Apakah Bermasturbasi Tidak Boleh Berdasarkan Ajaran Islam

Suara minor.com –
Onani merupakan aktivitas seksual yang dilakukan pria maupun wanita nan sudah baligh dengan merangsang aurat sendiri lakukan mendapatkan kepuasan genital. Lalu apa bahaya coli n domestik Selam?

Dilansir semenjak NU Online, masturbasi atau ‘istimna’ mengeluarkan sperma tanpa menerobos senggama, baik dengan tangan, ataupun dengan yang enggak, baik dengan tangan sendiri maupun tangan yang lain, baik dilakukan oleh laki-junjungan alias perempuan, dengan maksud menepati dorongan seksual. Ada bahaya masturbasi dalam Selam yang perlu diketahui seorang muslim.

Internal bahasa sehari-hari istilah istimna ini dikenal dengan coli bagi laki-junjungan dan masturbasi oleh cewek. Namun keduanya n kepunyaan makna yang selaras, yakni sama-proporsional dilakukan sendiri. Sebelum tahu apa saja bahayanya, Sira juga mesti paham bagaimana hukum rancap dalam Islam.

Hukum Masturbasi dalam Islam

Baca Kembali:
Ketahui 5 Mite dan Fakta Tentang Masturbasi, Baguskah buat Kesehatan?

Hukum terkait masturbasi masih menjadi perdebatan oleh para cerdik pandai. Ada sebagian ulama yang memperbolehkan privat kondisi tertentu ada juga nan mengharamkannya secara mutlak.

Hukum masturbasi terlarang yakni berasal dari para jamhur mazhab Maliki dan Syafi’i. Hal ini mengacu kepada Al-Alquran Manuskrip An-Sorot ayat 33 yang berbunyi sebagai berikut.

Dan cucu adam-orang nan tak berada kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Halikuljabbar memampukan mereka dengan anugerah-Nya.” (QS. An-nur: 33)

Para ulama mazhab Syafi’i juga menyebut istimna merupakan resan buruk yang diharamkan Al-Quran dan hadist. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda, “Cucu adam yang menikah dengan tangannya akan cak bertengger puas hari Hari pembalasan dalam peristiwa tangan terpincut,” (HR al-Baihaqi).

Dengan serupa itu maka jelas, bahaya masturbasi dalam Islam yakni mujur dosa. Sedangkan cerdik pandai Maliki berpendapat akan halnya haramnya istimna didasari oleh hadist Rasulullah SAW sebagai berikut.

Baca Pula:
Baca Doa Ini Hendaknya Dijauhkan berpokok Perbuatan Maksiat

“Wahai para pemuda, siapa tetapi di antara kalian yang sudah mampu ba’at (menikah), maka menikahlah! Sebab, menikah itu bertambah congah menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Namun, siapa namun yang lain mampu, maka sebaiknya ia berpuasa. Sebab, berpuasa yaitu penuntut nafsu syahwat baginya,” (HR Muslim).

Source: https://www.suara.com/news/2022/05/26/205701/bahaya-masturbasi-dalam-islam-ini-hukum-dan-penjelasannya

Posted by: and-make.com