Aplikasi Baca Wa Tanpa Diketahui

Bahasa Arab
العربية


al-ʿarabīyah

Arabic albayancalligraphy.svg

al-ʿArabīyyah
dalam tulisan Arab (karangan Naskh)

Penyebutan /ˈʕarabiː/, /alʕaraˈbijːa/
Dituturkan di Negara Liga Arab, minoritas di negara setangga dan sebagian Asia, Afrika, Eropa
Wilayah Terutama di negara-negara Arab di Timur Perdua dan Afrika Paksina; lagi dipertuturkan oleh gerombolan kecil Arab di Asia Daksina (termasuk India, Pakistan, Bangladesh, dan Afganistan) dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei), serta beberapa negara di Eropa; bahasa liturgis Islam.
Etnis Arab, Arab-Berber, Afro-Arab, dan di antara nan lain

Penutur bahasa

Sekitar 280 miliun penutur polos[1]
dan 250 miliun penutur bukan asli[2] (tidak tercantum rontok)

Rumpun bahasa

Afroasiatik

  • Semit

    • Semit Barat
      • Semit Tengah
        • Arabia Utara
          • Bahasa Arab

Kerangka mulanya

Proto-Arab

  • Arab Kuno
    • Hijazi Kuno
      • Arab Klasik
        • Bahasa Arab

Bentuk baku

Bahasa Arab Kriteria Maju
Dialek Barat (Magribi)
Lor (Mesir, Mesopotamia, Levantin)
Selatan (Tanjung Teluk, Hijazi, Najdi dan Yamani)

Sistem penulisan

Huruf Arab
Braille Bahasa Arab
Lambang bunyi Suryani
Fonem Yahudi
Alfabet Yunani
Alfabet Latin (tercatat Arabizi, Hassaniya (di Senegal)

Rencana berisyarat

Tanda Bahasa Arab (rancangan kebangsaan)
Martabat jamak

Bahasa seremonial di

Bahasa Arab patokan modern ialah bahasa resmi pecah 26 negara dan 1 wilayah yang disengketakan, ketiga terbanyak sesudah bahasa Inggris dan Prancis[3]

Daftar


  • Aljazair

    Bahrain

    Komoro

    Chad

    Jibuti

    Mesir

    Eritrea

    Irak

    Israel

    Yordania

    Kuwait

    Lebanon

    Libya

    Mauritania

    Maroko

    Oman

    Palestina

    Qatar


    Saudi Arabia

    Somalia

    Sudan

    Suriah

    Tunisia

    Uni Emirat Arab

    Gurun Barat (area yang disengketakan)

    Yaman

    Zanzibar (
    Tanzania)

    Organisasi

    Ayuk Afrika

    Liga Arab

    OKI

    PBB

Diakui seumpama
bahasa minoritas di


Brunei

Ceuta

Eritrea

Filipina

Indonesia

Iran

Israel

Malaysia

Mali

Melilla

Niger

Pakistan

Republik Turki Siprus Utara

Senegal

Siprus

Spanyol

Sudan Daksina

Turki

Diatur oleh Aljazair: Dewan Tinggi Bahasa Arab di Aljazair
Arab Saudi: Rajah Bahasa Arab di Riyadh
Mesir: Lembaga Bahasa Arab di Kairo
Irak: Lembaga Sains Irak
Israel: Kerangka Bahasa Arab di Israel
Yordania: Lembaga Bahasa Arab Yordania
Libya: Lembaga Bahasa Arab di Jamahiriya
Moroko: Lembaga Bahasa Arab di Reduksi
Sudan: Lembaga Bahasa Arab di Khartum
Suriah: Kerangka Arab Damaskus (tertua)
Somalia: Lembaga Bahasa Arab di Mogadishu
Tunisia: Yayasan Beit Al-Hikmah
Kode bahasa
ISO 639-1 ar
ISO 639-2 ara
ISO 639-3
ara – bahasa Arab (masyarakat)
(lihat kemajemukan bahasa Arab buat kode khas)
{{{mapalt}}}

Persebaran bahasa Arab ibarat bahasa resmi tersendiri (hijau) dan sebagai salah satu berasal dua atau makin bahasa legal (biru)

Bahasa Arab
(اللُّغَةُ العَرَبِيَّةِ,
translit:
al-lugah al-‘Arabīyah; sering disingkat sebagai
عربي
translit:
‘Arabī) adalah salah seia sekata Semit Tengah, yang tersurat dalam rumpun bahasa Semit dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo-Arami. Bahasa Arab n kepunyaan lebih banyak perawi tinimbang bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semit. Ia dituturkan oleh bertambah dari 280 miliun orang andai bahasa pertama,[1]
nan mana sebagian besar tinggal di Timur Paruh dan Afrika Paksina. Bahasa ini adalah bahasa formal dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena yakni bahasa yang dipakai makanya Alquran dan merupakan suatu-satunya bahasa nan disebut di dalam Alquran.[4]
Beralaskan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan punya banyak jenis (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling memaklumi satu sama lain. Bahasa Arab Beradab telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 subbahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut
Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan wahana massa.

Bahasa Arab Biasa berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arabia Utara Kuno yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terpandang dalam prasasti pusaka Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4.[5]
Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa karangmengarang dan bahasa peribadatan Islam sejak makin kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kidal.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain berpokok marcapada Islam, setolok seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Medio bahasa Arab juga merupakan alat terdepan budaya, terutamanya dalam sains, matematika, dan filsafat, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata semenjak bahasa Arab.

Klasifikasi

[sunting
|
sunting perigi]

Bahasa Arab biasanya diklasifikasikan sebagai salah sependapat Semit Tengah. Para ahli linguistik masih berlainan pandangan adapun klasifikasi terbaik terhadap percabangan bahasa Semit.[6]
Rumpun bahasa Semit berubah secara signifikan antara masa Proto-Semit dengan kemunculan rumpun bahasa Semit Tengah, terutama dalam tata bahasa. Inovasi lega rumpun bahasa Semit Paruh—semuanya terawat intern bahasa Arab—tertulis:

  1. konversi formasi statif berkonjugasi sufiks (jalas-) menjadi kala adv amat;
  2. konversi formasi rancangan lampau berkonjugasi prefiks (yajlis-) menjadi kala sekarang;
  3. eliminasi susuk-bentuk modal/aspek berkonjugasi prefiks lainnya (seumpama, rasi sekarang yang dibentuk dengan mendobelkan akar tengah, kala perfek yang dibentuk dengan menyisipkan
    /t/
    setelah konsonan akar pertama, dan mungkin kasus jusif nan dibentuk dengan pergeseran penekanan) demi moda-moda baru nan dibentuk dengan akhiran yang dilekatkan ke bentuk konjugasi prefiks (misal,
    -u
    lakukan indikatif,
    -a
    untuk subjungtif, tanpa akhiran bikin jusif,
    -an
    atau
    -anna
    buat energetik);
  4. kronologi pasif intern.

Ada beberapa fitur nan kembali dimiliki maka itu bahasa Arab Klassik, variasi-tipe bahasa Arab maju, dan kembali prasasti-prasasti Safa dan Hisma yang belum dibuktikan keberadaannya di varietas bahasa Semit Paruh lainnya, termasuk bahasa Dadan dan Tayma di Hijaz utara. Fitur-fitur ini adalah bukti suatu keturunan dari satu pitarah yang diperkirakan, yakni bahasa Proto-Arab.[7]
[8]
Fitur-fitur berikut ini bisa dikonstruksikan ulang untuk bahasa Proto-Arab:[9]

  1. anasir negatif

    m

    *
    /mā/;

    lʾn

    */lā-ʾan/
    hingga
    lan
    di bahasa Arab Klasik;
  2. pelaku pasif
    mafʿūl
  3. kata depan dan adverbia

    f
    ,

    ʿn
    ,

    ʿnd
    ,

    ḥt
    ,

    ʿkdy
  4. subjungtif pada –
    a
  5. demonstratif

    lengkung langit
  6. peningkatan alomorf –
    at

    dari akhiran feminin
  7. pelengkap dan subordinator

    ʾn
  8. penggunaan

    f
    – bagi membudayakan klausa modal
  9. kata ganti benda independen pada

    (ʾ)y
  10. jejak
    tanwin

Di bukan pihak, beberapa varietas bahasa Arab lebih dekat ke bahasa Semit lain dan masih memiliki fitur-fitur yang tidak ditemukan dalam bahasa Arab Klasik, mengindikasikan bahwa jenis ini tidak barangkali berkembang dari bahasa Arab Klasik.[10]
[11]
Dengan begitu, bahasa Arab daerah tidak lahir berpokok bahasa Arab Klasik:[12]
bahasa Arab Klasik merupakan bahasa saudari alih-alih bahasa pendahulunya..[7]

Kosa introduksi

[sunting
|
sunting sumur]

Kata serapan

[sunting
|
sunting sumber]

Sumur terpenting penyerapan ke bahasa Arab (pra-Selam) berasal dari bahasa (Semit) terkait, merupakan bahasa Aram,[13]
yang dulunya merupakan bahasa komunikasi utama dunia semesta di seluruh Timur Dekat dan Timur Tengah historis, dan bahasa Etiopia. Sebagai tambahan, banyak istilah budaya, religius, dan garis haluan sudah lalu memasuki bahasa Arab dari rumpun bahasa Iran, terutama Persia Pertengahan, Partia, dan Persia (Klasik),[14]
serta Yunani Helenistik (kīmiyāʼ
berasal dari bahasa Yunani
khymia, yang signifikan pencairan besi;[15]
alembic
(penyuling) from
ambix
(piala),
almanac
(iklim) from
almenichiakon
(kalender)[16]). Beberapa peminjaman oleh bahasa Arab dari rumpun bahasa Semit atau Persia yaitu, sebagaimana dalam buku De Prémare yang telah dikutip:


  • madīnah/medina (مدينة, city or city square), a word of Aramaic origin “madenta”
    (in which it means “a state”).

    [
    rujukan?
    ]

  • jazīrah
    (جزيرة), as in the well-known form الجزيرة “Al-Jazeera,” means “island” and has its origin in the Syriac ܓܙܝܪܗ
    gazarta.

    [
    rujukan?
    ]

  • lāzaward
    (لازورد) is taken from Persian لاژورد
    lājvard, the name of a blue stone, lapis lazuli. This word was borrowed in several European languages to mean (light) blue – azure in English,
    azur
    in French and
    azul
    in Portuguese and Spanish.

    [
    rujukan?
    ]


Gambaran umum komprehensif bakal pengaruh bahasa lain terhadap bahasa Arab ada di Lucas & Manfredi (2020).[17]

Pengaruh Arab pada bahasa lain

[sunting
|
sunting mata air]

Begitu juga lega bahasa Eropa lain, banyak kata Inggris diserap berpunca bahasa Arab, pada lazimnya melewati bahasa Eropa lainnya, terutama berbunga Spanyol dan Italia, diantaranya ialah kosakata nan digunakan sehari-hari sebagai halnya “gula” (sukkar), “kapas” (
quṭn
) atau “majalah” (makhzen). Kata-prolog lain nan sangat terkenal misalnya “aljabar”, “alkohol” dan “zenith”.

Pengaruh Arab paling mendalam plong negara-negara yang dikuasai makanya islam. Arab adalah sumber kosakata penting buat bahasa nan bermacam-macam seperti bahasa Berber, Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu, dan Indonesia, baik juga sebagai halnya bahasa lain di negara di mana bahasa ini yaitu dituturkan. Contohnya perkataan Arab bakal
buku
/kita:b/ digunakan kerumahtanggaan semua bahasa di atas, kecuali pada bahasa Jawi dan Indonesia (secara spesifik yang dimaksudkan adalah “pusat agama”).

Istilah pinjaman bersumber terminologi agama (begitu juga Berber
taẓallit
“sembahyang” <sholat), istilah akademik (seperti mana Uighur
mentiq
“akal sehat”), perkenalan awal hubung (seperti Urdu
lekin
“tetapi”). Kebanyakan varian Bahasa Berber (seperti Kabyle), bersama dengan Swahili, meminjam beberapa bilangan dari Bahasa Arab. Kebanyakan istilah agama yang digunakan oleh Muslim seluruh dunia adalah yaitu pinjaman langsung dari bahasa Arab, seperti
صلاة sholat
kerjakan ibadah dan
imam
untuk pemimpin salat.

Dalam bahasa nan tidak berhubungan langsung dengan Dunia Arab, banyak kosakata bahasa Arab yang diserap melalui bahasa tak yang berhubungan dengan bahasa Arab; contohnya, banyak prolog dalam bahasa Urdu dan bahasa Turki yang diserap dari bahasa Persia berbunga berusul bahasa Arab, dan banyak kosakata n domestik bahasa Bahasa Hausa nan diserap dari bahasa Arab melewati Bahasa Kanuri.

Huruf-fonem n domestik bahasa Arab

[sunting
|
sunting sumber]

Leter Pelisanan Dunia semesta
ا alif alif
ب ba bāʾ
ت ta tāʾ
ث tsa ṯāʾ
ج jim ǧīm
ح ha ḥāʾ
خ kha ḫāʾ
د dal dāl
ذ dzal ḏāl
ر ra r āʾ
ز zai z ā y
س sin sīn
ش syin šīn
ص shad ṣād
ض dhad ḍād
ط tha ṭāʾ
ظ zha’ ẓāʾ
ع ‘netra ‘ain
غ ghain ġain
ف fa fāʾ
ق qaf qāf
ك kaf kāf
ل lam lām
م mim mīm
ن nun nūn
ه ha hāʾ
و wau wāw
ي ya yāʾ

Sistem ortografi bahasa ‘Arab memakai sistem aksara. Sistem abjad adalah sistem tulisan nan huruf-hurufnya melambangkan bunyi konsonan sedangkan bunyi vokal dilambangkan dengan harakat.

Huruf Hijaiah terdiri bermula 29 huruf abjad: 26 konkret konsonan murni dan 3 berupa konsonan semivokal yaitu aksara “Alif”, “Waw” dan “Ya'”. Bunyi vokal enggak dilambangkan dengan abjad tetapi dengan harakat. ada 3 harokat dalam bahasa ‘Arab: “Fathah” merepresentasi bunyi “a” (dan pada beberapa abjad: bunyi “udara murni”), “Kasrah” menyimbolkan bunyi “i”, dan “Dammah” melambangkan bunyi “u”.

Dialek

[sunting
|
sunting sumber]

“Arab Umum” atau “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” yakni bahasa Arab yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia Arab, dan amat berbeda dengan Bahasa Arab garitan. Perbedaan dialek paling utama adalah antara Afrika Utara (Arab Magrib) dan bagian Timur Tengah (Hijaz). Faktor yang menyebabkan perbedaan dialek bahasa Arab ialah otoritas substrat (bahasa yang digunakan sebelum bahasa Arab menclok). Sebagai halnya misalnya pada kata faktual[catatan 1]
(artinya “ada”), di Irak disebut
aku, di Palestina
fih, dan di Magribi disebut
kayən.

Daftar dialek utama di Arab yakni laksana berikut:

  • Dialek Mesir مصري : Dipakai oleh sekitar 76 juta rakyat Mesir.
  • Dialek Magribi مغربي : Dipakai maka dari itu sekeliling 20 miliun rakyat Afrika Lor.
  • Dialek Levantin : Disebut pula Dialek Syam. Dipakai di Suriah, Palestina, Lebanon dan Gereja Maronit Siprus.
  • Dialek Irak عراقي : Mempunyai perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan selatan Irak.
  • Dialek Arab Timur بحريني : Dipakai di Oman, di Arab Saudi dan di Irak episode Barat.
  • Dialek Teluk خليجي : Dipakai di daerah Teluk, adalah di Qatar, Ayuk Emirat Arab dan Arab Saudi.

Darurat beberapa dialek lainnya ialah:

  • Hassānīya حساني : Dipakai di Mauritania dan Gurun Barat.
  • Dialek Sudan سوداني : Dipakai di Sudan dan Chad.
  • Dialek Hijazi حجازي : Dipakai di daerah barat dan utara Arab Saudi dan timur Yordania.
  • Dialek Najd نجدي : Dipakai di Najd, Arab Saudi.
  • Dialek Yamani يمني : Dipakai di Yaman.
  • Dialek Andalus أندلسي : Dipakai di Andalus sampai abad ke-17.
  • Dialek Sisilia صقلي : Dipakai di Sisilia.

Ilmu bunyi

[sunting
|
sunting mata air]

Vokal

[sunting
|
sunting sumber]

Bahasa Arab memiliki tiga abjad vokal, yaitu: a [ɛ̈],i [ɪ], u [ʊ]. Selain itu bahasa Arab sekali lagi mempunyai dua diftong.

Konsonan

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini penjelasan tentang konsonan intern Bahasa Arab:

  1. 1.[ʤ] kadang disebut [ɡ] di Mesir dan Yaman Selatan. Di daerah Afrika Utara dan di Syam diucapkan menjadi [ʒ].
  2. /l/ diucapkan [lˁ] sahaja internal kata Almalik
  3. /ʕ/ biasanya andai akhiran fonetik

Bahasa Arab juga memiliki pengkhususan, nan disebut tasydid. Pengkajian tasydid hanya terjadi di konsonan. Provisional itu, penekanan pada leter vokal juga terjadi, disebut harakat panjang. Seperti misalnya pada kata KAA-tib (katib), terjadi penyelidikan pada huruf vokal, ialah pemanjangan harakat. Dulu, contoh lainnya yaitu, ma-JAL-LA (majalah), terjadi penekanan pada huruf “La” di mana la yakni konsonan, dan mendapat penekanan tasydid ialah konsonan L ganda.

Tata bahasa

[sunting
|
sunting sendang]

Kata kerja dalam Bahasa Arab

Kata benda internal bahasa Arab

Kata benda dalam bahasa Arab dibagi tiga variasi ialah nominatif, akusatif, dan genitif. Bahasa Arab memiliki dua jenis kelamin, yaitu muanats (putri) dan Mudzakar (lelaki). Kata kerja dalam Bahasa Arab n kepunyaan tiga perian (zaman), yakni lampau (madhi), masa ini (haal), dan kala nanti (mustaqbal).

Kata kerja dalam bahasa Arab dibagi menjadi empat, ialah:

  • Fi’il Madhi;
  • Fi’il Mudhari;
  • Fi’il Amr;
  • Fi’il Nahi.

Per perkenalan awal kerja dibagi lagi sesuai dengan pelakunya, jumlah dan jenis kelamin. Temporer itu, kata sifat atau adjektiva privat bahasa Arab dibagi sesuai dengan bentuknya, setiap kerangka terbagi lagi sesuai kuantitas dan jenis kelamin. Prolog ganti dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, kata ganti orang ketiga (ghaib), bani adam kedua (mukhatab) dan khalayak pertama (mutakallim).

Kosakata bahasa Arab dibagi n domestik tiga kelompok,
Ism
(kata benda),
Fi’l
(kata kerja), dan
Harf
(partikel fungsional). Bahasa Arab termasuk bahasa infleksional. Struktur kalimatnya berupa
konstruksi topik-komentar
atau dikenal juga sebagai Mubtada dan Khobar. Suka-suka dua macam frasa intern bahasa Arab, yakni
Jumlatu-l-ismiyyah
(frasa nominal) dan
Jumlatu-l-fi’liyyah
(frasa aktif).

Ada dua variasi gender pada
Ism
dan
Fi’l
merupakan
Mudzakkar
(maskulin) dan
Muannats
(feminin). Tiga macam bilangan bikin
Ism
dan
Fi’l
yaitu
Mufrad
(idiosinkratis),
Mutsanna
(dwi), dan
Jama’
(jamak). Bilangan jamak terbagi tiga kategori, merupakan
Jama’ Mudzakkar Salim
(baku biasa maskulin),
Jama’ Mu-annats Salim
(jamak normal feminin) dan
Jama’ Duga
(absah tidak beraturan). Singularis untuk
Ism
ada dua macam artikel, adalah
Ma’ruf
(definit/tertentu) dan
Nakirah
(nondefinit).

Ism
ada tiga tingkat peran kasus gramatikal, adalah nominatif, akusatif, dan genitif.
Ism
nominatif berperan andai subjek kalimat,
Ism
akusatif berperan seumpama bahan (berbarengan atau bukan langsung),
Ism
genitif berlaku sebagai alamat preposisional atau pemilik.

Contohnya pada kata
Rojul
(lelaki) dan
Madinat
(kota) internal tabel dibawah ini:

Kasus Nondefinit Definit Makna
Kata sandang (peran) Nominatif Akusatif Genitif Nominatif Akusatif Genitif
Tunggal-Lanang Rojulun (رَجُلٌ) Rojulan (رَجُلًا) Rojulin (رَجُلٍ) ar-Rojulu (الرَّجُلُ) ar-Rojula (الرَّجُلَ) ar-Rojuli (الرَّجُلِ) ((se)seorang) laki-laki
Dwimaskulin Rojulaan (رَجُلَانِ) Rojulayn (رَجُلَيْنِ) Rojulayn (رَجُلَيْنِ) ar-Rojulaan (الرَّجُلَانِ) ar-Rojulayn (الرَّجُلَيْنِ) ar-Rojulayn (الرَّجُلَيْنِ) dua orang maskulin
Legal (Tidak terintegrasi) Rijaalun (رِجَالٌ) Rijaalan (رِجَالًا) Rijaalin (رِجَالٍ) ar-Rijaalu (الرِّجَالُ) ar-Rijaala (الرِّجَالَ) ar-Rijaali (الرِّجَالِ) para pria
Individual-Feminin Madinatun (مَدِيْنَةٌ) Madinatan (مَدِيْنَةً) Madinatin (مَدِيْنَةٍ) al-Madinatu (المَدِيْنَةُ) al-Madinata (المَدِيْنَةَ) al-Madinati (المَدِيْنَةِ) (sebuah) daerah tingkat
Dwifeminin Madinataan (مَدِيْنَتَانِ) Madinatayn (مَدِيْنَتَيْنِ) Madinatayn (مَدِيْنَتَيْنِ) al-Madinataan (المَدِيْنَتَانِ) al-Madinatayn (المَدِيْنَتَيْنِ) al-Madinatayn (المَدِيْنَتَيْنِ) dua kota
Absah-Feminin Madinaatun (مَدِيْنَةٌ) Madinaatan (مَدِيْنَةً) Madinaatin (مَدِيْنَةٍ) al-Madinaatu (المَدِيْنَةُ) al-Madinaata (المَدِيْنَةَ) al-Madinaati (المَدِيْنَةِ) kota-ii kabupaten

Mandu membentuk Jumlatu-l-ismiyyah

[sunting
|
sunting sumber]

Frasa Kata benda biasa

[sunting
|
sunting perigi]

Seluruh anggota dalam frasa harus sesuai kasus, gender, nomor, dan artikelnya:

  • Rojulun Hasanun –

    رَجُلٌ حَسَنٌ

    (pria dulang), Ar-rojulu l-hasanu (pria tampan itu) yang bermakna frasa ini nominatif. Maka, berfungsi andai subjek kalimat.
  • Rojulan Hasanan –

    رَجُلًا حَسَنًا

    (maskulin tampan), Ar-rojula l-hasana (pria tetampan itu) yang berarti frasa ini akusatif. Maka, berfungsi sebagai objek.
  • Rojulaan Hasanaan –

    رَجُلَانِ حَسَنَانِ

    (dua pria tampan), ar-rojulaan l-hasanaa (dua laki-laki tampan itu) yang berarti frasa ini nominatif.
  • Madiinatin salaamin –

    مَدِيْنَةٍ سَلَامٍ

    (daerah tingkat yang kesatuan hati), al-madinati s-salami (kota nan aman itu) yang signifikan frasa ini genitif. Maka, berfungsi sebagai alamat preposisi.

Arketipe pengusahaan:

  • ar-Rojulu l-hasanu yamsyiy fiy l-madinati s-salami –

    الرَّجُلُ الحَسَنُ يَمْشِيْ فِيْ المَدِيْنَةِ السَّلَامِ

    ← perhatikan kasus subjek dan kasus bulan-bulanan preposisi
    (pria tampan itu berjalan di kota yang kesepakatan itu)
  • Ro’aytu ar-rojula l-hasana –

    رَاَيْتُ الرَّجُلَ الحَسَنَ

    ← perhatikan kasus mangsa
    (ku mengawasi lanang tampan itu)
  • Marortu bi ar-rojuli l-hasani –

    مَرَرْتُ بِالرَّجُلِ الحَسَنِ

    ← perhatikan kasus objek preposisi
    (ku bersomplokan dengan lanang tampan itu)

Frasa kepemilikan

[sunting
|
sunting perigi]

N domestik hal frasa kepemilikan, maka
Ism
yang dimiliki disebut terlebih dahulu daripada Ism pemiliknya.
Ism
pemilik karuan intern kasus genitif.

Contoh:
[goresan 2]

  • bintu Ahmadi ← nominatif.
    (بِنْتُ اَحْمَدِ)
  • binta Ahmadi ← akusatif.
    (بِنْتَ اَحْمَدِ)
  • binti Ahmadi ← genitif.
    (بِنْتِ اَحْمَدِ)

Contoh penggunaan:

  • Dzahabat bintu Ahmadi ila-l-madrosati ← perhatikan bintu (putri) dalam kasus nominatif, sedangkan pemilik tunak genitif.
    (putri Ahmad meninggalkan ke sekolah)
  • Ro’aytu binta Ahmadi ← perhatikan binta (putri) dalam kasus akusatif
    (ku mengaram kuntum Ahmad)
  • Marortu bi binti Ahmad ← perhatikan binti (nona) dalam kasus genitif
    (ku berpapasan dengan putri Ahmad)

Ism
genitif bisa bertumpukan dengan nama yang dibentuk dari frasa kepemilikan.

  • ‘abdu-llahi ibnu Abiy Bakrin[catatan 3]

    Abdullah nominatif, Allah pemilik (‘abdu), Abu Bakar kerumahtanggaan kasus genitif laksana tuan Abdullah.

Fi’l
(perkenalan awal kerja) hanya ada 3 rencana dilihat terbit segi masa,
fil madhi
(kata kerja susuk lampau),
fi’l mudhari’
(verba bentuk masa ini, dan akan datang) dan
fi’l amr
(prolog kerja bentuk perintah), masing-masing
fi’l
ini mempunyai perlambang yang bisa dijadikan sebagai organ bikin mengenali setiap bentuk
fi’l.

Fi’l madhi
tandanya merupakan:

  • Bisa menyepakati
    ta’ fa’il,
    contohnya:

    • سافرتُ

    • سافرتَ

    • سافرتِ

  • Dapat menerima
    ta’ ta’nits,
    contohnya:

    • سافرتْ

    • عادتْ

    • صارتْ

Fi’l mudhari
tandanya yaitu:

  • Bisa dimasuki maka dari itu aksara siin dan saufa,
    contohnya:

    • سَيَصْلَى نَارَاً

    • سَوْفَ يَعُوْد

  • Boleh dimasuki oleh leter-huruf
    jazm
    seperti lam dan laa nahiyah (kerjakan melarang),
    contohnya:

    • لم يحضر

    • لا تحضر

Akan halnya
fi’l amr, tandanya adalah:

  • Bisa menerima nun taukiid,
    contohnya:

    • اذهبنَ

    • اسمعنَ

  • Bisa menerima ya’ mukhatabah,
    contohnya:

    • أذهبيْ

    • اسمعيْ

Tamyiz

[sunting
|
sunting sumber]

Signifikasi Tamyiz

[sunting
|
sunting mata air]

Tamyiz yaitu sebuah kata nan dibaca
mansub
yang berfungsi menguraikan
isim
yang enigmatis pada sebuah kalimat. Contohnya:

رَأَيْتُ خَمْسَةَ عَشَرَ غَنَمًا

Artinya: Saya mengintai lima belas kambing.

Jenis-diversifikasi Tamyiz

[sunting
|
sunting sumber]

Cak semau dua jenis tamyiz dalam mandu bahasa Arab. Penjelasannya adalah ibarat berikut.

1. Tamyiz Mufrad

[sunting
|
sunting sumber]

Tamyiz mufrad adalah varietas tamyiz yang berfungsi bagi menjelaskan sebuah kata, bukan satu kalimat.

Biasanya, tamyiz jenis ini menguraikan makna nan masih samar dari introduksi-prolog besaran seperti:

a. Takaran (tamyiz mikyaalaat)
b. Timbangan (tamyiz mawaazinaat)
c. Jarak (tamyiz misaahaat)
d. Bilangan (tamyiz a’-daadan).

Mumaiyyiz kerjakan kata ini disebut mumayyiz malfud (mumayyiz berbunga kalimat yang berisi mumayyiz dan tamyiz-nya). Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Mikyaalat
اِشْتَرَيْتُ لِتْرًا رُزًّ
Istaraytu litran ruzan.
Aku membeli satu liter beras.
  • Mawaazinaat
اِشْتَرَيْتُ رِطْلًا رُزًّا
Isytaraytu rathlan ruzan.
Saya sudah membeli setengah kilo padi.
  • Misaahat
بَاعَنِي التَاجِرُ مِتْرًا حَرِيْرً
Baa’ani attaajiru mitran hariiran.
Penjual menjual semeter kain sutera.
  • A’daadan
فِي الحَقْلِ عِشْرُوْنَ غَنَمًا
Fii alhaqli ‘isyruuna ghanman.
Di ladang terdapat dua puluh kambing.


2. Tamyiz Proporsi (Besaran)

[sunting
|
sunting mata air]

Tamyiz ini bersifat mengeluarkan satu kalimat dengan kalimat bukan. Fungsinya adalah untuk menguraikan gancu fi’il (kata kerja) dengan fa’il (pelaku) dan mubtada’ (pekerja) dengan khobar (perilaku pelaku).

Terserah dua jenis tamyiz proporsi beralaskan boleh atau tidaknya Engkau dipindahkan.

Tamyiz Nisbah Muhawwal (Malhud) Tamyiz yang satu ini boleh dipindah posisinya. Beliau dapat berubah berpunca fa’il (pelaku), maf’ul bih (objek), atau mubtada’ (suatu kata yang berada di awal kalimat, bisa kata tanya/ istifham alias pelaku) maupun sebaliknya.

Contohnya bisa dilihat dalam tabel berikut.

Pindahan dari Rang Asal Bahasa Arab Pendirian Baca Bahasa Indonesia Rangka Kini Bahasa Arab Prinsip Baca Bahasa Indonesia Fa’il مَالِي أَكْثَرُ مِنْ مَالِكَ Maalii aktsaru min maalika Hartaku lebih banyak ketimbang hartamu أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالاً Anaa aktsaru minka, maalan Aku makin banyak dari kamu hartanya Maf’ul bih و فجّرنا الأرض عيون Wa fajarnaa al ardha ‘uyuunan Dan kami jadikan mata air memancar di bumi و فجّرنا الأرض عيوناً wa fajarnaa al ardha ‘uyuunan Dan Kami jadikan bumi menyerikan mata air-mata air Mubtada حَسُنَ وَجْهُ عَلِيٍّ hasuna wajhu ‘Aliy Tampang Ali bagus حَسُنَ عَلِيٌّ وَجْهًا hasuna ‘Aly, wajhu. Ali bagus wajahnya Tamyiz Nisbah Ghairu Muhawwal Dikatakan bahwa tamyiz ini jarang terjadi dan sifatnya lebih ke perkataan lisan seperti mana امتلا الاءناءماء (imtalaa alinaa’u maa’a) yang bermanfaat “Wadah telah penuh, airnya”.

Jika posisi kata ‘ma’a’ diganti ke depan maknanya akan aneh. Misalkan “Air wadah sudah penuh”, “Tempat air mutakadim mumbung” (malah mengubah pegiat dari air menjadi kancah air). Makna “Panggung telah penuh, airnya” lebih dipahami dan turut akal.

Sistem penulisan

[sunting
|
sunting sumber]

Abjad Arab yang sewaktu-waktu disebut abc hijaiah, terbit bersumber aksara Aramaik (dari bahasa Syria dan Nabatea), di mana huruf Aram terbantah kemiripannya dengan abjad Koptik dan Yunani. Tertumbuk pandangan perbedaan penulisan antara Magribi dan Timur Paruh. Di antaranya adalah penulisan huruf qaf dan fa. Di Magribi, fonem qaf dan fa dituliskan dengan memiliki tutul di dasar dan satu titik di atasnya.

Kaligrafi

[sunting
|
sunting perigi]

Setelah perubahan dan penetapan pada Abjad Arab makanya Khalil bin Ahmad al-Farahidi pada masa 786, banyak tipe coretan yang dibentuk yang dikenal dengan nama kaligrafi. Kaligrafi Arab ini berfungsi bagaikan cara penulisan di Quran dan juga sebagai dekorasi. Biasanya dipakai juga dalam penulisan hadis dan peribahasa Arab.

Penerjemahan lafal

[sunting
|
sunting sendang]

Penerjemahan bahasa Arab ke leter Latin kebanyakan memakai standar nan berbeda, di antaranya: metode untuk mengilustrasikan bahasa Arab ke abjad Latin secara tepat dan efisien. Beberapa metode ilmiah privat penerjemahan lafal Bahasa Arab memperbolehkan pembaca bakal melafalkan Bahasa Arab secara tepat dengan menyesuaikannya dengan Abjad Arab. Militer Amerika Serikat dagang sudah lalu takhlik sistem yang berkaitan dengan penerjemahan lafal berbahasa Arab, merupakan
Bendera Arabic Technical Transliteration System
(Sistem Alih Aksara Teknis Bahasa Arab Barometer).

Lembaga bahasa

[sunting
|
sunting sumur]

Akademi Bahasa Arab telah berdiri di sejumlah negara berbahasa halal Arab. Gambar Bahasa Arab nan paling aktif di antaranya di Damaskus, Kairo, dan Potongan harga. Tulang beragangan ini bertugas mengatur pengembangan bahasa, pertal kata baru, dan membuat entri kata baru bahasa Arab di kamus. Lembaga pun menerbitkan manuskrip jompo dan kuno dalam bahasa Arab dan itu semua menunjukkan bahwa bahasa Arab sejenis itu susah hingga negara sebangsa Amerika sahaja mengalami kesulitan mempelajarinya.

Peranan

[sunting
|
sunting mata air]

Bahasa Arab merupakan bahasa nan dianggap tahir cak bagi masyarakat muslim di seluruh dunia karena menjadi bahasa dalam penyajian wahyu maka itu Nabi Muhammad. Penutur bahasa Arab mencakup skala internasional dan domestik khususnya di tanah raya Asia dan Afrika. Bahasa Arab digunakan dalam percakapan sehari-hari dan bahasa terdahulu dalam ritual keyakinan. Pada abad pertengahan, bahasa Arab dijadikan sebagai bahasa hobatan, pengetahuan, budaya, dan pemikiran di bidang makulat, kedokteran, dan agama. Bahasa Arab juga pernah dipakai maka itu pemukim Babilonia, Kasdim, dan Nasion Het.

Bahasa Arab di Indonesia

[sunting
|
sunting mata air]

Bahasa Arab di Indonesia sering dipergunakan kerjakan kegiatan keyakinan, pengajian, dan pendidikan. Bahasa Arab juga digunakan saat umat Muslim beribadah, utamanya salat.

Sekiranya, sebanyak 1.495 khazanah introduksi bahasa Arab diserap dalam bahasa Indonesia.

Lihat pula

[sunting
|
sunting mata air]

  • Daftar bahasa
  • Alih aksara Arab-Latin

Catatan

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^

    lihat موجود di Wiktionary bahasa Inggris

  2. ^


    bintu Ahmadi, binta Ahmadi, binti Ahmadi
    berfaedah
    putri Ahmad.

  3. ^

    Abdullah anak asuh Abiy Bakrin

Bacaan

[sunting
|
sunting sumber]

Garitan kaki

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b



    Procházka 2006.

  2. ^


    Ethnologue
    (1999)

  3. ^

    Wright 2001, hlm. 492.

  4. ^

    Surah Yusuf ayat 2

  5. ^

    Versteegh, Kees (1997),
    The Arabic Language, hlm. 33. Edinburgh University Press, ISBN 90-04-17702-7

  6. ^

    Weninger 2011.
  7. ^


    a




    b



    Al-Jallad 2020, hlm. 8.

  8. ^

    Huehnergard 2017.

  9. ^

    Al-Jallad 2015.

  10. ^

    Birnstiel 2019, hlm. 368.

  11. ^

    Al-Jallad 2021.

  12. ^

    Versteegh 2014, hlm. 172.

  13. ^

    Lihat kajian seminal maka dari itu Siegmund Fraenkel,
    Die aramäischen Fremdwörter im Arabischen, Leiden 1886 (cetak ulang 1962)

  14. ^

    Lihat misalnya Wilhelm Eilers, “Iranisches Lehngut im Arabischen”,
    Actas IV. Congresso des Estudos Árabes et Islâmicos, Coimbra, Lisboa, Leiden 1971, juga referensi sebelumnya.

  15. ^

    Lihat Roger Dachez,
    Histoire de la Médecine de l’Antiquité au XXe siècle, Tallandier, 2008, p. 251

  16. ^

    Cak bagi sumber akar dari tiga pembukaan serapan terakhir, lihat Alfred-Louis de Prémare,
    Foundations of Islam, Seuil, L’Univers Historique, 2002.

  17. ^

    Lucas & Manfredi 2020.

Daftar pustaka

[sunting
|
sunting sumber]

  • Al-Jallad, Ahmad (2015).
    An Outline of the Grammar of the Safaitic Inscriptions
    (intern bahasa Inggris). Brill. ISBN 978-90-04-28982-6. Diarsipkan mulai sejak versi tulus tanggal 23 July 2016. Diakses tanggal
    29 November
    2022
    .



  • ————— (2020).
    A Manual of the Historical Grammar of Arabic. Diarsipkan berasal varian nirmala tanggal 21 December 2019. Diakses copot
    16 July
    2021

    – via Academia.



  • ————— (2021). “Connecting the Lines between Old (Epigraphic) Arabic and the Modern Vernaculars”.
    Languages
    (dalam bahasa Inggris).
    6
    (4): 1. doi:10.3390/languages6040173alt=Dapat diakses gratis
    . ISSN 2226-471X.



  • Birnstiel, Daniel (2019). “Chapter 15: Classical Arabic”. Intern Huehnergard, John; Pat-El, Na’ama.
    The Semitic Languages
    (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-2). Routledge. hlm. 367–402. doi:10.4324/9780429025563. ISBN 978-0-415-73195-9. OCLC 1103311755.



  • Huehnergard, John (2017). Al-Jallad, Ahmad, ed. “Arabic in Its Semitic Context”.
    Arabic in Context: Celebrating 400 Years of Arabic at Leiden University. Brill. hlm. 13. doi:10.1163/9789004343047_002. ISBN 978-90-04-34304-7. OCLC 967854618.



  • Lucas, Christopher; Manfredi, Stefano (2020).
    Arabic and contact-induced change. Berlin: Language Science Press. doi:10.5281/zenodo.3744565alt=Dapat diakses gratis
    . ISBN 978-3-96110-252-5. Diarsipkan dari versi asli
    (pdf)
    tanggal 16 January 2021. Diakses tanggal
    7 January
    2021
    .



  • Versteegh, C. H. M. (2014).
    The Arabic Language
    (intern bahasa Inggris). Edinburgh University Press. ISBN 978-0-7486-4528-2. OCLC 872980196.



  • Weninger, Stefan; Geoffrey Khan; Michael P. Streck; Janet C. E. Watson, ed. (2011).
    Semitic languages: an international handbook. Berlin/Boston: Walter de Gruyter GmbH & Co. KG.





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab

Posted by: and-make.com