Analisis Peranan Penting Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar

Bikin mengolah data menjadi sebuah pembahasan, maka penelitian menganalisis data dengan teknik analisis deskriptif ialah berusaha memberikan gambaran bermula data yang diperoleh dengan menggunakan rumus persentase sesuai dengan tabulasi sebelumnya.

Rumus yang digunakan n domestik menganalisis data merupakan perumpamaan berikut:

Proklamasi:

F: Frekuensi yang sedang dicari persentase Falak: Kuantitas kekerapan/banyaknya responden P: Angka persentase


P=


X 100%

Hasil dari prediksi tersebut, kemudian peneliti tabulasikan kerumahtanggaan susuk tabel frekuensi dan interpensi terhadap hasil grafik untuk menjawab persoalan nan telah dirumuskan sebelumnya.

BAB IV

HASIL Studi

A. Kondisi Obyektif Dan Lokasi Penajaman


Pada pembahasan ini penyalin akan menjelaskan akan halnya hasil

pengkhususan, namun sebelum plus jauh membahas adapun hasil penelitian ini, terlebih silam pemeriksa memberikan gambaran tentang obyektif lokasi
penyelidikan andai berikut:

Dalam hal ini penulis akan membentangkan mengenai paparan umum SMP Negeri 3 Kelara Kabupaten Jeneponto yang rinci ibarat berikut:

1. Memori Berdirinya SMP Negeri 3 Kelara Kab. jeneponto

SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto yaitu kerangka pendidikan sahih yang berlabuh di bawah Dapertemen Pendidikan Nasional, dengan demikian boleh di pahami bahwa latar bokong berdirinya sekolah tersebut

adalah usaha pemerintah. Kesanggupan sekolah ini dapat menunjang kelangsungan pembangunan di meres pendidikan. Dalam peristiwa mencerdaskan semangat nasion, sekolah memadai bekerja sama n domestik membina generasi mulai dewasa.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto didirikan pada tahun 2007 dan di resmikan pada hari 2007 yang terwalak di Desa Sapaloe sejak berdirinya sekolah ini sejak tahun 2007 sampai sekarang.

sekolah ini belum sangkutan menengok majikan (kepala sekolah). Lokasi SMP Kewedanan 3 Kelara menunjang terlaksananya proses belajar mengajar nan baik karena udaranya nan sejuk dan jauh berasal keramaian, sehingga aktivitas siswa dapat berjalan dengan baik.

a. visi

Menjuarai privat kinerja berkarakter nan berlandaskan Guna-guna Iman dan Takwa.

b. misi

1. Mewujudkan pendidikan nan menghasilkan lulusan cerdas, terampil, beriman, modern, berkarakter, dan memiliki keunggulan yang kompetitif.

2. Menciptakan menjadikan kelengkapan kopi kurikulum yang menyempurnakan barometer pendidikan.

3. Membentuk kelengkapan perangkat pendukung kurikulum.

38

4. Melaksanakan peningkatan kompetensi guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang adaktif dan proaktif.

5. Mendorong guru sebaiknya meningkatan profesionalme minimal sesuai nan diharapkan.

6. Membuat sistem penyelenggaraan sekolah yang beralaskan MPMBS

7. Mewujudkan sistem lingkungan pembelajaran nan kondusif intern membantu pelaksanaan kurikulum

8. Mewujudkan mileu sekolah nan bersih, indah, rindang.

9. Mewujudkan sistem penilaian komprehensif baik dan benar.

2. Sarana dan Prasarana Sekolah

Sarana dan prasarana adalah salah satu faktor penunjang berdampak tidaknya proses belajar mengajar. Kendaraan dan prasarana yang memadai akan sangat menunjang proses berlangsungnya belajar mengajar.

SMP Negeri 3 Kelara andai salah satu sekolah lanjutan tingkat bawah, memiliki kemudahan nan dapat di kategorikan cukup sepan dan membantu berlangsungnya proses pembelajaran yang kondusif.

Adapun akan halnya wahana prasarana berdasrkan data yang cak semau di kantor SMP Wilayah 3 Kelara boleh carik uraikan internal tabel berikut:

Tabel 3

Situasi Sarana dan Prasarana SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto

No Fasilitas Maklumat

Jumlah Baik Rurak

1 Kolom kepala sekolah Baik – 1 2 Rubrik wakil kepala

sekolah Baik – 1

11 Ruangan didikan dan

konseling (BK) Baik – 1

Sumber data: Jawatan SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto
a. Hal Hawa dan Peserta Tuntun

1). Keadaan Temperatur

Keadaan guru di SMP Distrik 3 Kelara sangat baik di lihat dari panggung tinggalnya karena sebagian besar gurunya makhluk lugu daerah

tersebut. Walaupun terserah beberapa temperatur nan asalnya dari luar daerah tapi semuanya berdomisili dan memintal menetap di kecematan Kelara.

Tabel 4

Daftar Keadaan Guru/ Pegawai PNS dan Non PNS
Ketua Sekolah

Kuantitas

Laki-laki 1 1

PNS

GT

PT

Kuantitas

Adam 5

Perempuan 5

Jumlah 10 10

NON-PNS

GTT

PTT

Total

Laki-laki 5 6 11

Cewek 7 5 13

Besaran 12 11 23

Berdasarkan data yang cak semau di kantor SMP Negeri 3 Kelara jumlah temperatur dan staf SMP Area 3 Kelara adalah berikut:

Tabel 5

Nama Hawa Staf di SMP Area 3 Kelara Kab. Jeneponto Tahun Pelajaran 2013/2014

ANTANG

P 196909032007012032 III. C Hawa

Mapel.

8
Drs.H.LAHABO

L 196202261989031000 Master BK 9
HJ. HAPSARI

P Tenga

Adm.

10
HJ. ST. NURAENI,

S.Pd

P 196701151992022002 Guru

Mapel.

11
INDAWATI, S.Pd

P 197810032010012013 Guru Mapel.

12

IRFAN AM

SJACHRUN

PABETA, S.Pd

L 198108062006041005 Guru Mapel.

13
IRZAL WAHYUDI,

L 198409162009021005 Guru

S.Pd

Mapel.

S.Pd.I

L 19850627201001022 Guru

Mapel.

P 197106012007012028 Tenaga Adm.

Mapel.

32
SUSANNAWATI,

S.Pd

P 196706141988032011 Guru

Mapel.

33

USMAN


L Tenaga

Adm.

Grafik 6: Guru tidak konstan

No Label L/P Jabatan

1.

BAIQ

KASMADIHARNI, S.Pd

L Guru Mapel

2.
DARMAWATI, S.Pd.I

P Guru Mapel 3.
KAHARUDDIN, S.Pd

L Guru Kelas 4.
KAIMUDDIN, S.Pd.I

L Suhu Mapel 5.
KASNIATI, S.Pd.I

P Guru Mapel

6.
NASRUN, S.Pd.I

L

7.
NURLAELI, S.Pd.I

P Master Mapel 8.
NURMI HARIANI, S.Pd

P Guru Mapel 9.
RISNAWATI, S.Pd

P Guru Mapel

10.
SIJAYA, S.Pd

L Master Mapel

11.
SRI NIRMAYANTI,

S.Pd

P Guru Mapel

12.
SUHARNI,SP, S.Pd

P Suhu Mapel

13.
SUMARNI, S.Pd.I

P Master Mapel 2). Kejadian peserta bimbing

Peserta didik yang merupakan komponen siswa jaga nan kehadirannya ingin memperoleh makrifat dan kemampuan teknologi serta kelincahan cak bagi pengembangan darah mereka sangat menghendaki pendidikan yang memadai.

Adapun total peserta didik SMP Distrik 3 Kelara Kab. Jeneponto musim 2013/2014 yaitu bagaikan berikut:

Diagram 7

Jumlah pesuluh bimbing SMP Area 3 Kelara Kab. Jeneponto Jumlah pesuluh didik Rombel Pria Nona Jumlah

Inferior VII

VII.1 3 18 21

VII.2 5 18 23

VII.3 16 6 22

Inferior VIII

VIII.1 10 10 20

VIII.2 16 6 22

VIII.3 16 7 23

Kelas bawah IX

IX.1 0 15 15

IX.2 8 13 21

IX.3 7 10 17

JUMLAH 81 103 184

Perigi Data: TU SMP Area 3 Kelara Kab. Jeneponto

b. Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto

Adapun struktur organisasi di SMP Negeri 3 Kelara Kab.

Jeneponto adalah sebagai berikut:


STRUKTUR ORGANISASI SMP Provinsi 3 KELARA KAB. JENEPONTO

KEPALA SEKOLAH

Drs.H. Lahabo

KOMITE SEKOLAH

KAUR TU

WAKASEK BID.

SARANA

WAKASEK

BID. HUMAS

WAKASEK BID.

KURIKULUM

WAKASEK BID.

KESISWAAN

BPBKS

WALI-WALI

Papan bawah

GURU-GURU

c. Komite Sekolah

Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional melangkahi upayah pertambahan mutu pemerataan, tepat guna penyelanggaraan pendidikan, tercapainya acara kerja pendidikan di SMP, teristiadat adanya dukungan dan peran serta masyarakat yang lebih optimal bagaikan mana nan dimaksudkan internal keputusan menteri pendidikan nasional nomor 044/U/2003 tentang dewan pendidikan dan komite sekolah.

Beralaskan hasil wawancara dengan pengurus komite, dapat disimpulakan bahwa komite sekolah perumpamaan mitra kerja kepala sekolah kerumahtanggaan berekspansi kualitas sekolah dengan menggunakan konsep manajemen berbasis sekolah dan mahajana yang demokratis, transparan dan akuntabel.

Komite sekolah terdiri atas ayah bunda murid, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dunia usaha/industri dan organisasi profesi tenaga pendidikan/master, masa kepengurusan komite sekolah ditetapkan n domestik AD/ART, kemudian n domestik menjalankan tugasnya perlu adanya
job description atau penempatan posisi nan tersusun dalam struktur

kepengurusan untuk kian memperjelas tugas dan tanggungjawab pengurus dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya

PESERTA Didik

dan juga mudahmudahan tak terjadi tupang tindih pelaksanaan tugas. Adapun struktur pengurus komite sekolah SMP Kawasan 3 Kelara Kab.

Jeneponto misal berikut:

Struktur Pengurus Komite Sekolah SMP Distrik 3 Kelara

Kabupaten Jeneponto

HJ. ST. Nuraeni Spd

SEKRETARIS

Bahari

Mangkubumi

H. Muh. Rasung

Majikan

Menggiurkan HUMAS

Risnawati S.Pd

Asrianti

Pemberian

SEKSI PERLENGKAP

Abd. Rahman S.Pd

Nurmiati

Sahar

Semok PEMBANGUNAN

Baso

Suprianto

B. Peranan Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Wahana dan

Prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Kabupaten

Jeneponto

Komite sekolah ibarat mitra sekolah sangatlah dibutuhkan dalam lembaga mencapai tujuan pendidikan kebangsaan melalui upayah pemerataan, efesiensi, pengelolaan pendidikan. Olehnya itu n domestik hal ini dukungan dan peran serta publik nan lebih optimal sangatlah dibutuhkan, seperti yang dimaksudkan dalam keputusan menteri pendidikan Republik Indonesia
No. 044/U/2003 tentang Dewan Pendidikan dan komite sekolah.

Berlandaskan data yang diperoleh melalui soal jawab dengan pengurus komite di SMP Negeri 3 Kelara, maka komite sekolah tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan manjemen pendidikan di tingkat sekolah.

Beberapa aspek pengelolaan nan secara langsung dapat diserahkan sebagai urusan nan menjadi kewenagan tingkat sekolah dalah seumpama berikut:

Pertama, menetapkan visi, misi, strategi, tujuan, lagu/mars dan tata tertib sekolah. Urusan ini sangatpenting misal modal dasar nan dimiliki sekolah. Setiap sekolah dapat menyusun dan menetapkan sendiri visi, misi, srtategi, maksud, lagu/ mars dan tata tertib sekolah. Ini merupakan bukti kemerdekaan awal yang ditunjukkan oleh sekolah. Jika masa lalu sekolah dipandang sebagai bagan birokrasi yang pelahap menunggu perintah dan nubuat dari atas, dalam era otonomi daerah ini sekolah telah memiliki

kesadaran kerjakan menetapkan jalan hidupnya sendiri. Dengan demikian, sekolah harus merajut kerja sama yang baik dengan orang tua dan masyarakat sebagai mitra kerjanya. Justru internal menyususn program kerjannya seumpama penjabaran makin lanjur berusul visi, misi, strategindan tujuan sekolah tersebut, orang tua dan masyarakat yang tergabung dalam komite sekolah, serta seluruh warga sekolah dilibatkan secara aktif kerumahtanggaan mengekspresikan program kerja sekolah dan Rancangan Taksiran Pendapatan dan Belanja sekolah (RAPBS).

Kedua, memiliki wewenang intern pendedahan siswa yunior sesuai dengan ruang papan bawah yang tersaji, fasilitas yang ada, total guru,dan tenaga administrasi nan dimiliki.`

Ketiga, mematok kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler nan akan diadakan dan dilaksanakan oleh sekolah. Intern situasi ini, dengan dengan menimang-nimang kepentingan provinsi dan masa depan lulusannya.

Sekolah mempunyai kewenangan untuk melaksanakan kurikulum nasional dengan kemungkinan membusut atau mengurangi pikulan kurikulum dengan meminang pertimbangan kepada Komite sekolah.

Keempat, pengadaan ki alat dan prasarana pendidikan, termasuk kiat tuntunan, dengan mempertimbangkan standar dan ketentuan yang ada. Seleksi dan pengadaan ki alat dan prasarana di sekolah adapat dilaksanakan oleh sekolah dengan tetapa mengacu pada standar dan

pedoman yang ditetapkan pemerintah rahasia maupun propinsi dan
Kabupaten/kota.

Kelima, proses pengajaran dan penelaahan. Ini yaitu kewenangan profesionalisme kalis yang dimiliki oleh lembaga pendidikan sekolah. Kepala sekolah dan temperatur secara bersama-sama merancang proses indoktrinasi dan pembelajaran yang memungkinkan pesuluh didik dapat sparing dengan aman dan nyaman. Proses penataran yang aktif, kreatif dan menentramkan direkomendasikan sebagai ideal pembelajaran nan
akan dilaksanakan makanya sekolah.

Keenam, urusan edukatif lain yang sejalan dengan konsep manajemen peningkatan dur berbasis sekolah (MPMBS) merupakan urusan nan sejak awal harus menjadi tanggung jawab dan wewenang setiap runcitruncit
pendidikan.

Disamping urusan dan kewenangan dari pihak sekolah tersebut, Komite Sekolah memiliki peran yang sangat terdepan didalam ekspansi sekolah, terutama internal hal Peningkatan Sarana dan Infrastruktur Pendidikan Agama Islam, terkhusus di SMP 3 Kelara Kab.

Jeneponto, kemudian berdasar lega hasil wawancara dengan ketua Komite Sekolah
bahwa:

“Pembentukan komite sekolah menganut mandu Transparasi, akuntabilitas, dan demokratis” (interviu H. Muh. Rasung, 01
April 2014 di Balangpasui ).

Pembentukan komite sekolah di SMP Kawasan 3 Kelara Kab. Jeneponto diarahkan plong beberapa hal sesuai dengan keputusan menteri pendidikan No. 004/U/ 2002, antara lain: sebagai tubuh pertimbangan, awak partisan, badan pengontrol, serta mediator. Bagi makin jelas adapun peran komite sekolah di SMP Provinsi 3 Kelara Kab. Jeneponto, peneliti akan akan menjelaskan pada beberapa sub bahasab berikut:

1. Komite Umpama Jasmani Pertimbangan

Komite sekolah sebagai tubuh yang memasrahkan pertimbangan atau nasehat di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto memiliki peran yang per-sisten n domestik hal pengutipan keputusan, antara lain privat keadaan perencanaan sekolah, pelaksanaan program dan penyelenggaraan sumber daya pendidikan (Temu duga Pengurus Komite Sekolah 01 april 2014 di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto ).

Berikut ini gambaran internal bentuk tabulasi angket akan halnya peranan komite sekolah sebagai badan pertimbangan di SMP Daerah 3 Kelara Kab.

Jeneponto .

Tabel 8

Keterlibatan komite sekolah dalam perencanaan pendidikan di SMP Daerah 3 Kelara Kab. Jeneponto

No. Kategori Jawaban Kekerapan Persentase

1. Belalah 8 73%

2. Kadang-kadang 3 27%

3. Tidak perikatan – –

Jumlah 11 100%

Perigi data: Diagram Jajak pendapat No. 1

Berdasarkan diagram angket diatas, dabir dapat mengetahui bahwa 11 reponden/ pengurus komite SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto atau, 73% mengatakan sering dan 3 ataupun 27% responden nan menyatakan kadang-kadang dan tidak suka-suka nan mengatakan lain pernah 11 responden.

Sehingga pencatat menyingkat bahwa komite sekolah majuh terlibatan intern perencanaan pendidikan di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto.

Tabel 9

Keterlibatan pengurus komite sekolah dalam penyusunan RAPBS dan mensosialisasikan kepada semua molekul yang terkait

No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sering 6 55%

2. Kadang kala 3 27%

3. Enggak kawin 2 18%

Jumlah 11 100%

Perigi data: Grafik Pol No. 2

Berdasarkan diagram angket diatas, mulai sejak 11 responden/ pengurus komite sekolah, carik dapat memahami 6 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 55% mengatakan camar dan 3 ataupun 27% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 2 maupun

18% bukan pernah. Sehingga penulis menyimpilakan bahwa komite sekolah pelalah terlibatan kerumahtanggaan penyusunan RAPBS di SMP Distrik 3 Kelara Kab.

Jeneponto dan mensosialisasikan kepada semua unsur yang tercalit.

Hasil wawancara dengan Pengarah Komite sekolah dikatakan bahwa:

“… Kami laksana pengurus komite sekolah, perumpamaan badan pertimbangan maka peran kami ialah mengenali beragam aspirasi umum (makhluk tua petatar) tentang pendidikan yang sesuai dengan kondisi negeri, menjadi jembatan dalam membolongi takrif umum untuk dijadikan pertimbangan dalam melaksanakan perencanaan dengan mengidentifikasi sumber daya, menetapkan RAPBS” ( wawancara Penasihat Komite 01 april 2014 di Balangpasui ).

Hal ki seirama dijelaskan oleh pengurus lainnya n domestik temu ramah bahwa

“keputusan yang telah dihasilkan dalam program kerja tersebut,. Tentu membutuhkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, agar menjadi pandang bening dan dapat menjadi umpan balik bagi pengambil ketatanegaraan dibidang pendidikan”.

Tabel 10

Hadiah pertimbangan oleh pengurus komite kepada pihak sekolah tentang media dan prasarana nan dibutuhkan di sekolah

No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Kerap 8 73%

2. Kadang-kadang 3 27%

3. Lain perkariban – –

Kuantitas 11 100%

Mata air data: Diagram Angket No. 3

Berdasarkan tabulasi survei diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 8 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 73% mengatakan sering dan 3 atau 27% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan tak terserah nan menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah sering memberikan pertimbangan kepada pihak sekolah tentang alat angkut dan infrastruktur nan dibutuhkan di sekolah.

Tabel 11

Hadiah pertimbangan pengurus komite kepada sekolah untuk meningkatkan proses pengajian pengkajian dan pengajaran yang menyenagkan

No. Katergori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Besar perut 8 73%

2. Kadang-kadang 2 18%

3. Bukan pernah 1 9%

Jumlah 11 100%

Mata air data: Tabulasi Angket No. 4

Berdasarkan tabulasi angket diatas, berpunca 11 responden/ pengurus komite sekolah, notulis boleh mengetahui 8 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto maupun 73% mengatakan sering

dan 2 maupun 18% responden yang mneyatakan sewaktu-waktu dan 1 atau 9%

tidak pernah. Sehingga penulis menyadur bahwa komite sekolah sering mengasihkan pertimbangan kepada kepala sekolah untuk meningkatkan proses penerimaan dan indoktrinasi yang menyenangkan.

Bersumber hasil wawancara dengan sekretaris komite sekolah SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto dikatakan bahwa:

“ Dengan berlakunya kemandirian pendidikan yang meneliti beratkan pada sekolah maka komite sekolah harus melalui menyarankan mudahmudahan menciptakan proses pembelajaran yang kondusif bikin sarana pendidikan”. ( Wawancara Hj. ST. Nuraeni S.Pd 03 April 2014 di Sapaloe )

Tabulasi 12

Rahmat pertimbangan pengurus komite kepada pihak sekolah privat penyusunan visi, misi, pamrih, ketatanegaraan, acara dan kegiatan pendidikan di

sekolah

No Kategori Jawaban Kekerapan Persentase

1. Sering 6 55%

2. Kadang-kadang 4 36%

3. Tak pernah 1 9%

Jumlah 11 100%

Sendang data: Diagram Angket No. 5

Berdasarkan tabel survei diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, pencatat dapat memafhumi 6 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 55% mengatakan sering dan 4 ataupun 36% responden nan mneyatakan sekali-kali dan 1 ataupun 9%

bukan pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah sering menyerahkan pertimbangan kepada kepala sekolah dalam penyusunan visi, misi, intensi, kebijakan, acara dan kegiatan pendidikan di sekolah.

2. Komite Sebagai Badan Pendukung

Salah satu peran komite sekolah dalah sebagai badan pendukung di SMP Distrik 3 Kelara Kab. Jeneponto, yaitu memantau pengelolaan sumber
daya, pengelolaan anggaran, pengelolaan sarana dan prasarana.

Peristiwa ini dilakukan mudahmudahan dapat diketahui keadaan-hal yang perlu berbintang terang perhatian serius, sehingga dapat diatasi sedini mungkin dan proses membiasakan mengajar terus bepergian (interviu Ketua Komite 01 Apri 2014 di Balang
Pasui ).

Berikut ini gambaran internal bentuk tabulasi pol tentang peranan komite sekolah sebagai badan pendukung di SMP Kawasan 3 Kelara Kab.

jeneponto.

Tabulasi 13

Pemberian dukungan komite sekolah dalam rang perincian atau sarana dan prasarana

No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Kerap 6 55%

2. Kadang-kadang 5 45%

3. Tidak pernah – –

Jumlah 11 100%

perigi data: Tabulasi Jajak pendapat No. 6

Berdasarkan tabel angket diatas, bersumber 11 responden/ pengurus komite sekolah, juru tulis bisa mengetahui 6 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 55% mengatakan majuh dan 5 atau 45% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan tidak suka-suka yang menyatakan tidak jalinan. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah kadang-kadang memberikan dukungan dalam rencana runding maupun sarana dan infrastruktur di SMP Negeri 3 Kelara Kab.

jeneponto.

Tabel 14

Pemantauan pengurus komite pada setiap pembangunan di sekolah No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sering 9 82%

2. Sewaktu-waktu 1 9%

3. Tidak pernah 1 9%

Total 11 100%

Sumur Data: Diagram Pol No. 7

Bersendikan diagram survei diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis bisa mengetahui 9 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 82% mengatakan sering dan 1 ataupun 9% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 1 atau 9%

yang menyatakan bukan pernah. Sehingga carik menyimpulkan bahwa

komite sekolah camar memantau setiap pembangunan di SMP Negeri 3 Kelara Kab. jeneponto.

3. Komite Sebagai Bodi Supervisor

Peran komite sekolah sebagai badan pengontrol, perlu dilihat sepanjang mana pengontrolan yang dilakukan komite sekolah berjalan secara optomal terhadap pelaksanaan pendidikan.

Peran control komite sekolah di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto dilakukan kerumahtanggaan bentuk koordinasi dengan pihak sekolah dan bani adam berida siswa.

Berikut ini paparan kerumahtanggaan bentuk grafik angket tentang peranan komite sekolah sebagai jasad pertimbangan di SMP Negeri 3 Kelara Kab.

Jeneponto.

Diagram 15

Pengontrol terhadap pengutipan kebijakan di sekolah

No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sayang 4 36%

2. Sewaktu-waktu 6 55%

3. Bukan perikatan 1 9%

Total 11 100%

Sumur Data: Tabel Angket No. 8

Berlandaskan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/

pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 4 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto alias 36%

mengatakan rajin dan 6 atau 55% responden nan mneyatakan adakalanya dan 1 atau 9% yang menyatakan tidak pernah. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah terkadang mengontrol pengambilan kebijakan di sekolah.

Tabel 16

Pemantauan terhadap hasil tentamen penghabisan siswa di SMP Negeri 3 Kelara No. Kategori Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sering 1 9%

2. Kadang-kadang 7 64%

3. Tidak perkariban 3 27%

Kuantitas 11 100%

Sumber Data: Tabel Pol No. 9

Berdasarkan tabulasi angket diatas, berpangkal 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengetahui 1 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 9% mengatakan sayang dan 7 atau 64% responden yang mneyatakan kadang-kadang dan 3 atau 27% yang menyatakan tak pernah. Sehingga penulis memendekkan bahwa

komite sekolah kadang-kadang memantau hasil tentamen intiha siswa di SMP Negeri 3 Kelara.

Dalam melakukan control terhadap pelaksanaan program pendidikan, dari hasil dengar pendapat dengan Pengurus Komite (5-6 april 2014) dikatakan bahwa komite sekolah selalu melakukan Pemantauan terhadap pelaksanaan programa nan ada di SMP Negeri 3 Kelara Kab. Jeneponto, apakah sesuai dengan politik yang sudah lalu direncanakan. kemudian kerumahtanggaan pelaksanaannya tersebut bagaimana mneganalokasikan dana dan perigi daya bagi pelaksana program yang dilakukan oleh pihak sekolah.

4. Komite Sekolah Badan Penghubung (Mediator)

Dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan peran serta publik maka perlu di bentuk dewan pendidikan di tingkat Kabupaten/kota, dan komite sekolah di tingkat satuan pendidikan, ini sependapat dengan konsepsi desentarsasi pendidikan, baik di tingkat Kabupaten/ kota maupun di tingkat sekolah. .

Berikut ini gambaran n domestik bentuk tabulasi angket tentang peranan komite sekolah perumpamaan badan pertimbangan di SMP Area 3 Kelara Kab.

Jeneponto.

Grafik 17

Menciptakan hubungan dan kooperasi antar sekolah dengan ibu bapak dan umum

No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden

1. Comar 8 73%

2. Kadang-kadang 2 18%

3. Tidak Pernah 1 9%

Total 11 100%

Perigi data: Diagram Angket No. 10

Berdasarkan tabulasi angket diatas, dari 11 responden/ pengurus komite sekolah, penulis dapat mengerti 8 reponden/ pengurus komite sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 73% mengatakan gelojoh dan 2 atau 18% responden yang mneyatakan adakalanya dan 1 atau 9%

yang menyatakan tidak kawin. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa komite sekolah demap membantu sekolah dalam menciptakan susunan dan kerja sama antar sekolah dengan orang tua dan masyarakat.

Tabel 18

Mengadakan berdampingan atau pertemuan antara pihak sekolah dengan orang bertongkat sendok siswa dan mahajana sekitar sekolah.

No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden

1. Sering 4 36%

2. Kadang-kadang 5 46%

3. Tidak Pernah 2 18%

Kuantitas 11 100%

Sumber data: Tabulasi Angket No. 11

Beralaskan tabulasi pol diatas, pecah 11 responden/ pengurus komite sekolah, pencatat dapat memaklumi 4 reponden/ pengurus komite

sekolah SMP Negerei 3 Kelara Kab. Jeneponto atau 36% mengatakan sayang dan 5 atau 46% responden nan mneyatakan kadang-kadang dan 2 atau 18% yang menyatakan lain pernah. Sehingga penulis menyarikan bahwa komite sekolah sewaktu-waktu mengadakan rapat maupun pertemuan antar pihak sekolah dengan ibu bapak pesuluh dan awam sekitar sekolah.

Tabel 19

Pengaturan komite sekolah terhadap peningkatan sarana dan prasarana Pendidikan Agama Islam di SMP Kawasan 3 Kelara Kab. Jeneponto.

No. Kualifikasi Jawaban Frekuensi Responden

1. Sangat baik 5 46%

2. Baik 4 36%

3. Tidak baik 2 18%

Total 11 100%

Mata air data: Tabulasi Angket No. 12

Sumber data: Diagram Angket No. 12

Source: https://123dok.com/article/teknik-analisis-metode-penelitian-peranan-komite-sekolah-peningkatan.q05dwpel

Posted by: and-make.com