Dalam Sujudku Ku Sebut Namamu

Bagaimanapun dulunya, perlambang atau takbir-doa menambah hingga menggulung namamu. Dan diterbangkan ke pintu-pintu langit. Penuh haru, penuh debar, tambahan pula selalu membuatku remang–takdirnya terampai di ruji-ruji-celah yang tak tepat. Suntuk, beribu-ribu rindu disimpan maupun bahkan menjadi sahabat ternyaman di setiap sujud salatku. Namamu–terus menjadi kata ‘dayuh’ yang selalu setia mengisi di lembarnya.

Dan, sekarang, doa-takbir itu masih menetap di hati dan diterbangkan menjadi rindu-ribang minimal mendebarkan, agar sira tetap menjadi cinta yang tertanam paling subur di sinus terdalam itu. Mudah-mudahan suatu waktu lusa, Tuhan senantiasa mengabulkannya hingga tercipta namamu dan namaku dalam sebuah cerita tentang segala cita dan juga cinta.

Bagaimana kabarmu waktu ini? Kamu luang teko? Kangenku tak pertautan separah ini. Bahkan rinduku semakin tertumpuk munjung, atas namamu yang paling mendebarkan itu. Hendaknya jarak dan perjalanan terjauh ini makmur menjadi pelekat antara doaku yang membumbung dan doamu yang manis.

Kadang, aku merasa ketawa sendiri. Bagaimana memperjuangkanmu silam. Bagiamana membenahi diri ini. Dan bagaimana meyakinkanmu bahwa aku merupakan orang yang tepat lakukan kamu tanam ribang terbaikmu. Bahwa aku ialah hujan nan kau tulat turunnya. jarak itu bukan mengantarai. Semata-mata, jarak itu menyatukan antara pengenalan rindu dan kata ribang yang sungguh mengesan. Bahkan, aku kembali terbujuk padamu, tanpa sengaja.

Sumber : Baperlagi.com

Source: https://umma.id/post/teruntuk-kamu-seorang-yang-selalu-kusebut-namanya-di-dalam-sujudku-880720?lang=id

Posted by: and-make.com