Belajar Bahasa Python Dari Dasar Untuk Windows 10

15 Sumber akar simple bahasa pemrograman Python

98

Dasar-pangkal bahasa pemrograman Python meliputi banyak hal, sama seperti bahasa pemrograman lain, yaitu adanya syntax tertentu untuk mendeklarasikan variable, jenis data, operator dan lainnya. Perbedaan yang fundamental yakni sahaja pada penulisannya saja. Makanya karena itu mungkin ini kita akan menelurisi satu persatu, terutama untuk bahasa pemrograman Python.








Pendahuluan bahasa pemrograman python


catatan: les ini memperalat Jupyter notebook. Jika Engkau mau menggunakan IDE yang sama, Anda harus menginstallnya lebih-lebih dahulu (install menggunakan Anaconda akan lebih mudah).

Table Of Contents

  1. Pendahuluan bahasa pemrograman python
  2. Indentasi
  3. Variable
    • Integer
    • Float
    • String
    • Boolean
    • NoneType
  4. Insinyur
    • Operator aritmatika
    • Teknisi pembanding
    • Insinyur ilmu mantik
  5. Conditional Statement
  6. For loops
  7. While loops
  8. User input
  9. Typecasting
  10. Dictionary
    • Mengakses nilai pada dictionary
    • Menyelidiki keberadaan key.
    • Update key yang memiliki nilai.
    • Menambahkan lawan key-value
    • Menyetip pasangan key-value.
    • Meng-copy dictionary
  11. Lists
    • Mengakses element di dalam list
    • Menambahkan item ke dalam list
    • Mengubah nilai item di dalam list
    • Menghapus item semenjak privat list
    • Looping plong list
    • Memeriksa keberadaan list
    • Meng-copy list
    • Menginterogasi panjang list
    • Menggabungkan dua list
  12. Tuples
    • Mengakses elemen tuple
    • Mengubah nilai element pada tuple
  13. Sets
    • Mengakses elemen di dalam sets
    • Menambahkan item pada sets
    • Memeriksa panjang dan menghapus item pada
  14. Functions
  15. Args
    • Keyword Arguments
    • Default Arguments
  16. Kwargs
  17. Kesimpulan
  18. Kata sandang Rekomendasi:
  19. Referensi:

Selain itu Sira dapat
mendownload file interaktif jupyter notebook
untuk tutorial ini pada bab
deduksi
secara
percuma.

Sekiranya Anda tipe pembelajar visual dan auditory, maka Sira boleh sederum menonton ini:

[Bahasa Pemrograman Python] Mencoba program pertama

Jika Ia lebih menyukai menonton langsung pada podium youtube. Maka Anda dapat klik disini untuk playlist detail dan boleh subscribe untuk mendapatkan notifikasi update terbaru konten tutorial lega channel Auftechnique.

bahasa pemrograman python
Python

Indentasi

Perbedaan bahasa pemrograman Python dibandingkan bahasa yang lain seperti Java, JavaScript dan C++ adalah indentasi. Mengapa demikian? Jawabnya sederhana, yakni agar mudah di baca, boleh dibandingkan jika kita membaca Java, galibnya programmer pemula akan mengalami kesulitan bakal mengarifi koding nan di tulis oleh bahasa tersebut sekiranya disandingkan dengan bahasa pemrograman Python.

Indentasi pada bahasa pemrograman Python adalah hal yang wajib. seandainya kita tidak mematuhi resan tersebut, maka akan memberikan wanti-wanti error seperti di asal ini:

IndentationError: unexpected indent
            

Pada bahasa pemrograman Python, notifikasi wanti-wanti Error pun silam mudah di baca. Untuk engkau yang lega mulanya memperalat bahasa tak, terlampau beralih memperalat Python. Mungkin awalnya Ia akan merasa risih, namun plong akhirnya Anda akan mencatat bahwa indentasi ini adv amat menyenangkan mata programmer, apalagi kalau kode programa tersebut di tulis oleh orang lain. Hal tersebut akan mempermudah seandainya kita berkarya di dalam tim yang segara, sehingga akan cepat memahami maksud dari kode program tersebut.

Variable

Sesuai dengan namanya, variable adalah sesuatu yang dapat berubah. Variabel ini digunakan untuk merujuk menuju lokasi memori makanya program komputer.

Pada sebagian lautan bahasa enggak, Sira terlazim menetapkan tipe data terhadap suatu fleksibel. Namun, hal itu tidak mesti dilakukan lega bahasa pemrograman python. Seumpama eksemplar, jika Anda menulis acara dengan menggunakan bahasa C, maka sintaks yang harus anda tulis adalah
int num = 39;
Dengan Python Anda hanya cukup menuliskan
num = 39.

Buat memeriksanya, Kamu dapat membuka Jupyter notebook maupun Python Shell, lalu untuk langkah demi persiapan perintah di asal ini:

Integer

Integer merupakan kredit numerik nan dapat substansial nilai substansial, negatif, atau nol sonder memiliki angka desimal

num = 39 print(num) 39 type(num) <class 'int'>
            

Seperti yang mutakadim kita tatap di atas, kita sudah lalu mendeklarasikan luwes
num
dan menetapkan angka 39 sebagai ponten fleksibel tersebut. Metode
type
yang mutakadim
built-in
pada bahasa pemrograman python boleh digunakan lakukan menanyai jenis satu variabel.

Ketika kita memeriksa variasi variable
num
dengan memperalat metode
type, maka kita akan meluluk output<class 'int'>.

Float

Float merupakan angka numerik sama seperti integer , namun ada rendah perbedaan, yakni adanya biji desimal

num = 39.0 print(num) 39.0 type(num) <class 'float'>
            

Bisa di lihat pada sempurna tersebut bahwa kita telah menggunakan nilai desimal sreg
num. Lalu, ketika kita memeriksanya pada bahasa pemrograman Python akan menunjukkan bahwa tipe data tersebut yakni
float.

String

String adalah kumpulan beberapa karakter maupun integer. String tersebut direpresentasikan dengan menggunakan tanda quotes (double ataupun single).

test = "Hallo semua" print(test ) Hallo semua type(test ) <class 'str'>
            

Lega contoh di atas kita telah menetapkan string plong variable
test. Jenis variable
test
ini adalah seperti yang tampak sreg output Python, yakni string.

Boolean

Boolean adalah ahli mesin biner yang hanya memiliki dua nilai output adalah
True
atau
False.

anda_robot = False print(anda_robot) False type(anda_robot) <class 'bool'>
            

Di sini kita telah menetapkan ponten False kepada variable
anda_robot. Jenis variabel ini ialah boolean. Kita cuma boleh menjadwalkanTrue
aliasFalse. Perlu di pulang ingatan bahwaUfuk danF harus kasatmata abc kapital atau kita akan mendapatkan wanti-wanti
error code
ini:

anda_robot = false print(anda_robot) --------------------------------------------------------------------------- NameError                                 Traceback (most recent call last) <ipython-input-147-4473960a0737> in <module> ----> 1 anda_robot = false       2 print(anda_robot)  NameError: name 'false' is not defined
            

NoneType

NoneType digunakan detik variable tidak memiliki ponten, seperti pada contoh di bawah ini:

num = None print(num) None type(num) <class 'NoneType'>
            

Operator

Teknikus adalah simbol aritmatika puas bahasa pemrograman Python atau bahasa lainnya, bikin melihat seluruh operator yang tersaji sreg Python Sira boleh melihat table di pangkal ini.

Bahasa pemrograman Python tabel operator
Tabel Python teknikus

Mari kita ceratai satu per satu teknisi puas bahasa pemrograman python

Operator aritmatika

Ahli mesin yang akan kita bahas adalah interpolasi, pengkhitanan, pergandaan, eksponensial, modulus, dan pembagian. Silakan kita tatap operasi aritmatika sederhana pada bahasa pemrograman Python.

Purwa-tama kita akan mendeklarasikan dua lentur a dan b.

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat sreg contoh di asal ini:

a + b # Penambahan 8 a - b # Pengurangan 4 a * b # Perkalian 12 a / b # Pencatuan 3.0 a ** b # Eksponensial 36
            

Ideal cak bagi menguji operator aritmatika lainnya:

a = 7 b = 3 a % b # Modulus (cirit pembagian) 1 a // b # Floor division (di bulatkan ke bawah) 2
            

Operator pembanding

Contoh mekanik penyelaras merupakan seperti mana, bertambah lautan dari, serta abnormal dari.

a = 5  b = 2  a > b # Bertambah besar True a < b # kurang dari False a == b # setinggi dengan  False a >= 5 # lebih ki akbar ataupun seperti mana True b <= 1 # lebih kecil atau sama dengan False
            

Operator logika

Operator ini “tidak termasuk”, “dan”, “dan atau”

a = 10 b = 2 a == 2 and b == 10 # dan False a == 10 or b == 10 # maupun True not(a == 10) # enggak False not(a == 2) True
            

Conditional Statement

Conditional statement digunakan untuk menyelidiki satu kondisi nan ditentukan sebelumnya apakah poin nya True alias False.

Sering kali ketika kita menengah mengembangkan suatu tuntutan, suka-suka hal di mana kita perlu menginvestigasi satu kondisi tertentu lalu melakukan perintah yang berbeda tergantung pada hasil sebelumnya. Intern skenario seperti itu
conditional statement
akan lalu berguna.if,
elif
dan
else
adalah pernyataan kondisional yang digunakan dalam bahasa pemrograman Python.

Dengan conditional statement, kita bisa membandingkan suatu variable dan memeriksanya apakah variable tersebut memiliki nilai alias ialah suatu boolean, dan lebih jauh mengusut apakah True ataupun False. Oleh karena itu, yuk kita praktekan penggunaannya.

Kondisi pertama. Kita memiliki suatu integer dan tiga kondisi. Yang pertama adalah kondisi
if
bikin mengecek apakah nomor tersebut setimbang dengan 10. Nan kedua adalah kondisi
elif. Disini kita akan memeriksa apakah nomor tersebut kurang dari 10. Nan terakhir adalah kondisi
else. Kondisi ini akan tereksekusi jika kedua kondisi sebelumnya tidak menepati syarat.

nilai = 5 if angka == 10:     print("angka yakni 10") elif biji < 10:     print("angka yaitu kurang pecah 10") else:     print("biji adalah kian semenjak 10")
            

Output:

angka adalah kurang mulai sejak 10
            

Catatan:
Tak wajib kerjakan menggunakan dua kondisi sebanding-dengan di privat kondisi
if. Kamu dapat melakukannya dengan
elif.

Kondisi kedua.
Pada kasus ini kita akan n kepunyaan variabel boolean dan dua kondisi. Sreg contoh sebelumnya ketika kita membahas mengenai boolean apakah moralistis atau salah? Detik ini kita akan menggunakannya juga pada conditional statement.

Jika
anda_robot, sangat print “Ya, saya robot”, selain itu print “bukan, saya manusia”.

anda_robot = False if anda_robot:     print ("Ya, saya robot") else:     print ("tidak, saya manusia")
            

Output:

Kondisi ketiga. Lega hipotetis ini kita akan menciptakan menjadikan kondisi berkebalikan dari kondisi kedua dengan ahli mesin
not.

anda_robot = False if not anda_robot:     print ("Ya, saya manusia mesin") else:     print ("tak, saya hamba allah")
            

Output

Kondisi ke empat. Disini kita akan mendeklarasikan data sebagai None, terlampau memeriksanya jikalau data tersebut ada atau tidak.

data = None if data:     print ("data tidak none") else:     print ("data adalah none")
            

Kondisi kelima. Beliau lagi bisa menggunakan
if
dalam satu baris pada bahasa pemrograman Python. Syntax nya akan terpandang seperti lega:

a = 10 b = 5 if a > b: print("a lebih besar dari b")
            

Output:

Kondisi ke enam.
Beliau pun boleh menggunakan
if
else
dalam suatu baris, seperti pada contoh di bawah ini:

num = 5 print("Biji adalah lima ") if num == 5 else print("Angka bukan lima")
            

Output:

Kondisi ketujuh. Anda pun dapat menggunakan nested if-else statement, yaitu:

num = 25 if num > 10:     print("Angka kian besar dari 10")     if num > 20:         print("Nilai bertambah besar bersumber 20")     if num > 30:         print("Angka lebih besar dari 30") else:     print("Biji lebih kerdil mulai sejak 10")
            

Nomer makin lautan dari 10 Nomer lebih besar berusul 20
            

Kondisi kedelapan. Kamu bisa pula mengunakan operator
and
pada conditional statement. Operator ini menyatakan jikalau kondisi 1 dan 2 keduanya adalah benar.

num = 10 if num > 5 and num < 15:      print(num) else:      print("Angka dapat kian boncel dari 5 alias bertambah lautan dari 15")
            

Output:

10

Karena 10 adalah poin di antara 5 dan 15.

Kondisi kesembilan. Anda lagi dapat memperalat ahli mesin
or
dalam pernyataan bersyarat. Hal ini lakukan menyatakan bahwa takdirnya riuk satu kondisi 1 atau kondisi 2 benar, sehingga program akan di eksekusi.

num = 10 if num > 5 or num < 7:      print(num)
            

Output:

10

Apakah Ia bingung karena output
num
adalah 10, sementara itu lega statement kedua ialah kurang pecah 7? Kejadian ini disebabkan oleh kondisi
or. Sehingga, jika riuk suatu kondisi terpenuhi, maka program akan tetap melanglang.

For loops

Metode lain yang berguna dalam bahasa pemrograman Python adalah iterator. Situasi ini sangat membantu jika Sira ingin melakukan sesuatu beberapa kelihatannya.

print("Hai") print("Hai") print("Hai")
            

Dapat dibayangkan jika kita mau menulis kata “Hai” sebanyak seribu kali, karuan kode acara kita akan sangat langka kerjakan di baca, selain itu, kemungkinan terjadinya kesalahan sangat lah besar. Makanya karena itu, kita bisa menggunakan suatu kaidah yang disebut
loop
alias
iterator. Terserah dua cara kerjakan menjalankan perintah tersebut, yaitu dengan
for
atau
while
loop.

Pada konseptual kali ini, kita akan menggunakan metode
range. Metode ini yang menentukan rentang
loop
seberapa banyak perintah harus di ulang. Secara default, titik awalnya yakni 0.

for i in range(3):    print("Hai")
            

Output:

Contoh lainnya jika kita ingin membuat rentang nan berbeda, maka kita dapat menggunakan
range(1,3).

for i in range(1,3):    print("Hai")
            

Output

“Hai” saja tercetak dua kali karena kita mutakadim menentukan rentang dari angka 1 setakat 3. Sederhananya kita dapat mengurangi kredit sebelah kanan dengan jihat kidal.

Kita pun dapat menambahkan perintah lain setelah loop selesai, seperti pada contoh di bawah ini:

for i in range(3):   print("Hai") else:   print("Radu")
            

Output

Dapat kita lihat bahwa loop telah mengerjakan repetisi sebanyak 3 kali ( 3 – 0 ). Setelah iterasi radu, tahap selanjutnya yaitu mengeksekusi statement
else.

Selain itu kita sekali lagi dapat melakukan nesting
for
loop di dalam
for
loop yang lain.

for i in range(3):      for j in range(2):         print("loop di dalam")      print("loop di asing")
            

Output:

loop di n domestik loop di kerumahtanggaan loop di luar loop di dalam loop di dalam loop di asing loop di dalam loop di dalam loop di luar
            

Dapat kita tatap bersama bahwa statement “loop di internal” tereksekusi dua kali. Setelah itu “loop di luar” di eksekusi satu kali. Adv amat, “loop di dalam” di eksekusi lagi sebanyak dua barangkali.

Jika Engkau masih bingung, mudah-mudahan pernyataan ini dapat membantu:

  • Python interpreter melihat ada perintah
    for
    loop lega episode awal. Lebih lanjut mengaji ke bagian bawah dan menemukan kesanggupan
    for
    loop yang lain.
  • Sehingga, Python akan mengesekusi “loop di dalam” sebanyak dua mana tahu. Sesudah radu nan pertama, interpreter masih harus melakukannya dua kelihatannya pun dari sisa “loop di luar” nan harus dilakukan.
  • Selanjutnya Interpreter mengerjakan tugas mulai lagi berpokok tadinya dan melihat
    for
    “loop di dalam” dan di ulangi terus hingga “loop di luar” selesai.

Kita lagi dapat memilih untuk melintasi
for
loop sreg kondisi tertentu. Maksudnya adalah sekejap-sekejap proses looping dijalankan, sebatas intrepreter melihat statement
pass, sehingga membuatnya tidak mengesekusi baris tersebut dan akan melanjutkan sreg banjar setelahnya (jikalau cak semau).

Anda tak akan meluluk output di sini, karena setelah
pass
bukan ada lagi baris kode program.

While loops

N domestik bahasa pemrograman Python, terdapat metode loop alias iterator nan enggak, yaitu
while
loop. Kita sekali lagi dapat memberikan hasil yang sama seperti nan sudah kita lakukan puas
for
loop dengan menggunakan
while
loop, seperti contoh di dasar ini:

i = 0 while i < 3:   print("Angka", i)   i += 1
            

Output

Mesti diperhatikan bahwa, saban-saban kita menggunakan perintah
while
loop. Kita harus menambahkan statement increment atau statement nan dapat menghentikan loop pada tutul tertentu. Jika kita tidak menggunakannya, maka proses loop akan berjalan sejauh nya.

Cara lain bagi menghentikan loop yaitu dengan menambahkan statement
break
di dalam
while
loop. Perintah ini akan menghentikan loop seperti plong contoh di pangkal ini.

i = 0 while i < 3:     if i == 3:            break     print("Biji", i)     i += 1
            

Output

Di sini kita menghentikan
while
loop ketika intrepreter mengaji nilai dari
i
, yaitu 4 (kian dari 3).

Model lainnya yakni dengan menambahkan statement
else
di dalam while loop. Statement ini akan di eksekusi setelah
while
loop radu.

i = 0 while i < 3:     print("Angka", i)     i += 1 else:     print("Skor makin samudra dari 2")
            

Output:

Poin 0 Biji 1 Angka 2 Poin bertambah lautan berusul 2
            

Lebih jauh adalah statement
continue. Statement ini dapat digunakan cak bagi melewati proses eksekusi yang menengah melanglang dan menyinambungkan lega leret setelahnya.

i = 0 while i < 5:   i += 1   if i == 2:        continue   print("Skor", i)
            

Output:

Angka 1 Angka 3 Biji 4 Angka 5
            

User input

Bayangkanlah kita menciptakan menjadikan satu aplikasi seperti command-line. Dimana aplikasi ini harus boleh menjumut input berpokok pemakai dan melakukan sesuai apa nan di perintah. Untuk melakukan hal tersebut, kita dapat menggunakan metode input yang sudah terintegrasikan plong bahasa pemrograman Python.

Memasukkan input

Syntax agar user dapat mengerjakan input yaitu:

variable = input(".....")
            

Contoh:

name = input("Masukan nama Anda: ")
            

Output:

Input tera

Ketika kita menggunakan metode
input, tinggal mengesekusinya, kita akan di minta untuk mengegolkan text pada textbox, lewat tekan Enter. Selepas itu kita dapat menginterogasi kembali apakah variable nama nan kita masukkan sudah sesuai ataupun belum.

Print tera

Berdasarkan hasil di atas, maka variable yang kita masukkan adalah etis. Jikalau Dia mengeceknya,
Zacky
ini ialah type data string.

Mari kita coba suatu contoh lagi, dimana kita akan meng-assign nilai
integer
sebagai input.

bahasa pemrograman python
input case
Terlepas

Apakah Anda sedikit merayang karena
integer
dikenali oleh bahasa pemrograman python sebagai
string. Ini tak kesalahan sreg Python, melainkan memang seharusnya mengasihkan output sedemikian itu jiga menggunakan metode
input. Lakukan menangani kasus seperti ini, maka kita akan mengkonversi
string
kepada
integer
dengan metode
typecasting.

Typecasting

Kita telah melihat bahwa, metode input akan menghasilkan output faktual
string, termasuk
integer. Kini, jika kita kepingin menafsirkan output tersebut kepada integer, hal yang harus kita buat merupakan:

string ke integer

Disini kita telah mendeklarasikan User input dan mengkonversikannya ke dalam bentuk integer menggunakan metode
input
plong bahasa pemrograman python . Inilah yang disebut dengan nama
typecasting.

Sederhananya, kita dapat melakukan konversi dengan bantuan typecasting kerjakan semua variasi variable:

  • integer ke string: str()
  • string ke integer: int()
  • integer ke float: float()

coretan: Transformasi semenjak
integer
ke
string

pula dapat dilakukan.

Dictionary

Bagian ini pada artikel bahasa pemrograman python, kita akan menggosipkan
Dictionary. Kita dapat membayangkannya bakal menyimpan user detail, seperti halnya kamus nan dapat menyimpan plural macam kata-perkenalan awal. Python pun dapat mengamalkan hal serupa dengan cara seperti di bawah ini:

etiket = "Zacky" profesi = "Developer"
            

Untuk meluluk hasilnya, kita dapat menunggangi perintah print.

Sebagai seorang programmer, mandu tersebut tidaklah elegan. Bagi membuatnya lebih baik, mari kita menyimpan data tersebut di intern key-value dictionary.


Dictionary adalah kompilasi variable yang tidak berurutan dan boleh di ubah(dapat di perbaharui).

Format dictionary pada bahasa pemrograman python adalah sebagai berikut:

data = { 	"key" : "value" }
            

Bakal memahaminya lebih jauh, maka kita dapat meluluk contoh plong penggunaannya.

info_detail = {  "nama": "Zacky",  "profesi": "Developer",  "hobi": "Ngoprek open source software dan hardware"   }
            

Mengakses biji plong dictionary

Kerjakan bisa mengakses angka di intern dictionary terserah dua cara yang dapat kita cak bagi. Kita akan menyibuk kedua kaidah tersebut, sehingga dapat menentukan mana yang lebih baik.

Bikin mengakses kredit puas key
nama
berpokok
info_detail
di dalam dictionary pada bahasa pemrograman python adalah seperti lega kerangka di bawah ini:


Kita bisa melihat bahwa cara mula-mula lebih mudah cak bagi dipahami. Sekadar, masalah akan timbul detik kita hendak mengakses data yang tidak ada di dalam dictionary, sama dengan pada teoretis di bawah ini:

info_detail["sukma"] --------------------------------------------------------------------------- KeyError                                  Traceback (most recent call last) <ipython-input-41-790676cbae31> in <module> ----> 1 info_detail["sukma"] KeyError: 'umur'
            

Mulai sejak pesan error di atas terindikasi bahwa tidak ada
key
yang bernama
umur. Sekarang, marilah kita coba skrip yang sebagai halnya menggunakan metode kedua.

Kita tidak mendapatkan response apapun dari Python console setelah kita hit run. Silakan kita mencoba
debugging
lebih lanjut kembali untuk mengetahui cak kenapa situasi ini dapat terjadi. Doang sebelumnya, kita akan menetapkan variable
nyawa
cak bagi memanggil metode
get, habis bikin perintah print.

umur = info_detail.get("vitalitas") print(umur)
            

Output

Beralaskan konseptual di atas, ketika perintah
get
lain menemukan nilai
key
,maka akan menghasilkan variable bernilai
None. Peristiwa ini yang menyebabkan kita bukan mendapatkan pesan error. Anda mungkin bertanya-tanya, manakah metode yang lebih baik.

Sebagian osean programmer biasanya memperalat metode kedua karena bertambah masuk akal bulus. Namun, untuk beberapa kondisi di mana pembenaran kode program nan lebih ketat, maka kita wajib memperalat metode pertama.

Menanyai kerelaan
key.

Kita siapa menyoal-tanya, bagaimana cara kita mau mengetahui apakah satu dictionary memiliki
key

tertentu atau tidak. Puas bahasa pemrograman python, metode
key()
dapat menyelesaikan keburukan ini.

if "umur" in info_detail.keys():      print("Ya, ada di privat key") else:      print("bukan cak  semau di intern key")
            

Output:

Bagaimana kalau kita ingin memeriksa apakah suatu dictionary itu memiliki satu nilai atau tidak? Untuk mengetahuinya, ayo kita mendeklarasikan dictionary kosong seperti di bawah ini:

Kita dapat menggunakan if-else pada dictionary secara langsung untuk melakukan pengecekan, jika memberikan hasil
true
maka terdapat data di dalam dictionary tersebut, sebaliknya
false
jika tidak mempunyai data.


Pada bahasa pemrograman python, metode
bool
pun boleh di gunakan bagi tes apakah satu dictionary punya nilai alias enggak. Perlu di ingat bahwa boolean akan menyerahkan hasil
False
takdirnya dictionary tidak n kepunyaan nilai dan
True
jika punya nilai.


Update
key
nan memiliki nilai.

Pada bagian ini kita akan mencoba bakal menyangkal poin yang sudah ada di intern dictionary. Misalkan kita telah mempunyai dictionary sebagaimana di bawah ini:

info_detail = {   "nama":"Zacky",   "profesi": "Developer" }
            

Misalkan kita ingin mengubah prestise profesi nan cak semau di dalam dictionary, maka syntax untuk melakukannya ialah:

info_detail["profesi"] = "tukang tiang" print(info_detail) {'nama': 'Zacky', 'profesi': 'tukang papan'}
            

Mengubah nilai
key
sreg dictionary adalah ekuivalen dengan cara mengasihkan nilai lega elastis.

Menambahkan pasangan
key-value

info_detail["semangat"] = "120" print(info_detail) {'nama': 'Zacky', 'profesi': 'tukang kayu', 'atma': '120'}
            

Dapat kita tatap bahwa
key
nan baru kita akuisisi ke dalam dictionary adalah
umur
nan memiliki
value
120.

Menghapus pasangan
key-value.

Lakukan menghapus pasangan
key-value
lega bahasa pemrograman python adalah dengan metode
pop.

info_detail.pop("kehidupan") '120' print(info_detail) {'nama': 'Zacky', 'profesi': 'pandai kayu'}
            

Dapat di tatap bahwa
key-value
nyawa
telah hilang berpangkal dictionary.

Meng-copy dictionary

Dictionary tidak boleh di copy dengan memperalat cara resmi. Kita tidak dapat meng-copy biji
dictA
ke
dictB
seperti contoh di bawah ini:

dictA = dictB --------------------------------------------------------------------------- NameError                                 Traceback (most recent call last) <ipython-input-48-62e270af49fb> in <module> ----> 1 dictA = dictB  NameError: name 'dictB' is not defined
            

Pendirian di atas akan memberikan pesan error. Mandu yang tepat bakal copy value yaitu dengan memperalat metode
copy.

dictB = info_detail.copy() print(dictB) {'nama': 'Zacky', 'profesi': 'juru kayu'}
            

Lists

List adalah struktur data pada bahasa pemrograman Python yang mutable (dapat di ubah) dan mempunyai element beruntun secara sekuensial. Setiap unsur di dalam list disebut dengan item. Untuk mendefinisikan suatu list pada bahasa pemrograman Python yaitu dengan menggunakan stempel lingkar siku [ ]. Contohnya yakni:

data =[7, 6.789, "abc", False]
            

List sangat kondusif ketika kita bekerja dengan banyak nilai yang saling berbimbing. List memungkinkan kita untuk menyimpan data secara bersamaan dan melakukan metode yang sama untuk melakukan suatu operasi pemrograman terhadap nilai nan banyak dengan sekali perintah.

Mengakses element di dalam list

Mengakses element di dalam list adalah dengan cara memperhatikan urutannya yang di menginjak berasal angka nol lakukan anggota list mula-mula.
Abstrak syntax buat akses list bujuk ketiga:

Selain mengakses list pada posisi tertentu, ia pun dapat menggunakan uluran anggota list, model nya:

Kredit
0
di kerumahtanggaan kurung siku menyimbolkan terbit mana kita memulai (internal keadaan ini di tiba bermula pujuk pertama), sedangkan nilai kedua
2
yaitu posisi nilai sebelum urutan tersebut (sebelum urutan ketiga).

Menambahkan item ke dalam list

Pada bahasa pemrograman python, untuk menambahkan anggota ke internal list yaitu dengan memperalat metode
append.

data.append("tambahan") data [7, 6.789, 'leter', False, suplemen']
            

Memungkiri nilai item di internal list

Pada contoh di asal ini, kita akan meniadakan item ke-catur yaitu False, menjadi True.

data[3] = True data [7, 6.789, 'huruf', True, 'lampiran']
            

Menghapus item dari dalam list

Untuk menghapus item di dalam list puas bahasa pemrograman python adalah dengan memperalat metode
remove.

data.remove("abjad") data [7, 6.789, True, 'tambahan']
            

Looping pada list

Kita pun dapat memerintahkan fungsi loop di dalam list dengan kaidah:

for i in data:     print(i) 7 6.789 True pelengkap
            

Menyelidiki kesanggupan list

Cak bagi mengusut keberadaan anggota di privat list adalah dengan cara di bawah ini:

if 8 in data:     print ("ada") else:     print("tidak")  tidak
            

Kita bisa melihat bahwa poin 8 bukan tertera di dalam list, sehingga akan lagi pada kondisi
else, yaitu
tidak.

Meng-copy list

Bagi meng-copy list dari satu kepada yang lainnya yakni dengan menggunakan metode
copy.

List2 = data.copy() List2 [7, 6.789, True, 'pelengkap']
            

Memeriksa jenjang list

Lega bahasa pemrograman Python, kerjakan memeriksa tangga list adalah dengan menggunakan metode
len.

Menggabungkan dua list

Buat menggabungkan dua list, kita dapat menggunakan operator
+.

list1 = [4, 8,1, "hey"] list2 = [2, 8, "apa kabar"] list1 + list2  [4, 8, 1, 'hey', 2, 8, 'apa kabar']
            

Segala yang terjadi takdirnya kita mencoba bikin mengakses zarah yang tidak terdapat di internal list?

list1[4] --------------------------------------------------------------------------- TypeError                                 Traceback (most recent call last) <ipython-input-83-853c8927f3be> in <module> ----> 1 list1[4]  TypeError: 'type' object is titinada subscriptable
            

Sreg kode program di atas, kita hendak mengepas untuk mengakses element kelima
[4]. Seperti yang mutakadim kita ekspektasikan, bahwa kode tersebut akan memberikan pesan error, karena kita hanya memiliki empat elemen di internal list tersebut.

Tuples

Puas babak sebelumnya, list berkreasi sangat baik untuk menyimpan koleksi data dan yang di ubah (mutable). Namun, sekali-kali kita ingin membuat list yang tidak dapat di ganti isinya. Tuple dapat melakukannya buat kita, dengan kata lain tuple adalah list yang
immutable
(data tak boleh di saling).

data = ( 3, 6 , 9, "Hai") data (3, 6, 9, 'Hai')
            

Mengakses elemen tuple

Seperti hal nya cak bagi mengakses element pada list, tupple pun bisa di akses dengan menggunakan syntax yang separas.

Mengakses juluran index kembali n kepunyaan cara yang sekelas dengan list:

Mengubah ponten element pada tuple

Mungkin Anda bertanya-cak bertanya. Lho, bukannya tuple tak dapat di ubah? Ia tak terbiasa kacau jika mengamalkan kesalahan input pada tuple. Ada trik yang bisa kita lakukan ialah dengan cara mengkonversi tuple menjadi list, lalu dikonversikan juga ke dalam bentuk tuple. Contohnya:

data = ( 3, 6, 9, 'Hai') data2 = list(data) # Konversi data ke list data2[3] = "hai juga" # update nilai sreg list data = tuple(data2) # transmutasi balik data ke tuple data (3, 6, 9, 'hai pula')
            

Catatan: Sekali tuple di buat, molekul baru lain dapat ditambahkan.

Sets

Sets adalah salah satu keberagaman data yang tak pada bahasa pemrograman Python. Sets merupakan data bukan berurutan dan tak memiliki penunjuk, dinyatakan seperti pada ideal berikut ini:

data = { "hai", "salam kenal", 14, 20 } data {14, 20, 'hai', 'salam kenal'}
            

Mengakses elemen di dalam sets

Oleh karena
sets
tidak memiliki indeks, maka, kita tidak dapat mengaksesnya secara serempak. Oleh karena itu, cak bagi mengakses elemen tersebut terbiasa memperalat fungsi loop.

for i in data:     print(i) salam kenal 20 hai 14
            

Catatan: sekali sets di lakukan, nilanya tidak dapat di ubah.

Menambahkan item pada sets

Pada bahasa pemrograman python, untuk menambahkan elemen puas satu sets adalah dengan pendirian memperalat metode
add.

data.add("tambah") data {14, 20, 'hai', 'salam kenal', 'tambah'}
            

Memeriksa panjang dan menghapus item pada

// Mengusut panjang atom len(data) 5 // Menyetip item data.remove("hai") data {14, 20, 'salam kenal', 'tambah'}
            

Functions

Ketika kita ingin melakukan tugas tertentu pada acara nan kita kembangkan. Kita pun bisa menggunakanfunction
plong kode suatu acara. Terlebih lagi jika kita mau melakukan suatu perintah berulang kelihatannya di intern program dan tak ingin kerjakan menggunakan kode nan setimbang berkali-mungkin. Dengan menggunakan
function
ini, kehidupan programmer menjadi lebih mudah.

Kerjakan mendeklarasikan
function
pada bahasa pemrograman python adalah dengan menggunakan kata kunci
def, contoh nya merupakan:

def hello_world():    print("Hello world, kami berusul Indonesia")
            

Plong contoh di atas, kita telah mendeklarasikan function
hello_world, yang saat di panggil akan mencetak tulisan “Hello world, kami dari Indonesia”. Lakukan menyebut function tersebut, kita harus menggunakan syntax sebagai halnya puas teladan di bawah ini:

hello_world() //output: Hello world, kami dari Indonesia
            

Perlu di pulang ingatan bahwa tanda kurung
()
harus disertakan untuk mengeksekusi
function
pada bahasa pemrograman python. Sekiranya kita pangling menyertakannya, maka, akan terlihat seperti sreg kamil bawah ini:

hello_world //output: <function __main__.hello_world()>
            

Ayo kita menyibuk contoh sederhana kegunaan function detik hendak melakukan persuasi aritmatika penambahan. Cara konvensional buat melakukan operasi tersebut yaitu:

a = 10  b = 3 a + b //output: 13
            

Kini, jika kita ingin mengganti biji variabel a dan b kerjakan mengamalkan operasi penambahan yang sama, kita harus melakukannya lagi begitu juga pada kaidah diatas.

a = 10  b = 3 a + b //output: 13 a = 1 b = 9 a + b //output: 10
            

Dapat dibayangkan jika cuma bagi menggunakan usaha penambahan tersebut dan dilakukan sebanyak puluhan kali, kita harus kerap menyesuaikan biji a dan b. Pendirian tersebut sangatlah tidak efisien. Hanya, kita tidak perlu senewen, karena masalah tersebut dapat diselesaikan dengan memperalat function seperti lega abstrak selanjutnya.

def penambahan(a,b):     print(a+b)
            

Function di atas adalah untuk operasi aritmatika penjumlahan variable a dan b. Buat memanggil function tersebut, kita bisa memperalat syntax di dasar ini:

penyisipan(20,3) //output 23
            

Dapat kita tatap bahwa dengan menggunakan function lakukan mengeksekusi satu perintah merupakan tinggal mudah. Waktu ini, bagaimana jika kita tidak mengegolkan argumen di kerumahtanggaan cap lingkar function
penambahan
tersebut?

interpolasi() --------------------------------------------------------------------------- TypeError                                 Traceback (most recent call last) <ipython-input-105-7668fff7f74a> in <module> ----> 1 penambahan()  TypeError: penambahan() missing 2 required positional arguments: 'a' and 'b'
            

Python akan menyerahkan pesan TypeError dan menginformasikan kepada kita untuk memperalat dua argument. Lalu, bagaimana jikalau kita mengegolkan argument ketiga?

penambahan(20,3, 1) --------------------------------------------------------------------------- TypeError                                 Traceback (most recent call last) <ipython-input-106-23ba42c141cb> in <module> ----> 1 penambahan(20,3, 1)  TypeError: penambahan() takes 2 positional arguments but 3 were given
            

Seperti yang terlihat puas wanti-wanti error di atas, kita sudah lalu menyebut 3 argument, namun plong function penambahan yang sudah kita tulis seharusnya hanya mempunyai 2 argumen.

Lalu, bagaimana takdirnya kita tidak mengetahui berapa banyak argument nan terdapat pada satu function? Untuk menjawab ki aib tersebut kita dapat menunggangi
args
dan
kwargs
pada bahasa pemrograman python.

Args

Kita boleh menggunakan
args
dan
kwargs
(di bahas pada bab selanjutnya) jika tidak mengetahui ada berapa banyak argumen yang terdapat lega suatu function.

Cak bagi melanjutkan beberapa n argument kepada suatu function, kita boleh menggunakan args. Untuk mendefinisikan
args, maka kita harus menambahkan tanda
*
di depan argumen.

Siuman!Ketika kita menambahkan tanda
*

di depan, kita akan menerima argument dalam rang tuple.

def interpolasi(*num):     print(num)
            

*num
pada kasus di atas yakni lengkap berbunga args. Sekarang kita dapat menamai pula kepentingan
add
dan melewati sejumlah argumen sehingga bukan akan mendapatkan wanti-wanti TypeError.


Sehingga, bakal melakukan usaha pencacahan, kita dapat secara bertepatan menggunakan metode nan sudah build-in pada bahasa pemrograman Python, yaitu
sum.

def penambahan(*num):     print(sum(num))
            

Sekarang kita bisa menamai function penyisipan dan kita akan melihat output nan bermartabat seperti pada dua contoh di bawah ini.

penambahan(1,2,3) # memanggil fungsi 6  penambahan(1,2,3,4) # memanggil kekuatan 10
            

Keyword Arguments

Sesekali, kita tidak mengetahui cumbu dari suatu argumen yang akan diteruskan ketika function di panggil. Pada kasus sebagai halnya ini, kita dapat menunggangi
keyword arguments

yang boleh diteruskan tanpa harus mengingat urutannya. Namun, function tersebut akan mengetahui nilai yang benar. Lihatlah contoh di asal ini:


Hasil pemanggilan function dan argument di atas ialah tepat. Namun, bagaimana seandainya kita menegur function tersebut semacam ini:

info_detail("ahli gawang", "Zacky") # outputnya akan sama dengan: Nama: tukang kayu Profesi:  Zacky
            

Hasil di atas ialah tidak bersusila. Nan terjadi pada kasus ini adalah variable
nama
mengambil pengenalan “tukang kusen” dan variable
profesi
memasukkan kata “Zacky”. Lakukan scenario yang kita lain ketahui urutan argumentnya, maka prinsip untuk memanggil keyword argument puas bahasa pemrograman python adalah:

info_detail(profesi= "pakar kayu", logo= "Zacky") # outputnya akan seperti: Nama: Zacky Profesi:  juru gawang
            

Default Arguments

Sreg kondisi di mana kita tak optimistis apakah suatu argumen memiliki satu nilai atau tidak ketika function di panggil. Kita bisa menggunakan metode lain, yaitu
default argument
seperti pada contoh di bawah ini.

def info_detail(nama, profesi = None):     print("Nama:", nama)     print("Profesi: ", profesi)
            

Di sini kita menyisipkan variable bernilai None pada
argument
profesi. Sehingga, jika kita tidak menyapa argument kedua, ketika menyapa function tersebut. Maka, argument kedua akan mengambil biji
None
sebagai default. Seumpama teoretis, ayo kita panggil function
info_detail.

info_detail("zacky") # output Nama: zacky Profesi:  None
            

Sekiranya kita memasukkan skor pada argument kedua, maka nilai
None
akan berubah dan menjadi nilai argument kedua.

info_detail("zacky", "tukang kayu") #output Nama: zacky Profesi:  pandai papan
            

Saja, seandainya kita menentukan suatu skor puas argument pertama sebagai default. Lalu, menjadikan argumen kedua andai non-default. Maka, Python akan memberikan pesan error seperti mana di bawah ini:

def info_detail(segel = None, profesi):     print("Label:", nama)     print("Profesi: ", profesi)  File "<ipython-input-130-6c704f968e19>", line 1     def info_detail(cap = None, profesi):                    ^ SyntaxError: non-default argument follows default argument
            

Siuman!
Elus kerjakan menentukan parameter suatu argumen di n domestik function adalah:

  1. Posisi parameter maupun non-default, contoh (a, b, profesi)
  2. keyword parameter atau default parameter, contoh (a=”abc”, label=None)

Kwargs

Bagi kondisi di mana kita tidak memafhumi suka-suka berapa banyak keyword argumen yang akan diteruskan kepada function. Maka, kita akan memperalat
kwargs. Eksploitasi kwarg adalah dengan menempatkan etiket
**
di depan argumen.

Ingat!
Ketika kita menempatkan tanda
**
di depan argumen. Maka, kita akan mengakui argument n domestik rajah dictionary.

Ayo kita mencoba untuk memahaminya dengan konseptual nan konkrit. Kita akan mendekalarasikan function yang dapat menerima
keunggulan
misal argument dengan menggunakan stempel
**
di depannya.

def user(**nama):     print(etiket)
            

Momen kita memanggil
user
function, maka kita akan menerima data dalam bentuk dictionary. Mari kita tatap contoh di bawah ini:

user(nama1="messi",name2="ronaldo") #output {'nama1': 'messi', 'name2': 'ronaldo'}
            

Sekilas seperti enggak memiliki perbedaan dengan
args. Namun, ini bukan lah args. Plong
args, kita bukan bisa mengakses nilai tertentu bersendikan namanya karena
args
berbentuk
tuple. Sedangkan sreg
kwargs, kita mendapatkan data privat buram
dictionary
sehingga nilainya dapat di akses.

Mari kita tatap contoh di bawah ini:

def user(**info_detail):     print(info_detail['merek'])
            

Lalu, panggil function tersebut:

user(nama="Zacky",profesi="tukang papan") #output Zacky
            

Tertentang bahwa dengan menggunakan
kwargs
kita dapat menyorongkan nilai berusul
segel, adalah Zacky.

Kesimpulan

Kita telah menelurusi dasar-dasar bahasa pemrograman Python yang cukup intensif. Semoga boleh membantu Engkau dalam memahami bahasa pemrograman Python dengan mudah. Saya menyediakan notebook materi ini intern bentuk file jupyter notebook dengan klik tombol di bawah ini:

Download file Python Dasar

Takdirnya Anda cak hendak memperalat bahasa Python sreg proyek nan sebenarnya, seperti pada implementasi Internet of Things, maka Anda bisa mengimak tutorial ini. Alias pada implementasi plong Artificial Intellegent klik di sini


Terima pemberian mutakadim membaca artikel ini, moga bermanfaat untuk dia.

Artikel Rekomendasi:

Python Data Visualisasi dengan Seaborn
Mendeteksi Object Dengan Tensorflow
IoT Dengan Python dan Raspberry Pi
Mendeteksi Object Dengan Raspberry Pi

Referensi:

freebodecamp.org
Buku Python Crash Course

Muhammad Zacky Asy’ari

Saya koteng Engineer dan Tech Entrepreneur. Memiliki kohesi intern meres Internet of Things, data acquisition, data analytics dan visualization, machine learning, software testing, serta web design dan development.
Silahkan telusuri blog ini dengan senang hati :).

Source: https://auftechnique.com/dasar-bahasa-pemrograman-python/

Posted by: and-make.com