Apa Yang Dipelajari Dalam Farmasetika Dasar

Farmasetika Dasar Definisi Farmasi Farmasi ialah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur, mericis, memformulasi, mengidentifikasi, mengkombinasi, menganalisis, serta menstandarkan obat dan pengobatan juga sifat-sifat pembeli beserta pendistribusian dan penggunaannya secara kesatuan hati.Farmasi dalam bahasa Yunani ( Greek) disebut farmakon yang berarti medika maupun obat.

Definisi Apoteker Farmakolog adalah seorang yang ahli dalam parasan farmasi seperti mana yang disebut plong definisi di atas. Karir Farmasi meliputi : Farmasi peguyuban Farmasi flat sakit Pedagang lautan farmasi (PBF) Farmasi Industri 5. Pelayanan Farmasi di Pemerintahan 6. Pendidikan Farmasi

Farmasi Managemen Kurikulum Pendidikan Farmasi Kurikulum pendidikan farmasi didasari oleh ilmu-ilmu : Farmakologi adalah aji-aji yang mempelajari sejarah, kekuatan obat di segala segi termasuk sumber/asal-ususlnya, resan kimia, kebiasaan fisika, kegiatan fisiologis/ efeknya terhadap fungsi biokimia dan faal, cara kerja, absorpsi, umur ( distribusi, biotransformasi), eksresinya dalam raga, sejak efek toksiknya; dan penggunaannya dalam pengobatan.

Cagak-silang farmakolgi, yaitu : (a) Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari tentang sumber korban obat dari alam, terutama berasal bertunas-tumbuhan ( gambar makroskopis dan mikroskopis beraneka macam tumbuhan serta organisme lainnya nan bisa digunakan intern terapi). (b) Farmakodinamik yakni ilmu yang mempelajari kegiatan obat/cara kerja obat, bilyet perunding terhadap fungsi berbagai macam perlengkapan serta kekuasaan remedi terhadap reaksi biokimia dan struktur

organ. Singkatnya, pengaruh obat terhadap kamp hidup atau organisme usia, terutama reaksi fisiologis yang ditimbulkannya. (c) Farmakokinetik adalah guna-guna yang mempelajari akan halnya absorpsi, distribusi, metabolisme (biotransformasi), dan eksresi obat (ADME). Singkatnya, pengaruh tubuh terhadap obat. (d) Toksikologi yakni ilmu yang mempelajari zat-zat racun dengan khasiatnya serta mandu-cara bikin mengenal/mengidentifikasi dan melawan efeknya. 2. Kimia farmasi (organik dan anorganik) adalah llmu yang mempelajari tentang analisis kuantitatif dan kualitatif senyawa-senyawa kimia, baik dari golongan organik ( alifatik, aromatik, alisiklik, heterosiklik) maupun anorganik yang berbimbing dengan kurnia dan penggunaannya sebagai pemohon. 3. Farmasi/farmasetika ialah ilmu nan mempelajari tentang cara penyediaan ob at meliputi pengurukan, pengenalan, pengawetan, bentuk tertentu hingga siap digunakan ibarat pelamar; serta jalan obat nan meliputi ilmu dan teknologi pembutan perunding dalam susuk suplai yang dapat digunakan dan diberikan kepada pasien. 4. Teknologi farmasi merupakan ilmu yang ceratai tentang teknik dan prosedur pembuatan sediaan farmasi dalam skala industri farmasi tertera prinsip kerja serta preservasi /proteksi radas-perangkat produksi dan penunjangnya sesuai ketentuan Prinsip Pembuatan Obat yang Baik ( CPOB). 5. Dispensa farmasi adalah ilmu dan seni meracik pelelang menjadi bentuk sediaan tertentu sampai siap digunakan sebagai pelamar . 6. Fisika farmasi ialah ilmu yang mempelajari tentang analisis kualitatif serta kuantitatif senyawa organik dan anorganik yang berhubungan dengan adat fisikanya, misalnya spektrometri konglomerasi, spektrofotometri, dan kromatografi. Jenis-jenis spektrometri yang tercantum dalam Farmakope Indonesia, yaitu spektrofotometri inframerah, spektrofotometri ultraviolet dan binar tampak, speltrofotometri atom, spektrofotometri fluoresensi, spektrofotometri cahaya penyimpangan, spektrofotometri turbidimetri, serta spektrofotometri nefelometri; sedangkan jenis-diversifikasi kromatografi kolom, kromatografi gas, kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis, kromatografi cair kinerja tinggi (High performance liquid chromatography , HPLC). 7. Biofarmasi ialah guna-guna yang mempelajari pengaturan formulasi terhadap aktivitas terapi dan produk obat. 8. Farmasi balai pengobatan meliputi kegiatan memonitor penggunaan obat, memonitor bilyet samping perunding (MESO), dan kegiatan konseling/informasi pembeli kerjakan yang membutuhkannya. 9. Biologi farmasi adalah guna-guna yang mempelajari tentang bawah-bawah jiwa organisme; peranan biologi dalam bidang kesehatan, baik secara serampak atau tidak langsung menerimakan pengaruh semangat manusia; serta morfologi, ilmu urai, dan taksonomi pokok kayu dan hewan yang gandeng dengan manjapada kefarmasian. 10. Administrasi farmasi, manajemen farmasi, dan pemasaran yakni ilmu yang mempelajari tentang administrasi, manajemen, dan pemasaran yang berhubungan dengan kewirausahaan farmasi beserta aspek-aspek kewirausahaannya.

Peranan Apoteker Pada Farmasi Peguyuban Manusia yang dipandang banyak mengetahui tentang obat merupakan farmakolog. Hal ini disebabkan : 1. Ahli obat memiliki tanggung jawab terhadap obat yang terdaftar di dalam pokok. Farmakolog merupakan konsultan obat bagi dokter maupun pasien yang memerlukannya. Farmakolog harus mampu menguraikan tentang obat yang berfaedah bagi pasien karena engkau memahami tentang : (a) Cara menggunakan dan meminu obat; (b) Surat berharga samping yang timbul jika obat dipakai; (c) Penstabilan obat n domestik bermacam ragam kondisi; (d) Toksisitas dan dosis obat nan digunakan; (e) Rute pemakaian obat; (f) Eksitensinya perumpamaan seseorang ahli dalam obat. 2. Apoteker memiliki tanggung jawab yang terdahulu terhadap penjualan pengasosiasi bebas pada pasien. Plong Industri Farmasi Peran apoteker di Industri Farmasi antara enggak Menjadi anggota eksplorasi dan pengembangan ( Litbang atau R & D ( Reseach and Development); Bertugas di bagian produksi farmasi; Bertugas di parasan pengumuman ilmiah dan penyakit perundangundangan farmasi Bertugas di bidang promosi, informasi, dan pelayanan pembeli; Bertugas di bidang penjualan (sales) dan pemasaran ( marketing) obat.

Pada Tadbir dan TNI/POLRI Peran apoteker di Rezim dan TNI/POLRI Bertugas di bidang administrasi peladenan obat pada instansi pemerintah/Angkatan Bersenjata/TNI/POLRI; Bertugas di latar korps ilmu Biomedis Angkatan Udara; 3. Bertugas di Departemen Kesehatan (Depkes), Direktorat Jenderal Pelayanan Farmasi ( Ditjen Yanfar), Badan/Balai Pengawas Obat dan Kas dapur (BPOM) atau flat lindu; 4. Bertugas di Departemen Pendidikan Kebangsaan (Depdiknas) sebagai dosen bidang farmasi.

Penyelenggaraan APOTEK DAN RESEP DI APOTEK

Pengelolaan Apotek Definisi Apotek ialah satu tempat tertentu untuk melakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada masyarakat (PP.25/1980). Tugas dan Fungsi Apotek Apotek memilki tugas dan fungsi sebagai : Tempat pengabdian profesi sendiri apoteker yang telah menitahkan sumpah jabatan; Sarana farmasi kerjakan emlaksanakan peracikan, pengubahan tulangtulangan, pencampuran, dan penyerahan pemohon atau bahan obat; 3. Sarana penyaluran perbekalan farmasi privat menyerakkan obat-obatan yang diperlukan masyarakat secara luas dan merata. Pengelolaan Apotek Manajemen apotek adalah segala apa upaya dan kegiatan yang dilakukan oleh sendiri Farmakolog Pengorganisasi Apotek (Segala) dalam buram tugas dan fungsi apotek menutupi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan penilaian. Sesuai dengan PERMENKES RI No. 26/Per.Menkes/Per/I/1981, Pengeloaan apotek meliputi : Meres pelayanan kefarmasian Meres material Bidang administrasi dan finansial Bidang ketenagakerjaan Bidang lain nan berkaitan dengan tugas dan keistimewaan apotek. Pengelolan apotek di latar pelayanan menghampari : Pembuatan,pengolahan, peracikan, pengubahan gambar, pencampuran, penyimpanan, dan pemasukan penawar alias sasaran pemohon. Pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan pembayaran perbekalan kesehatan di latar farmasi lainnya. Perbekalan farmasi yang disalurkan oleh apotek menutupi obat, bahan perunding, obat zakiah Indonesia, bahan obat suci Indonesia, alat kesehatan, kosmetik, dan sebagainya. 3. Warta adapun perbekalan kesegaran di bidang farmasi meliputi : (a) Tata kenyataan akan halnya pelelang dan perbekalan farmasi lainnya yang diberikan kepada mantri dan tenaga kesehatan lain maupun kepada masyarakat. (b) Pengamatan dan pelaporan pemberitaan mengenai khasiat, keamanan, bahaya dan atau dur peminta serta perbekalan farmasi lainnya.

Penyelenggaraan apotek di satah material membentangi : 1. Penyediaan, penyimpanan, dan penyerahan perbekalan farmasi nan bermutu baik dan keabsahannya terjamin. 2. Penyediaan, penyimpanan, pemakaian barang nonperbekalan farmasi misalnya rak-rak peminta, lemari, kenap, kursi tamu apotek, mesin register , dan sebagainya. Pengelolaan di bidang administrasi dan keuangan meliputi pengelolaan serta pencatatan uang dan produk secara tertib, koheren, dan berorientasi bisnis. Tertib dalam arti kesetiaan, menaati peraturan Pemerintahtermasuk undang-undang farmasi. Terkonsolidasi dalam arti aliran turut dan keluarnya tip maupun barang dicatat dalam pembukuan sesuai tata akuntansi maupun manajemen moneter. Menjurus kulak artinya tidak pembebasan berbunga usaha dagang yang mau tak mau kita harus mendapatkan untung internal batas-batas aturan yang berlaku dan supaya apotek bisa berkembang. Pelayanan Apotek Apotek teristiadat melayani resep tabib, dokter gigi, dan tabib satwa. Pelayanan muslihat sepenuhnya tanggung jawab APA (Apoteker Pengelola Apotek) serta sesuai dengan tanggung jawab dan keahlian profesinya yang dilandasi kepentingan umum. Ahli obat tak bisa menukar pelelang generik yang tercantum dalam resep dengan obat paten. Pengeloaan apotek di bidang ketenagakerjaan meliputi pembinaan, pengawasan, pemberian insentif ataupun pemberian sanksi terhadap karyawan apotek agar timbul kegairahan, ketenangan kerja, dan kepastian masa depannya. Pengelolaan apotek di bidang lainnya berkaitan dengan tugas dan fungsi apotek menutupi pengelolaan dan penataan bangunan ruang tunggu, ulas peracikan, ruang penyimpanan, ruang penyerahan obat, ira administrasi dan ruang kerja apoteker, panggung pembasuhan alat, toilet dan sebagainya 4. Pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis privat resep , apoteker wajib berkonsultasi dengan dokter untuk memilihkan obat yang lebih tepat dan terjangkau. Apoteker wajib memberikan siaran yang berkaitan dengan pemakaian peminta secara aman, tepat, logis, atau atas permintaan masyarakat. Sekiranya kerumahtanggaan resep itu tertulis Kunci p.p = pro paupere maksudnya yakni resep untuk khalayak miskin. 5. Apotek dilarang mengairi produk dan ataupun menjual jasa yang tak ada hubungannya dengan fungsi pelayanan kesegaran. 6. Yang berhak melayani pusat ialah apoteker dan asisten apoteker di bawah penapisan apotekernya. 7. Apotek dibuka setiap hari berpangkal pukul 8.00 – 22.00

8. Apotek dapat tutup sreg hari-hari libur jamak atau libur keagamaan setelah mendapat persetujuan dari Pembesar Kantor Daerah ( Kakanwil) Depkes setempat, alias Kepala Dinas Kesehatan ( Kadinkes) setempat, atau atasan lain yang berwenang. Pengadaan dan Penyimpanan Obat Pengadaan dan penyimpanan penawar di apotek harus menunaikan janji predestinasi-ganjaran berikut : 1. Pembeli-peminta dan perbekalan farmasi nan diperoleh apotekharus bersumber dari pabrik farmasi, pendatang ki akbar farmasi ( PBF), apotek lain, alias gawai perputaran lain yang sah. Pengasosiasi tersebut harus menepati daftar obat wajib apotek (DOWA). Surat pesanan pelelang dan perbekalan farmasi lainnya harus ditandatangani oleh APA dengan mencantumkan nama dan nomor SIK ( Surat Maaf Kerja) . Bila berhalangan , Segala bisa diwakili oleh apoteker asisten atau apoteker pengganti. 2. Remedi dan bahan obat harus disimpan privat ajang nan semupakat serta menetapi bilangan penyampulan dan penandaan yang sesuai dengan Farmakope edisi terbaru ataupun yang telah ditetapkan oleh Badan POM. 3. Penelaahan, penyimpanan, serta penyaluran obat dan perbekalan kesehatan di bidang farmasi harus diatur dengan administrasi. Pembunuhan Obat Pembantaian obat dan perbekalan kebugaran di bidang farmasi karena rusak, Dilarang, alias kadaluarsa dilakukan dengan cara dibakar, ditanam atau dengan cara bukan nan ditetapkan oleh Badan POM. Pembantaian tersebut harus dilaporkan oleh Segala apa secara tertera kepada Sub Dinkes /Dinkes setempat dengan menggerutu ; Nama dan alamat apotek, Stempel APA, Perincian obat dan perbekalan kesehatan di satah farmasi yang akan dimusnahkan, Mandu pemusnahan. Penulisan dan Peladenan Sentral di Apotek Resep yaitu tuntutan tertulis dari seorang dokter kepada Segala bikin menyiapkan dan atau mewujudkan , meracik serta menyerahkan obat kepada pasien. Yang berwajib menulis buku adalah sinse, sinse gigi, dan dukun hewan. Kiat harus ditulis dengan jelas dan lengkap seperti terlihat lega gambar 2.1. Jika sendi lain jelas atau tidak lengkap, apoteker harus menanyakannya kepada dokter penulis resep tersebut. Resep nan sempurna memuat hal-keadaan ibarat berikut : jenama, bahan, dan nomor absolusi praktek dokter, medikus gigi, atau dokter hewan;

Tanggal penulisan resep (inscriptio); 3. Stempel R/ pada bagian kiiri setiap penulisan siasat (invocatio); 4. Stempel setiap obat dan komposisinya (praescriptio/ordonatio); 5. Adat pemakaian peminta yang tertulis (signatura); 6. Segel tangan alias paraf dokter penulis resep sesuai dengan peraturan perundangundangan yang bermain (subscriptio); 7. Spesies binatang serta stempel dan incaran pemiliknya untuk resep dokter fauna; 8. Keunggulan seru dan atau tekenan dokter buat sosi yang melebihi dosis maksimalnya.

FARMASETIKA DASAR

Kejadian Sejarah Lahirnya Guna-guna Farmasi dari Zaman Purba Hingga Papyrus Ebers Nasrul Wathoni September 11, 2016 Calon Farmasi Leave a comment 898 Views

GudangIlmuFarmasi – Dalam tulisan berseri ini akan mengulas 40 Peristiwa Memori Lahirnya Ilmu Farmasi mulai sejak Zaman Purba Hingga Masa ini nan diambil berpangkal buku “Great Moments in Pharmacy” oleh George A. Bender. Buat kilat permulaan akan bercerita Peristiwa Memori Lahirnya Hobatan Farmasi berpokok Zaman Purba Hingga Papyrus Ebers. Farmasi pecah bermula bahasa Yunani Pharmacon yang bermakna penawar alias guna-kekuatan yang dapat dipakai untuk intensi baik atau buas. Diartikan guna-guna karena mempunyai memori yang tangga dan akan dikupas tuntas dalam artikel gilanggemilang. Daftar Isi [hide]

1. Zaman Purba

2. Farmasi di zaman babilonia/babylonia kuno

3. Farmasi di zaman Cina historis

4. Masa Papyrus Ebers

Share this:

1. Zaman Purba Pada awalnya profesi farmasi muncul mulai sejak hal sederhana dan kawasan pedalaman. Pada zaman cucu adam purba dimulai dengan belajar secara intuitif berasal pengamatan kontol dan binatang. Serta gejala alamiah lainnya begitu juga air adem, daun, kotoran, atau lumpur nan dijadikan permohonan merarai pertamanya. Dengan uji coba terlambat sosok purba mencoba bikin dirinya seorang. Akhirnya pengetahuannya diterapkan bagi faedah individu enggak. Biarpun metode hamba allah gua ini masih mentah, banyak obat-obatan momen ini muncul mulai sejak perigi yang sederhana dan mendasar layaknya penemuan maka dari itu manusia purba.

2. Farmasi di zaman babilonia/babylonia kuno Babilon/Babylon, pada masa keemasan Mesopotamia kuno cinta disebut tempat lahirnya kultur dimana menyenggangkan catatan awal nan dikenal sebagai praktek seni apotek. Pekerja pengobatan dari era ini (Sekitar 2600 SM) yakni apoteker dan sinse yang tidak terpisahkan dalam suatu kesatuan. Teks medis berupa tablet kuno dari godaan bermula tanah liat nan samudra, digdaya beberapa tulisantulisan tentang remedi dan penyakit. Catatan ini merupakan garitan permulaan terkait gejala ki kesulitan, muslihat dan arah untuk peracikan, serta doa kepada para batara.

Baca : Dipisahnya Farmasi dari Kedokteran serta Farmakope dan Organisasi Apoteker Permulaan di Bumi

Metode Babilonia kuno laksana awal mula berdirinya penerapan farmasi, medis, dan perawatan spiritual nan masih digunakan hingga saat ini.

3. Farmasi di zaman Cina kuno Farmasi Cina kuno, menurut legenda dari dari Shen Nung (selingkung 2000 SM), sendiri kaisar yang berburu dan menginterogasi skor pelelang dari beberapa ratus herbal. Anda dianggap telah menguji banyak herbal pada dirinya sendiri, dan untuk purwa kalinya tercatat privat Pena T-Sao, ataupun herbal asli nan mengerawang 365 jenis pengasosiasi. Masih disembah oleh serikat dagang obat Cina nirmala sebagai dewa penaung mereka, Shen Nung diperkirakan telah memeriksa banyak merecup-tumbuhan, kulit, dan akar dibawa berpokok ladang, paya, dan hutan nan masih diakui di Farmasi hari ini. Pokok kayu obat penemuannya termasuk podophyllum, rhubarb, kolesom, stramonium, jangat kayu manis, dan Ephedra.

4. Masa Papyrus Ebers Plong sekitar abad ke-16 SM ditemukan daluang bersurat panjang 60 kaki dan tumpul pisau satu tungkai. Karena ditemukan di makam-makam raja Mesir oleh orang Jerman yang pandai tentang Mesir yaitu George Eber, maka disebut Papyrus Ebers dan sekarang disimpan di Universitas Liepzig. Pada abad ke-19 coretan ini tiba diterjemahkan dan dari sini diketahui bahwa sejak 1550 SM setakat saat ini bangsa Mesir masih memperalat peminta-obatan dan bentuk cadangan yang selaras. Di dalamnya terletak ± 800 formula ki akal yang mencengap 700 spesies/spesies sasaran peminta yang terdiri dari campuran bahan tumbuh-pokok kayu, sato atau mineral bagaikan contoh: Anisi, jarak, Akasia, Besioksida, Natrium bikarbonat, NaCl, Belerang, anggur, susu, madu dan sebagainya. Peralatannya pun disebut seperti lumpang, penggiling, ayakan, timbangan dan sebagainya. Bentuk sediaannya kembali disebut sama dengan pil, trochisci, pelelang kumur, obat basuh (lotion), salep mata, adukan, obat pompa (enema) dan sebagainya.

Sejarah Kefarmasian Indonesia { September 20, 2008 @ 12:05 am } · { Album Farmasi } Farmasi sebagai profesi di Indonesia selayaknya relatif masih akil balig dan baru dapat berkembang secara berarti setelah masa kemandirian. Plong zaman penjajahan, baik sreg waktu tadbir Hindia Belanda maupun masa pendudukan Jepang, kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya sangat lambat, dan profesi ini belum dikenal secara luas oleh mahajana. Sampai kenyataan kemerdekaan Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia plong rata-rata masih terdiri dari asisten apoteker dengan kuantitas nan lampau invalid. Tenaga apoteker pada hari penjajahan lazimnya bersumber dari Denmark, Austria, Jerman dan Belanda. Namun, semasa perang kemandirian, kefarmasian di Indonesia mencatat rekaman yang sangat berguna, adalah dengan didirikannya Perguruan Hierarki Farmasi di Klaten pada perian 1946 dan di Bandung masa 1947. Lembaga Pendidikan Panjang Farmasi yang didirikan pada masa perang kedaulatan ini mempunyai andil yang besar bagi jalan sejarah kefarmasian pada tahun-masa lebih jauh.Dewasa ini kefamasian di Indonesia mutakadim merecup dan berkembang kerumahtanggaan dimensi nan cukup luas dan mantap. Pabrik farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang memadai luas dan mantap. Industri farmasi di Indonesia dengan dukungan teknologi yang pas modern sudah lalu mampu memproduksi obat dalam kuantitas yang osean dengan jaringan revolusi yang sepan luas. Sebagian samudra, sekitar 90% kebutuhan obat nasional telah dapat dipenuhi oleh industri farmasi dalam daerah Demikian kembali peranan profesi farmasi peladenan kesehatan juga semakin berkembang dan setinggi dengan profesi-profesi kesehatan lainnya Selintas Sejarah Kefarmasian Indonesia 1. Masa Zaman Penjajahan hingga Perang Kemerdekaaan Tonggak sejarah kefarmasian di Indonesia pada umumnya diawali dengan pendidikan asisten farmakolog semasa rezim Hindia Belanda. 2. Periode Pasca- Perang Kemerdekaan Sampai dengan Masa 1958 Pada musim ini jumlah tenaga farmasi, terutama tenaga tangan kanan apoteker mulai makin jumlah yang relatif kian osean. Pada hari 1950 di Jakarta dibuka sekolah pembantu apoteker Negeri (Republik) yang purwa , dengan paser waktu pendidikan selama dua tahun. Tamatan angkatan pertama sekolah kepercayaan apoteker ini terdaftar

sekitar 30 orang, temporer itu jumlah apoteker pula mengalami peningkatan, baik nan berasal terbit pendidikan di luar kewedanan maupun lulusan dari dalam negeri. 3. Periode Masa 1958 hingga dengan 1967 Plong periode ini meskipun untuk memproduksi perunding telah banyak dirintis, internal kenyataannya industri-industri farmasi menghadapi obstruksi dan kesulitan yang cukup terik, antara lain kekurangan devisa dan terjadinya sistem penjatahan bahan baku pelamar sehingga industri yang dapat bertahan hanyalah industri yang memperoleh adegan jatah atau mereka yang mempunyai relasi dengan luar negeri. Pada hari ini, terutama antara hari 1960 – 1965, karena kesulitan devisa dan keadaan ekonomi yang mendung, industri farmasi n domestik negeri saja dapat berproduksi sekitar 30% berpangkal daya produksi produksinya. Oleh karena itu, penyediaan pengasosiasi menjadi dulu terbatas dan sebagian samudra berpangkal dari impor. Sementara itu karena pengawasan belum bisa dilakukan dengan baik banyak terjadi kasus bahan baku maupun obat jadi yang tidak memenuhi persyaratan standar.Sekitar tahun 1960-1965, sejumlah qanun perundang-pelawaan yang penting dan berkaitan dengan kefarmasian nan dikeluarkan oleh pemerintah antara bukan : (1) Undang-undang Nomor 9 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (2) Undang-undang Nomor 10 tahun 1961 tentang barang (3) Undang-undang Nomor 7 tahun 1963 mengenai Tenaga Kesehatan, dan (4) Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1965 adapun Apotek. Pada periode ini juga cak semau hal terdepan yang pas dicatat kerumahtanggaan album kefarmasian di Indonesia, yakni berakhirnya apotek dokter dan apotek darurat. Dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 33148/Kab/176 tanggal 8 Juni 1962, antara lain ditetapkan : (1) Tidak dikeluarkan lagi pemaafan baru bagi perkenalan awal apotek-tabib, dan (2) Semua lepas apotek-dokter dinyatakan lain dolan pun sejak tanggal 1 Januari 1963. Sedangkan berakhirnya apotek darurat ditetapkan dengan Surat Keputusan Nayaka Kesehatan Nomor 770/Ph/63/b sungkap 29 Oktober 1963 yang isinya antara lain : (1) Lain dikeluarkan lagi izin plonco untuk perkenalan awal apotek darurat,

(2) Semua izin apotek darurat Ibukota Daerah tingkat I dinyatakan tidak berlaku lagi sejak sungkap 1 Pebruari 1964, dan (3) Semua izin apotek darirat di ibukota Kota II dan kota-daerah tingkat lainnya dinyatakan enggak berlaku lagi sejak tanggal 1 Mei 1964.Pada tahun 1963, laksana realisasi Undang-undang Taktik Kesehatan telah dibentuk Lembaga Farmasi Nasional (Surat Keputusan Nayaka Kesehatan Nomor 39521/Kab/199 sungkap 11 Juli 1963).

Pendahuluan Aji-aji resep adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip penyediaan obat-obatan menjadi bentuk tertentu sebatas siap digunakan sebagai obat. Penyediaan obat-obatan disini mengandung arti akumulasi, introduksi, pengawetan dan standardisasi berasal bahan pelelang-obatan. Berlandaskan ruang lingkupnya, dunia farmasi n kepunyaan cakupan yang lampau luas, makanya karena itu ilmu sosi tidak dapat berdiri koteng dari simpang hobatan yang lain, seperti fisika, kimia, biologi, dan ilmu obat. Pada waktu seseorang mulai ki angkat ikut ke dalam pendidikan kefarmasian, berarti dia mulai mempersiapkan dirinya untuk melayani mahajana dalam hal : 1.Memenuhi kebutuhan obat-obatan yang aman dan bermutu. 2.Dominasi dan pengawasan peredaran perunding-obatan yang beredar di masyarakat. 3.Meningkatkan peranan n domestik bidang penyelidikan dan pengembangan obat-obatan. Album Kefarmasian Guna-guna resep telah ada semenjak timbulnya penyakit. Dengan adanya manusia di mayapada ini mulai keluih peradapan dan tiba terjadinya pendakyahan penyakit nan dilanjutkan dengan usaha masyarakat untukmelakukan usaha pencegahan terhadap kebobrokan. Makhluk-orang nan berjasa n domestik perkembangan farmasi dan kedokteran : Hipocrates (460 – 370), memperkenalkan dunia farmasi dan medis secara ilmiah. Disebut seumpama Bapak Hobatan Kedokteran. Dioscorides, orang pertama yang menggunakan merecup-tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan, karyanya “De Materia Medika”. Galen (130 – 200 SM) memopulerkan obat-obatan yang berasal dari alam, formula dan sediaan farmasi yang disebut Farmasi Galenik. Philipus Aureulus Theopratus Bombatus van Holhenheim (1493 – 1541 SM) disebut Paracelsus, mempengaruhi pertukaran farmasi , menyiapkan bahan obat singularis dan membudayakan zat kimia bak pemohon internal. Sejalan dengan perkembangan guna-guna publikasi,maka ilmu farmasi sekali lagi mengalami jalan sebatas terpecah menjadi ilmu yang lebih khusus, tetapi saling berkaitan,misalnya farmakologi, farmakognosi, galenika, dan kimia farmasi. Perumpamaan kiat panduan bagi farmasis, setiap negara memiliki taktik farmakope yang memuat persyaratan keaslian, resan kimia dan fisika, pendirian pemeriksaan, serta beberapa qada dan qadar enggak yang berhubungan dengan pemohon-obatan. Farmakope Indonesia milik negara Indonesia United State Pharmakope (USP) milik Amerika British Pharmakope (BP) milik Inggris Nederlands Pharmakope properti Belanda Farmakope Dunia semesta milik WHO Di Indonesia sebelum punya farmakope, yang berlaku adalah Farmakope Belanda Baru sreg periode 1962 pemerintah RI menerbitkan Farmakope Indonesia edisi I.

Peruasan farmasi yang dikeluarkan maka dari itu Departemen Kesehatan : Farmakope Indonesia edisi I jilid I terbit 20 Mei 1962 Farmakope Indonesia edisi I jilid II terbit 20 Mei 1965 Formularium Indonesia (FOI) pecah 20 Mei 1966

Farmakope Indonesia edisi II berpunca 1 April 1972 Ekstra Farmakope Indonesia berbunga 1 April 1974 Formularium Nasional berpokok 12 November 1978 Farmakope Indonesia edisi III mulai sejak 9 Oktober 1979 Farmakope Indonesia edisi IV mulai sejak 5 Desember 1995 Farmakope Farmakope merupakan buku yang memuat persyaratan kemurnian, resan ilmu pisah dan fisika, cara pemeriksaan, serta beberapa takdir lain yang berhubungan dengan penawar-obatan. Judul tersebut bisa disingkat menjadi FI. Jika tidak suka-suka keterangan lain, selama periode berlakunya maka nan dimaksudkan yakni FI IV dan semua suplemennya. Bahan dan Proses Stok biasa dibuat dari bahan-incaran yang menyempurnakan persyaratan internal monografi Famakope untuk masing-masing bahan yang bersangkutan, nan monografinya tersuguh dalam Farmakope. Incaran sah harus dibuat sesuai denganprinsip-prinsip prinsip pembuatan yang baik dan berpokok bahan yang sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, lakukan menjamin agar bahan yang dihasilkan memenuhi semua persayaratan yang termuat lega monografi Farmakope. Apabila mongrafi satu bahan suplai memerlukan target yang jumlahnya dinyatakan seumpama zat yang telah dikeringkan, bahan terseut tidak terlazim dikeringkan terlebih dahulu sebelum diunakan, asalkan adanya air atau bulan-bulanan yang mudah menguap diperkenankan dalam jumlah nan ditetapkan. Bahan Tambahan Incaran normal yang dibedakan dari sediaan konvensional, tidak boleh mengandung korban yang ditambahkan, kecuali secara tersendiri diperkenankan intern monografi. Kecuali dinyatakan lain dalam monografi maupun predestinasi umum, sasaran-bulan-bulanan yang diperlukan sama dengan target dasar, penyalut, pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, dan pembawa dapat ditambahkan ke kerumahtanggaan sediaan sah lakukan meningkatkan penguatan, manfaat atau performa atau bakal memuluskan pembuatan. Bahan tambahan yang dianggap tak sesuai dan dilarang digunakan, kecuali : a.bahan tersebut tidak membahayakan dalam jumlah yang digunakan. b.Tak melebihi jumlah minimum yang diperlukan bagi memberikan efek nan diharapkan. c.Tidak mengurangi kesiapan hayati, bilyet terapi atau keamanan berpokok simpanan biasa d.Tidak menganggu privat pengujian dan penetapan garis hidup. Tangas Uap Sekiranya dinyatakan penggunaan tangas uap, nan dimaksud adalah tangas dengan uap panas mengalir. Dapat juga pemans tidak yang dapat diatur, hingga suhunya sebagaimana uap panas mengalir. Tangas Air Takdirnya dinyatakan pengusahaan tangas air, tanpa menamakan suhu tertentu nan dimaksudkan adalah tangas air yang mendidih lestari. Larutan Pernyataan (1 internal 10 ) mempunyai arti 1 penggalan volume cairan atau 1 episode bobot zat padat diencerkan dengan atau dilarutkan n domestik pengencer atau pelarut secukupnya setakat debit akhir 10 putaran volume. Kelarutan

Kelarutan zat nan tertulis n domestik farmakope dinyatakan dengan istilah sebagai berikut :

Guru Penyimpanan Dingin : suhu tidak makin dari 8oC; lemari pendingin mempunyai temperatur 2C dan 8C, sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu – 20C dan – 10C Sejuk :suhu antara 8C dan 15C Suhu kamar : suhu pada ira kerja. Suhu kamar erkendali adalah suhu yang diatur antara 15C dan 30C Hangat : suhu antara 30C dan 40C Panas berlebih : suhu diatas 40C Uang Persen bobot per bobot (b/b), menyatakan total gram zat dalam 100 gram larutan atau campuran Persen bobot sendirisendiri volume (b/v), menyatakan jumlah gram zat intern 100 ml larutan Persen volume sendirisendiri volume (v/v), menyatakan kuantitas ml zat dalam 100 ml larutan Daluarsa Perian yang menunjukkan batas anak bungsu obat masih memenuhi syarat baku. Daluarsa dinyatakan dalam bulan dan masa, harus ercantum dalam etiket. Obat adalah satu zat yang dimaksudkan lakukan dipakai n domestik diagnosis, mengurangi rasa nyeri, memulihkan ataupun mencegah penyakit plong khalayak atau hewan.

Arikel ini Ceratai tentang Sejarah Farmasi, The History Of Pharmacy, Rekaman Ilmu Farmasi, sejarah dan perkembangan ilmu farmasi. oke sobat IF, ini merupakan babak mulai sejak artikel ilmu farmasi, supaya lebih istimewa jadi saya buat entry khusus sejarah farmasi, sebelumnya saya juga pernah mempost artikel tentang : 1. Aji-aji Farmasi 2. Cabang Ilmu Farmasi 3. Memori Ilmu Farmasi I 4. Sejarah Ilmu Farmasi II 5. Blog Ilmu Farmasi. Bikin kali ini artikel sejarah farmasinya makin kamil berpokok yang sebelumnya, oke, sekalian belaka. 1. Zaman Permulaan Suatu zaman yang lewat sediakala, belasan ataupun puluhan abad sebelum masehi. Umbul-umbul lebih dahulu tercipta bersumber manusia, kalimantang menyediakan bermacam rupa sumber hayati, hewani serta mineral mineral serta zat kimiawi lainnya yang plong jadinya akan dimanfaatkan oleh manusia. lega masa zaman prasejarah (mulanya mula spirit) anak adam dan keburukan adalah 2 hal yg berkait, dulu bakal memulihkan penyaki mereka menggunakan hati kecil n domestik memulihkan penyakit perumpamaan jejas hamba allah membubuhkan patera-daun sehat diatas jejas, alias menutupinya dengan lumpur, mereka berbuat pencarian pelamar secara acak, dan ini yaitu awal mula pngetahuan dan aji-aji farmasi. Lebih jauh penemuan arkeologi adapun tulisan-tulisan mengenai farmasi yang terkenal yaitu rakitan catatan-catatan yang disebut ‘Papyrus Ebers’, papyrus ebers ini yaitu suatu kertas yang berisi karangan nan panjangnya 60 kaki (minus lebih 20 meter) dan lebarnya 1 kaki (sekitar sepertiga meter) ampuh makin berbunga 800 formula atau resep, disamping itu disebutkan lagi 700 obat-obatan nan berbeda antara bukan obat nan semenjak berasal tumbuh tumbuhan begitu juga akasis,biji jarak (castrol), anisi dll serta mineral seperti logam oksida, sodium bikarbonat, sodium klorida dan sulfur. Manuskrip ini ditemukan george ebers, koteng ahli sejarah mesir berkebangsaan jerman. kini arsip ini disimpan di universitas of leipzig, Jerman. 2. Sediakala masehi Rekaman farmasi dan kedokteran sekali lagi dipengaruhi dalang tokoh begitu juga hippocrates (450-370 SM), Dioscorides (abad ke-1 M), dan Galen (120-130 M) Hippocrates (450-370 SM) adalah seorang medikus yunani yang dihargai karna memperkenalkan farmasi dan medis secara ilmiah, dia membuat sistematika intern terapi, serta merumuskan uraian tentang beratus-ratus spesies obat-obatan, ia kembali dinobatkan sebagai bapak berpangkal ilmu medis. Dioscorides (abad ke-1 M), sendiri tabib yunani nan merupakan seorang ahli botani, nan yakni orang permulaan nan menggunakan aji-aji-tumbuh tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan, hasil karyanya berupa De Materia Medika. selanjutnya melebarkan ilmu farmakognosi. peminta obatan nan dibuat dioscoridaes antara enggak napidium, opium, ergot, hyosciamus, dan cinnamon.. Galen (120-130 M), seorang mantri dan ahli farmasi bangsa yunani berkewarganegaraan romawi, yang menciptakan satu sistim penyembuhan, fisiologi, patologi nan merumuskan kaidah yang banyak diikuti selama 1500 tahun, anda ialah pengarang buku terbanyak dizamannya, ia telah meraih penghargaan bagi 500 bukunya akan halnya ilmu medis-farmasi serta 250 buku lainnya adapun falsafal, hukum, maupun penyelenggaraan bahasa. hasil karyanya dibidang farmasi uraian mengenai banyak obat, cara pencampuran dsb, sekarang konvensional disebut farmasi

‘galenik’. 3. Abad kegemilangan Farmasi di peradaban Arab-Islam Setelah abad pertama masehi tertangani, perlahan-lahan kemajuan dibidang amanat tertera farmasi di barat mengalami deteriorasi, dikenal dengan abad kegelapan (Dark Age). Kebangkitan di dunia farmasi selanjutnya diilhami dengan turunnya Al-Qur’an seiiring dengan kemenangan bangsa arab yang merupakan muslihat kultur dunia termaju saat itu, dimana ilmuan ilmuan islam berpatokan pada Al-Qur’an dan Metode pengobatan nabawi (Nabi), disamping penelitian dan pengembangan lainnya. Mulai Abad ke-9 terus berkembang setakat abad ke-13 melalui berbagai karya asli dan interpretasi, bumi arab telah menjembatani ilmu yang menghubungkan yunani dengan dunia farmasi modern saat sekarang ini. Puncak sumbangan manjapada Arab-islam kerumahtanggaan kronologi farmasi dapat dikatakan ketika adanya suatu panduan praktek kefarmasian sreg hari 1260 yang disusun oleh sendiri ahli kefarmasian berpengalaman berbunga mesir (Abu’l-Muna Al-Kohen al-Attar), dalam panduan praktek kefarmasian tersebut attar menuliskan asam garam hidupnya serta ilmu internal seni apotek atau seni intern meracik obat, yang sebagiab besar juga mengklarifikasi etika farmasis andai profesi kesehatan. Ilmuan Farmasi nan terkenal sreg zaman ini antara lain :Yuhanna polong Masawayah (777-875), Abu Hasan Ali Bin Sahl Rabban Altabari (808), Sabur kacang Sahl, Zayd Hunayn bin Ishaq al ibadi (809-873), dan tidak lainnya. Pembahasan adapun abad kegemilangan farmasi didunia Arab akan dibahas pada artikel selanjutnya. 4. Menjelang Abad medio dan Abad ke 20 Seiring meningkatnya jenis pembeli-obatan, rumitnya ilmu mengenai obat dan penanganan serta penggunaannya, yang dulunya pegangan ini masih dipelajari dan diselesaikan intern kedokteran. Puas periode 1240 raja jerman frederick II secara resmi memisahkan mantra farmasi dari medis, sehingga sekarang dikenal hobatan farmasi dan ilmu kedokteran. Pelopor selanjutnya yang berpengaruh adalah Philippus Aureolus Theopharastus Bombastus von hoheaheim, panjang dan ribet namanya hahaha, anda juga dikenal dengan nama paracelcus (1493-1542 M) koteng dokter dan ahli kimia, yang merubah paradigma ilmu farmasi yang awal berlandaskan hobatan tumbuhan menjadi profesi yang berkaitan sanding dengan hobatan kimia, paracelcus sekali lagi berbuntut menyiapkan obat kimiawi yang dipakai bak obat privat untuk melawan ki aib tertentu. Menjelang abad ke-20 Riset farmasi sediakala berangkat banyak dilakukan : Karl Wilhelm (1742-1786) koteng ahli farmasi swiss berhasil menemukan zat kimia seperti asam laktat, asam sitrat, bersut oksalat, bersut tartrat dan asam arsenat. Scheele juga berhasil mengidentifikasi gliserin, menemukan pendirian yunior membuat calomel, dan cemberut benzoat serta menemukan oksigen. Friedrick seturner ialah ahli farmasi jerman (1783-1841) berakibat mengisolasi morpin dari opium, pada tahun 1805, seturner juga mengutarakan suatu seri kerahasiaan mulai sejak pokok kayu lainnya juga. Joseph Caventou (1795-1877) dan joseph pelletier (1788-1842) menggabungkan keahlian mereka dalam mengisolasi kina dan sinkonin mulai sejak sinkona. Joseph pelletier (1788-1842) dan pirre robiquet (1780-1840) mengisolasi kafein dan robiquet sendiri merukunkan kodeina pecah opium. secara metode suatu persatu zat kimia diisolasi dari tumbuhan, serta diidentifikasi perumpamaan zat yang bertanggung jawab terhadap aktifitas kedokteran tanamannnya. dieropa abad ke18 dan 19 M mereka berdua adv amat dihargai karna kemampuannya. mereka juga menerapkan kemampuan mantra farmasi sreg pembuatan produkproduk penawar yang n kepunyaan standar kemurnian, keseragaman, dan khasiat nan tinggi

daripada yang sebelumnya dikenal. ekstraksi dan isolasi ini yakni kemajuan yang lewat raksasa dibidang suplai nan dipekatkan, sehingga saat itu banyak tukang farmasi nan membuat cadangan obat dari tanaman meski dalam skala yang boncel. Pada awal abad ke-19 obat diamerika galibnya diimpor mulai sejak eropa, sungguhpun banyak pelamar asli amerika yang mulai sejak dari suku indian yang diambil oleh petualang. Seiring terjadi pertambahan kebutuhan mahajana, unjuk 3 perusahaan farmasi mula-mula diketahui telah berdiri sebelum hari 1826 dan 22 firma muncul sepiak abad kemudian. pada musim 1821 sekolah farmasi pertama didirikan di philadelphia.

NB: Pembagian Masa rekaman Farmasi ini merupakan pemikiran admin koteng, untuk memudahkan dalam memilah perkembangannya berbunga waktu ke masa, pembagian periode ini koteng bisa jadi di literatur tidak akan ditemui secara langsung. Mata air Farmasetika Pengantar Etika Farmasi Internal Islam

Pasokan

: Pangkal farmasi

Apakah sahabat mengetahui bagaimana awal mulanya kefarmasian di Indonesia? Hal ini berpacu sreg jaman purbakala. Farmasi ini berasal dari kata Pharma. Farmasi adalah istilah yang dipakai plong tahun 1400-1600an. Dalam bahasa inggris Farmasi adalah pharmacy, sedangkan kerumahtanggaan bahasa yunani adalah pharmacon, yang artinya obat. Farmasi merupakan salah satu bidang ilmu professional kesehatan yang merupakan kombinasi bermula aji-aji kesehatan, ilmu fisika, dan aji-aji kimia. Yang mempunyai tanggung jawab cak bagi memastikan efektivitas, keamanan, dan penggunaan obat. Menurut kamus, farmasi merupakan seni dan ilmu rajang dan menyerahkan maupun membagikan pelelang. Sedangkan farmasis merupakan seseorang yang meracik dan menyerahkan atau membagikan pelamar. Menurut kamus lainnya farmasi adalah seni maupun praktek penyediaan, pengawetan, peracikan dan penyerahan pemohon ( Webster’s New Collegiate Dictionary. SpringField, MA, G. & C. Merriam Co, 1987 ). Menurut Smith dan Knapp, seorang farmasis adalah seseoarang yang telah lulus berpangkal perguruan tingkatan farmasi. Cak bagi berbuat praktek farmasi, seorang lulusan harus memperoleh izin/lisensi berbunga suatu dewan maupun badan negara bagian. Agar meski asian ampunan/lisensi, lulusan suatu pergurun strata farmasi di seluruh negara babak atau daerah disyaratkan untuk menyelesaikan persyaratan pengalaman praktek dan untuk meruap ujian yang diselenggarakan oleh tubuh farmasi negara. Berbagai konsep dasar dan teori dalam ilmu fisiologi, patologi, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia analisis, kimia sintesis, kimia medisinal, farmasetika/formulasi remedi dapat ditemukan pada tiap jaman dalam sejarah perkembangan kefarmasian. Mitologi, konsep dan praktek pengobatan, praktisi/profesi penyembuhan, rangka pasokan peminta serta mangsa remedi di bineka jaman atau di satu tamadun tertentu

ternyata

tidak

cuma

mendasari

dan

mempengaruhi

perkembangan ilmu kefarmasian dan ilmu kedokteran saat ini, namun mendasari dan mempengaruhi perkembangan ilmu pengobatan tradisional di suatu tungkai nasion tertentu, bahkan beberapa konsep bawah masih dipakai dalam sistem pengobatan tersebut. Ruang lingkup farmasi sangatlah luas tercatat penelitian, pembuatan, peracikan, pengemasan simpanan pemohon, pengujian, serta peladenan wara-wara obat. Farmasi laksana profesi di Indonesia sebenarnya relatif masih muda dan baru dapat berkembang secara berarti pasca- tahun kemerdekaan. Pada zaman penjajahan, baik pada masa tadbir Hindia Belanda ataupun tahun pendudukan Jepang, kefarmasian di Indonesia pertumbuhannya lalu lambat, dan profesi ini belum dikenal

secara

luas

oleh

masyarakat.

Sebatas

proklamasi

kemerdekaan Republik Indonesia, para tenaga farmasi Indonesia pada galibnya masih terdiri dari asisten ahli obat dengan total yang terlampau sedikit. Awal

mulanya

muncul

kefarmasian,

berbagai

aspek

dan

perkembangan ilmu kefarmasian didasarkan urutan album farmasi yang seharusnya dimulai dari zaman pra memori, zaman BabyloniaAssyria, zaman Mesir kuno, zaman Yunani bersejarah dan zaman abad medio. Saja kali ini hanya membahas bagaimana sejarahnya farmasi yang berkembang di Indonesia. Mula – mula berbunga periode zaman kolonialisme sebatas perang kemerdekaan, kemudian pasca- perang kemerdekaan sampai perian 1958 serta pada periode masa 1958 – 1967. Waktu Zaman Penjajahan hingga Perang Kemerdekaaan Tonggak sejarah kefarmasian di Indonesia sreg lazimnya diawali dengan pendidikan asisten apoteker semasa rezim Hindia Belanda.

Periode Setelah Perang Kemerdekaan Sampai dengan Tahun 1958 Pada periode ini jumlah tenaga farmasi, terutama tenaga pendamping apoteker mulai bertambah jumlah nan relatif kian besar. Pada tahun 1950 di Jakarta dibuka sekolah pengapit apoteker Negeri (Republik) nan mula-mula , dengan paser tahun pendidikan selama dua tahun. Lepasan angkatan pertama sekolah asisten ahli obat ini termasuk sekitar 30 sosok, sementara itu besaran farmakolog juga mengalami peningkatan, baik yang berasal dari pendidikan di luar negeri maupun lulusan dari dalam negeri. Periode Tahun 1958 sampai dengan 1967 Pada periode ini biarpun kerjakan memproduksi obat telah banyak dirintis, dalam kenyataannya pabrik-industri farmasi menghadapi kendala dan kesulitan nan pas berat, antara lain kekurangan devisa dan terjadinya sistem pembagian bahan normal remedi sehingga industri yang dapat bersikeras hanyalah pabrik nan memperoleh bagian jatah atau mereka yang punya relasi dengan luar negeri. Pada hari ini, terutama antara tahun 1960 – 1965, karena kesulitan devisa dan keadaan ekonomi nan suram, pabrik farmasi intern area

sekadar

dapat

berproduksi

sekitar

30%

berpangkal

produktivitas

produksinya. Maka itu karena itu, penyediaan obat menjadi dulu terbatas dan sebagian besar berbunga dari impor. Sementara itu karena pengawasan belum bisa dilakukan dengan baik banyak terjadi kasus target normal atau pelelang kaprikornus yang tidak menetapi persyaratan standar.Sekitar tahun 1960-1965, beberapa statuta perundangundangan yang terdepan dan berkaitan dengan kefarmasian yang dikeluarkan maka itu pemerintah antara lain : 

Undang-undang Nomor 9 tahun 1960 tentang Pokok – siasat Kesehatan

Undang-undang Nomor 10 masa 1961 tentang Barang

Undang-undang Nomor 7 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan

Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1965 tentang Apotek. Pada hari ini sekali lagi ada keadaan penting yang layak dicatat dalam sejarah kefarmasian di Indonesia, merupakan berakhirnya apotek dokter dan apotek provisional.

Dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 33148/Kab/176 copot 8 Juni 1962, antara lain ditetapkan : 

Tidak dikeluarkan lagi absolusi baru cak bagi pembukaan apotek-dokter, dan

Semua izin apotek-dokter dinyatakan enggak berlaku pun sejak terlepas 1 Januari 1963.

Sedangkan berakhirnya apotek darurat ditetapkan dengan Pertinggal Keputusan Nayaka Kesegaran Nomor 770/Ph/63/b tanggal 29 Oktober 1963 yang isinya antara enggak :  

Enggak dikeluarkan lagi izin mentah lakukan pembukaan apotek darurat, Semua maaf apotek darurat Ibukota Ii kabupaten I dinyatakan tidak berlaku lagi sejak terlepas 1 Februari 1964, dan

Semua izin apotek darirat di ibukota Ii kabupaten II dan kota-kota lainnya dinyatakan tidak dolan lagi sejak sungkap 1 Mei 1964.Pada perian 1963, sebagai realisasi Undang-undang Resep Kesehatan telah dibentuk Buram Farmasi Kebangsaan.

(Dokumen Keputusan Nayaka Kesehatan Nomor 39521/Kab/199 sungkap 11 Juli 1963).

Source: https://pdfcoffee.com/farmasetika-dasar-definisi-farmasi-pdf-free.html

Posted by: and-make.com