LIMA Ancang Sparing AL QUR’AN HADITS Pada TINGKAT MADRASAH ALIYAH

Sep 2, 2013

7703

LIMA LANGKAH  BELAJAR AL QUR’AN HADITS PADA TINGKAT MADRASAH ALIYAH


LIMA LANGKAH  BELAJAR AL QUR’AN HADITS PADA TINGKAT MADRASAH ALIYAH

Oleh : Susanti S.Ag. (Guru PAI pada MA Muhammadiyah Saningbakar) A. Mukaddimah Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah terdiri atas empat mata cak bimbingan, yaitu : Al-Qur’an-Hadits, Akidah-Moral, Fikih, dan Ki kenangan Kebudayaan Islam. Sendirisendiri mata pelajaran tersebut lega dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an-Hadits ialah sumber terdepan tanzil Islam, intern kurnia ia merupakan sumber akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut Al-Qur’an-Hadits, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan bersusila, mengerti makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Al-Qur’an-Hadits di Madrasah Aliyah yaitu salah suatu mata cak bimbingan Pendidikan Agama Islam yang merupakan peningkatan dari Al-Qur’an-Hadits yang sudah dipelajari oleh siswa di MTs/SMP. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkaya analisis al-Qur’an dan al-Hadits. Pertambahan tersebut menyangkut dasar-radiks keilmuannya andai anju untuk meneruskan ke pendidikan yang lebih tataran, serta memaklumi dan menerapkan tema-tema tentang manusia dan bagasi jawabnya di durja bumi, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi privat perspektif al-Qur’an dan al-Hadits sebagai persiapan bakal spirit bermasyarakat. Secara substansial, alat penglihatan cak bimbingan Al-Qur’an-Hadits memiliki kontribusi internal menyerahkan tembung kepada siswa untuk mempelajari dan mempraktikkan ajaran dan skor-kredit yang terkandung dalam al-Qur’an-hadits sebagai sendang utama ajaran Islam dan sekaligus menjadi pegangan dan pedoman hidup n domestik spirit sehari-musim. Alat penglihatan tuntunan Al-Qur’an-Hadits bertujuan cak bagi: a. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap al-Qur’an dan hadits b. Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat privat al-Qur’an dan hadits ibarat pedoman dalam menyikapi dan menghadapi arwah c. Meningkatkan kesadaran dan pengamalan isi rezeki al-Qur’an dan hadits yang dilandasi oleh bawah-dasar alamiah tentang al-Qur’an dan hadits. Al Qur’an merupkan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi saw yang harus di alim setiap muslim. Sedangkan Hadits merupkan ragam ia yang dicerminkan dari al Qur’an. Berkeyakinan kepada kitab Yang mahakuasa adalah salah satu rukun iman nan ke tiga. Berkeyakinan kepada Al-Qur’an harus dibuktikan dengan mempelajarinya dan mengajarkannya kepada orang lain. Mempelajari Al-Qur’an adalah taktik keberhasilan hidup dunia dan akhirat. Dengan mempelajari Al-Qur’an Hadits maka seseorang akan mempunyai banyak pengetahuan yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Mempelajari Al-Qur’an Hadits berarti belajar membacanya dan menulisnya memahaminya, menganmalkan dan menghafalnya Lakukan seorang pendidik , diantara tugas nan memerlukan ketekunan yang sangat dan kepedulian yang ekstra yakni tugas mengejar metode terbaik buat mengajarkan Al-Qur’an Hadits kepada anak- anak asuh, sebab mengajarkan Al-Qur’an Hadits ( kepada mereka ) yakni salah satu pokok dalam ajaran Selam. Tujuannya yakni agar mereka tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Hati merekapun boleh dikuasai dengan cerah hikmah, Para sahabat telah mengetahui urgensi memelihara Al-Qur’an dan pengaruhnya. Makanya karena itu menurut Abdul Mukti (1987,214) Rasulullah mengemukakan kepada umatnya bakal mengajarkan Al-Qur’an kepada momongan- anaknya sesuai dengan anjuran Rasul. وقا Ù„ النبي صلى الله عليه وسلم , خيركم من تعلم ا لقران وعلمه (رواه البخار) Artinya : “ Nabi Muhammad SAW berucap, sebaik-baik engkau yaitu insan yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori) Diadalam Hadits yang enggak Rasulullah SAW sekali lagi bersabda : وقال ابن مسعود : اقرءواالقران فانكم تؤجرون عليه بكل حرف عشر حسنات اماانى لااقول الحرف الم ولكن الالف حرف واللام حرف والميم حرف (رواه الترمذى) Artinya : “Telah merenjeng lidah Ibnu Mas’ud, bersabda Utusan tuhan SAW; Bacalah olehmu Al-Qur’an, maka selayaknya kamu akan diberi pahala dengan setiap abjad itu deka- kabaikan. Tidak lah aku katakan Alif Lam Mim, itu satu huruf, tetapi alif suatu leter, lam suatu huruf dan mim suatu huruf.” (HR. At-Tumudzi) Berlandaskan Hadits diatas banyak sekali kebaikan dan keutamaan yang akan diterima oleh insan yang mengaji Al-Qur’an. Secara akal sehat apabila yang mengaji saja banyak sekali keutamaannya apalagi orang yang mentadabburinya. karuan kian banyak dan lebih utama. Karena itu menurut Ahmad Syarifudin (2005,76) berlatih menulis dan menyalin Al-Qur’an juga tidak kalah mulianya dengan belajar mengaji (qiro’ah), menterjemahkan, memahami dan mentafsirkannya. Karena dengan menulis Al-Qur’an maka akan menjadi dedikasi jariyah bagi kita, dimana apabila goresan kita dibaca oleh turunan lain, maka kita akan medapatkan pahala dari apa yang kita catat. Rasulullah SAW bersabda : ان ممايلحق المؤمن من عمله وحسناته بعدموته : علمانشره وولداصالحاتركه أومصحفاورثه اومسجدا بناه اوبيتالابن السبيل بناه اونهراأجراه اوصدقةاخرجهامن ماله فى صحته وحياته تلحقه بعد موته (رواه ابن ماجه) Artinya : “Sesungguhnya darmabakti dan kebajikan yang dapat menyusul orang mukmin selepas anda meninggal dunia diantaranya merupakan : aji-aji yang dia sebarkan, momongan sholeh nan dia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang dia wariskan, zawiat nan dibangunnya, rumah habis bagi perantau nan dia ingat, kali besar yang engkau alirkan (irigasi), dan sedekah harta yang dikeluarkannya saat sehat dan atma. Seluruh amal dan kebajikan ini akan menyusul anak adam mukmin sepeninggalnya dari mayapada.” (HR. Bani Majah dan Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah r.a) Plong tulisan yang sumir ini carik kepingin menawarkan kepada para pembaca lima langkah kerumahtanggaan mempelajari al Qur’an Hadits. Untulk pelajar tingkat Madrsah Aliyah yang sudah penyadur trapkan n domestik proses penelaahan. B. PEMBAHSAN a. Konotasi Metode Pendidikan Kata ‘metode’ berasal semenjak bahasa Yunani methodos yang penting “cara alias jalan”. Didalam bahasa inggris disebut method dan bahasa arab menterjemahkannya dengan thariqoh dan manhaj. Didalam bahasa Indonesia perkenalan awal tersebut mengandung keistimewaan cara nan terintegrasi dan berpikir baik-baik bikin mencecah harapan alias cara kerja yang sistematis cak bagi memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan maslahat menyentuh tujuan nan telah ditentukan. Jadi metode pendidikan yakni mandu yang terstruktur dan berpikir baik-baik yang digunakan bagi memasrahkan cak bimbingan kepada siswa didik. (Erwati Aziz: 2003, 79) Metode juga signifikan cara atau jalan yang ditempuh atau dilalui untuk mencapai tujuan tertentu dan metode mengajar adalah urut-urutan yang harus dilalui bagi mengajar momongan didik supaya boleh menyentuh tujuan membiasakan mengajar. (Ramayulis:2001,2) Terserah juga yang mengartikan metode mengajar merupakan organ atau cara kerjakan mencapai harapan pengajaran, sedangkan metode kerumahtanggaan mengajar merupakan teknik pengutaraan yang dikuasai suhu cak bagi mengajar maupun menyajikan target pelajaran kepada murid didalam kelas, hendaknya pelajaran tersebut bisa ditangkap, dipahami dan dipraktekan maka dari itu siswa dengan baik. (A. Muardi C dan Paimun: 1982,39) Tujuan pengajaran pada hakikatnya adalah suatu proses mengubah anak didik, dimana sebelum dilibatkan dalam suatu kegiatan, anak didik tersebut sesudah mengalami kegiatan dalam perian tertentu. Oleh karena itu berhasil tidaknya satu pengajaran ditentukan maka dari itu heterogen macam faktor diantaranya merupakan faktor metode. Begitu juga dengan pengajaran yang bersopan santun Arab. Sumardi (1974: 7) menyatakan: “Dalam pengajaran bahasa asing salah suatu segi yang sering disoroti adalah segi metode. Sukses tidaknya suatu program pengajaran bahasa seringkali dinilai dari segi metode yang digunakan. Sebab metodelah yang menentukan isi dalam mengajarkan bahasa”. Keadaan ini menunjukkan, bahwa metode secara umum alias metode buat pengajaran bahasa Arab boleh menujukan kemajuan belajar anak didik serta mendorong kerjasama n domestik kegiatan belajar mengajar antara pendidik dengan anak didik. Di samping itu metode Juga dapat memberikan inspirasi lega anak pelihara melalui proses hubungan nan serasi antara pendidik dan momongan didik seiring dengan tujuan pendidikan (Muhaimin, 1993: 232). Bersendikan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan yaitu cara yang teratur, sitematis, dan teknik penyajian materi penerimaan yang disampikan oleh pendidik agar petatar didik dapat menganyam, memahami dan mengerjakan materi tuntunan dalam buram mencapai tujuan pembelajaran nan sudah lalu ditentukan. b. Metode Pembelajaran Al Qur’an Hadits Terserah beberapa metode penerimaan yang biasa digunakan internal proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits, diantaranya yakni : 1. Metode Ceramah Metode ceramah merupakan metode konvensional, metode ini paling kecil banyak dilakukan oleh para pendidik walaupun umurnya paling kecil tua bangka. Pola interaksi kerumahtanggaan pembelajaran adalah satu arah (jarum mencacah), dimana temperatur menerimakan informasi/pengetahuan secara aktif padahal murid bersikap pasif menerima informasi. (Jamal Ma’mur Asmani: 2010,139-140) Menurut Fatah Syukur (2005,137) puas pola pembelajaran diatas, komunikasi nan terjalin yaitu satu sisi dengan master sebagai pusatnya (Teacher centered), dimana guru menyorongkan pelajaran dengan berceramah dan peserta didik mendengarkan dan mencatat (anak jaga pasif), gurulah yang merencanakan, tanggulang dan melaksanakan segala apa sesuatu. Lengkap ini banyak kelemahannya diantaranya adalah : suasana papan bawah kaku, master memfokus adikara sebab hubungan guru dengan anak asuh didik seperti majikan dan bawahan, anak didik sudah faham apa belum tentang materi nan disampaikan guru bukan bisa memahami dengan cepat. 2. Metode Penugasan Metode ini sekali lagi sudah lama dipraktekan para pendidik di Indonesia. Biasanya metode ini dilakukan guru momen tidak dapat masuk kelas karena berhalangan, sehingga daripada papan bawah gegap-gempita maka pesuluh diberi tugas mengerjakan sesuatu yang ada kaitannya dengan les saat itu. Metode ini lagi dapat bermakna PR (pekerjaan rumah) bakal siswa, yaitu selengkap tugas yang harus dikerjakan makanya pesuluh diluar jam sekolah. (Arif Armai: 2002, 164) 3. Metode Drill/ Pelajaran Karena awalan-langkah pengajian pengkajian dalam makalah ini menunggangi metode drill, maka bikin pembahasan metode drill notulis akan menjelaskan kian detail dibandingkan dengan metode lainnya. Metode drill yakni suatu kegiatan dalam mengerjakan hal yang setimpal secara berulang-ulang dan sungguh-alangkah dengan pamrih lakukan memperkuat satu pergaulan atau menyempumakan suatu kesigapan supaya menjadi permanen. (Shalahuddin: 1987, 100). Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan perkembangan melatih anak-anak asuh terhadap bahan tuntunan yang sudah lalu diberikan. (Zuhairini: 1983,106) Menurut Zuhairini (1983: 107) terserah beberapa arti metode drill diantaranya ialah sebagai berikut : a. Dalam waktu nisbi sumir, cepat boleh diperoleh perebutan dan ketangkasan yang diharapkan b. Para pelajar akan memiliki warta siap. c. Akan menanamkan pada anak-anak rasam belajar secara rutin dan kesetiaan. Sedangkan kelemahan metode drill adalah sebagai berikut : a. Membancang darah dan inisiatif siswa b. Menimbulkan aklimatisasi secara statis kepada lingkungan c. Membentuk resan yang dogmatis d. Menimbulkan verbalisme 4. Metode Sorogan Sorogan yakni ciri idiosinkratis pendedahan model pesantren, dimana santri satu persatu maju, untuk menyetorkan penguasaan ilmunya kepada guru/ustadz, atau santri tersebut akan mendapatkan tambahan mantra dari ustadz akan tetapi dengan model pelayanan individu. (Arif Armai: 2002,150) c. Lima Anju Belajar Qur’an Hadits bagi Siswa MA a. Membaca Pada tingkatan ini guru memulai dengan membaca dengan baik dan benar. Pesuluh mendengarkan. Kemudian suhu mempersilahkan siswa membacanya secara seorang-sendiri. Setelah itu guru menyerampang siswa bagi membacakan ayat/hadits yang sedang dipelajari, kemudian pelajar yang lain memperhatikan bacaan temannya yang semenjana tampil. b. Menulis/Dikte Menulis yang dimaksaudkan adalah menuliskan ayat-ayat / hadits yang dipelajari dengan mengawasi tex ayat/hadits secara bertepatan. Langkah ini juga boleh dilakukan dengan cara guru mendiktekan ayat / hadits yang diplejari. Akan tetapi petatar harus tau bagaiman tatacara penulisan ayat/hadits. Kerjakan boleh menggambar atau menyalin ayat Al-Qur’an dan Hadits seseorang harus menguasai huruf hija’iyah. Leter-huruf itu ada yang dapat menyambat dan disambung, ada nan bisa disambung tetapi tidak bisa menyambat. Per mempunyai gambar aksara sesuai posisinya (di depan, tengah, birit atau terpisah). Sebagaimana kerumahtanggaan tabel berikut : lengkap Di akhir Di paruh Di awal Meleleh sendiri Bunyi Cap ا ا ا ـــــــا ـــ ـــ ا – Alif بــــبـــب ـــــــب ـــبــــ بـــــــ ب b Ba تــتــــت ـــــــت ــــتـــــ تـــــــ ت kaki langit Ta ثــــثـــث ـــــــث ـــــثــــ ثـــــــ Ø« ts Tsa جـــجــج ـــــــج ـــجـــــ جــــــ ج j Jim حـــحـــح ـــــــح ــــحــــ حــــــ Ø­ ch ha خــخـــخ ـــــــخ ـــــخــــ خــــــ Ø® kh Kho د د د ـــــــد ـــ ـــ د d Dal Ø° Ø° Ø° ـــــــذ ـــ ـــ Ø° dz Dzal ر ر ر ــــــر ـــ ـــ ر r Ra ز ز ز ــــــز ـــ ـــ ز z Za ســســس ـــــس ـــســـ ســـــ س s Sin شــشــش ـــــش ــــشـــ شـــــ Ø´ sy Syin صــصــص ــــص ــــصـــ صــــ ص sh Shod ضــضــض ــــض ــــضـــ ضــــ ض dh Dhad طــطـــط ــــــط ــــطـــ طــــــ Ø· th Tha ظـــظـــظ ــــــظ ـــــظـــ ظــــــ ظ zh Zho عــعــــع ــــــع ـــــعــــ عــــــ ع ‘ ‘ain غـــغـــغ ــــــغ ـــــغـــ غــــــ غ gh Ghain فـــفــــف ــــــف ـــــفــــ فـــــــ ف F Fa قـــقــــق ــــــق ـــــقـــ قــــــ Ù‚ Q Qaf كـــكـــك ــــــك ــــكــــ كــــــ Ùƒ K Kaf لـــلــــل ــــــل ــــلــــ لــــــ Ù„ L Lam مـــمــــم ــــــم ــــمــــ مـــــ Ù… M Min نـــنـــن ــــــن ــــنــــ نـــــ Ù† Kaki langit Nun Ùˆ Ùˆ Ùˆ ــــــــو ـــ ـــ Ùˆ W Wawu هـــهـــه ــــــــه ـــهــــ هــــــ Ù‡ H Ha ـــــــلا ـــــــلا — لا L Lam alif —- — —- Ø¡ ‘ Hamzah يــيـــي ــــــي ـــــيـــ يــــــ ÙŠ Y Ya Tabel Tatap di http://staff.undip.ac.id/sastra/fauzan/2009/07/22/menulis-leter-arab/ c. Menterjemahkan Perkata Menterjamahkan ayat/hadits perkata maksaudya adalah mengalihbahasakan /mengartikan introduksi-kata ayat/hadits yang sedang dipelajari. Langkah ini boleh dilakukan dengan menyibuk kamus bahasa arab. Kamus yang tersisa adalah kamus bahsa arab karangan Mahmud Yunus. Maupun melihat al qur’an yang telah diterjemahkan perkata. Dan itu mutakadim banyak yang diterbitkan. Akan tetapi dalam menterjemahkan petatar hanya menuliskan kata-perkenalan awal yang belum kamu ketahui artinya. Sedangkan yang telah di ketahui artinya tidakboleh lagi di tuliskan. d. Memahami Memaklumi ini maksudnya setelah petatar dapat menterjemahkan secara mendunia ayat/hadits yang sudah diplejari tersebut maka siswa dipersilahkan kerjakan berpolemik adapun pamrih ayat/hadits tersebut. Ini juga tidak terlepas berpunca peranan master internal memberikan kognisi maksud ayat/hadits dan di tambah dengan reperensi suporter. e. Menghafaz Tugas selanjutnya petatar yakni mengingat ayat/hadits nan sedang dipelajari. Privat menghafal ini menurut Sa’dullah (2008,52-54) suka-suka beberapa metode dalam mempermudah mengingat Al-Qur’an, diantaranya adalah : 1. Bi Nazhar adalah membaca berulang-ulang dengan mengaram mushaf 2. Tahfizh yakni menghafalkan rendah demi kurang ayat-ayat/ hadits yang telah dibaca secara bi Nazhar. 3. Talaqqi yaitu menyetorkan atau memperdengarkan hafalan yang yunior dihafalkan kepada seorang guru atau instruktur. 4. Takrir yaitu mengulang hafalan atau men-sima’-ketel yang perikatan dihafalkan kepada guru yang hafal. 5. Tasmi’ yaitu memperdengarkan hafalan baik kepada oknum ataupun kelompok jama’ah C. PENUTUP Diantara tugas pendidik yang terpenting dan memerlukan keseriusan serta kepedulian yang ekstra adalah tugas mencari metode terbaik untuk mengajarkan Al-Qur’an/Hadits kepada pesuluh, sebab mengajarkan Al-Qur’an/Hadits kepada siswa merupakan pelecok suatu pokok internal ilham Islam, dan metode sangat menentukan keberuntungan tujuan pendidikan. Terserah banyak metode didalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits. Lima persiapan yang penulis tawarkan bakal tingkat Madrasah Aliyah agaknya sangat sakti untuk diterapkan sesuai dengan pengalaman penulis sejumlah tahun berlalu. Demikian karangan ini penyalin sampaikan mudah-mudahan memambah cakrawala pembaca dalam penelaahan alqur’an hadits. DAFTAR Bacaan Armai, Arif. (2002). Pengantar Ilmu dan Methodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press Asmani, Jamal Ma’mur. (2001). Uang sogok menjadi hawa inspiratif, mampu dan inovatif, Yogyakarta: Diva Press Aziz, Erwati. (2003). Mandu-Prinsip Pendidikan Islam, Idiosinkratis: Tiga Serangkai http://staff.undip.ac.id/sastra/fauzan/2009/07/22/menulis-lambang bunyi-arab/ Muhaimin dan Abdul Mujib. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Kaiya. Mukti, Abdul. (1987), Manhalul ‘Irfan, Ilmu tajwid dan Tata krama Membaca Al-Qur’an, Bandung: Sinar plonco Ordinansi Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 22 musim 2006 tentang Kriteria Isi Ramayulis. (2001). Metodologi Pengajaran Agama Selam, Jakarta: Burung Mulia Sa’dullah. (2008). 9 Mandu praktis menghafal Al-Qur’an, Jakarta: Gema Insani Press Shalahuddin, Mahfud. (1987). Metodohgi Pencekokan pendoktrinan Agama. Surabaya: Bina Aji-aji. Sumardi, Muljanto. (1974). Indoktrinasi Bahasa Asing Sebuah Tinjauan semenjak Segi Metodohgi., Jakarta: Rembulan Bintang. Syarifudin, Ahmad. (2005), Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an, Cet- 2, Jakarta: Gema Insani Press Syukur, Fatah. (2005). Teknologi Pendidikan, Semarang: Rasail Zuhairini, dkk. (1983). Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya: Persuasi Nasional.