Aspek Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Sari Asih Desa Cilamaya Girang Kecamatan Blanaka

PENINGKATAN KEMAMPUAN Menggambar Goresan Kisahan MELALUI Pemanfaatan MEDIA Gambar Berseri DALAM Penataran BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Radiks : Pendalaman Tindakan Kelas lega Pelajar Kelas V Sekolah Dasar Negeri Sari Asih Desa Cilamaya Girang Kecamatan Blanaka

Bahasa
merupakan organ komunikasi nan digunakan oleh setiap cucu adam dengan nan lain. Ibarat radas komunikasi,
bahasa
substansial tanda baca bunyi yang dihasilkan maka dari itu radas sebut bani adam.
Bahasa
mampu memberikan penjelasan dan cerminan tentang barang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dipikirkan makhluk melampaui
bahasa
pula, hamba allah berekspresi, mengemukakan wanti-wanti, ide, gagasan, pendapat, dan hasil karyanya. Mereka dapat saling mengenal lalu mengikuti dan mengemukakan barang apa hal nan ada dalam dirinya sendirisendiri. Dengan demikian terjadinya interaksi sosial antara manusia dan lingkungannya yang dihubungkan maka itu
bahasa
misal perabot komunikasi.

Baca lebih lanjur


25 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Dawuan Timur I Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Tahun A

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS Goresan NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING Dalam PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Bawah: Penekanan Tindakan Papan bawah sreg Pelajar Papan bawah IV Sekolah Bawah Area Dawuan Timur I Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang Tahun A

Bahasa
merupakan
dasar
bagi pengetahuan basyar.
Bahasa
juga dikatakan sebagai alat komunikasi yang digunakan oleh setiap manusia dengan yang enggak. Sebagai organ komunikasi,
bahasa
konkret simbol obstulen yang dihasilkan oleh alat ucap insan.
Bahasa
mampu memberikan penjelasan mengenai segala apa nan dilihat, didengar, dirasakan, dan dipikirkan. Melalui
bahasa
sekali lagi, makhluk bisa berekspresi, menyampaikan pesan, ide, gagasan, pendapat, dan hasil karyanya. Mereka dapat silih mengenal terlampau mengikuti dan menganjurkan segala keadaan yang ada dalam dirinya masing-masing. Dengan demikian terjadinya interaksi sosial antara sosok dan lingkungannya yang dihubungkan oleh
bahasa
ibarat perlengkapan komunikasi.

Baca lebih jauh


44 Baca bertambah lajut

S PGSD 1107188 bibliography

S PGSD 1107188 bibliography

Sugilar, Riszki Angga: (2013),
Peningkatan
Kemampuan
Batik
Karangan
Cerita
Melalui
Penggunaan
Media
Kerangka
Gemerlap
Privat
Penataran
Bahasa
Indonesia
Di
Sekolah
Dasar
:
Penelitian
Tindakan
Kelas
Pada
Siswa
Inferior
V
Sekolah
Dasar
Negeri
Ekstrak
Asih
Desa
Cilamaya
Girang
Kecamatan
Blanakan Kabupaten Subang. S1 thesis, Universitas Pendidikan
Indonesia
. http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDON

Baca lebih lanjut


2 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA GAMBAR BERSERI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Kenaikan KEMAMPUAN Menggambar Catatan Cerita DENGAN Ki alat GAMBAR BERSERI KELAS IV SEKOLAH DASAR

Berlandaskan hasil
penelitian
dan simpulan dari
penelitian, terwalak beberapa saran yang dikemukakan internal
penggalian
ini, antara lain bak berikut (a) hasil
penelitian
tindakan
inferior
nan sudah dilaksanakan dalam proses
penerimaan
menggambar
karangan
narasi
dengan
wahana
gambar
gilanggemilang
ternyata bisa meningkatkan hasil
karangan
narasi
siswa. Oleh karena itu, mudahmudahan guru
bahasa
Indonesia
dapat menerapkanp
pemanfaatan
media
rancangan
bersemarak
bikin membantu dalam proses
pembelajaran, sehingga tujuan pecah
pembelajaran
akan tercapai dan terlaksana dengan baik, (b) Guru hendaknya buruk perut melakukan refleksi terhadap pelaksanaan
pengajian pengkajian
nan dilakukan sepatutnya temperatur boleh mengetahui kehilangan suka-suka proses
pengajian pengkajian
nan telah dilaksanakan, sehingga menjadi bahan koreksian bakal memperbaiki proses
pembelajaran
seterusnya, (c)Sebagaimana nan kita ketahui
pembelajaran
bahasa
Indonesia
bilang diantaranya diarahkan bagi menumbuhkan penghormatan terhadap hasil kesastraaan dan meningkatkan
kemampuan
murid
privat berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. maka itu sebab itu, menjadi sebuah kewajiban seorang guru lakukan terus memupuk kegemaran
pelajar
terhadap sebuah karya sastra sehingga
siswa
lain mengalami kesulitan dalam
menggambar
sebuah karya yang berkaitan dengan sastra seperti
coretan
narasi.

Baca lebih lanjut


14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIADI SEKOLAH DASAR : Penelitian Tindakan Kelas pada Kelas V Sekolah Dasar Negeri Dawuan Timur I Kecamatan Cikampek Kabupaten

S PGSD 1105379 bibliography

S PGSD 1105379 bibliography

Irma Yuliantini, 2015 Penggunaan MEDIA GAMBAR Kilat Cak bagi MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI Peserta SEKOLAH Asal Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | p[r]


3 Baca lebih lajut

koleksi ptk sd smp sma bagian 1   GuruPintar s pwk 1004057 title

EFEKTIVITAS KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI TEKNIK CERITA BERANTAI DAN BERANDAI-ANDAI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ADIREJA WETAN 01 KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP - repository perpustakaan

PENGARUH PENDEKATAN PROSES BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI DI SEKOLAH DASAR

PENGARUH PENDEKATAN PROSES BERBANTUAN MEDIA GAMBAR Gemerlap TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS Goresan NARASI DI SEKOLAH Pangkal

Mengenai saran yang dapat penyelidik disampaikan berdasarkan hasil
riset
yang telah dilakukan merupakan sebagai berikut. (1)
Pemakaian
alat angkut
rangka
berseri
dalam
penelaahan
menulis
garitan
membawa kekuasaan yang kasatmata lakukan
peserta
dalam melatih kesigapan
petatar
kerumahtanggaan
menulis. Disarankan kepada guru
bahasa
Indonesia
yang mengajar di
kelaspapan bawah
rendah kerjakan dapat mengaplikasikan
alat angkut
gambar
gilanggemilang
ini dengan baik. (2) Diharapkan bagi guru yang melakukan
pembelajaran
dengan menggunakan
kendaraan
gambar
bersemarak
bagi boleh memahami persiapan-langkah peng- gunaan
media
buram
berseri, sehingga kegiatan
pembelajaran
dengan menggunakan
media
rencana
berseri
menjadi lebih menarik, menyenangkan dan memasrahkan cambuk bakal
peserta
bagi membiasakan. (3) Bagi peneliti nan ingin meneliti lebih lanjut mengenai
penggunaan
media
gambar
berseri
disarankan agar membuat perencanaan yang matang sebelum menerapkan
pembelajaran
batik
karangan
dengan
eksploitasi
media
rangka
berseri
ini, kiranya harapan yang dicapai lebih maksimal.

Baca lebih lanjut


9 Baca kian lajut

KOMIK 33 PENGARUH PESAN NABI JAGA MATA, JAGA TELINGA, JAGA MULUT SEBAGAI MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI TAKTAKAN 1.

KOMIK 33 PENGARUH PESAN NABI JAGA Alat penglihatan, JAGA Telinga, Pelihara Bacot Umpama MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI Pada Petatar Kelas bawah V SEKOLAH DASAR Area TAKTAKAN 1.

Pengkhususan
ini dilatar belakangi oleh keterampilan
batik
siswa
SD (Sekolah
Pangkal) yang berbeda, walaupun
siswa
di SD memiliki potensi yang setimbang untuk
menulis, namun lain semua
siswa
memiliki kegesitan
menggambar
garitan
narasi
yang sama. Atas
asal
itulah maka diperlukan solusi buat mengatasinya, pelecok satunya dengan menggunakan
ki alat
komik 33 Pesan Nabi sebagai
alat angkut
dalam
pembelajaran
menulis
karangan
cerita. Rumusan penyakit mulai sejak
penajaman
ini adalah “Bagaimana proses
penataran
menulis
karangan
kisah
puas
murid
kelas
V
Sekolah
Dasar
Negeri
Taktakan 1 dengan
media
komik sebagai
ki alat
pembelajaran? Bagaimana hasil kesigapan
menggambar
garitan
narasi
plong
siswa
kelas
V
Sekolah
Dasar
Wilayah
Taktakan 1 sebelum dan sesudah
eksploitasi
ki alat
komik? Bagaimana perbedaan keterampilan
menulis
goresan
narasi
pada
petatar
kelas
V
Sekolah
Dasar
Negeri
Taktakan 1 sebelum dan sehabis
penggunaan
media
komik?”. Pamrih dari
penelitian
ini ialah untuk mengetahuinya
ki alat
komik sebagai
media
pembelajaran
menulis
karangan
kisahan
plong
siswa
inferior
V
Sekolah
Dasar
Negeri
Taktakan 1, untuk mendapatkan hasil kegesitan
menulis
tulisan
kisahan
lega
siswa
kelas bawah
V
Sekolah
Sumber akar
Kewedanan
Taktakan 1 sebelum dan pasca-
eksploitasi
media
komik dan bikin memperoleh perbedaan hasil membiasakan
menggambar
coretan
kisah
pada
siswa
papan bawah
V
Sekolah
Asal
Wilayah
Taktakan 1 sebelum dan sesudah
penggunaan
media
komik. Metodologi
penelitian
nan digunakan dalam
penelitian
ini adalah pendekatan kuantitatif karena data n domestik
penekanan
ini konkret angka-skor dan analisis menggunakan perangkaan.
Eksplorasi
ini menggunakan metode eksperimen. Desain
penelitian
nan digunakan adalah one-group pretest-posttest.
Penelitian
ini dilakukan untuk membandingkan hasil pretes dan postes.
Penelitian
ini di awali dengan kegiatan pretes, kemudian diberikan

Baca lebih jauh


28 Baca kian lajut

S PGSD 1003375 Title

S PGSD 1003375 Title

Pemanfaatan Ki alat AUDIO VISUAL Bikin MENINGKATKAN Kegesitan MENYIMAK DAN Berkata PADA SISWA SEKOLAH Pangkal Penelitian Tindakan Kelas bawah di Kelas V Sekolah Asal Negeri 3 Cibogo Keca[r]


3 Baca bertambah lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL MIND MAPPING PADA SISWA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR - repository perpustakaan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN Menggambar KARANGAN NARASI Mata PELAJARAN BAHASA INDONESIA Menerobos MODEL MIND MAPPING Plong Murid KELAS IV DI SEKOLAH DASAR – repository perpustakaan

Kemampuan
menulis
garitan
kisahan
siswa
dalam
penelaahan
Bahasa
Indonesia
masih sedikit.
Penelitian
ini berniat untuk meningkatkan keterampilan
menulis
karangan
narasi
menggunakan mind mapping pada
pembelajaran
Bahasa
Indonesia
pelajar pelihara
kelas
IV SD
Negeri
1 Karangjati. Jenis
investigasi
ini merupakan
penelitian
tindakan
kelas. Subjek
penekanan
adalah peserta ajar
kelas
IV SD
Kawasan
1 Karangjati yang berjumlah 15
siswa
terdiri berbunga 7
murid
laki-laki dan 8
siswa
dara. Pengumpulan data
penyelidikan
menggunakan perabot observasi puas proses
pembelajaran, tes
menulis
karangan
kisahan
di akhir siklus, dan dokumentasi. Mengenai teknik kajian data yang digunakan adalah analisis data tes dan non tes. Hasil
penelitian
menunjukkan bahwa contoh mind mapping dapat meningkatkan kegesitan
menulis
tulisan
narasi
plong mata latihan
Bahasa
Indonesia
pelajar
kelas
IV SD
Provinsi
1 Karangjati. Peristiwa tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya poin rata-rata
menulis
catatan
narasi
berpangkal siklus I ke siklus II. Nilai umumnya dalam
menulis
catatan
kisah
pada siklus I asian biasanya 71 dan pada siklus II mengalami
peningkatan
sebesar 4,67 menjadi 75,67. Pesuluh didik yang memenuhi KKM pada siklus I sebesar 66,67% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II, maupun terjadi
peningkatan
sebesar 13,33% bersumber siklus I ke siklus II.
Penggunaan
pola mind mapping boleh meningkatkan
kemampuan
menulis
karangan
narasi
siswa
plong mata tutorial
Bahasa
Indonesia
di
inferior
IV SD
Negeri
1 Karangjati.

Baca selanjutnya


16 Baca makin lajut

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DI KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI DI KABUPATEN BANDUNG BARAT.

PENDAHULUAN  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS VII A SMP MUHAMMADIYAH 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011.

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IVB SD NEGERI 10 METRO PUSAT

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 1 MANYARAN MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI

UPAYA MENINGKATKAN Cemeti DAN Kecekatan MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Wilayah 1 MANYARAN Melintasi Pengusahaan MEDIA Rencana BERSERI

Bagan tersebut di atas menurut Schin, Koeswara, Monks, Joyce&Weil, Winkel(n domestik Dimyati dan Mudjiyono, 2002:94) dijelaskan bahwa: (1) temperatur adalah pendidik nan bertindak internal rekayasa pedagogis. Ia menyusun desain
pengajian pengkajian, dan dilaksanakan dalam proses berlatih mengajar. Guru bertindak membelajarkan
murid
yang punya motivasi intrinsik. (2)
Siswa
adalah pebelajar nan paling berkepantingan dalam menghayati membiasakan. (3) Dalam proses belajar mengajar, temperatur melakukan
tindakan
ki melatih seperti memberi hidayah, memuji, menyapa, memvonis dan memberi nasihat.
Tindakan
guru tersebut berarti memerdukan motivasi intrinsik dan mendorong
petatar
belajar yang bermakna penguatan pecut ekstrinsik.
Siswa
tertarik belajar karena mau memperoleh anugerah alias memencilkan siksa. Sesuai dengan tugas jalan maka
siswa
dapat bangkit untuk beremansipasi menjadi mandiri. Emansipasi kemerdekaan tersebut serta merta sepanjang kehidupan sesuai dengan tingkat pertumbuhan n domestik memenuhi kebutuhan pribadi. (4) Dengan belajar yang

Baca kian lanjut


163 Baca lebih lajut

S PGSD 1105379 chapter5

S PGSD 1105379 chapter5

nilai umumnya dan persentase
kemampuan
menggambar
karangan
narasi
siswa
yang meningkat puas siklus I, II dan III. Pada siklus I nilai umumnya yang diperoleh
petatar
sebesar 64,5 dengan persentase ketuntasan 51,6%, pada siklus II nilai galibnya yang diperoleh
murid
sebesar 71,1 dengan persentase ketuntasan 64,9% dan pada siklus III skor rata-rata yanng diperoleh
siswa
sebesar 80 dengan persentase ketuntasan 89,2%.


3 Baca bertambah lajut

S PGSD 1105379 chapter3

S PGSD 1105379 chapter3

Pelaksanaan
Penajaman
Tindakan
Kelas
merupakan suatu pernah siklus yang membenang. Di antara siklus-siklus tersebut terdapat pengetahuan sebagai balikan terhadap apa nan telah dilakukan oleh pemeriksa. Menurut Ebbut (1985) privat Wiriatmadja (2009, hlm. 12)
penelitian
tindakan
kelas
yaitu kajian sistematik dari upaya perbaikan pelakasanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan
tindakantindakan
dalam
pembelajaran, bersendikan refleksi mereka mengenai hasil dari
tindakantindakan
tersebut. Selain itu,
Penajaman
Tindakan
Papan bawah
merupakan suatu cara memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme temperatur, karena guru yaitu orang yang paling senggang segala apa sesuatu yang terjadi intern
pembelajaran
(Mulyasa, 2009, hlm. 88).

Baca lebih lanjur


14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM MATA  PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI BERBANTU MEDIA GAMBAR BERSERI DENGAN PENDEKATAN CTL SEKOLAH DASAR

Peningkatan Kelincahan MENULIS KARANGAN Narasi BERBANTU MEDIA GAMBAR Gilanggemilang DENGAN PENDEKATAN CTL SEKOLAH DASAR

Sementara itu pada hasil siklus III tersebut, diperoleh data
kemampuan
guru privat merancang
pembelajaran
menulis
karangan
narasi
dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning berbantu
kendaraan
bagan
berseri
dengan masukan nilai rata-rata 3,94 skor ini dikategorikan baik sekali dan mengalami
peningkatan
bersumber siklus II dengan beda
eskalasi
0,16. Data
kemampuan
temperatur kerumahtanggaan melaksanakan
pembelajaran
menggambar
karangan
narasi
dengan menggunakan pendekatan contextual teaching and learning berbantu
alat angkut
gambar
berseri
dengan perolehan angka rata-rata 3,91 ponten ini dikategorikan baik sekali dan mengalami
peningkatan
dari siklus II dengan selisih
eskalasi
0,1. Bersendikan hasil observasi keterampilan
murid
menulis
karangan
cerita
di
kelas
VA nan berjumlah 28 individu pada siklus I, diperoleh bahwa data skor besaran seluruh
siswa
pada aspek kesesuaian judul dengan
bagan
gemerlap
dan isi
karangan
yaitu 54. Sehingga kredit rata-rata yang diperoleh yaitu 1,92. Pada aspek ketelitian isi
karangan
sesuai dengan urutan cerita merupakan 68. Sehingga nilai rata- rata yang diperoleh adalah 2,42. Pada aspek ketelitian prolog (diksi), dan kalimat adalah 60. Sehingga nilai kebanyakan yang diperoleh yaitu 2,14. Pada aspek
pemakaian
ejaan dan tanda baca adalah 55. Sehingga nilai umumnya yang diperoleh merupakan 1,96. Pada aspek organisasi isi ialah 68. Sehingga nilai rata-rata yang diperoleh yakni 2,42. Nilai rata-rata
kelas bawah
dari hasil belajar
siswa
batik
karangan
cerita
pada siklus III mengalami
peningkatan
bersumber siklus II yaitu 61,90 menjadi 72,61 dengan tikai
peningkatan
10,71. Pada siklus III, 15 basyar
siswa
maupun sekitar 53,57%
siswa
mutakadim hingga ke KKM. Peristiwa ini berarti
pelajar
mengalami selisih
eskalasi
sebesar 14,29% pecah hasil
siswa
pada siklus II.

Baca lebih lanjur


14 Baca kian lajut

Source: https://id.123dok.com/title/peningkatan-kemampuan-penggunaan-pembelajaran-indonesia-penelitian-tindakan-kecamatan

Posted by: and-make.com