Beberapa Latihan Dasar Yang Perlu Dipelajari Oleh Seniman Pantomim

Teknik Dasar Pantomim (Materi Seni Budaya SMP Kelas bawah 8 – Halaman 98 s/d 106)




A.




Konotasi Pantomim.


Pantomim adalah pertunjukan teater minus kata – introduksi nan dimainkan dengan gerak dan ekspresi durja biasanya diiringi music. Pantomim merupakan seni pertunjukan nan penampilannya bertambah mengandalkan pada gerak – gerak jasad dan ekspresi durja. Pantomim dalam bahasa Latin, “Pantomimus”, artinya meniru apa sesuatu, merupakan suatu tontonan teater yang menggunakan tubuh, dalam bentuk ekspresi paras atau gerak fisik sebagai dialog.

Bicara adapun pantomime tak bisa lepas dari satu segel yakni Charles Spencer Chaplin atau Charlie Chaplin (1889 – 1977). Chaplin induk bala pantomime nan naik daun semenjak Amerika nan mempopulerkan pantomime lewat bioskop bisunya. Dengan gerak – gerik, riasan wajah, seragam dan karakter membawa gelak tokoh Chaplin menjadi inspirasi dan acuan para pemain pantomime dalam mengerjakan pengejawantahan pantomime.

Maslahat utama berusul gerak – gerak pantomime yaitu aksi imajinatif atau gerak peniruan. Seolah – olah sedang menyandang benda biarpun bendanya tidak ada, seolah – olah ada di suatu tempat yang rame meskipun sedang koteng. Gerakan – gerakan nan melukiskan suatu peristiwa harus diyakini benar seolah – olah peristiwanya nyata. Pertunjukan pantomime biasanya bersifat lucu, humoris dan menghibur, juga gerakannya komikal yaitu gerakan menggelikan. Propaganda – gerakan nan ditampilkan ialah hasil pecah penggodokan gerak nan distilir atau digayakan. Perpaduan antara gerak – gerik raga yang menarik pula ekspresi wajah yang bertabiat akan membuat pantomime menjadi sajian tontonan yang bagus. Jadi kalau kita menampilkan pertunjukan pantomime harus menguasai teknik perebusan tubuh dan ekspresi terlebih dahulu.



B.




Teknik Dasar Bermain Pantomim.

Banyak teknik dan metode latihan nan bisa menjadikan seseorang menjadi anak tonsil pantomime yang baik. Secara garis raksasa, ada dua kursus yang harus dikuasai untuk dapat berpantomim dengan baik, adalah tuntunan olah jasad dan les ekspresi wajah. Kedua latihan ini harus dilakukan dengan betapa – sungguh dan berimajinasi secara kreatif.



1.




Latihan Olah tubuh.


Bilang hierarki nan dilakukan privat olah tubuh yaitu pelenturan tubuh atau strectching, pemanasan dan pendinginan. Tahap pelenturan dilakukan dengan melenturkan seluruh buku-buku jasad dan penegangan otot – urat sosi dari mulai suku, pinggang, bokong tangan, pundak dan sekitar penasihat.

Lakukanlah kampanye penasihat ke kiri – ke kanan, ke depan ke bokong secara teratur pelan – pelan dan berulang. Setelah itu, lakukan operasi memutar kepala secara penuh, kemudian berganti sisi sebaliknya. Lakukan secara berulang sampai dirasakan cukup. Efek yang akan terasa ringan urat bagian kepala.


Manfaat tangan pada pantomime lampau penting dalam melakukan propaganda – operasi imajinatif. latihan lega tangan ditujukan untuk ki melatih persendian, kekuatan otot dan kekenyalan otot tangan. Pengolahan gerak tangan lebih variasi karena dapat dilakukan ke segala apa arah. Tangan dapat dilakukan lurus keatas, ke samping, ke depan, memutar telapak tangan, melentikkan jari – ujung tangan tangan serta gerakan lainnya.


Latihan plong bagian jasmani meliputi bagian perut, dada dan bekas kaki. Penggarapan ketiga fragmen tubuh ini memiliki peran berarti bagi seorang pemain teater karena ialah episode yang menerimakan bilyet pada sikap fisik peran. Latihan nan dilakukan pada penggalan tubuh ini dapat dilakukan dengan menggerakkan dan melenturkan badan ke depan dengan membungkuk dan ke belakang dengan menekuk pada bagian makanan sehingga tubuh melengkung ke bokong.


Bagian bokong juga penting untuk dikerjakan agar gerakan jasad lebih laur dan fleksibel. Pada bagian pinggul, aksi tubuh dapat dilakukan ke samping, ke depan dan membengkok.

Rasakan bagian – bagian torsomu, menjadi berat atau menjadi ringan. Rasakan rayapan bagian bokong dan torsomu menjadi bisa bergerak bebas.


Tungkai memiliki peran penting. Kekuatan kaki perlu dilatih sehingga kita dapat tetap tegak mengalir perlahan-lahan diatas medan. Berdiri di atas satu kaki adalah riuk satu les keseimbangan fisik.

Berlatihlah berbagai pose dengan pijakan pada kaki. Seperti pose pohon yang kokoh menjulang tataran, gangguan karang nan menghambat ombak dan bermacam ragam pose dengan insanan pataka.



Tahap pemanasan dilakukan setelah urat – urat dan persendian tubuh lentur dan siap bakal berputar sebebas mungkin. Latihan operasi yang dilakukan membentangi tutorial gerak – gerak stakato (gerakan abtar – patah) dan Legato (gerak bergerak).


Abstrak Les :


a.


Lakukanlah latihan dengan kedua tanganmu seolah – olah menempel di cermin. Geserkan dan pindahkan posisi telapak tanganmu dalam berbagai ragam posisi.


b.


Lakukanlah seolah – olah tubuhmu ialah sebuah rumput alang – alang yang tertiup angina dari berbagai arah. Rasakan tubuhmu bergerak ke kiri, ke kanan, ke depan dank e belakang secara lembut.


c.


Ekspresi durja. Latihan ekspresi wajah boleh dilakukan di depan transendental dengan menggambarkan berbagai ekspresi, diantaranya ketika kita dalam kondisi dayuh, senang, gembira, kecewa, marah.



2.




Bentuk Performa Pantomim.


Bentuk penampilan pantomime boleh dikelompokkan sesuai dengan jumlah anak tonsil yang tampil, ialah Pantomim Individual, Pantomim Berapatan dan Pantomim Kelompok.



a.




Pantomim Tersendiri.


Pementasan Kialan spesifik dimainkan maka dari itu satu turunan pemain. Kebanyakan tema dan fragmen yang ditampilkan aktual persoalan yang dihadapi oleh seseorang intern berbagai kondisi, sebagai contoh koteng nan sedang berada dijalanan histeris mau menyeberang jalan kemudian hujan dan angina datang. Selain itu, misalnya orang yang semenjana kebingungan kehilangan sesuatu. pada Pantomim tunggal dapat mencari tema – tema nan menarik kerjakan dimainkan sendiri.



b.




Pantomim Berpasangan.


Selain dimainkan sendiri, Kialan lagi menyentak kalau dimainkan maka dari itu dua orang atau berdempetan. Tema dan putaran nan dapat ditampilkan tentunya keunikan dari dua basyar yang ganti merespon gerak – gerak nan kocak. Coba untuk bersama temanmu episode dibawah ini


1.


Dua orang sedang tarik – menarik tambang.


2.


Dua orang sedang menunda roda pasir nan berat dengan perkembangan panjat sebatas mengeluarkan pasirnya.



c.




Pantomim Kelompok.

Kialan kembali bisa dilakukan maka dari itu berusul dua insan atau secara kerubungan. Gerak – gerak Pantomim secara gerombolan dapat dibuat adegan begitu juga menirukan gerakan keropok bebek nan sedang digembala petani, adegan di sebuah pasar nan gempita dengan beragam macam aktifitas bisa juga mencari aktifitas – aktifitas yang menghirup lainnya.


Source: http://www.erwinedwar.com/2018/09/teknik-dasar-pantomim-materi-seni.html

Posted by: and-make.com