Cara Mudah Mengajarkan Hukum Dasar Kimia

Hukum bawah kimia adalah hukum yang digunakan buat mendasari hitung an kimia dan hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk kerumahtanggaan pertepatan kimia. Aspek kuantitatif bisa diperoleh dari pengukuran massa, piutang, sentralisasi yang terkait dengan jumlah unsur atom, ion, molekul alias rumus kimia nan terkait n domestik kemiripan reaksi kimia.

Larutan dengan berbagai konsentrasi dan zat terlarut yang berbeda

Skema pengubahan ketengan total

Puas perhitungan kimia secara stoikiometri memerlukan hukum-hukum dasar yang relevan. Ada beberapa hukum dasar yang berfaedah diantaranya adalah

  1. Hukum kekalan massa (Hukum Lavoisier)

Antoine Laurent Lavoisier ilmuan nan melalukan memperhatikan percobaan dan mengungkapkan bahwa konglomerasi jumlah zat sebelum reaksi akan selalu sebagai halnya massa zat hasil reaksi

Antoni Laurent Lavoisier

Lengkap 1:Sebanyak 6 gram oksigen bereaksi tepat habis dengan 4 gram logam magnesium membentuk fusi magnesium oksida. Berapakah konglomerat nagnesium oksida yang dihasilkan?

massa zat sebelum reaksi = konglomerasi zat sesudah reaksi

massa magnesium oksida = massa oksigen + konglomerat logam magnesium

10 gram konglomerasi magnesium = 6 gram konglomerasi oksigen + 4 gram konglomerat logam magnesium

Contoh 2: Sebanyak 4,0 gram cuplikan yang mengandung fusi hidrokarbon dibakar sempurna dengan gas oksigen. Jikalau presentase (%) massa zat arang privat cuplikan tersebut adalah 30%, maka massa karbon dioksida nan dihasilkan dalam proses pembakaran tersebut merupakan…. (Ar C = 12, O = 16) maka hasil proses pembakaran dapat dihitung dengan cara cak menjumlah massa karbon sebelum reaksi adalah:

Hasil hitungan massa atom karbon sebelum reaksi

dengan premis bahwa massa molekul karbon sebelum reaksi dan sesudah reaksi setimbang maka agregat unsur karbon sebelum reaksi seperti mana massa unsur karbon dalam senyawa CO2 sebagai hasil reaksi

Massa CO2 sehabis hasil reaksi

2.Hukum rasio tetap (Hukum Proust)

Joseph Louis Proust koteng ilmuan mengemukakan aturan berfaedah bermula sintesis yakni perbandingan komposit molekul privat satu senyawa adalah tertentu dan patuh. Senyawa yang sekelas berusul mana pula asalnya akan memiliki perbandingan konglomerasi unsur yang sama.

Joseph Louis Proust

Contoh: air memiliki rumus kimia H2O perbandingan massa hidrogen dan oksigennya dalam air H:O = 2 : 16 boleh disederhanakan 1:8 Dimanapun air berasal maka perbandingannya adalah sama yaitu antara hidrogen dan oksigennya 1:8

3.Hukum kelipatan rasio (Syariat Dalton)

John Dalton mengutarakan sekiranya dua unsur menciptakan menjadikan lebih dari suatu sintesis, dan jika massa salah satu unsur menyusunnya tetap, maka nisbah massa zarah yang lainnya dalam senyawa tersebut merupakan ganjaran melingkar dan tersisa. Contoh unsur yang boleh takhlik kian dari satu senyawa ialah CO dan CO2, PCl3 dan PCl5, N2O, NO, NO2, N2O5 dan lain sebagainya.

John Dalton

Contoh: Bila partikel nitrogen dan oksigen di senyawakan dapat terbentuk

NO dimana massa N : O = 14 : 16 = 7 : 8

NO2 dimana agregat Cakrawala : Udara murni =14 : 32 = 7 :16

Jika agregat nitrogen yang sama banyaknya maka perbandingan massa oksigen pada senyawa NO : NO2 = 16 : 32 = 1 : 2

4.Hukum Perbandingan volume (Hukum Gay-Lussac)

Joseph Louis Gay Lussac mendasar pada hasil percobaannya mengemukakan bahwa piutang gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.

Joseph Louis Gay Lussac

Percobaan tercecer nan dilakukan menghasilkan perbandingan volume hidrogen : oksigen : uap air adalah 2 : 1 : 2. Nampak bahwa perimbangan debit sesuai dengan skala koefisien partikel atau senyawa lega persamaan reaksi setara, yaitu pertepatan reaksi dengan jumlah atom di jihat kidal begitu juga di sebelah kanan.

Reaksi pembentukan air: 2H2 + O2 → 2H2O

volume gas hidrogen : Oksigen : uap air = 2 : 1 : 2

Contoh: N2(g) + H2(g) ⇌ NH3(g) Sreg suhu dan tekanan yang selaras, proporsi volume gas-gas yang terkebat dalam reaksi tersebut secara kronologis yakni…

Beralaskan Hukum Gay Lussac, pada guru dan tekanan yang sama, volume gas-tabun nan terlibat kerumahtanggaan reaksi sebanding dengan koefisien dalam reaksi tersebut.

Reaksi pembentukan amonia setelah sejajar adalah sebagai berikut:

N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g)

Sehingga perbandingan volume tabun N2, H2 dan NH3 berturut- ikut adalah 1 : 3 : 2

5.Hipotesa Avogadro

Amadeo Avogadro mengungkapan hasil penelitiannya dengan inferensi jikalau gas-gas yang volumenya sama jika diukur pada suhu dan impitan yang selaras akan mempunyai besaran molul yang sama

Amadeo Avogadro

Transendental : Pada reaksi pembentukan air

Reaksi pembentukan air

Jika tagihan tabun H2 yang diukur pada suhu 25°C dan tekanan 1 atm sebanyak 10 L volume gas O2 dan H2O lega tekanan dan suhu yang sekufu dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut.

Jika gas oksigen memiliki jumlah molekul sebanyak x maka uap air akan n kepunyaan jumlah molekul sebanyak 2x

Source: https://sman15-sby.sch.id/hukum-dasar-kimia/

Posted by: and-make.com