajakan. Kerumahtanggaan ayat 2 dijelaskan pengguguran kandungan yang lain bermutu antara enggak di untuk tenaga kerja bukan profesional dan dilakukan tanpa mengikuti tolok profesi yang berlaku. Dalam pasal itu tertentang bahwa pembatasan aborsi hanya pada upaya-upaya praktik aborsi maka dari itu tenaga non medik seperti melalui mantri, pelamar-obat tradisional, provisional batasan-batasan mengenai syarat dan kondisi seseorang diperbolehkan melakukan pengguguran selevel sekali tidak dibahas. Dengan kata enggak seseorang diperkenankan melakukan aborsi (dengan alasan kesehatan bodi/keselamatan atma) asalkan dilakukan maka dari itu medikus yang profesional dengan fasilitas nan memadai dan ditunjuk oleh pemerintah. Proteksi terhadap kesehatan perempuan berkaitan dengan peruntungan-peruntungan reproduksinya pada dasarnya telah diatur privat UU No.7 waktu 1984. Selain hoki untuk mendapatkan perlindungan dan peladenan kesegaran, konvensi ini jelas menjamin eigendom-properti reproduksi dayang. Antara lain milik untuk memutuskan bilamana dan akankah pemudi mempunyai momongan. Dengan demikian konvensi ini membagi peluang bagi perempuan untuk malakukan aborsi misal pilihan objektif mencantol hak-hak reproduksinya. Baik internal keputusan-keputusan di majelis hukum maupun n domestik pleidoi menyangkut soal pemudi konvensi ini jarang digunakan sebagai objek pertimbangan. Sebab sistem hukum nan suka-suka sama sekali tidak sensitif gender dan memusat mengancaikan kepentingan perempuan. Apakah melakukan aborsi berarti melakukan pembunuhan? Seringkali pertanyaan ini menjadi objek perdebatan mulai sejak berbagai kacamata permakluman. N domestik penyakit aborsi rukyat medis alias agama yang dikembangkan di publik adalah satu, pengguguran identik dengan pemusnahan. Inilah yang kemudian diadopsi di dalam substansi hukum sebagaimana yang diatur habis KUHP. N domestik pandangan medis abortus yang diperbolehkan adalah abortus berdasarkan indikasi medis (abortus artificialis therapicus) selebihnya aborsi nan dilakukan tanpa indikasi medis dikategorikan bagaikan abortus kriminal (abortus provocatus criminalis). Dalam rukyat agama Buddha pengguguran adalah suatu tindakan aborsi nafkah atau membunuh makhluk spirit nan sudah cak semau dalam rahim seorang ibu. Syarat yang harus dipenuhi terjadinya hamba allah spirit : a) Netra utuni hoti : tahun subur koteng wanita b) Ain pitaro hoti : terjadinya pertemuan kurungan telur dan sperma c)Gandhabo paccuppatthito : adanya gandarwa, kognisi pelanjutan dalam siklus nasib baru (pantisandhi-citta) kelanjutan berusul kesadaran ajal (cuti citta), yang memiliki energi karma. Pecah penjelasan diatas agama Buddha memusat dan tidak menyetujui adanya tindakan aborsi karena mutakadim melanggar pancasila Buddhis, menyangkut sila pertama adalah panatipata. Suatu pemusnahan telah terjadi bila terwalak lima faktor sebagai berikut : a) Ada bani adam hidup (pano) b) Mengerti maupun mengingat-ingat suka-suka hamba allah spirit (pannasanita) c) Cak semau kehendak (cetana) untuk menyembelih (vadhabacittam) d) Melakukan pembantaian ( upakkamo) e) Sosok itu tenang karena tindakan pembunuhan ( tena maranam) Apabila terwalak kelima faktor kerumahtanggaan suatu tindakan pembunuhan, maka telah terjadi pelanggaran sila pertama. Maka itu karena itu sila berhubungan dekat dengan karma maka pemusnahan ini akan berakibat buruk yang sulit maupun ringannya tersampir pada keefektifan nan mendorongnya dan bahan pembantaian itu. Bukan saja pelaku hanya nan mengamalkan tindak pembunuhan, ibu sang bayi juga melakukan hal yang sama. Bagaimanapun mereka mutakadim melakukan tindak kejahatan dan akan mendapatkan akibat di kelak, baik intern kehidupan sekarang alias yang akan cak bertengger. Internal Majjhima Nikaya 135 Buddha bersabda “Seorang pria dan wanita yang menyembelih hamba allah hayat, bengis dan gemar memukul serta membunuh tanpa belas kasihan kepada khalayak hidup, akibat perbuatan yang telah dilakukannya itu beliau akan dilahirkan sekali lagi sebagai individu di mana saja sira akan bertumimbal lahir, umurnya tidaklah akan pangkat”. Bagi mereka yang menyenggangkan jasa aborsi tidak sah dan ketahuan tentu akan mendapat ganjaran menurut syariat negara, setelah melalui proses yustisi berlandaskan bukti-bukti yang ada. Ini juga sebagai akibat berpokok ragam (karma) buruk yang dilakukan kini. Mudahmudahan kasus aborsi yang sering terjadi menjadi cak bimbingan bagi semua pihak. Bagi para cukup umur tidak menyalahartikan cinta sehingga tak mengamalkan perbuatan riuk yang menumbuk sila. Untuk bandingan yang sudah berumah hierarki mengeset kelahiran dengan acara nan ada dan bagi pihak-pihak tidak nan terkait tak berburu penghidupan dengan kaidah yang pelecok sehingga melanggar hukum, norma dan petunjuk agama. Mudah-mudahan awam luas dan umat Buddha pada khususnya dapat memahami hal ini sehingga tak terjerumus pada perbuatan buruk nan merugikan diri sendiri dan anak adam enggak. Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitata – Semoga semua hamba allah mujur 3. Aborsi Menurut Agama Serani Alkitab bukan interelasi secara spesial berfirman mengenai soal aborsi. Tetapi demikian, ada banyak ajaran Alkitab nan membuat jelas segala apa pandangan Allah akan halnya aborsi. Yeremia 1:5 memberitahu kita bahwa Allah mengenal kita sebelum Dia membuat kita dalam ki gua garba. Mazmur 139:13-16 berbicara adapun peran aktif Allah dalam menciptakan dan membentuk kita dalam peranakan. Jebolan 21:22-25 menerimakan hukuman yang ekuivalen kepada orang yang mengakibatkan kematian sendiri bayi yang masih dalam kandungan dengan khalayak yang membunuh. Kejadian ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang kanak-kanak anyir dalam makanan sebagai makhluk sama seperti orang dewasa. Bagi individu Masehi pengguguran lain hanya sekedar soal hak putri bakal memintal. Aborsi pun berkenaan dengan umur matinya manusia yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6). Argumen pertama nan selalu diangkat buat mendatangi posisi orang Kristen n domestik kejadian aborsi adalah, “Bagaimana dengan kasus pemerkosaan dan/atau hubungan syahwat antar ari-ari. Betapapun mengerikannya hamil sebagai akibat pemerkosaan maupun rangkaian seksualitas antar saudara, apakah mendabih si bayi adalah jawabannya? Dua kesalahan tidak menghasilkan kebenaran. Anak asuh yang lahir sebagai hasil pemerkosaan alias hubungan libido antar saudara bisa saja diberikan untik diadopsi oleh batih nan tidak bakir memperoleh anak – atau momongan tsb bisa dibesarkan oleh ibunya. Sekali lagi sang bayi tidak seharusnya dihukum karena perbuatan keji ayahnya. Argumen kedua yang umumnya diangkat untuk condong posisi orang Kristen intern hal aborsi adalah, “Bagaimana takdirnya spirit si ibu terancam?” Secara jujur ini adalah pertanyaan paling sulit untuk dijawab dalam soal aborsi. Pertama-tama wajib diingat bahwa situasi semacam ini sahaja sedikit dari 1/10 mulai sejak 1 uang dari seluruh aborsi nan dilakukan di bumi saat ini. Jauh bertambah banyak pemudi yang melakukan aborsi karena merka lain mau “merusak tubuh mereka” daripada pemudi yang mengamalkan aborsi untuk menyelamatkan spirit mereka. Kedua, mari kita mengingat bahwa Allah kita adalah Allah dari mujizat. Anda dapat menjaga kehidupan terbit ibu dan anak sekalipun secara medis situasi itu tidak mungkin. Akhirnya, keputusan ini sekadar bisa diambil antara laki, isteri dan Allah. Setiap tara nan menghadapi peristiwa nan lewat terik ini harus beribadat minta hikmat berpokok Halikuljabbar (Yakobus 1:5) untuk apa yang Tuhan ingin mereka untuk. Pada 99% berpunca pengguguran yang dilakukan sekarang ini alasannya adalah “kekuasaan kelahiran secara retroaktif.” Dayang dan/atau pasangannya memutuskan bahwa mereka lain mengharapkan orok nan dikandung. Maka mereka memutuskan bagi mengakhiri hidup dari bayi itu ketimbang harus berkewajiban. Ini yaitu kejahatan yang terbesar. Bahkan dalam kasus 1% nan runyam itu, pengguguran bukan sepantasnya dijadikan opsi permulaan. Hidup berbunga hamba allah dalam alat pencernaan tu layak untuk mendapatkan segala usaha buat memastikan kelahirannya. Untuk mereka yang telah melakukan aborsi, dosa aborsi tidaklah kian berat diampuni dibanding dengan dosa-dosa lainnya. Melalui iman dalam Kristus, semua dosa apapun dapat diampuni (Yohanes 3:16; Roma 8:1; Kolose 1:14). Cewek nan telah melakukan aborsi, maupun lai-laki nan mendorong aborsi, ataupun malah tabib nan melakukan aborsi, semuanya dapat diampuni melampaui iman di dalam Yesus Kristus. 4. Pandangan Agama Hindu Tentang Aborsi Aborsi dalam Theology Hinduisme tergolong sreg ragam yang disebut “Himsa karma” adalah salah satu ulah dosa yang disejajarkan dengan menzabah, meyakiti, dan menyiksa. Menyembelih dalam pengertian yang lebih kerumahtanggaan sebagai “menyurutkan nyawa” mendasari falsafah “usia” atau kehidupan yang sudah lalu berada dan melekat sreg jabang bayi sekalipun masih berbentuk gumpalan yang belum model seperti tubuh cucu adam. Buru-buru setelah terjadi pembuahan di ovum maka atma sudah ada atas kuasa Hyang Widhi. Dalam “Melempar Tutur Panus Karma”, kreasi manusia yang utuh kemudian dilanjutkan makanya Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya laksana “Kanda-Pat” dan “Nyama Bajang”. Lebih jauh itu menuturkan bahwa Kanda-Pat yang artinya “catur-teman” adalah: I Karen, sebagai calon plasenta; I Bra, perumpamaan calon lamas; I Angdian, misal calon getih; dan I Lembana, sebagai calon Yeh-nyom. Momen cabang bayi telah berusia 20 musim maka Kanda-Pat berubah jenama menjadi sendirisendiri: I Anta, I Preta, I Kala dan I Dengen. Lebih jauh pasca- berusia 40 minggu barulah dinamakan bagaikan : Ari-ari, Lamas, Getih dan Yeh-nyom. Nyama Bajang yang artinya “tembuni yang belalah membujang” merupakan kemujaraban-kekuatan Hyang Widhi yang enggak berwujud. Jika Kanda-Pat bertugas memelihara dan membesarkan jabang bayi secara phisik, maka Nyama Bajang yang jumlahnya 108 bertugas mendudukkan serta menguatkan atma ataupun spirit dalam tubuh kanak-kanak anyir. Oleh karena itulah perbuatan pengguguran disetarakan dengan meredam emosi roh. Kitab-kitab suci Hindu antara lain Rgveda 1.114.7 menyatakan: “Ma no mahantam uta ma no arbhakam” artinya: Janganlah mengganggu dan mencelakakan bayi. Atharvaveda X.1.29: “Anagohatya vai bhima” artinya: Jangan membunuh bayi yang tiada berdosa. Dan Atharvaveda X.1.29: “Ma no gam asvam purusam vadhih” artinya: Jangan membunuh manusia dan binatang. Internal ephos Bharatayuda Sri Krisna telah mengutuk Asvatama arwah 3000 periode dalam kesengsaraan, karena Asvatama telah membunuh semua kanak-kanak anyir yang ada dalam kandungan ayutayutan-istri gelap nasab Pandawa, serta membentuk istri-ayutayutan itu mandul selamanya. Pembuahan sel telur dari hasil persaudaraan sex selanjutnya ditinjau kerumahtanggaan falsafah Hindu andai sesuatu yang harusnya disakralkan dan direncanakan. Baik dalam Manava Dharmasastra maupun n domestik Kamasutra buruk perut dinyatakan bahwa perkawinan menurut Hindu adalah “Dharmasampati” artinya perkawinan merupakan sakral dan suci karena berujud memperoleh putra yang tiada bukan adalah re-inkarnasi dari roh-usia para kakek moyang yang harus lahir kembali menjalani roh andai manusia karena belum sepan bersih kerjakan berganduh dengan Tuhan maupun dalam istilah Theology Hindu disebut sebagai “Amoring Acintya”. Maka dari itu karena itu maka satu rangkaian akal sehat dalam keyakinan Veda dapat digambarkan sebagai berikut : Perkawinan (pawiwahan) yakni buat syahnya satu hubungan sex yang bertujuan memperoleh anak. Gambaran ini bisa ditelusuri seterusnya sebagai tidak adanya keinginan mengamalkan susunan sex doang untuk kesenangan saja. Prilaku manusia menurut Veda adalah yang penuh dengan pengendalian diri, termaktub pula pengendalian diri dalam bentuk pengekangan temperatur nafsu. Pasangan junjungan-ulam-ulam yang n kepunyaan banyak anak asuh dapat dinilai sebagai kurang berhasilnya berbuat pengendalian nafsu sex, lebih lagi bila kemudian ternyata bahwa kelahiran anak asuh-anak enggak dalam batas perencanaan nan baik. Sakralnya hubungan sex internal Hindu banyak dijumpai dalam Kamasutra. Antara tidak disebutkan bahwa sangkutan sex hendaknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik, misalnya terlebih silam bersembahyang memuja dua Deva yang bersebelahan yaitu Deva Smara dan Devi Ratih, sehabis mensucikan diri dengan mandi dan memercikkan tirta pensucian. Hubungan sex juga harus dilakukan dalam suasana yang tentram, rukun dan penuh kasih majuh. Hubungan sex yang dilakukan internal keadaan sedang marah, sedih, mabuk atau bukan siuman, akan mempengaruhi prilaku anak nan lahir kemudian. Oleh karena perhubungan sex terjadi melampaui seremoni pawiwahan dan dilakukan saja untuk memperoleh momongan, jelaslah sudah bahwa pengguguran n domestik Agama Hindu lain dikenal dan bukan dibenarkan . GAMBAR-Rencana Penali Aborsi merupakan kejadian yang harus dihindari.Seseorang dapat melakukan aborsi jikamemang alasanyya jelas menurut agama dan kesegaran.Bukan diperbolehkan seorangibu hamil membuang janinnya sendiri,karena Tuhan telah menerimakan kepercayaankepada kita bikin bisa memperoleh sendiri keturunan.Bersyukurlah suatu saat jemah bila kita di beri kesempatan untuk menjadi seoarang ibu bermanfaat kita telah menjadimanusia yang beruntung,karena tak semua wanita bisa hamil.Banyak sekali wanitayang tidak bisa memeberikan keturunan kepada suaminya karena faktor kesehatan. SOLUSI Solusi bikin seorang wanita: Jika anda sedang memikirkan untuk melakukan aborsi, tenangkan pikiran sira.Aborsi bukanlah suatu solusi adakalanya. Pengguguran akan membuahkan komplikasi-masalah mentah yang tambahan pula lebih osean lagi bikin anda – di dunia dan di akhirat.Ada beberapa pihak yang dapat diminta bantuannya dalam hal menanganimasalah pengguguran ini, yakni:1. Tanggungan dekat atau anggota tanggungan lain.2. Saudara-saudara seiman3. Basilika-gereja, khususnya gereja Katolik 4. Organisasi-organisasi pelayanan Gereja5. Sosok-orang lain nan bersedia membantu secara pribadi. Pertama-tama, hubungi keluarga malar-malar dahulu. Ibu bapak, embuk, om, tanteatau uri-uri erat lainnya. Minta pertolongan mereka untuk mendampingi di saat-saat yang berat ini. Solusi untuk Bayi Apapun alasan anda, pengguguran bukanlah jalan keluar. Setiap orok yang dilahirkan,selalu dipersiapkan Tuhan segala sesuatunya bikin ia.Jangan lan kita mansukh kankepercayaan Almalik kepada kita.Bersyukurlah karena kita sudah lalu diberi kesempatanuntuk distorsi memperoleh keturunan,karena mubgkin orang lain tidak seberuntung kita.Jika memang saat ini engkau tidak sanggup membiayai spirit biji pelir hati anda, berdoalah moga Halikuljabbar memberikan jalan keluar. Jika anda tekun enggak menginginkan anak tersebut, carilah anak adam-orang damping yang bersedia bakal menerimanya laksana anak angkat. Mulut TERIMAKASIH Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengerti lebih privat tentang apa itu aborsi menurut plural penglihatan agama. Di dalam opservasi bisa jadi ini saya banyak menemukan kendala-hambatan mulai pecah menyusin setakat mengejar gambaran materi yang berkaitan dengan aborvasi. Namun dibalik rintangan-kendala yang saya temukan kerumahtanggaan observasi ini, saya mendapat banyak aji-aji tambahan dari tugas nan kiai berikan. Bila ada kesalahan baik pada cerminan materi ataupun pada penulisan observasi kali ini , saya mohon kritik dan saran Bapak hendaknya saya boleh membuat suatu observasi nan baik di kemudian masa Daftar rujukan https://www.google.com/#q=pengguguran https://www.google.com/#q=aborsi+menurut+agama+kristen https://www.google.com/#q=aborsi+menurut+agama+hindu https://www.google.com/#q=pengguguran+menurut+agama+budha https://www.google.com/#q=aborsi+menurut+agama+islam

Source: https://anakinitidakberdosa.blogspot.com/2013/12/aborsi-menurut-semua-pandangan-agama.html

Posted by: and-make.com