Belajar Bahasa Korea Untuk Anak

Republik Rakyat Demokratik Korea

조선민주주의인민공화국

Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk
(Korea)

Bendera Korea Utara

Bendera

{{{coat_alt}}}

Lambang

Semboyan:강성대국 (强盛大國)

Kangsŏngtaeguk

(Korea: “Bangsa yang Lestari dan Sejahtera”)

Lagu kebangsaan:

애국가

Aegukka

(Indonesia: “Lagu Patriotik”)

Democratic People's Republic of Korea (orthographic projection).svg
Perlihatkan Marcapada

Flag-map of North Korea.svg
Perlihatkan peta Liwa

Wilayah yang dikuasai Korea Utara berwarna hijau wreda; wilayah yang diklaim tetapi tidak dikuasai berwarna baru muda.

Lokasi Korea Utara
Prestise Negara berdaulat
Ibu ii kabupaten

(dan kota terbesar)

Pyongyang



39°2′Horizon
125°45′E


 / 

39.033°N 125.750°E
 /
39.033; 125.750


Bahasa resmi Korea[1]
Aksara stereotip Chosŏn’gŭl[2]
Demonim
  • Korea Utara
  • Korea
Pemerintahan Keesaan
Juche
Songun
satu organisasi politik tirani otoriter republik konstitusional[3]

• Bos Komisi Urusan Negara

Kim Jong-un[n 1]

• Duta Ketua Komisi Urusan Negara

Choe Ryong-hae

• Perdana Menteri

Kim Tok-hun
Legislatif 최고인민회의

Ch’oego Inmin Hoeŭi
Pembentukan

• Dinasti dan Kerajaan Pertama

c. abad ke-7 SM

• Tiga Kerajaan

18 SM

• Kekaisaran Paksina-Selatan

698

• Dinasti Goryeo

918

• Dinasti Joseon

1392

• Kekaisaran Korea

12 Oktober 1897

• Perjanjian Jepang-Korea

29 Agustus 1910

• Maklumat Kedaulatan

1 Maret 1919

• Tadbir Temporer

11 April 1919

• Kemerdekaan berpunca Jepang

15 Agustus 1945

• Pembentukan Komite Rakyat Sementara Korea Paksina

8 Februari 1946

• Pembentukan RRDK

9 September 1948

• Penerapan ideologi
Juche

27 Desember 1972

• Berintegrasi dengan PBB

17 September 1991

• Konstitusi ketika ini

29 Juni 2016
Luas

 – Total

120.540 km2
[4]
(ke-97)

 – Perairan (%)

0,11
Penduduk

 – Perincian 2022

25.955.138[5]
(55)

 – Sensus Penduduk 2008

24.052.231[6]

 – Kepadatan

212/km2
(65)
PDB(KKB) 2015

 – Total

$40 miliar[7]

 – Per kapita

$1.800[8]
PDB(nominal) 2019

 – Besaran

$16 miliar[9]

 – Tiap-tiap kapita

$640
IPM(1995) 0,766[10]
[11]


tinggi
Euro Won Rakyat Korea (₩)

(KPW)
Zona periode Waktu Pyongyang[12]

(UTC+9)
Matra tanggal
  • yy,
    yyyy년 mm월 dd일
  • yy, yyyy/mm/dd
    (AD–1911 / AD)
Deret setir kanan
Kode telepon +850[13]
Kode ISO 3166 KP
Ranah Internet .kp[14]

Situs web formal

www.korea-dpr.com

Republik Rakyat Demokratik Korea
North Korea.svg

“Republik Rakyat Demokratik Korea” dalam aksara chosŏn’gŭl (atas) dan hancha (asal).

Segel Korea
Josŏn-gŭl

조선민주주의인민공화국

Hanja


朝鮮民主主義人民共和國

Alih Abc
Joseon Minjujuui Inmin Gonghwaguk
McCune–Reischauer
Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk

Republik Rakyat Demokratis Korea
atau
Korea Utara
(Hangul: 조선민주주의인민공화국; Hanja: 朝鮮民主義人民共和國; MR:
Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk) yaitu sebuah negara di Asia Timur, yang menutupi bagian utara Ancol Korea. Ibu daerah tingkat dan kota terbesarnya merupakan Pyongyang. Zona Demiliterisasi Korea menjadi batas antara Korea Utara dan Korea Selatan. Sungai Amnok dan Kali besar Tumen mewujudkan perbatasan antara Korea Utara dan Tiongkok. Sebagian mulai sejak Kali besar Tumen di timur laut merupakan perbatasan dengan Rusia. Penduduk setempat menyebut negaranya
Pukchosŏn
(북조선, “Chosŏn Lor”), sementara penduduk Korea Selatan menyebutnya andai
Bukhan
(북한, “Han Paksina”)

Semenanjung Korea diperintah oleh Kekaisaran Korea hingga dianeksasi oleh Jepang setelah Perang Rusia-Jepang tahun 1905. Pasca- kekalahan Jepang pada Perang Manjapada II, Korea dibagi menjadi kewedanan pendudukan Uni Soviet dan Amerika Serikat. Korea Utara menolak masuk serta dalam penyortiran awam nan diawasi PBB yang diselenggarakan di selatan plong 1948, yang mengarah kepada pembentukan dua tadbir Korea nan terpisah maka itu zona demiliterisasi. Baik Korea Lor maupun Selatan mengklaim kedaulatan di atas seluruh ancol, nan berujung kepada Perang Korea tahun 1950. Sebuah gencatan senjata pada 1953 mengakhiri pertempuran; namun kedua negara secara resmi masih berada n domestik prestise perang, karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani.[15]
Kedua negara diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa plong 1991.[16]
Pada 26 Mei 2009, Korea Utara secara sepihak menyentak diri dari gencatan senjata.[17]

Korea Utara terjadwal dalam negara satu-organisasi politik di bawah front penyatuan nan dipimpin oleh Partai Buruh Korea.[18]
[19]
[20]
[21]
Rezim negara mengikuti ideologi
Juche, yang digagas oleh Kim Il-sung, mantan pemimpin negara ini. Juche menjadi ideologi resmi negara ketika negara ini mengadopsi konstitusi plonco plong 1972,[22]
meski Kim Il-sung sudah lalu menggunakannya untuk mewujudkan kebijakan sejak sekurang-kurangnya awal hari 1955.[23]
Darurat resminya ibarat republik sosialis atau negara komunis, Korea Utara dipandang oleh sebagian ki akbar negara misal negara totaliterisme tiranis berpaham Stalinis.[19]
[20]
[24]
[25]
[26]
Setelah kematian Kim Jong-il pada tanggal 19 Desember 2011, pemimpin Korea Lor berikutnya adalah Kim Jong-un, anak asuh termuda Kim Jong-il.

Sejarah

Dampak berpunca penjajahan Jepang nan berjarak dengan kekalahan Jepang sreg Perang Dunia II tahun 1945 ialah Korea dibagi plong paralel utara ke-38 mengikuti persetujuan dengan PBB. Wilayah utara diatur maka dari itu Mbakyu Soviet, dan bagian selatan maka itu Amerika Konsorsium. Album Korea Utara secara seremonial dimulai dengan pembentukan Republik Rakyat demokratis plong 1948.

Pembagian Korea

Plong Agustus 1945, Barisan Soviet takhlik Otoritas Sipil Soviet bakal memerintah negara ini sebatas sebuah tadbir domestik, nan bersahabat dengan Uni Soviet, dapat dibentuk. Setelah mundurnya barisan Soviet puas 1948, agenda utama sreg hari berikutnya adalah penyatuan Korea dari kedua belah pihak, namun konsolidasi rezim Syngman Rhee di Daksina dengan dukungan militer Amerika dan studi penangkisan pada Oktober 1948 mengakhiri intensi bahwa negara ini dapat disatukan kembali menurut cara revolusi Komunis. Pada 1949, rezim Lor memikirkan untuk melakukan intervensi militer ke Korea Selatan, belaka gagal mendapat habuan dukungan dari Uni Soviet.[27]

Penarikan maslahat militer Amerika Sindikat dari Selatan pada Juni memperlemah Tadbir Daksina dan membuat Kim Il-sung mempertimbangkan kembali rencana invasi ke Selatan.[27]
Gagasan itu seorang awalnya ditolak makanya Joseph Stalin, namun dengan jalan persenjataan nuklir Soviet, keberhasilan Mao Zedong di Tiongkok, dan pertanda berpangkal bangsa Tiongkok bahwa mereka dapat mengangkut serdadu dan sokongan lainnya ke Korea Utara, Stalin menyetujui penyerbuan yang menjadi bibit buwit Perang Korea.[28]

Perang Korea

Monumen Korea Utara di Pyongyang.

Perang Korea yaitu perang antara Korea Utara dan Korea Selatan nan dimulai sreg 25 Juni 1950. Perang ini sempat berhenti sementara dengan gencatan senjata yang ditandatangani lega 27 Juli 1953. Konflik diakibatkan oleh pembagian Korea dan upaya kedua Korea untuk mengesakan kembali Korea di bawah pemerintahan mereka per. Perang ini menewaskan lebih dari 2 miliun penduduk dan prajurit dari kedua belah pihak. Periode sebelum perang ditandai dengan konflik tepian plong paralel utara ke-38 dan upaya negosiasi seleksi umum cak bagi keutuhan Korea.[29]
Negosiasi berakhir ketika Armada Rakyat Korea menyerbu Korea Selatan plong 25 Juni 1950. Di bawah restu PBB, Amerika Serikat dan sekutunya mendukung Korea Daksina. Pasca- serangan penangkisan Korea Selatan, angkatan Tiongkok mendukung Korea Lor, dan pada akibatnya membidik kepada gencatan senjata yang hampir memulihkan lagi pinggiran awal antara Korea Paksina dan Korea Selatan.

Sejak gencatan senjata musim 1953, perhubungan antara pemerintah Korea Lor dengan Korea Selatan, Mbok Eropa, Kanada, Amerika Perkongsian, dan Jepang tetap tegang. Penangkisan dihentikan dengan gencatan senjata, tetapi kedua Korea secara teknis masih berada privat keadaan perang. Baik Korea Utara maupun Selatan menandatangani Deklarasi Gabungan Utara-Selatan 15 Juni pada waktu 2000, detik kedua pihak berjanji bakal mengupayakan penyimpulan kembali dengan cara damai.[30]
Selain itu pada 4 Oktober 2007, para bos dari Utara dan Selatan bergandengan tangan cak bagi mengadakan berapatan puncak yang membicarakan pernyataan penghentian perang secara resmi dan mengukuhkan kembali prinsip non-agresi.[31]

Abad ke-20

Korea Utara dan Kidul lain pernah menandatangani perjanjian perdamaian dan dengan demikian secara absah masih internal gengsi perang; hanya sebuah gencatan senjata yang diumumkan.[32]
Upaya perdamaian disela oleh sejumlah pertempuran kecil dan upaya pembunuhan. Korea Utara gagal di internal sejumlah upaya pembantaian terhadap kepala Korea Selatan, dengan yang paling dikenal pada 1968, 1974, dan Pengeboman Rangoon pada 1983. Terowongan sering siapa ditemukan di pangkal Zona Demiliterisasi, dan perang hampir menyalak akibat Insiden Pembunuhan Kapak di Panmunjom pada 1976.[33]
Plong 1973, perhubungan tingkat tinggi yang sangat daya mulai dilakukan melalui kantor-maktab Palang Merah, tetapi berakhir selepas insiden Panmunjom dengan sedikit kemajuan.[34]

Puas akhir tahun 1990-an, ketika Korsel mengalami peralihan menjadi demokratis, keberhasilan Nordpolitik dan dengan diambil alihnya pengaturan di paksina maka itu putra Kim Il-sung, Kim Jong-il, maka kedua negara bikin pertama kalinya mulai berhubungan secara longo, dengan Korsel yang menyatakan Ketatanegaraan Cuaca Surya.[35]
[36]

Abad ke-21

Plong 2002, Presiden Amerika Serikat George W. Bush menyapa Korea Utara misal fragmen dari “inden setan” dan “pos terdepan tirani”. Hubungan tingkat tingkatan yang pernah dilakukan pemerintah Korea Utara dengan Amerika Maskapai adalah kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dagang Madeleine Albright ke Pyongyang lega perian 2000,[37]
meskipun kedua negara tidak menganyam relasi diplomatik yang absah.[38]
Pada tahun 2006, hampir 37.000 serdadu Amerika masih berkecukupan di Korea Daksina, supaya sejak Juni 2009 kuantitas ini berkurang menjadi sekitar 30.000 semata-mata.[39]
[40]
Kim Jong-il secara pribadi menerima keberadaan angkatan Amerika Serikat di Semenanjung Korea.[41]
Bagaimanapun, secara umum, Korea Utara sangat menuntut penarikan serdadu Amerika berbunga Korea.[41]

Pada 13 Juni 2009, kantor berita Amerika Serikat, Associated Press, melaporkan bahwa laksana tanggapan bagi sanksi-sanksi baru berpokok PBB, Korea Utara menyatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan program pengayaan uranium. Hal ini menandai bahwa untuk mula-mula kalinya, pemerintah Korea Utara mengakui di depan dunia bahwa pihaknya memang melakukan program pengayaan uranium.[42]
Pada 5 Agustus 2009, mantan kepala negara Amerika Sindikat, Bill Clinton berpadan Kim Jong-il lakukan menjamin belas kasihan dua orang juru kabar Amerika Serikat, Laura Ling dan Euna Lee, yang ditangkap karena memasuki Korea Utara secara ilegal.[43]
Pada 28 Agustus 2010 bekas Presiden Amerika Serikat, Jimmy Kontrak, berhasil membawa pulang seorang temperatur dan koordinator Amerika Serikat, Aijalon Mahli Gomes, yang ditangkap karena memasuki Korea Lor secara gelap.[44]

Geografi

Korea Utara menguasai sebagian utara Jazirah Korea, meliputi daerah seluas 120.540 kilometer persegi (46.541 sq misoa). Korea Utara berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok dan Rusia di utara, dan dengan Korea Selatan di sejauh Zona Demiliterisasi Korea. Batas barat Korea Utara merupakan Batang air Kuning dan Teluk Korea, provisional di timur terdapat Jepang di seberang Laut Timur (Laut Jepang). Titik tertinggi di Korea Utara adalah Gunung Paektu-san dengan ketinggian 2.744 meter (9.003 ft). Sungai terpanjang di Korea Paksina adalah Sungai Amnok yang mengalir sepanjang 790 kilometer (491 laksa).[45]

Iklim Korea Utara nisbi menengah. Menurut klasifikasi iklim Köppen, negara ini beriklim
Dwa, dengan hari panas nan hangat dan musim campah nan kersang. Pada waktu panas, terwalak musim hujan pendek yang disebut
changma.[46]

Pada 7 Agustus 2007, bujukan air ampuh terburuk dalam 40 waktu keladak melanda Korea Paksina, sehingga pemerintah mempersunting pertolongan kepada manjapada internasional. Bilang Lembaga Swadaya Masyarakat atau Organisasi Non-Pemerintah, semisal Palang Merah, menunangi bani adam-orang bikin menyumbang karena kekhawatiran akan terjadinya rayuan kemanusiaan.[47]

Pusat tadbir dan kota terbesar Korea Lor adalah Pyongyang; daerah tingkat-kota lautan lainnya di antaranya adalah Kaesong, Sinuiju, Wonsan, Hamhung, dan Chongjin.

Topografi

Para wisatawan berasal Eropa yang mengunjungi Korea menyatakan bahwa negara itu menyerupai “laut di tengah-perdua angin bertengkar” karena banyaknya juluran perbukitan yang silih berganti menyusup-nyelingi semenanjung itu.[48]
Kira-sangka 80% daratan Korea Utara terdiri berpunca beberapa jabal dan plato, dipisahkan maka itu lembah-lembah yang dalam dan sempit. Dataran pesisir luas di barat dan terhalang-tongkat panjang di timur. Sebagian segara warga menetap di daratan cacat.

Tutul termulia di Korea Lor adalah Gunung Baekdu, dengan ketinggian antara 1.400 hingga 2.000 meter di atas satah laut. Gunung ini terletak di dekat marginal dengan Tiongkok.[48]
Pegunungan Hamgyong, congah di putaran timur laut semenanjung, memiliki banyak puncak tinggi, seperti Gwanmosan puas ketinggian seputar 1.756 m (5.761 ft). Pegunungan osean lainnya ialah Pegunungan Rangrim, yang terdapat di bagian paksina-tengah Korea Lor dan menghampar pada arah paksina-selatan, membuat komunikasi antara bagian barat dan timur negara ini cukup sulit; dan Gunung-gemunung Kangnam, nan membentang di selama perbatasan RRT-Korea Utara. Geumgangsan, sering lagi ditulis laksana Gunung Kumgang, ataupun Gunung Permata, (setinggi erat 1.638 meter di atas permukaan laut) di Pegunungan Taebaek, nan memanjang sampai ke Korea Daksina, terkenal akan pemandangannya yang indah.[48]

Dataran di Korea sebagian besar berukuran katai, dengan yang paling luas adalah legok Pyongyang dan Chaeryong, masing-masing memiliki luas sekitar 500 kilometer persegi. Karena jabal-ancala di pesisir timur menghunjam tajam ke laut, lembang yang suka-suka di timur lebih kerdil daripada di tepi laut barat. Tidak seperti tetangganya, Jepang ataupun Tiongkok bagian paksina, Korea Utara mengalami remai yang bertambah rumpil.

Iklim

Korea Paksina memiliki iklim kontinental dengan catur periode nan berlainan-tikai.[49]
Musim dingin yang panjang membawa pendar campah dan cerah, mengkristal dengan badai salju, umpama akibat berpunca angin utara dan barat laut yang berhembus berasal Siberia. Sejauh masa adem, lazimnya hujan angin salju runtuh sepanjang 37 hari. Cahaya di wilayah pegunungan utara berorientasi buruk. Sementara itu, musim semok cenderung singkat, merangsang, lembap, dan berhujan karena adanya kilangangin kincir muson dari selatan dan tenggara yang membawa uap air bersumber Lautan Pasifik. Kilangangin kincir taifun memengaruhi semenanjung itu paling tidak sekali setiap musim panas.[49]
Musim taruk dan musim luruh merupakan musim perlintasan nan ditandai maka itu temperatur yang menengah dan angin yang bervariasi, dan memberikan cuaca yang paling nyaman. Bencana alam di antaranya kekeringan panjang di penghujung tahun semi nan berulangulang diikuti oleh banjir. Kadang-kadang terjadi angin indra bayu tropis di sepanjang pertama waktu luruh.

Politik

Korea Utara adalah negara yang menyatakan secara sepihak sebagai negara
Juche
(percaya dan bergantung kepada keistimewaan seorang).[50]
Pengultusan fiil terhadap Kim Il-sung dan Kim Jong-il dilakukan secara terorganisir. Sehabis mangkatnya Kim Il-sung pada 1994, anda tak digantikan melainkan memperoleh gelar “Kepala negara Abadi”, dan dikuburkan di Kastil Syamsu Kumsusan di Pyongyang buku.

Sungguhpun kursi presiden dipegang maka dari itu Kim Il-sung nan telah meninggal,[51]
kepala negara de facto yakni Kim Jong-un, yang kini menjabat bagaikan Pengarah Uang jasa Pertahanan Nasional Korea Utara. Jasad legislatif Korea Utara merupakan Majelis Teratas Rakyat, waktu ini diketuai makanya Kim Yong-nam. Tokoh pemerintahan senior lainnya adalah Kepala Pemerintahan Kim Yong-il.

Korea Utara adalah negara yang menganut sistem satu partai. Partai yang memerintah merupakan Front Demokratis untuk Reunifikasi Tanah air, sebuah koalisi Organisasi politik Buruh Korea dan dua partai kecil lainnya, Organisasi politik Demokratis Sosial Korea dan Puak Chongu Chondois. Partai-organisasi politik ini mengajukan semua calon lakukan menempati posisi rezim dan memegang semua kursi di Majelis Terala Rakyat.

Sreg Juni 2009, dilaporkan maka dari itu sebuah media Korea Selatan bahwa terletak isyarat yang menunjukkan bahwa pemimpin Korea Utara berikutnya merupakan Kim Jong-un, putera termuda Kim Jong-il (Kim Jong-il mempunyai tiga putera).[52]

Pengalokasian eksekutif

Korea Lor dibagi menurut negeri

Namaa Hangul Hanja
Kota yang dikelola langsung maka dari itu pusat (Chikhalsi)a
1 Pyongyang 평양직할시 平壤直轄市
Daerah Eksekutif Khusus (N’ŭkpyŏl Haengjŏnggu)a
2 Wilayah Industri Kaesong 개성공업지구 開城工業地區
3 Provinsi Tamasya Kumgangsan 금강산관광지구 金剛山觀光地區
4 Area Administratif Tunggal Sinuiju 신의주특별행정구 新義州特別行政區
Provinsi (do)a
5 Pyongan Selatan 평안남도 平安南道
6 Pyongan Utara 평안북도 平安北道
7 Chagang 자강도 慈江道
8 Hwanghae Selatan 황해남도 黃海南道
9 Hwanghae Utara 황해북도 黃海北道
10 Kangwon 강원도 江原道
11 Hamgyong Daksina 함경남도 咸鏡南道
12 Hamgyong Utara 함경북도 咸鏡北道
13 Ryanggang
*
량강도 兩江道
*–Seringkali dialihaksarakan sebagai “Yanggang”.

Hubungan luar negeri

Korea Utara mutakadim memiara korespondensi yang karib dengan Tiongkok dan Rusia sejak lama. Jatuhnya komunisme di Eropa Timur perian 1989, dan pecahnya Taci Soviet plong 1991, berhasil pada semakin berkurangnya sambung tangan kepada Korea Utara semenjak Rusia, meskipun Tiongkok tetap sekadar memberikan bantuan penting. Korea Utara memelihara ikatan yang kuat dengan sekutu sosialisnya di Asia Tenggara, ialah Vietnam, Laos, dan Kamboja.[53]

Korea Utara telah memulai pembangunan Pagar Perbatasan Tiongkok-Korea di perbatasan lor, sebagai tanggapan bagi tujuan Tiongkok yang cak hendak mengekang para pengungsi yang melarikan diri dari Korea Utara. Sebelumnya, perbatasan antara Tiongkok dan Korea Lor hanya diawasi oleh sedikit petugas perondaan.

Ibarat akibat berasal program senjata nuklir Korea Utara, pembicaraan enam-pihak diselenggarakan untuk mencari penuntasan damai tercalit kegentingan di antara dua pemerintah Korea, Federasi Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

Lega 17 Juli 2007, para penilik PBB memverifikasi penyudahan lima kemudahan nuklir Korea Utara, sesuai persetujuan Februari 2007.[54]

Pada 4 Oktober 2007, Presiden Korea Selatan (Roh Moo-Hyun) dan pemimpin Korea Utara sebelumnya (Kim Jong-il) menandatangani sebuah perjanjian akur berisi okta- pasal, yang mengajukan perdamaian abadi, pembicaraan tingkat tinggi, partisipasi ekonomi, perbaharuan kereta api, perjalanan udara, jalan bebas rintangan, dan barisan penyorak olimpiade relasi.[31]

Amerika Serikat dan Korea Selatan sebelumnya membidas Korea Utara sebagai negara yang kondusif terorisme.[55]
Pengeboman 1983 yang menjagal anggota pemerintahan Korea Selatan dan pemberantasan pesawat terbang Korea Selatan telah dituduhkan kepada Korea Utara.[56]
Korea Utara juga dianggap bertanggung jawab atas penculikan 13 warga negara Jepang puas 1970-an dan 1980-an, lima dari mereka dikembalikan ke Jepang pada 2002.[57]
Pada 11 Oktober 2008, Amerika Serikat menghapus Korea Paksina dari daftar negara pendukung terorisme ini.[58]

Sebagian segara kedutaan asing nan mempunyai jalinan diplomatik dengan Korea Utara berada di Beijing, enggak di Pyongyang.[59]

Militer

Seorang anggota Tentara Rakyat Korea menuding sebelah perbatasan dengan Korea Selatan di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) dengan menunggangi cak semprong

Kim Jong-un yakni Komandan Tertinggi Tentara Rakyat Korea dan Ketua Tip Benteng Nasional Korea Lor. Tentara Rakyat Korea adalah tera buat legiun bersenjata Korea Utara. Tentara ini memiliki empat silang: Angkatan Darat, Barisan Laut, Angkatan Udara, dan Departemen Keamanan Negara. Menurut Departemen Asing Provinsi Amerika Perseroan, Korea Utara memiliki angkatan darat terbesar kelima di manjapada, diperkirakan sebesar 1,21 juta karyawan, dengan kira-kira 20% pria berumur 17–54 periode di privat angkatan darat.[60]
Korea Utara memiliki persentase tenaga kerja militer per kapita tertinggi di marcapada, dengan sekitar 1 serdadu termaktub untuk setiap 25 penduduk negara.[61]
Strategi militer Korea Utara dirancang bikin menyusupkan agen dan menyabotase di bokong pasukan teman pada ketika perang.[60]
Tentara Rakyat Korea memiliki beraneka ragam perlengkapan, menutupi 4.060 tank, 2.500 APC, 17.900 artileri (termasuk meriam kecil), 11.000 senjata pertahanan udara, 915 kapal perang, dan 1.748 pesawat tempur.[62]
Perkakas yang terserah merupakan sisa-sisa Perang Dunia II, umumnya teknologi Perang Dingin nan terproliferasi, atau senjata Soviet. Menurut media konvensional Korea Paksina, kalkulasi belanja militer Korut puas musim 2009 yaitu 15,8% berusul PDB.[63]

Korea Utara juga menjual misil balistik dan peralatan militernya ke bineka negara. Lega April 2009, PBB menyebut Perusahaan Perdagangan Pembangunan dan Pertambangan Korea (alias KOMID) bak agen penjual terdepan Korea Utara dan pengekspor terbesar misil balistik dan senjata konvensional. PBB juga menyebut Korea Ryonbong misal penyokong penjualan segala hal nan bersambung dengan militer Korea Utara.[64]

Korea Utara memiliki acara nuklir aktif dan sudah menjadi subjek lakukan sejumlah resolusi PBB, begitu juga Nomor 1695 pada Juli 2006, Nomor 1718 plong Oktober 2006, dan Nomor 1874 pada Juni 2009.

Ekonomi

Citra Semenanjung Korea puas malam waktu. Ketakseimbangan tingkat penerangan disebut laksana indikasi perbedaan pembangunan ekonomi dan energi antara Korea Utara dan Daksina.[65]
[66]

Korea Utara n kepunyaan ekonomi komando nan terindustrialisasi, autarkik, dan sangat terpusat. Bersumber panca negara sosialis nan sederhana di dunia, Korea Utara adalah satu dari dua negara (berbarengan dengan Kober) dengan ekonomi nan dimiliki negara dan direncanakan maka itu pemerintah sepenuhnya.

Kebijakan isolasi Korea Utara berarti bahwa perdagangan antarbangsa sangatlah dibatasi. Korut mengecualikan undang-undang plong perian 1984 yang memperbolehkan kapitalisasi luar melalui
joint venture,[67]
akan tetapi gagal menjemput pendanaan yang signifikan. Sreg tahun 1991, Zona Ekonomi Khusus Rason didirikan,[68]
dengan tujuan menyeret investasi asing bermula Tiongkok dan Rusia. Firma-perusahaan Tiongkok dan Rusia telah memperoleh milik lakukan menggunakan bom di Rason. Penanam modal Tiongkok sudah lalu merenovasi jalan dari Rason ke Tiongkok,[69]
dan pegiat kereta api Rusia merenovasi jalur kereta api dari Rason ke Rusia.[70]

Gaji rata-rata Korut merupakan sekitar $47 per bulan.[71]
Meskipun terletak ki aib ekonomi yang substansial, kualitas hidup rakyat terus membaik dan upah pekerja terus meningkat.[72]
Pasar swasta berskala katai, disebut
janmadang, hadir di seluruh penjuru negara ini dan meladeni penduduk dengan makanan dan produk tertentu semenjak impor yang ditukar dengan persen, dengan demikian membantu mencegah kelaparan.[73]

Kandungan, rumah, kebugaran, dan pendidikan diberikan secara percuma makanya negara,[74]
dan pembayaran pajak telah dihapuskan sejak 1 April 1974.[75]
Bakal meningkatkan produktivitas pertanian dan industri, sejak perian 1960-an, pemerintah Korea Utara telah memperkenalkan sistem-sistem tata seperti sistem kerja Taean.[76]
Pada abad ke-21, pertumbuhan PDB Korea Lor cukup lambat cuma pasti, meskipun pada bilang masa buncit, angka pertumbuhan meningkat sampai 3,7% pada 2008 karena pertumbuhan sektor pertanian sebesar 8,2%.[77]

Pertumbuhan PDB per tahun[77]
[78]
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
1,3 % 3,7 % 1,2 % 1,8 % 2,2 % 1,0 % 1,6 % 1,8 % 3,7 %

Menurut perkiraan tahun 2002, sektor utama dalam ekonomi Korea Paksina adalah industri (43,1%), diikuti oleh jasa (33,6%) dan pertanaman (23,3%). Puas 2004, diperkirakan bahwa sektor pertanian menyerap 37% dari karyawan, sementara pabrik dan jasa menyerap sisanya, 63%.[38]
Pabrik utama menutupi produk militer, pembuatan mesin, energi listrik, incaran ilmu pisah, pertambangan, perlogaman, syal, pengolahan nafkah dan pariwisata.

Pada 2005, menurut FAO, Korea Paksina merupakan pembentuk biji kemaluan afiat terbesar ke-10,[79]
dan produsen naik banding terbesar ke-19.[80]
Korea Utara memiliki mata air daya alam nan substansial, dengan sumber pusat utama meliputi besi, seng, provokasi bara, fluor, tembaga, garam, timbal, tungsten, plumbago, magnesium, emas, pirit, fluorspar, dan listrik tenaga air.[38]

Perniagaan luar provinsi

Tiongkok dan Korea Kidul masih menjadi penyumbang terbesar bantuan kandungan kepada Korea Lor. Amerika Persekutuan dagang berorientasi penyumbangan rezeki ini karena kurangnya pengawasan.[81]
Sreg 2005, jumlah bantuan nafkah dari Tiongkok dan Korea Selatan termasuk sebesar 1 juta ton.[82]
Selain itu, sekitar 80 hingga 90 persen minyak impor Korut bermula dari Tiongkok, yang dijual dengan “harga teman” nan jauh bertambah murah dibanding harga pasar dunia.[83]

Lega 19 September 2005, Korea Utara dijanjikan bantuan bahan bakar dan berbagai-bagai insentif non-pangan lainnya dari Korea Selatan, Amerika Maskapai, Jepang, Rusia, dan Tiongkok andai pengubah penutupan programa senjata nuklir dan turut serta sekali lagi ke dalam Perjanjian Non-Perkembangbiakan Nuklir. Penyiapan makanan bagaikan ganti bakal penghentian program senjata nuklir berlandaskan sejarahnya sudah lalu dihindarkan oleh Amerika Serikat sehingga tidaklah dirasakan sebagai “memperalat makanan sebagai senjata”.[84]
Bantuan kemanusiaan dari jiran-tetangga Korea Lor sudah dihentikan seumpama upaya semoga Korea Utara cak hendak melanjutkan kembali perundingan yang sempat terhambat. Misalnya, Korea Daksina koneksi “memurukkan pertimbangan” 500.000 ton beras untuk Korea Utara lega 2006, tetapi gagasan menyediakan makanan sebagai insentif telah dihindari.[85]
Selain itu, terdapat provokasi terhadap sambung tangan karena merebaknya perampokan lokomotif nan dipakai oleh Tiongkok untuk membawa bahan makanan.[86]

Sreg Juli 2002, Korea Utara mulai bereksperimen dengan kapitalisme di Kawasan Ekonomi Khusus Rajin-Sonbong dan Distrik Industri Kaesong.[87]
Beberapa daerah lainnya telah dirancang sebagai Daerah Administratif Khusus, seperti mana Sinŭiju di sepanjang marginal Tiongkok dan Korea Lor. Tiongkok dan Korea Selatan adalah mitra perdagangan terpenting Korea Paksina. Bazar dengan Tiongkok meningkat 15% menjadi $ 1,6 miliar, dan bazar dengan Korea Selatan meningkat 50% menjadi lebih dari $1 miliar sreg tahun 2005.[84]
Dilaporkan bahwa jumlah telepon seluler di Pyongyang bertambah dari belaka 3.000 pada 2002 menjadi rapat persaudaraan 20.000 pada 2004.[88]
Namun, pada Juni 2004, telepon seluler menjadi terlarang lagi,[89]
sebatas jaringan 3G baru, Koryolink, didirikan puas waktu 2008 menerobos
joint venture
dengan Orascom Telecom Holding dari Mesir. Pada Mei 2010, bertambah berusul 120.000 orang Korea Paksina memiliki telepon genggam.[90]

Sejumlah katai unsur-unsur kapitalistik secara bertahap meluas dari wilayah percobaan, tercatat sejumlah kayu iklan di sepanjang jalan raya tertentu. Bilang peziarah melaporkan bahwa jumlah pasar petambak longo mutakadim meningkat di Kaesong dan Pyongyang, dan juga di sejauh perbatasan Tiongkok-Korea Utara, melampaui sistem penjatahan rezeki.

Peternakan ayam bersama di Hungju, negeri Chagang.

Pada sebuah peristiwa lega tahun 2003 yang dikenal sebagai “Insiden Pong Su”, sebuah kapal kargo Korea Utara yang dituduh berupaya menyelundupkan heroin ke Australia telah diamankan oleh pihak yang berhak di Australia, memperintim prasangka Australia dan Amerika Serikat bahwa Pyongyang terbabit dalam smokel narkotika internasional. Pemerintah Korea Paksina menampik semua sangkaan keterlibatan.[91]

Wisata

Pariwisata di Korea Utara dikelola oleh Organisasi Pelancongan milik negara (“Ryohaengsa”). Per wisatawan berkelompok atau juga perseorangan didampingi secara tetap oleh satu ataupun dua bani adam “pengusung wisata” yang umumnya berbicara dengan bahasa ibu wisatawan. Sementara pariwisata sudah meningkat selama beberapa musim terakhir, jumlah wisatawan nan berbunga dari Barat masih tekor. Sebagian ki akbar wisatawan yang berkunjung berasal dari Tiongkok, Rusia, dan Jepang. Warga negara Rusia bertambah mengidas Korea Utara sebagai harapan pariwisata karena murah, minim pengotoran, dan cuacanya lebih hangat. Penduduk negara Korsel mustahil kerjakan memperoleh visa ke Korea Utara, tetapi mereka masih bisa asian “absolusi timbrung” ke distrik khusus wisata, seperti mana Kaesong. Penghuni negara AS juga tidak dapat memperoleh visa dan hanya bisa melawat lega saat dirayakannya Festival Arirang; namun, pemali ini telah dicabut pada Januari 2010.[92]

Di dalam distrik Kŭmgangsan-gunung-gemunung, perusahaan Hyundai mendirikan dan mengoperasikan area tamasya individual. Kunjungan ke daerah ini juga dimungkinkan bagi penghuni negara Amerika Serikat dan Korea Kidul, tetapi hanya privat kafilah (bukan orang seorang) berpunca Korea Selatan. Penjelajahan ke distrik ini lakukan sementara dihentikan sejak sendiri dayang Korea Selatan yang mendekati zona militer telah ditembak mati maka dari itu penjaga perbatasan lega pengunci masa 2008.[93]
Korea Lor secara sepihak telah mengumumkan akan mengoper perbendaharaan Hyundai di wilayah tersebut.[94]

Transportasi

Di resep-pusat daerah tingkat di Korea Lor terwalak bus dan tram, baik lokal alias impor. Kereta-kereta jago merah lama dibeli bermula Eropa dan Tiongkok, tetapi embargo penggalasan telah memaksa Korea Paksina cak bagi membentuk kendaraan mereka sendiri. Jawatan Kereta Jago merah Republik Demokratis Rakyat Korea, “Choson Cul Minzuzui Inmingonghoagug”, adalah amung operator kereta jago merah di Korea Utara. Perusahaan ini punya jaringan rel kereta api sepanjang 5.200 km dengan 4.500 km, beberapa di antaranya memenuhi
pan-ji-panji gauge.[95]
Ada rel sempit kecil yang beroperasi di Semenanjung Haeju.[95]
Kereta api tersebut terdiri dari campuran api kepala kereta api uap dan listrik. Mobil minimal banyak dibuat di Korea Utara menunggangi rancangan Soviet. Ada beberapa lokomotif dari Kekaisaran Jepang, Amerika Perseroan, dan Eropa yang masih dipakai. Lokomotif bekas dari Tiongkok (DF4B, BJ Hidraulika, dll) juga masih dioperasikan.

Transportasi air pada sungai-bengawan utama dan di sepanjang rantau memainkan peranan terdahulu bagi celas-celus komoditas dan turunan. Selain Kali besar Yalu dan Taedong, sebagian besar jalur air di daratan, seluruhnya 2.253 kilometer, dilayani hanya makanya perahu-perahu kecil. Celas-celus tepi laut yang paling gegap-gempita produktif di tepi laut timur, yang mampu mengakomodasi tanggung yang lebih besar karena relatif lebih dalam. Persinggahan-pelabuhan utama adalah Nampho di tepi laut barat dan Rajin, Chongjin, Wonsan, dan Hamhung di pesisir timur. Pangkalan nan dimiliki negara ini lega 1990-an memuat produktivitas asa-kira hampir 35 juta ton tiap tahunnya. Pada pertama 1990-an, Korea Utara memiliki kapal dagang menyebelah osean, sebagian besarnya adalah buatan dalam kawasan, dengan 68 bahtera (berbobot kumuh sekurang-kurangnya 1.000 ton), dengan bobot totalnya yang diizinkan 465.801 ton, yang termasuk di dalamnya 58 kapal kargo dan dua tanker. Terletak investasi yang per-sisten di dalam hal perbaruan dan perluasan fasilitas pelabuhan, pembangunan transportasi terkhusus di Sungai Taedong—dan semakin seimbangnya perbandingan kargo internasional dengan barang bawaan intern wilayah.

Pertalian dunia semesta udara berpunca dan ke Korea Utara dibatasi. Terletak jadwal penerbangan berkala dari Bandar udara Internasional Sunan–24 kilometer di utara Pyongyang–ke Moskow, Khabarovsk, Beijing, Makau, Vladivostok, Bangkok, Shenyang, Shenzhen, penerbangan carteran dari Sunan ke Tokyo kembali ke negara-negara Eropa Timur, Timur Paruh, dan Afrika. Sebuah perjanjian untuk merintis pelayanan antara Pyongyang dan Tokyo telah ditandatangani pada 1990. Penerbangan dalam negeri tersaji antara Pyongyang, Hamhung, Wonsan, dan Chongjin. Semua pesawat penerbangan sipil dilayani oleh Air Koryo sebanyak 34 pesawat plong 2008, semua ini dipesan dari Mbuk Soviet dan kemudian Rusia. Sejak 1976 hingga 1978, empat jet Tu-154 telah ditambahkan lampir pesawat katai An-24s kemudian menambahkan empat Ilyushin Il-62M berbadan panjang, tiga Ilyushin Il-76MD pesawat kargo besar dan 2 Tupolev Tu-204-300 berbadan tahapan pada 2008.

Suatu dari adv minim cara lakukan memasuki Korea Paksina yakni melalui Jeti Persahabatan Sino-Korea atau melangkahi Panmunjom, bekas penyeberangan Bengawan Amnok, dan kemudian penyeberangan Zona Demiliterisasi Korea.

Ki alat pribadi di Korea Lor merupakan pemandangan selit belit, tetapi sejak 2008, sekira 70% rumah tangga menggunakan sepeda, yang juga memainkan peran yang semakin terdahulu di dalam perdagangan perseorangan berskala katai.[96]

Ilmu kependudukan

Angka garang warga Korea Utara adalah sekira 23 miliun jiwa, pelecok satu negara dengan kelompok etnik dan bahasa minimal seragam di dunia, dengan sangat invalid turunan Tiongkok, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, dan minoritas ekspatriat Eropa.

Grafik dinamika penghuni Korea Lor

Menurut CIA World Factbook, angka maksud spirit Korea Paksina ialah 63,8 masa pada 2009, sebuah gambaran bergairah nan setimpal terhadap ponten yang dicapai Pakistan dan Myanmar dan sedikit di bawah Rusia.[97]
Angka kematian bayi berlimpah plong pangkat yang tinggi 51,34; satu angka yang 2,5 kali bertambah tingkatan daripada biji kematian orok Republik Rakyat Tiongkok, 5 kalinya Rusia, 12 kalinya Korea Selatan.[98]
Menurut
The State of the world’s Children 2003
UNICEF, Korea Utara berada pada peringkat ke-73 (tempat tertinggi laju kematian termulia), di antara Guatemala (ke-72) dan Tuvalu (ke-74).[98]
[99]
Angka kesuburan total Korea Paksina relatif tekor dengan angka 1,96 pada 2009; hampir sebabat dengan yang dimiliki Amerika Serikat dan Prancis.[100]

Bahasa

Korea Utara berbagi Bahasa Korea dengan Korea Daksina. Terdapat perbedaan dialek di kedua-dua Korea, sahaja perbatasan Utara dan Selatan tidaklah mewakili marginal bahasa secara jelas. Sementara di Korea Selatan lebih liberal, adopsi istilah-istilah maju berpunca bahasa luar lebih dibatasi di Korea Utara. Hanja (Hanzi) tidak lagi dipakai di Korea Utara, meski kadang-kadang masih dipakai di Korea Selatan. Kedua-dua Korea berbagi sistem penulisan fonetik yang disebut Chosongul di utara dan Hangul di daksina Zone Demarkasi. Romanisasi farik di kedua-dua negara, Korea Utara menggunakan sistem McCune-Reischauer dengan sedikit modifikasi, dan Korea Selatan menggunakan Romanisasi Korea yang Direvisi.

Agama

Kedua-dua Korea berbagi pusaka yang sama dari agama Buddha dan Konghucu Korea dan rekaman nan masih terlampau bau kencur dari agama Kristen dan pergerakan Cheondoisme (“agama Jalan Surgawi”). Konstitusi Korea Utara menyatakan bahwa kebebasan beragama diizinkan.[101]
Menurut tolok-standar agama Barat, sebagian besar penduduk Korea Utara boleh dikelompokkan sebagai “tidak beragama”. Tetapi sebagian besar di antaranya didefinisikan “beragama” dari sudut pandang sosiologi[102]
dan pengaruh budaya agama-agama tradisional itu semisal Buddha dan Konghucu masih memiliki dampag lega atma kejiwaan Korea Lor.[103]
[104]
[105]

Bagaimanapun, penganut agama Buddha di Korea Utara dilaporkan bernasib bertambah baik daripada kelompok agama lain; khususnya Kristen, yang dikatakan menghadapi hukuman dari pihak penguasa. Penganut agama Buddha diberi dana terbatas makanya pemerintah untuk melambungkan agama itu, karena agama Buddha memainkan peran koheren di dalam budaya tradisional Korea.[106]

Menurut Human Rights Watch, kegiatan keyakinan bebas bukan lagi terserah di Korea Paksina karena pemerintah menaja keramaian-kelompok keagamaan hanya cak bagi menciptakan ilusi kebebasan beragama.[107]

Menurut Religious Intelligence, situasi keyakinan di Korea Utara yakni sebagai berikut:[108]

  • Tidak beragama: 15.460.000 penyembah (64,31% pemukim, majoritas nan dominan, mereka ialah penghayat filsafat Juche)
  • Shamanisme Korea: 3.846.000 pemuja (16% penduduk)
  • Cheondoisme: 3.245.000 pengikut (13,50% penduduk)
  • Agama Buddha: 1.082.000 pengikut (4,50% penduduk)
  • Agama Kristen: 206.000 pemuja (5,69% penduduk)

Pyongyang adalah pusat kegiatan Kristen di Korea sebelum Perang Korea. Waktu ini, empatbelas gereja yang diawasi negara ada di sini, di mana kemandirian beragama merupakan kasus khusus bakal orang asing.[109]
[110]
Statistik pemerintah resmi melaporkan bahwa ada 10.000 Protestan dan 4.000 pengikut Katolik Roma di Korea Utara.[111]

Menurut peringkat yang diterbitkan makanya Open Doors, sebuah organisasi yang membantu orang Kristen yang dizalimi, Korea Utara kini menjadi sebuah negara dengan penzaliman terbanyak dan terbesar terhadap orang Kristen di antara negara-negara lain sedunia.[112]
Keramaian pembela Hak Asasi Manusia begitu juga Amnesty International sekali lagi mengungkapkan perhatian terhadap penzaliman keagamaan di Korea Paksina.[113]

Pendidikan

Seorang upik pelajar di n domestik sebuah sekolah di Mangyongdae

Pendidikan di Korea Lor dikendalikan oleh pemerintah dan wajib setakat hierarki sedang pertama. Pendidikan di Korea Utara gratis, dan negara menyisihkan bakal para pesuluh tidak doang fasilitas pengajaran dan pendidikan gratis, tetapi kembali seragam dan sosi panduan.[114]
Heuristika secara aktif diterapkan buat membangun kemandirian dan kekreatifan para pelajar.[115]
Pendidikan wajib berlangsung sebelas hari, dan melewati satu tahun hierarki pra-sekolah, empat tahun pendidikan dasar dan enam periode pendidikan sedang. Kurikulum sekolah di Korea Utara terdiri dari kancing-pokok bahasan akademik dan politik.[116]

Sekolah pangkal dikenal andai sekolah rakyat dan momongan-anak asuh belajar di sekolah ini sreg umur 6-9 tahun. Mereka kemudian melanjutkan ke sekolah lanjutan awam alias sekolah lanjutan kejuruan, bergantung pada kemampuan per. Mereka memasuki sekolah lanjutan pada usia dekade dan menyudahinya pada umur 16 tahun.

Pendidikan tinggi tidaklah wajib di Korea Utara. Tahapan ini terdiri dari dua sistem: pendidikan tinggi akademik dan pendidikan tinggi untuk pendidikan berlanjut. Sistem pendidikan tinggi akademik meliputi tiga diversifikasi lembaga: perkumpulan, sekolah profesional, dan sekolah teknik. Tahap pascasarjana lakukan magister dan doktoral diserahkan kepada jamiah bagi mahasiswa nan ingin melanjutkan pendidikannya. Dua universitas ternama di Korea Paksina adalah Universitas Kim Il-sung dan Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang, kedua-duanya di Pyongyang.

Korea Utara adalah pelecok satu negara yang paling kecil melek aksara di dunia, dengan proporsi 99%.[38]

Kesehatan

Pelayanan kesegaran dan preservasi medis di Korea Utara tidak memaksudkan pembebanan biaya kepada rakyat.[117]
Korea Utara menganggarkan 3% PDB-nya untuk sektor kesegaran. Sejak tahun 1950-an, Korea Utara telah meletakkan fondasi yang abadi di sektor kebugaran, dan antara periode 1955 dan 1986, banyaknya apartemen remai bertambah berpokok 285 menjadi 2.401, dan banyaknya puskesmas–berasal 1.020 menjadi 5.644.[118]
Ada beberapa rumah sakit yang khusus menyuguhkan orang-orang pabrik dan pertambangan. Sejak tahun 1979 eksplorasi yang lebih baik diletakkan sreg penawar-obatan Korea tradisional, didasarkan puas perawatan yang memanfaatkan dagangan herbal dan akupunktur.

Sistem kesehatan Korea Utara menurun drastis sejak tahun 1990-an karena bencana alam, masalah ekonomi, dan makanan dan menipisnya cadangan objek bakar. Banyak rumah sakit dan puskesmas di Korea Utara saat ini lalu kekurangan peralatan medis, obat-obatan, air, dan setrum.[119]

Hampir 100% penduduk memperoleh akal masuk air dan sanitasi, sekadar tidak sepenuhnya pola. Penyakit infeksi semisal tuberkulosis, malaria, dan radang hati B dianggap menjadi endemik bagi negara ini.[120]

Menurut taksiran 2009, skor harapan hidup orang Korea Lor adalah 63,8 tahun, sebuah gambaran yang mirip dengan Pakistan dan Myanmar dan sedikit kian rendah daripada Rusia.[97]

Di antara masalah kebugaran lainnya, banyak warga Korea Utara menderita akibat kekurangan nutrisi, yang disebabkan maka itu musim paceklik yang berkaitan dengan gagalnya panen, program diseminasi makanan, dan kebijakan prerogatif bagi militer. Sebuah keterangan PBB waktu 1998,
World Food Program
melaporkan bahwa 60% momongan-anak menderita kekurangan gizi, dan 16% adv minim gizi akut. Risikonya, mereka yang menderita selama bencana cerbak saja menghadapi masalah kesehatan.

Kota-kota besar

Budaya

Taman bacaan elektronik Perserikatan Kimchaek di Pyongyang

Seni dan sastra di Korea Paksina dikendalikan seutuhnya oleh negara dan Partai Buruh Korea.[121]

Kebudayaan Korea mengalami penganiayaan puas perian penjajahan Jepang mulai sejak 1910 hingga 1945. Jepang menerapkan kebijakan pernapasan budaya. Selama masa penjajahan itu, bangsa Korea dipaksa membiasakan dan bersopan santun Jepang, mengadopsi sistem nama anak bini Jepang dan agama Shinto, dan dilarang menulis alias berbicara menggunakan bahasa Korea di n domestik sekolah, perdagangan, atau tempat-tempat umum lainnya.[122]
Selain itu, bangsa Jepang menukar ataupun mengganti berjenis-jenis monumen Korea, sebagai halnya Istana Gyeongbok, dan dokumen-tindasan nan melukiskan nasion Jepang secara buruk diubah.

Pada Juli 2004, Obsesi Pekuburan Goguryeo menjadi situs pertama di negara ini yang dimasukkan ke dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Pada Februari 2008, New York Philharmonic Orchestra menjadi kerubungan musik Amerika Serikat pertama yang melakukan pertunjukan di Korea Utara,[123]
sungguhpun belaka bakal “penonton undangan” yang dipilih.[124]
Konser ini disiarkan maka itu televisi kebangsaan.[125]

Sebuah acara populer di Korea Utara adalah Permainan Massal. Permainan Massal terkini dan terbesar disebut “Festival Arirang”. Acara ini diselenggarakan sejauh enam malam berbanjarbanjar setiap dua wulan, dan melibatkan lebih pecah 100.000 peserta. Penonton acara ini intern tahun-masa terakhir melaporkan bahwa perasaan anti-Barat semakin menurun. Permainan Massal mengikutsertakan pertunjukan tarian, senam, dan sederetan koreografi yang merayakan sejarah Revolusi Korea Utara dan Puak Buruh. Permainan diadakan di sejumlah tempat di Pyongyang, seperti Stadion Masa Buruh Rungrado, yang yakni stadion terbesar di bumi dengan daya tampung 150.000 turunan.

Olahraga

Korea Utara (berseragam merah) mengembari Brasil privat Trofi Bumi 2010 di Afrika Selatan.

Mungkin keadaan olahraga nan minimal dikenal baik di Korea Utara yakni Festival Arirang nan diselenggarakan setiap masa. Atraksi utama Arirang adalah unjuk senam massal. Dalam sepak bola, ada 15 klub yang berkompetisi n domestik Liga Korea Utara level suatu dan kejuaraan kerjakan Kontes Inovasi Teknis maupun Pertandingan Republik. Tim nasional bola kaki, Chollima, berafiliasi ke internal AFC berperingkat 105 FIFA pada tanggal 26 Mei 2010. Cak regu ini berkompetisi dalam final Piala Dunia tahun 1966 dan 2010. Dalam hoki, Korea Utara memiliki sebuah cak regu kewarganegaraan hoki putera nan menduduki peringkat ke-43 berasal total 49[126]
dan berkompetisi di Divisi II. Tim puteri menduduki peringkat ke-21 dari total 34[127]
dan berkompetisi di Divisi II.

Korea Utara berkompetisi dalam Olimpiade sejak tahun 1964 (olimpiade musim dingin) dan mulai ikut serta dalam olimpiade musim semok pada waktu 1972 dengan membawa pulang lima medalion, termasuk satu emas. Kode IOC Korea Paksina adalah PRK.

Korea Utara memboikot Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Kidul.

Sreg Olimpiade 2004, Athena, Korea Utara dan Korea Selatan berparade bertepatan dalam ritual alas kata dan penutupan di bawah bendera unifikasi, tetapi berkompetisi secara terpisah. Sejak itu, Korea Utara caruk meraih medalion plong setiap olimpiade periode panas yang diikuti.

Seni bela diri taekwondo berasal bermula Korea. Pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an, aturan-resan modern dibakukan dan taekwondo menjadi cabang olahraga resmi olimpiade pada hari 2000. Seni bela diri Korea lainnya adalah taekkyeon, hapkido, catut soo do, kuk sool won, kumdo, dan subak.

Mahajana

Kepunyaan asasi manusia

Beberapa organisasi hak asasi individu internasional, tertera Amnesty International dan Human Rights Watch, menilai Korea Utara sebagai keseleo satu negara yang memiliki catatan eigendom asasi manusia terburuk.[128]
Orang Korea Utara sering disebut sebagai “orang yang paling diperlakukan brutal di dunia”, karena sejumlah batasan yang pilih-pilih diletakkan di atas kebebasan politik dan ekonomi mereka.[129]
Pengungsi Korea Paksina mutakadim menyaksikan keberadaan perkampungan penjara dan tahanan dengan tebak-kira 150.000 sampai 200.000 pemukim (setara 0,85% seluruh penduduk), dan telah melaporkan adanya penyiksaan, kelaparan, pemerkosaan, pembunuhan, percobaan medis, buruh paksa, dan pengguguran janin paksa.[130]

Koteng pria sipil berseragam menunggang sepeda di Pyongyang. Kostum sama dengan ini adalah bagian mulai sejak regulasi busana nan diamanatkan negara secara kewarganegaraan.

Sistem ini sedikit berubah sreg akhir 1990-an, ketika jumlah penduduk menjadi adv amat sedikit. Di banyak kasus, saat pemberangusan modal menjadi
de facto, ia digantikan oleh beberapa pemberangusan yang ringan. Praktik suap-menyuap menjadi lumrah di negara ini. Banyak individu Korea Utara kini secara palsu mengenakan pakaian yang berasal berpangkal Korea Daksina, mendengarkan musik Korea Selatan, menonton kaset alias CD video Korea Selatan, dan justru menjalin siaran radio alias televisi Korea Selatan.[131]
[132]

Kultus insan

Pemerintah Korea Utara menjalankan kendali yang diskriminatif ke atas seluruh sendi peradaban nasional, dan pengendalian ini digunakan untuk memfilmkan ikram kepribadian yang tak jauh berpokok Kim Il-sung, dan, bakal sebuah perpanjangan yang bukan begitu besar, bagi Kim Jong-il. Saat mengunjungi Korea Utara pada 1979, seorang nyamuk pers Bradley Martin melaporkan bahwa dempet semua musik, seni, dan pahatan nan sudah lalu dia amati disajikan demi mengagung-agungkan “Pemimpin Agung” Kim Il-sung, yang mana pendewaan kepribadian ini kemudian diperpanjang kepada puteranya, “Superior Tercinta” Kim Jong-il.[133]
Lagu Tiada Ibu Pertiwi Tanpamu, dinyanyikan makanya Koor Pasukan Korea Utara, digubah terkhusus untuk Kim Jong-Il dan merupakan salah satu berpunca komposisi nada yang paling merakyat di negara ini. Kim Il-sung resminya masih namun dipandang sebagai “Presiden Abadi” bangsa. Beberapa bangunan ciri distingtif kota di Korea Utara dinamai menurut logo Kim Il-sung, misalnya Universitas Kim Il-sung, Stadion Kim Il-sung, dan Alun-Alun Kim Il-sung. Para pencela sudah dikutip dengan mengatakan bahwa sekolah-sekolah Korea Paksina mempertuhankan kedua-dua ayah dan anak itu.[134]
Kim Il-sung menyorong tuduhan bahwa ia menciptakan upaya pemujaan ke arah dirinya koteng dan membidas siapa saja nan mengemukakan pendapat ini sebagai “faksionalisme”.[133]

Kritik menyatakan bahwa kultus Kim Jong-il diwariskan berasal ayahnya, Kim Il-sung. Ia berkali-kali menjadi pusat perhatian seluruh semangat awam di Korea Utara. Hari kelahirannya adalah periode perlop terpenting di negara ini. Pada peringatan kelahiran nan ke-60 (menurut tanggal kelahiran resminya), perayaan massal diselenggarakan di seluruh pelosok negara ini.[135]
Pemujaan kepribadian Kim Jong-il, kendati bermanfaat, tidaklah segencar terhadap ayahnya. Lega 2004, beberapa potret resminya diambil dari gedung-gedung mahajana.[136]
Salah suatu sudut pandang menyibakkan bahwa pendewaan kepribadian Kim Jong Il dilakukan tetapi demi menghargai Kim Il-sung maupun menghindari proses peradilan karena frustasi membayar sewa rumah.[137]
Sumber-sumber wahana dan pemerintah dari asing Korea Lor sreg umumnya mendukung pandangan ini,[138]
[139]
[140]
[141]
[142]
sementara sumber-sumber pemerintah Korea Utara mengatakan bahwa hal ini ialah murni pemujaan terhadap pahlawan sejati.[143]

Penyatuan Korea

Kebijakan Korea Utara ialah berburu penyatuan pula (reunifikasi) sonder adanya rancam tangan pihak asing (luar Korea), melangkahi suatu struktur federal mempertahankan kepemimpinan dan sistem masing-masing. Korea Utara dan Korea Selatan menandatangani Pernyataan Bersama Utara-Daksina 15 Juni di mana kedua-dua pihak berikrar cak bagi mencari cara supaya boleh menyatu sekali lagi secara damai.[144]
Republik Federal Demokratis Korea yaitu negara yang diajukan nan pertama disebutkan makanya Presiden Kim Il Sung sreg 10 Oktober 1980 di dalam proposisi federasi antara Korea Utara dan Korea Kidul di mana sistem politik masing-masing pada semula akan dipertahankan.[145]

Ki alat

Media Korea Lor silam dikendalikan makanya pemerintah. Informasi dijaga ketat, apakah itu ke luar atau ke dalam Korea Utara. Konstitusi Korea Lor menjamin kebebasan berpendapat dan pers; namun, kenyataannya, pemerintah melarang pelaksanaan hak-peruntungan ini. Reporters Without Borders plong periode 2008 menggolongkan media di Korea Lor sreg sekaan 172 terbit 173, setingkat berasal Eritrea.[146]

Semata-mata berita yang sehaluan dengan rezim yang diizinkan, tentatif berita yang membentangi masalah ekonomi dan politik negara ini, ataupun kritik terhadap tadbir, dilarang.[147]
Ki alat bertanggung jawab memelihara deifikasi kepribadian terhadap Kim Jong-il. Pemasok berita penting bagi media di Korea Utara merupakan Korean Central News Agency.

Korea Utara memiliki 12 inskripsi kabar terkemuka dan 20 media cetak non-buletin. Semua alat angkut cetak itu berbeda-beda tahun terbitnya dan semuanya dicetak di Pyongyang.[148]
Tindasan kabar harian yang dimaksud misalnya
Rodong Sinmun,
Joson Inmingun,
Minju Choson, dan
Rodongja Sinmum. Di Korut tidak ada pers milik swasta.[149]

Galeri

Lihat pula

  • Korea
  • Perang Korea
  • Korea Selatan

Catatan

Referensi


  1. ^


    Minahan, James B. (2014).
    Ethnic Groups of North, East, and Central Asia: An Encyclopedia. Santa Barbara: ABC-CLIO. hlm. 147. ISBN 978-1-61069-018-8.





  2. ^


    Alton, David; Chidley, Rob (2013).
    Building Bridges: Is There Hope for North Korea?. Oxford: Lion Books. hlm. 89. ISBN 978-0-7459-5598-8.





  3. ^


    “Korea, North”.
    Britannica Book of the Year 2014. London: Encyclopedia Britannica, Inc. 2014. hlm. 642. ISBN 978-1-62513-171-3.





  4. ^

    Kesalahan pengambilan: Tag
    <ref>
    tidak resmi; enggak ditemukan wacana untuk ref bernama
    unstats08

  5. ^


    “Explore all countries–North Korea”.
    World Fact Book
    . Diakses tanggal
    24 Oktober
    2022
    .





  6. ^


    “DPR Korea 2008 Population Census National Report”
    (PDF). Pyongyang: DPRK Central Bureau of Statistics. 2009. hlm. 14. Diarsipkan dari versi kudrati
    (PDF)
    tanggal 31 March 2010. Diakses tanggal
    19 February
    2011
    .





  7. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    tidak absah; tidak ditemukan teks bakal ref bernama
    CIAGDP(PPP)

  8. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    bukan konvensional; lain ditemukan wacana untuk ref bernama
    CIAGDP(PPP)Capita

  9. ^


    “UNData app”.




  10. ^


    “Table 1.3 : HDI ranking for developing countries, 1995”
    (PDF).
    Human Development Report 1998. United Nations Development Program. 1998. hlm. 33. Diakses copot
    23 April
    2016
    .





  11. ^


    “Table 1.3 : HDI ranking for developing countries, 1994”
    (PDF).
    Human Development Report 1997. United Nations Development Program. 1997. hlm. 45. Diakses tanggal
    12 October
    2016
    .





  12. ^


    “Decree on Redesignating Pyongyang Time”.
    Naenara. 30 April 2018. Diakses tanggal
    4 May
    2018
    .





  13. ^

    Kesalahan pemungutan: Tag
    <ref>
    lain formal; lain ditemukan teks untuk ref bernama
    CIATelephone

  14. ^

    Kesalahan pemungutan: Tag
    <ref>
    tidak sah; lain ditemukan teks lakukan ref bernama
    Hersher2016

  15. ^


    “U.S.: Tepi langit. Korea Boosting Guerrilla War Capabilities”. FOX News Network, LLC. 2009-06-23. Diakses sungkap
    2009-07-04
    .





  16. ^


    Sanger, David E. (1991-05-29). “North Korea Reluctantly Seeks U.Lengkung langit. Seat”. The New York Times Company. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  17. ^


    Jeong, Jae Sung (2009-05-27). “KCNA: Korean Peninsula in State of War”.
    The Daily NK. The Daily NK. Diakses rontok
    2009-07-04
    .





  18. ^


    Spencer, Richard (2007-08-28). “North Korea power struggle looms”.
    The Telegraph (online version of UK national newspaper). London. Diarsipkan dari versi ceria tanggal 2008-02-27. Diakses tanggal
    2007-10-31
    .
    A power struggle to succeed Kim Jong-il as leader of North Korea’s Stalinist dictatorship may be looming after his eldest son was reported to have returned from semi-voluntary exile.





    Parry, Richard Lloyd (2007-09-05). “North Korea’s nuclear ‘deal’ leaves Japan feeling nervous”.
    The Times (online version of UK’s national newspaper of record). London. Diakses tanggal
    2007-10-31
    .
    The US Government contradicted earlier North Korean claims that it had agreed to remove the Stalinist dictatorship’s designation as a terrorist state and to lift economic sanctions, as part of talks aimed at disarming Pyongyang of its nuclear weapons.





    Walsh, Lynn (2003-02-08). “The Korean crisis”.
    CWI online: Socialism Today, February 2003 edition, journal of the Socialist Party, CWI England and Wales. socialistworld.pukat, website of the committee for a worker’s international. Diarsipkan berpokok versi murni rontok 2007-12-03. Diakses tanggal
    2007-10-31
    .
    Kim Jong-il’s regime needs economic concessions to avoid collapse, and just as crucially needs an end to the strategic siege imposed by the US since the end of the Korean war (1950–53). Pyongyang’s nuclear brinkmanship, though potentially dangerous, is driven by fear rather than by militaristic ambition. The rotten Stalinist dictatorship faces the prospect of an implosion. Since the collapse of the Soviet Union, which deprived North Korea of vital economic support, the regime has consistently attempted to secure from the US a non-aggression pact, recognition of its sovereignty, and economic assistance. The US’s equally consistent refusal to enter into direct negotiations with North Korea, effectively ruling out a peace treaty to formally close the 1950–53 Korean war, has encouraged the regime to resort to nuclear blackmail.





    Oakley, Corey (2006). “US is threat to peace not North Korea”.
    Edition 109 – October–November 2006. Socialist Alternative website in Australia. Diakses rontok
    2007-10-31
    .
    In this context, the constant attempts by the Western press to paint Kim Jong-il as simply a raving lunatic look, well, mad. There is no denying that the regime he presides adv lewat is a nasty Stalinist dictatorship that brutally oppresses its own population. But in the face of constant threats from the US, Pyongyang’s actions have a definite rationality from the regime’s point of view.




  19. ^


    a




    b




    Brooke, James (2003-10-02). “North Korea Says It Is Using Plutonium to Make A-Bombs”.
    The New York Times. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2016-09-05. Diakses tanggal
    2007-10-31
    .
    North Korea, run by a Stalinist dictatorship for almost six decades, is largely closed to foreign reporters and it is impossible to independently check today’s claims.




  20. ^


    a




    b




    Baruma, Ian. “Leader Article: Let The Music Play On”.
    The Times of India
    . Diakses tanggal
    2008-03-27
    .
    North Korea, officially known as the Democratic People’s Republic of Korea, is one of the world’s most oppressive, closed, and vicious dictatorships. It is perhaps the last living example of pure totalitarianism – control of the state over every aspect of human life.





  21. ^


    Finn, Peter (2009-06-08). “U.S. to Weigh Returning North Korea to Terror List”. Washington Post. Diakses rontok
    2009-06-19
    .
    The Bush administration removed North Korea from the list of terrorist states last year as part of an unfulfilled commitment by the dictatorship to dismantle its nuclear weapons acara.





  22. ^


    “Constitution of North Korea (1972)”. 1972. Diakses tanggal
    2009-05-07
    .





  23. ^


    Martin, Bradley K. (2004).
    Under the Loving Care of the Fatherly Leader: North Korea and the Kim Dynasty. New York, NY: Thomas Dunne Books. hlm. 111. ISBN 0-312-32322-0.
    Although it was in that 1955 speech that Kim gave full voice to his arguments for
    juche, he senggat been talking along similar lines as early as 1948.






  24. ^


    “Freedom in the World, 2006”. Freedom House. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-14. Diakses tanggal
    2007-02-13
    .
    Citizens of North Korea cannot change their government democratically. North Korea is a totalitarian dictatorship and one of the most restrictive countries in the world.





  25. ^


    “Economist Intelligence Unit democracy index 2006”
    (PDF). Economist Intelligence Unit. 2007. Diakses terlepas
    2007-10-09
    .




    North Korea ranked in last place (167, lower is better)

  26. ^


    “A portrait of North Korea’s new rich”.
    The Economist. 2008-05-29. Diakses tanggal
    2009-06-18
    .
    EVERY developing country worth its salt has a bustling middle class that is transforming the country and thrilling the markets. So does Stalinist North Korea.




  27. ^


    a




    b



    Bruce Cummings,
    The Origins of the Korean War, Vol. 1: Liberation and the Emergence of Separate Regimes, 1945–1947, Princeton University Press

  28. ^


    Martin, Bradley K. (2004).
    Under the Loving Care of the Fatherly Leader: North Korea and the Kim Dynasty. New York, NY: Thomas Dunne Books +. hlm. 66–67. ISBN 0-312-32322-0.





  29. ^


    Hermes, Jr., Walter (1966).
    Truce Tent and Fighting Front. Center of Military History. hlm. 2,6,9.





  30. ^


    “North-South Joint Declaration”.
    Naenara. 2000-06-15. Diarsipkan bersumber versi asli tanggal 2010-08-21. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .




  31. ^


    a




    b




    Reuters. “Factbox – North, South Korea pledge peace, prosperity”. Diakses tanggal
    2007-10-04
    .





  32. ^

    Casey, Steven (2008).
    Selling the Korean War: propaganda, politics, and public opinion in the United States, 1950-1953.
    Oxford University Press US. ISBN 978-0-19-530692-7.

  33. ^

    Kirkbride, Wayne (1984).
    DMZ, a story of the Panmunjom axe murder.
    Hollym International Corp.

  34. ^

    Bandow, Doug; Carpenter, Ted Galen (1992).
    The U.S.-South Korean alliance: time for a change.
    Transaction Publishers. p.98–99. ISBN 978-1-56000-583-4.

  35. ^

    Kwak, Tae-Hwan; Joo, Seung-Ho (2003).
    The Korean peace process and the four powers.
    Ashgate Publishing, Ltd. ISBN 978-0-7546-3653-3.

  36. ^

    DeRouen, Karl; Heo, Uk (2005).
    Defense and Security: A Compendium of National Armed Forces and Security Policies.
    ABC-CLIO.

  37. ^


    Bury, Chris (2000). “Interview – Madeleine Albright”.
    Nightline Frontline, on PBS.org
    . Diakses sungkap
    2007-08-11
    .




  38. ^


    a




    b




    c




    d



    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    tidak sah; tidak ditemukan teks cak bagi ref bernama
    cia-kn

  39. ^


    Malcom Moore (2009-05-28). “South Korean and US Troops raise alert level over North Korean Threat”.
    Telegraph Online
    . Diakses tanggal
    2009-07-06
    .





  40. ^


    Xinhua (2005-01-13). “S. Korea to cut 40,000 troops by 2008”.
    People’s Daily Online
    . Diakses rontok
    2007-08-01
    .




  41. ^


    a




    b




    Oberdorfer, Don (2005-07-28). “North Korea: Six-Party Talks Continue”.
    The Washington Post Online
    . Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  42. ^


    Kim, Kwang-Tae (2009-06-13). “North Korea Vows Nuclear Step-Up”.
    Associated Press
    . Diakses sungkap
    2009-06-14
    .





  43. ^


    “U.S. journalists head home from North Korea”. CNN.com. 2009-08-05. Diakses rontok
    2010-01-02
    .





  44. ^


    “Eks Presiden Jimmy Kontrak Berbuntut Bopong WN AS yang Ditahan Korut”. DetikNews. 2010-08-28. Diakses sungkap
    2010-09-03
    .





  45. ^


    Caraway, Bill (2007). “Korea Geography”.
    The Korean History Project. Diarsipkan pecah versi lugu copot 2007-07-06. Diakses copot
    2007-08-01
    .





  46. ^


    Federal Research Division of the US Library of Congress (2007). “North Korea – Climate”.
    Country Studies
    . Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  47. ^

    “Emergency appeal for DPRK flood survivors”, website of the Red Cross
  48. ^


    a




    b




    c




    “Topography and Drainage”. Library of Congress. 1993-06-01. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-20. Diakses tanggal
    2009-08-17
    .




  49. ^


    a




    b



    North Korea Country Studies. Climate

  50. ^


    “18. Is North Korea a ‘Stalinist’ state?”.
    DPRK FAQ; Document approved by Zo Sun Il. Official Webpages of the Democratic People’s Republic of Korea. 2005-05-05. Diarsipkan dari versi zakiah sungkap 2005-08-06. Diakses tanggal
    2007-10-31
    .





  51. ^


    10th Supreme People’s Assembly. (1998-09-15). “DPRK’s Socialist Constitution (Full Text)”.
    The People’s Korea. Diarsipkan semenjak varian kudus copot 2013-10-28. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  52. ^


    “Ufuk Korea ‘names Kim’s successor“. BBC. 2009-06-02. Diakses tanggal
    2009-06-02
    .





  53. ^


    “Kim Yong Nam Visits 3 ASEAN Nations To Strengthen Traditional Ties”.
    The People’s Korea. 2001. Diarsipkan berpangkal versi asli rontok 2007-09-30. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  54. ^


    CNN. “U.Ufuk. verifies closure of North Korean nuclear facilities”. Diakses tanggal
    2007-07-18
    .





  55. ^


    Office of the Coordinator for Counterterrorism. “Country Reports on Terrorism: Chapter 3 — State Sponsors of Terrorism Overview”. Diarsipkan berbunga varian tahir rontok 2008-05-05. Diakses tanggal
    2008-06-26
    .





  56. ^


    Washington Post. “Country Guide”. Diakses terlepas
    2008-06-26
    .





  57. ^


    BBC. “N Korea to face Japan sanctions. Diakses tanggal
    2008-06-26
    .





  58. ^


    “U.S. takes North Korea off terror list”. CNN. 2008-10-11. Diakses tanggal
    2008-10-11
    .





  59. ^


    “北 수교국 상주공관, 평양보다 베이징에 많아”.
    Yonhap News. 2009-03-02. Diarsipkan berpokok versi asli tanggal 2011-04-29. Diakses tanggal
    2009-07-06
    .




  60. ^


    a




    b




    Bureau of East Asian and Pacific Affairs (2007). “Background Note: North Korea”.
    United States Department of State
    . Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  61. ^


    “Army personnel (per capita) by country”.
    NationMaster. 2007. Diakses copot
    2007-08-01
    .





  62. ^

    Library of Congress country study, see p. 19 – Major Military Equipment

  63. ^

    KCNA Diarsipkan 2009-09-10 di Wayback Machine. Past news, April 9, 2009

  64. ^

    UN Listing of KOMID and Ryonbong
    [
    pranala nonaktif
    ]



  65. ^


    Zeller Jr., Tali kendali (October 23 2006). “The Internet Black Hole That Is North Korea”. The New York Times. Diakses sungkap December 26 2008.




  66. ^


    Powell, Bill (August 14 2007). “North Korea”. Time. Diarsipkan berusul versi kalis rontok 2013-05-26. Diakses tanggal December 26 2008.




  67. ^

    http://www.jstor.org/pss/2644057

  68. ^


    “North Korean Economy Watch » Blog Archive » Scott Snyder on Rason”. Nkeconwatch.com. 2010-04-05. Diakses terlepas
    2010-06-23
    .





  69. ^


    “North Korean Economy Watch » Blog Archive » Bridge on China-North Korea border being renovated”. Nkeconwatch.com. 2010-04-13. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2014-04-20. Diakses copot
    2010-06-23
    .





  70. ^


    “North Korean Economy Watch » Blog Archive » Russia inks deal connecting Rajin to Trans-Siberian Railroad”. Nkeconwatch.com. 2008-08-12. Diarsipkan dari versi tahir tanggal 2011-08-16. Diakses tanggal
    2010-06-23
    .





  71. ^

    Selamat Hinggap di Korea Utara. Rasam Pertama: Patuhi semua rasam, Steve Knipp, Kontributor
    The Christian Science Monitor. 2 Desember 2004.

  72. ^


    Ryu, Yi-geun (2007-05-30). “[Feature] In reclusive North, signs of economic liberalization”.
    The Hankyoreh. The Hankyoreh Media Company. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  73. ^

    Jangmadang Will Prevent “Second Food Crisis” from Developing, DailyNK, 2007-10-26

  74. ^


    “COUNTRY PROFILE: NORTH KOREA”
    (PDF). Library of Congress–Federal Research Division. July 2007. Diarsipkan
    (PDF)
    dari varian asli sungkap 2005-02-26. Diakses sungkap
    2009-07-04
    .





  75. ^


    “DPRK–Only Tax-free Country”. Diakses tanggal
    2009-06-19
    .





  76. ^


    “The Taean Work System”. Lcweb2.loc.gov. Diarsipkan dari versi bersih tanggal 2012-12-13. Diakses tanggal
    2010-06-23
    .




  77. ^


    a




    b



    http://koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/06/123_47603.html

  78. ^

    Kabar dasar tentang Republik Demokratis Rakyat Korea Diarsipkan 2020-05-10 di Wayback Machine., Kementerian Asing Distrik Bulgaria.

  79. ^


    “MAJOR FOOD AND AGRICULTURAL COMMODITIES AND PRODUCERS – Countries by commodity”. UN FAO Statistics Division. 2005. Diakses terlepas
    2009-07-04
    .





  80. ^


    “MAJOR FOOD AND AGRICULTURAL COMMODITIES AND PRODUCERS – Countries by commodity”. UN FAO Statistics Division. 2005. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  81. ^


    “Report on U.S. Humanitarian assistance to North Koreans”
    (PDF).
    United States House Committee on Foreign Affairs. 2006-04-15. Diarsipkan berusul versi polos
    (PDF)
    tanggal 2007-03-09. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  82. ^


    “North Korea: Ending Food Aid Would Deepen Hunger”.
    Human Rights Watch. 2006-10-11. Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  83. ^


    Nam, Sung-wook (2006-10-26). “China’s Kaki langit.K. policy unlikely to change”.
    The Korea Herald
    . Diakses tanggal
    2007-08-02
    .




  84. ^


    a




    b




    “Fourth round of Six-Party Talks”.
    CanKor, on Korean Peace and Security. 2005-09-27. Diarsipkan dari varian kudus terlepas 2007-09-29. Diakses copot
    2007-08-01
    .





  85. ^


    Faiola, Anthony (2006-07-14). “S. Korea Suspends Food Aid to North”.
    Washington Post
    . Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  86. ^


    <A class=htc href=”LiveCall:47-0000779″>47-0000779</A>fd2ac.html?nclick_check=1 “China halts rail freight to North Korea”.
    Financial Times. 2007-10-18. Diakses terlepas
    2007-10-18
    .





  87. ^


    French, Howard W. (2002-09-25). “North Korea to Let Capitalism Loose in Investment Zone”.
    The New York Times
    . Diakses terlepas
    2007-08-02
    .





  88. ^


    MacKinnon, Rebecca (2005-01-17). “Chinese Cell Phone Breaches North Korean Hermit Kingdom”.
    Yale Global Online
    . Diakses copot
    2007-08-02
    .





  89. ^


    “North Korea recalls mobile phones”.
    The Sydney Morning Herald. 2004-06-04. Diakses rontok
    2007-08-02
    .





  90. ^


    “Cell phone demand stays strong in North Korea”. BusinessWeek. 2010-05-13. Diakses tanggal
    2010-06-23
    .





  91. ^


    “N Korean heroin ship sunk by jet”.
    BBC News. 2006-03-23. Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  92. ^


    Anderson, Chris (2010-01-15). “Visit anytime! North Korea lifts restrictions on U.S. tourists”. CNNGo.com. Diarsipkan dari varian nirmala tanggal 2010-01-18. Diakses tanggal
    2010-06-23
    .





  93. ^


    “S Korea hopes DPRK to begin dialogue over S Korean tourist shot dead”. chinaview.cn. Diakses tanggal
    2009-07-12
    .





  94. ^


    “The Chosun Ilbo (English Edition): Daily News from Korea – T.Korea Seizes S.Korean Property in Mt. Kumgang”. English.chosun.com. 2010-04-09. Diakses tanggal
    2010-06-23
    .




  95. ^


    a




    b




    Dickinson, Rob. “A Glimpse of North Korea’s Railways”.
    The International Steam Pages. Diarsipkan berpokok versi nirmala tanggal 2008-05-02. Diakses sungkap
    2009-07-04
    .





  96. ^

    70% of Households Use Bikes, The Daily NK, 2008-10-30
  97. ^


    a




    b




    “CIA – The World Factbook — Country Comparison :: Life expectancy at birth”.
    The World Factbook. Central Intelligence Agency. 2009. Diarsipkan dari versi salih terlepas 2016-01-20. Diakses rontok
    2009-07-04
    .




  98. ^


    a




    b




    “Infant mortality rate”.
    The World Factbook — Country Comparisons. CIA. 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-07. Diakses tanggal
    2009-05-01
    .





  99. ^


    “The State of the World’s Children 2003”. UNICEF. 2003. Diarsipkan dari versi kudrati tanggal 2019-01-14. Diakses copot
    2009-05-01
    .





  100. ^


    “Total fertility rate”.
    The World Factbook — Country Comparisons. CIA. 2009. Diarsipkan terbit versi ceria copot 2009-10-28. Diakses rontok
    2009-05-01
    .





  101. ^


    “DPRK’s Socialist Constitution (Full Text)”. The People’s Korea. 1998. Diarsipkan bersumber varian kalis tanggal 2013-10-28. Diakses copot
    2009-07-04
    .



    ; see Chapter 5, Article 68

  102. ^


    Nash, Amy (2008). “Korean Americans – Overview, Early history, Bertamadun era, The first koreans in america, Significant immigration waves”.
    Multicultural America. Advameg Inc. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  103. ^


    “Culture of North Korea – Alternative name, History and ethnic relations”.
    Countries and Their Cultures. Advameg Inc. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  104. ^


    “CIA The World Factbook — North Korea”. Diarsipkan berusul varian asli tanggal 2020-05-18. Diakses tanggal
    2009-09-15
    .





  105. ^


    “Background Note: North Korea”. U.S. State Department. 2009-2. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  106. ^


    “Buddhist Temple Being Restored in N. Korea”. Los Angeles Times. October 2, 2005.




  107. ^


    “Human Rights in North Korea”.
    Human Rights Watch. 2004. Diarsipkan berpangkal versi nirmala tanggal 2004-07-14. Diakses terlepas
    2007-08-02
    .





  108. ^


    “Religious Intelligence UK report”.
    Religious Intelligence. Religious Intelligence. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  109. ^


    United States Commission on International Religious Freedom (2004-09-21). “Annual Report of the United States Commission on International Religious Freedom”.
    Nautilus Institute
    . Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  110. ^


    “N Korea stages Mass for Pope”.
    BBC News. 2005-04-10. Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  111. ^


    “North Korean Religion”.
    Windows on Asia. Diarsipkan berpangkal versi steril terlepas 2009-02-12. Diakses sungkap
    2007-08-02
    .





  112. ^


    Open Doors: World Watch List“.
    Open Doors International. Diarsipkan dari versi steril terlepas 2010-01-25. Diakses copot
    2010-08-11
    .





  113. ^


    “Korea Report 2002”.
    Amnesty International. 2001. Diarsipkan berasal versi asli copot 2002-11-22. Diakses tanggal
    2007-08-02
    .





  114. ^

    North Korea – Education Overview, Library of Congress.

  115. ^

    Educational themes and methods

  116. ^

    Primary and Secondary education

  117. ^

    Library of Congress country study, see p. 8 – Health

  118. ^

    North Korea Public Health, Country Studies

  119. ^


    “N Korea healthcare ‘near collapse“.
    BBC News. 2008-11-18.





  120. ^


    “Life Inside North Korea”.
    U.S. Department of State. Diarsipkan bermula versi asli tanggal 2003-08-14. Diakses tanggal
    2008-11-18
    .





  121. ^

    North Korea – Contemporary Cultural Expression, Country Studies.

  122. ^


    Cumings, Bruce G. “The Rise of Korean Nationalism and Communism”.
    A Country Study: North Korea. Library of Congress. Call number DS932 .N662 1994.





  123. ^


    CNN. “Americans in Pyongyang Perform”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-02-27. Diakses copot
    2008-02-26
    .





  124. ^


    Ben Rosen. “Letter From North Korea — Update”. Diakses terlepas
    2008-12-01
    .





  125. ^

    .Musical diplomacy as New York Phil plays Pyongyang, Reuters, 26 february 2008

  126. ^


    “2010 Membubuhi cap’s World Ranking”. International Ice Hockey Federation. Diakses tanggal
    24 October
    2010
    .





  127. ^


    “2010 Women’s World Ranking”. International Ice Hockey Federation. Diakses rontok
    24 October
    2010
    .





  128. ^


    Amnesty International (2007). “Our Issues, North Korea”.
    Human Rights Concerns. Diarsipkan berusul versi tulus tanggal 2007-03-29. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  129. ^


    Seok, Kay (2007-05-15). “Grotesque indifference”.
    Human Rights Watch
    . Diakses terlepas
    2007-08-01
    .





  130. ^


    Hawk, David (2003). “The Hidden [[Gulag]]: Exposing North Korea’s Prison Camps – Prisoners’ Testimonies and Satellite Photographs”.
    U.S. Committee for Human Rights in North Korea. Diarsipkan berpunca versi kudus rontok 2009-08-14. Diakses tanggal
    2007-08-01
    .





  131. ^


    “South Korean Dramas Are All the Rage among North Korean People”.
    The Daily NK. 2007-11-02.





  132. ^


    “North Korean People Copy South Korean TV Ketoprak for Trade”.
    The Daily NK. 2008-02-22.




  133. ^


    a




    b



    Bradley K. Martin.
    Under the Loving Care of the Fatherly Leader: North Korea and the Kim Dynasty. ISBN 0-312-32322-0

  134. ^

    Chol-hwan Kang and Pierre Rigoulot (2005).
    The Aquariums of Pyongyang: Ten Years in the North Korean Gulag, Basic Books. ISBN 0-465-01104-7

  135. ^


    North Korea marks leader’s birthday“. BBC. 16 February 2002. Diakses tanggal
    2007-12-18
    .





  136. ^

    Removal of Kim Jong-il Portraits in North Korea Causes Speculation, VOA, 18 November 2004

  137. ^


    Mansourov, Alexandre. “Korean Monarch Kim Jong Il: Technocrat Ruler of the Hermit Kingdom Facing the Challenge of Modernity” The Nautilus Institute. Diakses 18 Desember 2007″. Diarsipkan berasal versi tahir terlepas 2007-08-16. Diakses terlepas
    2021-02-25
    .





  138. ^


    Scanlon, Charles (16 February 2007). “Nuclear deal fuels Kim’s celebrations“. BBC. Diakses tanggal
    2007-12-18
    .





  139. ^


    Coonan, Clifford (21 October 2006). “Kim Jong Il, the tyrant with a passion for wine, women and the bomb“. The Independent. Diarsipkan berpangkal varian kudrati tanggal 2008-05-16. Diakses tanggal
    2007-12-18
    .





  140. ^

    Richard Lloyd Parry. “‘Dear Leader’ clings to power while his people pay the price”, The Times. 10 October 2006. Accessed 18 December 2007

  141. ^


    “”‘North Korea’s ‘Dear Leader’ flaunts nuclear prowess“. New Zealand Herald. 10 October 2006. Diakses copot
    2007-12-18
    .





  142. ^

    Compiled by the Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor. “Country Reports on Human Rights Practices” US Department of State. 25 February 2004. Accessed 18 December 2007

  143. ^

    Jason LaBouyer “When friends become enemies — Understanding left-wing hostility to the DPRK” Diarsipkan 2008-02-16 di Wayback Machine. Lodestar. May/June 2005: pp. 7–9. Korea-DPR.com. Diakses plong 18 Desember 2007.

  144. ^


    Naenara”-Korea is One-Leader and Nation-June 15 North-South Joint Declaration”.
    Naenara. Korea Computer Center in DPR Korea. 2000-06-15. Diarsipkan berpunca varian asli tanggal 2010-08-21. Diakses copot
    2009-07-04
    .





  145. ^


    Kim, Il Sung (1980-10-10). “REPORT TO THE SIXTH CONGRESS OF THE WORKERS’ PARTY OF KOREA ON THE WORK OF THE CENTRAL COMMITTEE”. Songun Politics Study Group (USA). Diarsipkan berpunca versi lugu copot 2009-08-29. Diakses tanggal
    2009-07-04
    .





  146. ^

    Annual Press Freedom Index, accessed November 30, 2008.

  147. ^

    “Meagre media for North Korea”,
    BBC, October 10, 2006.

  148. ^

    Pervis, Larinda B. (2007).
    North Korea Issues: Nuclear Posturing, Saber Rattling, and International Mischief.
    Nova Science Publishers. p. 22. ISBN 978-1-60021-655-8.

  149. ^

    Liston-Smith, Ian. Meagre alat angkut for North Koreans. BBC News Online. October 10, 2006

Pranala luar

  • Situs protokoler
  • Naenara
    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]

    –(“Negaraku”) Ki Resmi Korea Paksina
  • Naenara – portal absah Diarsipkan 2006-05-13 di Wayback Machine.
  • NKzone Diarsipkan 2005-12-02 di Wayback Machine.
  • The Chosun Journal
  • North Korea di
    CIA World Factbook.
  • Korea Utara di Curlie (dari DMOZ)
  • Gnome-globe.svg
    Atlas North Korea di Wikimedia Denah
  • Bos Negara dan Anggota Lemari kecil Diarsipkan 2013-03-09 di Wayback Machine.
  • Korea Utara Diarsipkan 2009-06-12 di Wayback Machine. dari
    UCB Libraries GovPubs
  • KCNA Diarsipkan 2004-10-06 di Wayback Machine.–Korean Central News Agency, dinas berita lazim Korea Utara



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Utara

Posted by: and-make.com