Apa Saja Esensi Potensi Setelah Mempelajari Ilmu Sosia Buadaya Dasar



Konsentrat DAN KONSEP Dasar Mantra-ILMU SOSIAL, BUDAYA, DAN KEALAMAN


Disusun cak bagi Memenuhi Tugas Mata Kuliah


PLSBT







Dosen Penanggung jawab: Rusdial Marta, M.Pd.







Oleh kerumunan 1:


Dina Hafizhah


Yolanda Aprila Koto


Elma Aini Syafitri


Septiyan Ningsih


Nurfadila


Yusmita Bibit



Programa STUDI PENDIDIKAN Master SEKOLAH DASAR



FAKULTAS Hobatan PENDIDIKAN



UNIVERSITAS PAHLAWAN Pangeran TAMBUSAI




BANGKINANG



Ki I



PENDAHULUAN



A. Latar Pinggul


        Plong hakikatnya manusia hidup tidak dapat memenuhi kebutuhannya seorang, manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada jadinya manusia hidup secara berkelompok-keramaian. Insan dalam berkawan atau berkelompok akan menciptakan menjadikan suatu organisasi yang berusaha mengatur dan mengarahkan tercapainya tujuan arwah yang besar. Dimulai dari lingkungan terkecil hingga puas mileu terbesar. Plong mulanya turunan hidup dalam kelompok keluarga. Lebih jauh mereka menciptakan menjadikan gerombolan lebih osean lagi seperti suku, publik dan bangsa. Kemudian manusia arwah bernegara. Mereka membentuk negara sebagai persekutuan hidupnya.


        Dalam membuat kelompok tersebut, secara tidak serampak turunan telah berlatih tentang ilmu baik ilmu sosial, budaya maupun kealaman. Kronologi masyarakat saat ini nan semakin mania, menuntut sosok bagi kian ekonomis dalam menata kehidupan. Bagi awam yang tidak memahami ilmu maka akan tertinggal jauh bersumber masyarakat enggak yang banyak berlatih mengenai ilmu. Karena dapat kelihatan pada zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, ilmu pengumuman berkembang layaknya begitu juga seri yang terus menyambar. Berasal belahan dunia yang satu telah menciptakan temuan hijau, belahan dunia nan lain juga menciptakan formula-formula hijau nan dapat memudahkan pekerjaan basyar di muka bumi ini.


        Ilmu pengetahuan yang semakin berbudaya tersebut akan bisa merubah kondisi bumi ini berasal mulai semakin baik sampai-sampai ada juga dampak destruktif yang membuat bumi ini semakin buruk. Keadaan itu tentu belaka kekuasaan polah makhluk yang keseleo privat mewujudkan penemuan-kreasi baru, karena nan difikirkan dalam membuat kreasi plonco tersebut hanya lakukan kepentingan pribadi tanpa memikirkan dampak yang akan dirasakan ketika penemuan itu sudah digunakan. Sebaiknya sebagai manusia yang sudah diberikan pengapit oleh Tuhan SWT menjadi khalifah dibumi nan luhur ini, turunan tak cuma merenungkan kesejahteraannya sendiri tetapi juga menimang bagaimana kondisi makhluk hidup yang tak sekiranya manusia menggunakan teknologi nan menguntungkan kerjakan kondisi dunia untuk waktu yang akan datang.


        Didalam makalah ini akan diterangkan mengenai esensi dan konsep asal aji-aji-mantra sosial, budaya dan kealaman. Penyaji harapkan materi yang ada didalam kertas kerja ini akan memberikan pengetahuan yang luas kepada para pembaca sehingga makalah ini dapat berarti untuk semuanya.



B. Rumusan Komplikasi




      1. Segala itu aji-aji?



      2. Bagaimana persyaratan ilmu?



      3. Bagaimana esensi dan konsep pangkal ilmu-hobatan sosial?



      4. Bagaimana esensi dan konsep dasar aji-aji-ilmu budaya?



      5. Bagaimana esensi dan konsep dasar ilmu-aji-aji kealaman?




C. Maksud





      1. Lakukan mengetahui apa itu guna-guna.



      2. Untuk mengetahui bagaimana persyaratan hobatan.



      3. Cak bagi memaklumi akan halnya esensi dan konsep bawah ilmu-aji-aji sosial.



      4. Bagi mengetahui mengenai esensi dan konsep asal hobatan-ilmu budaya.



      5. Bakal mengarifi tentang ekstrak dan konsep pangkal ilmu-ilmu kealaman.



Portal II



PEMBAHASAN



A. Signifikansi Ilmu


        Prolog aji-aji kerumahtanggaan bahasa Arab yaitu “ilm” yang berarti mencerna, memaklumi, ataupun mengetahui. Secara tertinggal ilmu merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan kognisi orang dari bermacam rupa segi pengetahuan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar memperoleh rumusan-rumusan yang tentu. Mantra memberikan kepastian dengan membatasi jangkauan pandangannya. Maksud berusul kalimat diatas yaitu setiap ilmu membatasi diri lega salah satu bidang kajian tertentu. Ilmu lebih mengkhususkan diri plong kejelasan konsep yang dikajinya secara khusus, lebih sempit dan mendalam. Situasi ini bakal melampiaskan para pencari mantra dalam menekankan diri dalam bidang yang dikaji.


        Ilmu enggak sekedar pengetahuan namun aji-aji yakni sekumpulan pemberitahuan berdasarkan teori-teori nan disepakati dan bisa secara sistematik diuji kebenarannya menggunakan metode-metode tertentu sesuai dengan bidang yang dikaji. Ilmu meupakan hasil olah fikir cucu adam secara khusyuk sehingga menghasilkan satu konsep ilmu yang boleh bermanfaat bagi kehidupan manusia.


        Selain ilmu, pun terletak kata yang selalu berkaitan dengan ilmu adalah makrifat. Pengetahuan adalah segala sesuatu atau kejadian yang diketahui melalui tangkapan pancaindera, rasio, firasat, intiusi, dan pemberitahuan sikap. Oleh karena itu, enggak semua siaran adalah ilmu, tetapi semua hobatan ialah amanat.



B. Persyaratan Mantra





        Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut suatu ilmu. Persyaratan tersebut diantaranya:


1. Objektif


    Sesuatu dapat disebut ilmu seandainya sesuatu tersebut dicari dan diteliti secara mendalam sehingga menghasilkan suatu keputusan yang kebenarannya bersifat bebas dan boleh diterima oleh semua makhluk serta alamat yang ditelitinya berupa. Selain itu kebenarannya dapat diuji secara ilmiah. Makara lain tetapi kesimpulan yang diambil secara subjektif oleh pemeriksa atau subjek penunjang penajaman saja.


2. Metodis


    Metodis berasal berusul bahasa Yunani ialah metodos nan berharga pendirian maupun perkembangan. Intern menentukan suatu ilmu, harus punya cara nan bonafide dalam prospek-kebolehjadian adanya penyimpangan dalam ilmu yang sudah lalu teruji kebenarannya tersebut. Secara umum metodis ialah metode ilmiah cak bagi menguji kesahihan satu ilmu.


3. Bersistem


    Suatu mantra harus berkarakter berstruktur. Keadaan ini dimaksudkan agar objek dari suatu ilmu tersebut boleh burai secara teratur dan logis sehingga membentuk satu sistem yang berfaedah secara utuh, universal, terpadu, serta produktif menjelaskan perpautan sebab akibat yang menyangkut objek ilmu itu sendiri.


4. Universal


    Jelas kerumahtanggaan menemukan suatu hobatan tertentu harus memiliki sifat universal. Peristiwa ini kerjakan menentukan ilmu tersebut dapat dipergunakan secara luas atau tak. Begitu juga hobatan matematika dan mantra fisika nan memiliki rumus-rumus nan valid sehingga dibelahan dunia manapun, ilmu tersebut dapat digunakan dan dapat dituruti secara luas.


        Selain syarat ilmu diatas, berlandaskan penglihatan filsafat ilmu didalam buku Panduan Pidato Pendidikan Mileu Sosial, Budaya, dan teknologi, menurut Astim Riyanto (Ridwan dan Elly, 2007: 9), mengemukakan bahwa:


Sesuatu dikatakan aji-aji bila menunaikan janji syarat secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.


        Berikut penjelasan dari syarat-syarat tersebut.


1. Setiap mantra memenuhi syarat secara ontologis, apabila ilmu tersebut memiliki objek studi yang jelas. Objek yang dijadikan alamat studi mudahmudahan dapat diidentifikasi, dapat diberi batasan-batasan, dan dapat diuraikan sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi itu kiranya tidak identik dengan objek pengkhususan bermula ilmu lain, bukan pinjaman dari ilmu lain. Ia haruslah mandiri, tidak mengelepai pada ilmu lain.


2. Sebuah hobatan menunaikan janji syarat secara epistimologi, apabila guna-guna tersebut mempunyai pendekatan dan metodologinya seorang mengenai bagaimana atau dengan cara apa ilmu itu disusun, dibina, dan dikembangkan. Sudah sepantasnya bahwa pendekatan dan metode yang digunakan cocok dengan sifat-sifat hakiki dari target studinya sendiri.


3. Sebuah ilmu menepati syarat secara aksiologi, apabila ilmu tersebut dapat menunjukan nilai-poin teoritis, syariat-hukum, generalisasi, tendensi umum, konsep-konsep dan penali yang mantiki, sistematis, dan tukar berkaitan. Didalam teori alias konsep itu tidak terdapat kekacauan pikiran, atau pertentangan kontradiktif diantara suatu dengan nan lainnya.



C. Esensi dan Konsep Bawah Guna-guna-Ilmu Sosial


        Lega dasarnya ilmu sosial adalah mantra yang mempelajari tindakan-tindakan makhluk yang berlangsung dalam proses kehidupannya serta menjelaskan mengapa manusia berkelakuan sebagai halnya itu. Ilmu sosial dasar yakni pengetahuan nan menelaah kebobrokan-kebobrokan sosial khususnya masalah-masalah yang diwujudkan oleh masyarakat (fakta, konsep, teori) yang berasal berpunca berbagai latar ilmu pengetahuan kepiawaian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial. Bagaimana seseorang berbenda bersosialisasi dengan baik antar sesama manusia sesuai dengan hobatan-ilmu dasar sosial tersebut.


        Ilmu ini mencakup intern segala apa keadaan yang menyangkut perilaku manusia di dalam kehidupannya, oleh karena itu hobatan ini dibagi-bagi sekali lagi dalam bilang sub ilmu yaitu: Antropologi, Ekonomi, Geografi, Ilmu politik, Album, dan Sosiologi. Perilaku manusia ketika bersosialisasi dilihat dari bagaimana seseorang tersebut berkomunikasi dengan baik, karena ilmu-ilmu sosial tersebut haruslah menggunakan etika-etika yang berlaku. Ilmu sosial ini yaitu suatu usaha dalam menerimakan kabar publik dan pengetahuan dasar akan halnya konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial, sehingga sensitivitas terhadap sosialnya menjadi lebih besar.


        Struktur guna-guna amanat termasuk ilmu sosial dapat tersusun dalamtiga jenjang dari nan paling sempit ke yang paling luas yaitu fakta, konsep dan generalisasi. Secara garis besar fakta adalah kejadian yang betul-betul terjadi di masyarakat. Nan dimaksud konsep merupakan sesuatu yang tersimpan internal suatu pemikiran, ide atau gagasan. Sedangkan rampatan yaitu pernyataan akan halnya hubungan diantara konsep.


        Esensi berpunca ilmu-ilmu sosial mempelajari tindakan-tindakan bani adam yang berlangsung n domestik proses hidup dalam upaya menjelaskan mengapa manusia berperilaku sebagai halnya segala apa yang mereka lakukan. Ilmu dasar sosial ini banyak sekali cakupannya.


        Di dalam rumpun guna-guna sosial terdapat pula obyek-obyeknya. Obyek-obyek tersebut diantaranya bak berikut:


1. Sosiologi


    Merupakan ilmu sosial yang mempelajari tetang hubungan antar manusia dalam konteks sosialnya. Jadi objek absah berbunga sosiologi yaitu interaksi alias hubungan antar manusia yang hidup dalam kelompok-kelompok tertentu. Di dalam guna-guna sosial ini mengkaji bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan sesamanya, bagaimana seseorang bertingkah laku, bergaya dan menjumut keputusan yang baik. Berinteraksi dengan sesama haruslah berpegang tegar pada suatu etika, tatakrama, aturan serta norma-norma yang berlaku dimana seseorang tersebut berpunya. Bani adam tersebut harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan secara baik sesuai dengan aturan yang suka-suka. Karena apabila seseorang tersebut telah mampu bersosialisasi dengan baik maka akan diterima dengan baik pula oleh awam.


2. Antropologi


    Yakni mantra sosial yang mempelajari aspek kebudayaan nan ada didalam masyarakat. Incaran formal berpokok antropologi merupakan tamadun yang berkembang di masyarakat. Karena seperti yang kita lihat banyak sekali neko-neko kebudayaan.


3. Ekonomi


    Adalah ilmu sosial yang mempelajari tentang aspek kebutuhan individu bagi menetapi keperluan jasmani manusia. Bahan halal semenjak ilmu bisnis merupakan kebutuhan material manusia dalam konteks sosialnya. Obyek ekonomi ini juga sekufu pentingnya dengan obyek yang lainnya merupakan lakukan memenuhi kebutuhan jasmani sosok, karena apabila kebutuhan ekonomi ini lain terpenuhi maka akan menyebabkan distorsi perilaku, seperti banyaknya pengemis maupun pengamen jalanan karena kebutuhannya yang tidak terkabul.


4. Hukum


    Ialah guna-guna sosial yang mencamkan perilaku anak adam menurut garis hidup alias adat   yang berlaku didalam suatu gerombolan publik. Objek formal berpunca ilmu syariat ini merupakan perilaku manusia n domestik mematuhi tata tertib nan berlaku didalam masyarakat. Kejadian ini lalu erat kaitannya dengan keamanan dan kesamarataan didalam masyarakat. Hukum ini bermanfaat bakal mewujudkan suatu keseimbangan yang sesuai dengan resan-kebiasaan nan main-main. Dengan adanya syariat ini akan terpandang mana yang berbuat salah dan mana yang bukan bersalah, sekadar karena kurangnya ingatan sewaktu-waktu hukum ini minus menghadirkan suatu keadilan.


5. Komunikasi


    Ialah ilmu sosial tentang aspek pernyataan orang dalam konteks sosialnya. Bahan formal dari ilmu komunikasi ini adalah penyampaian wanti-wanti antara encoding (pemberi pesan) dan decoding (penerima pesan). Dalam penyampaian pesan ini harus jelas dan tepat moga penerima pesan mengerti terhadap pesan yang disampaikan.


6. Politik


    Merupakan ilmu sosial yang bergelut privat aspek dominasi khususnya dalam komplikasi kenegaraan dan pemerintahan. Korban formal berbunga ilmu politik ini yaitu kekuasaan dalam suatu tadbir.



D. Konsentrat dan Konsep Dasar Ilmu-Mantra Budaya


        Budaya merupakan hasil cipta, karya dan karsa orang. Seperti yang sudah lalu dijelaskan diatas bahwa dari filsafat telah lahir tiga cabang ilmu, salah satunya adalah ilmu-mantra budaya (humanistik).


        Secara tertinggal guna-guna budaya dasar merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan wara-wara sumber akar dan pengertian umum adapun konsep-konsep nan dikembangkan bagi mengkaji masalah-masalah manusia dan peradaban. Istilah guna-guna budaya asal dikembangkan pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”.


        Adapun istilah humanities itu sendiri dari terbit bahasa latin humnus nan artinya sosok, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diharapkan seseorang akan boleh menjadi lebih kemanusiaan, bertambah berbudaya dan lebih kecil-kecil. Dengan demikian boleh dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai orang sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Seharusnya orang menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain misal manusia itu sendiri.


        Manifesto budaya (the humanities) dibatasi bak pemberitahuan yang mencakup keahlian (ketaatan) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bikin juga ke dalam berbagai latar keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik dan lain sebaigainya. Sedangkan ilmu budaya asal (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan amanat dasar dan pengertian umum akan halnya konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-ki kesulitan manusia dan kebudayaan.


        Dengan perkataan lain, ilmu budaya asal memperalat pengertian-pengertian yang berpunca dari plural bidang warta budaya lakukan melebarkan wawasan pemikiran serta kepekaan internal mengkaji masalah individu dan kultur.Ilmu budaya dasar berlainan dengan pengetahuan budaya. Aji-aji budaya pangkal privat bahasa Inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah the humanities. Makrifat budaya mengkaji kebobrokan nilai-kredit cucu adam sebagai mahluk bertamadun (homo humanus). Sementara itu mantra budaya radiks tidak aji-aji tentang budaya, melainkan akan halnya pengumuman radiks dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan buat mengkaji penyakit-masalah manusia dan budaya.


        Terdapat beberapa target sahih pecah ilmu-ilmu yang bakir dalam pangsa lingkup ilmu-ilmu budaya (humaniora) adalah umpama berikut:


1. Filsafat sebagai hobatan: merupakan jalan angan-angan nan kontemplatif (perenungan), radikal (mendalam mencecah akar-akarnya), sistematis dan universal.


2. Bahasa: korban formalnya kelompok makhluk yang menggunakan bahasa dalam konteks lingkungan sosial budaya.


3. Psikologi: objek formalnya tentang jiwa anak adam, baik variasi-diversifikasi gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.



E. Esensi dan Konsep Dasar Mantra-Ilmu Kealaman


        Alam adalah sebuah benda yang sudah lalu diciptakan maka dari itu Yang Maha Kuasa nan terdiri dari semua insan nan ada didalamnya baik itu benda arwah atau benda mati nan menjadi sebuah keekaan kehidupan yang tidak dapat dipisahkan. Kalimantang tidak boleh ngeri koteng karena alam adalah ciptaan Yang Maha Kuasa, oleh karena itu kelangsungan usia alam itu tergantung pada spirit yang ada di dalamnya.


        Di duaja terdapat bineka unsur-unsur kehidupan dimulai dari unsur yang terkecil hingga kepada unsur nan osean. Orang termasuk dalam molekul yang terkecil separas seperti halnya fauna, dan tumbuhan, serta anak adam lainnya yang cak semau di standard segenap ini.


Pada dasarnya, aji-aji kealaman ini mempelajari tentang bermacam ragam gejala-gejala alami yang cak semau di sekitar manusia. Dengan berkembangnya zaman, aji-aji inipun berkembang menjadi sejumlah putaran yang mengkaji tentang gejala kalimantang dari sudut pandang yang berbeda. Bagian dari Guna-guna ini antara lain yaitu Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi dan Ilmu hitung.


        Ilmu kealaman ialah sebagai radas lakukan mengetahui bagaimana segala sesuatu tercipta sehingga menjadi sebuah sistem yang bernama usia dan semua nan terjadi di duaja segenap. Pokok-sendi keilmuan ini adalah ceratai mengenai pengukuran, materi dan perubahannya, mekanika, temperatur dan kalor, gelombang elektronik, bunyi, optika, setrum dan magnet, bumi dan standard semesta, tumbuhan dan mileu, satwa dan lingkungan, tubuh dan gizi dan sebagainya, yang kesannya akan memasrahkan pemahaman kepada anak adam sebagai turunan yang diberikan akal oleh Halikuljabbar.


        Bahwa sosok hanyalah bagian sangat mungil dari segala sesuatu yang ada di umbul-umbul semesta ini. Oleh karena manusia memiliki kemuliaan tersebut, turunan dituntut lakukan dapat menjaga kelangsungan spirit diplanet dunia dan liwa semesta. Berikut transendental berasal berbagai aji-aji-ilmu kealaman:


1. Ilmu Biologi: mempelajari mengenai substansi biologis nan terletak dalam tubuh anak adam.


2. Fisika: mempelajari tentang segala apa energi nan terjadi di umbul-umbul.


3. Kimia: mempelajari unsur-unsur yang berkepribadian mikro yang terletak di alam beserta reaksi yang ditimbulkan berpangkal unsur-unsur tersebut sehingga menjadi sebuah otoritas besar terhadap kehidupan makhluk di umbul-umbul sepenuh.


4. Astronomi: mempelajari seluruh benda di langit.


5. Matematika: mempelajari perhitungan nan dapat membantu manusia kerumahtanggaan memprediksi kehidupannya.


        Adapun beberapa target konvensional berasal ilmu-aji-aji yang ki berjebah privat cak cakupan ilmu-ilmu kealaman sebagai berikut.


1. Ilmu falak incaran formalnya yaitu perkembangan benda-benda yang berada diluar angkasa.


2. Arkeologi bahan formalnya merupakan benda-benda zaman kuno pada zaman dulu.


Ilmu hitung bukanlah adalah ilmu namun mandu berpikir deduktif sebagai sarana dalam kegiatan berbagai kepatuhan ilmu. Objek telaahannya sangat banyak diantaranya yaitu kadar, geometri, pengukuran, aritmatika dan lain-lain.


3. Fisika merupakan guna-guna teoritis yang dibangun atas sistem penalaran deduktif yang bonafide serta testimoni induktif yang mengesankan. Mangsa normal ilmu fisika diantaranya zat, gerak,ruang dan waktu privat konsep kealaman.


4. Biologi merupakan mantra yang mempelajari organisme atau insan vitalitas. Dan mangsa formal dari ilmu biologi ini adalah organisme itu koteng pecah mulai orang, satwa maupun tumbuhan. Hamba allah, dabat beserta tumbuhan sama makhluk spirit yang harus dicintai. Bergaya baik terhadap sesama manusia, peduli terhadap hewan-hewan dan tumbuhan.



BAB III



Intiha



A. Konklusi


        Aji-aji adalah seluruh usaha sadar untuk menanyai, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia mulai sejak berbagai segi keterangan internal alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan nan pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian mantra-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Cak semau beberapa syarat moga sesuatu dapat dikatakan bak ilmu, diantaranya yakni memiliki objek tertentu, memiliki metode tertentu, memiliki kegunaan, tersusun secara berstruktur, uraiannya logis, dan berkarakter universal.


        Pati pecah konsep dasar hobatan-mantra sosial yaitu guna-guna nan mempelajari mengenai kehidupan mahajana. Ilmu-ilmu sosial tersebut diantaranya adalah ilmu masyarakat, antropologi, ekonomi, hukum, komunikasi dan kebijakan. Bibit semenjak konsep dasar ilmu-guna-guna budaya ialah hasil pola pikir manusia yang berbenda dan dijadiakan sebuah kebiasaan intern kerubungan masyarakat tertentu. Ilmu yang berada intern lingkup ilmu budaya diantaranya filsafat, bahasa, dan psikologi. Sedangkan esensi terbit ilmu-ilmu kealaman yaitu pengetahuan berupa gejala-gejala nan terjadi pada sosok nyawa dan lingkungannya. Aji-aji yang berada n domestik skop ini diantaranya astronomi, arkeologi, fisika dan ilmu hayat.


B. Saran


        Kita sebagai cucu adam semoga enggak tetapi dapat mencoket keuntungan dari sumber sendi pan-ji-panji yang ada semata-mata, belaka juga harus dapat menjaga dan melestarikannya dengan baik, serta dapat melestarikan budaya-budaya bangsa nan telah berkembang pesat di negara Indonesia. Selain itu, sebagai generasi penerus bangsa nan kebal semoga kita sebagai mahasiswa dapat merubah manjapada menjadi semakin baik kedepannya dengan menciptakan perdamaian dunia, melestarikan budaya bangsa dan menjaga lingkungan sekitar.



DAFTAR Teks



Rujukan dari Internet:




Permana, Yoga. (2014).Esensi dan Konsep Dasar Hobatan-Ilmu Sosial, Budaya, dan Kealaman.   [Online]. Tersedia :



    https://yogapermanawijaya.wordpress.com/2014/05/15/ekstrak-dan-konsep-radiks-aji-aji-ilmu-sosial-budaya-dan-kealaman/[diakses 17 September 2018].



Mphit. (2011). Bibit dan Konsep Bawah Ilmu-Ilmu Sosial, Budaya, dan Kealaman. [Online]. Tersuguh :



http://mpith-v3-mpith.blogspot.com/2011/04/esensi-dan-konsep-sumber akar-mantra-ilmu.html[diakses 17 September 2018].



Ayu. (2014). Aji-aji Sosial dan Budaya. [Online]. Terhidang :



https://www.slideshare.bantau/ayucivinae/makalah-mantra-sosial-dan-budaya-dasar[diakses 17 September 2018].




















































































































Source: https://dinahaf.blogspot.com/2018/10/makalah-plsbt-tentang-esensi-dan-konsep.html

Posted by: and-make.com