Apakah Smartfren Sama Dengan Telkomsel

PT Smartfren Telecom Tbk

Jenis

Perseroan terbatas publik
Kode emiten IDX: FREN
Industri Telekomunikasi
Pendahulu PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo)
PT Telekomindo Selular Raya (Telesera)
PT Metro Seluler Nusantara (Metrosel)
Operasional
PT Smart Telecom (Smart)
Didirikan 2 Desember 2002 (sebagai
PT Mobile-8 Telecom Tbk)
12 April 2011 (sebagai
PT Smartfren Telecom Tbk)
Dinas
muslihat
Jl. Haji Agus Salim 45, Menteng
Sebelumnya:
Palas-palas Kebon Sirih Lt. 18
Jl. Kebon Kinang 17-19, Kebon Serasa[1]

Jakarta, Indonesia

Pengambil inisiatif
pusat

Merza Fachys (CEO)
Dagangan Insinyur seluler:
CDMA2000 1x (2003-2017)
CDMA2000 1xEV-DO Rev. 0 dan A (2003-2017)
4G LTE 850 MHz (Band 5) dan 2,3 GHz (Band 40) (2015-kini)
Keunggulan Smartfren (2011-sekarang)
Sebelumnya:
Fren (2003-2011)
Hepi (2008-2009)
Mobi (2009-2011)
Pemilik Sinar Mas Communication & Technology
Induk Kurat Mas
Anak
gerakan
PT Smart Telecom
PT Arus Sentra Jaya
PT Eka Karya Sentosa
Sebelumnya:
Mobile-8 Telecom Finance BV (2007-2015)
Situs web www.smartfren.com

PT Smartfren Telecom Tbk
(sebelumnya bernama
PT Mobile-8 Telecom Tbk) adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi 4G LTE Advanced yang merupakan pengembangan lanjutan bersumber 4G. Barang perusahaan ini adalah
Smartfren
(nama digayakan umpama
smartfren.), dan dahulu bernama
Fren.

Sejarah

[sunting
|
sunting sendang]

Jenama Mobile-8 (8 Desember 2002-Maret 2010)

PT Mobile-8 Telecom Tbk
didirikan pada 2 Desember 2002 dan mulai beroperasi pada 8 Desember 2003.[2]
Pembentukan perusahaan ini tidak lepas dari upaya pemilik Bimantara Citra yang baru, Hary Tanoesoedibjo cak bagi membangun sebuah bisnis komunikasi laksana penopang komersial Bimantara Citra yang baru menekankan membahu mereka ke bidang telekomunikasi dan sarana. Sebenarnya, Bimantara sudah memiliki sebuah firma telekomunikasi bernama Komselindo (Komunikasi Selular Indonesia), yang dimiliki bersama dengan Telkom, semata-mata sistemnya masih AMPS dan CDMAOne. Dengan mendirikan Mobile-8, Bimantara berusaha membangun perusahaan komunikasi dengan sistem bau kencur dan layanan plonco. Bagi melincirkan rencananya, Bimantara mengerjakan akuisisi sreg beberapa perusahaan operator seluler nan masih berteknologi AMPS: terhadap saham Telkom di Komselindo, dan sebuah firma lain bernama PT Telekomindo Selular Raya (Telesera) dengan biaya Rp 900 miliar nan selesai dilakukan lega 8 Agustus 2003. Selain itu, HT lagi menjadikan riuk satu perusahaan nan dimiliki makanya emak Bimantara, Bhakti Investama adalah Metrosel (Metro Selular Nusantara) dalam satu payung di asal Mobile-8 Telecom,[3]
[4]
[5]
dan sekali lagi menyiagakan dana sebesar US$ 200 miliun.[6]
Pada 8 Desember 2003, Mobile-8 meluncurkan produknya, yang dikenal dengan nama
Fren
nan berbasis CDMA2000 dengan modal semula faktual konsumen jaringan semenjak tiga perusahaan sebelumnya, yaitu Telesera, Metrosel dan Komselindo yang diubah bersumber AMPS/CDMAOne ke CDMA2000. Sebelum 2008, Fren merupakan satu-satunya barang pecah PT Mobile-8, setakat ketika 3 Mei 2008 diluncurkan layanan FWA bermerek
Hepi
dan pada 4 Februari 2009 diluncurkan layanan internet murah bernama
Mobi
(Detik ini, layaknya Fren, Hepi dan Mobi sudah tidak digunakan kembali seiring penggunaan merek khas Smartfren).

Pada 3 Oktober 2006, PT Mobile-8 Telecom melakukan penawaran umum perdana dan mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Perbisnisan Efek Surabaya dengan melepas 19,91% sahamnya.[7]
Pada 11 Juni 2007, Mobile-8 melakukan penyatuan tiga anak usahanya diatas, yaitu Metrosel, Komselindo dan Telesera ke perusahaan induknya. Merger ini mengakibatkan ampunan operasional Mobile-8, nan sebelumnya atas nama tiga anak perusahaannya tersebut, kini beralih ke Mobile-8.[2]
Menurut HT sreg 2007 ia sangat sreg dengan kinerja perusahaan ini, dan pada masa tersebut terjadwal mendapatkan 2 juta pelanggan.[8]
[9]
Di hari yang sama, Fren mendapatkan izin kerjakan menyelenggarakan jaringan CDMA secara nasional dan mendapat abolisi Jaringan Tetap Lokal Nirkabel.[10]
[11]
Buat memperluas operasinya, Mobile-8 juga sempat berencana kerjakan mengikuti tender 3G yang diadakan pemerintah (nan diikuti oleh anak usahanya Komselindo) pada 2006 dan tender Sambungan Sekaligus Jarak Jauh (SLJJ) pada 2008, tetapi keduanya tak berhasil.[12]
[13]

Meskipun demikian, pada akhirnya Menyeluruh Mediacom (cap baru Bimantara) kemudian bertambah mengidas bagi fokus intern bisnis media sehingga mereka memutuskan bikin melepas perusahaan ini, mulai sejak kepemilikan tadinya sebesar 60%. Sreg 2008, 15% saham Global Mediacom dilepas ke bursa saham umum, sedangkan pada bulan September yang sama, Menyeluruh Mediacom melepas 32% sahamnya plong perusahaan asal Dubai, Jerash Investments Ltd. Setelah itu, Mendunia Mediacom tetap memegang saham Mobile-8 dan menjadi pengendalinya walau hanya 19%.[14]
[15]
Tindakan pelepasan ini disebabkan oleh gagal bayarnya obligasi Mobile-8 pada 2008 senilai Rp 675 miliar.[16]
Selain itu, Mobile-8 juga terbelit hutang dan merugi.[17]
[18]
Namun, Jerash sebenarnya bukanlah perusahaan telekomunikasi, melainkan sahaja berinvestasi di Mobile-8. N domestik perkembangannya, rencana divestasi cerih saham 19% Global Mediacom di Mobile-8 terus berlangsung, dengan adanya dua pihak yang berminat: Grup Sinarmas yang mengelola kartu Smart dan Bakrie Telecom yang mengelola kartu Esia.[19]
Namun, kemudian Bakrie Telecom memilih membatalkan rencananya[20]
sehingga akuisisi hanya diminati oleh Sinarmas. Keduanya dulu mengadakan perundingan dan pada 11 November 2009, 19% saham Global Mediacom di Mobile-8 berpindah ke tangan PT Gerbangmas Solo Sejahtera, Centurion Asset Management Ltd dan Boquete Group SA yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas. Transaksi ini memakan biaya sebesar Rp 211 miliar.[21]
[22]
[23]
Sesungguhnya, kerangka Sinarmas bikin mengakuisisi Mobile-8 mutakadim suka-suka sejak 2005 (sreg saat itu bahkan Sinarmas dikatakan sudah membangun persekutuan dagang kerjakan proyek ini), namun gagal karena ketidaksepakatan harga.[24]
[25]
[26]
Sinarmas sendiri berencana juga untuk mengakuisisi saham Jerash (32%) di Mobile-8 mudah-mudahan kepemilikannya lebih.[27]
Sehabis akuisisi ini, Sinarmas dihadapkan plong penyakit sebagaimana hutang di Mobile-8, dan untuk menyelesaikannya pihak Mobile-8 sendiri menginjak berbenah sebagai halnya menegosiasi dan menata ulang kerjasama dengan sejumlah
vendor.[28]

Logo Smartfren (Maret 2010-23 Maret 2011)

Logo Smartfren (Januari 2011-3 September 2019)

Logo Smartfren (2011-2015)

Logo Smartfren (2015-2018)

Akusisi tersebut membuat Sinarmas mempunyai dua perusahaan telekomunikasi, yakni PT Mobile-8 dan PT Smart Telecom (yang mengurus kartu Smart). Meskipun awalnya pada awal masukan disampaikan bahwa keduanya akan tetap beroperasi sendiri-sendiri,[29]
sahaja lega jadinya keduanya kemudian membelakangkan bagi mengkonsolidasikan perusahaan mereka dengan nama
Smartfren
untuk efisiensi biaya. Awalnya, kedua perusahaan belum bergabung dan masih sekedar melakukan kerjasama penyatuan logo (dan logo) plong 3 Maret 2010. Selain n domestik merek, kerjasama/integrasi pun dilakukan dalam penjualan produk bersama, lokasi peladenan pada pelanggan, SDM, dan tentu saja penggunaan jaringan (800 MHz Fren, 1900 MHz Smart) dan BTS.[30]
[31]
Memasuki Desember 2010, integrasi n domestik jaringan juga semakin dipercepat oleh Smart dan Mobile-8.[32]
Belaka, cak bagi integrasi kedua perusahaan, awalnya tahu tersekat karena RUPSLB 8 Desember 2010 enggak menyentuh kuorum.[33]
Baru puas 18 Januari 2011, hasilnya rencana ini boleh terwujud dengan Mobile-8 mengamalkan
rights issue
kepada empunya saham Smart Telecom, yaitu PT Bali Sarana Telekomunikasi, PT Wahana Inti Nusantara, serta PT Global Nusa Data senilai Rp 3,77 triliun. Setelah
rights issue
itu, 57% saham Mobile-8 beralih pada pemegang saham Smart Telecom. Dalam kegiatan tersebut, PT Smart Telecom juga dijadikan anak perusahaan Mobile-8, dan nan digabung hanyalah operasionalnya saja enggak perusahaannya, sehingga boleh dikatakan Sinarmas melakukan
backdoor listing. Akhirnya, proses integrasi operasional dan transaksi kedua perusahaan tuntas pada 23 Maret 2011 dan PT Mobile-8 Telecom resmi mengganti namanya menjadi
PT Smartfren Telecom Tbk
pada 12 April 2011.[34]
[35]
[36]
Merger operasional ini menghasilkan 6,5 miliun pelanggan, dengan 2,5 juta dari Smart dan sisanya berasal Fren. Namun, untuk PT Smart Telecom sendiri sebenarnya enggak dileburkan (atau merger), dan hingga sekarang masih samar muka menjadi anak firma Smartfren yang khusus mengelola jaringan firma induknya.[37]
[38]
[39]
[40]
[41]
Direncanakan, setelah penyatuan ini, BTS Smartfren akan menjadi 3.000 unit, layanannya diperluas ke kewedanan-wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan dan kinerja perusahaan akan mengalami peningkatan.[42]

Pada 30 Oktober 2014, antara Smartfren dan Esia berdampak dijalin kerjasama antara kedua insinyur CDMA tersebut bakal membangun sebuah jaringan 4G. Kerjasama dilakukan dengan menggabungkan frekuensi CDMA mereka buat dipakai dalam sistem 4G, dan Esia akan mengontrak jaringan yang disatukan milik Smartfren tersebut untuk pelanggan Esia.[43]
[44]
Memasuki awal 2015 titipan ini sudah bepergian dengan baik.[45]
Kerjasama ini konsisten dilanjutkan seiring Esia yang menutup dan menghentikan jaringannya, dimana pada 1 April 2015 jaringan data-nya diputus dan pada awal 2016 Esia resmi menghentikan seluruh layanan CDMA-nya di seluruh Indonesia kecuali Jakarta. Seluruh pelanggan Esia tersebut, akibatnya seperti “diminta” beralih ke Smartfren, jika tidak mereka enggak dapat memakai alat komunikasinya lagi.[46]
[47]
Selain kerjasama dengan Esia yang sekarang sudah tidak beroperasi, Smartfren kembali mengait kerjasama dengan BOLT! yang menghentikan operasinya pada Desember 2018 dan Smartfren juga mengait kerjasama dengan Hinet nan menghentikan operasinya pada November 2022. Pelanggan BOLT! dan Hinet sendiri kemudian bisa menggilir kartunya ke kartu Smartfren, atau dapat dikatakan “dianjurkan” bikin mengimbit ke Smartfren.[48]
[49]

Dibandingkan 4 perusahaan operator seluler lain, Smartfren yakni operator dengan jumlah konsumen terkecil (hanya 13,3 miliun, bandingkan dengan Telkomsel nan sampai ke 171 miliun).[50]
Selain itu, walaupun pengguna serta pendapatannya meningkat, Smartfren tak perikatan mencetak untung sejauh 12 tahun (sejak 2008). Misalnya, pada semester I 2019 ruginya mencapai Rp 1,07 triliun, kemudian plong semester I 2020 ruginya menjadi Rp 1,64 triliun. Akibat kinerjanya nan kurang baik, pernah selama bertahun-tahun saham Smartfren di Perkulakan Efek Indonesia demap berada di harga terendah Rp 50.[51]
Namun, seorang analis mengatakan bahwa Smartfren lain akan bangkrut (misalnya sebagai halnya Bakrie Telecom) karena dimiliki kekaisaran menggandar Sinarmas yang dianggap ibarat salah suatu konglomerat terbesar di Indonesia. Malah, penyelenggaraan justru tetap mau berekspansi misalnya meningkatkan BTS-nya terbit 17.000 menjadi 20.000 buah.[52]
Memahfuzkan “kecilnya” konsumen dari perusahaan ini, Smartfren selalu dibayangi oleh isu merger dan masukan dengan perusahaan lain nan lebih besar. Pada akhir 2018, misalnya dirumorkan Smartfren akan merger dengan Indosat, di mulanya 2019 rumor tidak mengatakan bahwa Smartfren akan merger dengan XL Axiata,[53]
dan sreg penghabisan 2020, Smartfren luang dirumorkan akan merger dengan Tri. Sahaja, tampaknya ketiganya saja sebatas rumor semata.[54]
[55]
Ada yang memperkirakan, pun-lagi karena faktor pemilik yaitu Grup Sinarmas nan bukan mau “harta” perusahaannya itu diambil alih oleh perusahaan asing.[56]
Walaupun demikan, sepantasnya manajemen Smartfren sendiri tidak menyelimuti peluang bakal mengerjakan penggabungan persuasi (dan kerjasama) dengan siapapun.[57]

Komoditas dan layanan

[sunting
|
sunting perigi]

Produk dan layanan detik ini

[sunting
|
sunting sumber]

Awalnya, Smartfren merupakan mekanik telekomunikasi di Indonesia nan menyempatkan layanan CDMA EV-DO Rev. A dan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G di GSM dengan kederasan unduh s.d. 14,7 Mbps) bersama Qualcomm seumpama penyedia infrastruktur, dan mekanik CDMA pertama yang menyediakan layanan BlackBerry. Sreg 19 Agustus 2015, Smartfren meluncurkan produknya yang bernama smartfren 4G LTE-Advanced dan menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi 4G LTE Advanced (atau nan dikenal sebagai 4.5G dengan kecepatan mengunduh hingga 300 Mbps). Detik ini, Smartfren sekadar beroperasi dengan jaringan 4G (malar-malar direncanakan akan menjadi 5G) setelah memutus jaringan CDMA-nya pada akhir 2017. Pematian CDMA sekali lagi dilakukan dengan menghentikan penjualan HP bermerek Andromax nan dulu dijualnya.[58]
[59]

Puas Juli 2019, seiring dengan beredarnya iPhone 11, Smartfren mulai menjual komoditas eSIM permulaan di Indonesia. Pelanggan dapat mengurusnya di gerai Smartfren di beberapa palagan.[60]
Silam, pada 5 Juni 2020 layanannya diperluas sehingga dapat digunakan HP Android.[61]
Lalu, sebagai upaya buat menjadi teknisi 5G, Smartfren mengikuti lelang yang dilakukan oleh pemerintah pada akhir 2020.[62]
Pada 18 Desember 2020, pemerintah mengumumkan bahwa Smartfren (bersama Tri dan Telkomsel) ialah pemenang pecah lelang kekerapan, di blok A pada kekerapan 2,3 GHz.[63]
Pengelolaan sendiri sudah menargetkan kerjakan menjadikan hasil lelang ini sebagai upayanya kerjakan meningkatkan pelayanan dan memperluas jaringannya.[64]
Bahkan, pamrih tinggi dipatok oleh Smartfren dengan menjadwalkan pertumbuhan pelanggan 30%.[65]
Namun, tahu-tahu lega 25 Januari 2021, Kemenkominfo membatalkan hasil lelang ini. Pihak manajemen Smartfren sendiri mengakui keputusan tersebut.[66]

Komoditas yang dikeluarkan oleh smartfren yakni:[67]

  • Karcis Perdana 1ON Plus
  • Kartu Bendahara Unlimited
  • Kartu Mangkubumi Kuota Nonstop
  • Kartu Perdana Super 4G Kuota
  • Kartu Perdana Now dan Now+
  • Kartu Perdana BOSKU
  • Kartu Patih Bali United
  • Kartu Patih Tourist Pack
  • Kartu Mangkubumi Erafone
  • Voucher
    Data Kuota Nonstop
  • Voucher
    Data Smartfren
  • Voucher
    Super 4G Kuota
  • Voucher
    Unlimited
  • Sampul prabayar/pascabayar Internet
  • Paket prabayar/pascabayar Bicara
  • Modem Wi-Fi
  • Router
    WiBox
  • Layanan Internasional
  • eSIM
  • Power Up

Sebelumnya, Smartfren lagi kontak mengedarkan dagangan-barang berikut:

  • Kartu Smartfren Extra (Smart, Fren)
  • Tiket Smartfren LokalPlus
  • Kartu Smartfren Social
  • Kartu Smartfren IHateSlow
  • Kartu Ummat
  • HP Fren Sumo “Super Modem” (Haier dan ZTE)
  • HP Fren Starberry
  • HP Smartfren Chit Chat
  • HP Smartfren Hitz (Smart, Fren)
  • HP Smartfren Zip
  • HP Smartfren Enduro
  • HP Smartfren EV-DO [email protected] dan [email protected] Hotspot
  • HP Smartfren Jambu
  • HP Smartfren Andro
  • HP Smartfren Andromax
  • HP Smartfren Andromax 4G LTE
  • MiFi Andromax 4G
  • Karcis Smartfren 4G LTE Advanced
  • Modem Smartfren Connex
  • Kartu Bisstel
  • Tiket Switch

Power Up

[sunting
|
sunting sumur]

Merupakan layanan yang cangap disebut sebagai operator seluler digital, namun sesungguhnya boleh dikatakan Power Up bukanlah sebuah operator yang mereknya berdiri koteng, sebagaimana By.U, MPWR atau Live.On doang doang menjadi
sub-brand
dari Smartfren. Namun, produk ini mempunyai fitur sekaum dengan teknikus digital yang sudah disebutkan. Sebenarnya, Smartfren sudah n kepunyaan dagangan yang berdiri sendiri bernama Switch, doang kedua dagangan ini boleh dikatakan terpisah.[68]

Layanan Power Up (resminya Smartfren Power Up) diluncurkan pada 10 Juni 2020 dalam sebuah konferensi pers. Dalam peluncurannya tersebut, pihak Smartfren mengklaim bahwa produknya ini menawarkan sistem keanggotaan (membership) sehingga terkesan khusus. Sebagai halnya sudah lalu disebutkan, layanan Power Up mirip dengan ahli mesin digital sebagai halnya pelanggan boleh melembarkan nomor teleponnya sendiri, pendayagunaan dan keberagaman kuota yang bisa diatur, kuota yang tidak akan hangus ketika jatuh tempo (diakumulasi), pelanggan tidak wajib membeli karcis secara serempak (mengurusnya di tuntutan saja, nanti dikirimkan pasca- penyerahan) dan ditambah bonus-bonus sebagaimana
cashback, bonus kuota progresif (semakin banyak membeli, semakin banyak bonus), dll. Selain itu, pelanggan dapat berbahagia bonus positif poin istimewa yang bisa ditukar dengan hadiah menarik, dan jika ada kuota tersisa maka bisa ditukar dengan skor ini.[69]
[70]

Pelanggan dapat mengakses aplikasi mySmartfren di App Store alias Google Play Store cak bagi mengerjakan registrasi pada layanan Smartfren ini, atau boleh juga di
website
Smartfren.[71]
Ada dua macam bungkusan yang ditawarkan dengan waktu aktif 168 perian, merupakan:

  • 12 GB dengan harga Rp 68.000, ditambah bonus kuota 2 GB dalam 6 x 28 hari dan 3 GB di akhir bulan melanggani
  • 24 GB dengan harga Rp 118.000, ditambah bonus kuota 4 GB dalam 6 x 28 masa dan 5 GB di akhir bulan berlangganan
  • Ditambah dengan selongsong-pak tambahan (add-on) dari 4 GB-16 GB dengan harga Rp 28.000-78.000, nan masih ditambah bonus kuota (secara bertajuk, misalnya pembelian pertama 1 GB gratis, kedua prodeo 2 GB dan seterusnya)
  • Selain itu, ada paket khusus bagi mengakses aplikasi sebagaimana TikTok dan Youtube.[72]
    [73]
    [74]
    [75]

Pelanggan lama Smartfren bisa mengubah layanannya menjadi Power Up dengan aplikasi mySmartfren. Target berpunca manajemen Smartfren adalah, bisa meraih 2-3 juta pelanggan dalam 7 wulan dengan pasar anak muda. Pemasarannya dan promosinya menunggangi media digital daring, seperti
e-commerce
dan
influencer.[76]
Misalnya, kerumahtanggaan diskusi pada 26 Juni 2020, Smartfren Power Up mengundang Awkarin dan Arief Muhammad untuk berucap di susukan Youtube-nya akan halnya mengeksplor peluang.[77]
Seiring dengan penyetopan layanan sejenis, Switch, ada yang menganggap bahwa keadaan ini disebabkan upaya Smartfren memiliki satu merek cuma, tetapi pihak Smartfren membantah kejadian ini dengan alasan pasarnya berlainan.[78]
Uniknya, ketika Switch digabung apalagi mereka tidak menyatu dengan Power Up dan hanya dialihkan ke layanan Smartfren sahih.[79]
Menurut pihak Smartfren, plong mulanya 2021 pelanggan Power Up mutakadim bertambah banyak dan mereka siap untuk memperluas penjualan produknya.[80]

Produk dan layanan lama

[sunting
|
sunting sumber]

Sebelum diakuisisi Sinarmas, Mobile-8 mengeluarkan tiga tera, yakni
Fren
(2003, sebagai produk pertama dan utamanya),
Hepi
(2008) dan
Mobi
(pada 2009). Seiring dengan upaya penyelenggaraan hijau mengintegrasikan merek-mereknya menjadi satu, maka merek Mobi dan Fren (berikut Smart) berubah menjadi
Smartfren
sejak 2011. Sedangkan untuk Hepi koteng mutakadim dileburkan dengan Fren sejak 2009.

Fren

[sunting
|
sunting sumber]

Fren yakni layanan kartu selular 3G berbasiskan teknologi
wireless
CDMA2000 1x EVDO Rev A dengan jargon iklan “murah dan tidak repot”. Fren sendiri yakni singkatan bersumber
Fast Enjoyable Reliable Network
(Jaringan yang Cepat, Mudah Dinikmati dan Dipercaya).[81]
Diluncurkan pada 8 Desember 2003, perumpamaan sasaran awalnya Mobile-8 menargetkan kewedanan pulau Jawa, 1 juta pengguna dan membangun 433 BTS pada April 2004. Fren sendiri didesain dengan target pasarnya yakni anak taruna, dan berusaha menangkap hubungan dengan Korea Telecom dan Qualcomm bagi kondusif layanannya.[82]
Promosi Fren sendiri dibantu oleh media televisi yang dimiliki oleh Hary Tanoe, yaitu RCTI, TPI (sekarang MNCTV) dan Global TV (waktu ini GTV) yang dimanfaatkannya untuk mengiklankan produknya ini dengan 40
spot/hari. Pada 2006, pula diluncurkan layanan bernama TV Mobi nan membuat pelanggan Fren boleh menonton TV di telepon seluler mereka, yang dimulai semenjak 3 stasiun TV tersebut.[83]
[84]

Sejumlah arti yang ditawarkan kartu Fren dibandingkan ahli mesin CDMA lainnya antara bukan:

  • Layanan selular berlisensi nasional lain dibatasi maka itu kode kawasan.
    Prefix
    Fren 0888.
  • Layanan selular dengan tarif murah CDMA.
  • Layanan CDMA tak perlu registrasi tiap ke luar kota.
  • Fren bisa digunakan di Indonesia dan di asing provinsi. Spesial di luar negeri Fren boleh digunakan di ponsel CDMA alias GSM.
  • Punya fitur akal masuk data dengan kecepatan wireless
    broadband
    3G/HSDPA hingga 3.1 Mbps.
  • Memiliki layanan 3G:
    video streaming, mobile TV, traffic monitoring
    dan
    video chatting.
  • Seleksian ponsel murah dan keren.

Fren punya dua layanan yaitu Fren Prabayar (yang terdiri mulai sejak Fren Sobat serta Fren Duo) dan Fren Pascabayar. Selain produk-produk ini, sekali lagi perantaraan diluncurkan berbagai layanan seperti FrenSip (bundling
dengan telepon seluler sama dengan Samsung),[85]
Fren Jos,[86]
Frentetan Gratizan[87]
dan berbagai produk lain.

Fren Sobat diluncurkan pada 29 Januari 2009 di Jakarta. Pamrih dari “Sobat” adalah dalam satu paket kartu bendahara, terletak 4 nomor yang beruntun, sehingga bisa dibagikan ke pengguna lain agar mudah diingat. Para pengguna dari paket ini bisa saling menelepon gratis dan memperalat layanan seperti SMS dengan harga murah, mendapatkan diskon 50% ketika isi getaran pertama dan masa aktifnya selama 8 bulan.[88]
Dari pelanggan Mobile-8 nan sudah mencapai 3,5 miliun pada peluncuran Fren Sobat,[89]
diharapkan kian 300.000-500.000 di Jawa dan Bali, serta interpolasi 2 juta pelanggan di 2009 dari sebelumnya.[90]
Bahkan layanan telepon gratis ini kemudian diperluas ke konsumen produk Fren lain sehingga dalam promosinya, pemakai Fren diiklankan sahaja terbiasa membayar dengan “patera”.[91]

Sedangkan Fren Duo diluncurkan pada 11 Juni 2009 bagaikan layanan yang yang menawarkan layanan CDMA dan FWA internal satu kartu. Nomor Fren akan menjadi nomor utamanya (0888) sementara itu nomor FWA (terjemur daerah, sebagai halnya 021, 031, dll) akan menjadi nomor sekunder, hanya pelanggan bisa mengganti penggunaannya sekiranya ingin lebih gemi. Pihak Mobile-8 mengklaim bahwa sistem ini merupakan yang pertama di Indonesia dan sempat mencatatkan dirinya di Museum Rekor Indonesia (MURI) atas produknya ini.[92]
Pelanggan Hepi dan Fren bisa menukar kartunya menjadi Fren Duo di simpang Fren di bineka daerah tingkat. Dalam peluncuran Fren Duo, Mobile-8 menjadwalkan 2,3 juta pelanggan baru berpokok layanannya ini dan kerumahtanggaan 4 periode setelah diluncurkan telah lego 1.700 nomor. Sangat, sreg tiga wulan peluncurannya sudah menjadi 150.000 pelanggan.[93]
[94]
Target pasarnya adalah keluarga, UMKM dan komunitas.[95]
Awalnya, layanan ini saja tersedia dalam bentuk prabayar hingga pada 1 September 2009 diluncurkan layanan pascabayar yang mematok golongan menggandar dan profesional.[96]
[97]
Menurut pihak Fren puas semula 2010, pengguna layanan ini telah meningkat sebesar 28% per rembulan dan telah beroperasi di berbagai daerah tingkat yang akan ditambah sekali lagi kemudian.[98]
Seiring dengan mulai digunakannya logo dagang Smartfren, maka Fren Duo kemudian juga dipaketkan dalam produk baru Smartfren.[99]

Hepi

[sunting
|
sunting sumber]

Hepi diluncurkan pada 3 Mei 2008 di kota Bandung oleh Menkominfo (detik itu) Mohammad Nuh, dan awalnya hanya beroperasi di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Banjarmasin.[100]
Hepi menargetkan suku bangsa pemuda dan mahasiswa, dengan menggunakan sistem
Fixed Wireless Access
serta jaringan CDMA frekuensi 800 MHz cak bagi seluruh kawasan di Indonesia.[101]
Target Hepi merupakan lebih jauh bisa meluaskan jaringannya sebatas ke seluruh Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.[102]
Pada Agustus 2008, dilaporkan bahwa Hepi sudah menggaet 300.000 pelanggan dan akan ditingkatkan menjadi 500.000-600.000 pelanggan seiring perluasan layanan ke 14 kota. Bagi memuaskan pelanggan, lagi dihadirkan beberapa layanan dan promosi sebagai halnya bikin-bagi telepon percuma, perangkat HP murah senilai Rp 168.000, layanan Dataku dan fitur SMS Milis[103]
[104]
serta pada akhir 2008, dilakukan perpanjangan layanan ke Medan, Malang, Surakarta, Cirebon dan Makassar.[105]

Doang Hepi ternyata hanya berumur pendek, karena pada 11 Juni 2009 diluncurkan produk Fren Duo yang menggabungkan layanan FWA Hepi dan CDMA Fren. Sesudah peluncuran itu, mengintai minat umum nan lebih besar akan produk Fren Duo, penjualan dagangan Hepi pun lazim dihentikan oleh Mobile-8. Tampaknya, pihak Mobile-8 mengadakan perubahan strategi, dimana sebelumnya produk ini direncanakan sebagai lini produk Hepi, namun lebih lagi kemudian malah diluncurkan dengan merek Fren.[106]
Sebelum dileburkan dengan Fren Duo, Hepi ragil mendaftarkan 280.000 pelanggan. Meskipun sudah tidak diedarkan lagi, Hepi masih tegar bisa digunakan dengan isi ulang Fren alias menukarnya dengan karcis Fren Duo di gerai Mobile-8.[93]
[94]

Mobi

[sunting
|
sunting mata air]

Selain Hepi dan Fren, pada 4 Februari 2009, Mobile-8 juga meluncurkan layanan internet murah bernama Mobi (akronim berpokok
Mobile Broadband Internet), dengan bahan pasar para siswa dan pemuda. Sistem Mobi menunggangi layanan CDMA EVDO dengan tarif awal senilai Rp 499.000 (sesak modem).[107]
Dalam perkembangannya, tipe Mobi juga diperluas menjadi
unlimited data access
nan diluncurkan pada 22 Juni 2009. Targetnya sendiri merupakan 150.000 pelanggan di penutup 2009 dan dalam beberapa bulan sehabis peluncurannya, sudah mengaras 20.000 pelanggan.[108]
[109]
Plong waktu 2010, Mobi mutakadim beroperasi di beberapa ii kabupaten di pulau Jawa sama dengan Jakarta, Bandung, Surabaya, Idiosinkratis, Malang, Bandung dan Yogyakarta. Mobi tetap dipertahankan sebagai
sub-brand
dari Smartfren sebatas 2011, ketika dileburkan dengan merek dan layanan induknya.[110]
[111]

Kasus Mobile-8 Telecom

[sunting
|
sunting sumber]

Menjajarkan lepasan pemilik smartfren (ketika itu masih Mobile-8) sebelumnya, Hary Tanoesoedibjo, kasus ini bermula ketika pada 2012, Kejaksaan Agung membongkar bahwa telah terjadi transaksi fiktif yang membuat negara merugi. Ceritanya yakni ketika lega 2007-2009, pihak Mobile-8 mengajukan proyek pembuatan HP dan pulsa, dan sebagai distributornya ditunjuk PT Jaya Nusantara Komunikasi. Transaksi itu direncanakan akan gado biaya Rp 80 miliar yang yakni pembayaran dari PT Jaya ke Mobile-8. Namun, kenyataannya transaksi itu hanyalah transaksi fiktif karena Mobile-8 tidak pernah menugasi HP yang ada intern proyek tersebut. Walaupun demikian, PT Jaya pada 2008 mengakui faktur pajak senilai Rp 114 miliar yang kemudian digunakan oleh Mobile-8 bikin mengajukan ganti rugi pajak yang kelebihannya dibayarkan oleh Kantor Peladenan Pajak Surabaya, kendatipun transaksi itu tidak suka-suka sehingga negara mengalami kerugian Rp 114 miliar.[112]
[113]
Keadaan ini termuat tahu heboh puas 2016-2017 momen kapan itu terjadi penetapan bekas majikan Mobile-8 Anthony Chandra dan pimpinan PT Jaya Hary Djaja, tetapi keduanya ranggas dalam praperadilan di November 2016.[114]
[115]
Selain itu, Kejagung sekali lagi memeriksa sejumlah orang seperti MS Hidayat, Agum Gumelar dan terutama HT itu sendiri.[116]
[117]
HT sendiri diperiksa pada Maret, April 2016 dan Juli 2017.[118]
[119]
Dalam bermacam rupa kesempatan, HT bosor makan berkelit pecah fitnahan tersebut, malah pengacaranya Hotman Paris Hutapea membidas negara mendapatkan untung dari transaksi HT. HT sekali lagi pernah melaporkan Kejagung ke Bareskrim Polri karena dituduh mencemarkan stempel baik atas SMS-nya ke Pendakwa Agung yang dituduh sebagai “gertakan”. Pada Juli 2017, HT ditetapkan seumpama terkira atas kasus SMS ancaman itu.[120]
[121]
Sekadar, sejak HT menyatakan kontributif Jokowi, kasus ini baik kasus ancaman ke Kejagung atau kasus Mobile-8, terkesan macet dan tidak berjalan sebatas sekarang, sungguhpun Kejagung tidak pernah “menempohkan” pengusutannya.[122]
[123]
[124]

Lihat Kembali

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daftar produk telekomunikasi di Indonesia

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Laporan Keuangan Mobile-8 Telecom, 2007
  2. ^


    a




    b



    Laporan Keuangan Mobile-8 Telecom, 2007

  3. ^


    Brown, Allan; Hossain, Moazzem; Nguyen, Duc-Tho (2005-02-24).
    Telecommunications Reform in the Asia-Pacific Region
    (dalam bahasa Inggris). Edward Elgar Publishing. ISBN 978-1-78195-836-0.





  4. ^

    Tempo, Piutang 31,Ki kesulitan 48-52

  5. ^

    Gamma, Debit 3,Masalah 6-14

  6. ^



    Yearbook of Asia-Pacific Telecommunications
    (dalam bahasa Inggris). CIT Publications. 2006.





  7. ^

    Mobile-8 Lepas 19,91% Saham IPO

  8. ^


    “Merger Tiga Anak asuh Persuasi Mobile-8 Efektif”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  9. ^


    “Cak kenapa Basyar Masih Menduga yang Bukan?”.
    SWA.co.id. 2007-08-22. Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  10. ^


    RH, Priyambodo, ed. (2007-05-15). “Mobile-8 Telecom Peroleh Pemaafan Prinsip Jaringan Konstan Tempatan Nirkabel”.
    ANTARA News
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  11. ^


    RH, Priyambodo, ed. (2007-07-03). “FREN Dapat Izin Selenggarakan CDMA Secara Nasional”.
    ANTARA News
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  12. ^

    Komselindo dan Samoerna Mundur berpangkal Tender 3G

  13. ^


    “Bakrie Telecom ‘Memenangi W.O.’ di Tender SLJJ”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  14. ^


    “BEI Minta Penjelasan FREN Soal Akuisisi Jerash”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  15. ^


    “Hary Tanoe: FREN Cuma Pemodalan Surat Berharga”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  16. ^


    Rafie, Barratut Taqiyyah, ed. (2008-12-04). “FREN Berpotensi Gagal Bayar Obligasi Rp 675 M”.
    Serentak.co.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  17. ^


    “Kerjakan Lunasi Hutang, Mobile-8 Terbitkan Obligasi Rp 550 M”.
    SWA.co.id. 2007-02-06. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  18. ^


    “Jerash Investment Kuasai 10,9% Saham Mobile-8 | Forumponsel”.
    forumponsel.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  19. ^


    “Tuan FREN dan BTEL Mulai Nego?”.
    Kompas.com. 2008-08-27. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  20. ^


    “BTEL Bantah Akuisisi FREN”. Diarsipkan berbunga versi tahir tanggal 2021-04-23. Diakses tanggal
    2021-01-24
    .





  21. ^


    “Mendunia Mediacom Pemaafan FREN ke Sinarmas”.
    detikcom
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  22. ^


    Si, Koran (2009-11-12). “Mediacom Lepas Mobile-8”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  23. ^


    Lugu, Gentur Putro (2009-10-09). Gunawan, Hendra, ed. “Smart Negosiasi dengan FREN”.
    Kontan.co.id
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  24. ^


    Agustian, Widi (2009-11-20). “Sinar Mas Belum Akan Tambah Saham di FREN”.
    Okezone.com
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  25. ^


    Rianto, Syamsu (2019-02-26). Rianto, Ahmad Rifai & Matahari, ed. “Saham FREN Absolusi berasal Geng Gocap, Ini Kisahnya”.
    Bisnis.com
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  26. ^

    Nur Mas Group Masukan Mobile-8

  27. ^


    Mega, Veby (2009-11-23). Gunawan, Hendra, ed. “Sinarmas Incar Saham FREN Hoki Jerash”.
    Sinkron.co.id
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  28. ^


    “Mobile-8 Tinjau Ulang Mitra Vendor”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  29. ^


    “Mobile-8 dan Smart Setia Jalan Terpisah”.
    detikcom
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  30. ^


    Sarie (2010-03-03). “Kolaborasi Smart Telecom dan Mobile-8 Hasilkan SmartFren”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  31. ^


    Rafie, Barratut Taqiyyah, ed. (2010-03-03). “Gerai SmartFren Pertama Hadir di Sabang”.
    Kontan.co.id
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  32. ^


    Sutarno (2011-06-28). Editor, News, ed. “Migrasi sistem Smart Telecom dan Mobile-8 rampung”.
    Niaga.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  33. ^

    Proses Merger Smart dan Fren Tersendat

  34. ^

    Laporan Keuangan Q3 FREN 2020

  35. ^


    Mursito (2011-01-20). Rufaidah, Anne, ed. “Sinarmas serap rights issue Mobile-8 Rp3,77 triliun”.
    Bisnis.com
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  36. ^


    Bangun, Astri Kharina (2011-03-23). “RUPSLB Mobile 8 setujui pertukaran nama”.
    Kontan.co.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  37. ^

    Smart Telecom dan Mobile-8, Jadinya SmartFren

  38. ^


    “Mobile-8 dan Smart ‘Menikah’ Diam-bungkam”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  39. ^


    “Rights Issue Disetujui, FREN Dapat Pemerolehan Smart Telecom”.
    detikcom
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  40. ^

    Akuisisi Smart Telecom, Mobile-8 Berganti Nama

  41. ^


    Hasniawati, Amailia Cewek (2010-12-21). P., Djumyati, ed. “FREN kesannya bintang sartan akuisisi SMART”.
    Kontan.co.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  42. ^

    Akuisisi Smart Telecom, Mobile-8 Berganti Nama

  43. ^

    Esia & Smartfren Gabung, Boleh Duluan 4G di 800 MHz

  44. ^


    Fajrina, Hani Nur. “Smartfren dan Esia Seremonial Berganduh demi LTE”.
    CNN Indonesia
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  45. ^


    Panji, Aditya. “Pelanggan Esia Mulai Pakai Jaringan Smartfren”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  46. ^


    Khoirunnisa (2016-03-07). “Esia Resmi Tutup Layanan, Kecuali di Jakarta”.
    Selular.ID
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  47. ^


    Khoirunnisa (2015-03-10). “Per April Esia Stop Layanan Data”.
    Selular.ID
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  48. ^


    W, Kris Fathoni. “Kronologi Bolt Tutup, Diawali berpokok Tunggakan BHP Frekuensi”.
    detikcom
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  49. ^


    “Smartfren Serah Tiket Perdana Gratis Untuk Pemakai Bolt”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  50. ^


    Pusparisa, Yosepha. “Besaran Konsumen Telkomsel Terbesar di Indonesia”.
    Katadata
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  51. ^


    Saleh, Asli. “12 Tahun Masih Invalid, Smartfren Cetak Rugi Q3 Rp 1,75 Falak”.
    CNBC Indonesia
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  52. ^


    Sulmaihati, Fariha (2019-09-12). “Smartfren Dinilai Tak Akan Bangkrut karena Dimiliki Grup Sinarmas”.
    Katadata
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  53. ^


    Rianto, Rawi (2019-02-26). Rianto, Ahmad Rifai & Rawi, ed. “Saham FREN Magfirah dari Geng Gocap, Ini Kisahnya”.
    Bisnis.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  54. ^


    “Rumor Merger dengan 3, Apa Dampaknya ke Saham FREN?”. Diarsipkan pecah versi kalis terlepas 2021-02-03. Diakses tanggal
    2021-01-26
    .





  55. ^


    Saragih, Houtmand P. “Seperti ini Kisah Seputar Rumor Akuisisi ISAT & FREN”.
    CNBC Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  56. ^


    Pradana, Rio Sandy (2020-12-07). Jatmiko, Leo Dwi, ed. “Ini Perintang Merger Smartfren dan Tri Indonesia”.
    Bisnis.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  57. ^


    Pakal, Agustinus Mario (2021-01-08). Nurdiarsih, Fadjriah; Yuslianson, ed. “Smartfren Bicara soal Kemungkinan Merger”.
    Liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  58. ^


    Wibisono, Nuran. “Taktik Smartfren Meninggalkan CDMA dan Beralih ke 4G”.
    Tirto.id
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  59. ^


    Yusuf, Oik (2017-10-25). Deliusno, ed. “CDMA Smartfren Ditutup Selamanya, Bagaimana Semangat Pelanggan?”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  60. ^


    Yusuf, Oik (2019-07-29). Nistanto, Reska K., ed. “Smartfren Luncurkan eSIM, Pertama di Indonesia”.
    Kompas.com
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  61. ^


    Jemadu, Liberty (2020-06-05). “Smartfren Luncurkan eSIM HP Android”.
    Suara.com
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  62. ^

    Angkat Darmin jadi Komut, Smartfren yakin tatap lelang kekerapan 2,3 GHz

  63. ^


    Pertiwi, Wahyunanda Kusuma (2020-12-18). Pratomo, Yudha, ed. “Ini Tiga Teknikus Seluler yang Boleh Frekuensi 5G di Indonesia”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  64. ^


    Pertiwi, Wahyunanda Kusuma (2020-12-19). Pratomo, Yudha, ed. “Ini Rancangan Smartfren dan Tri Setelah Bisa Frekuensi 5G”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  65. ^


    “Dapat Frekuensi 5G, Smartfren Optimistis Pelanggan Tumbuh 30 Persen – Semua Halaman – Info Komputer”.
    infokomputer.grid.id
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  66. ^


    Jemadu, Liberty (2021-01-25). “Telkomsel dan Smartfren Cak dapat Tetapan Pembatalan Lelang Frekuensi 5G”.
    Suara minor.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  67. ^

    Situs absah smartfren

  68. ^


    “Internetan baru dengan POWER UP dari Smartfren”.
    Bangslem.id. 2020-06-25. Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  69. ^


    endrita (2020-06-25). “POWER UP – Smartfren Sumpah Kenceng!”.
    endrita.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  70. ^


    Salsabila, Kuntum Zakia (2020-06-10). Nistanto, Reska K., ed. “Smartfren Luncurkan Program Berlangganan “Power Up“.
    Kompas.com
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  71. ^


    “Smartfren Luncurkan Paket Eksklusif Membership POWER UP, Barang apa Itu? – Semua Halaman – Info Komputer”.
    infokomputer.grid.id
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  72. ^


    Mamduh, Mohammad (2020-06-11). “Smartfren Hadirkan Power Up, Beli Kuota dan Pesan Kartu via Tuntutan”.
    Medcom.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  73. ^


    Ludwianto, Bianda. “Smartfren Rilis Buntelan Power Up, Bisa Pilih Nomor dan Atur Kuota Koteng”.
    Gulungan
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  74. ^

    Atur Sendiri Kuota dan Maksimalkan Prospek Dengan Smartfren POWER UP

  75. ^


    Wardani, Agustin Setyo (2020-06-10). Hidayat, M, ed. “Smartfren Rilis Keanggotaan “Power Up”, Konsumen Bisa Atur Kuota Sesuai Kebutuhan”.
    Liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  76. ^


    “Strategi Smartfren Dongkrak Pelanggan”.
    Republika Online. 2020-06-11. Diakses copot
    2022-06-06
    .





  77. ^


    Maarif, Nurcholis. “Cerita Awkarin-Arief Muhammad Soal Peluang Anak Muda di Marcapada Digital”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  78. ^


    Haryanto, Agus Tri. “Switch Tutup Layanan, Pengguna Diimbau Migrasi ke Smartfren”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  79. ^


    Ludwianto, Bianda. “Operator Switch Resmi Berparak, Pelanggannya Gabung ke Smartfren”.
    Gulungan
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  80. ^


    Haryanto, Agus Tri. “Switch Mobile Tutup Layanan, Smartfren Siap Geber Power Up”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  81. ^


    “Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi”.
    askitel.or.id
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  82. ^



    27 Kunci Menembus Pasar. Elex Sarana Komputindo. ISBN 978-979-20-7037-8.





  83. ^


    “Mobile-8 Tawarkan Majemuk Konten Lampau TV Mobi”.
    SWA.co.id. 2006-09-05. Diakses copot
    2022-06-06
    .





  84. ^


    Aditjondro, George Junus (2006-01-01).
    Korupsi Kepresidenan. Lkis Pelangi Abc. ISBN 978-979-8451-68-3.





  85. ^

    Paket Murah Fren

  86. ^

    Fren Jos Hadir di Enam Ii kabupaten

  87. ^


    Candrataruna, Muhammad (2008-08-21). “Jelang Ldulfitri, Mobile-8 Luncurkan Frentetan Gratizan”.
    Okezone.com
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  88. ^


    “Fren Sobat, Perdana Baru Mobile-8”.
    VIVA.co.id. 2009-01-30. Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  89. ^

    Luncurkan Sobat, Fren Targetkan Pelanggan Dua Kelihatannya Lipat

  90. ^


    “Mobile-8 Kejar 2 Juta Pelanggan Baru”.
    detikcom
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  91. ^


    “Fren Reguler Juga Bisa Telepon Pakai ‘Daun“.
    detikcom
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  92. ^


    “Rekor Fren Duo, Satu Tiket Dua Nomor”.
    Kompas.com. 2009-06-11. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .




  93. ^


    a




    b




    “Seluler dan FWA Mobile-8 Jadi Satu Kartu”.
    detikcom
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .




  94. ^


    a




    b



    Stop Hepi, Titik api Fren Duo

  95. ^


    “Mobile-8 Luncurkan Fren Duo Pascabayar”.
    SWA.co.id. 2009-09-02. Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  96. ^


    Suryanto, ed. (2009-09-01). “Mobile-8 Luncurkan Fren Duo Pascabayar”.
    ANTARA News
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  97. ^


    Winarto, Yudho (2009-09-01). “Mobile 8 Luncurkan Fren Duo Paskabayar”.
    Kontan.co.id
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  98. ^


    “Fren Duo Catat Pertumbuhan 28% Tiap Bulan”.
    Okezone.com. 2010-01-26. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  99. ^


    “Perkuat Fren Duo, Mobile-8 Rilis Fren Seru”.
    VIVA.co.id. 2010-03-04. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  100. ^


    Ariwibowo, AA, ed. (2008-05-03). “Mobile-8 Luncurkan “Hepi“.
    ANTARA News
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  101. ^


    “Mobile-8 ‘Hepi’ Bidik Pasar Mahasiswa”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  102. ^


    “Mobile-8 Kesudahannya Dapat ‘Hepi’ Rilis FWA”.
    detikcom
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  103. ^


    Sarie (2008-08-07). “Kebut Pelanggan, Hepi Bagi-buat Hape Gratis”.
    Okezone.com
    . Diakses rontok
    2022-06-06
    .





  104. ^


    “Bisa Layani Telepon Tetap, Mobile-8 Tambah “Hepi“.
    Kompas.com. 2008-05-04. Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  105. ^

    Hepi Tebas Makassar

  106. ^


    Sarie (2008-09-07). “Mobile-8 Gelar Hepi di Medan”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  107. ^


    “Mobi, Modem Pahe Cuma Rp 499 Rb”. Diarsipkan berasal versi zakiah sungkap 2021-01-29. Diakses tanggal
    2021-01-25
    .





  108. ^


    “Mobi Unlimited Data Access Beredar”.
    VIVA.co.id. 2009-06-22. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  109. ^


    Hindarto, Stefanus Yugo (2009-06-20). “2009, Mobile-8 Targetkan 150 Ribu Pelanggan Mobi”.
    Okezone.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  110. ^


    “Mobi Mengimbit Ke Smartfren”.
    Bhyllabus – l’√©nigme. 2011-06-05. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  111. ^


    Jati, Gentur Putro (2010-10-07). Rafie, Barratut Taqiyyah, ed. “Mobile-8 perluas pemasaran internet Mobi”.
    Sedarun.co.id
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  112. ^


    “Beskal Agung Pastikan Kasus PT Mobile 8 Masih Berjalan”.
    Bisnis.com. 2019-01-23. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  113. ^


    Fahriza, Riza (2015-11-05). Burhani, Ruslan, ed. “KMPK mohon Kejagung usut tuntas kasus Mobile8”.
    ANTARA News
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  114. ^


    Lumbanrau, Raja Eben. “Kejagung Tetapkan Eks Bos Mobile-8 Terkira Pajak”.
    CNN Indonesia
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  115. ^


    Maskur, Fatkhul (2016-11-29). Suwiknyo, Edi, ed. “KASUS MOBILE 8 TELECOM: PN Jaksel Minta Kejagung Hentikan Penyidikan”.
    Bisnis.com
    . Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  116. ^


    Rahadian, Dahulu. “Jebolan Menteri Perindustrian Diperiksa Kejagung Soal Mobile-8”.
    CNN Indonesia
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  117. ^


    Amalia, Yunita (2016-01-05). Simanjuntak, Laurencius, ed. “Kejagung panggil Agum Gumelar tercalit kasus tempuh fiskal”.
    Merdeka.com
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  118. ^


    Movanita, Ambaranie Nadia Kemala (2017-07-06). Galih, Bayu, ed. “Hary Tanoe: Kasus Mobile 8 Lain Kewenangan Kejaksaan Agung”.
    Kompas.com
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .





  119. ^


    “Jejak Hary Tanoe n domestik Kasus Restitusi Pajak Mobile-8”.
    gresnews.com
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  120. ^


    Habibie, Cerah (2017-06-22). Moerti, Wisnoe, ed. “Kejagung tutur HT tersangka, Polri sejumlah ‘tunggu terlepas mainnya“.
    Merdeka.com
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  121. ^


    Sofwan, Rinaldy. “Hary Tanoe Laporkan Jaksa Agung ke Bareskrim”.
    CNN Indonesia
    . Diakses copot
    2022-06-06
    .





  122. ^


    Saputri, Abstrak. “Penuntut umum Agung: Kasus Mobile 8 Hary Tanoe Bidik Tanya Korupsinya”.
    Tirto.id
    . Diakses sungkap
    2022-06-06
    .





  123. ^


    “Penyidikan Mobile8 Tetap Berlanjut”.
    Media Indonesia. 2017-08-05. Diakses tanggal
    2022-06-06
    .





  124. ^


    “Media Kebangsaan Berjaringan, Fakta Independen Terpercaya”.
    fin.co.id
    . Diakses terlepas
    2022-06-06
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumur]

  • (Indonesia)
    Situs web lazim smartfren
  • (Indonesia)
    Cara daftar paket Internet Smartfren Diarsipkan 2014-10-08 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Smartfren_Telecom

Posted by: and-make.com