Aspek Keterampilan Dasar Pembelajaran Ips Di Sd Adalah





BAB I


PENDAHULUAN



1.1





Latar Belakang

Internal abad informasi seperti saat ini ini orang, tulangtulangan, bahkan negara nan memiliki dan memanfaatkan informasi akan kian berbenda menghadapi permasalahan dibanding pihak yang cacat memiliki atau tidak memanfaatkan kabar. Unruk memperoleh manifesto diperlukan upaya tertentu sesuai dengan derajat ataupun tingkat manfaat dari informasi nan ingin diperoleh. Langkah-langkah untuk memperoleh informasi antara lain dengan mencarinya pada sumber-sumber manifesto sarana waktu , media elektronik , taman pustaka , menggunakan pertanyaan pertanyaan bakal menggali warta dari individu – individu atau masyarakat. Untuk mendapatkan informasi yang cukup cermin diperlukan keterampilan–keterampilan tertentu privat hal menyusun , memilih, dan pula menggunakan pertanyaan. Oleh karena itulah pada makalah ini akan menjelasakan bagaimana
mengidentifikasi dan melatih menggunakan keterampilan bertanya serta melatih bagaimana keterampilan memperoleh, menganalisis, menyajikan kembali memanfaatkan informasi.



1.2





Rumusan Komplikasi


1.



Apakah yang dimaksud dengan Keterampilan Dasar IPS?


2.



Apakah harapan utama dari Ilmu Pengetahuan Sosial ?


3.



Bagaimana penjenisan Kecekatan Dasar IPS ?


4.



bagaimana perkembangan siswa dalam mengembangkan Keterampilan Asal IPS ?



1.3





Tujuan


1.



Untuk mengetahui pengertian dari Ketangkasan Radiks IPS.


2.



Untuk mengetahui pamrih penting dari Kelincahan Dasar IPS.


3.



Kerjakan memahami bagaimana pengklasifikasian Keterampilan Dasar IPS.


4.



Kerjakan mengetahui bagaimana perkembangan siswa n domestik mengembangkan Keterampilan Radiks IPS.


BAB II


PEMBAHASAN



1.





PENGERTIAN KETERAMPILAN Asal IPS

Somantri (2001) mengemukakan bahwa Pendidikan IPS yakni suatu penyederhanaan disiplin ilmu-ilmu sosial, ideologi negara dan disiplin mantra lainnya serta kebobrokan-kelainan sosial terkait yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk maksud pendidikan pada tingkat pendidikan radiks dan menengah.

IPS merupakan suatu kajian integrasi dari hobatan-guna-guna sosial dan hobatan-ilmu kemanusiaan untuk meningkatkan kemampuan kewarganegaraan (civic competence). Pendidikan IPS terdiri atas bahan  pilihan yang sudah disederhanakan dan diorganisasikan secara psikologis dan ilmiah bagi kelebihan tujuan pendidikan.

Jadi keterampilan bawah IPS merupakan suatu rancangan kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan perbuatan dalam menangani suatu komplikasi yang berkaitan dengan sosial secara efektif dan efisien.



2.





Tujuan Mantra PENEGETAHUAN SOSIAL

Tujuan berusul Ilmu Kabar Sosial ialah mendukung generasi akil balig dalam meluaskan kemampuan membuat keputusan yang informatif dan rasional bakal kemustajaban umum misal warga negara berasal sebuah dunia yang berbudaya beraneka ragam, bermasyarakat demokratis nan n kepunyaan ketergantungan satu setolok lain ( NCSS, 1994). IPS itu memungkinkan siswa berpikir dan berlatih kritis , analitis dan produktif serta belajar diri privat proses berpikir cendekiawan sosial dan proses internalisasi yang menekankan plong proses pengambilan keputusan secar rasional berdasaraka butir-butir yang telah disederhanakan.

Dalam pembelajaran IPS, peristiwa nan paling kecil berarti yakni mengembangkan kognisi, sikap dan keterampilan. Pemahaman mengenai konsep yakni mengembangakan konsep , pukul rata, prinsip , dan fakta merupakan materi dasar pembelajaran IPS. Sikap berhubungan dengan nilai, penghormatan, dan ide. Temporer itu, keterampilan dasar termasuk didalamnya berkaitan dengan pertautan antar manusia. Jika memiliki keterampilan dasar IPS , memungkinkan seseorang untuk menggunakan intelektuanya dan merupakan pengetahuan nya untuk digunakan dalam berhubungan dengan orang lain shingga sira bisa berinteraksi dengan sesamanya secara baik.



3.





KLASIFIKASI Ketangkasan DASAR IPS

Kecekatan dasar IPS dapat dikategorikan menjadi bilang kategori. Namun secara masyarakat dapat terbagi atas :



1.





Work study skills

Contohnya merupakan mendaras , mewujudkan outline , mendaras peta dan menginterpretasiakn grafik.



2.





Group – process skills

Contohnya adalah berpikir kritisdan pemisahan penyakit.



3.





Social-living skills

Contohnya adalah berwujud beban jawab , berangkulan dengan orang lain, roh dan berkreasi sejajar privat sutau kelompok.

Maka itu karena itu, keterampilan IPS merupakan radiks seseorang buat bisa gandeng denganorang lain privat spirit bermasyarakat, maka NCCS ( 1971) mencadangkan bahwa terwalak beberapa kesigapan nan seyogianya boleh dimiliki , antara lain :


1.



Keterampilan Penelitian ( research skills)


2.



Ketangkasan Nanang ( thinking skills)


3.



Ketangkasan Berpartisipasi Sosial ( social participant skills)


4.



Ketangkasan Berkomunikasi Skills ( comunicationn skills)

Keterampilan peneltian diperlukan untuk mengumpulkan dan memproses data sebagai berikut ini :


1.



Mengenali dan mengklasifikasi data


2.



Mengumpulkan data dan mengorganisasi data


3.



Menginterpretasi data


4.



Menganalisis data


5.



Mengevaluasi hasil


6.



Menggeneralisasi hasil


7.



Mengaplikasiskan dalam konteks yang lain

Ketangkasan berpikir boleh memberikan kontribusi nan besar terhadap pemecahan keburukan dan berpartisipasi dalam nasib sosial. Untuk membantu pesuluh mempunyai keterampilan berfikir adalah membaginya menajdi berpikir kritis dan lagi berpikir dalam-dalam kreatif. Berpikir kritis adalah mengintai sesuatu dengan jelas ( seeing things clearly) , padahal berpikir kaya adalah mematamatai sesuatu dengan kreatif ( seeing things creatively). Sejumlah hal yag teragendakan n domestik kelincahan berpikir yang bisa dikembangkan guru dalam pembelajaran , antara bukan sebagi berikut :


1.



Menetapkan sebab akibat


2.



Mengevaluasi fakta


3.



Memprediksi


4.



Menyarankan konsekuensi-konsekuensi berbunga sutau fenomena


5.



Meramalkan periode depan


6.



Menyarankan alternatif pemecahan suatu permasalahan


7.



Bernas memandang sesuatu dari perpektif yang berbeda

Kelincahan n domestik hayat bermasyarakat diperlukan kerjakan dapat melatih bagaimana seseorang dapat bersambung dan berekanan dengan orang lain. Pengembangan keterampilan bergerombol sanagt utama n domestik membentuk keterampilan sosial , sebab sebagi fenomena sosial nan terjadi plong umum luas merupakan pengejawantahan berpangkal permasalahn-permasalahan berusul gerombolan sosial yang bertambah kecil. Beberapa keterampilan nan ternasuk n domestik keterampilan partisipasi sosial , antara lain sebagi berikut :


1.



Mengidentifikasi konsekuensi dari tindakan seseorang dan dampaknya terhadap bani adam enggak.


2.



Memperlihatkan kemustajaban dan ingatan terhadap orang lain.


3.



Berbagi tugas dan membangun kolaborasi dengan khalayak lain.


4.



Memfungsikan kewargaan dan sebuah kerumunan.


5.



Mengadopsi sejumlah variasi dari peran dalam kelompok.


6.



Terbuka pada kritikan juga saran dari orang bukan.

Keterampilan kerumahtanggaan berkomunikasi diperlukan agar siswa boleh berekspansi kemampuan bakal memahami manusia enggak melangkahi berkomunikasi. Didalamnya mencangam kemampuan menggunakan bahsa secara efektif baik secar termasuk maupun verbal. Komunikasi nan jelas dan tepat terdepan bakal terjadinya aktivitas belajar dan kolaborasi yang efektif dan bermasyrakat. Dalam hal ini petatar memerlukan belajar bagaiman amengekpresikan kemampuanya dan berpikir secar jelas, efektif danjuga kreatif. Meskipun berbicara dan menulis dengan sendirinya berkomunikasi , saja siswa memerluan eskalasi untuk menyampaikan gagasannya dalam kerangka yang lain, sebagai halnya sinema, sandiwara boneka, seni, fotografi, display, grafik dan peta. Bilang diantaranya yang termasuk kedalam kesigapan bikin menunjang berkomunikasi adalah :



1.




Pemahaman tentang lambang dan sistem lambang, seperti warna dalam peta dan lambang >, =.+ dalam ilmu hitung.



2.




Pemahaman tentang aturan ketentuan keterkaiatan dengan sarana komunikasi.



3.




Pengungkapan gagasan secara jelas dan kreatif melangkahi berbagai bentuk komunikasi.



4.





Kronologi SISWA N domestik Berekspansi KETERAMPILAN DASAR

Piaget mengemukakan bahwa anak-anak asuh berkembang sementara menjadi matang dan memperoleh pengalaman baru dari sekitarnya. Mereka menuntut ganti rugi serangkaian perkembangan cendekiawan yang memperlihatkan kualitas dengan asam garam yang diperoleh. Semakin bervariasi lingkunagn maka semain bervariasi camar duka yang diperoleh yang berjasa juga akan baik kualitas intelektualnya. Dampaknya terhadap perkembanagn konsep dasar IPS bahwa fokus kelincahan akan diberikan pada petatar yang dimulai berpangkal keadaan yang paling tercecer menumpu ke hal yang makin langka juga kerumahtanggaan penguraian penataran didalam papan bawah.

Anak yang mewah dikelas rendah , seperti kelas satu dan dua sekolah asal dilihat berpunca semangat menurut Bredekamp ( 1987:4) berkecukupan kerumahtanggaan rentanagnusia dini, yaitu anak yang berusia pecah nyawa emapat samapai dengan okta- tahun.

Tinggi perkembanagn anak kelas sediakala sekolah bawah congah pada tahap perlintasan antara dua tahap jalan , yakni tahap jalan kanak-kanak dan tahap perkembangan anak. Karakteristik perkembangan anak asuh papan bawah satu, dua , dan tiga ( Berdekamp, 1987; seifert & hoffnung,1991; Sunaryo & Nyoman, 1996; Leeper et. al , 1979; vesta et.al , 1992) diidentifikasi puas setiap aspek jalan sebagai berikut .

Perkembangan fisik-psikomotorik : pertumbuhan fisik sudah lalu mencapai pematanagn , anak mampu mengontrol jasad dan keseimbangan , melakukan berbagai aktifitas dan keterampilan fisik yang berhubungna dengan berbagai jenis menjabat benda dan melanglang, membaca, duduk, dan mendengarkan dalam tahun waktu yang sepan lama. Pertumbuhan fisik berjalan lamban. Kronologi motorik momongan makin terkoordinasi.

Jalan serebral – bahasa : kemampuna mental anak berada pada tahap praoperasional menjurus operasional konkret. Momongan memiliki kemapuan mental untuk berpikir dalam-dalam tentang sesuatu dan memecahkan permasalhan dengan pemikiran karena sudah boleh bagi memanipulasi korban alamat simbolik. Anak asuh bernas membedakan secara jelas antara fantasi dengan realitas. Anak mapu untu memperalat pemiiran cak bagi memberikan penilaian atau mengmbil keputusan. Aktifitas terfokus pada kejadian nan berupa , korban mangsa yang kaya diukur serta peristiwa-kejadian. Gaya berfikir anak usia sekolah adalah
convergent , divergent , field pependence , field independence, reflectifity , impulsivity.

Urut-urutan psikososial, emosianal, dan moral : ditandai denag pertanyaan anak-momongan yang terfokus lega “ apa nan saya dapat lkaukan sendiri ”. anak mungkin sanagt berminat terhadap teman sebaya nya. Tantangan perkembangan pada jiwa ini adalah perbangkangan antara melebarkan perasaan berkemampuan dengan manah rendah diri. Penting bagi momongan untuk mengembangkan hubungan nyata dengan inversi sebaya dalam gerombolan. Anak mulai meluaskan perasaan tentang diri dari asam garam dan penegetahauan tentang keunikan diri sebagai individu , memiliki keyakinan dalam ketangguhan, memahami sifat diri dan sparing membedakan pemikiran dan ingatan mereka dari basyar lain. Peluasan pikiran diri yang positif menunda momongan berbenda menegembangkan konsep diri yang maujud ,mengerti peran dan posisi diri serta melakukan aklimatisasi diri. Pada sukma enam tahun anak start uuntuk meninternalisasi resan aturan moral berperangai dan memiliki pembukaan lever.anak sparing kerjakan memonitoring diri dan melebarkan kontrol diri menunggangi adapun benar atau pelecok serta kesamarataan dan kepatuhan sreg peraturan.



5.





Meluaskan KONSEP DASAR IPS

Plong dasarnya keterampilan bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap penguasaan kenyataan dan pemebentukan sikap. Cak kenapa demikian ? ini disebabkan keterampilan mewujudkan seseorang bagi melakuakn sesuatu. Suatu pengkajian di Amerika mengemukakan bahwa waktu yang digunakan untuk memahami apa yang di jelaskan makanya guru dengan cara sederhana 1% , sedangkan dengan cara pemaparaalam kegiatn akan memakan waktu seputar 36,8% ( Cameron 1998). Dalam hal ini siswa harus masuk aktif n domestik kegiatan pembelajaran mudah-mudahan tujuan lebih aktif. Pesuluh timbrung menggunakannya bagi meneyelesaiakn ki kesulitan. Semua itu memrlukan suatu ketangkasan yang harus dilatih sehingga siswa menajdi terampil
untuk melakuakan sesuatu nan berkaitan denganhubungan antar persoanal dan sosial.



A.





Mandu Peluasan Kecekatan Dasar IPS

Sebelum kita mengembangkan keterampilan intern pendedahan IPS , terdapat beberapa prinsip sumber akar yang seyogianya diperhatiakan , antara lain sebagai berikut :


1.



Keterampilan dasar IPS harus diberikan sebagai bagian dari sebuah topik pembelajran , bukan adalah hal yang terpisah.


2.



Siswa sebaikanya diberikan pemahaman tentang arti dan tujauan keterampilan tersebut hendaknya termotivasi lakukan mengembangkannya.


3.



Pemodelan berupa contoh yang baik sebaikanya diberikan , serta siswa dipandu kerjakan menggunakan keterampilan dasar tersebut sehingga boleh menegmbangkan kebiasaan yang baik sejak awal.


4.



Peserta mmemerlukan kebolehjadian nan tautologis ulang bikin mempraktikan
keterampilan. Dalam keadaan itu guru memberikan koreksi dan penguatn bersama-sama atas kinerja sehingga mereka mengetahui apakah telah berhasi alias masih memerlukan beberapa perombakan lagi.


5.



Pesuluh memerlukan bantuan individual karena tak semua siswa memiliki kepantasan yang sama intern situasi penguasaan keterampilan yang dipelajari.


6.



Siswa sebaikanya dibantu untuk menggenerelasasikan keterampilan yang telah mereka peroleh dengan mempraktikannya plong berbagai keadaan.


7.



Program penerimaan sebainya luwes atau sesuai mudahmudahan memungkinkan keterampilan dapat diajarkan sesuai dengan keperluan petatar.



B.





Merancang dan Menerapkan Kecekatan radiks IPS

Dalam merancang dan merencanakan keterampilan sumber akar IPS , beberapa contoh pembelajaran yang mendukung boleh digunakan untuk mngembangkan keterampilan. Seandainya keterampilan dasar IPS ingin tercapai dengan baik maka lega pelaksanaanya harus memperhatikan faktor faktor berikut :


1.



Kebermaknaan : kerumahtanggaan hal ini keteampilan akan meningkat jika kesadaran tentang informasi dan gagasan sudah diperoleh peserta. Kecekatan bisa diberikan melampaui pengalaman siswa itu sendiri.


2.



Penguatan : terdiri atas pengulanagan oleh guru dan tutorial maka itu siswa. Pengulangan dan latihan mampu meningkatkan kegesitan siswa.


3.



Umpan balik: kegiatan belajar murid akan efektif sekiranya siswa mengamini dengan cepat tentang hasil hasil belajar tersebut. Umpan balik sederhana misalnya :memberikan koreksi atas pekerjaan yang dilakukan sehingga petatar mengetahui kekurangannya maupun telah berhasi melakukannya dengan baik.



C.





Hipotetis Pemebelajaran dalam Mengembangkan Keterampilan Dasar IPS

Beberapa model pemebelajaran untuk meluaskan kecekatan dasar IPS , adalah sebagai berikut :


1.



Diskusi

Memiliki manfaat utama dalam meluaskan pemahaman. Hal ini disebabkan sumbang saran membawa peserta menggunakan konsep yang mereka pelajari serta mengubahnya menjadi susuk ekspresi nan sepan menyenagkan bagi murid. Kegiatan diskusi menyenangkandapat dipenuhi dengan :


a.



Pengelompokan guna istilah dan pernyataan


b.



Mengadakan pemahaman bersama dalam suatu gerombolan


c.



Berbagi pengetahuan dan penglaman


d.



Membantu siswa memaklumi informasi hijau


e.



Mengidentifikasi bermacam rupa opini dan pandanagan


f.



Berekanan intern pemisahan kebobrokan


2.



Penyelidikan Terjaga

Penyelidikan Terbentuk privat mengembangkan keterampilan pangkal sangatlah relevan, selain menyenangkan pun merupakan kemungkinan bikin siswa untuk meneliti segala yang telah mereka pelajari dan menerapkannya privat kehidupan konkret. Penyelididkan terbimbing dapat dilakukan dalam heterogen bentuk, diantaranya mencari senggang adapun keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Eksplorasi terasuh akan efektif apabila mengikuti serangkaian langkah berikut :


a.



Murid melembarkan atau diberi topik yang perlu diselidiki maupun diteliti


b.



Mengumpulkan informasi yang mereka perlukan


c.



Menganalisis informasi yang mutakadim mereka perlukan


d.



Menyajikan sebuah pengumuman mengenai temuan temuan penyelidikan tersebut dalam bentuk presentasi di kelas, serangkaian gambar, diagram dan diagram dinding atau butir-butir tertulis.


3.



Kamil Pemecahan Masalah

Model ini dapat digunakan dalam mengembangkan keterampilan bawah IPS karena bisa menarik minat siswa cak bagi membereskan komplikasi nan terdapat di lingkungan sekitar murid. Internal model ini tahap tahap penyelesaian masalh berbeda selisih sesuai dengan persoalan yang berkepentingan. Sekadar demikian secara umum , tahapan tataran bisa diurutkan sebagai berikut :


a.



Identifikasi masalah

Perkenalan awal ki aib atau isu yang suka-suka disekitar pesuluh. Siswa dapat dilibatkan untuk mengemukakan masalah yang mereka lihat dan rasakan.


b.



Angket penyakit

Pertimbangan tentang berbagai kacamata pandang dan aspek yang terkait dengan masalah kurnia meningkatkan
denotasi tentang
penyakit tersebut.


c.



Definisi masalah

Pendefinisian problem secara tepat akan membantu pelajar cak bagi menyelesaikan masalah.


d.



Titik api ki kesulitan

Matra penyakit teristiadat dipertimbangkan untuk dipahami karena ketel memepengaruhi cara penyelesaian yang akan dilakuka, guru punya peran penting intern mendukung siswa cak bagi mengarahkan pada persoalan yang penting.


e.



Analisis faktor-faktor penyebab

Faktor penyebab harus dicari begitu masalahnya diketahui dan ditentukan ukurannya. Oleh karena itu, kita teristiadat mengembangkan pemahaman peserta mengenai masalah itu sendiri.


f.



Pemecahan problem

Pemecahan maslah ialah tahap buncit dimana siswa dilatih bikin berburu upaya bagi separasi masalah. Maka dari itu karena upaya
untuk penyelesaian masalah sering menimbulkan masalah lain maka siswa dalam hal ini kiranya dilibatkan.


4.



Kerja kelompok

Melalui kerja kelompok petatar diberi peluang untuk menentukan tujuan, mengajukan dan menyelidiki , menjelaskan konsep, dan menggunjingkan masalah. Kolaborasi boleh merangsang pemikiran mereka buat berbagi gagasan. Menjadi babak bersumber suatu kelompok akan mengintensifkan rasa tukar memilki, ganti menghormati, dan pikulan jawab. Sikap dan perilaku serta keterbukaan manah, tanggung jawab partisipasi, dan perhatian lega orang bukan juga dapat dikengembangkan. Itu semua adalah manfaat penting perilaku kelompok nan efektif. Kerja kelompok nan baik memerlukan awalan yang cermat dan dipakai namun kerjakan berikut :


a.



Kegiatan nan memilki sasaran yang jelas nan dapat dilakukan dengan makin baik maka dari itu satu kerubungan dibandingkan orang per orang.


b.



Kegiatan dimana semua anggota gerombolan yang bersangkutan boleh diberi tugas berguna yang harus dilaksanakan.


c.



Apabila semua anggota kelompok tersebut memiliki kegesitan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan kepada mereka.

Kecekatan tersebut teradat waktu untuk dikembangkan dan dipraktikan secara terus menerus. Saran- saran berikut ini mungikn berguna ketika memulai.


a.



Mulailah kerja kelompok secara berantara. Jaga seharusnya kerubungan yang bersangkutan tetap kerdil boleh jadi tidak lebih dari 5-8 peserta.


b.



Pilihlah tugas yang keteter , singkat dan terdefinisi dengan baik, serta mungkin bisa teratasi dengan baik oleh kelompk yang bersangkutan.


c.



Angkatlah seorang pemimpin dan koteng sekertaris untuk kelompok tersebut. Superior dan sekertaris tersebut sebaiknya dipilih makanya kerubungan secara demokratis. Jelaskan tanggung jawab pemimpin sekertaris dan anggota kelompok.


d.



Serah pelajar tersebut bahan bahan dan sumber yang mereka perlukan kerjakan membereskan tugas. Apabila mereka sudah lebih berpengalaman maka mereka dapat mengumpulkan sumber ataupun bahan sendiri.


e.



Gunakan bilang hari dengan setiap kelompok puas semula dan penutup setiap periode kerja. Pasrah mereka pertolongan dan saran tertentu kaidah bekerja dan melaporkan hasil. Hasil sebaikanya dipaparkan didepan kelas sehingga kerubungan bukan dapat mengetahui.


f.



Pastikan bahwa mualamat kelompok nan disajikan tersebut benar bermoral ringkas.


BAB III


PENUTUP



3.1





Deduksi

Keterampilan asal IPS yakni suatu bentuk kemampuan menggunakan pikiran, nalar, dan ulah kerumahtanggaan menangani suatu masalah yang berkaitan dengan sosial secara efektif dan efisien. Keterampilan pangkal IPS ini sangat penting bakal setiap orang terutama untuk siswa sreg pangkat pendidikan dasar. Karena siswa sebagai publik yang belakang hari nya akan berkembang n domestik atma sosial. Seseorang haruslah kreatif mengembangkan suatu ketangkasan, dimana kecekatan tersebut nan kemudian hari nya akan mengantarkan setiap orang ke nyawa sosial yang baik. Setiap orang setidaknya mampu menguasai kelincahan penelitian, keterampilan berkomunikasi,keterampilan berfikir,dan kegesitan berpatisipasi sosial. Sekiranya setiap bani adam mampu mengembangkan ke empat keterampilan tersebut , maka semangat sosial nan terjadi akan berjalan dengan baik .Selain dengan kegesitan , seseorang juga harus berada mengembangkan dan menerapkan kaidah prinsip , yang mana mandu prinsip tersebut mampu dijadikan acuan dalam berekspansi kesigapan sosial yang jauh lebih baik .



3.2





SARAN

Misal favorit pendidik, telah agar kita memecahkan dan meluaskan kegesitan-keterampilan dasar IPS sebelum kita mengajarkannya kepada pesuluh didik. Oleh karena itu, belajar dan belajar yakni kunci keberhasilan kita untuk menguasai dan meluaskan kelincahan dasar tersebut.

Source: http://isroki.blogspot.com/2014/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

Posted by: and-make.com