Belajar Ilmu Dasar Arsitektur Ppt

1. Pelajari rumah jawa (joglo) Pendhapa atau Pendopo Pendhapa atau pendopo adalah fragmen depan rumah yang mangap, tidak memiliki dinding, pagar ataupun juga gantar/pembatas dan kancah tiang Soko Temperatur berada. Kata dasar dari Pendhapa yakni Andhap nan memiliki rendah, sebab posisinya yang kian rendah berusul Omah Ndalem. Pada biasanya, kolom ini difungsikan oleh pemiliknya laksana palagan pertemuan, menjamu tamu, kerabat dan tali pusar. Terkadang juga tempat ini sekali lagi dimanfaatkan sebagai gelanggang latihan berjoget dan kegiatan lainnya. Ulas depan yang mangap menggambarkan falsafah penghuni Jawa yang memppunyai sifat ramah, ternganga dan membebaskan siapa-siapa tamu yang hendak datang. Bagaikan pengganti meja dan singgasana, keramik teras dilapisi tikar supaya suasana dapat lebih santai dan kian dekat dan tidak terdapat perbedaan status antara pemukim kediaman dan petandang. Menariknya, meskipun letaknya di bagian depan, jalur terdepan buat memasuki rumah bukanlah bermula pendopo akan cuma melewati pintu samping. Pringgitan Pringgitan merupakan suatu rubrik yang menghubungkan pendopo dengan omah njero ataupun omah dalem. Pringgitan ini ialah sebuah rubrik semi privat yang umumnya dipakai ibarat urat kayu tamu untuk menerima tamu atau saudara yang lebih dekat sangkutan kekerabatannya. Pada biasanya antara Pendhapa dengan pringgitan tidak dibatasi oleh sekat sehingga kita bisa melihat pendhapa secara keseluruhan, Tapi, sekarang ini banyak pula pringgitan yang mulai dibpasang sekat atau sketsel dengan pendhapa, sementara itu gantar dengan omah ndalem menggunakan gebyok. Masyarakat Jawa sreg masa silam umumnya mengaryakan Pringgitan cak bagi membuayai pagelaran wayang alat peraba dan para penonton menontonnya bermula pendhapa. Oleh sebab itu ruangan ini disebut Pringgitan yang mempunyai kata dasar Ringgit yang berharga n komedi didong. Pemanfaatan Pringgitan bagaikan pangsa interaksi dan pagelaran seni menjelaskan falsafah orang Jawa laksana mahluk sosial, mahluk budaya dan mahluk Tuhan, karena ruangan ini pada zaman dulu juga dipakai cak bagi upacara atau ruwetan kepada para dewa, namun dengan berkembangnya agama islam ruangan ini digunakan perumpamaan gelanggang ibadah. Omah Ndalem atau Omah Njero Omah Ndalem maupun Omah Njero terkadang disebut lagi sebagai omah-mburi dan dalem ageng. Kolom ini ialah konstruksi inti berasal apartemen joglo dan merupakan ruangan khusus para warga rumah untuk bercengkrama dan bersantai antar sesama batih. Omah Ndalem terdiri berasal ruang keluarga dan terdapat bilang kamar yang dinamakan dengan senthong. Masyarakat dulu doang membangun senthong sebanyak tiga senthong, yaitu

Source: https://www.academia.edu/9819726/Arsitektur_Minangkabau_sebagai_Bagian_dari_Arsitektur_Nusantara_Power_Point_

Posted by: and-make.com