Artikel Pengembangan Bahan Ajar Dasar-dasar Farmakologi

Kementerian Farmakologi dan Terapi sebagai keseleo suatu departemen pre klinik di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) bertanggungjawab kerumahtanggaan memberikan bekal pemberitaan asal tentang pengasosiasi-obatan untuk mahasiswa Pendidikan Mantri dan mahasiswa medis lainnya nan membutuhkan. Berkembangnya programa studi dan minat kesehatan bukan menggunung peran departemen ini  lain abnormal bikin S1 namun pun untuk S2, S3, profesi, spesialis baik sesama disiplin ilmu maupun lintas disiplin. Untuk mempersempit pengetahuan farmakologi, kementerian  ini n kepunyaan program studi lanjut  bagi  lepasan S1 melalui minat Farmakologi, dibawah Program Studi Paskasarjana, yaitu Magister Guna-guna Biomedik FKKMK UGM.

Penelitian akan halnya pelamar-obatan, peluasan obat mulai dari pre klinik sampai  klinik juga dapat difasilitasi oleh Kementerian karena tersedianya tenaga ahli yang sudah berpengalaman baik tingkat nasional maupun internasional, makmal dan peralatan yang layak sepan, kemudahan laboratorium hewan coba, laboran dan tenaga penunjang  terlatih, dll.

Selain banyak melakukan kegiatan pendidikan dan penyelidikan, kegiatan pengabdian mahajana sebagai wujud dharma bakti kepada negara dan masyarakat pelahap dilakukan secara rutin oleh para dosen dan tenaga kependidikan dalam buram sebagai penceramah dalam pertemuan ilmiah, melayani tanya jawab obat bagi mahasiswa semua program jenjang studi, menyerahkan penyuluhan tersapu pengetahuan obat ke publik, dll.

Sejarah Departemen

Label Departemen Farmakologi dan Terapi terbentuk pada tahun 2009 yang merupakan gabungan dari 3 departemen atau puas saat itu disebut episode, yaitu Bagian Ilmu obat dan Toksikologi, Bagian Farmakologi Klinik, dan Putaran Farmasi Kedokteran. Masing masing putaran punya sejarah nan menyedot dn bukan akan terabai, ibarat berikut:

a. Penggalan Farmakologi dan Toksikologi

Mulanya Pengajaran Ilmu obat (1946-1954).

Cikal bikin Bagian Farmakologi telah ada bersamaan dengan lahirnya poliklinik Perserikatan Medis  (PTK) di Surakarta pada 4 Maret 1946 dan babak Pre klinik PTK di Klaten plong 5 Maret 1946. Pada waktu itu alat penglihatan kuliah Farmakologi disebut ilmu khasiat obat yang diberikan oleh dr. Soenoesmo.

Periode 1954-1962

Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UGM terbentuk secara resmi pada sungkap 1 September 1954. Kuliah Ilmu obat Umum diberikan maka itu Prof. Dr. Sardjito, sedangkan Orasi Ilmu obat solo diberikan oleh dr. Anak kunci dan dr. Suwito dari Bagian Bedah FK UGM. Setelah mendapatkan
upgrading
mulai sejak Prof. Dr. R.A. Lewis, Visiting Profesor dari WHO, plong rembulan Maret sampai September 1960, lektur farmakologi khusus diberikan oleh dr. R.H. Yudono.

Musim 1962-1987

Tiba tanggal 1 September 1962, Kepala Fragmen  Farmakologi dipegang oleh dr. Yudono dengan dibantu oleh dr. Ida Bagus Oka sebagai Ajun Pandai dan dr. Sunarto, dr. Suprapto, dr. Palal dan Azwar Agus andai Asisten. Pada tanggal 1 Januari 1967 Babak Farmakologi FK UGM pindah semenjak Mangkubumen (Komplek Ngasem) Yogyakarta ke Konstruksi Farmakologi dan Ilmu faal di Karangmalang. Sreg tahun 1967 itu kembali Bagian Ilmu obat mendapatkan Visiting Profesor dari WHO yaitu Prof. J. Venercek. Setelah kembali berbunga Institut Voor Pharmacologis Rijks Universiteit Nederland puas 1 September 1969, dr. R.H. Yudono mendapat brevet laksana ahli Farmakologi dari FK UGM dengan Prof. J Vanecek bagaikan pendidik.

Sreg 1 Januari 1970 tugas Prof. J. Venecek berakhir dan ditarik kembali maka dari itu WHO, dr. Mu’tasimbillah Ghozi, dr. Samekto Wibowo, dr. Rahardjo Darmanto, dr. Barmawi Hisjam, dr. Rusdi Lamsudin, dr. Armis dan dr. Burham warsito diangkat menjadi Asisten Ahli.  Plong April 1971, Bagian Farmakologi pindah ke Sekip Utara. Bagian Farmakologi FK UGM mengalami masa timbul tenggelam dalam kuantitas staf pengajar sreg masa kepemimpinan dr. R.H. Yudono. Beberapa asisten pakar mengembangkan karirnya di asing adegan Ilmu obat di mileu FK UGM maupun diluar FK UGM. dr. Sulanto Saleh Danu diangkat menjadi Asisten dan puas tahun 1974 dan Drs. Med. Ngatidjan diangkat menjadi CPNS. Puas tahun 1975 dr. Budhiarto dan dr. Sumastuti menjadi asisten juru baru.

Karena dr. Samekto Wibowo telah menyelesaikan brevet Farmakologi di Perkumpulan Airlangga maka start perian 1979 Babak Ilmu obat FK UGM berhak godok dan memberi brevet kepakaran Farmakologi. Beberapa staf pengajar mendapatkan brevet ahli Ilmu obat antara enggak dr. Sulanto Saleh Danu (UGM), dr. Muchtan Sujatno dan dr. Adjad Sudradjad bermula Perkumpulan Padjajaran. Sreg masa 1983 dr. Ngatidjan dan dr Budhirto berkat pun lulus brevet keahlian Farmakologi. Selama kurun waktu 1980-1990 beberapa staf Penggalan Farmakologi telah dikirim ke asing negeri bikin meneruskan pendidikan dalam bidang farmakologi, dr. Budhiarto ke Hongkong, dr. Budiono Santoso ke Inggris dan dr. Ngatidjan dan dr. Ishandono ke Melbourne Australia.

Dari kiri ke kanan: dr. Budiono Santosa, dr Ngatidjan, dr. Budhiarto, dr. Samekto Wibowo

Periode 1987-2001

Bagian Farmakologi FK UGM mengalami jalan dan dinamika yang lalu cepat terutama dalam bidang SDM. Selepas dr. R.H. Yudono pensium, Pembesar Bagian diteruskan oleh dr. Ngatidjan, M.Sc. Total staf pengajar lampau 8 orang dari 12 orang karena ada peluasan Bagian Ilmu obat Balai pengobatan. Bagian Farmakologi juga membina Bagian Farmakologi Fakultas Medis Perkumpulan Rezeki Mangkurat (FK UNLAM) Jajar Baru sejak musim 1993. Beban tugas staf bagian terasa sangat berat di masa-masa tersebut. Pendalaman tentang toksikologi, pengembangan obat tradisional, farmakokinetika dan farmakodinamika banyak dilakukan oleh staf pengajar Putaran Farmakologi. Bahkan pada masa ini nama bagian Ilmu obat diusulkan menjadi Penggalan Farmakologi dan Toksikologi tahun 1996-1997, bilang staf melanjutkan pendidikan S3 ke luar dan dalam daerah dan dua manusia staf melanjutkan ke pendidikan dokter spesialis.

Sejak dimulainya BBM (Berlatih Berdasarkan Masalah) pada tahun 1992 untuk seluruh mahasiswa baru, beberapa staf Adegan Farmakologi berkujut dalam penyususnan modul dan latihan, Waktu 1994, penyempurnaan metode pengajaran dilakukan dengan kuliah menggunakakan team teacinng dan 2 jihat. Kurikulum disempurnakan dengan memberikan mata kuliah Farmakologi pada semester IV dan Farmakoterapi pada semester V. Evaluasi dilakukan melalui minites mingguan dengan pemberian materi terstuktur sebelum pidato. Praktikum dan penugasan lebih berperilaku aplikatif dengan menekankan puas upaya pendayagunaan pemohon nan masuk akal. Sistem ini dirasa menguntungkan bagi mahasiswa dan membuat mahasiswa aktif.

Babak Farmakologi menyenggarakan programa pendidikan S2 Minat Terdepan Farmakologi di bawah Programa Studi Hobatan Kedokteran Radiks, Programa Pasca Sarjana UGM. Sebagai bos minat permulaan kali adalah dr. Budiono Santoso, Ph.D nan pun merintis pembentukan memberahikan/divisi Farmakologi Klinik di Episode Farmakologi FK UGM dan risikonya membentuk Makmal Ilmu obat Klinik tahun 1987.

Periode 2001-2006

Di musim ini unjuk beragam isu seperti mana kurikulum Nasional berbasis Kopetensi (KIPDI III) oleh FK UGM, perubahan pamor UGM menjadi Jamiah Berbadan Syariat Milik Negara, operasi UGM menjadi research University, maupun pikulan mengasihkan panjar mutu pendidikan yang terbaik bagi mahasiswa. Puas waktu ini jumlah staf instruktur tinggal 12 orang.

Lega bulan Agustus 2003 Putaran Farmakologi dan Toksikologi menginjak menempati ruangan baru di gedung Radiopoetro FK UGM. Bagian Farmakologi Dan Toksikologi merupakan salah satu Adegan nan mendapatkan fasilitas gedung dan laboratorium dari bestelan OECF. Fasilitas yang dimiliki detik ini cukup representative untuk kegiatan praktikum, pidato maupun penelitian untuk mahasiswa S1, S2 alias S3. Diharapkan kajian bidang farmakodinamika, farmakokinetika, farmakoepidemiologi, ilmu obat klinik, imunofarmakologi, farmakogenetik, ilmu obat molekuler pengembangan perunding tradisional dan toksikologi klinik semakin berkembang. Demikian juga partisipasi penekanan dengan berbagai intitusi seperti mana dengan Badan POM, DepKes RI, Industri Farmasi semakin berkembang.

Majemuk kegiatan eksplorasi sudah dilakukan kerumahtanggaan 10 hari terakir oleh staf Adegan Farmakologi & Toksikologi baik secara mandiri alias bekerjasama dengan intistusi tak baik bermula dalam maupun luar negeri, antara lain pengembangan formularium kerjakan apartemen remai dan intansi pemerintah, penelitian mengenai medication error di di beraneka ragam kondominium nyeri, pengembangan senyawa C-9154 perumpamaan antibiotik pengembangan senyawa 1,10-fenantrolin bak antimalaria, eksplorasi remedi Indonesia kerjakan malaria dan kanker, penelitian epidemiologi, polimorfisme gen EBV-NPC, amatan toksisitas bermacam rupa tanaman obat Indonesia.

Tahun 2005, dr. Iwan Dwiprahasto, M.MED.Sc.,Ph.D diminta menjadi duta Dekan Latar Akademik dan Kemahasiswaan perian 2005-2009, Selanjutnya Dr. Mustofa, M. Kes., Apt ditunjuk lakukan menduduki PJs. Kepala Fragmen Farmakologi FK UGM, dr. Ngatijan, M.Sc., Sp.FK. juga ditarik ke Fakultas buat menjadi Asisten Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Tahun 2006-2009

Dalam kurun periode ini, 3 orang dosen menerima SK menjadi  Guru besar n domestik latar Ilmu obat yaitu: 1. Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K),  Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, dan Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.

Daftar Kepala Bagian:

Periode 1946-1954   : dr. Soenoesno

Periode 1954-1962   : Prof. Dr. Sadjito

Tahun 1962-1987   : dr. R.H. Yudono

Periode 1987-1991   : dr. Ngatidjan, M.Sc., SpFK.

Periode 1991-1999   : Dr. Med. dr. Widharto PH, Sp.FK

Periode 1999-2001   : dr. Ngatidjan. M.Sc., SpFK

Periode 2001-2005   : dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med., Ph.D

Periode 2005-2009   : Dr. Mustofa, M. Kes., Apt.

b. Bagian Farmakologi Klinik

Kakek Bagian Farmakologi Klinik bermula mulai sejak pembentukan Memberahikan Farmakologi Klinik/Divisi Farmakologi Klinik di Adegan Farmakologi pada tahun 1983. Sebelum itu, sejak 1979 juga telah dibentuk Kelompok Kerja Ilmu obat Poliklinik di FK-UGM nan beranggotakan staf farmakologi dan putaran-adegan klinik, dengan koordinator dr. Budiono Santoso Ph.D. Kesempatan berkembang pada tahun 1987 dengan adanya perubahan tata organisasi di UGM pada perian tersebut Fakultas Medis meluaskan cara Makmal, sehingga kemudian terbentuk Laboratorium Ilmu obat Balai kesehatan. Perubahan tata organisasi terjadi sekali lagi pada tahun 1996, yang meniadakan harga diri Makmal Farmakologi Klinik menjadi Bagian Ilmu obat Balai pengobatan. Di galengan mahasiswa, rekanan, dan konsumen, Episode Farmakologi Klinik makin dikenal dengan nama “Farklin” Nama ini merupakan singkatan yang tiba dipopulerkan oleh mahasiswa Kedokteran angkatan 1987. Karena sebutan ini pula, maka Website Bagian Farmakologi Klinik diberi nama://www.farklin.com.

Dalam kurun perian 18 tahun Farklin telah berkembang pesat. Saat ini Farklin memiliki 4 Divisi yaitu Pendidikan S1, Pendidikan S2, Penelitian, dan Pengabdian Publik. Divisi Penelitian melingkupi 4 Laboratorium, adalah Laboratoriun Farmakokinetika dan Ketersediaan hayati, Uji klinik, Garis haluan dan Tata Perunding dan pengembangan Pendidikan Farmakologi Klinik. Makmal Farmakokinetika dan kedatangan hayati kapan itu madya menjalani proses akreditasi nasional sebagai laboratorium pengujian. Farklin yakni keseleo suatu
Departement of Clinical Pharmacology
di negara berkembang nan aktif menyumbangkan penelitian pendidikan di permukaan farmakologi Balai kesehatan/ilmu obat terapi untuk mahasiswa Kedokteran. Staf Fragmen cinta diundang cak bagi berucap tentang ekspansi farmakologi klinik di pertemuan-pertemuan internasional. Perian 2001/2002 bernasib baik pengapit IUPHAR cak bagi mengkaji dan mendefinisi-ulang peran, radius dan organisasi Ilmu obat Klinik di negara berkembang, bahkan menduduki posisi komite.

Tahun 1995 Farklin bersama-sebagaimana beberapa pakar dari berbagai kepatuhan ilmu mendirikan Pusat Riset Farmakologi Klinik dan Politik Pelelang UGM (Centre for Clinical Pharmacology and Medicines Policy Studies). Oleh karena kontribusinya dalam pengembangan strategi peningkatan penggunaan remedi secara rasional di perimbangan internasional, Pusat Studi ini sejak tahun 1996 ditunjuk menjadi
WHO Collaboration Centre for Research and Training in Rational Use of Medicines.

Farklin secara aktif terlibat dalam pendidikan S1, S2, maupun pembibingan bagi mahasiswa S3. Lakukan pembibingan mahasiswa S3, staf Bagian Farmakologi Klinik sudah terkebat bak penguji luar maupun laksana pembimbing program doctor di beberapa Jamiah di luar negeri.

Perkuliaan S1 Farklin puas semester 8 mahasiswa kedokteran dimulai puas tahun 1989. Sebelumnya, selama tahun 1987-1988 dilakukan pengembangan dan uji-coba modul-modul perkuliahan. Materi perkuliahan dibukukan dengan Farmakologi Balai kesehatan dan Farmakoterapi, dan diberikan secara Percuma kepada seluruh mahasiswa S 1. Materi konseptual puas saat itu lagi dapat didownload minus biaya dari website http://www/farklin.com. Beberapa Fakultas Farmasi dan kedokteran di Indonesia telah mengabdopsi beberapa materi bakal digunakan kerumahtanggaan perkuliahan mereka. Evaluasi terhadap dur penelaahan dilakukan secara periodik. Evaluasi terakhir dilakukan pada hari 2004, dan risikonya dipresentasikan di VIII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics di Brisbane, Agustus 2004. Hasil evaluasi menunjukan bahwa nilai galibnya kelas untuk indra penglihatan kuliah farmakologi klinik meningkat secara tegar.

Staf Farklin sejauh bertahun tahun secara aktif terbabit internal rayapan jagat rat untuk memasukan konsep obat esensial dan pengobatan rasional ke dalam kurikulum kedokteran antara lain:

  • Bagaikan pensyarah di cak bimbingan sejagat kerjakan memasukan konsep obat esensial dan pengobatan rasional (Netherlands, 1994 dan Filipina, 2001)
  • Plenary lecture di VII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics (Brisbace, 2004), dengan judul ”Contribution of clinical pharmacology in promoting rational use of medicines in developing countries”
  • Workshop on Integrated Pharmacotherapy Teaching in Medical Curricula, menghasilkan rekomendasi yang mencakup rumusan kompetensi yang harus dimiliki maka dari itu tabib umum di parasan farmakoterapi, core content, core skills, dan core attitude farmakoterapi, dan strategi hendaknya pengajaran farmakoterapi bisa terintegrasi dengan baik dalam indoktrinasi guna-guna- aji-aji klinik.

Pada jenjang pendidikan S2, Farklin menyelenggarakan program Magister Tata dan Kebijakan Obat (MKO) di pangkal kordinasi Program Studi S2-IKM. Support group untuk MKO antara lain Rahasia Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Penawar UGM dan Antarbangsa Network for Rational Use of Drugs (INRUD).  Harapan bakal mempersiapkan tenaga professional yang mampu mengelola kebijakan penawar dan mengelola programa yang berkaitan dengan pengasosiasi public di tingkat nasional, Propinsi, kabupaten, maupun di instusi pelayanan kesehatan swasta.

Dalam kurun waktu 1996-2005 kuantitas pelajar acara pendidikan  MMKO adalah 101 orang yang tersebar di 24 propinsi kualitas tesis pada lazimnya memenuhi standar Antarbangsa. Sebanyak 13 paper alimni MMKO berhasil dipresentasikan dalam Internasional Conference in Improving the Use of Medicines (ICIUM), Februari 2004. Alumni MKO pula difasilitasi kerjakan terkebat dalam evaluasi politik nasional.

Program pendidikan non-gelar seperti kursus/pelatihan jangka pendek telah diselenggarakan sejak 1987 dalam bidang evaluasi obat, manajemen obat, studi balai kesehatan, biostatistik, dan penelitian kesiapan hayati pengasosiasi dilaksanakan 1 kali setahun. Farklin telah banyak melatih individu, staf heterogen kota di Indonesia untuk menjadi independent drug evaluator. Di tingkat Internasional, Episode farmakologi poliklinik menjadi tujuan fellowship WH buat pelajaran/pelatihan di bidang evaluasi obat dan uji keikhlasan hayati.

Dalam bidang penggalian, Laboratorium Uji Klinik saat itu adalah suatu
Contract Research Organization
(CRO) yang menyambut cara
Good Clinical Research Practices
(GCP). Kolaborasi kegiatan dilakukan berlandaskan permintaan industri farmasi, menghampari pengembangan protokol uji klinik, merancang
case report forms, pengelolaan uji klinik, monitor, dan amatan data.

Laboratorium Farmakokinetika Balai kesehatan dan Ketersediaan Hayati eksis sejak perian 1987. Sebatas Tahun 2006  telah melakukan lebih mulai sejak 100 pengujian untuk memastikan kualitas suplai generik maupun
branded generics, sebagai fragmen terbit proses
premarketing approval
oleh Badan POM, juga mengamalkan pengujian cak bagi formulasi sediaan baru. Pada pengembangan pendidikan Farklin, ekspansi yang telah dilakukan menutupi pengembangan modul pembelajaran farmakologi poliklinik dan farmakoterapi. Publikasi antara lain “Drug advertisement a critical lesson for Indonesia students
“ tentang hasil uji coba keseleo satu  modul untuk menelaah iklan obat. Modul ini diadopsi maka dari itu WHO dan HAI Europa menjadi gerendel
How to Respond to Drug Advertisement: A Practical Guide for Health Professional Students. Farklin juga telah tertumbuk pandangan dalam peluasan modul dan uji coba
Guide to Good Prescribing
(GGP) bersama Fakultas kedokteran dari 7 negara. Buku ini dipakai oleh ± 80% Fakultas kedokteran di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke intern 23 bahasa. Farklin sekali lagi memasrahkan pelatihan dan konsultasi kepada lembaga-lembaga swasta dan pemerintah berbagai negara bahkan kerjakan mempersiapkan laboratorium penelitian farmakokinetika klinik di berbagai pusat riset negara bukan.

Makmal Kebijakan dan menejemen Obat banyak bekerja separas denga Sosi Farmakologi Poliklinik dan Garis haluan Pembeli UGM, Magister Manajemen dan kebijakan pelamar, serta berbagai institusi pelayanan kebugaran di luar UGM. Dalam kurun waktu 2001-2006 sudah dihasilkan 32 penelitian, sebagian besar dipublikasi di koran penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan. Tiga belas karya tersortir dikomunikasikan di internasional
Conference on Improving the Use of Medicines di Chiangmai 2004.

Kegiatan pengabdian langsung ke masyarakat antara lain diwujudkan dengan dialog-dialog interaktif menerobos kendaraan masa cetak maupun elektronik, ceramah umum, dan pengembangan modul pelatihan mandiri untuk digunakan oleh masyarakat. Pelecok satunya modul CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) yang bertujuan bagi meningkatkan keamanan swamedikasi. Modul ini banyak mendapat perhatian terbit berbagai pihak  baik nasional maupun jagat. Desember 2005, WHO menyelenggarakan Worskshop yang diikuti 9 negara di Asia dan Pasifik bikin menyebarluaskan CBIA ini ibarat satu lengkap pilihan untuk pemberdayaan publik.

Staf Farklin sekali lagi terlibat dalam perumusan strategi publik di tingkat daerah, nasional dan internasional, dan menjadi konsultan departemen kesegaran di bermacam-macam negara. Sejak perian 1989 staf Farklin gegares diminta menjadi konsultan WHO dan beberapa raga donor Internasional lain untuk membantu pengembangan programa kebangsaan n domestik latar penawar esensial, strategi peminta manajemen obat, dan pertambahan pendayagunaan obat secara konsekuen di bermacam ragam Negara. Negara yang telah memakai jasa konsultan Farklin antara lain Nepal, Myanmar, Kyrgstan, Sri Sukar, Bangladesh, Maldives, Pakistan, Combodia, Lao, China, Vietnam, dll, Pada masa artikel ini disiapkan, seorang staf Farklin sedang didomikasi untuk menjadi anggota dewan Penyelia Narkotika Antarbangsa. Kemampuan staf Farklin bagaikan penyedia Internasional yakni perbendaharaan perserikatan yang sangat berharga. Hasil evaluasi berbagai pelatihan Internasional, menunjukan bahwa staf Farklin merupakan fasilitator favorit. Selain itu Farklin bilamana itu lagi bernasib baik kepercayaan sebagai pelaksana berbagai pertemuan jagat rat, utamanya lakukan pengembangan, mengujicoba, mengevaluasi satu materi cak bimbingan baru, dan mempersiapkan template lakukan digunakan oleh penyeleggaraan lebih jauh.

Daftar Kepala Bagian

1987-1996    : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1996-1999    : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1999-2005    : Dr. Sri Suryawati

2005-2009    : dr. H.Sulanto Saleh Danu, Sp.FK.

c. Bagian Farmasi Kedokteran

Pendidikan Kefarmasian bagi Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM adv pernah 1950-1961 dikenal dengan cap ilmu kancing. Ilmu Kiat diberikan pada tingkat tata usaha oleh ahli obat apotek RS Gadjah Mada. Semenjak masa 1961 dengan dipimpinnya apotek tersebut makanya Dra. Mamik Soeparmi, Apt. maka mantra resep diajarkan plong mahasiswa S1 dan mahasiswa tingkat profesi (koas) berserikat dengan Fakultas Farmasi UGM. Tenaga pengajar ketika itu selain Dra. Mamik Soeparmi, Apt. adalah Dra. Sopartinah, Apt. Dengan semakin pesatnya perkembangan obat dan tehnologi kefarmasian maka memaksudkan pendidikan kefarmasian bagi mahasiswa Kedokteran yang lebih luas sehingga pendidikan kefarmasian perlu dikelola sendiri maka itu Fakultas Kedokteran. Oleh karenanya pada tahun 1970 berdirilah Bagian Farmasi Medis dengan ketua Bagian Dra. Mamik Soeparmi, Apt.

Dra Mamik Suparmi, Apt. menerimakan sambutan pada acara

Persuaan Regional PEFARDI, 25 ApriL 1987

Dra. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, Apt (kanan) dan Dra.Tri Murini, Apt (kiri)  dalam acara Tuntunan Penyegaran Kepercayaan Apoteker, FK UGM 28 November 1992

Seiring dengan perkembangan tahun dan petisi pendidikan, bertambahlah total staf pengajar di Babak Farmasi Kedokteran FK UGM, yaitu Dra. Anggraeni Sulistyowati, Apt dan Dra. Sri Suharmi, Apt di tahun 1982, Dra.Tri Murini Apt (1985), dan Dra. Mae Sri Hartati Wahyuningsih (1985). Di hari 2000 Farmasi Kedokteran mempunyai tiga dosen yang sudah menyelesaikan Pendidikan S2-nya. Studi ke jenjang Doktor kembali didorong di fragmen ini, di masa 2005 bagi pertama kalinya Farmasi Kedokteran mempunyai dosen bergelar doktor dan di waktu 2009 bergelar mahaguru merupakan Prof.Dr. Mae  Sri Hartati Wahyuningsih, Apt.

Mantra Farmasi Kedokteran semakin berkembang di beberapa Fakultas Kedokteran di Indonesia, hal ini menjorokkan berdirinya Sekolah tinggi Farmasi Kedokteran Indonesia (PEFARDI) di musim 1982. Dengan adanya organisasi tersebut para staf pengajar bisa bertukar mantra. Hasil yang diperoleh dari beberapa persuaan anggota PEFARDI antara lain memperbarui konten dan metode penataran ilmu Farmasi Kedokteran yang awalnya banyak mengajarkan/praktek mengiris pengasosiasi menjadi pembelajaran nan lebih aplikatif dan disesuaikan dengan kompetensi medikus, merupakan memberikan materi-materi penelaahan nan menunjang penulisan resep.

Penerapan pembelajaran penulisan resep obat akan sangat terbantu bila dikaitkan dengan diagnosis kelainan untuk perunding yang diberikan. Dosen dengan latar bokong dokter sangat diperlukan. Makanya karena itu pada tahun 1999 diusulkan dan terealisasi penyisipan tenaga dosen tunak profesi dokter yakni dr. Rul Afiyah Syarif. Sebelum mempunyai tenaga mantri, penerimaan kancing yang menggunakan kasus ki kesulitan berbintang terang bantuan tenaga dokter berusul bagian Farmakologi dan Toksikologi, antara lain dr. Ngatidjan.

Proses pembelajaran Aji-aji Farmasi Kedokteran diberikan melalui kuliah, latihan ketrampilan terutama menggambar resep, demonstrasi (peragaan) dan sumbang saran kelompok.  Sebelum tahun 2004 selain diberikan di tingkat S1 Pendidikan Dokter, Hobatan Farmasi Kedokteran lagi diberikan di tingkat profesi (koas). Di Tingkat S1 Ilmu ini diberikan di semester VI dan di tingkat koas diberikan sepanjang 2 ahad stase.  Sejak tahun 2004 semua ilmu Farmasi diberikan di tingkat S1 selama 2 Semester (1 SKS/per semester) nan terbagi menjadi satu SKS lektur dan satu SKS praktikum.  Pergantian kurikulum di tahun 2007 yang dilakukan maka itu Fakultas menjadi sistem blok, banyak membentuk pergantian pengajuan pembelajaran dan kompresi materi. Lamun demikian, pamrih penerimaan diupayakan teraih.

Sebatas tahun 2009 bagian Farmasi Kedokteran menempati gedung di lingkungan FK UGM yang terletak disebelah timur RSUP dr. Sardjito. Fasilitas ruang diskusi, ruang laboratorium yang pas dan taman bacaan boleh menunjang proses pengajian pengkajian mahasiswa.

Beberapa pengkajian yang mendukung program unggulan Penggalan Farmasi Kedokteran akan halnya pembeli tradisional, masalah epidemologi pembeli dan quality control pelamar telah dilakukan para staf pengajar. Salah satu staf Bagian Farmasi merupakan Dra. Mae Sri Hartati W. MSi., Apt, nan berminat melakukan penelitian pengembangan obat tradisional telah berhasil menemukam senyawa aktif 16,17-dehidrodeasetil, 5a-oleandrin yang berpotensi dikembangkan laksana pembeli inkompatibel puru ajal ginjal, dan 5a oleandrin perumpamaan obat anti kanker servik. Staf tersebut beserta staf yunior dr. Heri Wijanarko, MSi pada saat itu, berhasil juga menemukan fusi baru (phalerin) hasil isolasi petal betara yang berpotensi sebagai immunomodulalator.

Kerjasama yang sudah lalu dibina antara tak bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM dalam meres Pendidikan dan penelitian, dengan yayasan Kucala dalam bidang Pengabdian awam, dengan Perhimpunan Farmasi Kedokteran Indonesia( PEFARDI) kerumahtanggaan bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, dan dengan Badan Permakluman Kewedanan DIY dalam satah Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan di latar pengabdian publik meliputi manajemen kursus bagi tenaga ajun apoteker dan maupun para medis, seminar/penyuluhan mualamat peminta modern dan obat tradisional kepada publik baik dalam bentuk ceramah maupun dialog interaktif. Disamping itu Putaran Farmasi Kedokteran juga memberikan layanan Kefarmasian baik kepada residen alias mahasiswa S1, S2,dan S3 Fakultas Medis dalam menentukan formula sediaan pembeli yang digunakan umpama bahan penelitian.

Daftar Ketua Bagian

1970-1992    : Dra. Mamik Sopeparmi, Apt.

1992-1996    : Dra. Soepartinah, SU., Apt.

1996-2002    : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

2002-2005    : Dra. Tri Murini, M.Si., Apt

2005-2009    : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

—————————————————————————————————————–

Puas awal penggabungan ketiga Bagian tersebut, Bagian Ilmu obat dan Terapi terbagi atas 7 divisi merupakan: 1. Farmakologi Molekuler dan Farmakogenetika, 2. Farmakoepidemiologi dan Farmakoekonomi, 3. Manajemen dan Kebijakan Pelelang, 4. Farmakokinetika balai kesehatan, 5. Etnofarmakologi, 6. Farmakologi klinik dan Farmasi Klinik, 7. Farmakologi dasar dan Toksikologi.

Tiba hari 2016, sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) nan diberlakukan di UGM, Babak Farmakologi dan Penyembuhan berubah menjadi Departemen Farmakologi dan Terapi, yang terdiri atas 5 Divisi: 1.
Farmakogenomik, 2. Farmakologi dan Toksikologi Eksperimental, 3. Etnofarmakologi, 4. Farmakologi Balai pengobatan dan Kebijakan Obat, 5.
Farmakoepidemiologi, Farmakovigilans & Farmakoekonomi.

Foto bersama setelah Berdampingan Kerja Bagian Farmakologi dan Terapi, 25 Januari 2014

Foto bersama Dosen dan Tenaga Kependidikan privat rangka Pengukuhan Guru besar Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt., pada sungkap 11 Desember 2019

Superior Bagian

Masa 2009-2013           : Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt

Tahun 2013-2016           : Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K)

Kepala Departemen

Musim 2016- sekarang     : Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed

Hingga rembulan Agustus 2020, Kementerian Ilmu obat dan Terapi n kepunyaan 16 tenaga pembimbing yang terdiri atas 4 individu professor dan 12 belum profesor, dan 13 individu bergelar doktor, 2 orang bergelar master nan masing-masing sedang menuntut ganti rugi program doctor di Inggris (dr. Yolanda Dyah Kartika, M.Sc.) dan Taiwan (drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc.) dan seorang staf pengajar baru (dr. Mia Munawaroh Yuniyanti).

Visi

Menjadi Kementerian yang unggul , mandiri, dan etis, bergengsi sejagat yang dijiwai Pancasila internal bertuankan kepada kemustajaban bangsa dan umat individu menerobos proses yang rasional, efisien, koheren dan per-sisten dengan penerapan cara pengelolaan kelola yang baik, transparan dan akuntabel didukung sumber daya manusia yang profesional dan bertanggung jawab.

Misi

  1. Melaksanakan kegiatan Tridharma Perguruan Jenjang yang pretensius bumi dengan berlandaskan kearifan lokal.
  2. Melaksanakan tata Kementerian yang baik
    (Good Department Governance)
    dengan menganjurkan transparansi dan akuntabel.
  3. Meningkatkan kesejahteraan segenap sivitas akademika Episode atas dasar profesionalitas dan nikah.

Segel Departemen

  1. Uji Toksisitas (Penanggungjawab: Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed)
  2. Uji Bioavailability-Bioequivalence (BA-BE) (Penanggungjawab: Dr. dr. Rustamaji, M.Kes)
  3. Skrining Antimalaria (Penanggungjawab: Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.)
  4. Ekstraksi Target Obat Herbal (Penanggungjawab: Dr. Mae Sri Hartati W, M.Sang., Apt)
  5. Animal house
    (Riset dengan hewan coba) (Penanggungjawab: dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D)

Struktur Departemen

Ketua Departemen :
Dr. dr. Eti Nurwening Solikhah, M.Kes., M.Med.Ed.

Sekretaris Departemen :Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes

Keunggulan-label dosen per Divisi dan Kepakarannya

A. Divisi Farmakogenomik (Penasihat: Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.)

  1. Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt. (Drug discovery and development, Pharmacogenetics and pharmacogemonics, Pharmacology experimental)
  2. Dr.Med. dr. Indwiani Astuti (Pharmacogenetics, Medical Molecular Biology)
  3. dr. Yolanda Dyah Kartika, M.Sc (Experimental Pharmacology, Molecular Pharmacology, Drug Resistance, Breast Cancer Brain Metastases)
  4. drg. Fara Silvia Yuliani, M.Sc (Drug development, Molecular biology, Signal transduction, Immunology and inflammation, Pharmacology in respiratory disease)

B. Farmakologi dan Toksikologi Eksperimental (Pejabat: Dr.dr.Eti Nurwening S, M.Kes., MMedEd.)

  1. Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed. (Experimental Pharmacology, Drug Development, Toxicology)
  2. dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D (Molecular Pharmacology, Pharmacogenomics, Animal eksemplar for drug discovery and development, toxicology)
  3. dr. Mia Munawaroh Yuniyanti (Experimental Pharmacology, Tropical Medicine)

C. Etnofarmakologi (Ketua: Prof. Dr. Mae Sri Hartati W, M.Si., Apt)

  1. Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si., Apt. (Ethnopharmacology, Herbal Medicine, Drug Development)
  2. Dr. dr. Setyo Purwono, M.Kes., Sp.PD. (Basic Pharmacology, Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy, Ethnopharmacology)
  3. Dr. dr. Rul Afiyah Syarif, M.Kes. (Ethnopharmacology, Reproductive Pharmacology, Medical Pharmacy)

D. Farmakologi Balai kesehatan dan Kebijakan Pemohon (Ketua: Prof. Dr. Sri Suryawati, Apt.)

  1. Prof. Dr. Sri Suryawati, Apt. (Clinical Pharmacology, Medicine Policy)
  2. Dr. Dra. Tri Murini, M.Si., Apt. (Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical)
  3. Dr. dr. Rustamaji, M.Kes. (Medicine Policy, Pharmacokinetic, Narcotics and New Psychoactive Substances (NPS), Drug management)
  4. Dr. dr. Woro Rukmi Pratiwi, M.Kes., Sp.PD (Basic Pharmacology, Clinical Pharmacology and Clinical Pharmacy)

E. Farmakoepidemiologi, Farmakovigilans & Farmakoekonomi (Ketua: Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt.)

  1. Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt. (Farmakologi Klinik, Farmako-epidemiologi, Farmako-ekonomi, Health Technology Assesment)
  2. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D (Pharmacoepidemiology Pharmacoeconomy, Pharmacovigillance and Drug Safety, Vaccinology and Vaccine Safety)

Kontak Kementerian

Kementerian Farmakologi dan Penyembuhan

Bangunan Radioputro, Lt 2, Sayap Timur
Kronologi Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, 55281
Telp (0274) 511103
Email: ilmu [email protected]
Website: farmakologi.fk.ugm.ac.id

Source: https://fkkmk.ugm.ac.id/departemen-farmakologi-dan-terapi/

Posted by: and-make.com