Belajar Bahasa Arab Nahwu Dasar Pelajaran Ke 27

Judul gerendel      : QOIDATI

Penulis             : H.Taufiqul Juri

Penerbit           : Al-Falah offset

Cetakan           : Kedua, Februari 2017

Halaman          : V + 60 pekarangan

Ukuran             : 15,5 x 23 cm

ISBN                   : 979-3777-10-9

Makanya: Fikroh Muhammad, mahasiswa BSA semester 2 hari 2020 (
[email protected]
)

Kancing ini adalah salah satu buku pembelajaran tata bahasa Arab (Nahwu\Shorof) yang melayani metode yang mudah dipahami bagi para pemula yang mau mempelajari tata bahasa arab (Nahwu\Shorof). Mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof sudah menjadi makanan trik khususnya bikin santri-santri yang mondok (tinggal) di rancangan pondok pesantren. Banyak metode-metode yang disuguhkan untuk mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof, pelecok satu metode ilmu tersebut merupakan metode
Amtsilati
dengan salah satu bukunya merupakan buku yang satu ini.

Fikroh Muhammad - BSA UIN Bandung
Resensi buku maka itu Fikroh Muhammad

Taufiqul Hakim ataupun yang dikenal sebagai Gus Taufiq yakni pengasuh podok pesantren Darul Falah Sidorejo, Bangsri, Jepara berbarengan menjadi
Mursyid Thariqoh An-Naqsyabandhiyah.
Banyak dari karya beliau yang dipakai masyarakat, khususnya para santri untuk menjadi pedoman dalam beragama.

Seperti judulnya, resep ini menggosipkan tentang intipati rumus dan kaidah tata bahasa arab (Nahwu\Shorof) dengan penjelasan yang praktis dan jelas sehingga mudah bagi dicerna dan dipahami isinya. Selain itu, resep ini memliki struktur penulisan yang pembahasannya di bikin dengan sejumlah tabel dan bilang pertanyaan beserta jawabannya.

Sreg bab purwa, ada beberapa materi nan di periksa. yakni,
jar majru, isim maqshur,
maung-variasi
jama’, idhofah,
pembagian
i’rob,
macam-macam
dlomir
beserta hukumnya, isim isyaroh
dan
isim maushul.
Secara garis besar, pembahasan bab mula-mula meliputi macam-macam
isim
dan bagaimana pendirian menggunakan
isim
tersebut sesuai dengan hukumnya.

Pada bab berikutnya, menjelaskan tentang perbedaan
isim
(substantif), fi’il
(kata kerja) dan
huruf.
Dalam portal ini juga di jelaskan jauh kian dalam akan halnya aneh-aneh
isim
dan hukumnya. Terserah juga hafalan
thasrif ilstilahi
dan
lughowi.

Setelah kita mengenal spesies-jenis
isim
dan bagaimana cara menggnakan sesuai dengan hukumnya, materi selanjutnya ialah geta daripada isim itu seorang. Suka-suka sejumlah contoh singgasana seperti
mubtada, khobar, isim kana wa akhwatuha, khobar kana, isim inna wa akhwatuha, khobar inna,
la linafyil jinsi, ni’ma wa bi’sa, na’at, taukid, athof
dan
badal.
Puas pintu ini juga di jelaskan minus mengenai perubahan dari
isim
satu pada
isim
yang bukan.

Cukup dengan pembahasan
isim,
sreg bab berikutnya penulis menggosipkan tentang apa itu
fi’il
(kata kerja). Secara garis osean
fi’il
merupakan alas kata kerja. adapun pembagiannya,
fi’il
dibagi menjadi 3 adegan;
madli, modhore, amar.
Lega bab ini pula dibahas tentang ciri-ciri
fi’il
dan takhta tinimbang
fi’il
itu sendiri. N domestik bahasa Indonesia kita mengenal subjek, predikat, bahan dan keterangan, semacam itu pula intern bahasa arab  yang lebih dikenal dengan
fi’il, fa’il
dan
maf’ul.
Dalam bab ini kita bisa mengatahui segala itu
fa’il
dan apa itu
maf’ul
serta pencatuan daripada
fa’il
dan
maf’ul.

Kerumahtanggaan gapura sebelumnya tetapi mejelaskan tentang
fi’il madli
sekadar. Sisanya akan di jelaskan pada bab akhir ialah menjelaskan
fi’il madli
dan
fi’il amar.
Tak belaka itu saja, dalam bab akhir juga di jelaskan sedikit akan halnya geta
isim
yang belum dijelaskan pada bab sebelumnya. Karena ini adalah gapura terakhir jadi materi yang belum terpaparkan plong gapura sebelumnya akan dipaparkan pada gapura akhir sehingga cukup banyak materi intern gerbang akhir ini.

Ada nilai lebih dari buku ini yaitu buku ini sangat familier karena menggunakan bahasa Indonesia sehingga kita bisa memahaminya sendiri tanpa harus ada pembelajaran partikular. Tidak seperti kitab
nahwu/shorof
pada umumnya nan menggunakan bahasa arab dan harus ada penerimaan istimewa agar bisa memahaminya.

Tak luput terbit kekurangan, ada istilah-istulah nan di sebutkan cuma lain dijelaskan segala maksud dari istilah tersebut, sehingga menjadikan kebingungan tersediri terhadap sebagian pembaca.

Bagi para pemula nan mau membiasakan dasar tata bahasa arab (nahwu/shorof), terutama bagi para santri yang kurang mengerti dengan dasar-dasar yang dijelaskan intern kitab klasik (kitab kuning), buku ini boleh dijadikan alternatif pegangan, karena adv amat mudah dipahami dan bisa mengencangkan dasar-dasar ilmu
nahwu/shorof.

Source: https://bsa.uinsgd.ac.id/blog/2020/07/27/metode-amtsilati-nahwu-sharaf/

Posted by: and-make.com