Cara Mewujudkan Kemampuan Dasar Guru Berapa Penguasaan Bahan Pengajaran

Berpunca Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Standar Kompetensi Guru
adalah beberapa indikator yang boleh dijadikan ukuran karakteristik master nan dinilai kompeten secara profesional.[1]
Kompetensi temperatur yaitu perpaduan antara kemampuan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual nan secara menyeluruh mewujudkan kompetensi standar profesi suhu, yang mencakup pendudukan materi, pemahaman terhadap peserta jaga, pembelajaran yang menempa, pengembangan pribadi, dan profesionalisme.[1]

Guru adalah komponen minimum penting internal sistem pendidikan secara keseluruhan yang terlazim diperhatikan dengan maksimal. Figur ini akan mendapat sorotan diplomatis ketika berbicara keburukan pendidikan, karena hawa selalu tersapu privat komponen manapun di sistem pendidikan.[1]
Master mempunyai peran yang sangat strategis privat upaya takhlik tujuan pembangunan kewarganegaraan, khususnya di bidang pendidikan, sehingga perlu dikembangkan bagaikan tenaga profesi yang bermartabat dan profesional.[1]

Berdasarkan kriteria kompetensi ini, seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu:[2]

  1. Kompetensi profesional, yaitu kecakapan seorang guru dalam mengimplementasikan kejadian-keadaan yang terkait dengan profesionalisme yang tertumbuk pandangan internal kemampuannya mengembangkan taanggung jawab, melaksanakan peran dengan baik, berusaha mencapai tujuan pendidikan, dan melaksanakan perannya dalam penataran di kelas.
  2. Kompetensi pedagogik,
    yaitu menguasai dan mengetahui karakter serta mengenali potensi dan kesulitan membiasakan pesuluh. Temperatur kembali harus berlambak berekspansi kurikulum sehingga berharta mebuat rancangan pembelajaran yang menarik dan memanfaatkaan teknologi dan proklamasi buat kemujaraban pendidikan.
  3. Kompetensi sosial, ialah kemampuan guru dalam berinteraksi dengan siswa, orang tua pelajar, rekan sejawat dan lingkungan, baik secara langsung maupun tidak sewaktu.
  4. Kompetensi fiil, yaitu kemapuan menjadi teladan akan sikap sikap aktual.

Peserta ajar diharapkan bisa lebih mudah dalam mengetahui pelajaran. Peristiwa ini dapat terlaksana apabila hawa memiliki kemampuan berikut:[3]

  1. Rani melibatkan peserta didik dalam proses penerimaan, mampu memperlakukan mereka secara nonblok dan mampu memperlainkan perbedaan setiap pesuluh didik
  2. Fertil menguasai bidang hobatan yang diajarkan, dan mengaitkannya dengan tuntunan lain serta menghubungkannya dengan dunia faktual
  3. Mampu menciptakan, memperkaya dan menyesuaikan metode mengajar nan menarik minat murid


Dalam banyak analisis tentang kompetensi keguruan, aspek kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial umumnya disatukan.[4]

Rincian kompetensi personal sosial nan disarankan dalam uraian ini adalah:

a. Kaya menghayati serta mengamalkan nilai hidup (nilai moral dan keimanan)

b. Jujur dan bertanggung jawab

c. Mampu bertindak menjadi pemimpin

d. Berpose bersahabat, terampil berkomunikasi

e. Bernas berperan aktif dalam pelestarisan dan pengembangan budaya

f. Mampu bersahabat dengan siapapun sonder menghilangkan mandu dan nilai hidup yang diyakini

g. Mampu berperan intern kegiatan sosial

h. Bermental sehat dan stabil

i. Subur tampail secara pantas dan rapi

j. Kreatif dan penuh perhitungan

k. Berpunya bertindak tepat tepat waktu privat gabungan sosial dan profesionalnya

l. Bernas menggunakaan tahun luang secara bijaksana dan produktif


Menurut Samana (1994:61-68), 10 kemampuan dasar guru yakni sebagai berikut:[4]

  1. Master dituntut menguasai mangsa ajar
  2. Hawa mampu ikutikutan program sparing mengajar
  3. Hawa mampu mengelola kelas bawah
  4. Temperatur berkecukupan memperalat media dan mata air pembelajaran
  5. Temperatur mengatasi landasan limbung pendidikan (Guna-guna Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan dan Makulat Pendidikan)
  6. Guru mampu mengurus interakksi belajar mengajar
  7. Guru berpunya menilai prestasi belajar siswa lakukan kepentingan pengajaran
  8. Guru mengenal faedah dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan
  9. Master mengenal dan mampu turut serta dalam penyelanggaraan administrasi sekolah
  10. Guru memahami cara-cara pengkhususan pendidikan dan berharta mengubah hasil penajaman pendidikan demi kepentingan pengajaran.

Daftar pustaka

[sunting
|
sunting perigi]

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    1962-, Mulyasa, E., (Enco), (2007).
    Tolok kompetensi dan sertifikasi temperatur. Bandung: Remaja Rosdakarya. ISBN 9796927969. OCLC 958847179.





  2. ^


    Rofa”ah (2016).
    Pentingnya Kompetensi Temperatur dalam Kegiatan Pengajian pengkajian privat Perspektif Islam. Deepublish. hlm. 7. ISBN 9786024531744.





  3. ^


    Suyanto dan Asep Jihad (2013).
    MENJADI Suhu PROFESIONAL: Ketatanegaraan Meningkatkan Kualifikasi dan Kualitas Guru di Era Global. Penerbit Erlangga. hlm. 3. ISBN 9786027596504.




  4. ^


    a




    b




    Halimah, D. Deni Koswara (2008).
    Seluk Beluk Profesi Temperatur. Bandung: PT. Pribumi Mekar. hlm. 52-54. ISBN 9786028142458.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Standar_Kompetensi_Guru

Posted by: and-make.com