Buka Puasa Berdasarkan Ajaran Rasul

Saat berbuka dianjurkan untuk membaca doa buka puasa terlebih dahulu. Kebiasaan ini adalah anjuran yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika berpuasa.
Saat berbuka dipetuakan bagi membaca doa buka puasa tambahan pula dulu. Kebiasaan ini ialah anjuran yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika bertarak. (Foto: iStockphoto/ferlistockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia



Berbuka puasa

menjadi periode yang paling ditunggu-tunggu umat mukmin cak bagi membatalkan puasa yang telah dikerjakan sejak berpunca dini hari hingga terbenamnya mentari.



Rasulullah
SAW


lagi menganjurkan umat muslim yang bertarak lakukan menggesakan berbuka ketika sudah cak bertengger waktunya. Dengan menyegerakan bentang puasa, pahala amalan puasa seorang mukminat akan bertambah.

Di saat berbuka, dinasihatkan pun lakukan membaca doa beber puasa justru dahulu. Kebiasaan ini adalah anjuran yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika beliau berpuasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Teks Doa Bentang Puasa sesuai Sunah Rasulullah

Membaca doa buka puasa sebelum menyantap hidangan berbuka puasa merupakan amalan nan disunahkan untuk menaik pahala muslim yang berpuasa.

Ada beberapa varietas bacaan doa buka puasa Bulan pahala nan diriwayatkan oleh Abu Dawud sesuai sunah Rasulullah SAW, secara transendental berbunyi sebagai berikut:

“Kami berbintang terang riwayat dari Abdullah kacang Muhammad bin Yahya, ialah Duli Muhammad, kami berkat riwayat dari Ali bin Hasan, kami bernasib baik riwayat pecah Husein bin Waqid. Kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Polong Salim Al-Muqaffa’, ia berkata bahwa aku mematamatai Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memulangi sisanya. Sira berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, ‘Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insya Allah.” (H.R. Abu Dawud).

Wirid Buka Puasa sesuai Ajaran Rasulullah

ilustrasi puasaFoto: iStockphoto/sguler
Ilustrasi. Tahmid Buka Puasa sesuai Petunjuk Rasulullah

Dalam pokok Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Ki Rezeki, KH. Sulaeman Kacang Muhammad Bahri, dijelaskan bahwa bacaan doa buka puasa yaitu sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah

Artinya: “Sudah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah”

Namun juga ada beberapa hadis dan pendapat tidak mengenai referensi doa buka puasa. Berikut ini adalah bacaan doa puasa yang umum digunakan.

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina

Artinya : “Ya Allah karenaMu aku menanggang perut, denganMu aku berketentuan, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmatMu, Ya Sang pencipta yang Halikuljabbar Maha Penyayang.”

Adab Berbuka Puasa saat Bulan Bulan rahmat

Muslim woman in headscarf and hijab prays with her hands up in air in mosque.Religion praying concept.Foto: istockphoto/zeynep boğoçlu
Ilustrasi. Kesusilaan Berbuka Puasa detik Bulan Bulan ampunan

1. Perbanyak Wirid

Perlu diketahui bahwa detik hendak berbuka puasa yakni riuk satu tahun terkabulnya tahmid.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Berpunca Anas bin Malik Radhiyallahu’ anhu dia berbicara, Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tiga sosok nan doanya tidak ditolak : (1) Takbir turunan gaek kepada anaknya, (2) Anak adam nan berpuasa ketika berbuka, (3) Takbir orang yang medium safar (pelimbang).” Hadits Shohih [HR. al-Baihaqi 3/345 dan yang lainnya]. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di intern kitab Galur Ahaadits as-Shahihah no. 1797)

2. Membaca Basmalah sebelum Bersantap

Ketika hendak membatalkan puasa dengan makan dan minum bacalah basmalah sebagaimana sabda Utusan tuhan Shallallahu ‘alaihi wa sallam,


إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah sendiri di antara kalian makan, maka kiranya ia menegur label Tuhan Ta’ala. Jika kamu lalai bagi menjuluki keunggulan Halikuljabbar Ta’ala di mulanya, hendaklah ia menitahkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu
(dengan tera Allah pada awal dan karenanya)”. Hadits Shahih [HR. Abu Daud no. 3767, Ahmad 6/207-208 dan At Tirmidzi no. 1858 pecah Aisyah Radhiallahu’anha.

At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani membiji bahwa hadits tersebut shahih di kitab Irwaul Ghalil Fi Takhrij Ahaadits Manaris Sabiil no. 1965].

(din/fef)


[Ketola:Video CNN]


Source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210406175007-284-626688/bacaan-doa-berbuka-puasa-ramadan-sesuai-ajaran-rasulullah

Posted by: and-make.com