Apa Yang Menjadi Dasar Landasan Perencanaan Pembelajaran Ekonomi


Diajukan untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah


Perencanaan Pembelajaran Ekonomi


OLEH:


KELOMPOK 2


Husaini Anggara           1506101030008


Juwita Ulfa                    1506101030048


Karima Hayati              1506101030036


Zariaton                                    1506101030042


Nurul Akmal                 1506101030034




Hasil gambar untuk unsyiah


FAKULTAS KEGURUAN DAN Ilmu keguruan


UNIVERSITAS SYIAH Ambang


DARUSSALAM, BANDA ACEH


2016/2017

            Puji terima kasih kepada Tuhan S.W.N yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis bisa merumuskan makalah nan berjudul “
Hakekat perencanaan pembelajaran, filosofi perencanaan pembelajaran, pentingnya perencanaan penataran dan hakekat perencanaan penelaahan ekonomi
”.

            Penyadur mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menerimakan dukungan akhlak dan materi internal penyusunan makalah ini. Sehingga, makalah ini dapat teratasi dengan baik.

            Makalah ini disusun sebagai tugas nan menjadi kesepakatan kerumahtanggaan carter perkuliahan. Dengan demikian penulis berharap kiranya kertas kerja ini bisa membusut pengetahuan baik bagi kerumunan kami maupun bagi para pembaca privat mengerti perencanaan.

            Makalah ini masih jauh dari keutuhan maka dari itu karena itu

kami sebagai

penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun,


bagi keutuhan makalah ini di masa nan akan nomplok. Semoga makalah ini dapat menambah takrif untuk para pembaca.

                                                                                Banda Aceh
,


28 Desember 2016

                                                                                                                                                                                                Pembuat

kerumunan 2


Bab I







PENDAHULUAN







1.1       Permukaan Belakang








Perencanaan adalah merumuskan langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk sampai ke tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pencipta perencana. Saja nan lebih utama yaitu perencanaan yang dibuat harus boleh dilaksanakan dengan mudah dan ki ajek mangsa.

            Pembelajaran alias pengajaran menurut Degeng adalah upaya bagi membelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pengajaran terwalak kegiatan mengidas, menargetkan, mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan, dan ekspansi metode ini didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada. Kegiatan ini puas dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran.

            Akan halnya perhatian terhadap apa nan telah dipelajari siswa merupakan bidang kajian kurikulum, yakni adapun apa isi pendedahan yang harus dipelajari pelajar agar dapat tercapainya tujuan. Pembelajaran lebih menegaskan pada bagaimana kaidah mudahmudahan terjangkau maksud tersebut.


1.2       Rumusan Masalah








A. Apa denotasi Hakekat perencanaan pembelajaran ekonomi?

            B. Apa saja filosofi perencanaan pembelajaran ekonomi?

            C. Apa pentingnya perencanaan pembelajaran ekonomi?

            D. Barang apa hakekat perencanaan pembelajaran ekonomi?

            E. Segala saja aspek-aspek perencanaan pengajian pengkajian?





BAB II







PEMBAHASAN








A.





Hakekat Perencanaan Pengajian pengkajian







1.



Pengertian Perencanaan



            Perencanaan (Planing) yaitu fungsi pertama berpunca tiga fungsi penyelenggaraan yang lain, yakni pengorganisasian (organizing), Pengarahan (actuating) dan Pengawasan (contrling). Secara umum perencanaan merupakan “proses pemikiran, penentuan dan penyusunan berbagai keputusan secara sistematis dan rasional nan akan dilakukan atau dikerjakan bikin mencapai harapan atau bahan yang telah ditetapkan.”

            Menurut P. Hasibuan privat Ninik (1999:83), planing merupakan rumusan kegiatan yang akan dikerjakan untuk mencapai pamrih yang telah ditentkan sesuai dengan sumur yang sudah lalu tersedia dan yang bisa digunakan.

            Kasmir (2007:58), perencanaan adalah proses menentukan arah yang akan ditempuh dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan unruk mencapai pamrih nan telah ditetapkan.

            Maman Ukas (2004:180), Memahamkan perencanaan seumpama berikut: “perencanaan adalah yakni persiapan-awalan atau penentuan-penentuan lebih dahulu tentang apa yang akan kemudian. Perencanaan berhubungan dengan meramalkan, pemilihan sasaran, strategi, kebijaksanaan, menyusun program, mengekspresikan anggaran dan prosedur pencapaianya
.”



B.





Filosofi Perencanaan Pembelajaran Ekonomi








Tujuan pendidikan nasional yakni tujuan yang komprehensif nan pelecok satunya dibangun melampaui pembelajaran ekonomi. Pendidikan di Indonesia begitu juga dijabarkan privat sosi Renstra Depdiknas tahun 2005-2009 mempunyai beberapa perspektif, antara lain:

1)

Perspektif Sosial

            Pendidikan akan berputra turunan-insan yang terjaga yang mempunyai peranan terdahulu dalam proses perubahan sosial didalam awam. Pendidikan menjadi faktor determinan dalam mendorog percepatan mobilitas mahajana, yang mengarah pada pembentukan formasi sosial yang bau kencur. Formasi sosial mentah terdiri atas lapisan masyarakat kelas menengah terbimbing, yang menjadi elemen berharga dalam memperkuat kunci rekat sosial (social cohesion). Pendidikan yang melahirkan pelapisan awam terdidik menjadi keefektifan perekat yang mencantolkan unit-unit sosial didalam umum: keluarga, komunitas, perkumpulan umum dan organisasi sosial yang kemudian berubah bentuk dalam kerangka organisasi besar berupa gambar negara. Sehingga pendidikan dapat menerimakan sumbangan penting pada upaya menstabilkan integrasi sosial.

2.

Perspektif Budaya

            Pendidikan merupakan kendaraan penting dan medium yang efektif kerjakan mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai-kredit sosial dan cangkok etos dikalangan pemukim mahajana. Pendidikan juga dapat menjadi peranti untuk membentuk kepribadian nasion, memperkuat identitas nasional, dan memantapkan jati diri bangsa. Bahkan peran pendidikan menjadi lebih penting ketika arus kesejagatan demikian kuat, yang membawa kekuasaan nilai-nilai dan budaya yang seringkali bentrok dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa indonesia. Internal situasi ini, pendidikan dapat menjadi wahana strategis buat membangun pemahaman kolektif (colective conscience) bagaikan pemukim nasion dan mengukuhka ikatan-ikatan sosial, dan tetap menghargai keragaman budaya, ras, suku bangsa dan agama sehingga dapat memantapkan keutuhan nasional.

2)

Perspektif Ekonomi

            Pendidikan menghasilkan turunan yang handal lakukan menjadi subyek dedengkot pendiri ekonomi kebangsaan. Maka dari itu karena itu, pendidikan harus makmur babaran alumnus-lulusan bermutu yang punya mualamat mengusai teknologi, n kepunyaan kegesitan teknis dan kecakapan kehidupan yang memadai. Pendidikan juga harus menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang memiliki kemampuan kewirausahaan, yang menjadi salah satu pilar utama aktivitas perekonomian nasional. Bahkan peran pendidikan menjadi terlampau terdepan dan diplomatis cak bagi meningkatkan daya sangir nasional dan mampu membangun kemandirian nasion, yang menjadi keharusan mutlak n domestik memasuki persaingan antar nasion di era mondial.

            Seorang suhu ekonomi harus siap memasuki era global tersebut. Karenanya guru ekonomi selain harus menuntaskan materi bidang penajaman ekonomi (kompetensi profesional), pula harus mempunyai kecekatan profesi sebagai pendidik (kompetensi pedagogik), serta memiliki pula kompetensi personal dan sosial. Yaitu keharusan moga ia menjadi guru nan profesional, malah diberlakukanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menuntut guru berpunya dan inovatif menciptakan kondisi nan kondusif sehingga peserta didik dapat mengembangkan kreativitasnya.

            Gagne dan Ausubel (Hidayanto 2001:1-2), mengatakan bahwa hawa bertugas mengaihkan selengkap pengetahuan yang teroganisasikan sehingga kabar itu menjadi bagian dari sistem pengetahuan siswa. Selain dengan itu Kurikulum Tingkat Asongan Pendidikan (KTSP) menegaskan bahwa geta guru intern kegiatan belajar mengajar dahulu strategis dan menentukan. Strategis karena guru sebagai bagian mulai sejak pengembang kurikulum (ciriculum developer) akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran, gurulah nan mengklasifikasikan dan mengidas bahan pelajaran nan akan disajikan kepada peserta didik. Lega dasarnya profesionalisme seorang guru menyangkut dua hal yaitu profesi yang bersifat normatif nan salah satunya ialah kejujuran dan benar-benar. Dan profesi yang berkarakter aplikatif yaitu melakukan kerja sesuai dengan job deskripsi nan telah ditentukan, melaksanakan muatan dan kewenangan yang dimilikinya.

            Penelitian yang dilakukan oleh suyanto tahun 1999 membuka bahwa kerumahtanggaan pembelajaran pendidikan ekonomi di SLTP ditemukan beberapan kelainan, yakni: (1) masih ada guru yang mengikat kerumahtanggaan mengajar ekonomi disekolah karena mamandang bahwa pelajaran ekonomi kurang menggelandang. (2) mite siswa bahwa guru ekonomi adv minim berkarisma takdirnya dibandingkan guru matematika, IPA ataupun bahasa Inggris. (3) les ekonomi dianggap suka oleh siswa sehingga akibat invalid adanya kepastian empiris nan mudah dilihatnya dalam usia sehari-hari.

            Adapun guri-landasan filosofi perencanaan pembelajaran ekonomi yang harus dipahami seorang guru agar permasalahan diatas tak menjadi penahan pembelajaran:


1.



Kalangan Filosofi Akademik



            Perencanaan yaitu keseleo suatu prinsip manajemen, yang menjadi landasan cak bagi prinsip-kaidah lainya. Dengan berkepastian bahwa setiap pekerjaan yang didasari lega perencanaan (malar-malar secara masak) akan memberikan hasil nan maksimal, maka privat setiap pembelajaran ekonomi harus dibuat perencanaan penataran. Dalam perencanaan pembelajaran ini terkandung beberapa aspek, antara bukan:

a. Apek Psikologis, seorang suhu nan terampil mewujudkan perencanaan penerimaan dan setia membuatnya akan n kepunyaan rasa percaya diri dan keberanian.

b. Aspek Pedagogis, perencanaan penelaahan akan menggembleng guru cak bagi kesetiaan dan berusaha bagi meningkatkan wawasan pengetahuan.

c. Aspek Manajerial, dengan perencanaan pembelajaran apa yang akan dilaksanakan menjadi terpaku, sehingga bisa menyentuh tujuan yang diharapkan.

d. Aspek Perturutan: dengan perencanaan pembelajaran akan menjamin adanya kesinambungan, baik dalam kecepatan kegiatan sparing mengajar maupun privat materi penelaahan.


2.



Landasan Filosofi Kependidikan



            Halangan filosofi kependidikan terlampau terkait dengan harapan pendidikan baik dalam skala yang sempit (tujuan pembelajaran, maksud parasan penelitian dan maksud institusional) maupun perimbangan yang kian luas (tujuan pendidikan nasional). Secara publik pendidikan adalah proses perubahan diri yang semula bukan mampu menjadi bernas, dari yangtidak kelihatannya bisa, dari lain luang menjadi tahu dan dari tak memafhumi menjadi mengarifi dsb. Seorang master jangan punya anggapan bahwa anak didik telah mempunyai takrif mengenai materi ajar yang akan disampaikanya. Disinilah tugas guru untuk menjelaskan kepada pesuluh hendaknya kemampuan yang diharapkan dari penelaahan yang dilakukanya tercapai.

            Maka landasan filosofi pembelajaran ekonomi mengistimewakan kepada setiap guru ekonomi buat mengarifi makna dari maksud pendidikan secara umum maupun secara khusus (maksud pembelajaran ekonomi). Dengan demikian, maka diharapkan kegiatan pembelajaran ekonomi menjadi efektif, sehingga tujuan pendidikan dan pembelajaran ekonomi terengkuh. Landasan filosofi pembelajaran ekonomi mementingkan kepada setiap guru ekonomi kerjakan memahami makna dari tujuan pendidikan secara umum maupun secara khusus.

            Bikin ini guru harus paham tinggal tujuan pembelajaranya, dengan indikator:

a)

Mendeskripsikan konotasi kelangkaan sumber resep.

b)

Membedakan denotasi biaya sehari-hari dengan biaya peluan.

c)

Mengidentifikasikan pengalokasian sumur daya yang mendatangkan manfaat buat banyak makhluk.

d)

Bergaya rasional intern menyikapi berbagai seleksian.

            Dengan demikian, dengan cak semau melakukan kajian setiap materi baik bahan maupun tujuanya, maka suhu ekonomi tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan pembelajaranya sehingga tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran akan tercapai.


3.



Landasan Filosofi Sosial Budaya



            Filosofi sosial budaya dalam mempelajari ekonomi, tidak terlepas semenjak berbicara mengenai umur masyarakat. Karena sosial budaya merupakan kegiatan dalam mahajana, terdaftar nilai, akhlak, pekerjaan, status dan sebagainya. Faktor-faktor yang ada dalam masyarakat tersebut seringkli lain berjalan harmonis, yang kita jumpai seringkali ada tumbukan-benturan, baik tumbukan religiositas, benturan kepentingan dan sebagainya yang mengakibatkan benturan antara pribadi atau kelompok.

            Agar faktor-faktor yang ada dalam masyarakat tersebut memiliki kesesuaian (harmonis), maka diperlukan perencanaan. Maka itu karena itu, dalam penelaahan ekonomi perencanaan pembelajara yang dibuat guru harus menghakimi unsur-unsur sosial budaya. Selain kurikulum halal nan digunakan n domestik penataran, maka bahan ajar yang berasal dari masyarakat menjadi kurikulum nonformal bagi guru ekonomi. Pada akhirnya filosofi sosial budaya bermuara sreg kenyataan bahwa pendidikan bertugas buat menyiapkan peserta didik agar bisa mencapai tamadun nan maju melangkahi perwujudan suasana belajar yang kondusif, aktivitas penelaahan nan menarik dan mencerahkan, serta proses pendidikan yang kreatif.



C.





Pentingnya Perencanaan Penerimaan








Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) banyak melibatkan unsur-unsur baik menyangsang sarana, kondisi murid maupun hari dan komponen-komponen indoktrinasi lainya. Dengan demikian perencanaan punya peran sebagai upaya menata semua elemen tersebut bagi pelaksanaan KBM. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran dapat diartikan umpama “usaha penyerasian antara onderdil-komponen pendedahan dengan karakteristik siswa dan sarana pembelajaran.”

            Secara eksternal komponen perolehan pendidikan secara signifikan berpengaruh terhadap kenaikan mutu pendidikan antara lain:

a)

Ketersediaan pendidikan dan tenaga pendidikan yang belum patut baik secara kuantitas dan kualitas, ataupun kesejahteraanya;

b)

Prasarana dan sarana belajar yang belum tersuguh dan belum didayagunakan secara optimal;

c)

Pendanaan pendidikan yang belum memadai bikin mencium mutu pendedahan;

d)

Proses pembelajaran nan belum efisien dan efektif.

            Puas asasnya, peranan penting master dalam proses belajar mengajar merupakan laksana “Director of learning” (direktur belajar) nan artinya setiap guru diharapkan lakukan pandai-pandai mengacungkan kegiatan belajar petatar agar tercapai keberhasilan belajar. Dengan demikian jelas bahwa peranan guru n domestik dunia pendidikan begitu juga sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar dengan konsekuensi tugas da tanggung jawab guru pun menjadi kompleks dan berat (Muhibbin,2006:250).

            Makana dari pernyataan diatas bahwa untuk mendukung tercapainya keberuntungan pengajian pengkajian tak asal jalan ataupun dasar berproses, tetapi dibutuhkan pengorbanan baik tahun, tenaga, pikiran dan biaya bagi merancang pembelajaranya agar melekat. Salah satu teory yang mendukung pandangan ini adalah
Besaran Quality Management
(TQM) yang dikemukakan oleh W. Edward Deming (privat Fakry Gaffar,1990) yang menyatakan bahwa: “kemusykilan mutu dalam suatu organisasi disebabkan karena pil manajemen”. Manajemen seperti dikemukakan oleh AF Stoner yang dikutip oleh Pucang Ukas (1997:9) bahwa: “manajemen didefenisikan seumpama proses perencanaan, pengorgnisasian, pemimpin dan pengawasan pekerja anggota-anggota organisasi dan penggunaan perigi organisasi yang ada cak bagi mencapai tujuan organisasi”. Hal ini menyantirkan bahwa perencanaan sebagai putaran dari pengelolaan menjadi faktor yang menentukan pencapaian harapan.



D.





Hakekat Perencanaan Pengajian pengkajian








Dudu Djohan (2003:11) menjelaskan bahwa hakekat perencanaan pembelajaran adalah:

a)

Merupakan pembinaan/pengembangan profesionalisme guru.

b)

Merupakan gerakan pengharmonisan antara komponen penataran dengan kelengkapan wahana dan karakteristik siswa.


1.



Perencanaan pembelajaran sebagai pembinaan/ ekspansi profesional guru.



            Profesional pada dasarnya menyangkut dua hal, adalah profesional nan bersifat normatif dan bersifat aplikatif. Yang bersifat normatif adalah permintaan terhadap seorang suhu yang resan nya mahajana, siapapun orangnya diharapkan memiliki kemampuan/ kompetensi yang sifatnya preskriptif ini. Dengan kata tidak profesi yang preskriptif merupakan kompetensi standar yang harus dimiliki setiap suhu, adalah merupakan sifat/ sikap jujur, tekun, konstan, penuh dideksi dan mempunyai kesabaran.

            Adapun yang berwatak aplikatif menunjukan kemampuan seorang suhu intern melaksanaka muatan sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Tugas-tugas dan bagasi yang baik menyangkut dalam kelas/ sekolah (memecahkan materi maupun menyajikanya dengan baik dan melaksanakan evaluasi dengan baik pula), dan diluar sekolah, sepert melakukan interaksi dan komunikasi dengan ibu bapak siswa.


2.



Perencanaan Pembelajaran merupakan gerakan sinkronisasi antara komponen pembelajaran dengan kecukupan kendaraan dan karakteristik siswa.



            Dalam kejadian ini kesepadanan diartikan sebagai keterarahan antara komponen pembelajaran, wahana nan dimiliki sekolah dan karakteristik siswa senantiasa harus tertuju kepada usaha pencapaian tujuan.

            Komponen pembelajaran merupakan aspek-aspek pembelajaran yang dilaksanakan dikelas, seperti mana tujuan pengajian pengkajian materi pembelajaran, metode dan alat angkut nan digunakan serta evaluasi yang digunakan, kesemuanya harus disisuaikan dengan sarana yang ada ataupun tersuguh dikelas ataupun disekolah atau karakteristik petatar (nasib, jenis kelamin, latar belakang sosial ekonomi dan budayanya).


 E. Aspek-aspek Perencanaan Penelaahan




Salah satu aspek berusul profesionalisme guru dalam kompetensi pedogogik adalah kemampuan privat menyusun perencaan pembelajaran. Antara sendiri guru yang mengajar dengan perencanaan yang sonder perencanaan kebolehjadian lautan akan menerimakan hasil berlatih yang berbeda puas anak didik. Sesuatu yang terencana biasanya lebih terpaku, sedangkan nan sonder perencanaan akan “ngawur”.

Dudu djohan (2002) menjelaskan aspek-aspek perencanaan pembelajaran tersebut adalah ibarat berikut :

Seorang guru yang terampil membuat perencanaan pembelajaran dan tunak dalam membuatnya akan memiliki rasa berkepastian diri dan kepahlawanan. Percaya diri karena tak ada keragu-raguan dalam melangkah, langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran sudah dikaji dan terencana dengan tegas.

Aspek paedagogis berhubungan dengan segi pendidikan. Perencanaan pembelajaran akan mendidik guru disiplin dan berusaha lakukan meningkatkan wawasan pengetahuan.

Perencanaan pembelajaan dinyatakan dalam tulangtulangan Buram Pembelajaran (RPP) yang harus dibuat setiap saat akan mengajar, hal ini mendidik suhu untuk ketaatan internal mengajarkannya.

Perencanaan merupakan keseleo satu fungsi mulai sejak manajemen yang bertindak signifikan. Perencanaan yang baik nan menjadi pedoman dan pelaksanaan harus didukung oleh data yang patut. Dalam perencanaan pembelajaran pun data yang akurat itu sangat dibutuhkan, sebagai halnya data karakteristik siswa dan kelengkapan sarana yang dimiliki, serta situasi lingkungan sekolah. Inilah makna bermula kurikulum yang berbasis satuan pendidikan ( KTSP ).

          Aspek kontinuitas atau kelangsungan adalah bahwa dengan adanya Bagan Pengajian pengkajian ( RPP ) perumpamaan dokumentasi dari perencanaan penelaahan akan menjamin adanya kesinambungan, baik kesinambungan dalam kelancaran kegiatan sparing mengajar ( KBM ) maupun kontinuitas materi didik.


Bab III







PENUTUP







A. Kesimpulan






            Perencanaan yakni satu cara nan memuaskan untuk membuat kegiatan dapat bepergian dengan baik, disertai dengan berbagai anju yang antisipatif kebaikan memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut menjejak tujuan yang telah ditetapkan.

Pembelajaran memiliki hakikat perencanaan ataupun perancangan (desain) sebagai upaya lakukan membelajarkan siswa. Itulah sebabnya intern belajar, pesuluh enggak hanya berinteraksi dengan guru sebagai salah satu sumber membiasakan, saja mungkin berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar nan dipakai untuk mencapai intensi pembelajaran nan diinginkan.

            Untuk menyunting kualitas pengajian pengkajian perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pengajian pengkajian. Itulah pelecok satu perlunya sparing asal perencanaan pembelajaran sehingga kita dapat membentuk pembelajaran yang memuaskan dan bosa memanen hasil yang kita inginkan.

            Dan kita juga harus punya prinsip-prinsip mahajana tentang mengajar, sehingga kita tidak bawah-asalan detik mengajar. Camar duka mengajar kembali terbiasa kita miliki agar perenncanaan pembeljaran kita dapat santai dan bukan terlalu normatif pada masa mengajar.

            Dalam praktik pengajaran, pemakaian suatu dasar teori bakal segala situasi  merupakan tindakan invalid bijaksana. Tidak suka-suka suatu teori balajar yang sejadi bakal segala kejadian. Karena masing-masing mempunyai pematang nan berbeda dan cocok buat situasi tertentu. Jadi puas pembahasan tipe-tipe pembelajaran tadi sidah banyak yang dibahas, karena saat kita menagajar banyak tipe nan kita ambil atau metode sesuai yang inginkan sehingga puas detik belajar tidak terserah rasa bosan atau males.

            Dalam penelaahan juga memiliki manfaat sehingga kita tidak akan menyoal sekali lagi. Kenapa kita terlazim membuat perencanaan pembelajaran. Bahwasanya perencanaan itu dulu perlu karena memiliki kemustajaban yang dulu baik, seperti sebagai perkakas kita lakukan mencapai tujuan yang kita inginkan, salah satunya itu sehingga kita harus membuat satu perencanaan pembelajaran.


B. Saran






Internal pembuatan makalah ini penulis mendapatkan pengalaman yang silam berharga mengenai pengetahuan

Perencanaan Pembelajaran Ekonomi
. Penulis mensyurkan kepada semua pembaca buat mempelajari pengolahan perkenalan awal dalam membuat kalimat. Dengan mempelajari

materi ini

diharapkan  semua pembaca memiliki kekekalan dalam memajukan dan menyusun suatu gagasan mudah-mudahan nan disampaikan mudah dipahami dengan baik
.


Daftar pustaka






Budiawati, Neti. 2010.
Perencanaan Pembelajaran Ekonomi.
Institut Pendidikan Ekonomi: Bandung.

Source: https://kamusekonomi21.blogspot.com/2016/11/hakekat-perencanaan-filosofi.html

Posted by: and-make.com