Arsitek Masjid Raya Sumatera Barat

Institut Teknologi Bandung

ᮄᮔ᮪ᮞ᮪ᮒᮤᮒᮥᮒ᮪ ᮒᮦᮊ᮪ᮔᮧᮜᮧᮌᮤ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ

Logo Institut Teknologi Bandung.png

Lambang ITB[1]

Tera sebelumnya

Technische Hoogeschool te Bandoeng
[2]
Moto In Harmoniae Progressio
(Latin)[3]

Moto dalam bahasa Indonesia

Kesuksesan dalam keharmonisan
Keberagaman Perguruan Panjang Negeri Badan Syariat
Didirikan 3 Juli 1920 ibarat TH te Bandoeng, 2 Maret 1959 diresmikan sebagai ITB[2]
[note 1]

Bentuk emak

Kementerian Pendidikan, Kultur, Penajaman, dan Teknologi
Rektor Prof. Ir. Reini Wirahadikusumah, MSCE, PhD

Staf akademik

1.207 (2014)[7]

S1 – 19 – 1,57%[7]

S2 – 300 – 24,85%[7]

S3 – 888 – 73,57%[7]

Besaran mahasiswa 19.747 (2014)[7]
Cendekiawan 14.320[7]
Magister 4.776[7]
Doktor 651[7]
Alamat

Jl. Ganesha 10/12 –

,

Bandung

,

Jawa Barat

,

Indonesia


6°53′27.25″LS,
107°36′37.36″BT

[note 2]

Kampus Urban, 795.646 meter persegi[7]
Warna Deep Cobalt Blue

[1]
[note 3]
Nama julukan Kampus Ganesha; Kampus Jenama Gajah
Sangkutan ABET, ASIIN e. V., JABEE, KAAB, RSC, ABEST21, ASAIHL, AUN, EBA Consortium, ASEA UNINET, Global E3, AOTULE, SEATUC
Maskot Ganesa
Situs web www.itb.ac.id
Logo ITB
Keunggulan ITB[1]
[8]

Institut Teknologi Bandung
(disingkat
ITB, aksara Sunda:
ᮄᮔ᮪ᮞ᮪ᮒᮤᮒᮥᮒ᮪ ᮒᮦᮊ᮪ᮔᮧᮜᮧᮌᮤ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ) adalah sebuah universitas daerah yang berkedudukan di Kota Bandung. Nama ITB diresmikan pada sungkap 2 Maret 1959.[2]
Sejak tanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Strata Kewedanan Fisik Syariat (PTN BH) yang memiliki otonomi pengelolaan dalam akademik dan nonakademik.[9]
ITB sudah lalu memiliki 27 program eksplorasi nan terakreditasi secara alam semesta (sebelas berasal ABET, sebelas mulai sejak ASIIN).[10]
[11]
[12]

Kampus utama ITB kini adalah lokasi dari perhimpunan teknik purwa di Indonesia[note 4]
sekaligus lembaga pendidikan tinggi pertama di Hindia Belanda.[note 5]
Lamun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi tiap-tiap, semuanya menyerahkan kekuasaan internal perkembangan yang membidik pada pendirian ITB.

Rektor ITB ketika ini adalah Prof. Ir. N. R. Reini Djuhraeni Wirahadikusuma, MSCE, PhD, bakal tahun jabatan 2020–2025.[15]

Memori

[sunting
|
sunting sumber]

Technische Hoogeschool 1929

Aula Barat ITB, konstruksi peninggalan Hindia-Belanda dengan buram atapnya yang khas karya arsitek Henri Maclaine Pont.

Kurun waktu sejarah prinsip ITB dapat dibagi intern masa:

  • Technische Hoogeschool te Bandoeng
    (THS – 1920–1942)
  • Institute of Tropical Scientific Research
    (1942–1945)
  • Bandoeng Koogyo Daigaku
    (1944–1945)
  • Perguruan tinggi Teknik Bandung (1945–1946)
  • Technische Faculteit, Nood-Universiteit van Nederlandsch Indie
    (1946–1947)
  • Faculteit van Technische Wetenschap
    dan
    Faculteit der Exacte Wetenschap Universiteit van Indonesie te Bandoeng
    (1947–1950)
  • Fakultas Teknik dan Fakultas Eksakta dan Ilmu Kalimantang Universitas Indonesia Bandung (1950–1959)
  • Sekolah tinggi Teknologi Bandung (1959–waktu ini)

Sejarah Perguruan tinggi Teknologi Bandung (ITB) berpangkal sejak awal abad ke-20, atas prakarsa masyarakat penguasa kala itu. Tujuan awal pendiriannya yakni bagi menetapi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan distrik jajahannya di wilayah Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Bumi Pertama.
Technische Hoogeschool te Bandoeng
(cinta disingkat menjadi TH te Bandoeng, TH Bandung, atau THS) berdiri tanggal 3 Juli 1920 seumpama sekolah hierarki pertama di Hindia Belanda.[note 6]
TH Bandung dibuka pertama barangkali dengan satu fakultas merupakan
de Faculteit van Technische Wetenschap
yang hanya mempunyai satu penggalan yaitu
de afdeeling der Weg- en Waterbouwkunde. Kampus ITB merupakan medan di mana kepala negara Indonesia permulaan, Soekarno, meraih gelar insinyurnya privat bidang Teknik Sipil. Lama penelitian lakukan menjadi teknikus adalah empat perian. Setakat dengan ditutupnya puas tahun 1942, THS mempunyai tiga bagian (afdeeling) yaitu sipil (1920), kimia (1940), dan mesin dan listrik (1941);[note 7]
namun dua adegan bontot belum sempat meluluskan seorang insinyur.

Pada waktu penjajahan Jepang, upaya buat membuka kembali perkuliahan TH Bandung ditolak secara tegas, hanya kegiatan penelitian di laboratorium-makmal yang suka-suka di kampus TH Bandung diizinkan. Komunitas makmal tersebut dinamakan
Institute of Tropical Scientific Research
(Lembaga Penelitian Ilmiah Tropis) yang diawaki oleh banyak staf akademik TH Bandung.

Sreg tanggal 1 April 1944, THS dibuka kembali oleh pemerintah militer Jepang dengan tera バンドン工業大学
(Bandung Kōgyō Daigaku)

[17]

:26

sehabis ditutup sejak 8 Maret 1942 dengan menyerahnya Hindia Belanda di Kalijati.
Bandoeng Koogyo Daigaku (BKD)
membuka tiga bagian yakni Teknik Sipil (Dobubuka), Teknik Kimia (Oyakagabuka), Listrik dan Mesin (Denki dan Kikaika). Lama studi lakukan menjadi ahli mesin
(kogakusi)
adalah tiga tahun, mengikuti kurikulum yang diterapkan di
Tokyo Kogyo Daigaku (Tokyo Institute of Technology)
pada masa itu.

Kemudian plong masa independensi Indonesia, pada bulan Agustus 1945, namanya diubah menjadi Perhimpunan Teknik Bandung (STT Bandung) yang membuka tiga bagian yaitu Bagian Gedung Jalan dan Air, Penggalan Kimia, dan Bagian Mesin dan Listrik dengan lama pengkajian empat hari. Puas waktu 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta sekadar karena bidasan bala Belanda ke Yogyakarta, puas tanggal 19 Desember 1948 STT Bandung di Yogyakarta terpaksa ditutup. Bilang tahun kemudian sekolah itu dibuka juga pada tahun 1949 dengan sahaja menyelenggarakan Bagian Sipil belaka dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Perguruan tinggi Gadjah Mada.

Pada rontok 21 Januari 1946, NICA mendirikan
Nood-Universiteit van Nederlandsch Indie
– Perkumpulan Darurat Hindia Belanda di mana salah satu fakultasnya ialah
Technische Faculteit
(fakultas teknik) laksana pengubah STT Bandung di lokasi Kampus THS suntuk. Sebagian besar pengajarnya merupakan para mantan instruktur THS yang baru doang dibebaskan bermula kamp rumah tahanan Jepang.[5]

:14

Pada sungkap 12 Maret 1947, NICA mendirikan
Universiteit van Indonesie
yang berpusat di Jakarta. Kampus THS berikut para pengajarnya dijadikan
Faculteit van Technische Wetenschap. Pada 6 Oktober 1947,
Faculteit van Exacte Wetenschap
bersimbah.

Ini kemudian menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Eksakta dan Aji-aji Alam Jamiah Indonesia di Bandung sejak 2 Februari 1950.

Pada rontok 2 Maret 1959, didorong oleh gagasan dan keagamaan yang dilandasi jiwa penangkisan Embaran Kemerdekaan serta wawasan ke tahun depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Universitas Teknologi di Kota Bandung lega copot 2 Maret 1959 bersendikan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1959 mengenai Pendirian Perhimpunan Teknologi (Lempengan Negara Perian 1959 Nomor 9 dan Pelengkap Lembaran Negara Nomor 1733) yang ditetapkan terlepas 28 Februari 1959. Perkumpulan Teknologi yang dipimpin oleh Presiden Sekolah tinggi Teknologi ini (Pasal 4) mempunyai kedudukan hukum seumpama Perserikatan nan pada awalnya terdiri atas kementerian ilmu teknik; departemen ilmu pasti dan ilmu liwa; dan departemen ilmu kimia dan guna-guna spirit (Pasal 1 dan Pasal 2) – departemen pada periode itu memiliki kedudukan sebagai Fakultas. Fakultas Teknik dan Fakultas Eksakta dan Guna-guna Alam Perserikatan Indonesia secara resmi merukunkan diri (Pasal 3) menjadi Perkumpulan Teknologi Bandung (ITB). Upacara peresmiannya seorang dipimpin makanya Kepala negara RI Ir. Soekarno.

Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir n domestik suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada spirit nyata di marcapada sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bersusila.

Kurun dasawarsa pertama periode 1960–an
ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Kerumahtanggaan periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pencekokan pendoktrinan, serta melengkapkan kuantitas dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.

Kurun dasawarsa kedua tahun 1970–an
ITB diwarnai makanya paceklik yang timbul menjelang periode mula-mula. Satuan akademis nan sudah lalu dibentuk berubah menjadi asongan kerja yang juga berfungsi sebagai runcitruncit sosial-ekonomi yang secara abnormal menjadi institusi tunas-otonom. Tingkat keakademian makin meningkat, tetapi pengutusan sparing ke luar negeri makin memendek. Wahana intern dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Kurun dasawarsa ketiga tahun 1980–an
ditandai dengan kepranataan dan proses belajar mengajar yang tiba memasuki era modern dengan sarana jasmani kampus yang bertambah dilengkapi. Jumlah lulusan sarjana lebih meningkat dan program pasca intelektual mulai dibuka. Peristiwa ini didukung oleh lebih membaiknya kondisi sosio-ketatanegaraan dan ekonomi negara.

Kurun dasawarsa keempat tahun 1990–an
perguruan strata teknik yang tadinya cuma mempunyai satu jurusan pendidikan itu, waktu ini n kepunyaan dua desimal enam Kementerian Acara Akademikus, tertulis Departemen Sosioteknologi, tiga puluh empat programa pendalaman S2/Magister dan tiga rataan investigasi S3/Doktor yang mencengam atom-unsur ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kulak dan ilmu-aji-aji manusiawi.

Kini, dengan suplai tahunan peserta-pesuluh Indonesia terbaik, Sekolah tinggi Teknologi Bandung merupakan salah suatu siasat hobatan sains, teknologi, dan seni terbaik di Indonesia.

Perhimpunan Teknologi Bandung juga mendukung para petatar dan aktivitas sosial mereka dengan kondusif kompilasi mahasiswa yang terserah di setiap departemen.

Setiap tahunnya, Institut Teknologi Bandung memilih seorang mahasiswa terbaik untuk dikirim ke pemilihan mahasiswa teladan nasional. Ganesha Prize ialah nama sanjungan untuk mereka nan mendapatkan gelar mahasiswa terbaik ini. Penghargaan ini biasanya diberikan secara resmi pada seremoni penerimaan mahasiswa baru.

Sejak tanggal 26 Desember 2000 ITB menjadi Perguruan Strata Badan Hukum Peruntungan Negara (PT BHMN) sebagai halnya diatur Qanun Pemerintah Nomor 155 Tahun 2000.

Sejak rontok 12 April 2012 ITB menjadi Perguruan Hierarki yang diselenggarakan oleh Pemerintah (PTP) sebagai halnya diatur Kanun Presiden Nomor 44 Periode 2012.

Sejak tanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) nan punya kedaulatan manajemen dalam akademik dan non-akademik sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah Nomor 65 Masa 2013 tentang Kanun Universitas TEKNOLOGI BANDUNG.

Kampus

[sunting
|
sunting sumber]

Mengingat-ingat akan keterbatasan kapling Kampus Ganesha dikaitkan dengan meningkatnya kebutuhan sarana dan infrastruktur kerjakan membuat visi akademiknya, maka pada sekitar tahun 2010 diterapkanlah strategi ITB multikampus yang memunculkan istilah
On-G campus” dan “Off-G campus. Istilah “On-G campus” merujuk plong Kampus ITB Ganesha sementara itu kampus-kampus ITB di luar itu disebut sebagai “Off-G campus”. Kampus ITB Off-G yang sudah lalu terlaksana dan start dibangun yakni Kampus ITB Jatinangor.[18]

:9

“ITB Off-G campus” lainnya yang sedang direncanakan merupakan Kampus ITB Bekasi dan Kampus ITB Walini.

Asrama mahasiswa, perumahan dosen, dan kantor siasat administrasi tidak terletak di kampus utama namun masih internal cak cakupan nan mudah bakal ditempuh. Fasilitas yang tersedia di kampus di antaranya toko buku, kantor pos, kantin, bank, dan klinik.

Selain ruangan kuliah, laboratorium, bengkel dan studio, ITB n kepunyaan sebuah galeri seni yaitu Galeri Soemardja, akomodasi olahraga, dan sebuah Campus Center. Di akrab kampus juga terwalak Masjid Salman untuk beribadah dan aktivitas religiositas umat Islam di ITB. Untuk mendukung pelaksanaan aktivitas akademik dan riset, terdapat kemudahan-fasilitas pendukung akademik, di antaranya Bibliotek Sosi (dengan koleksi sekira 150.000 buku dan 1000 judul jurnal), Alat angkut Olah Tubuh, Sasana Budaya Ganesha, Pusat Bahasa, anak kunci layanan komputer (ComLabs). ITB pun punya Observatorium Bosscha (riuk suatu akomodasi berpunca Keramaian Keahlian Ilmu falak FMIPA), terdapat 11 kilometer di sebelah utara Bandung.

Fakultas dan sekolah

[sunting
|
sunting sumur]

Fakultas/sekolah dan program penekanan

Fakultas Ilmu hitung dan Mantra Pengetahuan Alam (FMIPA)

  1. Ilmu hitung (MA) – S1, S2, dan S3
  2. Fisika (FI) – S1, S2, dan S3
  3. Ilmu pisah (Gerbang) – S1, S2, dan S3
  4. Ilmu falak (AS) – S1, S2, S2 Pencekokan pendoktrinan, dan S3
  5. Aktuaria (AK) – S1 dan S2
  6. Pengajaran Ilmu hitung – S2
  7. Pengajaran Fisika – S2
  8. Pencekokan pendoktrinan Ilmu pisah – S2
  9. Sains Komputasi[2] – S2
  10. Ilmu dan Rekayasa Nuklir – S2 dan S3

Sekolah Hobatan dan Teknologi Hayati (SITH)

  1. Ilmu hayat (BI) – S1, S2, dan S3
  2. Mikrobiologi (BM) – S1
  3. Perkomplotan Hayati (BE) – S1
  4. Kolusi Perladangan (BA) – S1
  5. Rekayasa Kehutanan (BW) – S1
  6. Teknologi Pascapanen (BP) – S1
  7. Biomanajemen – S2
  8. Bioteknologi – S2

Sekolah Farmasi (SF)

  1. Sains dan Teknologi Farmasi (FA) – S1
  2. Farmasi Klinis dan Kekerabatan (FKK) – S1
  3. Programa Studi Profesi Apoteker[3]
  4. Programa Pasca Sarjana Farmasi – S2 dan S3
  5. Farmasi Industri[4] – S2
  6. Keolahragaan[5] – S2

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

  1. Teknik Ilmu bumi (GL) – S1, S2, dan S3
  2. Teknik Geodesi dan Geomatika (GD) – S1, S2, dan S3
  3. Meteorologi (Berpenyakitan) – S1
  4. Oseanografi (OS) – S1
  5. Teknik Air Tanah – S2
  6. Sains Kebumian[6] – S2, dan S3

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

  1. Teknik Pertambangan (TA) – S1, S2, dan S3
  2. Teknik Perminyakan (TM) – S1, S2, dan S3
  3. Teknik Geofisika (TG) – S1, S2, dan S3
  4. Teknik Metalurgi (MG) – S1, S2, dan S3
  5. Teknik Geothermal – S2

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

  1. Teknik Kimia (TK) – S1, S2, dan S3
  2. Teknik Fisika (TF) – S1, S2, dan S3
  3. Teknik Industri (TI) – S1, S2, dan S3
  4. Teknik Bioenergi dan Kemurgi (TB) – S1
  5. Penyelenggaraan Konspirasi (MR) – S1
  6. Teknik Pangan (PG) – S1
  7. Instrumentasi dan Pengaruh [7] -S2

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

  1. Teknik Mesin (MS) – S1, S2, dan S3
  2. Teknik Dirgantara (AE) – S1, S2, dan S3
  3. Teknik Material (MT) – S1, S2, dan S3

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

  1. Teknik Elektro (EL) – S1, S2, dan S3
  2. Informatika (IF) – S1, S2, dan S3
  3. Teknik Tenaga Setrum (EP) – S1
  4. Teknik Telekomunikasi (ET) – S1
  5. Sistem dan Teknologi Informasi (II) – S1
  6. Teknik Biomedis (EB) – S1

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

  1. Teknik Sipil (SI) – S1, S2, dan S3
  2. Teknik Lingkungan (TL) – S1, S2, dan S3
  3. Teknik Bahari (KL) – S1 dan S2
  4. Rekayasa Prasarana Lingkungan (IL) – S1
  5. Teknik dan Manajemen Sumur Sosi Air (SA) – S1
  6. Acara Magister Sistem dan Teknik Perkembangan Raya – S2
  7. Acara Magister Pengelolaan Sumber Buku Air – S2
  8. Program Magister Pengelolaan Infrastruktur Air dan Sanitasi – S2

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Ketatanegaraan (SAPPK)

  1. Arsitektur (AR) – S1, S2, dan S3
  2. Perencanaan Wilayah dan Kota (PL) – S1, S2, dan S3
  3. Program Magister Pengkhususan Pembangunan – S2
  4. Program Magister & Doktor Transportasi – S2, S3
  5. Program Magister Studi Pertahanan – S2
  6. Program Magister Rancang Kota – S2
  7. Programa Magister Perencanaan Kepariwisataan – S2

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

  1. Seni Rupa (SR) – S1
  2. Kriya (KR) – S1
  3. Desain Komunikasi Visual (DKV) – S1
  4. Desain Interior (DI) – S1
  5. Desain Produk (DP) – S1
  6. Program Magister Seni Rupa – S2
  7. Program Magister Desain – S2
  8. Program Doktor Aji-aji Seni Rupa dan Desain – S3

Sekolah Menggandar dan Manajemen (SBM)

  1. Tata (MB) – S1
  2. Kewirausahaan (MK) – S1
  3. Bisnis Internasional (IB) – S1
  4. Program Magister Sains Pengelolaan – S2
  5. Acara Magister Administrasi Menggandar – S2
  6. Program Doktor Sains Penyelenggaraan – S3

Sekolah Pascasarjana (SPs)

  1. Teknologi Nano – S2 dan S3

Non Fakultas/Sekolah

  1. Pendidikan Profesi Insinyur[8]

Fakultas adalah unit pendidikan di ITB yang memiliki beberapa program studi (dahulu departemen), baik di tingkat akademikus, magister, ataupun doktor. Tentatif itu, sekolah yaitu unit pendidikan yang memiliki beberapa program studi dengan permukaan keilmuan yang berdekatan.

Misalnya, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB memiliki 6 program penelitian, ialah di cak cakupan keelektroteknikan (teknik elektro, telekomunikasi, biomedis, dan tenaga listrik), serta di lingkup ilmu komputer (teknik informatika dan sistem teknologi informasi). Namun, cakupan keilmuannya dianggap memadai dekat. Oleh karena itu, biarpun jumlah program studi di dalamnya semakin banyak, istilah ‘sekolah’ tersebut enggak diubah menjadi ‘fakultas’.

Secara administratif lain ada perbedaan yang berarti antara fakultas dan sekolah; perbedaan fakultas dengan sekolah di ITB hanyalah semata-mata terminologi. Keduanya dipimpin oleh sendiri dekan dengan dibantu oleh 2 anak adam wakil dekan, yaitu duta dekan latar akademik dan wakil dekan permukaan sumber daya.

Akreditasi

[sunting
|
sunting sumber]

Sehabis bertahun-masa mendapatkan akreditasi berpangkal Awak Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nilai A cak bagi sebagian besar program studinya, sreg tahun 2011 dua program studi ITB meraih akreditasi internasional dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) yang yaitu badan akreditasi objektif terkemuka di Amerika Perseroan (AS).[11]
Sebatas saat ini ITB telah memiliki 13 program investigasi yang terakreditasi ABET, yaitu:

  1. Program Penajaman Teknik Elektro (2011);
  2. Program Studi Teknik Kelautan (2011);
  3. Program Studi Teknik Fisika (2012);
  4. Acara Studi Teknik Kimia (2012);
  5. Acara Penyelidikan Teknik Mileu (2014);
  6. Program Studi Teknik Industri (2014);
  7. Acara Studi Teknik Informatika (2014);
  8. Program Studi Teknik Perminyakan (2015);[19]
  9. Acara Eksplorasi Teknik Sipil (2015).[19]
  10. Program Studi Teknik Pertambangan (2017);
  11. Acara Eksplorasi Manajemen Rekayasa Industri (2017);
  12. Acara Studi Teknik Telekomunikasi (2018);[9]
  13. Program Penajaman Teknik Tenaga Listrik (2018).[10]

Sampai dengan musim 2018 dari seluruh perhimpunan dan fakultas teknik di Indonesia, 13 program pendalaman di ITB, satu acara pendalaman di ITS, suatu programa eksplorasi di IPB, satu acara penelitian di UII, dan tiga program studi di Perserikatan Bina Nusantara yang memiliki akreditasi ABET. Dengan diraihnya akreditasi ABET ialah cekram kerjakan para nomine mahasiswa dan ibu bapak kerjakan memilih institusi pendidikan nan berkualitas baik secara kebangsaan maupun internasional.[10]

Dengan akreditasi ABET tersebut, lulusan ITB mulai tahun 2012 akan mendapatkan ijazah tak saja akreditasi Reben-PT cuma juga terdapat logo ABET yang membuktikan bahwa mantan ITB telah terdidik dengan patokan internasional, tidak belaka terlembaga tetapi juga telah tersertifikasi secara resmi.[10]

Adanya akreditasi ini juga manfaatnya dapat dirasakan oleh para pengguna mantan ITB. Anak didik ITB punya patokan profesional kerja yang dapat disamakan dengan lulusan asing area ternama. Sehingga perusahaan penerima mereka dapat makin yakin terhadap almamater mereka.[10]

Lega tahun 2013 program studi Kimia FMIPA sudah meraih akreditasi internasional dari
The Porah Society of Chemistry
(RSC) yang ialah lembaga akreditasi terkemuka di Inggris (UK);[20]
program studi Arsitektur SAPPK mendapatkan akreditasi berusul
Korea Architectural Acrcediting Board
(KAAB); program studi Teknik Ilmu handasah FITB mendapatkan akreditasi berasal AUN-QA; acara studi MBA, Sekolah Niaga dan Manajemen mendapatkan akreditasi dari ABEST21; programa studi Teknik Metalurgi mendapatkan akreditasi dari
Japan Accreditation Board for Engineering Education
(JABEE).[12]

Plong periode 2015 tujuh program pengkhususan bermula mileu FMIPA, SITH, dan Sekolah Farmasi mendapatkan akreditasi dari ASIIN e. V.. Hingga musim 2019, ITB sudah lalu memiliki 14 program penyelidikan yang terakreditasi ASIIN e. V., adalah:[12]

  1. Acara Studi Fisika;
  2. Program Studi Matematika;
  3. Program Riset Astronomi;
  4. Program Studi Biologi;
  5. Program Studi Mikrobiologi;
  6. Program Studi Sains dan Teknologi Farmasi;
  7. Acara Investigasi Farmasi Klinik dan Komunitas;
  8. Program Studi Teknik Mesin;
  9. Program Penekanan Aeronotika dan Astronotika;
  10. Program Studi Teknik Material;
  11. Acara Penelitian Teknik Geofisika;
  12. Program Penajaman Perencanaan Wilayah dan Kota;
  13. Program Penekanan Teknik Geologi;
  14. Program Studi Teknik Ilmu ukur tanah dan Geomatika.

Selektivitas

[sunting
|
sunting sumber]

Seleksi penerimaan mahasiswa ITB dilakukan secara ekslusif melalui seleksi secara kebangsaan. Dalam sejarahnya, ITB adalah sekolah tinggi yang paling kecil selektif tak semata-mata di dalam negeri tetapi lagi di dunia. Plong tahun 2000, survei Asiaweek mencatat bahwa bakal seleksi penerimaan mahasiswa ITB menduduki ranking mula-mula di Asia.[21]
Pada tahun 2008, tingkat penerimaan agregat (aggregate admission rate) ITB merupakan 4%, lebih sedikit (lebih pilih-pilih) daripada Harvard sreg perian yang sama, yakni 9%.

Lega periode 2013, tergantung Falkutas yang bersangkutan, tingkat penerimaan di ITB berkisar antara 3.5–6.3%,[22]
sekufu dengan Stanford (5.7%) dan Harvard (5.8%) dan makin selektif berpokok Yale (6.9%), Princeton (7.4%), dan MIT (8.3%).[23]

Di tataran kewarganegaraan, menurut tingkat keketatan masuk SNMPTN/SBMPTN latar IPA/saintek dari periode ke tahun, ITB merupakan jamiah dengan tingkat kesulitan terala, bisa dilihat berusul nilai
passing grade
maupun angka rata-rata testing seleksi masuk perguruan tinggi negeri sebagaimana digambarkan privat tabel berikut:

Tahun Ranking 1 Ranking 2 Ranking 3 Ranking 4 Ranking 5 Keterangan
2007 ITB (808,82) UI (762,85) Unair (723,01) ITS (719,70) UGM (673,52) SNMPTN IPA
[24]
2008 ITB (826,01) UGM (774,09) Unair (742,60) UI (732,20) ITS (709,86) SNMPTN IPA
[24]
2009 ITB (92,54) UGM (88,88) UI (87,11) ITS (83,55) Unair (83,36) SNMPTN IPA
[24]
2010 ITB (92,85) UI (91,86) UGM (90,91) ITS (87,49) Unair (87,36) SNMPTN IPA
[25]
2011 ITB (95,01) UI (93,37) ITS (87,21) IPB (87,13) Unair (85,93) SNMPTN IPA; Urut 6-10 adalah UGM (85,32); UIN Yamtuan Ampel (83,96); Unpad (83,71); UNS (82,94); USU (81,00).
[25]
2012 ITB (758,34) UI (735,94) UGM (677,63) ITS (675,53) Unair (660,82) SNMPTN IPA; Urut 6-10 merupakan Unpad (655,18); IPB (653,89); Undip (635,89); UNS (630,82); UIN Jakarta (626,13).
[25]
2013 ITB (736,98) UI (708,12) UGM (671,79) ITS (650,11) IPB (641,00) SBMPTN IPA; Urut 6-10 adalah Unpad (640,04); Unair (632,74); UIN Jakarta (621,23); Unsoed (614,55).
[25]
2014 ITB UI ITS UGM IPB SBMPTN Saintek; .
[26]
2015 ITB (706,52) UI (673,65) ITS (652,00) UGM (651,99) Undip (624,63) SBMPTN Saintek; Urut 6-10 adalah Unpad (622,71); Unair (621,15); UNS (621,07); IPB (616,13); UNY (604,69).
[27]
2016 ITB (700,10) UI (667,44) UGM (648,46) ITS (647,54) Undip (620,33) SBMPTN Saintek; Urut 6-10 adalah Unpad (618,24); Unair (616,67); IPB (613,68); UNS (611,00); UPN Yogyakarta (606,68).
[28]
2017 ITB UI UGM ITS Unair SBMPTN Saintek; Urut 6-10 yaitu Unpad; Undip; IPB; UNS; UPN Yogyakarta.
[29]
2018 ITB (659,26) UI (638,29) UGM (632,79) ITS (623,50) Unair (610,89) SBMPTN Saintek; Urut 6-10 adalah IPB (610,09); Undip (608,69); UNS (606,92); Unpad (605,68); UPN Jakarta (599,99).
[30]
2019 ITB (689,75) UI (679,96) UGM (659,06) ITS (653,13) Unpad (634,06) SBMPTN Saintek; Urut 6-10 adalah Undip (633,25); Unair (632,05); IPB (627,98); UNS (626,90); UPN Jakarta (621,61).
[31]
2020 ITB (624,07) UI (620,01) UGM (611,45) ITS (611,45) Undip (592,55) SBMPTN Saintek; Urut 6-10 adalah Unpad (589,08); Unair (588,48); UNS (587,39); IPB (586,18); UPN Jakarta (585,77).

Reputasi

[sunting
|
sunting sendang]

Bersendikan tingkat kepopuleran perguruan tingkatan di mayapada maya, dengan total percontoh 335 institusi institut oleh 4icu.org untuk perian 2012, ITB masih menjadi perguruan janjang terpopuler di Indonesia.[32]
Sampai pertengahan Juli 2012, ITB menempati peringkat ke-13 di cak cakupan Asia,[33]
dan peringkat ke-82 di dunia (satu-satunya nan menggantikan Indonesia di dalam
Top 200 Colleges and Universities in the world).[34]

Sedangkan menurut penilaian tulang beragangan pemeringkatan perguruan jenjang asal Inggris tahun 2009, THE-QS, ITB menempati peringkat 80 di manjapada privat permukaan Teknik dan IT, satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia nan mampu masuk dalam 100 samudra pemeringkatan. Peringkat pertama sendiri diduduki oleh MIT.[35]
Kemudian pada tahun 2011 dalam parasan yang sama, peringkat yang di tempati ITB menjadi peringkat 100 di dunia.[36]

Terbit waktu 2007 setakat masa ini, tunggal kerjakan rataan
Engineering & Technology
dan
Natural Sciences, ITB menempati peringkat pertama di Indonesia dan satu-satunya kampus di Indonesia nan memperoleh “bintang empat” dari
QS World University Rankings
sedangkan bikin bidang
Art & Design, ITB menempati peringkat 100 besar jamiah terbaik dunia.[37]
[38]

  • Plong tahun 2009, QS Beruntung University Rankings di bidang
    Engineering & Technology
    memberikan ITB peringkat ke-21 di Asia[39]
    dan peringkat pertama di Indonesia, sementara di bidang
    Natural Sciences
    ITB menempati peringkat ke-27 di Asia[40]
    dan peringkat pertama di Indonesia.
  • Pada musim 2010, QS Berkat University Rankings di bidang
    Engineering & Technology
    memasrahkan ITB peringkat ke-30 di Asia[41]
    dan peringkat mula-mula di Indonesia, sementara di parasan
    Natural Sciences
    ITB menempati peringkat ke-35 di Asia[42]
    dan peringkat pertama di Indonesia.
  • Lega periode 2011, QS Asian University Rankings di rataan
    Engineering & Technology
    memberikan ITB peringkat ke-26 di Asia[43]
    dan peringkat pertama di Indonesia, sementara di bidang
    Natural Sciences
    ITB menempati peringkat ke-41 di Asia[44]
    dan peringkat mula-mula di Indonesia.
  • Sreg tahun 2012, QS Bernasib baik University Rankings di satah
    Engineering & Technology
    memberikan ITB peringkat ke-27 di Asia[45]
    dan peringkat mula-mula di Indonesia, sementara di bidang
    Natural Sciences
    ITB menempati peringkat ke-35 di Asia[46]
    dan peringkat mula-mula di Indonesia.
  • Sreg masa 2015 dan 2017, QS World University Rankings di bidang
    Art & Design
    memasrahkan ITB peringkat ke-51 di dunia atau ke-8 di Asia dan peringkat pertama di Indonesia.[38]

Rektor

[sunting
|
sunting sumber]

  1. Prof. Ir. R. Soemono (2 Maret 1959–1 November 1959)[note 8]
  2. Prof. Ir. R. Otong Kosasih (1 November 1959–20 April 1964)
  3. Ir. R. Ukar Bratakusumah (14 April 1964–22 Februari 1965)[47]
  4. Letnan Kolonel Ir. Koentoadji (22 Februari 1965–1969)
  5. Prof. Dr. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja (1969–7 Desember 1976)
  6. Prof. Dr. Ing. Iskandar Alisjahbana (7 Desember 1976–14 Februari 1978)
  7. Dr. Soedjana Sapi’ie (16 Februari 1978–30 Mei 1979)[note 9]
  8. Prof. Dr. Doddy Achdiat Tisna Amidjaja (30 Mei 1979–22 November 1980)[note 10]
  9. Prof. Hariadi Paminto Soepangkat, Ph.D. (22 November 1980–12 Desember 1988)
  10. Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME (12 Desember 1988–7 Maret 1997)
  11. Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc., Ph.D. (7 Maret 1997–10 November 2001)
  12. Prof. Ir. Kusmayanto Kadiman, Ph.D. (10 November 2001–21 Oktober 2004)
  13. Prof. Ir. Adang Surahman, M.Sc., Ph.D. (23 Oktober 2004–29 Januari 2005)[note 10]
  14. Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. (29 Januari 2005–29 Januari 2010)
  15. Prof. Akhmaloka, Dipl.Biotech., Ph.D. (29 Januari 2010-–20 Januari 2015)
  16. Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (20 Januari 2015–20 Januari 2020)
  17. Prof. Ir. N. R. Reini Djuhraeni Wirahadikusuma, MSCE, PhD (20 Januari 2020–masa ini)

Keluarga mahasiswa ITB

[sunting
|
sunting sumber]

Pemerintah melalui Mendikbud Daoed Joesoef menggulirkan konsep Normalisasi Hidup Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan yang lazim disingkat NKK/BKK. Dewan mahasiswa se-Indonesia dibubarkan dan kemahasiswaan diatur oleh pembantu rektor rataan kemahasiswaan melewati BKK. Mahasiswa menolak dengan keras BKK, dan tetap mengadakan pemilahan Bos DeMa (Dewan Mahasiswa). Namun setiap Ketua DeMa terseleksi, malam itu juga surat gertakan DO (Drop Out) setakat. Kesannya lain ada yang bersedia menjadi Ketua DeMa. Akhirnya mahasiswa ITB mengakhirkan membubarkan Dewan Mahasiswa dan membekukan DeMa ITB. Kemudian didirikan Jasmani Pengharmonisan (BAKOR) untuk mengkoordinasikan pergerakan. Provisional cita-cita DeMa diamanatkan kepada Himpunan-Koleksi sebagai kantung-kantung aksi, dengan konsekuensi, kaderisasi ada di tingkat pusparagam.

Sebatas pada Periode 1994, Kantor cabang Mahasiswa yang tergabung internal FKHJ (Forum Pejabat Himpunan Jurusan), memutuskan untuk menciptakan menjadikan kembali kemahasiswaan terpusat, untuk mengusung aksi eksternal yang pron bila itu menengah menghangat di Indonesia. Hasilnya dibentuklah Anak bini Mahasiswa Institut Teknologi Bandung KM ITB.

Unit kegiatan mahasiswa

[sunting
|
sunting sumber]

  • Rumpun agama[48]
  1. Persemakmuran Mahasiswa Kristen “PMK” (Christian Student Fellowship)
  2. Batih Mahasiswa Katolik “KMK” (Catholic Student Society)
  3. Tanggungan Mahasiswa Hindu “KMH” (Hindu Student Society)
  4. Keluarga Mahasiswa Buddha “Dhammanano” (Buddhist Student Society)
  5. Keluarga Mahasiswa Selam “GAMAIS” (Islamic Student Society)
  • Rumpun keilmuan[48]
  1. ShARE ITB
  2. Perkumpulan Studi Hobatan Kemasyarakatan “PSIK” (Societal Study Union)
  3. Majalah Ganesha – Kerubungan Studi Sejarah, Ekonomi dan Politik ITB
  4. Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal ITB
  5. Perguruan tinggi Sosial Humaniora “Tiang Bendera” ITB
  6. Unit Amatan Islam Ideologis Lever ITB (Keselarasan Amal Titian Ilmu)
  • Rumpun pendidikan[48]
  1. Koperasi Kesentosaan Mahasiswa “KOKESMA”
  2. Unit Robotika
  3. U-Green ITB
  4. Synthetic Biology “SynBio” ITB
  5. Techno Enterpreneur Club
  6. Student English Forum “SEF”
  7. Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon I/ITB (Student Regiment Battalion I/ITB)]
  8. Pramuka ITB (Gudep 06005-06006)
  9. Liga Film Mahasiswa “LFM” ITB
  10. Korps Sukarela Palang Bangkang Indonesia (KSR-PMI) ITB
  11. Ganesha Hipotetis United Nations Club
  12. Kerumunan Investigasi Optis Budaya Modern (Genshiken ITB)
  13. Amateur Radio Club ITB – ARC ITB
  14. Keluarga Mahasiswa Pencinta Alam Ganesha “KMPA”
  • Rumpun seni dan budaya[48]
  1. ITB Dance and Performance Art Community (INFINITY)
  2. Unit Kebudayaan Aceh (UKA)
  3. Unit Kesenian Sumatra Lor (UKSU)
  4. Unit Kesenian Sulawesi Selatan (UKSS)
  5. Unit Kebudayaan Jawi Riau (UKMR-ITB)
  6. Unit Kesenian Minangkabau (UKM)
  7. Unit Kebudayaan Jepang (UKJ)
  8. Unit Kebudayaan Irian (UKIR) ITB
  9. Unit Kebudayaan Banten DEBUST ITB
  10. Unit Kebudayaan Betawi (UKB) ITB
  11. Unit Budaya Lampung (UBALA)
  12. Studi Teater Mahasiswa (STEMA)
  13. Serumpun Mahasiswa Bangka Belitung
  14. Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa
  15. Sintesis Suara Mahasiswa (PSM-ITB)
  16. Mahasiswa Dunia Sriwijaya (MUSI)
  17. Maha Gotra Ganesha (MGG)
  18. Marching Band Waditra Ganesha (MBWG)
  19. Lingkung Seni Sunda (LSS)
  20. Lingkar Sastra ITB
  21. Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran – Loedroek ITB
  22. Keluarga Paduan Angklung ITB
  23. Unit Rebana ITB (URI)
  24. Keluarga Mahasiswa Jambi ITB – Siginjai (KMJ ITB)
  25. ITBJazz
  26. ITB Student Orchestra (ISO)
  27. Unit Apresiasi Musik (apres!) ITB
  28. Unit Peradaban Tionghoa (UKT)
  29. Unit Kebudayaan Kalimantan (UKK)
  30. Unit Peradaban Banyuwangi (UKAWANGI)
  31. Korean Culture Club ITB (KCC ITB)
  • Rumpun media[48]
  1. Tabloid Mahasiswa Boulevard
  2. Radio Kampus – ITB community radio
  3. Pers Mahasiswa (Persma) ITB
  4. GaneshaTV (GTV)
  5. 8EH Radio ITB
  • Rumpun gerak badan dan kesehatan[48]
  1. Unit Tenis ITB
  2. Unit Ganesha Touchdown (GT)
  3. Unit Renang dan Polo Air (URPA)
  4. Unit Judo ITB
  5. Unit Capoeira Quizumba (UCI) ITB
  6. Unit Bola Voli (UBV)
  7. Unit Badminton (UBT) ITB
  8. Unit Basket “GANESHA” (UBG-ITB)
  9. Unit Aktivitas Pingpong ITB (UATM ITB)
  10. Tarung Drajat (Boxer)
  11. Unit Taekwondo
  12. Syufu Taeshukan Hent Lanah ITB
  13. Unit Softball
  14. Satuan Kegiatan Olah Badan (SKOR) Properti ITB
  15. Persatuan Bola kaki ITB (PS ITB)
  16. Persatuan Empat Mahasiswa ITB
  17. Perisai Diri
  18. Unit Panahan PASOPATI ITB
  19. Unit Islam Nautika ITB
  20. Unit Kendo ITB
  21. Shorinji Kempo ITB
  22. Unit Karate (Bandung Karate Club) silang ITB
  23. Bela Diri Hikmatul Iman Ranting ITB
  24. Ganesha Bicycler
  25. Unit Aktivitas Bridge (UAB)
  26. Atletik Ganesha (Peta)
  27. Aikido
  28. Koneksi Setia Lever Terate (PSHT) ITB

Himpunan mahasiswa jurusan

[sunting
|
sunting sendang]

  1. HIMABIO “NYMPHAEA” ITB (Himpunan Mahasiswa Biologi, “Nymphaea”)[49]
  2. HIMAFI ITB (Kumpulan Mahasiswa Fisika)
    [49]
  3. HIMAMIKRO “ARCHAEA” ITB (Himpunan Mahasiswa Ilmu mikrob, “Archaea”)[49]
  4. HIMAREKTA “AGRAPANA” ITB (Himpunan Mahasiswa Konspirasi Perkebunan, “Agrapana”)[49]
  5. HIMASDA ITB (Himpunan Mahasiswa Sumur Siasat Air)[49]
  6. Himastron ITB (Himpunan Mahasiswa Astronomi)[49]
  7. HIMATEK ITB (Koleksi Mahasiswa Teknik Kimia)[49]
  8. HMTB “RINUVA” ITB (Himpunan Mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi)[49]
  9. HMPG ITB (Himpunan Mahasiswa Teknik Pangan)[49]
  10. HIMATG “TERRA” ITB (Antologi Mahasiswa Teknik Geofisika)[49]
  11. HIMATIKA ITB (Himpunan Mahasiswa Ilmu hitung)[49]
  12. HME ITB (Himpunan Mahasiswa Elektroteknik)[49]
  13. HMF “Ars Praeparandi” ITB (Kumpulan Mahasiswa Farmasi)[49]
  14. HMFT ITB (Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik)[49]
  15. HMH “SELVA” ITB (Kompilasi Mahasiswa Rekayasa Kehutanan, “Selva”)[49]
  16. HMIF ITB (Antologi Mahasiswa Informatika)[49]
  17. HMK AMISCA ITB (Kompilasi Mahasiswa Kimia)[49]
  18. HMM ITB (Pusparagam Mahasiswa Mesin)[49]
  19. HMME “Atmosphaira” ITB (Antologi Mahasiswa Meteorologi)[49]
  20. HMO “TRITON” ITB(Himpunan Mahasiswa Oseanografi)[49]
  21. HMP PANGRIPTA LOKA ITB (Himpunan Mahasiswa Planologi Pangripta Loka)[49]
  22. HMRH ITB (Kumpulan Mahasiswa Rekayasa Hayati)[49]
  23. HMS ITB (Himpunan Mahasiswa Sipil)[49]
  24. HMT ITB (Kompilasi Mahasiswa Makdan)[49]
  25. HMTG “GEA” ITB (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GEA” ITB)[49]
  26. HMTL ITB (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan)[49]
  27. HMTM “Patra” ITB (Antologi Mahasiswa Teknik Perminyakan)[49]
  28. IMA-G (Gayutan Mahasiswa Arsitektur – Gunadharma)[49]
  29. IMG ITB (Ikatan Mahasiswa Geodesi)[49]
  30. IMK “ARTHA” ITB (Ikatan Mahasiswa Kewirausahaan)[49]
  31. IMMG ITB (Ikatan Mahasiswa Metalurgi)[49]
  32. IMT “SIGNUM” ITB (Perpautan Mahasiswa Telekomunikasi)[49]
  33. KMIL ITB (Keluarga Mahasiswa Infrastruktur Lingkungan)[49]
  34. KMKL-ITB (Batih Mahasiswa Teknik Kelautan)[49]
  35. KMPN “Otto Lilienthal” ITB (Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan)[49]
  36. KMM ITB (Keluarga Mahasiswa Penyelenggaraan)[49]
  37. KMSR ITB (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa)[49]
  38. INDDES ITB (Industrial Design Student Society / Batih Mahasiswa Desain Produk)[49]
  39. IMDI ITB (Ikatan Mahasiswa Desain interior)[49]
  40. IPPDIG ( Himpunan Mahasiswa Jurusan DKV )
    [49]
  41. VASA (Antologi Mahasiswa Jurusan Seni Rupa)[49]
  42. Terikat ITB (Antologi Jurusan mahasiswa Kriya Tekstil dan lantai)[49]
  43. MTI ITB (Keluarga Mahasiswa Teknik Pabrik)[49]
  44. MTM ITB (Kompilasi Mahasiswa Teknik Material)[49]

Tulangtulangan

[sunting
|
sunting sumber]

Pokok Mikroelektronika (PME) adalah sebuah rancangan yang berada di bawah Lembaga Pendalaman dan Pengabdian Kepada Masyarakat Perhimpunan Teknologi Bandung. PME didirikan oleh Prof. Dr. Samaun Samadikun pada musim 1986.[50]
Ketua PME masa ini ialah Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D. Periode sebelumnya dijabat makanya Prof. Trio Adiono, ST. MT. Ph.D.

PME terdiri dari empat laboratorium, yaitu:

  • IC Design Lab, dikepalai oleh Prof. Trio Adiono, ST. MT. Ph.D
  • System Application Lab, dikoordinasi Dr. Beni Rio, ST.
  • IC Processing Lab,
    dikoordinasi oleh Dr. Muhammad Amin Sulthoni, IPM.
  • Manufacture Lab,
    dikepalai oleh Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, M.Sc.

Perkumpulan Teknologi Bandung meluncurkan base station 4G dengan nama InfiniteBe cak bagi menyelesaikan permasalahan kapasitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di jaringan berkecepatan tinggi di wilayah-daerah padat baik di privat ruangan maupun luar ruangan.[51]
[52]

InfiniteBe[53]
[54]
(dibaca Infin-iteBe)  merupakan hasil pengembangan Pusat Mikroelektronika ITB yang bekerja sebabat dengan PT Fusi Global Teknologi dan PT Len Industri dan kemudian dilanjutkan maka itu PT Industri Telekomunikasi Indonesia di bawah program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri sejak masa 2016.[55]
[56]

Alumni

[sunting
|
sunting sumber]

Raden Aboeprajitno, Eks Dirut PJKA dan Mantan Aryaduta Belgia

  • Abdullah Puteh, Mantan Gubernur Nanggroe Aceh Darrusalam
  • Abdoelmoettalip Danoeningrat, Mantan Menteri Perhubungan
  • Aburizal Bakrie, Menko Kesra, pengusaha terkaya Indonesia 2007
  • Ahmad Idjaz, pemanufaktur
  • Achmad Zaky, CEO Bukalapak
  • Ajeng Martia Saputri, seniman
  • Al Hilal Hamdi, Keluaran Nayaka Pegawai dan Transmigrasi
  • Alvin Anderson, analis keuangan RI, Direktur Utama Exxon Indonesia
  • Amadeo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
  • Aming, komedian domestik
  • Arian13, Musisi, Desainer Ilustratif, Pabrikan
  • Arifin Panigoro, Anggota DPR, Pemilik Medco Group
  • Azwar Anas, mantan Nayaka Pengorganisasi Kesejahteraan Rakyat, mantan Gubernur Sumatra Barat
  • Armein Z R Langi, Kepala Sosi Penekanan Teknologi Informasi dan Komunikasi ITB (PPTIK-ITB)
  • Bambang Harymurti, Mantan Superior Redaksi TEMPO
  • Bambang Hidayat, profesor ITB, astronom dunia
  • Bambang Subianto, Mantan Menteri Keuangan
  • Baihaki Penengah, Ex Dirut Caltex dan Pertamina
  • Betti Alisjahbana, CEO IBM Indonesia
  • Budi Rahardjo, pakar
    IT-Security
    Indonesia, kolumnis Majalah Info Linux
  • Budi Youyastri, Anggota Uang jasa I DPR-RI 2014/2019
  • BJ Habibie, Presiden RI ke-3, profesor ITB, Tukang Teknik Penerbangan
  • Budiono Kartohadiprodjo, Bekas Komandan Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon I/ITB, Direktur Utama Gatra
  • Cacuk Sudarijanto, Keluaran Direktur Indosat, Direktur Utama Telkom, dan Mantan Penasihat BPPN
  • Ciputra, pengusaha
  • Dedi Sjahrir Panigoro, Komisaris Medco Group
  • Devina Hermawan, koki, penulis, pembimbing memantek
  • Dewi Widiastuti, komedian lokal
  • Lentera Angreniwati Soerarso, Direktur Bank Kulak
  • Dian Dipa Chandra, maupun Candil, penyanyi rock
  • Djohan Yoga, motivator pendidikan
  • Djoko Santoso, Rektor ITB 2005–2010, Dirjen Dikti 2010–2014
  • Djuanda Kartawidjaja, Mantan Perdana Menteri Indonesia, Bekas Menteri Pencahanan Awam, Mantan Menteri Perhubungan, Mantan Nayaka Keuangan, Jebolan Nayaka Perdagangan, Mantan Nayaka Pertahanan
  • Eddie Widiono, Mantan Direktur Utama PLN
  • Eka Satria, Direktur Ekspansi MedcoEnergi
  • Enda Nasution, bapak blogger Indonesia
  • Endoen Abdoel Karim, Lulusan Menteri Sangkut-paut
  • Erna Witoelar, Lepasan Menteri Permukiman & Prasarana Wilayah
  • Evita H Legowo, Dirjen Migas
  • Fadel Muhammad, Mahaguru UB, Gubernur Gorontalo, Menteri Maritim dan Perikanan, Ketua Komisi 11 DPR RI, Ketua muda MPR RI
  • Fadjroel Rachman, Intelektual, Akademisi, Juru Bicara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, mantan Komisaris Penting PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Komisaris Waskita Karya (Persero) Tbk, dan CEO Pedoman Group
  • Fariz RM, musisi
  • Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatra Paksina periode 2011–2013, 2013–2018
  • Grace SahertianMusisi, Akademisi
  • Ginandjar Kartasasmita, mahaguru, bos DPD
  • Gunung Suseno Hadihardjono, Eks Menteri Korespondensi Indonesia
  • Gito Rollies, pendendang dan aktor
  • Hans Wospakrik, fisikawan
  • Haikal Azizi, musisi
  • Harijono Djojodihardjo, mahaguru, Mantan Ketua LAPAN
  • Harry Roesli, musisi, politisi, budayawan
  • Hartono Rekso Dharsono. Mantan Pangdam Siliwangi, dedengkot Tuntutan 50
  • Hartarto Sastrosoenarto , Alumnus Menteri Perindustrian
  • Hasnul Suhaimi, Direktur Utama PT XL Axiata
  • Hatta Rajasa, Menteri Koordinator latar Perekonomian
  • Hendra Jaya, Direktur Utama PT. Pertamina Gas
  • Herling Laoh, Alumnus Menteri Pekerjaan Publik, Mantan Menteri Perhubungan
  • Herman Darnel Ibrahim, Legislator Energi Nasional dan Tamatan Direktur PLN
  • Herman Johannes, Mantan Nayaka Pekerjaan Umum, Alumnus Rektor Universitas Gadjah Mada, profesor
  • Herry Sutresna, Musisi, Perancang Grafis
  • Hilmi Panigoro, pengusaha
  • Hokky Situngkir, pemeriksa
  • Hotasi Nababan, Bekas Bos HMS ITB, Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines
  • Husein Sastranegara, Perambah TNI-AU, aviator uji
  • Indera Mahmoed Tjaya, Mantan Menteri Perhubungan
  • Indra Herlambang, artis
  • Insan Teoretis, pengusaha dan aktivis sosial
  • Imelda Rosalin, Musisi, Akademisi, Arsitek
  • Iping Supriana, penemu Digital Mark Reader (DMR)
  • J.A. Katili, Akademisi Mahaguru Geologi, Dirjen Pertambangan, Dirjen Ilmu bumi, Duta Ki akbar, Konsul Superior MPR RI
  • Jero Wacik, Menteri Tamadun dan Pariwisata
  • Jesica Fitriana Martasari, juara Puteri Indonesia Pariwisata 2019 dan Miss Supranational Indonesia 2019
  • Joko Anwar, perekam naskah film
  • Joe Million, musisi
  • Jusman Syafii Djamal, Lulusan Direktur Utama PT DI, Menteri Perhubungan, Komut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
  • Karen Agustiawan, Dirut Pertamina
  • Karlina Leksono, astronom
  • Kuntoro Mangkusubroto, Bos Unit Kerja Kepala negara Meres Penapisan dan Pengendalian Pembangunan
  • Kusmayanto Kadiman, Tamatan Menteri Negara Penajaman dan Teknologi
  • Laksamana Sukardi, Eks Menteri Negara BUMN
  • Laze, Musisi
  • Lunau Sumiarso, Deputi ESDM
  • M. Soewarto, Lepasan Menteri Tiang penghidupan Umum, Eks Menteri Pertanian
  • Mananti Sitompoel, Mantan Nayaka Pekerjaan Awam
  • Martinus Putuhena, Mantan Menteri Tiang penghidupan Umum
  • Mawardy Nurdin,

ali kota Banda Aceh

  • Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business PT Telkom dan Mantan Direktur Moneter Bukalapak
  • Muslimin Nasution, Mantan Menteri Kehutanan dan Ketua ICMI
  • Nabiel Makarim, Mantan Nayaka Negara Lingkungan Hidup (2 semester di FIKTM ITB)
  • Noise from Under, Musisi
  • Nugroho Christijanto, CEO Petrokimia Gresik
  • Oekar Bratakoesoemah, Mantan Menteri Jalan hidup Publik, Rektor ITB, Gubernur Jawa Barat
  • Onno W Purbo, ahli teknologi informasi dan tokoh Sumber longo Indonesia
  • Pandji Pragiwaksono, aktor, musisi , komedian tunggal
  • Pantur Silaban, mahaguru ITB, fisikawan
  • Sultan M. Noor, Mantan Nayaka Tiang penghidupan Awam, Mantan Gubernur Kalimantan
  • Pastor Drost, rohaniwan, pakar pendidikan
  • Prabu Rotasi, pemandu acara dan pembaca berita
  • Pramono Anung, Tamatan Pengarah HMT ITB, politikus, Sekjen PDI-P, Sekretaris Lemari kecil (era Jokowi)
  • Purnomo Yusgiantoro, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Kubu Republik Indonesia, profesor ITB
  • Rachmat Witoelar, Keluaran Menteri Negara Lingkungan Hidup
  • Raden Pardede, Komisaris Bank Central Asia
  • R Priyono, Kepala BP Migas
  • Revantino, artis, budayawan
  • Ridwan Ideal, Gubernur Jawa Barat, Pengampu Daerah tingkat Bandung 2013–2018
  • Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama PT Telkom
  • Riza Falepi, Anggota DPD RI 2009–2014, Wali Kota Payakumbuh
  • Rizkan Chandra, Eks CEO PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
  • Rizal Ramli, Lepasan Menko Perekonomian (Era Gus Loklok), Menko Kemaritiman dan Sumberdaya (era Jokowi)
  • Roosseno Soerjohadikoesoemo, Keluaran Menteri Pencahanan Publik, profesor ITB, UI, Sekolah tinggi Sains dan Teknologi Nasional
  • Rozik Boedioro Soetjipto, Eks Menteri Negara Pencahanan Masyarakat
  • Hadis PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius
  • Said Djauharsjah Jenie, Ketua BPPT
  • Sakirman, petinggi Politbiro CC PKI dan kakak kandung dari Siswondo Parman (hilang)
  • Salahuddin Wahid, pendeta, ahli politik
  • Salis Subhi Aprilian, CEO PT Badak NGL
  • Samaun Samadikun, profesor, guru besar di satah (mikro) elektronika, Lepasan Direktur PAUME Pusat Mikroelektronika
  • Sanyoto Sastrowardoyo, Lepasan Menteri Negara Kapitalisasi, Kepala BKPM
  • Sardjono Dipokusumo, Eks Menteri Jalan hidup Umum
  • Sarwono Kusumaatmadja, Anggota DPD, Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
  • Sedyatmo, penemu fondasi kuku ayam
  • Siswono Yudo Husodo, Tamatan Menteri Perumahan Rakyat
  • Soekarno, Presiden RI mula-mula
  • Soewandi Notokoesoemo, Mantan Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kultur
  • Sri Bintang Pamungkas, politisi
  • Sudjiwo Tedjo, seniman, budayawan
  • Suharna Surapranata, Mantan Menteri Negara Investigasi dan Teknologi Republik Indonesia Kabinet Indonesia Berbaur II
  • Suhono Harso Supangkat, staf pengajar ITB
  • Suharso Monoarfa, Menteri Perumahan Rakyat, Nayaka Perecanaan Pembangunan Kebangsaan/Kepala Bappenas
  • Suyadi, kreator Si Unyil, sebuah film seri televisi Indonesia
  • Syafruddin Arsjad Temenggung, Mantan Kepala BPPN
  • Syarifah Dwi Rahma, beritawan Jaring.
  • Taufik Akbar, tukang satelit
  • Thomas Djamaluddin Mahaguru penyelidik Astronomi, Kepala LAPAN RI
  • Tjia May On, fisikawan
  • Tjokorda Raka Sukawati, ahli gedung, penemu teknik Sosrobahu
  • Tri Haryo Susilo, CEO PT Rekayasa Pabrik
  • Wimar Witoelar, pengamat sosial & strategi
  • Winardi Sutantyo, astronom
  • Wiranto Arismunandar, Jebolan Nayaka Pendidikan & Kebudayaan
  • Wiratman Wangsadinata, ahli konstruksi
  • Wiyoto Wiyono, ahli bangunan
  • Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, pastor, novelis, pengorganisasi HAM
  • Yani Panigoro, pengusaha, pimpinan Medco Group
  • Zuhal, Mantan Menteri Penajaman & Teknologi, Lepasan Dirut PLN

Prestasi

[sunting
|
sunting sumber]

  • Juara purwa kategori manusia mesin mamang sayap tetap (fix wing), desain terbaik, dan presentasi terbaik n domestik Kontes Manusia mesin Mamang Indonesia (KRTI) 2014 .[57]
  • Merit Awards (runner up), Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance (APICTA) Awards 2009 di Australia, 15–17 Desember 2009.[58]

Galeri

[sunting
|
sunting mata air]

Catatan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Dies natalis TH Bandung cangap diperingati setiap tahun sejak Dies Natalisnya yang pertama pada tahun 1921, sampai Ulang tahun ke-21 musim 1941.[4]
    Bahkan setelah TH ditutup dan berpaling etiket sekalipun, Dies Natalisnya selalu mengacu plong berdirinya TH periode 1920, seperti pada terlepas 27 November 1948 di mana diperingati Dies natalis ke-28
    Faculteit van Technische Wetenschap van de Universiteit van Indonesie
    [5]
    atau pada tanggal 23 Desember 1955 di mana diadakan Lustrum ke-7 (Dies ke-35).[6]
    Berasal fakta-fakta ki kenangan tersebut, rontok 3 Juli 1920 ditetapkan sebagai tanggal cara Universitas Teknologi Bandung dan diperingati setiap tahun bak
    “Peringatan Ulang Waktu Perguruan/Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia”. Sementara itu tanggal 2 Maret 1959 ditetapkan sebagai tanggal peresmian etiket Universitas Teknologi di Kota Bandung dan diperingati setiap musim laksana
    “Peringatan Dies natalis Perserikatan Teknologi Bandung”
    yang dituangkan intern Keputusan Rektor ITB Nomor 267/SK/K01/OT/2008 tentang Pendirian dan Peresmian Merek ITB.

  2. ^

    Mengacu pada koordinat Tugu Peresmian ITB.

  3. ^

    CMYK 100,70,0,0 http://www.colorhexa.com/004dff

  4. ^

    Plong copot 3 Juli 1920,
    jamiah pertama
    di Hindia Belanda, merupakan
    Technische Hoogeschool
    (Sekolah tinggi Teknik), yang dikenal dengan singkatan namanya THS didirikan di Bandung.[13]

    :6


  5. ^


    “… En reeds in het volgende jaar, in Juli 1920, werd de Technische Hoogeschool (TH), Indië’s eerste instelling voor Hooger Onderwijs, plechtig geopend.” Terjemahan: “… Dan pada tahun berikutnya, plong bulan Juli 1920, Sekolah Tinggi Teknik yang merupakan
    institusi pendidikan jenjang pertama
    di Hindia Belanda diresmikan.”[14]

    :26


  6. ^

    Start tanggal 1 Agustus 1935 Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan aturan mengenai penggunaan ejaan plonco… di antaranya ejaan ‘hoogeschool’ menjadi ‘hogeschool’. Namun catatan “Technische Hoogeschool te Bandoeng” tidak berubah karena merupakan ‘segel’/tata nama.[16]

    :51


  7. ^

    Mahasiswa tingkat pertama Bagian Mesin dan Listrik disatukan karena perkuliahan yang ditempuh sekufu.

  8. ^

    Kepala Presidium: Prof. Ir. Soemono; Anggota: Prof. Ir. Goenarso; Prof. dr. Djoehana Wiradikarta (Pengarah/Dekan FIPIA UI Bandung); Prof. Ir. Soetedjo (Majikan/Dekan FT UI Bandung); Panitera: Prof. Dr. Ir. R. M. Soemantri Brodjonegoro (Ketua Jurusan Teknologi Kimia).

  9. ^

    Pejabat Rektorium: Dr. Soedjana Sapi’ie; Anggota: Prof. Dr. Moedomo Soedigdomarto; Prof. Ir. Wiranto Arismunandar, MSME; Ir. Djuanda Suraatmadja.
  10. ^


    a




    b



    Pejabat sementara

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    “Keputusan Rektor ITB Nomor 324/SK/K01/OT/2008 akan halnya Penggunaan Lambang ITB”. Diarsipkan bermula versi asli tanggal 2012-12-18. Diakses terlepas
    2012-06-02
    .




  2. ^


    a




    b




    c



    Keputusan Rektor ITB Nomor 267/SK/K01/OT/2008 akan halnya Prinsip dan Peresmian Nama ITB.
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  3. ^

    “Moto/slogan ITB”, dalam Trik Pedoman Format Penulisan Tesis Magister 2008 pekarangan 46, diunduh dari http://www.sps.itb.ac.id/.

  4. ^


    (Belanda)
    “Viering van den een en twintigsten verjaardag der Technische Hoogeschool te Bandoeng”, artikel privat Majalah
    “De ingenieur in Nederlandsch-Indie”
    edisi September 1941, Tahun ke-8 No.9.
  5. ^


    a




    b




    (Belanda)
    “Dies natalis van de Faculteit van Technische Wetenschap van de Universiteit van Indonesië”, artikel dalam Majalah
    “De ingenieur in Indonesie”
    edisi Desember 1948, Tahun ke-1 No.2.

  6. ^


    (Belanda)
    “De herdenking van de opening der Technische Hogeschool te Bandung”, kata sandang dalam Majalah
    “De ingenieur in Indonesie”
    edisi Februari 1956, Masa ke-8 No.1.
  7. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i



    Fakta dan Angka ITB.

  8. ^

    Logo ITB.

  9. ^

    Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2013 tentang STATUTA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG.
  10. ^


    a




    b




    c




    d



    Prodi Teknik Kimia dan Fisika ITB Raih Akreditasi ABET AS.
  11. ^


    a




    b




    Accredited Programs ABET – ITB.
  12. ^


    a




    b




    c



    Status Akreditasi Internasional Prodi ITB.

  13. ^

    Somadikarta, S. (1999).
    Hari emas Sekolah tinggi Indonesia, Jilid 1: Mulai sejak Auditorium ke Perhimpunan. Jakarta: Penerbit Sekolah tinggi Indonesia (UI-Press).

  14. ^


    (Belanda)
    Hoe het groide: Het onderwijs in Nederlandsch-Indië, Januari-Februari 1941. Diarsipkan 2013-07-02 di Wayback Machine.

  15. ^


    “Prof. Reini Wirahadikusumah Terpilih Andai Rektor ITB 2020-2025”.
    itb.ac.id. 8 November 2019. Diakses tanggal
    31 Desember
    2019
    .





  16. ^

    Goenarso (1995).
    Riwayat perkumpulan teknik di Indonesia, masa 1920-1942. Bandung: Penerbit ITB.

  17. ^

    Sakri, A. (1979a).
    Dari TH ke ITB: Kenang-kenangan lustrum keempat 2 Maret 1979, Jilid 1: Sejemang perkembangan ITB. Bandung: Penerbit ITB.

  18. ^


    “Data dan Pengumuman Institut Teknologi Bandung tahun 2014: Adendum Orasi Rektor yang disampaikan sreg Dies ITB ke-56 tanggal 2 Maret 2015”
    (PDF). Diarsipkan berusul versi asli
    (PDF)
    tanggal 2015-09-21. Diakses tanggal
    2015-08-08
    .




  19. ^


    a




    b




    “Teknik Sipil ITB: Akreditasi ABET, Kado Independensi bikin Mahasiswa”.
    itb.ac.id. 17 Agustus 2015. Diakses tanggal
    17 Agustus
    2015
    .





  20. ^

    Program studi kimia ITB terakreditasi sejagat berusul RSC, Inggris.

  21. ^


    (Inggris)
    Bandung Institute of Technology: Science and Technology Schools.

  22. ^

    Data Keketatan ITB-2013.

  23. ^


    (Inggris)
    Top 100 – Lowest Acceptance Rates. Diarsipkan 2011-09-26 di Wayback Machine.
  24. ^


    a




    b




    c



    “Beberapa informasi tentang ITB” oleh Rektor ITB puas Jumpa Awal Masa Akademik 2009/2010 terlepas 31 Agustus 2009.
  25. ^


    a




    b




    c




    d



    Passing Grade Galibnya 10 Samudra PTN plong SNMPTN/SBMPTN 2010-2013.

  26. ^


    [1]

  27. ^

    Nilai Tertinggi Saintek SBMPTN 2015 Suka-suka di ITB.

  28. ^

    Hasil SBMPTN 2016, ITB dan UI Nomor Satu.

  29. ^

    10 PTN dengan Ponten Pelajar SBMPTN Termulia.

  30. ^

    Daftar PTN dengan Nilai Tertinggi di SBMPTN 2018, ITB Ungguli UI.

  31. ^

    Peringkat SBMPTN 2019: 10 PTN dengan Kredit Rerata Terala Saintek.

  32. ^

    http://www.4icu.org/id/

  33. ^


    Top 100 Universities in Asia
    2012″. Diarsipkan bersumber varian asli sungkap 2012-08-19. Diakses tanggal
    2012-08-25
    .





  34. ^


    Top 200 Universities in the world 2012.“. Diarsipkan bermula versi tahir rontok 2014-09-01. Diakses tanggal
    2010-04-26
    .





  35. ^

    http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2009/subject-rankings/technology

  36. ^

    http://www.topuniversities.com/university-rankings/world-university-rankings/2011/faculty-area-rankings/technology?page=3

  37. ^

    QS Stars in Indonesia.
  38. ^


    a




    b




    “QS World University Rankings by Subject 2015 – Art & Design”.
    Top Universities. 2015-04-22. Diakses tanggal
    2017-03-21
    .





  39. ^

    QS Asian University Rankings by faculty: Engineering & Technology in 2009.

  40. ^

    QS Asian University Rankings by faculty: Natural Sciences in 2009.

  41. ^

    QS Beruntung University Rankings by faculty: Engineering & Technology in 2010.

  42. ^

    QS Asian University Rankings by faculty: Natural Sciences in 2010.

  43. ^

    QS Berbahagia University Rankings by faculty: Engineering & Technology in 2011.

  44. ^

    QS Asian University Rankings by faculty: Natural Sciences in 2011.

  45. ^

    QS Membujur University Rankings by faculty: Engineering & Technology in 2012.

  46. ^

    QS Berbintang terang University Rankings by faculty: Natural Sciences in 2012.

  47. ^

    http://www.itb.ac.id/news/46 Diarsipkan 2016-01-19 di Wayback Machine. ITB News Portal, 13 Maret 2003,
    Mantan Rektor ITB , Ir. Ukar Bratakusumah Meninggal
  48. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    “Situs resmi Batih Mahasiswa ITB”. Diarsipkan dari versi putih copot 2012-07-15. Diakses tanggal
    2012-08-06
    .




  49. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    n




    o




    p




    q




    r




    s




    t




    u




    v




    w




    x




    y




    z




    aa




    ab




    ac




    ad




    ae




    af




    ag




    ah




    ai




    aj




    ak




    al




    am




    an




    ao




    ap




    aq




    ar




    “Situs jamak Himpunan Mahasiswa Jurusan”. Diarsipkan dari varian asli copot 2012-07-15. Diakses tanggal
    2012-08-06
    .





  50. ^


    “Pusat Unggulan Iptek Broadband Wireless Access”.
    Institut Teknologi Bandung
    . Diakses tanggal
    30 November
    2022
    .





  51. ^


    Sudrajat, Ajat (2019-02-01). Abadi, Dewanti, ed. “ITB luncurkan Base Station 4G Infinitebe”.
    ANTARA News
    . Diakses rontok
    2020-06-01
    .





  52. ^


    Rakyat, Pikiran. “ITB Luncurkan Base Station 4G, Ini Keunggulannya – Perhatian-Rakyat.com”.
    www.pikiran-rakyat.com
    . Diakses tanggal
    2020-06-01
    .





  53. ^


    “Home”.
    InfiniteBe
    . Diakses rontok
    2020-06-01
    .





  54. ^


    ITB, Webmaster Team, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi. “ITB Meluncurkan Base Station 4G LTE InfiniteBe -“.
    Institut Teknologi Bandung
    . Diakses tanggal
    2020-06-01
    .





  55. ^


    Antara (2019-02-02). Prima, Erwin, ed. “ITB Rilis Base Station 4G Infinitebe untuk Internet Cepat”.
    Tempo.co
    . Diakses rontok
    2020-06-01
    .





  56. ^


    Indonesia.go.id. “Penyalur Sinyal 4G InfiniTeBe ITB, Bukti Kolaborasi Triple Helix Meres Iptek”.
    LINE TODAY
    . Diakses tanggal
    2020-06-01
    .





  57. ^

    Artikel:”ITB Borong Juara di Kontes Robot Terbang 2014″ di Okezone.com

  58. ^

    Artikel:”Wuahhh… Skuat Big Azan ITB Gondol Prestasi di Asia Pasifik!” di Kompas.com

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Situs resmi ITB.
  • Peringkat Akreditasi Program Studi S1 ITB.
  • Situs sahih Keluarga Mahasiswa ITB. Diarsipkan 2012-07-15 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Teknologi_Bandung

Posted by: and-make.com