Belajar Akuntansi Berdasarkan Konsep Informasi Dan Terampil

1. Teknik Penialaian : Pengamatan melangkahi sawala dan tugas. 2. Prosedur Penilaian :

No Aspek yang dinilai Teknik

5 1 2 3 Sikap(Afektif)

– Meyakinkan momen melakukan uji kompetensi.

Manifesto(Serebral)

– Menjawab tanya – soal uji kompetensi dengan tepat.

Ketrampilan(Psikomotorik)

– Terampil dalam menjawab soal uji kompetensi. Pengamatan Tugas Uji Kompestensi Tugas Uji Kompetensi Sejauh urun pendapat Perampungan pengerjaan tugas uji kompetensi Penuntasan pengerjaan tugas uji kompetensi
G. Gawai Penilaian

 Soal : Terlampir  Kolom Penilaian :

1. Penilaian Hening Afektif

No

Nama Peserta

Didik

Aspek yang dinilai

Jumlah Nilai Jujur Teliti Bahara

Jawab Keterangan : 1 = Lewat invalid 2 = Tekor 3 = Sepan 4 = Baik 5 = Amat baik

Poin minimal dicapai tiap siswa ialah 5 Skor maksimal dicapai tiap petatar adalah 20

Predikat sikap pelajar :

5– 9 Perlu perhatian khusus

6

2. Penilaian Ranah Psikologis

Bentuk Soal : Pilihan Ganda & Essay

No Jenama Peserta Didik Aspek yang dinilai Besaran Angka

Kuantitas Jawaban Tepat Jumlah Jawaban Tidak Tepat
Publikasi :

Skor maksimal = 20

Skor
= besaran skor yang didapat x 5

3. Penilaian Ranah Psikomotorik

No Logo Pelajar Tuntun

Kecekatan

Terampil kerumahtanggaan menjawab uji kompetensi

T TT

Keterangan :

T : Terampil, dalam menjawab pertanyaan.

TT :Tidak Terampil, dan kurang segeh dalam menjawab soal 16– 20 Terpuji

7
K. Pelengkap

1. Penjabaran Materi 2. Soal dan Anak kunci Jawaban 3. Penilaian

Magelang, Juli 2016 Mengerti:

Guru Indra penglihatan Kursus Mahasiswa PPL

8

Pelengkap (MATERI PEMBELAJARAN)

Peranan akuntansi andai perlengkapan bantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan keuangan semakin disadari oleh semua pihak yang bersangkutan. Bahkan organisasi pemerintahpun, masa ini ini sedang berupaya lakukan menerapkan konsep-konsep akuntansi pada acuan manajemennya buat pamrih

pertanggungjawaban kegiatan. Itulah sebabnya, akuntansi semakin banyak dipelajari di berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar sekolah di pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian osean informasi yang diperlukan para manajer modern adalah kabar akuntansi. Oleh karena itu, para manajer dituntut untuk memiliki kemampuan menganalisis dan memperalat data akuntansi. Urut-urutan perekonomian yang semakin pesat inilah yang menuntut para pelaku ekonomi untuk lebih memafhumi data akuntansi nan dapat menerimakan informasi moneter yang dibutuhkan oleh publik dalam

pengambilan keputusan ekonomi.

1.
Signifikasi dan Tujuan Akuntansi

Akuntansi pelahap disebut laksana bahasa bisnis (business language), atau bertambah tepatnya perumpamaan bahasa pengambilan kepu- tusan. Semakin seseorang membereskan bahasa ini, maka akan semakin baik pula hamba allah tersebut menindak majemuk aspek moneter privat spirit- nya. Definisi akuntansi boleh dirumuskan melalui 2 (dua) sudut pandang, yakni definisi terbit tesmak pandang konsumen jasa akuntansi dan definisi berpunca sudut pandang proses kegiatannya.

Apabila ditinjau bermula kacamata pandang pengguna jasa akuntansi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin aji-aji dan atau aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang diperlukan bagi melaksana- cerek kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan satu entitas atau transaksi yang berperilaku moneter (financial ).

Kegunaan mualamat akuntansi adalah cak bagi: 1. Mewujudkan perencanaan yang efektif, sekaligus mengadakan sensor, serta pemungutan keputusan ekonomi yang tepat oleh manajemen; 2. Pertanggungjawaban entitas kepada para investor, kreditor, pemerintah, dan sebagainya.

Jika ditinjau dari sudut pandang proses kegiatannya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses kodifikasi, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu entitas. Dari sini bisa dilihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang mania, menyangkut berbagai spesies kegiatan, sehingga sreg dasarnya akuntansi harus: 1. Mengidentifikasikan data mana yang berkaitan ataupun relevan dengan keputusan nan akan diambil; 2.

9

Memroses atau menganalisis data yang relevan; 3. Menafsirkan data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dari definisi di atas, secara sederhana kita dapat menjelaskan bahwa akuntansi dapat menghasilkan manifesto yang digunakan manajer bikin menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi kembali memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mencerna kinerja keuangan dan kondisi perusahaan. Dengan demikian, secara umum, akuntansi bisa didefinisikan perumpamaan sistem manifesto finansial yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak nan berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi firma. Sebagai suatu sistem informasi moneter, akuntansi merupakan sebuah proses berbunga 3 (tiga) aktivitas, ialah pengidentifikasian, pencatatan dan komunikasi kejadian-kejadian gemi suatu perusahaan yang menghasilkan informasi bagi penggunanya, sebagaimana dijelaskan dalam ilustrasi 1.1.

1.1Pengertian Akuntansi berusul Beberapa Ahli

a.
Pengertian akuntansi menurut American Accounting Association

Adalah “Accounting as the process identifiying, measuring, and communicating economic information to permit informed judgements

and decisions by users of the information” “Akuntansi merupakan :

Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan nan jelas dan tegas lakukan mereka yang menunggangi informasi tersebut “”(Wilopo, 2005 : 9).

10

b.
Denotasi akuntansi menurut menurut Kieso (2002 : 2)

Akuntansi bisa didefinisikan secara tepat dengan menjelaskan tiga karakteristik penting pecah akuntansi: (1) pengidentifikasian, pengukuran, dan pengkomunikasian informasi moneter tentang (2) entitas ekonomi kepada (3) konsumen nan berkepentingan. Karakteristik-karakteristik ini telah dipakai untuk menjelaskan akuntansi selama beratus-ratus tahun.

c.
Denotasi Akuntansi Menurut Charles T. Horngren, dan Walter

Kaki langit.Harrison

(Horngren Harrison,2007:4) menyatakan bahwa: Akuntansi adalah sistem makrifat yang mengukur aktivitas jual beli, memroses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan kesudahannya kepada para pengambil keputusan.

d.
Pengertian akuntansi menurut FASB

Menurut FASB mendefinisikan akuntansi secara umum yakni:

“Accounting is the body knowledge and functions concered with

systematic originating, recording, classifying, processing, summerizing, analyzing, interpreting and supplying of dependable and significant information covering, transaction, and event wich are, in part at least, of financial character, required for the management and operation of an entity and for report that have to be submitted there on to meet fiduciary and other responsibilities”.

1.2Tujuan Akuntansi

Untuk menyiagakan suatu laporan keuangan yang akurat mudah-mudahan dapat dimanfaatkan maka itu para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Inventarisasi harian nan terlibat kerumahtanggaan proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi moneter adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi finansial pada suatu komersial dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, suatu disiplin ilmu nan tercalit tapi tetap terpisah dari akuntansi, yaitu suatu proses dimana pemeriksa netral menyelidiki pengumuman keuangan suatu organisasi bikin memberikan suatu pendapat atau opini – nan timbrung akal tapi tak dijamin sesudah-sudahnya – akan halnya kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang terterima awam.

11

2.
Peran Akuntansi dalam Perusahaan dan Pengguna Akuntansi

Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuntansi sebagai sumur informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lainpun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan firma. Makrifat- butir-butir tersebut ditampung menjadi suatu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai bawah buat pengutipan keputusan. Sebagai suatu sistem wara-wara, Akuntansi sangatlah diperlukan baik makanya pihak dalam perusahaan, maupun dari luar firma. Secara garis raksasa, pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi adalah:

1. Manajer. Koteng manajer perusahaan memerlukan informasi akuntansi bagi penyusunan perencanaan perusahaan, mengevaluasi kemajuan yang dicapai firma, serta melakukan tindakan koreksi nan diperlukan 2. Penyandang dana. Para investor sangat memerlukan data akuntansi suatu organisasi

untuk menganalisis perkembangan organisasi yang bersangkutan. Investor telah melakukan penghutanan modal pada satu usaha, dengan pamrih untuk mendapatkan hasil. Sehingga, investor harus melakukan analisis embaran keuangan perusahaan yang akan dipilihnya lakukan disuntik dana dari investor.

3. Kreditor. Kreditor berkepentingan dengan data akuntansi, karena kreditor berkepentingan untuk pemberian kredit kepada favorit nasabahnya. Nasabah nan dipilih kreditor adalah nasabah yang makmur melawan sendi pinjaman beserta bunganya plong waktu yang tepat. Makanya karena kreditor sangat berkepentingan dengan laporan keuangan calon nasabah dan nasabahnya.

4. Instansi Pemerintah. Instansi pemerintah sangat berkepentingan dengan maklumat akuntansi. Berpokok informasi moneter suatu organisasi, pemerintah akan dapat menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh organisasi nan berkepentingan.

5. Organisasi Nirlaba. Cak agar organisasi nirlaba berujud tidak cak bagi mencari laba, organisasi ini masih habis memerlukan informasi keuangan cak bagi tujuan penyusunan runding, membayar tenaga kerja dan membayar beban- muatan yang lain

6. Pemakai lainnya. Kabar akuntansi juga diperlukan maka itu organisasi lainnya seperti organisasi buruh, nan memerlukan informasi akuntansi bakal mengajukan kenaikan gaji, tunjangan- tunjangan, serta mengetahui kemajuan perusahaan dimana mereka berkreasi.

12

Proses dimana akuntansi menghasilkan amanat cak bagi pemakai dijelaskan pada ilustrasi 1.2.

2.1Peran Akuntansi Dalam Majemuk Latar Operasi Global

Internal era globalisasi, dunia propaganda dan publik telah menjadi semakin kompleks sehingga memaui adanya jalan berbagai disiplin hobatan termasuk Akuntansi. Akuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap pengambilan keputusan yang bersifat keuangan harus berlandaskan informasi akuntansi. Hal ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan organisasi bisnis. Perkembangan mayapada operasi semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Meres-bidang nan dahulu tidak di bayangkan bagaikan sektor persuasi sekarang menjadi sektor samudra. Perkembangan profesi akuntansi terasa makin meninggi setelah tahun 1985, Bebarengan dengan BEJ. Bunga Bank yang tingkatan menunda orang mencari alternatif untuk menepati kebutuhan permodalannya, persaingan antar perusahaan semakin meningkat dengan dibarengi heterogen persoalan nan dihadapi oleh perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan sangat membutuhkan kabar akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan. Akuntansi mengalami urut-urutan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya dagang surat-manuskrip berguna khususnya jual beli saham di pasar modal. Masyarakat Amerika sudah lalu mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007). Kerumahtanggaan bernegosiasi, baik para investor maupun favorit penyandang dana telah menggunakan laporan moneter perusahaan ibarat riuk suatu pedoman

13

dalam membuat antisipasi-prediksi dan bakal mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi internal tembusan-sahifah berharga, khususnya dalam saham. Perkembangan positif yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika juga menunjukkan bahwa kebutuhan firma akan modal pula meningkat seirama dengan perkembangan pasar. Jalan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang peranan penting privat perekonomian suatu negara khususnya Amerika sreg era tersebut. Di samping itu, sekali lagi berarti bahwa kebutuhan dan peran pemberitaan akuntansi menjadi semakin berarti. Keterpurukan ekonomi Indonesia akibat krisis ekonomi masa 1997 mementalkan prediksi John Naisbitt bahwa Indonesia akan menjadi salah suatu macan berpunca Asia. Tahun 2000, tiga tahun setelah krisis, di saat negara-negara lain yang sekali lagi terkena kemelut seperti Thailand, Korsel, Filipina dan Malaysia sudah memperoleh perbaikan perekonomian nan bermanfaat, perekonomian Indonesia (PDB) hanya bertumbuh 0,2%. (Asian Recover Information Center – ADB : Mei 2000) Tanri Abeng (1999) dalam Djalil (2000), menyatakan bahwa terwalak enam akar tunjang pokok permasalahan nan menyebabkan lambatnya pembaruan perekonomian di Indonesia, yaitu:

1. Ternyata pertumbuhan pesat Indonesia sebelum krisis lebih banyak

didorong karena pertumbuhan investasi bukan karena daya guna dan inovasi 2. Mayoritas kredit pasar firma yang listing di BEJ yakni overvalued

(90% nilai firma go public ditentukan oleh growth expectation, hanya 10% atas kemampuan konkret memperoleh laba; beda dengan negara modern, 30% growth expectation, 70% kemampuan kasatmata)

3. Struktur keuangan perusahaan enggak sehat (pinjaman lebih dari 100% dibandingkan ekuitasnya, perusahaan sehat mudah-mudahan dibawah 50% bermula ekuitinya)

4. Adanya mark-up dalam penyaluran kredit.

5. Pemusatan ekonomi enggak sehat (piramida ekonomi, atas: terletak 200 perusahaan konglomerat swasta dimiliki oleh 50 batih, perdua: hampir kosong.

6. Tidak ada good governance (minimal rendah menurut McKinsey 1999) Di sisi enggak, Indonesia dihadapkan pada tantangan ekonomi abad ke-21 adalah globalisasi ekonomi. Globalisasi ekonomi adalah suatu proses kegiatan ekonomi dan bazar, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kemujaraban pasar nan semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorialnegara.

14

Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya kesangkilan dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi nan menyangsang hubungan intraregional dan internasional akan terjadi persaingan antarnegara. Perwujudan berupa dari globalisasi ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia antara enggak terjadi dalam bentuk-bentuk berikut (Damanhuri, 2003):

1. Pembiayaan. Firma global mempunyai akal masuk untuk memperoleh pinjaman maupun melakukan pendanaan (baik intern rajah portofolio atau sinkron) di semua negara di dunia. Umpama eksemplar, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, maupun PT Jasa Marga internal memperluas jaringan urut-urutan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha terbit mancanegara.

2. Tenaga kerja. Perusahaan mendunia akan kreatif memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh mayapada sesuai kelasnya, sebagaimana pendayagunaan staf professional diambil berasal tenaga kerja yang telah punya pengalaman internasional dan\ataupun buruh diperoleh bersumber negara berkembang. Dengan kesejagatan maka human movement akan semakin mudah dan bebas

3. Jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan wara-wara dari negara-negara di mayapada karena kemajuan teknologi, antara lain melewati: TV, radio, sarana cetak dan lain-lain. Dengan jaringan komunikasi nan semakin maju mutakadim membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan manjapada cak bagi barang yang sama. Sebagai pola KFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di mana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia (baik nan berdomisili di kota maupun di desa) merentang lega selera universal.

4. Perbelanjaan. Situasi ini tersalurkan internal gambar penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai kendala non tarif. Dengan demikian kegiatan bursa dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena “less papers/documents” dalam perbisnisan, tetapi bisa mempergunakan jaringan teknologi

telekomunikasi yang semakin panjang lidah.

Dengan kegiatan niaga korporasi (bisnis corporate) di atas dapat dikatakan bahwa globalisasi menuju pada meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara melangkaui peningkatan tagihan dan keragaman transaksi antarnegara (cross-border transactions) internal rencana komoditas dan jasa, revolusi dana jagat rat (international capital flows), pergerakan tenaga kerja (human movement) dan penyebaran teknologi makrifat nan cepat.

15

Kekuatan ekonomi global menyebabkan bisnis korporasi teradat melakukan tinjauan ulang terhadap struktur dan politik usaha serta melandaskan kebijakan manajemennya dengan basis entrepreneurship, cost efficiency dan competitive advantages. Masalah siasat gigi asu dalam pasar dunia yang semakin mendelongop merupakan isu trik dan tantangan yang tidak ringan. Sonder dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang janjang niscaya komoditas suatu negara, termasuk produk Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar dunia semesta. Bahkan masuknya barang impor dapat mengancam posisi pasar lokal. Dengan perkenalan awal lain, privat pasar yang bersaing, keunggulan kompetitif (competitive advantage) merupakan faktor yang lalu terdepan dalam meningkatkan penampakan perusahaan. Banyak perusahaan lautan Indonesia terhempas karena keruncingan, karena persaingan universal, menunjukkan bahwa ternyata mereka tidak efisien. Menyadari hal tersebut bilang firma ki akbar mengamalkan prediksi dengan mencoba untuk tidak menjadi bubble company tetapi menjadi sustainable company (Hasan, 2000). Good Corporate Governance, tata kelola perusahaan yang baik, diyakini mampu merealisasikan kerinduan tersebut, karena tidak saja bertujuan pada profit oriented tapi juga fokus pada kebutuhan seluruh stakeholder-nya. Untuk itu transparansi, akuntabel, fairness, dan responsibilitas terutama sangat perlu dipahami dan direalisasikan organisasi baik organisasi swasta ataupun organisasi sektor publik. Akuntansi, sebagai information provider, perlu mengingat-ingat bahwa high quality information yakni radiks berasal good corporate governance. Maka dari itu karena itu para pelaku akuntansi perlu mencatat tanggung jawab mereka untuk menyediakan embaran maupun makrifat moneter yang handal dan akurat.

16

Source: https://id.123dok.com/article/penilaian-proses-hasil-belajar-sumber-alat.y6ew2ngz

Posted by: and-make.com