Bahan Ajar Untuk Pemograman Dasar

Pengembangan bahan ajar modul pemrograman dasar untuk peserta inferior X Program Keahlian Perkomplotan Perabot Lunak di SMK Nasional Malang / Korawati Muji Astutik

— (Read : 1 Times)


Kode Buku : Rs 005.3076 AST p

Universitas Negeri Malang. Program Penajaman Pendidikan Teknik Informatika 2015

Niskala
Astutik, Korawati M. 2013. Pengembangan Target Bimbing Pemrograman Dasar bakal Pesuluh Kelas bawah X Programa Keahlian Persekongkolan Gawai Panjang hati di Tingkat SMK. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom, (2)Drs. Dwi Prihantono, S.S.T., M.Pd.

Kata Kunci : sumber belajar, bahan didik, Pemrograman Dasar, Rekayasa Perkakas Sabar (RPL), SMK
Modul merupakan bulan-bulanan ajar yang kontributif siswa mencapai maksud pembelajaran dalam sebuah proses penataran. Keberadaannya menjadi terdepan bagi suatu instansi pendidikan baik nan berlisensi swasta alias eigendom pemerintah. Pentingnya kehadiran modul n domestik menyampuk proses pembelajaran menjadi faktor terdepan dibuatnya modul pada matapelajaran pemrograman dasar. Oleh karena itu, modul ini dibuat berniat bakal membantu pelajar maupun guru dalam melaksanakan pengajian pengkajian, diharapkan dapat memecahkan faktor.

Berlandaskan observasi yang telah dilakukan di SMK Nasional Malang, faktor nan menjorokkan penyelidik cak bagi mengembangkan objek jaga ialah kurangnya sumur berlatih berupa bahan didik modul yang memadai misal penunjang keterlaksanaan pembelajaran. Materi yang dikembangkan internal bahan jaga ini yakni sebagai berikut: (1) algoritma pemrograman, (2) algoritma percabangan, (3) algoritma iterasi, (4) bahasa pemrograman, (5) variasi data, variabel, operator dan ekspresi, (6) struktur kontrol percabangan, dan (7) struktur kontrol perulangan.

Pendalaman ini menggunakan rancangan riset berasal Sugiyono (2011). Alasan digunakan model pengembangan Sugiyono karena langkah-langkah dalam model ekspansi Sugiyono sesuai dengan tujuan dihasilkannya produk bahan ajar adalah untuk menguji kelayakan modul yang dihasilkan kerumahtanggaan proses penerimaan di kelas. Ancang-langkah pengembangan menurut Sugiyono (2008:298) terdiri bermula 10 awalan, yaitu: (1) potensi dan komplikasi; (2) mengumpulkan warta; (3) desain komoditas; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) pembuatan produk masal.

Hasil secara keseluruhan dari pengembangan sasaran ajar Pemrograman Dasar untuk Kelas X di SMK Kebangsaan Malang didapat persentase tingkat kelayakan 89,5% dan dinyatakan habis sepan. Keseluruhan hasil yang didapat adalah berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif berbunga validasi para pandai dan uji coba kelayakan pesuluh kelas X (deka-). Hasil pembuktian ahli media di dapat persentase 88,% dan dinyatakan sangat valid. Hasil validasi ahli materi di dapat persentasi 93% dan dinyatakan sangat bonafide. Hasil uji coba siswa yang dilakukan makanya peserta papan bawah X di SMK Nasional Malang didapat persentase tingkat kelayakan 87,5% dan dinyatakan sangat pas.

Source: http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/69098.html

Posted by: and-make.com