Allah Tritunggal Dasar Ajaran Bapak Gereja

Apakah Tritunggal yakni dagangan kekeliruan Bapa Gereja?

  • sejak kapan doktrin Tritunggal ada?
  • Dan kenapa tidak ada introduksi Tritunggal pada Perjanjian Hijau sedangkan orang Kristen memercayainya?

Tritunggal adalah Rumusan Doktrin

Tritunggal secara istilah memang belum dikenal lega masa kekristenan purba. Dengan semacam itu jelas juga bahwa istilah Tritunggal tidak terwalak pada Alkitab atau ditulis langsung oleh para rasul. Hanya berdasarkan fakta ini

  • bukan berarti Halikuljabbar bukan Tritunggal atau dengan alas kata enggak rumusan Tritunggal itu pelecok / dapat diragukan
  • bukan berarti sosok Kristen di zaman gereja purba lain mengimani dan tidak mengenal doktrin Tritunggal.

1. Tritunggal privat Ajaran Para Rasul

Para rasul konsisten dengan ilham Yesus. Para rasul mengajarkan bahwa
Allah itu esa. Itu terdapat plong surat-surat para utusan tuhan dan Alkitab :

2. Tritunggal dalam Ajaran Bapa-Bapa Basilika

2.1 Bapa-Bapa Rasuli

Ketika para rasul wafat, mereka telah menahbiskan penerus-penerus mereka, keadaan tersebut dinamakan

paradosis rasuliah
. Situasi ini memang dilakukan oleh para rasul, kendati ada penerus yang mewarisi iman yang sama (Matius 28:19, Kisah 1:21–22, 20:28, Yudas 1:3, 2 Tesalonika 2:15), Generasi permulaan yang menjadi pesuluh para utusan tuhan ini, yang tulisannya masih bisa kita baca hingga sekarang, kita sebut laksana

Bapa Rasuli

[2]. Misalnya:

  • Rasul Petrus memiliki siswa bernama Klemens dari Roma, dan Ignatius berusul Antiokhia, Markus nan disebut Yohanes, nan akhirnya mewarisi pelayanan para rasul sebagai paus / penilik jemaat di area tersebut.
  • Utusan tuhan Yohanes n kepunyaan pelajar bernama Ignatius dari Antiokhia, Polycarpus pecah Smirna, Papias semenjak Hierapolis, dsb yang akhirnya mewarisi pelayanan para utusan tuhan sebagai uskup / penilik jemaat di wilayah tersebut.

1. Klemens dari Roma

St. Klemens, uskup Roma (sekitar 96), sering disebut sebagai
Bapa Apostolik nan purwa, juga berulang kali merujuk pada Bapa, Anak dan Roh Ikhlas kerumahtanggaan tulisannya. Misalnya, sira batik kerumahtanggaan tulisannya kepada jemaat Korintus.

2. Ignatius dari Antiokhia

Ignatius, uskup berpangkal Antiokhia adalah murid berpunca Rasul Yohanes. Ignatius sering menjuluki bahwa Yesus adalah Tuhan dan berucap bahwa Putra
co-existent
dengan Sang Bapa sebelum segala apa zaman. Dalam suratnya kepada gereja di Magnesia dan Efesus

3. Polycarpus mulai sejak Smirna

Polycarp adalah uskup Smirna dan juga sendiri murid Rasul Yohanes. Kamu mati syahid di panggung Romawi, sahaja sebelum kematiannya kamu memberi pemujaan pada Allah Trinitas.

4. Surat Nabi Barnabas

Dalam tulisan salinan yang dipercaya ditulis oleh Barnabas pada abad pertama (farik dengan Injil Palsu Barnabas), arsip ini juga mendukung ilahiah Yesus dan adanya doktrin seputar Trinitas di dalamnya.

3. Teolog abad kedua, Pesuluh dari Bapa Rasuli

Puas masa sesudah para rasul dan bapa rasuli, ki perspektif pandang ini bukan berubah. Dari tulisan pesuluh-murid yang ditahbiskan para rasul dan bapa rasuli menjelaskan bahwa pandangan tersebut terjaga n domestik gereja. Para penerus ini semakin merumuskan keesaan Allah dan kejamakan Pribadi ini dalam rumusan yang makin jelas dan tegas. Situasi itu terjadi karena pada masa tersebut semakin banyak bidat yang tumbuh dan instruktur-pengajar terlarang yang menceritakan Yesus nan berlainan, Allah yang berbeda. Tulisan bapa-bapa gereja ini yaitu:

1. Yustinus Martir (110–165 M)

Pelecok satu apologet yang paling menonjol selama hari ini adalah Yustinus Martir, koteng penganut berhala nan berubah menjadi filsuf. Yustinus menggunakan keterampilannya sebagai penulis lakukan meniadakan bidat dan memajukan kekaisaran Kristus. Dua bidat nan kamu tolak dalam tulisannya yaitu dualisme Gnostik dan Marcionisme.[4]

2. Ireneus dari Lyon

Ireneus adalah murid dari Polycarpus, maupun cucu berbunga rasul Yohanes. Bagi mempertahankan keesaan Yang mahakuasa melawan Gnostisisme dan Marcionisme, Ireneus menaruh asal untuk ilmu agama Tritunggal. Jikalau tidak, tanpa
penekanan pada suatu sifat Tuhan, kepercayaan pada tiga pribadi bisa
dipandang laksana tipe pengajaran politeisme.[5] Kerumahtanggaan bukunya
Against Heresies, Ireneus merangkum argumennya mengembalikan suku bangsa Gnostik, beliau menulis:

2. Teofilus dari Antiokhia

Seputar 181 M, Theophilus dari Antiokhia, seorang bapa basilika Timur, nan adalah seorang apologet, adalah tokoh yang permulaan menggunakan istilah “Trinity” (alias Τριάδος). Hal itu terdapat puas tulisan beliau kerjakan membantah Autolycus, sendiri penyembah pujaan/

3. Athenagoras terbit Athena

Pada 160 M, Athenagoras, yang menulis condong modalis (orang nan mengatakan Almalik merupakan 3 Mode, tak Pribadi) yaitu Noetus. Athenagoras mengatakan bahwa “meskipun Firman itu adalah lahir berpangkal Yang mahakuasa, ia bukanlah Tuhan kedua. Sebaliknya, setelah bersama Tuhan dan di dalam Halikuljabbar selamanya engkau dikeluarkan pada suatu titik periode.” Rujukan kepada Kristus, Firman Tuhan ini, sebagai tidak memiliki permulaan merupakan langkah penting dalam menyangkal para modalis, yang tidak memufakati perbedaan Pribadi di privat Sang pencipta. Demikian juga Athenagoras, si apologet, menulis sesuatu mengenai sifat Allah dalam Trinitas, wahdah dan perbedaan dari Bapa, Putera, dan Roh kudus dalam tulisannya ketika khalayak Masehi dianggap atheis.

4. Hippolytus dari Roma

Juga, sekitar tahun 190 M, Hippolytus, murid berbunga Ireneus (cicit rohani Nabi Yohanes) juga menulis menentang Noetus, sehabis mengutip bagian berpokok Yohanes 1: 1, dengan tegas menyatakan kasusnya untuk tiga Pribadi dalam Almalik, di mana “Bapa di atas semua Anak asuh adalah menerobos semua dan Jibril . . . ada di semua. ”

5. Tertulianus berpokok Kartago

Tertullianus adalah seorang awam dan seorang apologet yang dikatakan punya “salah suatu pemikiran teologis terbaik cak bagi muncul di Barat Latin.” Dia dikenal laksana penulis istilah pertama ialah “trinitas”, “una substansia thres personae”, yakni satu substansi, tiga Pribadi.

4. Bidat, menyelewengkan Ajaran Benar akan halnya Allah dan Yesus

Dari berikut-berikut ini yakni nama-logo pengajar palsu yang dicatat privat ki kenangan, yang mengajarkan majemuk macam pandangan nan berlainan dari yang para rasul ajarkan. Berlainan dengan nama bapa-bapa gereja yang saya tulis sebelumnya, nama-segel ini adalah pengajar palsu yang mengajarkan Allah dan Yesus secara berbeda, sehingga disebut bidat atau tidak ortodoks. Seluruh gereja universal meyakini ajaran yang ortodoks, farik dengan bidat-bidat ini hanyalah sekte dalam kekristenan saat itu, yang akhirnya terpisah atau dikeluarkan mulai sejak basilika mondial.

  1. Gnostisisme, Dualisme, Doketisme: memercayai bahwa Yesus bukanlah manusia, namun Tuhan. Kaum Gnostik menggabungkan hobatan filsafat Yunani seperti Plato dan Neo-Platonis privat mendefinisikan iman Serani. Salah koteng pengikutnya yaitu Marcion bahkan memercayai dua Allah, yakni Allah di Perjanjian Lama dan Halikuljabbar di Perjanjian Yunior. Sendiri bidat bernama Basilides mengatakan bahwa Yesus enggak benar-benar disalib tetapi diserupakan dengan Simon dari Kirene.[8] Teori sesat dalam kacamata sejarah dan kesaksian maujud di lokasi peristiwa ini entah kenapa bisa masuk dalam pemahaman bani adam Islam mengenai Yesus / Isa Al-Masih yang menurut mereka enggak benar disalib, tetapi diserupakan
  2. Adoptionism, yang diajarkan oleh Paulus dari Samosata, sendiri bidat nan beriman bahwa Yesus yunior menjadi ilahi momen menerima baptisan dari Yohanes.[9]
  3. Noetus, Praxeas, Sabellius, Cerrulius, dan beberapa muridnya dan pengikutnya mengajarkan wahi modalisme, monarkianisme, patrepasianisme yaitu ajaran yang intinya beriktikad bahwa Yang mahakuasa adalah satu Pribadi dalam tiga mode. Mereka berkepastian bahwa Yang mahakuasa Bapa menjadi basyar bernama Yesus, dan Rohulkudus hanyalah manifestasi Allah, enggak Pribadi nan berlainan dengan Allah.
  4. Arianisme, yang diajarkan maka dari itu Arius, adalah wahyu yang mengatakan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah yang mula-mula, sehingga Yesus / Firman Allah bukanlah Allah.

5. Konsili sebagai Penegasan Iman Serani yang dipercaya secara universal

Internal menghadapi kebidatan dan banyaknya ajaran-ajaran asing unjuk terbit gereja, maka gereja melakukan sidang konsili bikin menunjukan nubuat mana nan diajarkan oleh Yesus dan para rasul. Hal itu sesuai dengan wanti-wanti Kitab Ceria:

St. Nicholas berpunca Myra menampar Arius karena menghujat Yesus, Sang Anak Allah, yang diakuinya tidak suatu hakikat / dzat dengan Yang mahakuasa. Arius mengatakan Yesus diciptakan.

Persaksian Iman Nikea

Matius 16 : 18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau ialah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku (Gereja-Ku — red) dan pan-ji-panji maut tidak akan menguasainya.

5. Kesimpulan

Dengan bermacam rupa data dan pendapat dari tokoh-tokoh pra-konsili Nikea, bisa digambarkan bahwa seluruh bapa gereja ortodoks memercayai bahwa
Allah itu Esa, yaitu Bapa (1 Kor 8:6), dan kerumahtanggaan Sang Bapa terdapat
Sang Anak yaitu Firman-Nya (Mazmur 119:89, Yoh 1:1)
, dan
n kepunyaan Kehidupan yaitu Roh Ceria (Ayub 33:4, Yoh 14:26). Halikuljabbar terdiri berusul
Tiga Pribadi, yang bisa dibedakan sekadar lain bisa dipisahkan. Tiga Pribadi mengisahkan sesuatu yang unik dan mengobrolkan Allah. Trinitas bukanlah suatu nan asing dari pengajaran para rasul, juga pesuluh-pesuluh para utusan tuhan.

Pustaka:

[1] Janosik, Daniel J. 2016.
John of Damascus, First Apologist to the Muslims: The Trinity and Christian Apologetics in the Early Islamic Period hlm 6.
Eugene, Oregon :Permissions Wipf and Stock Publishers,

Source: https://medium.com/@erickowijoyo/apakah-tritunggal-adalah-produk-kekeliruan-bapa-gereja-615a6aa50b3a

Posted by: and-make.com