Pentingnya Kesigapan Bertanya Bagi Guru

Oleh: Putra Jaya, M.Si. (Widyaiswara Menengah LPMP Aceh)

Mujarad

Hawa yang baik terampil mengajukan cak bertanya dengan baik. Keterampilan menanya keadaan yang terdepan untuk koteng guru, bertanya berujud menciptakan suasana penerimaan lebih berguna, sehingga memberi pengaruh pada peserta pelihara. Beberapa alasan mengapa keterampilan menanya perlu dikuasai yakni: 1. Suhu cenderung mendominasi ceramah intern kelas, 2. Murid belum terbiasa mengajukan pertanyaan, 3. Murid harus dilibatkan secara mental intelektual secara maskimal, 4. Adanya anggapan bahwa pertanyaan sekadar berfungsi bikin menguji pemahaman pesuluh. Bertanya merupakan ucapan verbal yang menanyakan proses mulai sejak seseorang yang dikenai. Respons nan diberikan dapat maujud pengetahuan sebatas dengan situasi-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Menyoal ialah stimulus efektif nan mendorong kemampuan nanang Penyerobotan kelincahan bertanya utama dikuasai oleh temperatur.

Kata Kunci:
Keterampilan, Menanya

PENDAHULUAN

Penguasaan keterampilan bertanya bagi seorang guru yaitu hal yang penting cak bagi menciptakan suasana penerimaan makin berfaedah. Guru yang baik produktif mengajukan pertanyaan dengan baik.  Lega umumnya guru belum berbuntut menggunakan teknik bertanya efektif.  Proses pendedahan berlanjut monoton, membosankan manakala selama  berjam-jam guru menjelaskan materi tanpa diselingi dengan pertanyaan, baik sekedar cak bertanya pancingan, ataupun soal bikin mengajak siswa berpikir.

Bertanya  merupakan suatu anasir yang belalah ada intern suatu proses komunikasi, tersurat dalam komunikasi pembelajaran. Kecekatan menanya yakni congor atau tanya yang dilontarkan guru sebagai stimulus untuk memunculkan atau memaksimalkan jawaban (respon) dari pesuluh bimbing.  Pada proses penerimaan pengajuan pertanyaan berlanjut begitu belaka puas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup, tanpa disadari  sampai dimana tahapan-tinggi keterampilan bertanya adalah bagian yang bukan dapat dipisahkan  puas penerapan model-paradigma pembelajaran nan dirancang.

Begitu pentingnya perebutan kesigapan menanya pada kegiatan pembelajaran, guru hendaknya memafhumi hierarki-pangkat proses keterampilan bertanya sehingga menjatah pengaturan puas peserta didik. Seperti mana disampaikan Wina Sanjaya ( 2005: 157):  Cak bertanya nan baik, n kepunyaan dampak yang positip terhadap siswa , diantaranya:

  1. Boleh meningkatkan partisipasi  siswa secara munjung kerumahtanggaan proses pendedahan.
  2. Boleh meningkatkan kemampuan berpikir murid, sebab berpikir itu seorang hakikatnya menyoal.
  3. Dapat membangkitkan rasa ingin tahu pesuluh, serta menuntun siswa bagi menentukan jawaban.
  4. Memusatkan pelajar pada komplikasi nan dibahas.

PEMBAHASAN

Denotasi Kecekatan Bertanya

Menurut pendapat Brown denotasi menanya adalah…any statement which tests or creates knowledge in the learner
(setiap soal yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa-siswi yakni signifikansi semenjak bertanya) (Brown, 1975, 103). Intern proses membiasakan-mengajar, maksud pertanyaan yang diajukan oleh guru adalah agar siswa-siswi sparing, artinya memperoleh pengetahuan (informasi) dan meningkatkan kemampuan berpikir(Eni Purwati,
at all.2009:  6-15)

Bertanya merupakan ucapan verbal yang mempersunting proses berusul seseorang yang dikenai. respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Kaprikornus menanya adalah stimulus efektif yang menunda kemampuan berpikir.

Komponen-Komponen Kesigapan Bertanya

  1. Pemanfaatan pertanyaan secara jelas dan singkat. Pertanyaan guru harus diungkapkan secara jelas dan ringkas dengan memperalat pembukaan-kata yang dapat dipahami maka itu siswa sesuai dengan taraf perkembangannya.
  2. Pemberian acuan. Sebelum memberikan pertanyaan, kadang-kadang hawa teradat mengasihkan acuan yang aktual pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dengan siswa, contoh: Kita ketahui bahwa pasar yakni tempat bertemu penjual dan pembeli untuk mengerjakan transaksi jual beli. Coba anda sebut faktor penyebab lain yang mengakibatkan sosok lakukan berbelanja ke pasar.
  3. Pemindahan giliran. Sama sekali satu tanya perlu dijawab oleh bertambah dari seorang murid karena jawaban petatar ter-hormat alias belum memadai.
  4. Penyebaran. Lakukan menyertakan siswa setinggi-tingginya didalam pelajaran, hawa terlazim menyebarkan giliran menjawab pertanyaan secara serampangan. Seharusnya berusaha semua petatar asian giliran secara merata. Perbedaannya dengan eksodus giliran adalah pemindahan giliran, beberapa siswa secara bergilir diminta menjawab pertanyaan nan sama, sedangkan sreg penyebaran, beberapa soal yang farik, disebarkan giliran menjawab kepada petatar nan berbeda pula.
  5. Pemberian waktu berpikir. Setelah mengajukan tanya kepada seluruh pesuluh, temperatur teristiadat memberi waktu beberapa detik untuk berpikir sebelum menunjuk riuk koteng siswa kerjakan menjawabnya.
  6. Pemberian les. Bila pelajar itu menjawab pelecok satu atau tidak dapat menjawab, master hendaknya memberikan tuntunan kepada siswa moga beliau dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.

Komponen-suku cadang Keterampilan Menanya Lanjutan

Keterampilan menanya lanjutan dibentuk atas asal pengusaan komponen-komponen menanya dasar. Maka dari itu sebab itu, suku cadang bertanya bawah masih dipakai n domestik penerapan keterampilan menyoal lanjur.

Adapun komponen-komponennya adalah sebagai berikut:

  1. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif privat menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang dikemukakan guru boleh mengandung proses mental yang farik-beda, dari proses mental nan rendah sampai proses mental yang tinggi. Oleh karena itu guru internal mengajukan pertanyaan sepatutnya berusaha meniadakan tuntunan tingkat kognitif dalam menjawab tanya berusul tingkat menghubungkan pula fakta-fakta ke bineka tingkat kognitif lainnya yang kian tinggi seperti pemahaman, penerapan, kajian sintesis, dan evaluasi. Hawa dapat pula mengajukan pertanyaan pencari (probing).
  2. Pengaturan cumbu cak bertanya. Bakal mengembangkan tingkat serebral dari yang sifatnya rendah yang lebih pangkat dan kegandrungan master semoga dapat mengatur cak bertanya yang diajukan kepada siswa dari tingkat mengingat, kemudian soal pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Usahakan hendaknya  jangan memberikan cak bertanya nan lain menentukan atau bolak-balik, misalnya sudah sampai kepada cak bertanya analisis, kembali juga kepada pertanyaan manah, dan kemudian melonjak kepada soal evaluasi. Hal ini akan mengakibatkan kegelisahan kepada petatar dan partisipasi siswa dalam belajar menurun.
  3. Penggunaan soal pencari. Jika jawaban nan diberikan maka dari itu murid dinilai ter-hormat oleh guru, tetapi masih bisa ditingkatkan menjadi bertambah paradigma, guru bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan pelacak kepada siswa tersebut.
  4. Peningkatan terjadinya interaksi. Agar siswa lebih terbabit secara pribadi dan lebih bertanggung jawab atas kemajuan dan hasil diskusi, guru sebaiknya mengurangi ataupun menyabarkan perannya sebagai penanya pusat. Takdirnya siswa mengajukan pertanyaan dijawab oleh seorang pesuluh . Jika siswa mengajukan cak bertanya, hawa tak segera menjawab, doang melontarkannya pula kepada siswa lainnya.

Alasan Keterampilan Bertanya Perlu Dikuasai

Beberapa alasan mengapa keterampian bertanya teradat dikuasai adalah:

  1. Guru cendrung mendominasi ceramah internal papan bawah.
  2. Peserta belum terlazim mengajukan soal.
  3. Siswa harus dilibatkan secara mental jauhari secara maksimal.
  4. Adanya anggapan bahwa cak bertanya doang berfungsi bagi menguji kognisi murid.

Prinsip-Kaidah Ketarampilan Bertanya

Tentang prinsip-pendirian yang harus dipedomani dalam memberikan keterampilan bertanya adalah misal berikut:

  1. Keharmonisan dan antusias. Kita perlu menunjukkan kepada seluruh pesuluh pelihara bahwa kita menguasai persoalan yang dibahas dan tanya nan kita usikan memang dulu menyedot, enggak radiks-asalan bertanya. Hal ini dapat kita buktikan melalui sikap, baik puas hari mengajukan pertanyaan ataupun saat memufakati jawaban. Sikap dan tren kita teragendakan celaan, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakkan suka-suka atau tidaknya kehangatan dan antusiasme kita.
  2. Jangan mengulang soal apabila peserta didik lain bakir menjawabnya.
  3. Hal ini dapat menyebabkan menurunya perhatian dan partisipasi.
  4. Jangan menyering-kan jawaban
  5. pelajar didikd. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum peserta didik        memperoleh kesempatan buat menjawabnya.
  6. Usahakan hendaknya peserta bimbing tidak menjawab cak bertanya secara sekalian, sebab kita tidak mengetahui dengan pasti mungkin yang menjawab dengan benar dan siapa yang  salah.
  7. Menentukan peserta yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. Pertanyaan diajukan kian terdahulu kepada seluruh siswa. Kemudian guru menunjuk salah seorang bakal menjawab.
  8. Pertanyaan ganda; guru kadang mengajukan soal yang sifatnya ganda. Menghendaki beberapa jawaban atau kegiatan nan harus dilakukan oleh petatar.

Tujuan Kecekatan Bertanya

Menurut Nasution (2000: 161) tujuan kecekatan bertanya adalah:

  1. Menyorong anak berpikir kerjakan tanggulang suatu soal.
  2. Menggarangkan pengertian yang lama ataupun nan baru.
  3. Mengusut dan menilai penguasaan murid tentang bahan tutorial, habis bosor makan bercorak pertanyaan ingatan, seyogiannya juga pertanyaan perasaan.
  4. Membangkitkan minat siswa lakukan sesuatu, sehingga keluih kemauan untuk  mempelajarinya.
  5. Memerosokkan menggunakan pengetahuan dalam hal-keadaan lain.

KESIMPULAN

Beralaskan  pembahasan  di atas dapat disimpulkan penguasaan keterampilan menyoal  sangat terdepan dipahami dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Penguasaan ketangkasan menanya berharga dikuasai oleh guru bertujuan mendorong petatar bimbing berpikir buat memecahkan suatu pertanyaan, menggiatkan signifikansi nan lama atau yang baru, menyelidiki dan menilai penguasaan peserta tentang bahan tuntunan, menggalakkan minat, sehingga ketimbul kedahagaan cak bagi mempelajari, dan menolak menggunakan amanat n domestik situasi-situasi lain. Master yang baik adalah guru nan terampil mengajukan pertanyaan mengacu pada komponen-suku cadang ketangkasan bertanya, menyoal lanjut, dan pendirian-prinsip keterampilan bertanya.

Dampak keterampilan bertanya ialah:

  1. Dapat meningkatkan partisipasi  siswa secara penuh dalam proses penelaahan.
  2. Boleh meningkatkan kemampuan berpikir peserta, sebab berpikir dalam-dalam itu sendiri hakikatnya bertanya.
  3. Dapat membangkitkan rasa ingin tahu pelajar, serta menuntun siswa untuk menentukan jawaban.
  4. Memusatkan siswa pada masalah nan dibahas.

Daftar bacaan

Eni Purwati dkk, (2009).
Microteaching,
Aprinta, Surabaya.

Moh. User Usman,(2010).Menjadi Suhu Professional, PT.Rosda Karya. Bandung

Nasution,(2000).Didaktik Asas-Asas Mengajar, Bumi Asara, Jakarta

Wina Sanjaya, (2005).
Penelaahan Internal Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, PT Fajar  Interpratama, Jakarta.

Notulis:

Putra Jaya, S.Pd., M.Sang

(Widyaiswara Madya LPMP Distrik Aceh)

 email: [email protected]