Apa sih ilmu
nahwu
itu? Apa sih ilmu
sharaf
itu? sangat apa hubungannya dengan bahasa Arab? nah di kata sandang kelihatannya ini, penulis akan menjawab tanya-tanya seputar itu. Nahwu dan Sharaf merupakan dua ilmu yangharus dikuasai untukmemahami bahasa Arab

Antara Bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf

Oleh Indah Fauziah (Mahasiswa PBA legiun 2016)

Apa sih hobatan
nahwu
itu? Segala apa sih aji-aji
sharaf
itu? dulu segala hubungannya dengan bahasa Arab? ambillah di kata sandang barangkali ini, dabir akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar itu. Nahwu dan Sharaf yakni dua guna-guna yangharus dikuasai untukmemahami bahasa Arab. Perumpamaan seorang mukmin, kita harus mengerti bahasa Arab. kok begitu? karena kitab tulus kita adalah Al-Qur’an yang berajar Arab. Pelajarilah bahasa Arab karena itu adalah bagian terbit agamamu, adalah Islam.

Pada awalnya bahasa Arab terdepan tak mengenal harakat (fathah, kasrah, dan dammah) maupun noktah. Hal ini dahulu menyulitkan cak bagi membacanya, termuat orang Arab koteng kesulitan. Kemudian bahasa Arab berkembang, tiba diberi noktah. Sehingga antara aksara hijaiyah yang satu dengan nan lainnya bisa dibedakan secara okuler. Saja untuk sebagian pematang, membacanya konsisten doang sulit. Apakah dibaca fathah, kasrah, maupun dhammah. Disinilah kedua ilmu ini merupakan Nahwu dan Sharaf bermain.

Apa itu sinuhun-aji Nahwu? Secara literatur, sinuhun-aji Nahwu didefinisikan misal “ilmu yang mempelajari kaidah-pendirian buat mengenali kalimat-kalimat bahasa Arab dari arah i’rab dan bina’-nya” (Jami’ud Durus, Syaikh Musthafa). Sekadar sederhananya yaitu dengan hobatan Nahwu kita bisa mengetahui bagaimana menbunyikan episode akhir dari suatu pengenalan intern struktur kalimat. Abstrak:
Alhamdu Lillahi Rabbil ‘Aalamiin. Cak kenapa abjad dal plong alas kata
Alhamdu
dibaca dhammah (du), bukannya kasrah (di), ataupun fathah(da)? Karena struktur kata
Alhamdu
bermain sebagai mubtada’, syariat mubtada’ ialah dibaca rafa’, yang ketika di awal kalimat ia harus dibaca dhammah. Maka dengan Nahwu, kita boleh mencerna bagaimana mendaras episode akhir suatu introduksi dalam struktur kalimat. Habis bagaimana kita boleh membaca huruf puas awal atau pertengahan pangan prolog seandainya nahwu belaka menggosipkan cara mendaras harakat kata penutup saja? Disinilah aji-aji Sharaf main-main.

Segala itu ilmu Sharaf? Secara literatur, hobatan Sharaf adalah “Guna-guna yang mempelajari prinsip-prinsip untuk mengenal arketipe-lengkap kalimat dan kondisi-kondisinya” (Jami’ud Durus, Syaikh Musthafa). Cuma sederhananya yaitu dengan aji-aji Sharaf kita boleh mengeahui teoretis pembukaan, karena setiap pembukaan n domestik bahasa Arab t peruntungan lengkap. Contohnya kata
“Ma-saa-jida”
yang pola katanya adalah
“Ma-faa-i-la”. Dengan mengarifi suatu pola, kita boleh memahami bagaimana pendirian membaca prolog-pembukaan tak yang n kepunyaan kesamaan lembaga dan eksemplar. Pola kata ini disebut wazan. Melalui mantra Sharaf sekali lagi kita dapat mencerna sumur akar maupun tulang beragangan bersih berpunca vokabuler-daftar kata. Adapun untuk membaca harakat alhasil, kita kembalikan sreg mandu- pendirian Nahwu.

Di lingkaran pesantren terletak istilah bahwa Nahwu yaitu buya dan Sharaf ialah ibunya. Maksudnya adalah hobatan Nahwu berlaku bagi menodongkan bagaimana sebaiknya satu perkenalan awal dibunyikan. Seperti layaknya seorang bapak nan berperan dalam melencangkan kesalahan, borek menggarap dan mengarahkan. Sedangkan ilmu Sharaf dianalogikan dengan ibu karena dari aji-aji Sharaf-lah terlahir bervariasi kosakata yang sesuai polanya saban.

Seperti layaknya sendiri ibu yang berperan bersalin momongan- anak. Bagi mencerna manajemen bahasa bahasa Arab, sedikitnya harus mengarifi dua parasan guna-guna ini. Karena lebih lanjut
Nahwu
dan
Sharaf
perumpamaan modal lakukan mengetahui ilmu gramatika bahasa Arab lainnya, begitu juga mantra badi, ma’ani, dan bayan, atau nan makin dikenal dengan hobatan
Balaghah.

Tulisan ini telah dimuat di:

https://www.kompasiana.com/indahfauziah/5d997f4f0d8230200031 b204/antara-bahasa-arab-nahwu-dan-sharaf