apa yang dimaksud nasyid

Liputan6.com, Jakarta
Halwa telinga merupakan istilah yang tenar bikin menjuluki penyanyi dengan pembawaan lagu religi. Dengan urut-urutan dunia musik yang semakin berbudaya, kini banyak vocalis yang menjadi nasyid.

Secara umum, nasyid adalah riuk satu seni Islam intern bidang seni suara. Biasanya merupakan buaian yang bercorak Islam dan mengandungi kata-kata nasihat, kisahan para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya.

Kerumahtanggaan islam, hukum kasidah masih menjadi perbincangan para ulama. Ada sebagian ulama nan mengharamkan musik dengan beraneka macam bagan apapun tertera nasyid. Meski sedemikian itu, masih banyak yang melantunkan lagu nasyid.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai pengertian nasyid beserta sejarah dan hukumnya dalam Selam yang sudah dirangkum dari heterogen perigi, Jumat (3/3/2023).

Pengertian Nasyid

Secara harfiah, nasyid artinya “senandung”, “buaian” atau “lagu” akar perkenalan awal nasyid adalah “Nasyd”, yang artinya hymne (nyanyian pujian maupun puji-puji). Dengan demikian sumber akar makna halwa telinga yakni senandung penghormatan atau penghargaan, n domestik hal ini penghargaan kepada Sang pencipta SWT, Rasulullah SAW dan para sahabatnya, serta keluhuran Syariat Islam. Dengan definisi tersebut menandakan bahwa kasidah merupakan salah satu kebudayaan irama keagamaan (Islam), ialah musik-musik yang bersifat keislaman yang tema lagunya disesuaikan dengan keagungan, kekhidmatan, keharuan dan lain sebagainya.

Secara terlambat, nasyid adalah salah satu seni Islam dalam meres seni suara minor. Biasanya merupakan lantunan nan bercorak Islam dan mengandungi kata-perkenalan awal nasihat, kisah para nabi, memuji Yang mahakuasa SWT, dan yang sejenisnya. Ciri tersendiri semenjak nasyid terletak pada senandung nada, irama, dan lirik yang terletak di dalamnya.

Lirik yang ditulis dan dinyanyikan dalam lagu kasidah adalag lirik-lirik nan bercorak Islami. Kata-pengenalan yang terdapat di nasyid biasanya mengandung nasihat, memuji Yang mahakuasa, kisah para nabi, motivasi Islam, kata-kata loklok, dan tak sebagainya. Biasanya nasyid dinyanyikan oleh beberapa orang secara acapela atau bisa juga dengan diiringi perlengkapan musik sebagai halnya gendang.

Irama halwa telinga atau irama islami memang bukanlah hal baru untuk kalangan masyarakat orang islam Indonesia, sama dengan Tari Saman, Pantun-Pantun Islam, Shalawatan, Genjringan tertulis musik tradisional nan berkembang di provinsi Sumatera dan Jawa nan yakni bukti bahwa musik Islam sudah lalu memasuki Indonesia sejak agama Selam mucul ke Indonesia yakni sekitar abad 8-13 M.

Aliran halwa telinga plong umumnya yaitu lagu-lagu yang berbahasa Arab, dan terus berkembang dengan munculnya para munsyid gemuk nan mewujudkan kasidah memiliki warna musik yang berbagai. Sampai saat tulisan ini dibuat, tema lagu yang terkandung privat nasyid di Indonesia bukan hanya berisi tentang jihad, sekadar banyak pun yang bertema walimahan, bosor makan kepada makhluk, dan keagamaan.

Album Nasyid

Kronologi halwa telinga berawal dari bahasa Arab yang punya makna senandung. Kemudian nasyid punya pengecilan makna pecah senandung secara umum, menjadi senandung yang bernafaskan Selam.

Istilah kasidah sudah dikenal sejak zaman Utusan tuhan Muhammad, pada saat itu yang dibawakan masih puisi thola’al badru ‘alaina yang berarti mutakadim muncul rembulan di perdua kami. Sajak tersebut kemudian banyak dipopulerkan oleh tim qosidah dan majelis ta’lim, merupakan syair yang dinyanyikan kabilah muslimin saat menyambut eksistensi Rasulullah SAW ketika mula-mula kali eksodus ke Madinah.

Dengan urut-urutan zaman dan seiringnya situasi maupun kondisi, nasyid kemudian mulai menyebar di Timur Tengah dengan isi yang lebih mengarah ke dakwah,  pesan jihad ataupun perlawanan terhadap imperialisme Israel lebih banyak dipengaruhi oleh situasi politik nan ada ketika itu.

Sementara itu, kasidah baru ikut ke Indonesia sekeliling era tahun 80 an. Sreg saat masuk ke Indonesia tersebut, kasidah yunior dipelopori makanya organisator-koordinator kajian Islam yang mulai bertunas di kampus-kampus Indonesia. Dalam pembawaannya, kasidah awalnya dinyanyikan dengan syair-syair murni dengan menggunakan bahasa Arab. Dengan luasnya kronologi musik di Indonesia, nasyid juga ikut mengalami perkembangan dengan menunggangi bahasa Indonesia dan dengan tema nan luas (enggak saja tema syahid dan jihad). Biasanya nasyid dinyanyikan kerumahtanggaan pernikahan, maupun perayaan waktu ki akbar umat Islam.

Hukum Nasyid

Melansir pecah pusat berjudul
Hukum Musik dan Kasidah Islam
(2021) karya Hafidz Muftisany, menjelaskan bahwa hukum nasyid dan nada Islam selayaknya masih menjadi perdebatan di kalangan para ulama. Cak semau sebagian ulama yang mengharamkan musik dengan bentuk apapun. Biar semacam itu, ada pun yang berpendapat bahwa nasyid dan irama Islam diperbolehkan atau mubah.

Hukum nasyid sendiri dijelaskan maka dari itu Abu Bakar Ash Shiddiq ra, yang berkata:

“Berbunga ‘Aisyah mengomong: Abuk Bakar masuk menangkap tangan aku saat itu di sisiku ada dua individu budah jiran kaum Anshor yang madya bersenandung, yang mengingatkan kepada peristiwa pembantaian kaum Ashar pada perang Bu ‘ats.” ‘Aisyah meneruskan kisahnya, “Kedua sahaya tersebut tidaklah seperti itu pandai kerumahtanggaan bersenandung. Maka Debu Bakar pun mengomong, “Bangsi-bangsi setan (kalian pendengarkan) di kediaman Rasulullah SAW!” Hal itu terjadi puas Waktu Raya ‘Ied. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: “Wahai Abu Bakar, selayaknya setiap kaum punya hari raya dan sekarang ini perian raya kita,”
(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad).

Hadis tersebut menjadi dalil bagi pihak yang mengharamkan lagu, juga menjadi dalil bagi pihak enggak nan membolehkan. Adanya pengecualian mengenai pengharaman nada dan lagu kerjakan pihak nan berpendapat demikian, menyimbolkan bahwa lagu atau irama tidaklah haram secara dzat atau substansinya yang menjadikan berubah hukumnnya karena adanya kaifiyah atau cara dalam melakukannya. Dengan banyaknya perbedaan tesmak pandang, maka sepatutnya ada persoalan musih ini masuk provinsi khilafiyah.


* Fakta alias Hoaks? Bikin mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik perkenalan awal daya yang diinginkan.

Source: https://www.liputan6.com/hot/read/5222805/mengenal-nasyid-dalam-agama-islam-lengkap-dengan-sejarah-dan-hukumnya