Belajar Bahasa Arab Dasar Rumaysho

Sebagian umat Islam lain perhatian bahkan kurang perhatian dengan bahasa Arab. Padahal bahasa Arab adalah bahasa Al-Alquran dan Hadits. Sebagian kaum muslimin spirit belajar bahasa Inggris karena tinggal bermanfaat untuk dunianya. Hendaknya juga atma belajar bahasa Arab karena ada keutamaan berlatih bahasa arab dan aji-aji nahwu. Berikut beberapa manfaat bahasa arab:

  1. Kian mudah memahami dan menghapal Al-Quran dan bermunajat dengan Allah

  2. Bertambah mudah mengarifi dan menghapalkan hadits

  3. makin mudah memahami dan menghapalkan doa-doa serta fokus dan menghayati makna doa

  4. bertambah mudah memahami hobatan agama karena banyak kaidah agama dibangun di atas guna-guna nahwu dan bahasa Arab

  5. makin khusyu’ ketika shalat dan membaca Al-Quran serta lebih merasakan kenikmatan dalam ibadah

Dalil-dalil Keutamaan bahasa Arab

Sang pencipta

‘Azza wa Jalla


berfirman,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ



Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, hendaknya anda memahaminya.”


(yusuf:2)

Bani Katsir menjelaskan keutamaan bahasa Arab dia berbicara menafsirkan ayat ini,

وذلك لأن لغة العرب أفصح اللغات وأبينها وأوسعها، وأكثرها تأدية للمعاني التي تقوم بالنفوس؛ فلهذا أنزل أشرف الكتب بأشرف اللغات، على أشرف الرسل، بسفارة (8) أشرف الملائكة، وكان ذلك في أشرف بقاع الأرض، وابتدئ إنزاله في أشرفشهور السنة وهو رمضان، فكمل من كل الوجوه



“Nan demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan privat bahasa Arab) karena bahasa Arab ialah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena pun cocok untuk jiwa manusia


.



Oleh karena itu kitab yang minimum mulia diturunkan (Al-Qur’an) kepada rasul yang paling mulia (Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam), dengan bahasa nan terala (bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling indah (Jibril), ditambah diturunkan puas dataran yang paling muia diatas roman bumi (lahan Arab), serta awal turunnya kembali pada bulan yang paling mulia (Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna pecah segala jihat


.”


[Tafsirul Qur’an Al-Adzim 4/366]

Para salaf dan ulama pula banyak yang memotivasi agar kita semangat belajar bahasa Arab. Umar kedelai Khattab menekankan bahwa bahasa Arab yaitu fragmen berpokok agama. Engkau berkata,

تعلموا العربية فإنها من دينكم





Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya engkau bagian terbit agama kalian.”


(

Iqtidha’ shiratal mustaqim


527-528 jilid I, tahqiq syaikh Nashir Abdul murah hati Al–‘Aql]

Sparing bahasa Arab kembali adalah wahana lakukan lebih memahami agama. Komoditas siapa yang kepingin mendalami agama dan mengajarkan agama ke banyak khalayak (menjadi ustadz) mudah-mudahan belajar bahasa Arab. Imam Asy-Syafi’i bercakap,

من تبَحَرَّ فى النحو اهتدى إلى كل العلوم

 “Mana tahu yang menguasai nahwu, dia dimudahkan cak bagi memahami seluruh ilmu.” [Syadzarat ad-Dzahab, hlm. 1/321]

Semoga kaum muslimin enggak memandang remeh bahasa Arab, dalam artian menjadikan bahasa Arab laksana bahasa yang enggak diperhatikan dan makin fokus dan menaruh manah ke bahasa lainnya. Imam Asy Syafi’i berkata,

سمى الله الطالبين من فضله في الشراء والبيع تجاراً، ولم تزل العرب تسميهم التجار ثم سماهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بما سمى الله به من التجارة بلسان العرب، والسماسرة اسم من أسماء العجم، فلا نحب أن يسمى رجل يعرف العربية تاجراً، إلا تاجراً، ولا ينطق بالعربية فيسمي شيئاً بأعجمية، وذلك أن اللسان الذي أختاره الله عز وجل لسان العرب، فأنزل به كتابه العزيز وجعله لسان خاتم أنبيائه محمد صلى الله عليه وسلم، ولهذا نقول: ينبغي لكل أحد يقدر على تعلم العربية أن يتعلمها، لأنها اللسان الأولى، بأن يكون مرغوباً فيه من غير أن يحرم على أحد أن ينطق بأعجمية.


“Allah  menamakan individu-orang yang mengejar karunia Allah  menerobos jual-beli (berkedai) dengan tera tujjar  (para pelimbang-pent), kemudian Rasululah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah  sudah berikan, ialah (tujjar) dengan bahasa Arab. Sedangkan “samaasiroh” adalah keunggulan berusul bahasa ‘ajam (selain Arab). Maka kami tidak mengesir seseorang yang mengerti bahasa Arab menegur para musafir kecuali dengan nama “tujjar” dan janganlah seseorang yang berbahasa Arab lalu engkau menamakan sesuatu dengan bahasa ‘ajam. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang mutakadim dipilih oleh Sang pencipta , sehingga Allah  mengedrop kitab-Nya dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab menjadi bahasa penuntup para nabi, ialah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dari itu karena itu, kami katakan sebenarnya setiap insan yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain


.”

فقد كره الشافعي لمن يعرف العربية، أن يسمى بغيرها،

وأن يتكلم بها خالطاً لها بالعجمية


Padri Syafi’i membenci orang yang mampu beristiadat Arab namun dia menamakan dengan selain bahasa Arab atau anda beristiadat Arab sekadar mencampurinya dengan bahasa ‘ajam .”


(lihat


Iqtidho’


shiratal mustaqim


situasi 521-522 jilid I).

Semoga kita semua bersemangat untuk berlatih bahasa arab, karena keutamaan belajar bahasa arab begitu besar.


Baca Juga:

  • Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab
  • Pelajarilah Bahasa Arab Agar Mengarifi Agama

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel muslim.or.id

🔍 Thagut Yaitu, Kaidah Mengikhlaskan Sesuatu Dalam Islam, Contoh Ijma Dalam Sukma Sehari Hari, Tahlil Tahmid, Pron bila Aku Sukses

Source: https://muslim.or.id/51084-keutamaan-belajar-bahasa-arab-dan-ilmu-nahwu.html

Posted by: and-make.com