Departemen Farmakologi dan Terapi punya ki kenangan nan panjang. Departemen ini sebelum tahun 2016 bernama Bagian Farmakologi dan Terapi, yang yakni penggabungan dari 3 bagian yaitu Bagian Ilmu obat dan Toksikologi, Farmakologi Klinik, dan Farmasi Kedokteran dengan sejarah masing-masing Bagian sebagai berikut:

I. Bagian Farmakologi dan Toksikologi

Awal Pengajaran Farmakologi (1946-1954).

Cikal bakal Putaran Farmakologi telah terserah bersamaan dengan lahirnya klinik Perguruan Hierarki Kedokteran  (PTK) di Surakarta plong 4 Maret 1946 dan bagian Pre klinik PTK di Klaten puas 5 Maret 1946. Lega waktu itu mata kuliah Farmakologi disebut hobatan kelebihan pengasosiasi yang diberikan oleh dr. Soenoesmo.

Periode 1954-1962

Penggalan Ilmu obat Fakultas Kedokteran UGM terbentuk secara absah pada terlepas 1 September 1954. Orasi Farmakologi Umum diberikan oleh Prof. Dr. Sardjito, sedangkan Kuliah Farmakologi distingtif diberikan oleh dr, Sentral dan dr. Suwito dari Bagian Bedah FK UGM. Setelah mendapatkan upgrading dari Prof. Dr. R.A. Lewis, Visiting Profesor dari WHO, puas wulan Maret sampai September 1960, kuliah ilmu obat khas diberikan makanya dr. R.H. Yudono.

Periode 1962-1987

Mulai terlepas 1 September 1962, Pemimpin
Bagian  Ilmu obat dipegang maka itu dr. Yudono dengan dibantu oleh dr. Ida Bagus Oka sebagai Asisten Pandai dan dr. Sunarto, dr. Suprapto, dr. Palal dan Azwar Agus umpama Pembantu. Pada tanggal 1 Januari 1967 Episode Farmakologi FK UGM pindah ke Gedung Farmakologi dan Fisiologi di Karangmalang dari Mangkubumen (Komplek Ngasem) Yogyakarta.  Lega tahun 1967 itu pula Putaran Farmakologi mendapatkan Visiting Guru besar mulai sejak WHO merupakan Prof. J. Venercek. Setelah pun berasal Institut Voor Pharmacologis Rijks Universiteit Nederland lega 1 September 1969,  dr. R.H. Yudono berkat brevet laksana tukang Farmakologi berbunga FK UGM dengan Prof. J Vanecek sebagai pendidik.

Plong 1 Januari 1970 tugas Prof. J. Venecek berakhir dan ditarik juga oleh WHO, dr. Mu’tasimbillah Ghozi, dr. Samekto Wibowo, dr. Rahardjo Darmanto, dr. Barmawi Hisjam, dr. Rusdi Lamsudin, dr. Armis dan dr. Burham warsito  diangkat menjadi Asisten Ahli.  Pada April 1971, Putaran Ilmu obat pindah ke Sekip Utara. Bagian Farmakologi FK UGM mengalami waktu timbul tenggelam dalam jumlah staf penatar pada masa kepemimpinan dr. R.H. Yudono. Beberapa asisten ahli meluaskan karirnya di luar bagian Ilmu obat di lingkungan FK UGM maupun diluar FK UGM, dr. Sulanto Saleh Danu diangkat menjadi Pendamping dan pada periode 1974 Drs. Med. Ngatidjan diangkat menjadi CPNS. Pada masa 1975 dr. Budhiarto dan dr. Sumastuti menjadi asisten ahli baru.
Karena dr. Samekto Wibowo telah mengendalikan brevet Farmakologi di Perkumpulan Airlangga maka berangkat tahun 1979 Bagian Farmakologi FK UGM berhak ki melatih dan memberi brevet keahlian Ilmu obat. Beberapa staf pengajar mendapatkan brevet ahli Farmakologi antara tidak dr. Sulanto Saleh Danu (UGM), dr. Muchtan Sujatno dan dr. Adjad Sudradjad dari Jamiah Padjajaran. Pada tahun 1983 dr. Ngatidjan dan dr Budhirto berkat juga lulus brevet keahlian Farmakologi. Selama kurun waktu 1980-1990 beberapa staf Bagian Ilmu obat telah dikirim ke luar negeri untuk meneruskan pendidikan dalam bidang farmakologi, dr. Budhiarto ke Hongkong, dr. Budiono Santoso ke Inggris dan dr. Ngatidjan dan dr Ishandono ke Melbourne  Australia.

Dari kiri ke kanan: dr. Budiono Santosa, dr Ngatidjan, dr. Budhiarto, dr. Samekto Wibowo
Dari kiri ke kanan: dr. Budiono Santosa, dr. Ngatidjan, dr. Budhiarto, dr. Samekto Wibowo

Waktu 1987-2001

Adegan Farmakologi FK UGM mengalami urut-urutan dan dinamika nan sangat cepat terutama dalam meres SDM. Setelah dr. R.H. Yudono pensium, Pembesar Bagian diteruskan makanya dr. Ngatidjan, M.Sc. Jumlah staf pengajar tinggal 8 hamba allah bersumber 12 individu karena ada ekspansi Bagian Ilmu obat Klinik. Bagian Ilmu obat juga membina Bagian Ilmu obat Fakultas Kedokteran Perserikatan Lambung Mangkurat (FK UNLAM) Jejer Baru sejak tahun 1993. Beban tugas staf bagian terasa dulu berat di masa-masa tersebut. Studi tentang toksikologi, pengembangan remedi tradisional, farmakokinetika dan farmakodinamika banyak dilakukan maka dari itu staf pengajar Adegan Farmakologi. Bahkan pada masa ini nama penggalan Farmakologi diusulkan menjadi Bagian Farmakologi dan Toksikologi waktu 1996-1997, bilang staf menyinambungkan pendidikan S3 ke luar dan dalam kewedanan dan dua bani adam staf menyinambungkan ke pendidikan medikus spesialis.

Sejak dimulainya BBM (Sparing Berdasarkan Masalah) pada tahun 1992 untuk seluruh mahasiswa baru, beberapa staf Penggalan Farmakologi terlibat dalam penyususnan modul dan tutorial, Musim 1994, pnyempurnaan metode pengajaran dilakukan dengan kuliah menggunakakan team teacinng dan 2 sebelah. Kurikulum disempurnakan dengan memasrahkan netra orasi Farmakologi plong semester IV dan Farmakoterapi pada semester V Evaluasi dilakukan melangkahi minites mingguan dengan pemberian materi terstuktur sebelum orasi. Praktikum dan penugasan lebih berperilaku aplikatif dengan menekankan plong upaya  pendayagunaan pelamar yang rasional. Sistem ini dirasa menguntungkan cak bagi mahasiswa dan mewujudkan mahasiswa aktif.

Babak Farmakologi menyenggarakan acara pendidikan S2 Minat Penting Farmakologi di bawah Acara Studi Ilmu Kedokteran Dasar, Acara Pasca Sarjana UGM. Ibarat ketua minat mula-mula kali adalah dr. Budiono Santoso, Ph.D yang pun merintis pembentukan seksi/divisi Farmakologi Klinik di Bagian Farmakologi FK UGM dan balasannya membentuk Laboratorium Ilmu obat Klinik masa 1987.

Hari 2001-2006

Di masa ini unjuk berbagai isu seperti kurikulum Nasional berbasis Kopetensi (KIPDI III) maka dari itu FK UGM, perlintasan pamor UGM menjadi Perhimpunan Berbadan Syariat Hoki Negara, kampanye UGM menjadi research University, maupun barang bawaan memberikan uang muka mutu pendidikan nan terbaik bagi mahasiswa. Pada saat ini jumlah staf penyuluh tinggal 12 basyar.

Pada wulan Agustus 2003 Bagian Farmakologi dan Toksikologi mulai menempati rubrik baru di gedung Radiopoetro FK UGM. Bagian Ilmu obat Dan Toksikologi adalah keseleo suatu Bagian yang mendapatkan akomodasi gedung dan laboratorium mulai sejak proyek OECF. Fasilitas yang dimiliki sekarang memadai representative kerjakan kegiatan praktikum, kuliah alias studi bagi mahasiswa S1, S2 alias S3. Diharapkan amatan parasan farmakodinamika, farmakokinetika, farmakoepidemiologi, ilmu obat balai kesehatan, imunofarmakologi, farmakogenetik, farmakologi molekuler pengembangan peminta tradisional dan toksikologi balai kesehatan semakin berkembang. Demikian pula kerja proporsional penelitian dengan berbagai rupa intitusi sama dengan dengan Badan POM, DepKes RI, Industri Farmasi semakin berkembang.

Berbagai kegiatan pengkajian mutakadim dilakukan n domestik 10 tahun terakir oleh staf Bagian Farmakologi & Toksikologi baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan intistusi tidak baik berbunga dalam maupun luar kawasan, antara lain ekspansi formularium lakukan flat nyeri dan intansi pemerintah, penelitian adapun medication error di di berbagai rupa rumah lindu, pengembangan senyawa C-9154 sebagai antibiotik peluasan campuran 1,10-fenantrolin sebagai antimalaria, penyelidikan obat Indonesia buat malaria dan kanker, penekanan epidemiologi, polimorfisme gen EBV-NPC, kajian toksisitas berbagai rupa tanaman obat Indonesia.

Tahun 2005, dr. Iwan Dwiprahasto, M.MED.Sc.,Ph.D diminta menjadi wakil Dekan Latar Akademik dan Kemahasiswaan waktu 2005-2009, Seterusnya Dr. Mustofa, M. Kes., Apt ditunjuk untuk menduduki PJs. Pembesar Penggalan Farmakologi FK UGM, dr. Ngatijan, M.Sc., Sp.FK. juga ditarik ke Fakultas lakukan menjadi Asisten Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.

Periode 2006-2009

Dalam kurun waktu ini, 3 bani adam dosen menerima SK menjadi  Guru Besar kerumahtanggaan bidang Farmakologi yaitu: 1. Prof. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K),  Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D, dan Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt.

Daftar Kepala Adegan

Periode 1946-1954        : dr. Soenoesmo

Tahun 1954-1962        : Prof. Dr. Sardjito

Hari 1962-1987        : dr. R.H. Yudono

Perian 1987-1991        : dr. Ngatidjan, MSc.,SpFK.

Periode 1991-1995        : Dr. Med. dr. Widharto PH, Sp.FK

Periode 1995-1997        : Dr. Med. dr. Widharto PH, Sp.FK

Periode 1997-2001        : dr. Ngatidjan. MSc.SpFK

Masa 2001-2005        :  dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D

Periode 2005-2009        : Prof. Dr. Mustofa, M. Kes., Apt.

II.Bagian Farmakologi Klinik

Poyang Episode Ilmu obat Klinik mulai sejak mulai sejak pembentukan Seksi Ilmu obat Poliklinik/Divisi Ilmu obat Poliklinik di Penggalan Farmakologi puas tahun 1983. Sebelum itu, sejak 1979 juga sudah dibentuk Kelompok Kerja Ilmu obat Klinik di FK-UGM yang beranggotakan staf farmakologi dan bagian-bagian klinik, dengan organisator dr. Budiono Santoso Ph.D. Kesempatan berkembang pada tahun1987 dengan adanya persilihan tata organisasi di UGM plong tahun tersebut Fakultas Medis berekspansi  pendirian Laboratorium, sehingga kemudian terbentuk Laboratorium Farmakologi Klinik. Pergantian tata organisasi terjadi juga pada tahun 1996, yang mengubah status Laboratorium Ilmu obat Balai pengobatan menjadi Bagian Farmakologi Klinik. Di kalangan mahasiswa, rekanan, dan konsumen, Bagian Farmakologi Klinik lebih dikenal dengan nama “Farklin” Nama ini merupakan singkatan yang tiba dipopulerkan makanya mahasiswa Kedokteran angkatan 1987. Karena sebutan ini sekali lagi, maka Website Bagian Farmakologi Balai pengobatan diberi nama://www.farklin.com.

Privat kurun perian 18 tahun Farklin telah berkembang pesat. Telah berkembang pesat. Masa ini Farklin memiliki 4 Divisi yaitu Pendidikan S1, Pendidikan S2, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Divisi Penelitian melingkupi 4 Laboratorium, yaitu Laboratoriun Farmakokinetika dan Ketersediaan hayati, Uji balai pengobatan, Kebijakan dan Tata Obat dan pengembangan Pendidikan Farmakologi Klinik. Laboratorium Farmakokinetika dan kesediaan hayati sreg saat itu sedang menjalani proses akreditasi nasional sebagai makmal pengujian. Farklin adalah salah suatu
Departement of Clinical Pharmacology
di negara berkembang yang aktif  menyumbangkan penelitian pendidikan di bidang ilmu obat Balai pengobatan/farmakologi penyembuhan untuk mahasiswa Kedokteran. Staf Episode bosor makan diundang untuk berbicara tentang  ekspansi farmakologi balai pengobatan di pertemuan-perjumpaan internasional. Tahun 2001/2002 berbintang terang pengapit IUPHAR bikin mengkaji dan mendefinisi-ulang peran, jangkauan dan organisasi Farmakologi Klinik di negara berkembang, bahkan menduduki posisi komite.

Tahun 1995 Farklin bersama-sama dengan beberapa tukang pecah majemuk disiplin ilmu mendirikan Kunci Studi Ilmu obat Klinik dan Kebijakan Pemohon UGM (Centre for Clinical Pharmacology and Medicines Policy Studies). Makanya karena kontribusinya n domestik peluasan politik pertambahan penggunaan pemohon secara rasional di nisbah sejagat, Pusat Penekanan ini sejak tahun 1996 ditunjuk menjadi
WHO Collaboration Centre for Research and Training in Rational Use of Medicines.

Farklin secara aktif terlibat intern pendidikan S1,S2, ataupun pembibingan bikin mahasiswa S3. Untuk pembibingan mahasiswa S3, staf  Episode Ilmu obat Poliklinik telah terlibat sedbagai penilai asing maupun seumpama pembimbing program doctor di sejumlah Perserikatan di asing wilayah.

Perkuliaan S1 Farklin lega semester 8 mahasiswa kedokteran dimulai pada tahun 1989. Sebelumnya, selama tahun 1987-1988 dilakukan pengembangan dan uji-coba modul-modul perkuliahan. Materi perkuliahan dibukukan dengan Farmakologi Balai kesehatan dan Farmakoterapi, dan diberikan secara Cuma-cuma kepada seluruh mahasiswa S 1. Materi konseptual pron bila itu juga bisa didownload minus biaya dari website http://www/farklin.com. Beberapa Fakultas Farmasi dan kedokteran di Indonesia telah mengabdopsi sejumlah materi bakal digunakan dalam perkuliahan mereka. Evaluasi terhadap mutu pembelajaran dilakukan secara periodik. Evaluasi terakhir dilakukan puas tahun 2004, dan hasilnya dipresentasikan di VIII World Conference on Clinical Pharmacology and Therapeutics di Brisbane, Agustus 2004. Hasil evaluasi menunjukan bahwa biji rata-rata papan bawah buat ain lektur farmakologi balai kesehatan meningkat secara tetap.

Staf Farklin selama bertahun tahun secara aktif terlibat intern pergerakan internasional cak bagi memasukan konsep pelamar esensial dan pengobatan rasional ke internal kurikulum kedokteran antara lain:

  • Bak pembicara di les alam semesta bakal memasukan konsep obat esensial dan pengobatan konsekuen ( Netherlands, 1994 dan Filipina, 2001)
  • Plenary lecture di VII World Conference on Clinical Pharmakology and Therapeutics (Brisbace, 2004), dengan tajuk”Contribution of clinical pharmacology in promoting rational use of medicines in developing countries”
  • Workshop on Integrated Pharmacotherapy Teaching in Medical Curricula, menghasilkan rekomendasi yang mencangam rumusan kompetensi nan harus dimiliki makanya dokter umum di bidang farmakoterapi, core content, core skills, dan core attitude farmakoterapi, dan politik agar indoktrinasi farmakoterapi bisa terintegrasi dengan baik dalam indoktrinasi ilmu- ilmu klinik.

Pada jenjang pendidikan S2, Farklin menyelenggarakan program Magister Manajemen dan Ketatanegaraan Obat (MKO) di asal kordinasi Program Penelitian S2-IKM. Support group kerjakan MKO antara lain Muslihat Studi Farmakologi Balai pengobatan dan Strategi Obat UGM dan Internasional Network for Rational Use of Drugs (INRUD).  Tujuan bakal mempersiapkan tenaga professional yang makmur mengelola kebijakan pengasosiasi  dan mengelola programa yang berkaitan dengan pelelang public di tingkat nasional, Propinsi, kabupaten, atau di instusi peladenan kebugaran swasta.

Internal kurun waktu 1996-2005 besaran petatar program pendidikan  MMKO yakni 101 insan yang tersebar di 24 propinsi kualitas tesis pada umumnya menetapi standar Internasional. Sebanyak 13 paper alimni MMKO berdampak dipresentasikan intern Internasional Conference in Improving the Use of Medicines (ICIUM), Februari 2004. Alumni MKO pun difasilitasi untuk terlibat dalam evaluasi ketatanegaraan nasional.

Program pendidikan non-gelar seperti kursus/pelatihan jangka sumir telah diselenggarakan sejak 1987 kerumahtanggaan bidang evaluasi obat, manajemen pemohon, penyelidikan klinik, biostatistik, dan penelitian kesiapan hayati obat dilaksanakan 1 kali setahunFarlin telah banyak melatih orang, staf heterogen kota di Indonesia buat menjadi independent drug evaluator. Di tingkat Alam semesta, Bagian farmakologi klinik menjadi tujuan fellowship WH) untuk kursus/pelatihan di bidang evaluasi pemohon dan uji kesediaan hayati.

Dalam  bidang penelitian, Laboratorium Uji Poliklinik saat itu merupakan suatu Contract Researh Organization (CRO) yang memegang prinsip good clinical research practices (GCP). Partisipasi kegiatan dilakukan berdasarkan permintaan industri farmasi, membentangi pengembangan protokol uji poliklinik, menciptaan case report forms, manajemen uji balai pengobatan, monitor, dan kajian data.

Laboratorium Farmakokinetika Klinik dan Ketersediaan Hayati eksis sejak tahun 1987. Sampai Tahun 2006  sudah melakukan lebih dari 100 pengujian kerjakan memastikan kualitas sediaan generik atau
branded generics, sebagai bagian dari proses premarketing approval oleh Raga POM, kembali melakukan pengujian bikin formulasi sediaan baru. Plong pengembangan pendidikan Farklin, pengembangan yang telah dilakukan meliputi peluasan modul pembelajaran ilmu obat balai kesehatan dan farmakoterapi. Maklumat antara tak “Drug advertisement a critical lesson for Indonesia students “ tentang hasil uji coba salah satu  modul untuk menelaah iklan pengasosiasi. Modul ini diadopsi maka itu WHO dan HAI Europa menjadi buku How to Respond to Drug Advertisement: A Practical Guide for Health Professional Students. Farklin pun telah terlihat privat pengembangan modul dan uji coba Guide to Good Prescribing (GGP) bersama Fakultas kedokteran dari 7 negara. Buku ini dipakai maka itu ± 80% Fakultas kedokteran di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 23 bahasa. Farklin pun memberikan pelatihan dan soal jawab kepada lembaga-buram swasta dan pemerintah bermacam-macam negara malar-malar bikin mempersiapkan laboratorium penajaman farmakokinetika balai kesehatan di berbagai kancing riset negara bukan.

Laboratorium Kebijakan dan menejemen Pelamar banyak berkomplot denga Kunci Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat UGM, Magister Pengelolaan dan politik obat, serta heterogen institusi pelayanan kebugaran di luar UGM. Internal kurun waktu 2001-2006 telah dihasilkan 32 penyelidikan, sebagian osean dipublikasi di jurnal manajemen Pelayanan Kesehatan. Tiga belas karya terseleksi dikomunikasikan di internasional Conference on Improving the Use of Medicines di Chiangmai 2004.

Kegiatan pengabdian langsung ke mahajana antara lain diwujudkan dengan dialog-dialog interaktif melalui media masa cetak ataupun elektronik, kuliah awam, dan pengembangan modul pelatihan mandiri untuk digunakan maka itu masyarakat. Pelecok satunya modul CBIA (Cara Belajar Ibu Aktif) yang bertujuan bikin meningkatkan keamanan swamedikasi. Modul ini banyak mendapat perasaan dari berbagai rupa pihak  baik nasional maupun internasional. Desember 2005, WHO menyelenggarakan Wrskshop yang diikuti 9 negara di Asia dan Pasifik untuk menyebarluaskan CBIA ini sebagai satu arketipe pilihan bakal pemberdayaan masyarakat.

Staf Farklin juga terbabit internal perumusan politik publik di tingkat wilayah, kebangsaan dan internasional, dan menjadi konsultan departemen kesegaran di berbagai negara. Sejak waktu 1989 staf  Farklin selalu diminta menjadi konsultan WHO dan beberapa bodi kontributor Internasional tak untuk membantu pengembangan programa nasional intern bidang obat esensial, politik obat manajemen obat, dan peningkatan penggunaan obat secara mantiki di beraneka rupa Negara. Negara yang telah memakai jasa konsultan Farklin antara lain Nepal, Myanmar, Kyrgstan, Sri Jarang, Bangladesh, Maldives,PakistaN,Combodia, Lao, China, Vietnam, dll, Pada waktu artikel ini disiapkan, seorang staf Farklin sedang didomikasi bagi menjadi parlemen Pengawas Narkotika Internasional. Kemampuan staf Farklin sebagai fasilitator Internasional ialah aset perhimpunan yang sangat berjasa. Hasil evaluasi berbagai rupa pelatihan Internasional, menunjukan bahwa  staf Farklin merupakan penyedia primadona. Selain itu Farklin pada ketika itu pula membujur pembantu sebagai pencipta berbagai rupa pertemuan internasional, utamanya cak bagi pengembangan, mengujicoba, mengevaluasi suatu materi les hijau, dan mempersiapkan template untuk digunakan maka itu penyeleggaraan lebih jauh.

Daftar Kepala Bagian

1987-1996          : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1996-1999          : dr. Budiono Santoso, PhD., Sp.FK.

1999-2005          : Dr. Sri Suryawati

2005-2009          : dr. H.Sulanto Saleh Danu, Sp.FK.

III.Fragmen Farmasi Kedokteran

Pendidikan Kefarmasian buat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM adv pernah 1950-1961 dikenal dengan jenama ilmu anak kunci. Ilmu Resep diberikan pada tingkat kepaniteraan oleh apoteker apotek RS Gadjah Mada. Semenjak tahun 1961 dengan dipimpinnya apotek tersebut oleh Dra. Mamik soeparmi,Apt. maka ilmu resep diajarkan pada mahasiswa S1  dan mahasiswa tingkat profesi (koas) berkomplot dengan Fakultas Farmasi UGM. Dengan semakin pesatnya urut-urutan pelelang dan tehnologi kefarmasian maka menuntut pendidikan kefarmasian kerjakan mahasiswa Kedokteran yang lebih luas sehingga pendidikan kefarmasian perlu dikelola koteng oleh Fakultas Medis. Oleh kesudahannya pada tahun 1970 berdirilah Episode Farmasi Kedokteran dengan ketua Bagian Dra. Mamik Soeparmi, Apt.

Seiring dengan kronologi waktu dan tuntutan pendidikan, bertambahlah jumlah staf pengajar di Bagian Farmasi Kedokteran FK UGM. Perkembangan tersebut juga terjadi di sejumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia oleh karena itu lega tahun 1982 terbentuklah perkumpulan staf penyuluh ilmu farmasi di Fakultas Kedokteran yang dikenal dengan nama Perhimpunan Farmasi Kedokteran Indonesia (PEFARDI). Dengan adanya organisasi tersebut para staf pengajar bisa bertukar ilmu. Hasil yang diperoleh dari sejumlah pertemuan anggota PEFARDI antara lain menidakkan sistem pengajian pengkajian ilmu Farmasi Kedokteran yang sebelumnya berorientasi lega teknik merincis obat menjadi pembelajaran yang berbasis pada penderita (Patient oriented).

Dra Mamik Suparmi, Apt. memberikan sambutan pada acara Pertemuan Regional PEFARDI, 25 ApriL 1987
Dra Mamik Suparmi, Apt. mengasihkan penolakan sreg acara Perjumpaan Regional PEFARDI, 25 ApriL 1987
Pembawa acara Kursus Penyegaran Asisten Apoteker, FK UGM 28 November 1992
Pemandu acara Latihan Penyegaran Kepercayaan Apoteker, FK UGM 28 November 1992

Sampai tahun 2009 fragmen Farmasi Medis menempati gedung di mileu FK UGM yang terletak disebelah timur RSUP dr. Sardjito. Akomodasi pangsa diskusi, ruang laoratorium yang memadai dan taman pustaka dapat menunjang proses pembelajaran mahasiswa.

Mantra Farmasi Kedokteran merupakan Guna-guna kefarmasian nan diberikan kepada favorit dokter moga dapat mewujudkan terapi obat yang diberikan kepada penderita melalui preskripsi yang benar (lege artis) dan rasional. Proses pembelajaran Guna-guna Farmasi Kedokteran diberikan menerobos kuliah, untuk meberikan guna-guna dasar  (basic), dan diberikan juga internal bentuk latihan ketrampilan, demontrasi (peragaan) dan diskusi kelompok. Dengan proses pembelajaran tersebut, pamrih pendidikan Farmasi Kedokteran dapat terwujud. Metode pembelajaran buat mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM yang bersendikan keburukan (PBL) dilaksanakan secara terintegrasi dengan beberapa mantra yang tercalit, maka penyedotan ilmu Farmasi Kedokteran bagi para mahasiswa semakin baik.

Beberapa studi yang kondusif program unggulan Adegan Farmasi Kedokteran tentang pembeli tradisional, masalah epidemologi pelamar dan quality control peminta telah dilakukan para staf instruktur. Salah suatu staf Bagian Farmasi yakni Dra. Mae Sri Hartati W. MSi., Apt, yang berminat melakukan penelitian pengembangan perunding tradisional telah berhasil menemukam paduan aktif 16,17-dehidrodeasetil, 5a-oleandrin yang berpotensi dikembangkan bak pengasosiasi bentrok puru ajal buah punggung, dan 5a oleandrin misal pelelang bentrok kanker servik. Staf tersebut beserta staf hijau dr. Heri Wijanarko, MSi puas ketika itu, berbuah pula menemukan senyawa baru (phalerin) hasil keterpencilan daun mahkota dewa yang berpotensi bagaikan immunomodulalator.

Kerjasama yang sudah lalu dibina antara lain kerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM n domestik bidang Pendidikan dan penyelidikan, dengan yayasan Kucala dalam latar Pengabdian masyarakat, dengan perkumpulan Farmasi Kedokteran Indonesia(PEFARDI) privat bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, dan dengan Fisik Kabar Negeri DIY dalam permukaan Pengabdian Masyarakat’.

Kegiatan di bidang pengabdian publik meliputi penyelenggaraan kursus bagi tenaga asisten farmakolog dan atau para kedokteran, seminar/penyuluhan informasi pemohon modern dan pembeli tradisional kepada masyarakat baik n domestik rangka ceramah maupun dialog interaktif. Disamping itu Bagian Farmasi Kedokteran juga memberikan layanan Kefarmasian baik kepada residen maupun mahasiswa S1, S2,dan S3 Fakultas Kedokteran dalam menentukan formula sediaan obat yang digunakan sebagai bahan penelitian.

Foto bersama setelah Rapat Kerja Bagian Farmakologi dan Terapi, 25 Januari 2014
Foto bersama setelah Berdekatan Kerja Bagian Ilmu obat dan Penyembuhan, 25 Januari 2014

Daftar Penasihat Bagian

1970-1992          : Dra. Mamik Sopeparmi, Apt.

1992-1996          : Dra. Soepartinah, SU., Apt.

1996-2002          : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

2002-2005          : Dra. Tri Murini, M.Si., Apt

2005-2009          : Dra. Sri Suharmi MS, Apt.

——————————————————————————————————————-

Pada mulanya penggabungan ketiga Putaran tersebut, Bagian Farmakologi dan Terapi terbagi atas 7 divisi yaitu: 1. Ilmu obat Molekuler dan Farmakogenetika, 2. Farmakoepidemiologi dan Farmakoekonomi, 3. Manajemen dan Kebijakan Penawar, 4. Farmakokinetika balai kesehatan, 5. Etnofarmakologi, 6. Ilmu obat klinik dan Farmasi Balai kesehatan, 7. Farmakologi dasar dan Toksikologi.

Tiba tahun 2016, sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) yang diberlakukan di UGM, Bagian Farmakologi dan Terapi berubah menjadi Departemen Farmakologi dan Terapi, yang terdiri atas 5 Divisi: 1.
Farmakogenomik, 2. Ilmu obat dan Toksikologi Eksperimental, 3. Etnofarmakologi, 4. Farmakologi Balai pengobatan dan Politik Perunding, 5.
Farmakoepidemiologi, Farmakovigilans & Farmakoekonomi.  Sampai bulan Januari 2016, Departemen Farmakologi dan Terapi mempunyai 18 tenaga instruktur yang terdiri atas 5 orang guru besar, 8 basyar bergelar doktor, 5 orang bergelar master (4 di antaranya menengah menempuh program doktor).

Kepala Bagian

Masa 2009-2013  : Prof. Dr. Mustofa, M.Kes., Apt

Musim 2013-2016  : Prof. dr. Ngatidjan, M.Sc., Sp.FK(K)

Atasan Kementerian

Periode 2016- saat ini          : Dr. dr. Eti Nurwening Sholikhah, M.Kes., M.Med.Ed