Dasar Dasar Ajaran Tarekat Populer

Pecihitam.org
– Andai rangka suluk yang melembaga,
tarekat
ini merupakan kelangsungan dari penganut sufi yang terdahulu. Perubahan tasawuf ke dalam tarekat perumpamaan lembaga boleh dilihat bersumber perseorangannya, nan kemudian berkembang menjadi tarekat yang teladan dengan simbol-fon dan unsurnya.


Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-kata sandang keislaman dengan adanya jaringan katib dan tim penyunting yang dapat menulis secara rutin. Sira dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan timbrung menyerakkan kata sandang ini ke kanal-terusan sosial media kamu atau lebih lagi engkau bisa ikut Berdonasi.



DONASI Kini

Tarekat Shuhrawardiyah (w. 1168 M.) misalnya dinisbahkan sreg Diya al-Din Bubuk Najib al-Suhrawardi. Qadariyah dinisbahkan pada Abdul Qadir Jaelani (w.1166 H.) Rifaiyah dinisbahkan pada Ahmad Ibn al-Rifa’i (w. 1182), Jasafiyah dinisbahkan puas Ahmad al-Jasafi (w.1166 M.) Sadziliyah dinisbahkan lega Abu Madyan Shuhaib (w. 1258), Mauliyah dinisbahkan pada Jalaluddin Rumi (w.1273).

Berasal sekian banyak perputaran tarekat tersebut terdapat setidaknya sapta diseminasi tarekat yang berkembang di Indonesia, ialah tarekat Qadariyah, Rifaiyah, Naqsyabandiyah, Sammaniyah, Khalwatiyah, al-Hadad, dan tarekat Khalidiyah.

1. Tarekat Qadiriyah

Tarekat Qadiriyah didirikan oleh
Syaikh Abdul Qadir Jaelani
(1077-1166) nan bosor makan pun disebut al-Jilli. Tarekat ini banyak tersebar di marcapada Timur, Tiongkok, mencapai pulau Jawa.

Dominasi tarekat ini cukup banyak meresap di hati masyarakat yang dituturkan suntuk bacaan manaqib Pada acara-program tertentu. Tulisan tangan kudus manaqib ditulis dalam bahasa Arab Berisi biografi dan asam garam Sufi Abdul Qadir Jaelani sebanyak empat desimal adegan.
Manaqib
ini dibaca dengan maksud agar mendapatkan berkah dengan sebab keramatnya.

2. Tarekat Rifa’iyah

Tarekat Rifa’iyah didirikan oleh Syaikh Rifa’i. Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Ali polong Abbas. Meninggal di Umm Abidah sreg tanggal 22 Jumadil Awal hari 578 H. bertepatan dengan tanggal 23 September tahun 1106 M.

Dan ada sekali lagi yang mengatakan bahwa ia meninggal pada wulan Rajab periode 512 H. simultan dengan bulan November musim 1118 M. di Qaryah Hasan. Tarekat ini banyak tersebar di daerah Aceh, Jawa, Sumatera Barat, Sulawesi, dan area-daerah lainnya.

Ciri tarekat ini adalah penggunaan tabuhan rebana privat wiridnya, nan diikuti dengan tarian dan permainan debus, yakni menyangkap diri dengan sepotong senjata ekstrem yang diiringi dengan zikir-zikir tertentu. Permainan debus ini berkembang pula di daerah Sunda, khususnya Banten, Jawa Barat.

3. Tarekat Naqsyabandi

Adapun tarekat Naqsyabandi didirikan oleh Muhammad polong Bahauddin al-Uwaisi al-Bukhari (727-791 H). Ia biasa disebut Naqsyabandi diambil pecah pengenalan naqsyaband yang berjasa lukisan, karena ia ahli dalam memberikan lukisan nasib nan gaib-sirna.

Tarekat ini banyak tersebar di Sumatera, Jawa, atau Sulawesi. Ke daerah Sumatera Barat, tepatnya negeri Minangkabau, tarekat ini dibawa maka dari itu Syaikh Ismail al-Khalidi al-Kurdi, sehingga dikenal dengan sebutan Tarekat Naqsyabandiah al-Khalidiyah. Amalan tarekat ini tidak banyak dijelaskan ciri-cirinya.

4. Tarekat Samaniyah

Tarekat Samaniyah didirikan oleh Syaikh Surat sita yang meninggal n domestik masa 1720 di Madinah. Tarekat ini banyak tersebar luas di Aceh, dan mempunyai pengaruh yang n domestik di kawasan ini, juga di Palembang dan negeri lainnya di Sumatera.

Di Jakarta tarekat ini pun adv amat segara pengaruhnya, terutama di distrik pinggiran kota. Di kewedanan Palembang orang banyak yang membaca riwayat Syaikh Saman sebagai tawassul bakal mendapatkan berkah.

Ciri tarekat ini zikirnya dengan suara keras dan melengking, khususnya ketika mengucapkan lafaz la ilaha illa Yang mahakuasa. Kembali naik daun dengan nama wirid saman yang hanya mempergunakan ucapan “hu”, yang artinya Beliau Yang mahakuasa.

Syaikh Saman ini sekali lagi mengajarkan hendaknya melipatkan shalat dan zikir, kasih pada fakir miskin, jangan memanjakan dunia, menukar akal basyariyah dengan akal robaniyah, beriktikad hanya kepada Allah dengan tulus ikhlas.

5. Tarekat Khalwatiyah

Tarekat khalwatiyah didirikan makanya Zahiruddin (w. 1397 M) di Khurasan dan adalah cabang dari tarikat Suhrawardi nan didirikan maka itu Abdul Qadir Suhrawardi yang meninggal tahun 1167 M.

Tarekat Khalwatiyah ini mula-mula tersiar di Banten oleh
Syaikh Yusuf Al-Khalwati al-Makasari
pada masa rezim Yang dipertuan Ageng Tirtayasa.

Tarekat ini banyak pengikutnya di Indonesia, dimungkinkan karena ilmu sufi dari tarikat ini lalu sederhana dalam pelaksanaannya. Lakukan membawa jiwa berpunca tingkat nan cacat ke tingkat nan kian tinggi melalui tujuh tingkat, yaitu kenaikan bersumber nafsu amarah, lawwamah, mulhamah, muthmainnah, radhiyah, mardiyah dan nafsu kamilah.

6. Tarekat al-Haddad

Tarekat al-Haddad didirikan oleh Sayyid Abdullah bin Alwi bin Muhammad al-Haddad. Kamu lahir di Tarim, sebuah kota nan terletak di Hadramaut pada malam Senin, 5 Safar periode 1044 H.

Kamu produsen tahlil haddad dan dianggap sebagai riuk seorang wali qutub dan Arifin dalam ilmu tasawuf. Ia banyak mengarang kitab-kitab dalam guna-guna tasawuf, di antaranya kitab yang berjudul Nashaihud Diniyah (Nasihat-nasihat Agama), dan al-Mu’awanah fi Ilmu batin Thariq Akhirah (Panduan mencapai hidup di Darul baka).

Tarekat Haddad banyak dikenal di Hadramaut, Indonesia, India, Hijaz, Afrika Timur, dan bukan-lain.

7. Tarekat Khalidiyah

Tarekat Khalidiyah ialah salah satu cabang dari tarekat Naqsyabandiyah di Turki, nan berdiri plong abad XIX. Pokok-resep tarikat Khalidiyah dibangun oleh Syaikh Sulaiman Zuhdi al-Khalidi.

Tarekat ini berisi tentang kesopansantunan dan ratib, tawassul intern tarikat, kesopansantunan ilmu batin, tentang saik dan maqamnya, adapun ribath dan sejumlah fatwa singkat dari Syaikh Sulaiman al-Zuhdi al-Khalidi adapun beberapa persoalan yang masin lidah dari plural daerah.

Tarekat ini banyak berkembang di Indonesia dan mempunyai Syaikh Khalifah dan Mursyid yang diketahui mulai sejak beberapa surat yang berasal bersumber Banjarmasin dan daerah-daerah bukan yang dimuat dalam kitab kecil nan mandraguna fatwa Sulaiman az-Zuhdi Al-Khalidi.

Demikianlah tujuh rotasi tarekat yang berkembang di Indonesia hingga masa ini. Masih banyak cabang-cabang tarekat yang belum dapat saya sebutkan di sini.

  • Author
  • Recent Posts

M Resky S

Source: https://pecihitam.org/ini-7-aliran-tarekat-yang-berkembang-di-indonesia/

Posted by: and-make.com