Budaya Mengajar Guru Berdasarkan Kompetensi Sosialnya

Signifikansi Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial yakni kemampuan hawa dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekolah maupun di luar mileu sekolah (Wibowo dan Hamrin, 2012:124). Koteng hawa harus berusaha mengembangkan komunikasi dengan cucu adam lanjut usia petatar didik sehingga terjalin komunikasi dua sisi yang berkelanjutan. Dengan adanya komunikasi dua arah, pesuluh didik dapat dipantau secara lebih baik dan dapat mengembangkan karakternya secara lebih efektif juga.

Kompetensi Sosial
Kompetensi Sosial

Suharsimi juga memberikan argumennya mengenai kompetensi sosial. Menurut anda, kompetensi sosial haruslah dimiliki seorang suhu, yang mana guru harus mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dengan siswa, sesama hawa, kepala sekolah, dan mahajana sekitarnya.

N domestik Barometer Kebangsaan Pendidikan, Pasal 28 ayat (3) butir d, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial yaitu kemampuan master perumpamaan bagian dari masyarakat bikin berkomunikasi dan berbual mesra secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, ibu bapak/wali peserta didik, dan awam sekeliling (intern Mulyasa, 2007:173). Hal tersebut diuraikan seterusnya dalam RPP tentang guru, bahwa kompetensi sosial merupakan kemampuan guru ibarat bagian dari masyarakat yang sedikitnya n kepunyaan kompetensi bakal:

  1. Berkomunikasi secara lisan, tulisan, dan isyarat.
  2. Menggunakan teknologi komunikasi dan pengetahuan secara fungsional.
  3. Bergaul secara efektif dengan pesuluh didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali pelajar didik.
  4. Bergaul secara santun dengan masyarakat selingkung.

Kompetensi sosial menurut Slamet (internal Sagala, 2009:38) terdiri dari sub kompetensi yaitu:

  1. Mengarifi dan menghargai perbedaan serta punya kemampuan ikutikutan konflik dan benturan.
  2. Melaksanakan kerja separas secara harmonis.
  3. Membangun kerja team (team work) yang kompak, cerdas, dinamis dan cacar
  4. Melaksanakan komunikasi secara efektif dan meredam emosi.
  5. N kepunyaan kemampuan memahami dan menginternalisasikan perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap tugasnya.
  6. Memiliki kemampuan menundukkan dirinya dalam sistem nilai yang berlaku di masyarakat.
  7. Melaksanakan prinsip tata kelola yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian kompetensi sosial di atas, dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru adalah kemampuan dan kecakapan sendiri guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif pada pelaksanaan proses pembelajaran serta masyarakat sekitar.

Ulas Lingkup Kompetensi Sosial

Berkaitan dengan ruang lingkup kompetensi sosial guru, Sanusi (1991) mengungkapkan bahwa “kompetensi sosial mencakup kemampuan buat menyesuaikan diri kepada aplikasi kerja dan lingkungan sekeliling pada hari membawakan tugasnya laksana guru”. Menurut Permendiknas No. 16 tahun 2007 terletak 5 kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh temperatur nan diuraikan secara perinci bak berikut:

  1. Terampil berkomunikasi dengan petatar ajar dan orang tua peserta didik.
  2. Bersikap simpatik.
  3. Dapat bekerja sama dengan dewan pendidikan/komite sekolah.
  4. Pandai berbual mesra dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.
  5. Mengarifi dunia sekitarnya (lingkungannya).

Karakteristik Guru nan Memiliki Kompetensi Sosial

Menurut Musaheri, ada dua karakteristik hawa yang n kepunyaan kompetensi sosial, ialah:

a. Berkomunikasi secara santun

Pelajaran Giblin menawarkan lima mandu terampil dalam melakukan komunikasi dengan santun, yaitu:

  1. Ketahuilah apa yang mau dia katakan
  2. Katakanlah dan duduklah
  3. Pandanglah pendengar
  4. Bicarakan barang apa yang menjajarkan minat pendengar
  5. Janganlah membuat sebuah lektur.

b. Bergaul secara efektif

Bergaul secara efektif mencaplok mengembangkan hubungan secara efektif dengan petatar. Intern bergaul dengan siswa, haruslah menggunakan prinsip ganti menghormati, menggerinda, momong dan mengasihi. Ada 7 kompetensi sosial yang harus dimiliki agar guru dapat berkomunikasi dan bergaul secara efektif, baik di sekolah maupun di masyarakat, yakni:

  1. Memiliki pengetahuan tentang leluri baik sosial maupun agama.
  2. Memiliki pengetahuan adapun budaya dan tradisi.
  3. Memiliki amanat akan halnya inti demokrasi.
  4. Memiliki siaran tentang estetika.
  5. Memiliki apresiasi dan kesadaran sosial.
  6. Mempunyai sikap yang benar terhadap pengumuman dan pekerjaan.
  7. Setia terhadap harkat dan martabat orang.

Selain itu, terserah beberapa situasi yang teristiadat diperhatikan oleh guru berkaitan dengan kompetensi sosial dalam berkomunikasi dengan orang tak, antara lain:

  1. Berserikat dengan tara sepekerjaan.
  2. Berkarya sekufu dengan kepala sekolah.
  3. Bekerja seperti petatar.

Adapun hal-keadaan yang menentukan keberhasilan komunikasi dalam kompetensi sosial seorang guru yaitu:


  1. Audience
    maupun sasaran komunikasi
    , yakni dalam berkomunikasi hendaknya memperhatikan siapa sasarannya sehingga sang komunikator bisa menyeimbangkan tendensi dan “nada” komunikasi menurut karakteristik objek. Berkomunikasi dengan siswa SD tentu berbeda dengan pelajar SMP dan SMA.

  2. Behaviour
    atau perilaku
    , yakni perilaku apa yang diharapkan dari target setelah berlangsung dan selesainya komunikasi. Misalnya koteng master album bak komunikator ketika sedang berlantas dan setelah selesai menjelaskan Peristiwa Emir Diponegoro, perilaku murid apa yang diharapkan. Apakah siswa menjadi sedih dan menangis merenungi nasib bangsanya, atau pelajar mengepalkan tangan seolah-olah akan mendepak penjajah Belanda. Hal ini lewat berkait dengan keberhasilan komunikasi guru sejarah tersebut.

  3. Condition
    maupun kondisi
    , yaitu n domestik kondisi yang seperti barang apa ketika komunikasi sedang berlangsung. Misalnya detik guru Matematika mau mengklarifikasi rumus-rumus yang sulit harus. Seorang guru harus mengetahui kondisi pelajar tersebut, apakah medium gembira ataupun sedang sedih, atau sedang kantuk karena semalam ada acara. Dengan memahami kondisi seperti ini maka master dapat menentukan garis haluan apa yang ia gunakan hendaknya nantinya apa yang diajarkan bisa masin lidah maka dari itu siswa.

  4. Degree
    maupun tingkatan
    , adalah sampai pangkat manakah target bahan komunikasi yang harus dikuasai oleh objek itu sendiri. Misalnya saja ketika seorang hawa Bahasa Inggris menguraikan kata kerja menurut runcitruncit waktunya,
    past tense,
    present tense
    dan
    future tense, berapa jumlah minimal pengenalan kerja yang harus dihafal oleh pesuluh pada musim itu. Jumlah minimal kata kerja yang dikuasai maka itu murid bisa dijadikan umpama organ ukur kemenangan hawa Bahasa Inggris tersebut. Apabila teraih bermanfaat engkau berbuntut, sebaliknya apabila tidak tercapai berarti ia gagal.

Pentingnya Kompetensi Sosial

Dalam menjalani umur, guru menjadi koteng pencetus dan panutan bagi peserta didik dan lingkungan sekitarnya. Abduhzen mengekspos bahwa “Padri Al-Ghazali menempatkan profesi guru pada posisi termulia dan terala dalam berbagai ragam tingkat pekerjaan masyarakat. Master mengemban dua misi spontan, yaitu tugas keagamaan dan tugas sosiopolitik”. Yang dimaksud dengan tugas keimanan menurut Al-Ghazali adalah tugas suhu detik anda melakukan kelebihan dengan memunculkan mantra pengetahuan kepada cucu adam hawa merupakan makhluk termulia di muka bumi. Sedangkan nan dimaksud dengan tugas sosiopolitik merupakan bahwa temperatur membangun, memimpin, dan menjadi teladan yang menegakkan kemesraan, tenang dan tenteram, dan menjamin keberlangsungan masyarakat (internal Mulyasa, 2007: 174).

Umpama individu yang berkecimpung dalam pendidikan, master harus punya khuluk yang mencerminkan seorang pendidik. Permohonan akan kepribadian ibarat pendidik kadang kala dirasakan lebih elusif dibanding profesi lainnya. Ungkapan nan kerap digunakan adalah bahwa “hawa boleh digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru boleh dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Bakal itu, guru haruslah mengenal nilai-kredit nan dianut dan berkembang di mahajana tempat melaksanakan tugas dan menetap tinggal. Apabila ada nilai yang bentrok dengan kredit yang dianutnya, maka haruslah kamu menyikapinya dengan hal yang tepat sehingga tidak terjadi benturan nilai antara guru dengan masyarakat. Apabila terjadi benturan antara keduanya maka akan berdampak pada terganggunya proses pendidikan. Oleh karena itu, seorang hawa haruslah mempunyai kompetensi sosial agar nantinya apabila terjadi perbedaan nilai dengan publik, ia boleh menyelesaikannya dengan baik sehingga tidak menghambat proses pendidikan.

Source: https://www.kajianpustaka.com/2016/03/kompetensi-sosial.html

Posted by: and-make.com